Posted by: M Shodiq Mustika | 8 Mei 2007

Konsultasi: Cara PDKT ama Akhwat Aktivis

Tanya:

Assalamualaikum wr wb

Wah, Pak Shodiq buka konseling…congrats pak, moga2 banyak bawa berkah…aaamiiin

Mau jadi pasien ni pak. Gimana cara PDKT ma akhwat tipe aktivis yg ga mo kenal istilah pacaran dkk? kan rada susah… Kalo pake cara standar kayaknya bakal mentah (belom diuji si, tp gelagat anaknya tipe “sayap kanan: banget pak). Kalo pake cara dia…kayaknya saya yg susah, ga bisa “bebas” (baca: insya Allah masih dalam batas syar’i) Dilepas? waduuh jangan dong, blom usaha ni…kalo dah ditolak ntar baru cari lagi he.. Boleh minta opininya Pak Shodiq?

Wassalam

Jawab:

Wa’alaikum salam wr wb … aaamiiin

Ya, bener. Emang rada susah PDKT ama cewek bertipe gitu. Tapi untungnya, di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Nih, beberapa jalan yang kusarankan untuk kau tempuh:

Pertama, PDKT sedikit demi sedikit. (Dikit-dikit lama-lama jadi bukit.) Biarpun cintamu menggebu-gebu, kendalikan diri! Jangan langsung nunjukin rasa “suka” padanya coz ia bisa langsung menjauh.

Ikut aktif/libatin diri di kegiatannya biar bisa sering komunikasi & jadi lebih deket. (Pepatah Jawa: Witing trisno jalran soko kulino.) Usahakan bahwa pada setiap kegiatan, di mana ada dia, di situ ada kamu (walaupun di mana ada kamu, belum tentu ada dia).

Cari tau dari orang2 yg deket dengannya, apa kesukaannya. Jadikan kesukaannya sebagai kesukaanmu pula. Kalau kau bener2 cinta padanya, tentu kau sukai pula segala yang dia sukai. Komunikasi kalian akan lebih lancar ketika kalian membicarakan hal2 yg sama2 kalian sukai.

Minta tolong dia untuk ikut membantumu menolong orang-orang lain. Misal: katakan padanya, “Aku mau beli buku anak-anak dan menyumbangkannya untuk perpustakaan SD itu. Kuperhatikan, kau tahu banyak tentang anak-anak. Maukah kau menolongku memilihkan buku apa saja yang sebaiknya kubeli?”

Beri perhatian mengenai hal-hal kecil pada dirinya. Contoh: beri dia selembar kertas kecil bertuliskan: “Kayaknya ada dua helai rambut menyembul dari balik jilbabmu. Kau mau merapikan, bukan?”

Sering-seringlah beri dia kejutan berupa “hadiah” yg emang dia butuhin. Umpamanya: bila dia gak masuk kuliah karena sakit, jenguk dia dengan bawakan catatan kuliah yang kau salin dari catatan temannya.

Bila dia sudah terlihat merasakan besarnya perhatianmu padanya dan bertanya-tanya (dalam hati) mengapa kau begitu, maka perlihatkanlah keseriusanmu secara “tak langsung”. Ungkapkanlah terus-terang kepada teman2nya. Contohnya: “Kelak jika Allah sudah membuatku mampu menikah, yang dalam perhitunganku sekitar tiga tahun lagi, si akhwat itulah yang kulamar. Mudah2an saat itu dia berstatus singel.”

Jika setelah mengetahui keseriusanmu itu sikapnya berubah (lebih menjaga jarak), maka tenanglah. Jangan buru2 berkesimpulan bahwa tiada harapan lagi bagimu. Berilah dia waktu selama beberapa minggu (atau beberapa bulan) untuk mempertimbangkannya secara lebih matang. Sementara itu, tetaplah bersikap kepadanya sebagaimana biasanya. Intensitas PDKT-mu tak perlu kau kurangi.

Sesudah itu, bila dia tampak menerima keberadaanmu dengan lapang, ketika itulah kalian bisa berhubungan secara “bebas” (baca: insya Allah masih dalam batas syar’i) walau tidak lewat proses “jadian”. Percayalah, tanpa status “pacar” pun akhwat bisa setia menunggu dilamar pria yang dia kehendaki.

Yg terpenting, makin deketin diri pada Allah dan selalu mohon petunjuk-Nya.

Wassalam.

Tanggapan

hehehe bagus juga…. betul juga daripada di lepas lebih baik berusaha…

dan setelah melalui PDKT yang macem macem… akhirnya saya menemukan tanda-tanda cinta di Blog sayadi http://udienz.wordpress.com/2007/05/20/tanda-tanda-cinta/

menjadi ikhwan hanya untuk mendapatkan akhwat. –> munafik
menjadi ikhwan karena Alloh –> shaleh
afwan kalo salah..
saya sendiri belon ikhwan..

Percayalah, tanpa status “pacar” pun akhwat bisa setia menunggu dilamar pria yang dia kehendaki.

saya percaya itu kang :D
insyaAlloh jodoh udah ada, tinggal ikhtiarnya gimana..

walah… dulu aku juga pernah ndeketin seorang Akhwat.. cuman guenya aja kali yang gak sabar.. ilang dech tu akhwat..

kangen juga sih gue kalo inget ma dia.. hiks-hiks..

salut2…blogger yg paling menarik yg pernah gw temuin…

Alhamdulillah. thank you…..

waduh…segitunya mo dapetin akhwat…

kalau mo dapetin akhwat yang solehah..saran saya ..
jadilah ikhwan yang soleh dahulu…karena biasanya (biasanya lho..bukan memvonis) akhwat itu mau ikhwan yang hanif

kalo gak menjadi dirinya sendiri , nanti kalo udah dapet si akhwat , saya khawatir malah akhwatnya kecewa..karena ternyata ikhwannya gak sesuai yang selama ini di perlihatkan selama pdkt..

afwan kalo gak berkenan..cuma opini aja

jgn mngharap isteri sprti fatimah jika pribadi blm seperti ali. saya pegang prinsip itu kang, jadi klo mw dpt yg bner2 akhwat y perbaiki dulu kualitas pribadi kita. g harus jadi ikhwan tp tnjukkanlah klo kita muslim yg bnr lwt akhlak qt

setuju banget ama tu artikel. cuman sebenernya dalam artikel itu dak disebutin soal niat. masalahnya niat adalah yang utama. jangan sampai hanya karena seorang akhwat dan hanya seorang akhwat (hanya karena si dia) trus melupakan niat yang lebih utama. misalkan saja kita berubah hanya karena akhwat tersebut itu salah, karena kalau hanya karena itu doank pasti setelah menikah (dengan akhwat tersebut) kemungkinan untuk berubah kembali ke alam semula (afwan). emmmmmmmmmm……… gimana ya. sebenernya nikah tu emang sangat Allah anjurkan sebagai bagian dari ibadah. ketika kita punya niat untuk menikah, itu adalah sebuah niat yang sangat mulia dan Allah pasti akan memberikan pahala yang besar (yakini itu). dan yakini dengan usaha yang benar. ketika niat ibadah nikah karena Allah sudah ada di hati, insyaAllah jalannya pun akan diopermudah, insyaAllah.

blog yg bagus nih dan bisa bgt nambah pengetahuanku soal pacaran islami. salam kenal…

Bismillah,.. Artikelnya bagus nih, tp masih da yang kurang tuh dari bahasannya. Niat jelas yg pertama harus di garis bawahi! Dapetin akhwat cuma sebatas fisik, cara berpakaian atau apa? Masih banyak faktor yg harus bisa kita prediksi ke depan, misalnya boleh jadi kedua belah pihak saling mencintai dan “jadian” lantas bagaimana dengan restu ortu si akhwat? Stuju apa ngga? pahitnya aja klo g setuju bgmana?? Klo seandainya sudah d jodohin dengan ikhwan pilihan si ortunya?? Bagaimana pilihan akhwat tsb, pilih kekasih atau restu n pilihan ortunya?? Hehehe…. hayoo bagamana tuh? Di bahas dunks!? Salam kenal y!

Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/07/09/bila-ibu-tak-meridhoi-pilihan-anda/

assalamualaikum..

ustadh, saya mau tanya sama ustadh.
gimana ya cara supaya tetap di sayangi oleh sang akhawat (pacar)?

pada dasarnya, orang yang menyayangi pasti disayangi
btw, doakan aja, mudah2an Allah beri kesempatan tuk nulis artikel dg topik itu

artikel yang menarik..nambahin pertanyaan aja pak Muhshodiq.. :)

dari semua link yang bapak tampilkan dan semua pembahasan tentang pacaran ini, ada yang gw masih bingung tentang beberapa hal, yakni sejauh mana hal2 dibawah ini masih bisa ditolelir, seperti :
1. memegang si pacar dan berpelukan. apakah boleh memegang bagian2 tertentu misalkan (maaf) payudaranya??.atau apa saja yang boleh dipegang?
2. mencium pacar. apakah boleh mencium pacar dibibir sebagai bentuk kerinduan kekasih? atau apa saja yang boleh dicium dari seorang kekasih?
3.melihat pacar. apakah boleh melihat bagian2 pribadi dari si pacar, tentu saja tanpa paksaan, misalnya melihat (maaf) payudara?atau apa saja yang boleh dilihat dari seorang kekasih?

terima kasih, pak
wassalam

1. Tidak boleh. Yg boleh, yg tidak merangsang nafsu seksual, baik bagi yg memegang maupun yg dipegang. Misal: jabat tangan (kecuali bila jabat tangan itu pun merangsang nafsu seksual).
2. Tidak boleh. Mencium itu “mendekati zina”.
3. Tidak boleh. Yg boleh dilihat adalah yg bukan auratnya.

ngaco isi blog ini!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

@ kou
isi blog ini ngaco?
di mana sajakah letak kesalahannya?
ayolah kita perbaiki bersama-sama

BLOG INI ADALAH BLOG YANG PALING NGACO
MENYESATKAN !!!!!!!!!!!!!
JANGAN DIIKUTI PENDAPATNYA
SEMOGA 4JJ MEMBERIKAN PETUNJUK PADA QT SEMUA AMIN

kou & WT nuding sembarangan aja.
Bilang “ngaco” tanpa bukti.
Karena itu, kou & WT sendirilah yang ngaco.
Semoga kou & WT nggak ngaco lagi. Amin.

kou dan wt:
kenapa sih harus mengolok-olok orang laen??? apalagi bilang menyesatkan!!! yang berhak menyesatkan dan menyesatkan hanyalah Allah. yang lebih membuat saya sedih adalah seolah-olah anda menggunakan nama suci Allah untuk berlindung di belakangnya. anda sudah pasti di beri cintaNya??? boleh jadi si pemilik blog ini malah di cintaiNya…. capek deh… bang admin_blog_ini keep posting yah…

Ngaco!!!!
Gak mungkin dapet akhwat,
Allah udah berfirman dalam Al Quran.
“Sesungguhnya wanit yang kotor adalah untuk laki-laki yng kotor, dan wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik.” (An Nur: 26)
Kalo pengen dapet akhwat yang baik, ya perbaiki diri dulu.

Sebagaimana rizqi, jodoh itu di “tangan Tuhan”. Lantas, apakah rizqi dan jodoh itu akan turun begitu saja dari langit? Tidak perlukah kita berikhtiar? Tidakkah ikhwan yang rajin berikhtiar dengan susah-payah itu sendiri menunjukkan bahwa dia memperbaiki diri sehingga layak mendapat akhwat yang baik pula? Perhatikan petunjuk terakhir: “Yg terpenting, makin deketin diri pada Allah dan selalu mohon petunjuk-Nya.” Kok yang begini disebut ngaco? Lalu yg nggak ngaco itu yg gimana?

alhamdulillah masih ada ya … orang ngaco dan agak gila sedikit koyo sampean itu … mudah-mudahan bisa menjadi batu asahan untuk belajar sabar … tapi yo … tau diri lah … jawaban sampean itu ngaco … ngacoooooo ….

sdr. fadhilah,
apakah anda belum membaca artikel2 lain di situs ini?
apakah Anda tidak mampu menghargai pendapat yang berbeda?
ataukah anda suka menuduh dan mengolok-olok tanpa bukti?
apakah setiap jawaban yang tidak sejalan dengan pemahaman Anda akan Anda kategorikan “ngaco”?

Tanpa bukti, fadhilah menuduh ustadz Shodiq “orang ngaco dan agak gila”. Lagi-lagi penentang pacaran islami menuduh tanpa bukti yang kuat. Na’udzu billah min dzalik.

Sabar, ya, Ustadz Shodiq! Bukan ustadz saja yang pernah dianggap gila. Nabi saw. pun dipandang gila oleh kaum kafir Quraisy.

wah apa bisa di bktiin nih…??????????
memang kalo ingin mendapatkan seorang akhwat yang bagus dan benar2 akhwat islami itu sulit……..g semudah itu……

Assalamu’alaikum..

salam kenal, af1 sebelumnya bila nanti ada kekhilafan dari saya dalam memberikan komentar, untuk saudaraku fadhilah: “jika memang benar ada kesalahan, alangkah baiknya anda utarakan dimana letak kesalahannya dan solusi apa yang bisa anda berikan untuk memperbaiki kesalahan ini?” (bila ada kesalahan, sanggalah dengan cara yang baik).

untuk ustadz, af1 ustadz, ane takut bila cara yang ustadz tawarkan itu bisa membuat niat kita yang tadinya lurus (niat untuk beribadah karena 4WI) menjadi menyimpang, sekedar mengingatkan sebuah hadis yang terkait dengan niat “bila niat karena 4WI dan rasulnya maka akan mendapatkan 4WI dan rasulnya, bila niat karena dunia dan wanita maka akan mendapatkan dunia dan wanita itu” afi, saya lupa perawinya siapa, i.4WI hadis ini shoih.

ada sedikit masukan ni ustadz : “jika ingin wanita yang sholeha , jadilah pria yang sholeh dulu, jika ingin meminta mintalah kepada yang maha memiliki yaitu 4WI dibarengi dengan ikhtiar maksimal yang sesuai syar’i”

afi klo ada kesalahan, itu datangnya dari saya, kebenaran hanya milik 4WI..

wassalamu’alaikum wr.wb.

wa’alaykum salam wr wb.

syukron atas tambahan masukannya
kami setuju dengan kata-kata kau di sini

Asw…

Masya Allah…

Semua perbuatan tergantung niatnya..

kalo cuma mau dapet akhwat..? kaliat cuma akan dapet akhwatnya…

Kisah hijrah Rasulullah juga seperti itu..

“waduh.. sedih sekali mebacanya..”

@ario
Di manakah kami menyatakan bahwa niatnya “cuma mau dapet akhwat”?
Apakah kalau kita, misalnya, ditanya jalan menuju Makkah, lalu menunjukkannya, itu berarti bahwa niat kita “cuma mau sampai Makkah”?

Deal ma Pak Shodiq n_n
Dalem hati…tanpa harus ditulis atau diucapkan…saya kira udah cukup
Bukankah Allah adalah Yang Maha Mengetahui… :)
Be Husnudzan… :)

Wassalam

Afwan pak shodiq,
kayanya akhwat kaga ada yang takluk tuh…
kecuali kalo tu ceweq, belom tarbiyah…
he..he…he…

@kaezzar
Terima kasih atas dukungannya.

@Naharcool
Mana buktinya?
Yang kami dapati dari laporan beberapa ikhwan, mereka justru terbantu dengan kiat-kiat tsb utk PDKT ama akhwat yg udah tarbiyah. :p

apa yang kita katakan dan tuliskan akan dipertanggungjawabkan pada ALLAH

hati2 dalam berkata

Hajar Beh………..!!!

Udaaah dah deeeh, capeeee??? soorry ya om shodiq, ikut nimbrung juga nich, kalo menurut aye sihh, ntuuhh pare pemude yang udeh siap nikah, ayo nikahlah segere!!! Pilihlah pasangan terbaik (bidzatid-diin, taribat yadak!!!) Ntar pacarannye setelah ijab qobul, lebih nikmat, gak malu-maluin, gak perlu kucing2an ame hansip atawe CAMER, kan dah jadi biniii??? Yakan om Shodiq!! Thanx, and ibag yur p4rdOn…

@mustof4e

kalo udh siap si ya emang kudu nikah
ini kan juga dalam rangka menuju pernikahan

kalo pacaran setelah ijab qabul ya rugi lah…
rugi bangettt…
nah kalo pas pacarannya boro2 sampe ML…
kissing ataw pegang2an aja ngga pernah…
trus pas ijab qabul disuruh pacaran lagi…???

weks….rugi la yaaauuuuwwwww… :p

wassalam

assalammu’alaikum..
pacaran islami????????
APAAN Tuch……..????????!!!!!!
kalau kita mengaku umat nabi Muhammad SAW, seharusnya kita ga pacaran. coz Rosul sendiri kan ga pernah pacaran, dan ga pernah m’anjurkan wat pacaran……
dan ALLAH, Pemlik alam smesta ni, berfirman,..”Janganlah engkau mendekati Zina…”
_wallahu ‘alam bishawab_

afwan, ane qo jadi tambah bingung baca pendapat kalian semua..ada nyang begini, ada nyang begitu…inti dari topik ini apa seh??? pacaran islami, mencari akhwat yang baik ato apa yaaa?

Topik postingan ini jelas-jelas mengenai cari akhwat yg baik. Sayangnya, sebagian saudara kita malah ngomong lain. Jangan2, mereka malah belum baca artikelnya, tapi langsung ngasih komentar. Padahal, kita sudah menyediakan halaman khusus bagi para penentang islamisasi pacaran, yaitu halaman Kritik.

kalau mau dekat ama kahwat…jangan lupa dekatin dulu keluarganya..jangan sampai terjadi akhwatnya udah suka..orang tuanya ndak restu…
selamat berjuang

@ prima

Betul, kita harus berhati-hati. Mengharamkan apa yg tdk diharamkan Allah dosanya besar.

@ mUsTof4E

Setelah ijab qobul, mau pacaran lagi (dg istri) boleh.

@ kaezzar :D

@ amy

Rasul menganjurkan kita menikah, sedangkan pacaran islami itu ikhtiar menuju pernikahan.

@ cute_98

Makasih telah diingatkan.

@ reza

Setuju! Restu keluarga memang penting.

ASTAGHFIRULLAH…

Seorang penulis buku mengajarkan untuk berbuat MAKSIAT???

NA’UDZUBILLAH MIN DZALIK…

@ hindy

Manakah perbuatan maksiat yang kami ajarkan?
Jangan asal tuduh tanpa bukti, dong!

ooohh…..begitu….
tapi…gimana caranya kalo akhwatyang jatuh cinta??
apa yang harus dilakukannya???
bagaimana dia mengatasi rasa cinta itu???
sedangkan umurnya masih sekirat 15 tahun?
khan wajar kalo anak 15,mulai suka sama lawan jenisnya?? tapi gimana dia ngatasin rasa jatuh cinta itu,,sedangkan dia belum pantas untk memikirkan hal tentg cinta??
syukron sebelumnya

ada ikhwan yg mau ta’aruf dgn akhwat diluar jalur (dikenalkan oleh ustad)ikhwan itu mengaku sudah siap nikah&akhwat itu setuju. Ikhwan itupun brkenalan dengan keluarga akhwat, tapi setelah berjalan beberapa waktu trnyata ortu si ikhwan ingin anaknya selesai kuliah dulu..sedangkan prosesnya sdh cukup lama, akhwatnya ktnya sdh ada ‘rasa’. Bagaimana ini???kasihan akhwatnya…

sependapat dengan zha..aku mau tanya..aku pernah dikenalkan dengan ikhwan lewat seorang ustadz (perkenalan itu atas permintaan ikhwan)dy bilang sdh siap nikah&berencana nikah dlm waktu 3 bln. AKu setuju dan ihkwan itu ta’aruf dengan keluargaku..setelah proses ini berjalan cukup lama, ternyata ortu si ikhwan ingin anaknya selesai kuliah (qra2 1.5th lg) aku baru tau itu setelah idul fitri kemarin dikarenakan keluarganya diluar kota.Aku tidak ingin proses ini lama2 jadi fitnah sedangkan hati ini sdh ada ‘rasa’. Duhai ikhwan…beginikah caramu???

@ zha

Ya, gadis 15 tahun wajar mulai suka sama lawan-jenis. Namun, nikahnya masih lama, bukan?

Supaya tidak terlalu tertekan lantaran mendalamnya rasa cinta, kau bisa menggunakan “rumus fisika” bahwa tekanan itu berbanding terbalik dengan luas bidang yang tertekan. Paku yang tumpul tidak akan terlalu menekan/menyakitkan bila dibandingkan dengan paku yang tajam. Artinya, kau perlu mengurangi fokus, baik dalam perasaan/pikiran maupun tindakan.

Caranya: Jangan terlalu menaruh perhatian pada satu-dua ikhwan tertentu, tetapi taruhlah perhatian pada –katakanlah– puluhan ikhwan. Bila membaca buku, jangan cuman novel cinta melulu, tapi variasikanlah dengan bacaan lain yang sedikit-banyak jauh dari cinta. Begitu pula mengenai mendengar musik, menonton televisi, mengobrol dengan teman, dsb. Kata kuncinya: variasikanlah!

Demikian saran kami. Semoga kau senantiasa dirahmati Allah. Amin.

@ cute_98

Ya, kalau si ikhwan sudah mengatakan berencana nikah dlm waktu 3 bln, namun kemudian ternyata ortu si ikhwan ingin anaknya selesai kuliah dulu, maka si ikhwan bersalah. Namun si akhwat memaafkan kesalahannya itu, bukan?

Rasa cinta kepada lawan-jenis itu suci, apalagi bila diniatkan untuk menikah. Melihat keadaan kalian, kematangan kalian dan dukungan keluarga dari kedua pihak, kami berpandangan bahwa waktu kira2 1,5 tahun lagi itu tidak terlalu lama bagi kalian untuk menjalani “tanazhur pranikah”. Yang penting, mintalah keluarga dan sahabat untuk terus memantau atau mengawasi kalian supaya kalian tidak mendekati zina dan kemunkaran lainnya.

Demikian saran kami. Semoga hubungan kalian senantiasa diberkahi Allah. Amin.

benahi diri, terus ngaji, raih cinta ilahi dapat pasangan penuntun diri

kok gini sih bos?
contoh dari Rasul ada?
salafusshalih gimana?
ati2 bos

@ ukhtynica

Setuju! Syukron atas tambahan sarannya.

@ kerentiadadua

Untuk pranikah, Nabi saw. memerintahkan kita melakukan tanazhur, sedangkan makna tanazhur itu luas. Mengenai luasnya makna tanazhur, lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/07/contoh-tanazhur-yang-direstui-nabi/

Inget!!!
saDar… !!! daLam isLam …. alQuran… dan al hadis.. ga”da yg namanya paCaran… meskipun secara islami… mau pacaran nikah dulu… perkenalanya ya.. pake ta’aruf…

gostZionis tentu belum baca artikel2 di situs ini

kata2nya menyimpang dari topik pembicaraan

hapus saja, Bos!

afwan sebelumnya, ni yang punya artikel mushoddiq al qiyadah al islamiyah bukan? klo iya ane gak usah repot2 jelasin coz yg namanya nabi yang nyeleneh bakal bikin aturan yang nyeleneh pula. but klo bukan kita kembalikan kpd alqur’an tentang hukum menahan pandangan laki2 terhadap perempuan yang bukan mahrom. afwan juga seandainya gak bisa nerima alqur’an secara kaffah saran ane klo bisa bikin qur’an baru aza sendiri!

@ sang mujahid

M Shodiq Mustika ini seorang ustad Muhammadiyah, BUKAN pendiri al-qiyadah. Identitas keislamannya dapat dibaca di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/14/identitas-diri-muslim-liberal-ataukah-salafi/

haha, pak shodiq disangka “seleb” oleh sang mujahid.

@gostzionis

>>>>Inget!!!
saDar… !!! daLam isLam …. alQuran… dan al hadis.. ga”da yg namanya paCaran… meskipun secara islami… mau pacaran nikah dulu… perkenalanya ya.. pake ta’aruf…>>>>

Di dalam Qur’an dan Hadits pun, g ada aturannya pacaran setelah nikah…
Coba deh dibaca dulu blognya maksudnya apa…saya khawatir anda baru aja dateng, mampir, liat2 bentar, send komen… :)
Tabayyun…tabayyun…n hindari suudzan…oke kan n_n

Wassalam

salam kenal ust, Shodiq…

saya masih baru di forum/blog ini, tapi saya tertarik jg dengan pemikiran antum.
tapi, saya sepakat dg beberapa hal yang antum utarakan, walau masih bingung2 juga sih…

Waaahhhhhh………………..
Hati-hati ah kepleset
memang Ane sendiri juga gagal untuk dapat akwat ampe tiga kale.
Tapi kita yakini saja bahwa Jodoh itu sudah Allah persiapkan untuk kita , so..buruan jemput!!!
Wallahu

wduh2.
pokoke wnt baik2 hanya utk lki2 yg baik n sbliknya

asswr..,

ustaz. ane uda coba pratekin tipsnya tp ada beberapa problem nih..

1. ane kurang isa ngontrol diri.. terlalu tergesa2 gituh.
2. si akhwat, cueeeek banget.. jarang ngerespons.. bikin patah semangat.. hiks
3. lingkungan si akhwat pada berpikiran konservatif, pada ndak maw membuka diri pada pandangan2 baru., malah ane dicap liberal gituh..
4. ane kurang bisa jelasin dalil2 pacaran islami :( ada versi cetak(buku)nya ndak ustaz?? coz yg di toko biasanya cuma buku2 penentang pacaran islami gt,,

jazakallah khoiron..urgent nih..
wasswr

Tanggapan Ustad Shodiq:

1-2) Perlu kesabaran ekstra. Sambil nunggu hasilnya, isilah juga dengan kegiatan lain yang menyibukkan pikiranmu sehingga tidak terlalu terfokus memikirkan si dia.

3) Beritahukanlah kepada mereka bahwa Ibnu Qayyim (ulama salaf) dan Abu Syuqqah (ulama Ikhwanul Muslimin) menerima keberadaan pacaran islami. Keduanya tidak tergolong liberal. Silakan print (cetak) http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/ dan http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/24/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-2/ lalu tunjukkanlah kepada mereka.

4) Untuk versi cetak, lihat http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/ dan http://www.qultummedia.com/katalog/page,shop.product_details/flypage,shop.flypage/product_id,479/

wassalam

Assalamu’alaykum
wduh2…
makin seru ni, af1 bkan ngompor. mnurut ane pembahasannya emg nglebar n terkait 1 sma laen. ane jg lg suka sma seorng akhwat, sbatas itupun (cman liat) sering bkin niat brubah. itu yg ane takutkan, mending klo blm siap nikah gk pke macem2 dah… yang pasti berusaha merubah diri menjadi lebih baik, n klo udh siap baru minta de sma ortu si akhwat. klo bner2 akhwat InsyaAllah diterima, soalna ane prnah dnger kjian “jika datang seorang pemuda soleh melamar, mka wajib diterima. klo tidak malah bkin fitnah”.
Soo enjoy aj dg usaha mndekatkan diri pd Allah
Wass

Tanggapan Pengelola:

Lamaran dari orang saleh TIDAK wajib diterima. Buktinya, Fatimah putri Nabi Muhammad saw. pernah dilamar oleh Abu Bakar r.a. dan Umar r.a.. Keduanya sahabat terdekat Nabi dan sama-sama saleh. Namun, lamaran keduanya ditolak. (Itu baru satu contoh; masih ada banyak kasus lain yang serupa.)

Di dunia ada amal,tp tiada hìsab,tp di akhrt ada ìsab tp tiada amal.Muhasabah,istighfar,,,qt sama2 koreksi diri toex gapai redho Illahi.

assalamualaykum warahmatullah wabarakah

topik yg menarik,kbetulan ana lg suka sm seorang akhwat…

tp skrg niat kita gmn..
niat untuk dapetin tuch ahkwat demi allah?demi islam?
or niat ngelakuin smua fardhu n sunnah demi tuch akwat??

tafadhol antm smua…

kita boleh aj berharap,, boleh mencari ato langsung ‘ngejer’ tuch akhwat, tp ttp aj kembali ke kitanya…

ngrasa diri aj, ngaca dulu…
apakah kita udah pantas bwt tuch akhwat??
kl emang kita udah ngedapetin tuch akhwat, kita bisa membahagiakannya? emg uda pny modal??
modal sebagai suami,, suami yg shaleh,,

mungkin…
stlh kenal tuch akhwat, ibadah kita bisa baik, alhamdulillah
tp kl uda diputusin, di cuekin, g diterima,,
apakah ibadah kita bisa sebaik sebelumnya??
coba di tes dulu deh akh…
kl g,, masya Allah, itu riya’, munafik
yg bisa bwt kita ngerasain jilatan api neraka..
subhanallah……

asswr.,
ustaz, jazakallah khoiron..
aneh ya.. dulu aja pas ane coba kejar2, si akhwat menjauh..
tapi begitu ane coba menata lagi hati agar tertuju ke Allah lagi, si akhwat jadi tambah deket.. ><

@kahimdipak
iya sich bro, ane kok jadi berpikir seperti itu ya sekarang.. apa ane pantes bwt si achwat? kalo dipikir2 perbedaanya tuh jauh banget..
but, seperti kata ustaz shodiq, kita mencintai achwat tuh sebagai bentuk rasa cinta kita ke Allah juga..(bener gt kan,af1 kalo salah ;p ) so, jika Allah juga memberikan cinta itu ke si achwat pasti Allah udah mengkalkulasikan semua kemungkinan2 yg ada, god didn’t play dice bro.. Allah punya prtimbangan sendiri..
af1 skali lagi kalo salah..

sekali lagi, jazakallah khoiron bwt ustaz shodiq..

oiya ustaz..sory OOT

adain forum tersendiri dunk bwt berbagi pengalaman temen2 yg uda pernah pacaran islami mulai dari pedekate,nembak ampe nikahnya(kalo bisa ^^), curhat2 n berbagi problem yg dihadapi pada saat pacaran..

newbie ni, blum pernah pacaran..baru tau kalo pacaran itu ternyata ndak haram2 bgt.. he

Udah basi tuuu perkataan kayak gitu. Masa seorang ikhwan doyan pacaran ama akhwat. Ngaca dulu dong kalo mao cerita. Kita ini seorang akhwat butuh kasih sayang dan butuh ekonomi. Kalo ekonomi lumayan ga bakalan dech akhwat nolak diajak nikah. Yang jadi alasan kan ikhwannya belom kerja yang bener. Akhwat skrg itu dah matre-matre loh. Asal tau aja klo ada co naik motor pasti akhwat seneng banget liatnya, apalagi klo diajak jalan, pasti ga bakalan nolak. Buat ikhwan semua, bekerjalah sesungguh mungkin agar bisa punya kerjaan tetap sehingga bisa dapet akhwat yang cantik dan ayu. Pekerjaan lebih baik dari segalanya. Biar jelek kalo PNS atau karyawan BUMN pasti bisa tu dapet akhwat yang cantik.

assalam,..
ustad. bener -bener menggugah tu ngasih jalan buat pencarian,…ane stuju tu…
makasih banyak ne,..

assalamualaikum..
buat ukhti nissa…. yang jg ngisi komen…
klo ngomong mbok ya di pikir dulu…jamgam asal keluar aja dr mulut manis mu…
ga semua akhwat yang anti bilang seperti itu…
ga baik su’udzon, pa lagi klo dah fitnah…
anti kan juga akhwat, enak apa bilang yang ga2 sm sodaranya sendiri…
lain kali klo mo nulis komen di pikir2 dulu ya…
af1…
Wassalakualaikum….

menanggapi opini ukhti nisa, belum tentu akhwat sejati menerima kita begitu saja. akhwat sejati mah ngga matre lagi, kalo yg matre mah akhwat jadi2an kali. aku ini seorang pns tetapi beberapa kali aku gagal mendapatkan akhwat yg sejati u/ dijadikan istri. mungkin lain waktu Alloh pasti memberikan akhwat yg terbaik buat aku. AMIIN.

bingung nih cara nya PDKT yg baik dan bener?
biar dia bener” tahluk ?

@kahimdipak

kenapa ketika intensitas ibadah meningkat, justru disikapi secara negatif…kenapa g diliat sisi positifnya

kalopun niatnya jadi kurang lurus, bukankah itu tugas kita untuk membantu meluruskannya, dan bukan mematahkan “keinginan” apapun alasan utama dibaliknya

berubah menjadi lebih baik…apapun alasannya akan tetap lebih baik ketimbang stag di satu titik…
siapa yg tahu kalo itu tyt langkah awal yg Allah rencanakan untuk membuat hambaNya lebih mendekat…apakah org yg awal2 tobat karena cinta, rajin ibadah karena cinta…tidak memungkinkan di kemudian harinya benar2 berubah menjadi ahli ibadah?

hidayah Allah turun bisa melalui bermacam cara
dan dalam waktu yg berbeda2
bersukurlah bagi anda2 yg sudah mampu beribadah dgn benar, ikhlas lillahi ta’ala…
tapi bagi mereka2 yg masih beribadah karena “cuma” merasa wajib, karena cinta, karena pengen dapet hadiah, karena takut dihukum, ataw karena sesuatu selain Allah…jangan serta merta “dipatahkan”, tapi malah harus dibimbing dan dibantu…diluruskan niatnya

maksud yg baik namun dgn cara yg salah bisa menghasilkan efek balik negatif

Bukankah Allah akan berusaha mendekati kita satu depa walopun kita cuma bergerak sehasta…dan akan berlari walopun kita hanya berjalan… :)

Wassalam

@ kaezzar:
Saya setujuuuuw dengan anda…. ^_^ keimanan dan emosi itu fluktuatif sekali. Kadang bisa sejalan, kadang malah bisa saling menjauhi… Niat yang awalnya sudah mantap pun (tanpa sadar) bisa melenceng. Di sinilah mungkin ‘inovatif’ dan ‘kreatif’nya syaitan… “doi’ benar2 tidak akan pernah menyerah… (kurang ajyarrr… hehehe… emosi bow)
Hmmm.. mungkin akan agak sulit jika belum pernah benar2 mengalami situasinya… Insya Allah kita dapat selalu saling mengingatkan saudara-saudara kita .. (tentunya dengan cara yg tepat juga)

Wallahu’alam..

Yang pasti kan.. udah ada Yang Maha Adil yang berHak, menghakimi.. Jadi mari kita ber-adem ayem. Enak bgt kalo suasana ’sejuk’ bikin tenang dan rileks bow.. bukan bikin gerah yg ujung-ujungnya jadinya resah gelisah, gundah gulanah….. halahh… hehehe

Terima kasih buat doanya… Sangat berarti buat saya. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan rahimNYA kepada anda dan kita semua… Amiiiien…

^_^

great!!! Very2 agree 2 kaezzar…
Jangan asal menghakimi….Sesuatu yang baik belum tentu datang dari yang baik. Allah dan hidayahNya ada di mana2…

entahlah ?! aq bingung?! setelah 5 tahun ikutin halaqoh baru denger istilah pacaran islami?! aq dah tanya 2 ustadz yang pernah jadi mentor saya di halaqoh tapi ga da yg setuju dengan pacaran islami. giman atuh !?!?!?!?!?!?!

Tanggapan pengelola:

Apakah Anda sudah berkonsultasi dengan ustad dari kalangan muslim moderat, seperti dari Muhammadiyah dan NU?

Assalamualaikum wr. wb.

sy g terlalu mengerti ttg adat2 dan btasan2 antara laki2 dan perempuan yg bkn mauhrimnya..^_^

Tapi sy sering heran…ada yang mengaku sebagai akhwat and ikhwan..

Dan katanya yg mereka lakukan adalah wujud dr pacaran islami…

Nah..loh??? Apa bedanya dengan pacaran biasa????

Dalam kenyataannya..sama pergi jalan2..punya rasa yg dipendam..etc..

sy heran..teorinya ata prakteknya yang salah???

gw lg suka ni ma akhwat yang namanye reuny, tapi sayang gw susah banget ngedapetin dy.
kra2 dy jadi ga ya ma gw

Bismillahirrahmanirrahim
Sesungguhnya persoalan mencari jodoh (antara ikhwan dan akhwat) bukanlah persoalan dapat atau tidak dapat. Memangsih dalam pandangan agama kita cara-cara seperti yg banyak dilakukan muda mudi sekarang sangatlah berlebih bertentangan dengan prinsip-prinsip agama Islam, khususnya dalam mencari jodoh. Menganai saran ustadz…..nampaknya mirip-mirip dengan apa yg banyak dilakukan oleh muda-mudi saat ini. Walaupun sesungguhnya tidak sepenuhnya keliaru. Ada hal penting yg harus dilihat di sini yaitu masalah hijab, baik itu hijab dalam pengertian yg sesungguhnya maupun hijab hati. Kalau saya benahi diri kita terlebih dahulu dan sambil ikhtiar dan tentunya berdoa. Insya Allah sukses. Banyak cara yg bisa dilakukan..antara lain melalui perantaraan ustadz dimana akhwat itu ditarbiyah atau bisa dengan perantaraan teman. Banyak jalan menuju sorga.
Wassalam

Assalamualaikum,wr,wb

sUdah,,,suDah,,,,

SeraHin seMua saMA ALLAH,,

gaG UsaH paDa Pusing Lah,,,,

LaGian,,,,BnEr jUga Tuh,,,,
KLo mw dPt paSangan HIdup yaNg baIk lah Yoo Jadi HamBa yaNG baik Duluw toh

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Pasrah tanpa ikhtiar sama sekali? Jangan dong! Lihat http://muhshodiq.wordpress.com/2008/03/01/karena-sudah-ditakdirkan-perlukah-mencari-jodoh/

Emang si, bener kata peribahasa

Takkan lari gunung dikejar…

Tapi masalahnya…gunung juga g bakal ngedeketin kita kalo kita ga maju2… n_n

Wassalam

assalamualaikum
memang cinta adalah fitrah bagi diri siapa saja. entah, kadang dalam diri ane punh bergelut bermacam-macam pergolakan yang tiada dapat ane hindari. entah itu adalah perasaan sekedar simpatk ataupun perasaan yang benar-benar akhirnya dapat menggerogoti hati dan akhirnya mengendap menjadi penyakit hati yang seriu,
ikhwah… perjuangan dakwah yang seharusnya ikhlas karena Allah janganlah engkau kotori dengan mengumbar nafsu. jadikan cinta yang asalnya fitrah akan senantiasa menjadi fitrah. yakinlah… Allaha azza wa jalla akan memberikan ganti nikmat yang lebih layak untuk kita dapatkan

Assalamualaikum.
Salam kenal tuk pengasuh blog ini.. Cinta adalah Cinta. Maka cintailaih cinta dengan Cinta. Kita takkan pernah dicintai bila tak mencintai. Cinta kan di balas cinta. Insyaallah. So.. tetaplah mencintai karena cinta kepada Sang Maha Cinta : Allah swt.

Assalamuálaikum….wisssssss……..Turut prihatin akhi….! hati-hati aja ! karena itu aja dah zina hati! jadikan cinta mu pada sang akhwat karena Allah…Karena Allah….! jangan sampai semua nya melebihi cinta Antum sama Allah. Astaghfirullah …Sesungguhnya Allah saja melihat Seseorang bukan karena rupa ,harta,ataupun kedudukannya.tapi Allah melihat dari hatinya. Apakah yg terselubung d sna.Apalagi manusia biasa!yang bergelimang dosa seperti kita!
Alangkah kerdil dan piciknya apabila hanya melihat bagian luar yang bukan apa-apa!
Wasslamuálaikum….Afwan!

Asaslamualaikum,..
Bismillahirrahmanirrahim,…

Sebuah pengetahuan baru, melihat pendapat dari teman2 semua,…

sebelumnya salam ukhuwah,..

memang ketika sebuah pendapat itu di lontarkan kepada orang yang kita ajak berkomunikasi, pasti akan ada banyak tanggapan tanggapn dari pendapat itu, ya banyak sekali tanggapan berbagai macam arahnya positif dan negatif,..

itu terjadi karena,.. tidak adanya persepsi yang sama,..

mengenai persoalan ini,..bisa kah kita menyamakn persepsi dengan merujuk kepada al-qur’an dan assunnah sebagai way of life kita,..

klo boleh saya berpendapat,..
afwan jiddan ustd boleh kah saya memberi saran..?sesuai dengan surat Al’Asr kita harus saling menasehati didalam kebaikan

ada beberapa hal yang mungkin saya kurang setuju,..

1. cara didalam pendekatan kepada si pulan yang kurang syar’i, karena melalu cara tersebut hijab niat antara kita kepada Allah atau pun sipulan sangat tipis, saya khawatir dengan cara seperti itu kita menjadi salah niat,..

2. saya setuju dengan pendapat ustd kita wajib ikhtiar,tetapi ikhtiar yang bagaimanakah yang sesuai dengan al-qur;an dan assunnah..?

afwan jiddan untuk semua,
wallahualam bissawab

saya setuju dengan rubrik ni. tapi gimana nich. mau nikah belum ada keberanian.???

sebenarnya saya sebelumnya kurang simpati dgn tulisan ini, msh ragu aj..

tp setelah ta baca2 dan pikir2, ternyata pendapat Ust semuanya pake dalil, kuat dan (jujur) meyakinkan

feedback yg sy harapkan dr para penentang pacaran hanyalah komentar2 kosong tanpa dalil. kadang hanya loncatan nafsu, yg (maaf) tanpa disertai dalil kuat…. atas nama dakwah lah, zina hatilah (yg semuanya sebenarnya dah hbis dibahas disini)

ayo..para penentang pacaran, bskah anda2 sekalian meyakinkan sy lg..tp awas, sy cuma akan memikirkan pendapat yg disertai dalil-yg menunjukkan anda memang bener2 paham, bs ngaji (bukan ABG-Anak Baru nGaji)..ga cuma nafsu karena ikut2an pendapat ustadnya ato atas doktrin jamaah- :)

Assalamu’laikum.
Buat saudraku yg tlah rindu menikah.

Whai saudraku jgn salah pilih..,
Crilah wanita yang bnr2 shlha, wanita yg Allah n Rasul telah menjadi Tujuan Hidupnya. wanita yg akn menjga dirinya dan hartamu wlaupun engkau tdk berda di sampingnya, wanita yg akan mrasa cukup dengan apa yang engkau brikan dan wnta shlh akn selalu berusaha untk membri ketentraman n kedamaian ktika suaminya memandangnya. ( n Sebaliknya U pra Akhwat)

Tp Ingat AyaT Allah : Wanita Yg Baik itu hanya utk lki2 yng baik dan wanita yg keji hanya untk lk2 yg keji. merk bersih dr apa yg org2 tuduhkan dan mereka mendapat kemuliaan. ( An-nur 26)

Maha suci Allah yg selalu menepati janji.

wallahualam bissawab

subhnllah ckp bgt nc bwt remaja

maaf saya masih bodoh, makanya saya mau tanya,
emang ada ya pacaran yang “Islami”? soalnnya setau saya pacarankan kerjaannya orang-orang non-Islam atau orang-orang Islam yang ikut-ikutan orang-orang non-Islam.. bukannya klo kita menyerupai suatu kaum berarti kita udah menjadi bagian dari kaum itu?

_wallahu a’lam_

Zina dan maksiat juga ada pada zaman Rasul…

Tanggapan Admin:

Memang benar. Bedanya, zina dan maksiat itu ditentang oleh Nabi, sedangkan pacaran tanpa zina/maksiat TIDAK ditentang.

Yang penting slalu jaga hati dari hal2 yang gak bermanfaat. gak perlu qt PDKT sama akhwat, toh kalo emang dia jodoh qt gak akan kemana.
semua sudah ada yang ngatur…..key ^-^

Tanggapan Admin:
Silakan baca artikel“Karena sudah ditakdirkan, [tidak] perlukah mencari jodoh?”

assalamu’alaikum pak sodiq…

begini pak sodiq…..kata pacaran berkonotasi negatif, dan memang ndak dikenal istilah pacaran dalam islam…seperti yang sudah banyak dipahami oleh orang2 selama ini

coba tunjukan pada saya dalil2 nya ndak usah dalil deh…

apakah kita pernah mendengar nabi berpacaran atau memerintahkan pacaran…..

dalam sirah nabawiyyah..ndak ada….

lebih baik judul blog pak sodiq dirubah saja….karena kedepanya akan dapat melegalkan pacaran…dengan embel2 islam…padahal dalam islam sendiri ndak dikenal seperti itu….pacaran -islami (sesuatu yang salang bertentangan, seperti judi islami?ndak ada kan)

penggambaran yang cukup baik itu seperti dalam film ayat2 cinta….ta’aruf antara aisha dengan fahri…atau kayak ketua MPR Hidayat Nurwahid dengan Dr. Diana

saya tau niat bapak baik….ingin mengarahkan kami yang muda2 ini untuk tidak kebablasan dalam berinteraksi dengan lawan jenis…..tapi saya minta tolong untuk tidak mencapuradukkan hal2 yang bertentangan dengan konsep islam ..

kenapa kita tidak memberikan konsep ta’aruf saja…jangan pake istilah pacaran islami

saya yakin bapak cukup bijaksana dengan masukan saya ini….sukran……saya tunggu dengan blog barunya……..pak jangan sampe kita menyebarkan istilah yang salah walaupun niat kita cukup baik…fatal akibatnya…dunia dan akherat…..saya yakin bapak lebih mafahim…ketimbang saya…..

tapi saya mendukung niat baik bapak, tapi tidak dengan istilah ini…..

Tanggapan Admin:

Terima kasih atas dukungannya. Alasan penggunaan istilah “pacaran islami” sudah diterangkan di http://pacaranislami.wordpress.com/about/

yg bner nih om???
Emangnya ada pacaran islami??

Tanggapan Admin:
Benar, ada pacaran islami. Untuk contoh, silakan simak kriteria pacaran islami menurut Ibnu Qayyim di http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/

wawh bagus juga sarannya kang.. syukron yah coz, abdi teh punya teman akhwat, secara tidak langsung teh, abdi suka sama dia… nanti abdi coba usaha itu

kritik :
dimana-mana yang namanya pacaran harem bro….., mau namanya pacaran islami kek….ciuman islami kek.., zina islami kek…., sejak jaman dulu memang trik untuk membelokkan kebenaran pasti mengatasnamakn kebenaran juga, HATI_HATI bro…..!!!!!!

Tanggapan Admin:
1) Apakah Abu Ja’far sudah berhati-hati? Tidakkah Abu Ja’far tahu besarnya dosa mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan Allah dan Rasul-Nya?
2) Semoga kita tidak tergolong orang yang suka bersangka buruk tanpa bukti sama sekali. Janganlah ketika disodori dalil yang menunjukkan bolehnya pacaran secara islami, malah menuduh “membelokkan kebenaran”.
3) Semoga Allah senantiasa memberi hidayah kepada kita semua. Amin.

Bagaimana cara mendapatkan seseorang yang saya cintai tapi dia tidak mengenal diri saya?? dan dia cucu putri seorang ustadz yang saya segani

@ Rangga
Dekatilah ayahnya dan ustad tersebut.
Manfaatkan agen cinta! Baca http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/11/manfaatkan-agen-cinta/

heeee bagus tuch

Wahh, blog ini bener-bener luar biasa (liberalnya maksudnya)… pertama progam perusakan akidah ada disini, kedua progam penipuan ada disini, ketiga blog ini telah merusak citra islam,,, masak ada pacaran islami yang ada setelah nikah….
Hanya karena alasan nafsu, yang salah dihalalkan… ngaji dimana tuh!!!!!! ahmadiyah ya? ato di JIL ato Jaringan tersembunyi… Hati-hati bagi yang temen2 yang baru,, ini benar-benar penipuan berkedok islami…. Semoga Allah memberi hidayah kedapa kita..

Tanggapan M Shodiq Mustika:
Ooo… belum kenal saya? Silakan simak profil saya di http://duniapenulis.wordpress.com/about/
Saya ngaji di Muhammadiyah. Kalau mau tahu keislaman saya, silakan lihat http://muslimmoderat.wordpress.com/tentang/
Mengapa Anda bersangka-buruk kepada saya tanpa bukti sama sekali? Begitukah netralisme dan islamisme yang Anda dengang-dengungkan? Bertaubatlah! Kajilah http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh/

Tidak adakah di antara kalian orang yang penyayang?” apakah pernyataan ini menjadi landasan bahwa Rosullulloh merestui pacaran???????? pahami lagi ya ikhwahh,,, jangan memahami islam setengah-setengah,,
statemen ini bayak bertentangan dengan hadist dan Ayat suci Al qur’an, antara lain:
1) Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).
2) Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.

Uturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa Bapak yang menulis bLog ini setengah-setengah dalam memahami islam,,,
dah gitu dah berani memutuskan bahwa pacaran itu bolehh,, semoga Kita semua disadarkan dari Kesalahan dan kesesatan…

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Semua yang Anda persoalkan itu sudah kami bahas. Anda belum baca dengan lengkap, ya?

Anda mau tahu dalil-dalil mengenai pacaran supaya tidak sesat? Supaya Anda tidak salah dalam memahaminya, silakan simak http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/ dan http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/

Mengenai haramkah melihat lawan-jenis, termasuk tanpa syahwat, lihat http://wppi.wordpress.com/2008/05/29/bolehkah-laki-laki-memandang-perempuan-dan-sebaliknya/

Mengenai khalwat (berduaan), lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/27/bagaimana-mengamalkan-hadits-hadits-tentang-berduaan/

Saya sudah baca wahai Bapak yang terhormat,, hanya saja pertentangan didalamnya banyak sekali…
Masa’ saya menerima statment bapak yang lemah dan banyak pertentangan… syukron

Tanggapan M Shodiq Mustika:
Syukurlah sudah baca. Semoga tidak salah paham. Amin.
Pertentangan di dalam blog ini banyak sekali? Statementnya lemah? Mana? Tunjukkan satu-satu dong!
Jangan-jangan, Andalah yang salah-paham. (Ada banyak pembaca yang bisa memahaminya; saya jadi agak heran, mengapa Anda berkesimpulan begitu.)

Coba Bapak kunjungi juga situs ini sebagai perbandingan.

http://www.ilmu-fiqh.blogspot.com/
http://www.darussalaf.org/stories.php?id=660
hwww.darussalaf.org/stories.php?id=660
http://www.rosyidi.com/pacaran-zina/
http://www.muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/rayuan-setan-dalam-pacaran.html
http://www.almakassari.com/?p=276
http://www.arrifa05.multiply.com/journal/item/20

Tanggapan M Shodiq Mustika:
Sudah ratusan artikel seperti itu yang saya baca. Saya juga sudah membaca buku-buku yang menentang islamisasi pacaran. Hasilnya bahkan sudah saya bukukan. Lihat http://uk.geocities.com/muhshodiq/index.html
Saya juga sudah mengkaji pandangan ulama-ulama terpercaya mengenai percintaan pranikah. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/

Assalamualaikum wr wb

mau dong pak saya jadi pasien nya, o iya mau kan kalo bapak menjawab pertanyaan saya ini….

Gini pak, dia suka banget membaca buku apakah saya harus mengikuti cara dia biar supaya bisa PDKT dan sedangkan di ajak bertemu sulit banget jangan kan bertemu di tempat lain di rumahnya dia sendiri aja sulit. mungkin bapak bisa memberi jawaban yang lebih lain lagi dari yang lain. sebab pepatah mengatakan semakin di kejar semakin menjauh, nah dari kata2 itu saya agak sedikit kebingungan. Trima kasih

datengin aja murrabinya……
minta biodatanya……
kirim proposal…..
datengin orang tuanya……..
hari gini..!!!beraninya cuma pacaran….??????

@ andhi
Tidaklah benar bahwa “semakin dikejar semakin menjauh”. Itu terjadi hanya jika cara pdkt-nya keliru. Bila menghadapi kendala sulit berjumpa, manfaatkan “agen cinta”. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/11/manfaatkan-agen-cinta/

@ ikwan
Komentar Anda menyimpang dari topik pembicaraan.
Terhadap penanya, saya tidak menganjurkan pacaran.
Yang dia tanyakan pun adalah cara PDKT, bukan cara taaruf pranikah.

ini adalah web yg paling kacau yg pernah ada. mengajak umat untuk melakukan kemaksiatan, jalan menuju perzinahan, dan mengantarkan manusia ke neraka. tidaklah yg membuat web ini melainkan pemuja hawa nafsu. betapa banyak dosa yg akan ditanggung apabila banyak manusia yg terpengaruh setelah mengenal web ini. hanya kepda Allah saja tempat kita memohon pertolongan dari setan dan para tentaranya

pelaku pacaran… adalah orang-orang yg dikuasai hawa nafsunya. setan telah berkuasa dalam hatinya. semoga Allah memberikan hidayah kepda kita semua.amiin

ketahuilah wahai hamaba Allah kita semua akan dibangkitkan. pacaran merupakan jalan terbesar yg bisa mengantarkan menuju perzinahan.

islam tidak mengenal yg namanya pacaran. ini adalah produk barat. pacaran diberi label islami. maka aku khawatir akan ada nantinya zina islami. dan judi islami.na udzu billahi min dzalik

takutlah engkau kepada Allah!

anda terlalu memaksakan dalil untuk tunduk kepada hawa nafsu anda

Tanggapan M Shodiq Mustika:
Mengapa Anda bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali? Bertaubatlah! Kajilah http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh/
Anda belum mengenal saya? Silakan simak profil saya di http://duniapenulis.wordpress.com/about/
Saya ngaji di Muhammadiyah. Kalau mau tahu keislaman saya, silakan lihat http://muslimmoderat.wordpress.com/tentang/

sepertinya anda ini (M Shodiq Mustika) orang JIL ya?
( JARINGAN ISLAM LIBERAL)
atau termasuk kaum liberalisme…?

saya setuju dengan “albutterfly”
dan saya sudah baca semua tulisan anda (M Shodiq Mustika) diblog ini..

isinya “SESAT & MENYESATKAN”

Tanggapan M Shodiq Mustika:
Mengapa Anda bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali? Bertaubatlah! Kajilah http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh/
Anda belum mengenal saya? Silakan simak profil saya di http://duniapenulis.wordpress.com/about/
Saya ngaji di Muhammadiyah. Kalau mau tahu keislaman saya, silakan lihat http://muslimmoderat.wordpress.com/tentang/

Mari bersama-sama istighfar

Astaghfirullahhal’adzim..

dalih dan percobaan anda sudah cukup keras dan laku…

Mengapa vega berkata sinis begitu? Begitukah cara berkomunikasi yang dituntunkan oleh agama?

semoga yang membaca masih dalam hidayah Allah SWT

Blog ini bukan hanya mempertahankan pembaca supaya tetap berada di jalan-Nya, melainkan juga mengajak pembaca yang tadinya tersesat (baik karena kurang islami maupun karena berlebihan dalam berislam) untuk kembali ke hidayah-Nya. Amin.

MasyaAllah….

[1] Tidakkah anda ingat hadis Shahih ini ustadz shodiq???
“Allah telah menetapkan bagi manusia balasan dari zina, dia pasti mendapatkannya. zina mata dengan melihat, zina lisan dengan mengucapkan, zina jiwa dengan mendambakan dan menginginkan, dan zina kemaluan dengan membenarkan atau mendustakannya. (HR Al-Bukhari-Muslim)

[2] Siapa yang bisa menjamin orang berpacaran secara islami seperti yang anda katakan???

[3] setan punya segala cara untuk mengelincirkan keturunan Adam….

[4] Cara yang terbaik adalah “Jauhi Pacaran”

Jawaban M Shodiq Mustika:

[1] Ooo, saya sering ingat hadits tersebut. Sudah berulang-kali saya mengungkapkannya. Diantaranya ialah di http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/05/dosa-kecil-perkara-kecil/

[2] Salah satu ciri khas pacaran islami adalah adanya pengawasan, sehingga pelakunya takkan mendekati zina. Pengawasan merupakan tugas bersama, bukan tugas saya pribadi. (Disamping “pengawasan” dari si pacar, yang paling bertanggung-jawab adalah sang wali atau orangtua, lalu muhrim, kerabat, dan seterusnya.) Tentu saja ada kemungkinan bahwa dalam waktu tertentu dan di tempat tertentu, pelaku pacaran takkan terawasi. Bila pacaran dilakukan dalam keadaan begini, maka pacarannya tidak lagi islami. (Harap bedakan antara “pacaran” dan “pacaran islami”!)

[3] Benar, syetan itu sangat cerdik. Ia mampu menggelincirkan banyak orang yang “alim”, sehingga mereka berlebihan dalam berislam, sampai-sampai mengharamkan apa yang tidak diharamkan oleh Allah dan rasul-Nya, misalnya: pacaran. (Bahwa pacaran itu tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, lihat artikel “Halal-Haram Pacaran“.) Padahal, mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasulnya itu berdosa besar.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS al-Maa-idah [5]: 87)

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa pun [tuntunan] yang telah diturunkan Allah dalam kitab[-Nya] dan menjualnya dengan harga yang murah, mereka itu sebenarnya tidak memakan ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” (QS al-Baqarah [2]: 174)

[4] Berdasarkan keterangan di atas, yang terbaik adalah “Berilah Kemudahan Bercinta daripada Mencegah Zina secara Berlebihan“.

Susah jg kalo org ud ngerasa bener sendiri hehe
Saya si g ngejamin perkataan Pak shodiq bener 100%…tapi sapa yg bisa ngejamin perkataan yg menentangny bener 100%

Pak shodiq punya dasar, anda punya dasar
Diskusikanlah
Bukan pake cara caci maki ataw nuduh g keruanan

Saya kadang heran, ngakunya ikhwan…salafy…muslim….tapi omongan dan kata2nya g jauh dari kata

Beda pandangan…dicap sesat, kafir, pendangkalan akidah, JIL, dll

Sama sekali JAAAUUUUUHHHHHH dari kelakuan baginda Rasul…bahkan terhadap mereka yg jelas2 musuh dan kafir

Bukan masalah siapa yg benar ataw salah
Tapi…

Apa g ada kata2 yg lebih baik untuk diucapkan untuk mengungkap ketidaksetujuan???????

Wassalam

Leave a response

Your response:

Kategori