<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kasus akhwat: Ketika idealita terbentur realita</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: neng hani</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-3861</link>
		<dc:creator>neng hani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 06:40:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-3861</guid>
		<description>seorang akhwat tangguhpun bisa terjerumus
hidup tak seindah bayangan
semoga allah mengampuni kita
g ada yg sempurna</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>seorang akhwat tangguhpun bisa terjerumus<br />
hidup tak seindah bayangan<br />
semoga allah mengampuni kita<br />
g ada yg sempurna</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: MAHAR SUMARGI W</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-1943</link>
		<dc:creator>MAHAR SUMARGI W</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 17:14:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-1943</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum
Cmn mo ngasih pendapat, hal trsbt dpt dbcrkn melalui murabbi masing masing. cz pihak yg pantas sbg curhat mslh pernikahan adl murraBINY MASING-MASING. Af1 ane ktk dl jd org yg mash ammah ad seorang akhwat yg tertarik dng tmn ane yg jg kbtln orng ammah. adapun analasan akhwat trsbt lbh mmlh org ammah drpd ikhwan yg tlh mnjln proses tarbiyah adl kecerdasan hati yg dimuilik olh tmn ane lhb bgs drpd para ikhwan di jurusan ane.
pln tp pasti ane bnyk bljr dar org ammah trsbt n akhrinya ane dpt mnj ikhwan yg mengemban amanah tarbiyah. dan u meluruskannya adlh 1. Niat hny u Allah Ahla wa Jahla 2. jaga hati dan persaan cz akhwat sgt rentan pd mslh ini. alhamdulillah ktk ane cb brbicara kpd akhwat trst u meluruskan kmbl jalan yg bnr ane mngnakan metode pendekatan sama yg dilakukan olh pria ammah trsbt, y dakwah adl seni ukhti bnk2lh belajar dr siapapun baik it preman, pemabuk dll. skrg akhwat trsbt dpt kmbl lg k jln yg bnr n ia bgt malu cz org yg PDKT trnyt adlh seorang ilhwan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
Cmn mo ngasih pendapat, hal trsbt dpt dbcrkn melalui murabbi masing masing. cz pihak yg pantas sbg curhat mslh pernikahan adl murraBINY MASING-MASING. Af1 ane ktk dl jd org yg mash ammah ad seorang akhwat yg tertarik dng tmn ane yg jg kbtln orng ammah. adapun analasan akhwat trsbt lbh mmlh org ammah drpd ikhwan yg tlh mnjln proses tarbiyah adl kecerdasan hati yg dimuilik olh tmn ane lhb bgs drpd para ikhwan di jurusan ane.<br />
pln tp pasti ane bnyk bljr dar org ammah trsbt n akhrinya ane dpt mnj ikhwan yg mengemban amanah tarbiyah. dan u meluruskannya adlh 1. Niat hny u Allah Ahla wa Jahla 2. jaga hati dan persaan cz akhwat sgt rentan pd mslh ini. alhamdulillah ktk ane cb brbicara kpd akhwat trst u meluruskan kmbl jalan yg bnr ane mngnakan metode pendekatan sama yg dilakukan olh pria ammah trsbt, y dakwah adl seni ukhti bnk2lh belajar dr siapapun baik it preman, pemabuk dll. skrg akhwat trsbt dpt kmbl lg k jln yg bnr n ia bgt malu cz org yg PDKT trnyt adlh seorang ilhwan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: endyen</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-1636</link>
		<dc:creator>endyen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 18:47:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-1636</guid>
		<description>ikut ngramein boleh ya berpendapat...
Untuk kasus diatas tak selazimnya seorang akhwat bertindak sesuatu yang bisa menimbulkan fitnah, apapun namanya (pacaran/khalawat atau bahkan ta&#039;aruf anda menyebutnya) jika sering bertemu berdua antara lawan jenis yang bukan mukhrim sampai ada guncingan orang diluar sampai 3 orang atau lbih, itu bisa menimbulkan fitnah,Mungkin bila selain aktivis dakwah itu tak banyak berpengaruh untuk orang lain walaupun sama-sama tak boleh,karna memang jelas melanggar syariat bila berdua dengan lawan jenis yang bukan mukhrimnya, tapi jika pelakunya aktivis dakwah itu sangat berpengaruh pada dirinya maupun harokah yang memboncengnya, cinta memang anugrah ilahi yang sangat indah, namun bila mengalahkan cinta kepada Allah itu menjadi bencana 

“Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”(QS.At-Taubah 24)

Nabi berdakwah dengan lembut menyesuaikan kadar keimanan umatnya pada saat itu, bagi yang telah memiliki keimanan yang cukup seperti aktivis dakwah, adalah pantas untuk penegasan bahwa itu tidak boleh. maaf ya makruh bagi orang awam itu bisa menjadi haram bagi para pewaris nabi (ulama/dalam hal ini termasuk aktifis yang mendakwahkan islam), sunnahnya bisa menjadi wajib, itu hanya pemicu untuk fastabiqul khoirat. wallahua&#039;lam bishowab
wassalamualaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ikut ngramein boleh ya berpendapat&#8230;<br />
Untuk kasus diatas tak selazimnya seorang akhwat bertindak sesuatu yang bisa menimbulkan fitnah, apapun namanya (pacaran/khalawat atau bahkan ta&#8217;aruf anda menyebutnya) jika sering bertemu berdua antara lawan jenis yang bukan mukhrim sampai ada guncingan orang diluar sampai 3 orang atau lbih, itu bisa menimbulkan fitnah,Mungkin bila selain aktivis dakwah itu tak banyak berpengaruh untuk orang lain walaupun sama-sama tak boleh,karna memang jelas melanggar syariat bila berdua dengan lawan jenis yang bukan mukhrimnya, tapi jika pelakunya aktivis dakwah itu sangat berpengaruh pada dirinya maupun harokah yang memboncengnya, cinta memang anugrah ilahi yang sangat indah, namun bila mengalahkan cinta kepada Allah itu menjadi bencana </p>
<p>“Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”(QS.At-Taubah 24)</p>
<p>Nabi berdakwah dengan lembut menyesuaikan kadar keimanan umatnya pada saat itu, bagi yang telah memiliki keimanan yang cukup seperti aktivis dakwah, adalah pantas untuk penegasan bahwa itu tidak boleh. maaf ya makruh bagi orang awam itu bisa menjadi haram bagi para pewaris nabi (ulama/dalam hal ini termasuk aktifis yang mendakwahkan islam), sunnahnya bisa menjadi wajib, itu hanya pemicu untuk fastabiqul khoirat. wallahua&#8217;lam bishowab<br />
wassalamualaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: TObaaaat WAHAI MANUSIAAA!!!!</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-1631</link>
		<dc:creator>TObaaaat WAHAI MANUSIAAA!!!!</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 12:13:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-1631</guid>
		<description>semilitan apapun akhwat, bakal klepek2 klo diksh prhatian lbih...mk dr itu hai ikhwn2 ayo ndang meridd...jo suwe2....
nikah muda, blm lulus nkerja ga papa koqqq...
fastabiqul khoirot ya!!!af1</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semilitan apapun akhwat, bakal klepek2 klo diksh prhatian lbih&#8230;mk dr itu hai ikhwn2 ayo ndang meridd&#8230;jo suwe2&#8230;.<br />
nikah muda, blm lulus nkerja ga papa koqqq&#8230;<br />
fastabiqul khoirot ya!!!af1</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fajri</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-1549</link>
		<dc:creator>fajri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 06:58:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-1549</guid>
		<description>satu-satunya cara berkomunikasi yang aman dengan akhwat untuk menghindari fitnah adalah dengan tanpa komunikasi jika tidak perlu.
menurut saya, semua line komunikasi bisa menjadi sebuah bumerang bagi diri sendiri.
surat/sms bisa salah tafsir
telpon bisa terlena karena suara
via orang lain bisa salah arti

sebaiknya sih memang jangan melakukan komunikasi bila tidak betul-betul diperlukan ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>satu-satunya cara berkomunikasi yang aman dengan akhwat untuk menghindari fitnah adalah dengan tanpa komunikasi jika tidak perlu.<br />
menurut saya, semua line komunikasi bisa menjadi sebuah bumerang bagi diri sendiri.<br />
surat/sms bisa salah tafsir<br />
telpon bisa terlena karena suara<br />
via orang lain bisa salah arti</p>
<p>sebaiknya sih memang jangan melakukan komunikasi bila tidak betul-betul diperlukan &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: andra</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-1201</link>
		<dc:creator>andra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 09:13:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-1201</guid>
		<description>maaf nih numpang nulis...sebenarnya menurut aku,kisah cinta yg trjdi di kalangan aktivis dakwah kampus sudah bukan hal yg baru lg.dan tmn2 aku para ikhwan dan akhwat di kampus aku pun prnh mengalami hal sprti itu.yg psti,adanya fenomena sprti itu merupakan fenomena gunung es..bnyk d klngan tmn2 ikhwan dan akhwat yg tidak brpcrn scra lngsng,ttp pcrn scra samar2 melalui hati dan sms dr hpnya msng2..nauzubillah
hanya 2 pilihan untuk mslh sprti ini,berhenti atau nikah itu ja,krna malu dong ma di lihat org alim gk taunya sprti itu atau klo gk kuat keluar ja dr kumpulan lmbga dkwh kampus trsbt jgn gara2 nila setitik rusak susu sebelanga..jagalah hati wahai ukhti...blm tentu org yg engkau cintai jg mencintai dirimu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf nih numpang nulis&#8230;sebenarnya menurut aku,kisah cinta yg trjdi di kalangan aktivis dakwah kampus sudah bukan hal yg baru lg.dan tmn2 aku para ikhwan dan akhwat di kampus aku pun prnh mengalami hal sprti itu.yg psti,adanya fenomena sprti itu merupakan fenomena gunung es..bnyk d klngan tmn2 ikhwan dan akhwat yg tidak brpcrn scra lngsng,ttp pcrn scra samar2 melalui hati dan sms dr hpnya msng2..nauzubillah<br />
hanya 2 pilihan untuk mslh sprti ini,berhenti atau nikah itu ja,krna malu dong ma di lihat org alim gk taunya sprti itu atau klo gk kuat keluar ja dr kumpulan lmbga dkwh kampus trsbt jgn gara2 nila setitik rusak susu sebelanga..jagalah hati wahai ukhti&#8230;blm tentu org yg engkau cintai jg mencintai dirimu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: The Rey ^^</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-1021</link>
		<dc:creator>The Rey ^^</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2007 23:24:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-1021</guid>
		<description>Assalamualaikum.
Baru skrg kasi respon, soalnya baru liat blog ini. Yapz, Aq setujuh dgn Boy, skrg bukan waktunya berteori (no offense buat yg kasi teori), tapi solusi real. KLo pengalaman Aq sih ngadepin mslh kek gini, Ada bbrp langkah praktis untuk menguraikan mslh yg ribet ini dan menganalisnya nya.

Pertama
Coba yg bersangkutan (yg sedang bermasalah), dan orang yg mungkin membantu (yg bersangkutan) merenungkan lagi, kenapa dia ber&quot;hijab&quot;, soalnya Aq liat di sini akhwatnya adalah yg menerapkan prinsip &quot;hijab&quot;

Kedua
Keluarkan pertanyaan ini ke diri Ukhti, Ketika persoalan ini mulai mengganggu, ato mudahnya ketika mulai menjalin hubungan dengan &quot;dia&quot;, apakah Ukhti masih merasa menjaga hijab ? 

Ketiga
Setelah itu, coba posisikan diri ukhti pada posisi &quot;orang ketiga&quot; yang melihat apa yg ukhti lakukan dengan &quot;dia&quot;. Usahakan bayangkan saat memposisikan diri jadi orang ketiga, perasaan ukhti se netral mungkin seperti orang yg tidak tahu apa2 ttg hubungan ukhti dengan &quot;dia&quot;. 

Keempat
Setelah membayangkan, coba kembali ke langkah ke 2. Bila jawaban dari langkah keempat ini, adalah &quot;Ya, saya sudah menjaga hijab&quot;. Catat poin-poin yg ukhti pikir bisa menjadi dasar bahwa yg ukhti lakukan ini menjaga hijab. Lalu lakukan langkah kelima. Bila jawabannya &quot;tidak, saya telah melanggar prinsip2 saya sendiri&quot;, maka 1 1 nya langkah adalah Muhasabah. Tidak perlu diteruskan.

Kelima
Semua hal yg dicatat itu coba diskusikan pada teman2 yg terpercaya dan memiliki prinsip yg serupa dan kalau bisa tidak mengetahui mslh ukhti saat ini (mencari pendapat netral lagi2). Usahakan uraikan mslh ukhti ke teman ini dengan menggunakan analogi lain, jgn ceritakan mslh ukhti yg sebenarnya.

Keenam
Apapun jawabannya kembali lagi ke langkah kedua, lalu langkah ketiga BILA PERLU, lalu ke langkah keempat. NAH,kali ini ada yg berbeda. Bila jawabannya adalah &quot;Ya, saya telah menjaga hijab&quot; Maka lakukan langkah ketujuh. Tapi bila jawaban nya &quot;Tidak, saya telah melanggar prinsip saya&quot; maka lanjut ke langkah Muhasabah.

Ketujuh
MAJU terus, jgn pedulikan pendapat orang2 itu. Karena hal itu adalah sebuah konsekuensi logis dari yg ukhti lakukan. UKHTI harus yakin langkah yang UKHTI ambil sudah tepat dan TERBAIK setidaknya untuk saat ini, sambil terus memohon PETUNJUK dari ALLAH. Ini hanyalah MISS INFORMASI dan MISS UNDERSTANDING , dan jangan sampai hal itu jadi PENGHAMBAT tiap2 langkah hidup ukhti. Bila ada kesempatan, jelaskan seperlunya ke yg SALAH SANGKA itu, tanpa peduli mereka percaya ataupun tidak. Ingat ukhti, LIFE must GO ON, dan menurut Aq, &quot;it&#039;s WASTING TIME&quot; terlalu terbenam pada masalah ini, banyak kesibukan lain menunggu.

LANGKAH MUHASABAH
Kalau sudah begini, artinya, ada yg SALAH, dalam penjagaan hati ukhti. Apa yg harus dilakukan ? Simpel,
Pertama : MOHON AMPUN pada ALLAH Swt
Kedua    : Masukilah lingkungan yg mendukung ukhti dalam menjaga    hijab dan jgn bosan2 minta TAUSIYAH (^_^ hehehe ini POWERFULL loh, trust me).
Ketiga    : Ambil jarak dgn &quot;Dia&quot; tapi jgn sampai memutus silaturahmi, dan langkah ke depan, minta bantuan pada teman2 seperjuangan ukhti yg sepaham ^_^.
Keempat : Udah ah cukup, itu sih kondisional, Aq yakin ukhti pasti tau jawabannya ^o^ La la la la la.....
Pesan, ingat ukhti, AMAL JAMA&#039;i itu jauh lebih POWERFUL dan AMAN untuk keteguhan dan perjuangan, ketimbang SINGLE FIGHTER.

Penutuph :
^.^, Aq memberi masukan yg bentuknya rada &quot;Aneh&quot; kek gini, soalnya Aq ga tau kondisi AKtual di lapangan kyk gimana, apa yg sudah dikatakan, bagaimana lingkungan, siapa ukhti, siapa &quot;dia&quot;, dsb. Jadi Aq cuma memberi masukan dalam bentuk langkah2 yg Aq USAHAKAN (~_~) Sistematis sehingga mudah diterapkan ^_^ berdasarkan pengalaman dan sebuah prinsip, &quot;Obat Hati yg paling mujarab hanya datang dari dalam HATI kita SENDIRI, melalui jalan yg disebut KESADARAN&quot;

Ok de, gud luck yah. 

Wassalamualaikum Wr. Wb. 

dan mohon maaf lahir BATIN, mo lebaran EUY !!!!! ^o^ tapi bye bye RAMADHAN T_T T_T T_T</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum.<br />
Baru skrg kasi respon, soalnya baru liat blog ini. Yapz, Aq setujuh dgn Boy, skrg bukan waktunya berteori (no offense buat yg kasi teori), tapi solusi real. KLo pengalaman Aq sih ngadepin mslh kek gini, Ada bbrp langkah praktis untuk menguraikan mslh yg ribet ini dan menganalisnya nya.</p>
<p>Pertama<br />
Coba yg bersangkutan (yg sedang bermasalah), dan orang yg mungkin membantu (yg bersangkutan) merenungkan lagi, kenapa dia ber&#8221;hijab&#8221;, soalnya Aq liat di sini akhwatnya adalah yg menerapkan prinsip &#8220;hijab&#8221;</p>
<p>Kedua<br />
Keluarkan pertanyaan ini ke diri Ukhti, Ketika persoalan ini mulai mengganggu, ato mudahnya ketika mulai menjalin hubungan dengan &#8220;dia&#8221;, apakah Ukhti masih merasa menjaga hijab ? </p>
<p>Ketiga<br />
Setelah itu, coba posisikan diri ukhti pada posisi &#8220;orang ketiga&#8221; yang melihat apa yg ukhti lakukan dengan &#8220;dia&#8221;. Usahakan bayangkan saat memposisikan diri jadi orang ketiga, perasaan ukhti se netral mungkin seperti orang yg tidak tahu apa2 ttg hubungan ukhti dengan &#8220;dia&#8221;. </p>
<p>Keempat<br />
Setelah membayangkan, coba kembali ke langkah ke 2. Bila jawaban dari langkah keempat ini, adalah &#8220;Ya, saya sudah menjaga hijab&#8221;. Catat poin-poin yg ukhti pikir bisa menjadi dasar bahwa yg ukhti lakukan ini menjaga hijab. Lalu lakukan langkah kelima. Bila jawabannya &#8220;tidak, saya telah melanggar prinsip2 saya sendiri&#8221;, maka 1 1 nya langkah adalah Muhasabah. Tidak perlu diteruskan.</p>
<p>Kelima<br />
Semua hal yg dicatat itu coba diskusikan pada teman2 yg terpercaya dan memiliki prinsip yg serupa dan kalau bisa tidak mengetahui mslh ukhti saat ini (mencari pendapat netral lagi2). Usahakan uraikan mslh ukhti ke teman ini dengan menggunakan analogi lain, jgn ceritakan mslh ukhti yg sebenarnya.</p>
<p>Keenam<br />
Apapun jawabannya kembali lagi ke langkah kedua, lalu langkah ketiga BILA PERLU, lalu ke langkah keempat. NAH,kali ini ada yg berbeda. Bila jawabannya adalah &#8220;Ya, saya telah menjaga hijab&#8221; Maka lakukan langkah ketujuh. Tapi bila jawaban nya &#8220;Tidak, saya telah melanggar prinsip saya&#8221; maka lanjut ke langkah Muhasabah.</p>
<p>Ketujuh<br />
MAJU terus, jgn pedulikan pendapat orang2 itu. Karena hal itu adalah sebuah konsekuensi logis dari yg ukhti lakukan. UKHTI harus yakin langkah yang UKHTI ambil sudah tepat dan TERBAIK setidaknya untuk saat ini, sambil terus memohon PETUNJUK dari ALLAH. Ini hanyalah MISS INFORMASI dan MISS UNDERSTANDING , dan jangan sampai hal itu jadi PENGHAMBAT tiap2 langkah hidup ukhti. Bila ada kesempatan, jelaskan seperlunya ke yg SALAH SANGKA itu, tanpa peduli mereka percaya ataupun tidak. Ingat ukhti, LIFE must GO ON, dan menurut Aq, &#8220;it&#8217;s WASTING TIME&#8221; terlalu terbenam pada masalah ini, banyak kesibukan lain menunggu.</p>
<p>LANGKAH MUHASABAH<br />
Kalau sudah begini, artinya, ada yg SALAH, dalam penjagaan hati ukhti. Apa yg harus dilakukan ? Simpel,<br />
Pertama : MOHON AMPUN pada ALLAH Swt<br />
Kedua    : Masukilah lingkungan yg mendukung ukhti dalam menjaga    hijab dan jgn bosan2 minta TAUSIYAH (^_^ hehehe ini POWERFULL loh, trust me).<br />
Ketiga    : Ambil jarak dgn &#8220;Dia&#8221; tapi jgn sampai memutus silaturahmi, dan langkah ke depan, minta bantuan pada teman2 seperjuangan ukhti yg sepaham ^_^.<br />
Keempat : Udah ah cukup, itu sih kondisional, Aq yakin ukhti pasti tau jawabannya ^o^ La la la la la&#8230;..<br />
Pesan, ingat ukhti, AMAL JAMA&#8217;i itu jauh lebih POWERFUL dan AMAN untuk keteguhan dan perjuangan, ketimbang SINGLE FIGHTER.</p>
<p>Penutuph :<br />
^.^, Aq memberi masukan yg bentuknya rada &#8220;Aneh&#8221; kek gini, soalnya Aq ga tau kondisi AKtual di lapangan kyk gimana, apa yg sudah dikatakan, bagaimana lingkungan, siapa ukhti, siapa &#8220;dia&#8221;, dsb. Jadi Aq cuma memberi masukan dalam bentuk langkah2 yg Aq USAHAKAN (~_~) Sistematis sehingga mudah diterapkan ^_^ berdasarkan pengalaman dan sebuah prinsip, &#8220;Obat Hati yg paling mujarab hanya datang dari dalam HATI kita SENDIRI, melalui jalan yg disebut KESADARAN&#8221;</p>
<p>Ok de, gud luck yah. </p>
<p>Wassalamualaikum Wr. Wb. </p>
<p>dan mohon maaf lahir BATIN, mo lebaran EUY !!!!! ^o^ tapi bye bye RAMADHAN T_T T_T T_T</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bruce lee</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-670</link>
		<dc:creator>bruce lee</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 09:18:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-670</guid>
		<description>setan kalo udah masuk ya gitu.. siapun kasih nasehat nggak bakalan mempan... moga dapet petunjuk dan trus gempur dengan peringatan maju terus....ruqyah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setan kalo udah masuk ya gitu.. siapun kasih nasehat nggak bakalan mempan&#8230; moga dapet petunjuk dan trus gempur dengan peringatan maju terus&#8230;.ruqyah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kaezzar</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-453</link>
		<dc:creator>kaezzar</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Aug 2007 13:11:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-453</guid>
		<description>@Darell

Cuma nyumbang opini
Saya ngga kenal anda, tapi saya yakin n percaya...insya Allah anda ngga akan terjerumus ke dalam kegiatan2 yang di luar batas syariat.
Karena pada dasarnya manusia memang mempunyai fitrah untuk itu
Menyukai, mengungkapkan perasaan, dan mendapat perhatian.
Lalu kenapa itu semua harus dipadamkan? 
Salahkah memiliki hubungan pra nikah?
Saya pikir tidak sama sekali...
Yang penting kita tetap berpijak kepada syariat...:)
Selamat melewati ujian ini, moga2 skripsinya cepet selesai n dapet kerjaan yang bagus biar cepet merit...aaamiiin...

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Darell</p>
<p>Cuma nyumbang opini<br />
Saya ngga kenal anda, tapi saya yakin n percaya&#8230;insya Allah anda ngga akan terjerumus ke dalam kegiatan2 yang di luar batas syariat.<br />
Karena pada dasarnya manusia memang mempunyai fitrah untuk itu<br />
Menyukai, mengungkapkan perasaan, dan mendapat perhatian.<br />
Lalu kenapa itu semua harus dipadamkan?<br />
Salahkah memiliki hubungan pra nikah?<br />
Saya pikir tidak sama sekali&#8230;<br />
Yang penting kita tetap berpijak kepada syariat&#8230;:)<br />
Selamat melewati ujian ini, moga2 skripsinya cepet selesai n dapet kerjaan yang bagus biar cepet merit&#8230;aaamiiin&#8230;</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Gugun</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-387</link>
		<dc:creator>Gugun</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2007 13:20:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-387</guid>
		<description>salam kenal juga!
kunjungi blog ane yach!
www.gugundesign.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal juga!<br />
kunjungi blog ane yach!<br />
<a href="http://www.gugundesign.wordpress.com" rel="nofollow">http://www.gugundesign.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: darell</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-346</link>
		<dc:creator>darell</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 02:51:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-346</guid>
		<description>hahaha...

lagi iseng2 browsing ketemu di blog, eh ketemu ni tulisan...

mmm.... saya bisa dibilang akhwat tarbiyah, dah cukup lama, hampir 4 taun. byk orang bilang saya militan, perkasa, dewasa dll
yah begitulah...
yg lucu, di saat semester 7 kemarin....
saat saya sedang benar2 melebarkan sayap pemahaman saya akan dakwah, malah &quot;terjebak&quot;.
orang asing itu menyukai saya dengan caranya....
dia orang biasa, gak tarbiyah. bahkan dia tarekat. awalnya ragu bgt. udah ngomongin semuanya ke murobbi dan ke temen deket. tapi mereka rata2 bilang &quot;kamu kan dah ngerti musti gimana&quot;. saya sih ngerasanya, mereka sama sekali gakperhatian sama saya. dan kebetulan lagi jenuh2nya jg sama aktivitas. curhat sama Allah aja. gak ada judgement. kadang timbul rasa sebal luar biasa sama temen2 aktivis lain yg cuek tapi pinter men-judge.

sampai...
beberapa bulan kemudian...
setelah mengalami masa jatuh bangun...
saya sadar saya akhirnya jatuh cinta padanya...
dgn kejujurannya, keapa adaannya, kecerdasannya...
(klo soal perhatian, dia gak peka... tapi malah gara2 itu saya jadi suka dia)
saya jujur sama semua orang...
kami memiliki hubungan...
kami sekarnag jalani apa adanya
nunggu saya lulus (sekarang lagi nyusun skripsi) dia juga.
kita berdua pengennya nikah sekarang juga (hehe... nafsu aja bisanya!), tapi kedua orang tua kmi (terutama orang tua saya) menolak keras klo kami belum punya pekerjaan dan bisa mandiri...

sudah beberapa kali saya bolos pengajian...
bukan apa2, saya mungkin butuh ketenangan aja...

sebenarnya saya masih sering nangis klo inget pandangan adik2 angkatan saya di kampus bgmn, karena seharusnya saya menjadi panutan buat mereka...

tapi saya tidak ingin menyakiti hatinya lagi...
klo dibilang siapa yg paling jahat disini, itu adalah saya...
dibanding dirinya, saya lbh paham bahayanya hubungan kami...
tapi saya membiarkan diri saya...
sejujurnya... sya lelah... sangat...
sudah berulang kali minta pisah, tapi yg ada hanya menyakiti diri saya dan dirinya. yg pasti skripsi jadi tidak terurus... 

saya berharap tidak ada yg mengikuti jejak saya...
tapi saya yakin.... saya bisa melalui ini semua...
kami pasti bisa melalui semua ini...

dgn bertemu dirinya... saya byk menemukan kenyataan bahwa saya tidak sebaik yg saya kira...
kami berdua saling berusaha memperbaiki...
dirinya dgn kepahaman ilmu tasawufnya dan saya sendiri dgn jiwa pergerakan (yg sejujurnya masih terhujam kuat dalam diri saya... hanya saja saat ini sedang koma...)

saya salut buat kalian yg bisa melewati masa2 sulit ini...
doakan kami... secepatnya bisa melalui masa2 ini... dgn menikah atau pisah...
(maaf ya jadi curhat)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahaha&#8230;</p>
<p>lagi iseng2 browsing ketemu di blog, eh ketemu ni tulisan&#8230;</p>
<p>mmm&#8230;. saya bisa dibilang akhwat tarbiyah, dah cukup lama, hampir 4 taun. byk orang bilang saya militan, perkasa, dewasa dll<br />
yah begitulah&#8230;<br />
yg lucu, di saat semester 7 kemarin&#8230;.<br />
saat saya sedang benar2 melebarkan sayap pemahaman saya akan dakwah, malah &#8220;terjebak&#8221;.<br />
orang asing itu menyukai saya dengan caranya&#8230;.<br />
dia orang biasa, gak tarbiyah. bahkan dia tarekat. awalnya ragu bgt. udah ngomongin semuanya ke murobbi dan ke temen deket. tapi mereka rata2 bilang &#8220;kamu kan dah ngerti musti gimana&#8221;. saya sih ngerasanya, mereka sama sekali gakperhatian sama saya. dan kebetulan lagi jenuh2nya jg sama aktivitas. curhat sama Allah aja. gak ada judgement. kadang timbul rasa sebal luar biasa sama temen2 aktivis lain yg cuek tapi pinter men-judge.</p>
<p>sampai&#8230;<br />
beberapa bulan kemudian&#8230;<br />
setelah mengalami masa jatuh bangun&#8230;<br />
saya sadar saya akhirnya jatuh cinta padanya&#8230;<br />
dgn kejujurannya, keapa adaannya, kecerdasannya&#8230;<br />
(klo soal perhatian, dia gak peka&#8230; tapi malah gara2 itu saya jadi suka dia)<br />
saya jujur sama semua orang&#8230;<br />
kami memiliki hubungan&#8230;<br />
kami sekarnag jalani apa adanya<br />
nunggu saya lulus (sekarang lagi nyusun skripsi) dia juga.<br />
kita berdua pengennya nikah sekarang juga (hehe&#8230; nafsu aja bisanya!), tapi kedua orang tua kmi (terutama orang tua saya) menolak keras klo kami belum punya pekerjaan dan bisa mandiri&#8230;</p>
<p>sudah beberapa kali saya bolos pengajian&#8230;<br />
bukan apa2, saya mungkin butuh ketenangan aja&#8230;</p>
<p>sebenarnya saya masih sering nangis klo inget pandangan adik2 angkatan saya di kampus bgmn, karena seharusnya saya menjadi panutan buat mereka&#8230;</p>
<p>tapi saya tidak ingin menyakiti hatinya lagi&#8230;<br />
klo dibilang siapa yg paling jahat disini, itu adalah saya&#8230;<br />
dibanding dirinya, saya lbh paham bahayanya hubungan kami&#8230;<br />
tapi saya membiarkan diri saya&#8230;<br />
sejujurnya&#8230; sya lelah&#8230; sangat&#8230;<br />
sudah berulang kali minta pisah, tapi yg ada hanya menyakiti diri saya dan dirinya. yg pasti skripsi jadi tidak terurus&#8230; </p>
<p>saya berharap tidak ada yg mengikuti jejak saya&#8230;<br />
tapi saya yakin&#8230;. saya bisa melalui ini semua&#8230;<br />
kami pasti bisa melalui semua ini&#8230;</p>
<p>dgn bertemu dirinya&#8230; saya byk menemukan kenyataan bahwa saya tidak sebaik yg saya kira&#8230;<br />
kami berdua saling berusaha memperbaiki&#8230;<br />
dirinya dgn kepahaman ilmu tasawufnya dan saya sendiri dgn jiwa pergerakan (yg sejujurnya masih terhujam kuat dalam diri saya&#8230; hanya saja saat ini sedang koma&#8230;)</p>
<p>saya salut buat kalian yg bisa melewati masa2 sulit ini&#8230;<br />
doakan kami&#8230; secepatnya bisa melalui masa2 ini&#8230; dgn menikah atau pisah&#8230;<br />
(maaf ya jadi curhat)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kaezzar</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-265</link>
		<dc:creator>kaezzar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 13:01:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-265</guid>
		<description>Assalamualaikum wr wb

@Mas Fra.Jogja
Masalahnya g semua orang bisa &quot;dipaksa&quot; untuk mengikuti pengenalan gaya Taaruf mas, ya contohnya mba Nara tadi.
Mas mungkin bisa saja menyebutkan kalau hal2 yg ditanyai sebaiknya yg umum2 dulu, tp bagaimana dgn mba Nara? dia mempunyai pemikiran yg saya kira juga realistis. Karena X adalah calon suaminya, saya kira wajar mba Nara bertanya detail ttg diri X. 
Belum lagi kalau ada rasa grogi, malu, takut ditolak, takut salah, suasana kaku, masalah kejujuran dll...tentunya akan menjadi lebih sulit untuk mencari tau lebih detail.
Malah saya berani bilang, taaruf ataupun pacaran...22nya saling memiliki kelebihan dan kelemahan masing2...
Kalau satu cara diterapkan ke semua tipe orang, yg ada hasilnya malah berantakan.
Cinta pra-nikah bukanlah suatu yg haram apabila disikapi dgn tindakan yg tepat.
Kalau org2 yg bertaaruf selalu menggemakan slogan
&quot;silahkan rasakan indahnya cinta setelah menikah&quot;
Saya berani bilang,
&quot;silahkan rasakan indahnya cinta sebelum menikah, apalagi setelah meikah&quot;

wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr wb</p>
<p>@Mas Fra.Jogja<br />
Masalahnya g semua orang bisa &#8220;dipaksa&#8221; untuk mengikuti pengenalan gaya Taaruf mas, ya contohnya mba Nara tadi.<br />
Mas mungkin bisa saja menyebutkan kalau hal2 yg ditanyai sebaiknya yg umum2 dulu, tp bagaimana dgn mba Nara? dia mempunyai pemikiran yg saya kira juga realistis. Karena X adalah calon suaminya, saya kira wajar mba Nara bertanya detail ttg diri X.<br />
Belum lagi kalau ada rasa grogi, malu, takut ditolak, takut salah, suasana kaku, masalah kejujuran dll&#8230;tentunya akan menjadi lebih sulit untuk mencari tau lebih detail.<br />
Malah saya berani bilang, taaruf ataupun pacaran&#8230;22nya saling memiliki kelebihan dan kelemahan masing2&#8230;<br />
Kalau satu cara diterapkan ke semua tipe orang, yg ada hasilnya malah berantakan.<br />
Cinta pra-nikah bukanlah suatu yg haram apabila disikapi dgn tindakan yg tepat.<br />
Kalau org2 yg bertaaruf selalu menggemakan slogan<br />
&#8220;silahkan rasakan indahnya cinta setelah menikah&#8221;<br />
Saya berani bilang,<br />
&#8220;silahkan rasakan indahnya cinta sebelum menikah, apalagi setelah meikah&#8221;</p>
<p>wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: boy</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-262</link>
		<dc:creator>boy</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 15:31:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-262</guid>
		<description>mau tanya dulu gmn kbar kasus mbak nara tersebut, saya punya kasus sama juga n pngin tahu solusi realnya bukan teori2 belaka. udah kenyang mkan hadis n ayat al qur&#039;an tapi hati ini msh blm ikhlas. terima kasih, bls aj ke email (boysmailbox@telkom.net)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mau tanya dulu gmn kbar kasus mbak nara tersebut, saya punya kasus sama juga n pngin tahu solusi realnya bukan teori2 belaka. udah kenyang mkan hadis n ayat al qur&#8217;an tapi hati ini msh blm ikhlas. terima kasih, bls aj ke email (boysmailbox@telkom.net)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fra.jogja</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-171</link>
		<dc:creator>fra.jogja</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 10:34:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-171</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum..
numpang ngoment dikit..(mgkn lbh byk ceritanya:) )
kisah mbak nara sudah 3..TIGA tahun yg lalu..bagaimana kabarnya mbak,..apakah sudah terealisasi pernikahannya..kita semua berharap sudah n masing2 punya peran dakwah di medannya mbak n suami. tapi jika belum jadian/nikah ya ana coba memberi saran smg bermanfaat siapa tahu juga untuk ikhwah yg lain.
1. yakinkan diri bahwa idealita kita sendiri tentang hal berumah tangga itu bukan suatu privasi, dalam hal ini karena baru rencana menikah, rencana berumah tangga, bukan berumah tangga sendiri. (sependapat sama the 1st comment). Din ini telah jelas mengaturnya, dari Allah yg maha segalanya,bukan yg lain,itulah pedoman kita. Adapun proses pernikahan meliputi :
a. Ta&#039;aruf
saling melihat, n bertanya segala macam yg ingin ditanyakan dari si dia dari visi-misi nikah sampai privasi. prinsipnya jangan malu n harus saling jujur. Ini harus besertakan org2 yang terpercaya, n bisa dilibatkan(bisa memberi masukan positif bagi rencana terbang nahkoda kita yg ingin nikah). jadi tidak berdua aja, bisa sahabat, kakak, guru  ngaji, atau ortu dll
b. Khitbah
Tahapan ini setelah sukses ta&#039;aruf, pria melamar calon istri, n istri punya hak untuk menolak/menerima, sudah antar keluarga (keluarga besar)
c. Nikah
ini pastinya antum insy udah tau sendiri

Jadii mbak nara/antum smua hendaknya cepat2 berproses untuk nikah secara syar&#039;i..berta&#039;aruflah dengan org2 terdekat yg bisa dipercaya..kalau ana mungkin milih murrabi ana:),, sebenarnya bisa tidak memakan waktu lama..ya itu tadi dengan berprinsip saling jujur dengan kekurangan dan kelebihan, toh kalo ga jujur setelah nikah nanti tau aslinya..

kalo udah cocok sama visi-misinya (harus syar&#039;i ya, untuk para aktivis pastinya tau pedoman visi misi nikah.., bisa jadi idealitas kita salah, sangat mungkin, misal hanya karna nafsu, musuh kita yg satu ini (nafsu)bener2 bikin gemes..!!!, bisa jadi sreg..tapi di dalamnya ada nafsu, maka hendaknya di kroscek lagi apa kita sreg karna Allah atau hanya keduniawian. kalo bukan karna Allah, segera ubah atau pindahlah ke lain hati..insy masih banyak yg baik2 dan rasa cinta akan Allah limpahkan begitu akad nikah..masih ga percaya dengan nikmat ini?? mari kita buktikan!!

LIFE JUST FOR ALLAH, ISLAM N HIS MASSENGER. ALLAHU AKBAR!!
wassalamu&#039;alaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum..<br />
numpang ngoment dikit..(mgkn lbh byk ceritanya:) )<br />
kisah mbak nara sudah 3..TIGA tahun yg lalu..bagaimana kabarnya mbak,..apakah sudah terealisasi pernikahannya..kita semua berharap sudah n masing2 punya peran dakwah di medannya mbak n suami. tapi jika belum jadian/nikah ya ana coba memberi saran smg bermanfaat siapa tahu juga untuk ikhwah yg lain.<br />
1. yakinkan diri bahwa idealita kita sendiri tentang hal berumah tangga itu bukan suatu privasi, dalam hal ini karena baru rencana menikah, rencana berumah tangga, bukan berumah tangga sendiri. (sependapat sama the 1st comment). Din ini telah jelas mengaturnya, dari Allah yg maha segalanya,bukan yg lain,itulah pedoman kita. Adapun proses pernikahan meliputi :<br />
a. Ta&#8217;aruf<br />
saling melihat, n bertanya segala macam yg ingin ditanyakan dari si dia dari visi-misi nikah sampai privasi. prinsipnya jangan malu n harus saling jujur. Ini harus besertakan org2 yang terpercaya, n bisa dilibatkan(bisa memberi masukan positif bagi rencana terbang nahkoda kita yg ingin nikah). jadi tidak berdua aja, bisa sahabat, kakak, guru  ngaji, atau ortu dll<br />
b. Khitbah<br />
Tahapan ini setelah sukses ta&#8217;aruf, pria melamar calon istri, n istri punya hak untuk menolak/menerima, sudah antar keluarga (keluarga besar)<br />
c. Nikah<br />
ini pastinya antum insy udah tau sendiri</p>
<p>Jadii mbak nara/antum smua hendaknya cepat2 berproses untuk nikah secara syar&#8217;i..berta&#8217;aruflah dengan org2 terdekat yg bisa dipercaya..kalau ana mungkin milih murrabi ana:),, sebenarnya bisa tidak memakan waktu lama..ya itu tadi dengan berprinsip saling jujur dengan kekurangan dan kelebihan, toh kalo ga jujur setelah nikah nanti tau aslinya..</p>
<p>kalo udah cocok sama visi-misinya (harus syar&#8217;i ya, untuk para aktivis pastinya tau pedoman visi misi nikah.., bisa jadi idealitas kita salah, sangat mungkin, misal hanya karna nafsu, musuh kita yg satu ini (nafsu)bener2 bikin gemes..!!!, bisa jadi sreg..tapi di dalamnya ada nafsu, maka hendaknya di kroscek lagi apa kita sreg karna Allah atau hanya keduniawian. kalo bukan karna Allah, segera ubah atau pindahlah ke lain hati..insy masih banyak yg baik2 dan rasa cinta akan Allah limpahkan begitu akad nikah..masih ga percaya dengan nikmat ini?? mari kita buktikan!!</p>
<p>LIFE JUST FOR ALLAH, ISLAM N HIS MASSENGER. ALLAHU AKBAR!!<br />
wassalamu&#8217;alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abo omar al-fayyedh</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-159</link>
		<dc:creator>abo omar al-fayyedh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 07:09:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-159</guid>
		<description>ana kebetulan punya pengalaman unik tapi ga mau nulisin panjang lebar takut kehabisan tinta dan waktu, singkat cerita ana dan seorang akhwat adalah pengurus sebuah organisasi remaja, kita ber2 sebenarnya ama-ama suka tapi karena sok paling militan jadi ga ada yang berani nembak(ngajak kawin), singkat cerita nih kita sering sekali cari-cari alasan agar bisa bertemu tapi alasannya harus nyar&#039;ie, pernah suatu hari ana kerumah dia cuma ingin mengucapkan selawat idul_fitri, ya tentunya ga nyar&#039;ie kali, dan dia datang kerumah dengan alasan ingin da&#039;wahi ortu tapi bawa hadiah segala, jilbablah tu ibu ana lah...!, ghamis tu adek pr ana..!

nah karena ana merasa gak ada hasil, ana nekat nembak akhwat lain yang menurut ana diennya juga baik tapi tidak semilitan dia, nah saat dia tahu ana menikah dengan itu akhwat (sekarang istri ana)terlihat sekali dari suaranya ketika ana menelponnya tu beritahu dia bahwa ana dah nikah....!

dan tentunya ana mersa lebih sakit lagi, kenapa? bagi ana sesudah ga bisa dapat akhwat semilitan dia, teryata dia balas dengan menikah dengan teman dekat ana, wah rasa sakitnya  kebangetan..., pengennya nih dapat 2_2nya! gimana?
sekarang ana ngajar di sebuah sekolah tu anak2 yatim dikawasan bekasih, sekedar informasi bagi ikhwan_akhwat yang punya famili atau tetangga yatim yang pingin sekolah berkuwalitas end gratis hubungi ana di:081385781697


&lt;blockquote&gt;&quot;wah rasa sakitnya  kebangetan&quot;? mungkin dia ngerasa lebih sakit loh! (Pada umumnya, perasaan wanita lebih peka.)&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ana kebetulan punya pengalaman unik tapi ga mau nulisin panjang lebar takut kehabisan tinta dan waktu, singkat cerita ana dan seorang akhwat adalah pengurus sebuah organisasi remaja, kita ber2 sebenarnya ama-ama suka tapi karena sok paling militan jadi ga ada yang berani nembak(ngajak kawin), singkat cerita nih kita sering sekali cari-cari alasan agar bisa bertemu tapi alasannya harus nyar&#8217;ie, pernah suatu hari ana kerumah dia cuma ingin mengucapkan selawat idul_fitri, ya tentunya ga nyar&#8217;ie kali, dan dia datang kerumah dengan alasan ingin da&#8217;wahi ortu tapi bawa hadiah segala, jilbablah tu ibu ana lah&#8230;!, ghamis tu adek pr ana..!</p>
<p>nah karena ana merasa gak ada hasil, ana nekat nembak akhwat lain yang menurut ana diennya juga baik tapi tidak semilitan dia, nah saat dia tahu ana menikah dengan itu akhwat (sekarang istri ana)terlihat sekali dari suaranya ketika ana menelponnya tu beritahu dia bahwa ana dah nikah&#8230;.!</p>
<p>dan tentunya ana mersa lebih sakit lagi, kenapa? bagi ana sesudah ga bisa dapat akhwat semilitan dia, teryata dia balas dengan menikah dengan teman dekat ana, wah rasa sakitnya  kebangetan&#8230;, pengennya nih dapat 2_2nya! gimana?<br />
sekarang ana ngajar di sebuah sekolah tu anak2 yatim dikawasan bekasih, sekedar informasi bagi ikhwan_akhwat yang punya famili atau tetangga yatim yang pingin sekolah berkuwalitas end gratis hubungi ana di:081385781697</p>
<blockquote><p>&#8220;wah rasa sakitnya  kebangetan&#8221;? mungkin dia ngerasa lebih sakit loh! (Pada umumnya, perasaan wanita lebih peka.)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: muslimah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-26</link>
		<dc:creator>muslimah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2007 06:41:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-26</guid>
		<description>salam kenal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: camagenta</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-5</link>
		<dc:creator>camagenta</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2007 04:39:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-5</guid>
		<description>Coba ikut berpendapat. Dulu, ane hampir punya kasus yang mirip dengan kasus di atas. Bedanya, kami bedua sebenere dah sama-sama tahu prinsip dasarnya. Tapi karena, suatu canda yang jadi serius akhirnya malah ke dha dhen. Ampir setahun jalan. Pada akhirnya memang lingkungan yang mengingatkan kami pada prinsip dasarnya. Yagh... walo kadang aku sendiri masih kadang terlalu mudah hayut dalam canda tawa dengan teman-teman sekalas. Tapi pelan-pelan aku juga menghidari khalwat dan bersentuhan, salaman dsb.

Kami mutusin untuk pisahan, kalo ntar jodo IA ketemu lagi. Saat ini mang ada komunikasi lagi. Tapi lebih bisa terjaga. Minimal ya itu. Bawa teman atau seperlunya aja. Untuk ke arah pernikahan memang dari pihak dia sudah siap dijemput. tapi dari pihak aku sendiri belum siap. Dilema pada intinya :). Masih perlu memantapkan diri terlebih dahulu. Kalo memang nanti dia berjodoh dengan yang laen. Itu brarti memang sudah jalannya. Yang jelas dipersiapakan, mnurut aku.

Af1 kalo ada yang salah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Coba ikut berpendapat. Dulu, ane hampir punya kasus yang mirip dengan kasus di atas. Bedanya, kami bedua sebenere dah sama-sama tahu prinsip dasarnya. Tapi karena, suatu canda yang jadi serius akhirnya malah ke dha dhen. Ampir setahun jalan. Pada akhirnya memang lingkungan yang mengingatkan kami pada prinsip dasarnya. Yagh&#8230; walo kadang aku sendiri masih kadang terlalu mudah hayut dalam canda tawa dengan teman-teman sekalas. Tapi pelan-pelan aku juga menghidari khalwat dan bersentuhan, salaman dsb.</p>
<p>Kami mutusin untuk pisahan, kalo ntar jodo IA ketemu lagi. Saat ini mang ada komunikasi lagi. Tapi lebih bisa terjaga. Minimal ya itu. Bawa teman atau seperlunya aja. Untuk ke arah pernikahan memang dari pihak dia sudah siap dijemput. tapi dari pihak aku sendiri belum siap. Dilema pada intinya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Masih perlu memantapkan diri terlebih dahulu. Kalo memang nanti dia berjodoh dengan yang laen. Itu brarti memang sudah jalannya. Yang jelas dipersiapakan, mnurut aku.</p>
<p>Af1 kalo ada yang salah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/comment-page-1/#comment-2</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2007 02:24:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/10/kasus-akhwat-ketika-idealita-terbentur-realita/#comment-2</guid>
		<description>Dik Nara, kasus yang kauajukan menarik sekali. Begini tanggapanku.

Ketika idealita berbenturan dengan realita, solusinya ada tiga alternatif:

(1) Bila kita yakin bahwa idealita yang kita anut bersifat mutlak benar (karena idealita kita = ayat/ilham yang dimasukkan Allah ke dalam benak kita), maka solusinya: kita berikhtiar mengubah realita. Contoh: pada idealita L tidak ada pacaran dalam Islam, tetapi pada realitanya orang-orang menganggap perilaku L itu tergolong pacaran, maka solusinya berikhtiar mengubah pandangan mereka. Kita berupaya mengubahnya dengan tangan (kekuasaan). Bila tidak mampu, lisan (komunikasi) bisa dimanfaatkan. Bila ini pun tidak dapat berhasil, kita masih bisa berupaya dengan hati (doa).

(2) Bila diyakini bahwa realita tidak dapat diubah, sedangkan idealita berkemungkinan salah (karena idealita kita = pemahaman benak kita terhadap ayat-ayat, sedangkan pada hakikatnya hanya Allah yang tahu benar-salahnya), maka solusinya: ikhtiar mengubah idealita. Contoh: pada realitanya, kita tidak bisa mengubah pandangan orang-orang bahwa perilaku L itu tergolong pacaran, padahal pada idealitanya “mungkin tidak ada pacaran dalam Islam”, maka solusinya mengubah idealita ini menjadi “mungkin ada pacaran dalam Islam”. Kita berupaya mengubahnya dengan mencari bentuk-bentuk pacaran Islami yang dapat diterima dalam pandangan semua (atau hampir semua atau sebagian besar) orang yang berakal sehat dan berhati nurani.

(3) Bila kita yakin bahwa realita dan idealita sama-sama dapat diubah, maka solusinya adalah gabungan dari dua solusi di atas. (Allah tidak akan mengubah nasib kita bila kita sendiri tidak mengubahnya.)

Jadi, kuncinya adalah keyakinan kita. Karena itu, dengan hati nurani dan akal sehat, silakan mempertimbangkan sungguh-sungguh asumsi mana yang kauambil untuk kauyakini di antara tiga alternatif itu! (Orang yang akil balig (dewasa) memiliki kemampuan untuk memilih alternatif yang akan dijalani dan dipertanggungjawabkan.)

Solo, awal Maret 04</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dik Nara, kasus yang kauajukan menarik sekali. Begini tanggapanku.</p>
<p>Ketika idealita berbenturan dengan realita, solusinya ada tiga alternatif:</p>
<p>(1) Bila kita yakin bahwa idealita yang kita anut bersifat mutlak benar (karena idealita kita = ayat/ilham yang dimasukkan Allah ke dalam benak kita), maka solusinya: kita berikhtiar mengubah realita. Contoh: pada idealita L tidak ada pacaran dalam Islam, tetapi pada realitanya orang-orang menganggap perilaku L itu tergolong pacaran, maka solusinya berikhtiar mengubah pandangan mereka. Kita berupaya mengubahnya dengan tangan (kekuasaan). Bila tidak mampu, lisan (komunikasi) bisa dimanfaatkan. Bila ini pun tidak dapat berhasil, kita masih bisa berupaya dengan hati (doa).</p>
<p>(2) Bila diyakini bahwa realita tidak dapat diubah, sedangkan idealita berkemungkinan salah (karena idealita kita = pemahaman benak kita terhadap ayat-ayat, sedangkan pada hakikatnya hanya Allah yang tahu benar-salahnya), maka solusinya: ikhtiar mengubah idealita. Contoh: pada realitanya, kita tidak bisa mengubah pandangan orang-orang bahwa perilaku L itu tergolong pacaran, padahal pada idealitanya “mungkin tidak ada pacaran dalam Islam”, maka solusinya mengubah idealita ini menjadi “mungkin ada pacaran dalam Islam”. Kita berupaya mengubahnya dengan mencari bentuk-bentuk pacaran Islami yang dapat diterima dalam pandangan semua (atau hampir semua atau sebagian besar) orang yang berakal sehat dan berhati nurani.</p>
<p>(3) Bila kita yakin bahwa realita dan idealita sama-sama dapat diubah, maka solusinya adalah gabungan dari dua solusi di atas. (Allah tidak akan mengubah nasib kita bila kita sendiri tidak mengubahnya.)</p>
<p>Jadi, kuncinya adalah keyakinan kita. Karena itu, dengan hati nurani dan akal sehat, silakan mempertimbangkan sungguh-sungguh asumsi mana yang kauambil untuk kauyakini di antara tiga alternatif itu! (Orang yang akil balig (dewasa) memiliki kemampuan untuk memilih alternatif yang akan dijalani dan dipertanggungjawabkan.)</p>
<p>Solo, awal Maret 04</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
