<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Berduaan dengan pacar, haramkah?</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Bayu Adi</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-2352</link>
		<dc:creator>Bayu Adi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 14:26:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-2352</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum wr. wb.

ada baiknya bila kita menggunakan dalil dengan bijak. katakanlah ada sebuah dalil yang keshohihannya tidak terbantahkan, namun bila penggunaannya tidak tepat hanya akan menghasilkan distorsi saja bukan?

memang (mungkin) tidak ada nash qath&#039;i yang melarang pacaran islami, lantas adakah nash qath&#039;i yang memperbolehkannya?

sebagai orang muslim yang cerdas tentu kita harus bisa membaca dalil2/nash2 yang lebih berupa indikasi/tanda2 ke arah sesuatu.

jangan sampai penggunaan nash2 qath&#039;i hanya sebagai dalil untuk menjadi pembenaran atas tindakan &#039;buta&#039; kita.

wassalamu&#039;alaikum wr. wb.
salam KHP

-------------------------------------------

dan kebenaran sejati hanya milik Allah, kita hanya bisa membaca tanda2nya untuk kita tafsirkan dan yakini

http://komunitashitamputih.wordpress.com



&lt;blockquote&gt;Tanggapan M Shodiq Mustika:

wa&#039;alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh

Sudah beberapa kali saya membahas persoalan dalil qath&#039;i. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/?s=qath%27i 
Telah saya ungkapkan:


&lt;blockquote&gt;Menurut ushul fiqih, kebolehan muamalah (termasuk pacaran) TIDAK membutuhkan dalil. Yang membutuhkan dalil adalah &lt;em&gt;pelarangannya&lt;/em&gt;. Kaidahnya, &lt;strong&gt;semua muamalah itu halal, kecuali ada dalil qath’i yang melarangnya&lt;/strong&gt;. ... Seharusnya, pihak pengharamlah yang menyebutkan dalil yang secara qath’i (shahih dan sharih) melarangnya.... &lt;/blockquote&gt;
Jadi, daripada berprasangka buruk bahwa kami menyalahgunakan dalil &quot;untuk menjadi pembenaran atas tindakan &#039;buta&#039; kita&quot;, lebih baik pihak pengharam pacaran itu mengemukakan dalilnya yang qath&#039;i.

wassalam&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>ada baiknya bila kita menggunakan dalil dengan bijak. katakanlah ada sebuah dalil yang keshohihannya tidak terbantahkan, namun bila penggunaannya tidak tepat hanya akan menghasilkan distorsi saja bukan?</p>
<p>memang (mungkin) tidak ada nash qath&#8217;i yang melarang pacaran islami, lantas adakah nash qath&#8217;i yang memperbolehkannya?</p>
<p>sebagai orang muslim yang cerdas tentu kita harus bisa membaca dalil2/nash2 yang lebih berupa indikasi/tanda2 ke arah sesuatu.</p>
<p>jangan sampai penggunaan nash2 qath&#8217;i hanya sebagai dalil untuk menjadi pembenaran atas tindakan &#8216;buta&#8217; kita.</p>
<p>wassalamu&#8217;alaikum wr. wb.<br />
salam KHP</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>dan kebenaran sejati hanya milik Allah, kita hanya bisa membaca tanda2nya untuk kita tafsirkan dan yakini</p>
<p><a href="http://komunitashitamputih.wordpress.com" rel="nofollow">http://komunitashitamputih.wordpress.com</a></p>
<blockquote><p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p>wa&#8217;alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuh</p>
<p>Sudah beberapa kali saya membahas persoalan dalil qath&#8217;i. Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/?s=qath%27i" rel="nofollow">http://pacaranislami.wordpress.com/?s=qath%27i</a><br />
Telah saya ungkapkan:</p>
<blockquote><p>Menurut ushul fiqih, kebolehan muamalah (termasuk pacaran) TIDAK membutuhkan dalil. Yang membutuhkan dalil adalah <em>pelarangannya</em>. Kaidahnya, <strong>semua muamalah itu halal, kecuali ada dalil qath’i yang melarangnya</strong>. &#8230; Seharusnya, pihak pengharamlah yang menyebutkan dalil yang secara qath’i (shahih dan sharih) melarangnya&#8230;. </p></blockquote>
<p>Jadi, daripada berprasangka buruk bahwa kami menyalahgunakan dalil &#8220;untuk menjadi pembenaran atas tindakan &#8216;buta&#8217; kita&#8221;, lebih baik pihak pengharam pacaran itu mengemukakan dalilnya yang qath&#8217;i.</p>
<p>wassalam</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-1180</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 20:03:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-1180</guid>
		<description>@ hamba Allah di mukabumi

Benar, ketika berduaan, maka yg ketiganya adalah syaitan. Makanya, perlu &quot;terawasi&quot;.

@ hamba Allah di desa

Oke. Ayo kita belajar dan terus belajar.

Terawasi oleh siapa? Oleh orang yang menaruh perhatian (pada kita yang berduaan) dan cenderung mencegah kita berbuat zina, yang &quot;kecil&quot; sekalipun.

Diminimalkan seperti apa? Rasul menganjurkan kita untuk menggunakan &quot;tangan&quot; (kekuatan) bila melihat kemunkaran. (Bila tidak mampu, gunakan lisan!) Dengan begitulah kemunkaran diminimalkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ hamba Allah di mukabumi</p>
<p>Benar, ketika berduaan, maka yg ketiganya adalah syaitan. Makanya, perlu &#8220;terawasi&#8221;.</p>
<p>@ hamba Allah di desa</p>
<p>Oke. Ayo kita belajar dan terus belajar.</p>
<p>Terawasi oleh siapa? Oleh orang yang menaruh perhatian (pada kita yang berduaan) dan cenderung mencegah kita berbuat zina, yang &#8220;kecil&#8221; sekalipun.</p>
<p>Diminimalkan seperti apa? Rasul menganjurkan kita untuk menggunakan &#8220;tangan&#8221; (kekuatan) bila melihat kemunkaran. (Bila tidak mampu, gunakan lisan!) Dengan begitulah kemunkaran diminimalkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamba allah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-1177</link>
		<dc:creator>hamba allah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 10:15:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-1177</guid>
		<description>pak shodiq, hamba allah yang di atas bukan saya. tetapi orang lain. mohon untuk hamba allah yg di atas agar memakai nama lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak shodiq, hamba allah yang di atas bukan saya. tetapi orang lain. mohon untuk hamba allah yg di atas agar memakai nama lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamba Allah di desa</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-1176</link>
		<dc:creator>hamba Allah di desa</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 09:46:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-1176</guid>
		<description>terawasi oleh siapa? diminimalkan seperti apa??? belajar yang bener dulu... ayo belajar dan mencoba untuk paham terlebih dahulu baru bicara....!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terawasi oleh siapa? diminimalkan seperti apa??? belajar yang bener dulu&#8230; ayo belajar dan mencoba untuk paham terlebih dahulu baru bicara&#8230;.!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamba Allah di mukabumi</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-1175</link>
		<dc:creator>hamba Allah di mukabumi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 09:43:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-1175</guid>
		<description>coba antum pelajari dengan lebih cemat dulu, semoga Allah membuka pikiran antum tentang berkhalwat. telaah lagi, saya mungkin belum punya cukup ilmu untuk menjabarkan hadist, tapi yang saya pahami adalah jika kita berduaan dengan lawan jenis maka yang ketiganya adalah syaitan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>coba antum pelajari dengan lebih cemat dulu, semoga Allah membuka pikiran antum tentang berkhalwat. telaah lagi, saya mungkin belum punya cukup ilmu untuk menjabarkan hadist, tapi yang saya pahami adalah jika kita berduaan dengan lawan jenis maka yang ketiganya adalah syaitan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-1172</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 04:55:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-1172</guid>
		<description>Aku belum mengerti apa yang dimaksud dengan bahwa hadits tsb &quot;berlaku sepenuhnya&quot;. 

Yang jelas, bila kita mendapati hadits2 yg tampaknya bertentangan, padahal sama2 shahih, maka yg yg perlu kita prioritaskan adalah &quot;penggabungan&quot;. (JIka tidak mungkin digabungkan, barulah kita selidiki mana yg lebih kuat.)

Jadi, sewaktu berduaan (bahkan juga sewaktu sendirian), syetan selalu berusaha menjerumuskan kita. Namun dengan kondisi &quot;bila terawasi&quot;, maka gangguan itu menjadi diminimalkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku belum mengerti apa yang dimaksud dengan bahwa hadits tsb &#8220;berlaku sepenuhnya&#8221;. </p>
<p>Yang jelas, bila kita mendapati hadits2 yg tampaknya bertentangan, padahal sama2 shahih, maka yg yg perlu kita prioritaskan adalah &#8220;penggabungan&#8221;. (JIka tidak mungkin digabungkan, barulah kita selidiki mana yg lebih kuat.)</p>
<p>Jadi, sewaktu berduaan (bahkan juga sewaktu sendirian), syetan selalu berusaha menjerumuskan kita. Namun dengan kondisi &#8220;bila terawasi&#8221;, maka gangguan itu menjadi diminimalkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamba allah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-1170</link>
		<dc:creator>hamba allah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 00:39:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-1170</guid>
		<description>meredam bukan berarti mengenyahkan setan, bukan? berarti hadits tersebut masih berlaku sepenuhnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>meredam bukan berarti mengenyahkan setan, bukan? berarti hadits tersebut masih berlaku sepenuhnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-1168</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 19:26:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-1168</guid>
		<description>Hadits2 yg kelihatannya &quot;bertentangan&quot; itu sama-sama berlaku.

Kondisi &quot;bila terawasi&quot; akan meredam pengaruh syetan, bukan?

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hadits2 yg kelihatannya &#8220;bertentangan&#8221; itu sama-sama berlaku.</p>
<p>Kondisi &#8220;bila terawasi&#8221; akan meredam pengaruh syetan, bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamba allah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-1166</link>
		<dc:creator>hamba allah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 11:42:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-1166</guid>
		<description>saya ingin bertanya mengenai hadits &quot;jika berduaan, maka yg ketiga adalah setan&quot;. apakah menjadi tidak berlaku juga dengan adanya hadits yang membolehkan berduaan?

terima kasih. wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya ingin bertanya mengenai hadits &#8220;jika berduaan, maka yg ketiga adalah setan&#8221;. apakah menjadi tidak berlaku juga dengan adanya hadits yang membolehkan berduaan?</p>
<p>terima kasih. wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-1160</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 18:05:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-1160</guid>
		<description>@ hamba allah 

Kalau bukan “untuk bekerja-sama dan bertukar pikiran atau hal-hal lain yang betul-betul bermanfaat,” kami tidak menganjurkannya sama sekali. Daripada melakukan kegiatan yang cenderung konsumtif, pilihlah aktifitas yang cenderung produktif.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ hamba allah </p>
<p>Kalau bukan “untuk bekerja-sama dan bertukar pikiran atau hal-hal lain yang betul-betul bermanfaat,” kami tidak menganjurkannya sama sekali. Daripada melakukan kegiatan yang cenderung konsumtif, pilihlah aktifitas yang cenderung produktif.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamba allah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-1124</link>
		<dc:creator>hamba allah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 02:57:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-1124</guid>
		<description>dikutip dari blog &#039;gaul gaya rasul&#039;: 
&quot;Kalo kita mo ketemu lawan-jenis secara berulang dan dalam waktu lama, kita ikuti arah yang ditunjukkan Abu Syuqqah, yaitu “untuk bekerja-sama dan bertukar pikiran atau hal-hal lain yang betul-betul bermanfaat.&quot;

-berarti pacaran yg makan2, ke mall, itu tidak boleh menurut bapak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dikutip dari blog &#8216;gaul gaya rasul&#8217;:<br />
&#8220;Kalo kita mo ketemu lawan-jenis secara berulang dan dalam waktu lama, kita ikuti arah yang ditunjukkan Abu Syuqqah, yaitu “untuk bekerja-sama dan bertukar pikiran atau hal-hal lain yang betul-betul bermanfaat.&#8221;</p>
<p>-berarti pacaran yg makan2, ke mall, itu tidak boleh menurut bapak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Shahihnya Hadits Yang Membolehkan Berduaan &#171; Pacaran Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-739</link>
		<dc:creator>Shahihnya Hadits Yang Membolehkan Berduaan &#171; Pacaran Islami</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 19:08:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-739</guid>
		<description>[...] kalau engkau berduaan dengan pacarmu (atau pun lawan-jenis non-muhrim lainnya), pastikanlah bahwa kalian berada dalam keadaan terawasi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] kalau engkau berduaan dengan pacarmu (atau pun lawan-jenis non-muhrim lainnya), pastikanlah bahwa kalian berada dalam keadaan terawasi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-437</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 13:36:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-437</guid>
		<description>@ abusalamah

Hadits di atas memang tidak dimaksudkan utk menunjukkan dibolehkannya pacaran secara islami. Jika akhi meminta dalilnya, maka perlu akhi pahami salah satu kaidah ushul fiqih:

Dalam hablum minan nas (hubungan dg sesama manusia), semuanya boleh, kecuali ada nash qath&#039;i yg melarangnya.

Jadi, mestinya, pertanyaan kita: adakah nash qath&#039;i yg melarang pacaran secara islami?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ abusalamah</p>
<p>Hadits di atas memang tidak dimaksudkan utk menunjukkan dibolehkannya pacaran secara islami. Jika akhi meminta dalilnya, maka perlu akhi pahami salah satu kaidah ushul fiqih:</p>
<p>Dalam hablum minan nas (hubungan dg sesama manusia), semuanya boleh, kecuali ada nash qath&#8217;i yg melarangnya.</p>
<p>Jadi, mestinya, pertanyaan kita: adakah nash qath&#8217;i yg melarang pacaran secara islami?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abusalamah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-434</link>
		<dc:creator>abusalamah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 03:24:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-434</guid>
		<description>Pak Slamet...
Cobalah memahami dgn lebih jernih..
Kebolehan berbicara dengan lawan jenis untuk suatu keperluan tidak bisa dijadikan alasan pembenaran bolehnya &quot;pacaran Islami&quot;.

Al-Imam An-Nawawi –rahimahullah- berkata: “Ada dua pendapat dalam masalah hukum wanita memandang tanpa dengan syahwat dan pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah haram, dengan dasar dalil pada surat An-Nūr ayat 31 dan dalil yang paling kuat dalam masalah ini adalah hadits Ummu Salamah. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha- berkata:
“Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan Maimunah ada di sisinya, maka datanglah Ibnu Ummi Maktūm dan pada saat itu kami telah diperintah untuk berhijab, maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Berhijablah kalian darinya!” maka kami berkata: “Bukankah Ibnu Ummi Maktūm adalah orang yang
buta? Maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Apakah kalian berdua buta?” Bukankah kalian dapat melihatnya?” (HR. Abu Dawud no. 4112, At-Tirmidzi no. 2778, An-Nasaì dalam Al-Kubra no. 9241, Ahmad 6/296 dan Al-Baihaqi: 7/91.
Al-Imam An-Nawawi menghasankan hadits ini. Dan Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddīn Al-Albani mendho’ifkan hadits ini di dalam kitabnya Al-Irwa’ no. 1806, karena di dalam sanadnya ada seorang rawi yang majhūl yang bernama Nabhan maula Ummu Salamah).

Adapun dalil orang-orang yang membolehkan wanita memandang kepada selain mahram dengan tanpa syahwat adalah hadits Àisyah –radhiyallahu ‘anha- ia berkata: “Aku melihat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- di pintu kamarku dan orang-orang Habasya bermain dalam masjid Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau menghijabiku dengan rida’nya supaya aku dapat melihat permainan mereka.” Al-Imam An-Nawawi –rahimahullah- berkata: “Adapun hadits yang menceritakan tentang Àisyah
–radhiyallahu ‘anha- melihat orang-orang Habasyah bermain dalam masjid ada beberapa kemungkinan, diantaranya pada saat itu Àisyah –radhiyallahu ‘anha- masih belum baliqh.” (Syarh Shahih Muslim: 6/262).

Al-Hafidz Ibnu Hajar ¬–rahimahullah- berkata: “Dalam hadits Àisyah –radhiyallahu ‘anha- tersebut kemungkinannya pada saat itu Àisyah –radhiyallahu ‘anha- hanya melihat
permainan mereka bukan melihat wajah dan badannya mereka dan apabila Àisyah –radhiyallahu ‘anha- sampai melihat mereka maka hal itu terjadi secara tiba-tiba dan tentunya Àisyah –radhiyallahu ‘anha- akan memalingkan pandangannya
setelah itu.” (Al-Fath: 2/5).

Adapun jika pandangan itu tiba-tiba kemudian memalingkan pandangan dan tanpa maksud tertentu maka tidak apa-apa, sebagaimana hadits Jarīr bin Abdillah, beliau berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tentang memandang secara tiba-tiba, maka memberi perintah: “Palingkan pandanganmu!” (HR. Muslim)
Al-Imam An-Nawawi –rahimahullah- berkata: “Pandangan kepada selain mahram secara tiba-tiba tanpa maksud tertentu pada pandangan pertama maka tidak ada dosa.
Adapun selain itu, apabila meneruskan pandangannya maka hal itu sudah terhitung sebagai dosa.” (Syarh Shahih Muslim: 4/197).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Slamet&#8230;<br />
Cobalah memahami dgn lebih jernih..<br />
Kebolehan berbicara dengan lawan jenis untuk suatu keperluan tidak bisa dijadikan alasan pembenaran bolehnya &#8220;pacaran Islami&#8221;.</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi –rahimahullah- berkata: “Ada dua pendapat dalam masalah hukum wanita memandang tanpa dengan syahwat dan pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah haram, dengan dasar dalil pada surat An-Nūr ayat 31 dan dalil yang paling kuat dalam masalah ini adalah hadits Ummu Salamah. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha- berkata:<br />
“Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan Maimunah ada di sisinya, maka datanglah Ibnu Ummi Maktūm dan pada saat itu kami telah diperintah untuk berhijab, maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Berhijablah kalian darinya!” maka kami berkata: “Bukankah Ibnu Ummi Maktūm adalah orang yang<br />
buta? Maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Apakah kalian berdua buta?” Bukankah kalian dapat melihatnya?” (HR. Abu Dawud no. 4112, At-Tirmidzi no. 2778, An-Nasaì dalam Al-Kubra no. 9241, Ahmad 6/296 dan Al-Baihaqi: 7/91.<br />
Al-Imam An-Nawawi menghasankan hadits ini. Dan Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddīn Al-Albani mendho’ifkan hadits ini di dalam kitabnya Al-Irwa’ no. 1806, karena di dalam sanadnya ada seorang rawi yang majhūl yang bernama Nabhan maula Ummu Salamah).</p>
<p>Adapun dalil orang-orang yang membolehkan wanita memandang kepada selain mahram dengan tanpa syahwat adalah hadits Àisyah –radhiyallahu ‘anha- ia berkata: “Aku melihat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- di pintu kamarku dan orang-orang Habasya bermain dalam masjid Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau menghijabiku dengan rida’nya supaya aku dapat melihat permainan mereka.” Al-Imam An-Nawawi –rahimahullah- berkata: “Adapun hadits yang menceritakan tentang Àisyah<br />
–radhiyallahu ‘anha- melihat orang-orang Habasyah bermain dalam masjid ada beberapa kemungkinan, diantaranya pada saat itu Àisyah –radhiyallahu ‘anha- masih belum baliqh.” (Syarh Shahih Muslim: 6/262).</p>
<p>Al-Hafidz Ibnu Hajar ¬–rahimahullah- berkata: “Dalam hadits Àisyah –radhiyallahu ‘anha- tersebut kemungkinannya pada saat itu Àisyah –radhiyallahu ‘anha- hanya melihat<br />
permainan mereka bukan melihat wajah dan badannya mereka dan apabila Àisyah –radhiyallahu ‘anha- sampai melihat mereka maka hal itu terjadi secara tiba-tiba dan tentunya Àisyah –radhiyallahu ‘anha- akan memalingkan pandangannya<br />
setelah itu.” (Al-Fath: 2/5).</p>
<p>Adapun jika pandangan itu tiba-tiba kemudian memalingkan pandangan dan tanpa maksud tertentu maka tidak apa-apa, sebagaimana hadits Jarīr bin Abdillah, beliau berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tentang memandang secara tiba-tiba, maka memberi perintah: “Palingkan pandanganmu!” (HR. Muslim)<br />
Al-Imam An-Nawawi –rahimahullah- berkata: “Pandangan kepada selain mahram secara tiba-tiba tanpa maksud tertentu pada pandangan pertama maka tidak ada dosa.<br />
Adapun selain itu, apabila meneruskan pandangannya maka hal itu sudah terhitung sebagai dosa.” (Syarh Shahih Muslim: 4/197).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pak slamet</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-388</link>
		<dc:creator>pak slamet</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2007 16:34:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-388</guid>
		<description>abusalamah ... coba kamu liat &lt;a href=&quot;http://gaulgayarasul.wordpress.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;gaul gaya Rasul&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>abusalamah &#8230; coba kamu liat <a href="http://gaulgayarasul.wordpress.com/" rel="nofollow">gaul gaya Rasul</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abusalamah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-378</link>
		<dc:creator>abusalamah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 10:17:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-378</guid>
		<description>Lagian hadits diatas tidak menunjukkan dibolehkannya pacaran &quot;islami&quot; ala akhi M Shodiq Mustika.
Bisakah memaparkan dalil shahih mengenai bolehnya pacaran &quot;islami&quot; ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lagian hadits diatas tidak menunjukkan dibolehkannya pacaran &#8220;islami&#8221; ala akhi M Shodiq Mustika.<br />
Bisakah memaparkan dalil shahih mengenai bolehnya pacaran &#8220;islami&#8221; ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arie</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-360</link>
		<dc:creator>arie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2007 03:34:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-360</guid>
		<description>dalam hadist tersebut yang menjadi contoh adalah Nabi Muhammad SAW yang jelas2 mempunyai tingkat keimanan yang tinggi selain itu pula mempunyai kemampuan untuk menahan nafsunya.

tingkatan iman kita sangatlah jauh bila dibandingkan dengan Nabi. oleh kerenanya sebaiknya kita tetap menggunakan hadist yang menyebutkan bahwa &#039;jika kita berduaan maka yg ke-3 adalah syetan&#039;.

sebelum anda mengomentari komentar saya, coba renungkanlah di dalam diri anda. apakah tingkatan iman anda setara dengan Nabi ? apa saja kah yang anda lakukan pada saat berduaan? apakah anda yakin/pasti tidak melakukan perbuatan yg melanggar (sentuhan,senggolan) ? perlu diingat dalil &#039;Jangan mendekati Zina!&#039;, dosa besar (zina) umunya dimulai dari meremehkannya dosa2 yang kecil (berduaan,sentuhan,etc).

terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dalam hadist tersebut yang menjadi contoh adalah Nabi Muhammad SAW yang jelas2 mempunyai tingkat keimanan yang tinggi selain itu pula mempunyai kemampuan untuk menahan nafsunya.</p>
<p>tingkatan iman kita sangatlah jauh bila dibandingkan dengan Nabi. oleh kerenanya sebaiknya kita tetap menggunakan hadist yang menyebutkan bahwa &#8216;jika kita berduaan maka yg ke-3 adalah syetan&#8217;.</p>
<p>sebelum anda mengomentari komentar saya, coba renungkanlah di dalam diri anda. apakah tingkatan iman anda setara dengan Nabi ? apa saja kah yang anda lakukan pada saat berduaan? apakah anda yakin/pasti tidak melakukan perbuatan yg melanggar (sentuhan,senggolan) ? perlu diingat dalil &#8216;Jangan mendekati Zina!&#8217;, dosa besar (zina) umunya dimulai dari meremehkannya dosa2 yang kecil (berduaan,sentuhan,etc).</p>
<p>terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aktivitas Terpenting Pacaran Islami &#171; Pacaran Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-93</link>
		<dc:creator>Aktivitas Terpenting Pacaran Islami &#171; Pacaran Islami</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 May 2007 23:06:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-93</guid>
		<description>[...] by M Shodiq Mustika in 4 - Rengkuh ruh. trackback  Pada artikel terdahulu, telah kutegaskan bahwa berduaan bukanlah aktivitas utama dalam pacaran islami. Sebabnya, antara lain: berduaan bukanlah tanda cinta sejati. Lantas, apa aktivitas terpenting [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] by M Shodiq Mustika in 4 &#8211; Rengkuh ruh. trackback  Pada artikel terdahulu, telah kutegaskan bahwa berduaan bukanlah aktivitas utama dalam pacaran islami. Sebabnya, antara lain: berduaan bukanlah tanda cinta sejati. Lantas, apa aktivitas terpenting [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wirawax</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-83</link>
		<dc:creator>wirawax</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 May 2007 06:51:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-83</guid>
		<description>hadits itu benar adanya. ulama-ulama yang mengomentarinya juga kredibel dan kapabel. memang banyak yg belum tahu tentang hadits ini. menurut saya, ini perlu disampaikan, dengan tetap menyampaikan tentang berbahayanya khalwat yang haram. 
banyak masalah yang sering dianggap X ternyata Y. seperti pada sebagian saudara-saudara kita yang menganggap hijab muslimah harus hitam/gelap, tidak bercorak, dll, padahal istri nabi pernah ada yang mengenakan hijab yang tidak gelap dll, dll.
jadi, hendaknya kita adil dalam mengungkap suatu permasalahan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hadits itu benar adanya. ulama-ulama yang mengomentarinya juga kredibel dan kapabel. memang banyak yg belum tahu tentang hadits ini. menurut saya, ini perlu disampaikan, dengan tetap menyampaikan tentang berbahayanya khalwat yang haram.<br />
banyak masalah yang sering dianggap X ternyata Y. seperti pada sebagian saudara-saudara kita yang menganggap hijab muslimah harus hitam/gelap, tidak bercorak, dll, padahal istri nabi pernah ada yang mengenakan hijab yang tidak gelap dll, dll.<br />
jadi, hendaknya kita adil dalam mengungkap suatu permasalahan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ciri-Ciri Islam Ekstrim (1): Fanatik &#171; M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/comment-page-1/#comment-60</link>
		<dc:creator>Ciri-Ciri Islam Ekstrim (1): Fanatik &#171; M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2007 10:53:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/#comment-60</guid>
		<description>[...] Contohnya, mereka gembar-gemborkan hadits yang menyatakan terlarangnya berduaan dengan nonmuhrim, tetapi mereka mengabaikan keberadaan hadits lain yang menyatakan bahwa ada kalanya berduaan itu justru merupakan sunnah Nabi. (Lihat artikel &#8220;Berduaan dengan Pacar, Haramkah?&#8220;). [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Contohnya, mereka gembar-gemborkan hadits yang menyatakan terlarangnya berduaan dengan nonmuhrim, tetapi mereka mengabaikan keberadaan hadits lain yang menyatakan bahwa ada kalanya berduaan itu justru merupakan sunnah Nabi. (Lihat artikel &#8220;Berduaan dengan Pacar, Haramkah?&#8220;). [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
