Saat Terbaik untuk Pacaran

2007 September 9
by M Shodiq Mustika

Dalam pengamatanku, banyak muda-mudi belum tahu kapan saat terbaik untuk pacaran secara islami. Akibatnya, ketika saatnya tiba, kesempatan ini berlalu begitu saja. Aktivitas pacaran mereka malah lebih digiatkan pada waktu-waktu yang bukan saat terbaik.

Sebenarnya, saat terbaik untuk pacaran islami adalah saat puasa (terutama puasa Ramadhan). Mengapa inilah saat terbaiknya? Sebabnya, antara lain:

  • Hakikat pacaran islami adalah menjaga kesucian diri pasangan pra-nikah bagaikan sedang berpuasa. (Lihat Gaul Gaya Rasul, Bab IX, terutama Sub-Bab “Pacaran = Puasa di Musim Panas”.)

  • Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang belum mampu menikah, hendaklah mereka menjaga kesucian diri mereka, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. …” (QS an-Nur [24]: 33)

  • Rasulullah saw. bersabda, “… Dan siapa pun belum mampu [menikah], hendaklah ia berpuasa. Sesungguhnya puasa itu merupakan perisai baginya.” (HR Bukhari & Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud r.a.)

  • Rasulullah saw. bersabda, “Ketika tiba [bulan] Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah semua syetan.” (HR Bukhari & Muslim, dari Abu Hurairah r.a.)

 

Wallahu a’lam.

25 Tanggapan leave one →
  1. 2007 September 9
    Reza Pahlevi permalink

    Ilmu baru lagi, asyiiik.
    Betul, belum banyak yang tahu, termasuk aku.

  2. 2007 September 9

    Hooo….Baru ngeh saya.

    Makaish ilmunya. :)

  3. 2007 September 9
    mohammad supandi permalink

    tolong lah saudara kita,jangan asal bicara.
    “kalau yang namanya pacaran nggak ada yang islami ato di halalkan oleh islam,ingat itu !!!”

  4. 2007 September 10
    adit permalink

    saya tidak bisa melihat hubungan 4 dalil tersebut dengan dianjurkanya pacaran saat bulan ramadhan. bisa dibantu, pak? selain itu, bukankah kegiatan pacaran islami cenderung makruh? setidaknya itulah yang saya tangkap dari yusuf qardhawi. apabila itu memang makruh, tentunya harus dihindari saat ramadhan.

  5. 2007 September 10

    @ reza & mihael
    Alhamdulillah. Makasih telah menyambut hangat dakwah kami.

    @ mohammad supandi
    Kami tidak asal berbicara. Kami berpegang pada dalil yang lebih kuat mengenai pacaran islami. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/

    @ adit
    Aku memaklumi kebingunganmu karena kau berpegang pada fatwa Yusuf Qardhawi, sedangkan kami bersandar pada fatwa Abu Syuqqah yang menganjurkan percintaan pranikah. Dalam bahasa fiqih, menganjurkan itu berarti hukumnya sunnah, bukan makruh. Lagipula, anjuran itu aku tujukan kepada para pelaku pacaran islami. Daripada di saat lain, lebih baik melakukannya di saat puasa.
    Kaitannya jelas. “Puasa itu merupakan tameng”, sehinggga mempermudah dalam menangkal zina. Begitu pula bahwa selama Ramadhan, “dibelenggulah semua syetan”.

  6. 2007 September 10

    benar sekali judul tulisan ini. di bulan ramadan, dulu pas pacaran kami malah bisa saling menjaga satu sama lain..

    seandainya setiap bulan adalah ramadhan..

  7. 2007 September 11
    Salman permalink

    Kalo pun ada yang namanya Pacaran islami, maka ada beberapa unsur yang harus dipenuhi, ( Gua ngerasa ini blog ga bisa menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakuin dalam “pacaran islaminya” )

    1. Ga boleh pegangan (jelas ada dalilnya)
    2. Ga boleh menatap mata (jelas ada dalilnya)
    3. Ga boleh berduaan (jelas ada dalilnya)

    Dan berduaan disini pun ga boleh berduaan di telepon, karena pada dasarnya itu juga berduaan karena ga ada pihak ketiga disana.

    Gimana setuju ???

    Yang penting disini lu lu semua yang stuju sama pacaran islami jangan sampai kayak orang yahudi yang mencari2 pembenaran atas sesuatu yang sudah diharamkan. OKay …

  8. 2007 September 14
    okikuswanda permalink

    salam

    masih lum ngerti,,,pacaran itukan dari budaya barat..

    mungkin lebih keren dengan kata ta’aruf…

    yah ngak..

    zaman sudah berubah..

    kata pacaran sudah global dan universal…

    wallahu a’lam

    salam

  9. 2007 September 14
    Bayu permalink

    assalamualaikum….

    benar kata akh okikuswanda…..
    pacaran adalah budaya barat….
    “barangsiapa mengikuti suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut”….

    dalam bulan ramadhan bukan dilakukan dgn pacaran…..ada baiknya kita perbanyak ibadah dan menuntut ilmu….
    ikutilah jama’ah ahlus sunnah yaitu yang berpegang pada sunnah rasulullah SAW dan para shahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in….

    rasulullah SAW menikah tidak didahului dengan pacaran…..
    mengapa kita tidak mengikuti sunnah beliau…..

    dalam pacaran lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya…..
    mencintai seseorang adalah pilihan….
    namun mencintai suami/istri adalah kewajiban…..

    Ketahuilah bahwa cinta yang hakiki adalah setelah menikah. Adapun selain itu, umumnya adalah cinta yang penuh kepalsuan. Cinta yang dibangun di atas dusta dan kebohongan, semata-mata untuk bersenang-senang memuaskan hawa nafsu yang tak lama kemudian akan tampaklah kenyataan yang sesungguhnya. Berapa banyak keluarga yang hancur berantakan padahal mereka telah berpacaran sebelum akad pernikahan dan berjanji akan setia berkasih sayang sepanjang jaman?

    apabila antum mencintai pasangan antum karena Allah SWT…..
    insya Allah antum akan mencintai pasangan antum tanpa pacaran terlebih dahulu…..

    “laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik” “laki-laki yang buruk untuk wanita yang buruk dan wanita yang buruk untuk laki-laki yang buruk”…..

    perbaikilah diri insyaAllah akan diberikan kemudahan mendapatkan pasangan dengan jalan yang diridhoi Allah SWT….
    wallahu a’lam

  10. 2007 September 14

    Pacaran (percintaan pra-nikah) sudah ada pada zaman Rasul.
    Alhamdulillah, okikuswanda sudah menyadari kekeliruannya, seperti yang dia ungkapkan di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/#comment-696
    Semoga bayu pun bisa segera menyadari bahwa pacaran bukanlah milik Barat yang tidak bisa kita islamisasikan.

  11. 2007 September 14
    hamba Allah permalink

    @Bayu
    Benar, “laki-laki yang baik untuk wanita yang baik dan wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”
    Pacaran yang islami merupakan aktivitas yang dilakukan oleh lelaki dan wanita baik=baik.
    Jadi, dengan jalan ini “insyaAllah akan diberikan kemudahan mendapatkan pasangan dengan jalan yang diridhoi Allah SWT”

  12. 2007 September 15
    agustino17 permalink

    please donk……..!jangan mendoktrin pemuda-pemuda kita dengan yang memberi harapan untuk berbuat zina lebih jauh.Pada mulanya ya emang pacaran islami,pertama-tama kalo sudah berdua-duaan cenderung untuk saling memandang dengan pandangan yang penuh makna,setelah saling memandang lalu saling berpegangan.wah….siapa sih yang ga kuat kalo setan udah masuk dalam jiwa mereka..mulailah perbuatan zina itu dilakukan….bahaya banget kan…..!oleh karena itu,masa ada sih pacaran dalam islam…kalo gitu ntar ada zina yang islami,khomer yang islami dan semua yang belakangnya di kasih label islami…..cape dech……!

    Tanggapan Admin:
    Agustino, apakah kau belum baca artikel2 lain di situs ini?
    Kalau belum, pantaslah kau salah paham.
    Belum tahukah kau bahwa Rasulullah merestui percintaan pranikah? Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/

  13. 2007 September 15

    Ana masih kurang begitu mengerti, karena itu ana mau bertanya.
    Jadi pacaran yang baik itu seperti apa?
    Apakah boleh pacaran di usia muda dan tidak bertujuan untuk menikah?

    Butuh penjelasan yang panjang-lebar ‘tuk jelaskan pacaran yang baik itu seperti apa. Silakan ikuti terus website ini ‘tuk dapatkan gambarannya.
    Pacaran di usia muda dan tidak bertujuan menikah tidak kami anjurkan.

  14. 2007 September 18
    akoedw permalink

    saya memang belum baca seluruh isi blog ini
    apakah sampai di sini semua masih terjebak dalam perang pengertian???????

    Sebagian hanya persoalan istilah, tapi sebagian lainnya tidak.

  15. 2007 November 12
    Abad.. permalink

    Sayang sekali waktu saya habiz u/ baca blog sprt ini. Pa’Shodiq coba tolong cari peluang bisnis lain….. ato setidaknya jangan membingungkan umat (generasi muda… ka’ saya).

  16. 2007 November 12

    @ Abad

    Ya, pemanfaatan waktu itu perlu efisien. Kalau bingung, obatnya adalah bertanya.

  17. 2007 November 12
    blogwalker permalink

    Wah, hari ini postingan ini banyak pengunjungnya.
    Ternyata ini disebabkan oleh fitnah di http://hidayatullah.com/index.php?option=com_joomlaboard&func=view&id=41444&catid=17

    Sang mufty tampak berusaha menyembunyikan kebenaran, mencoba mengalihkan perhatian pembaca supaya tidak menyimak pandangan Ibnu Qayyim di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/10/contoh-pacaran-islami-ala-ibnu-qayyim-al-juziyah-2

    :: Berhati-hatilah menghadapi kata-kata tuduhan yang menjelek-jelekkan orang!

  18. 2008 Februari 18
    gigih eka pratama permalink

    assalamualaikum..

    waahh..alhamdulillah sekarang ane ngerti hakekatnya berpacaran itu gimana..dari sini ane bisa tau kapan ane bisa memulai u/ taaruf dengan akhwat dan tau saatnya jika ane belum siap..makasih ats artikelnya yang subhanallah,..wassalam

  19. 2008 September 17
    Riani permalink

    aQ agak miris melihat pergaulan ank2 jaman sekarang.
    Semoga banyak anak2 yang lihat situs ini jadi mereka dapat mengurangi cara pacaran mereka [yang negatif].

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Panduan Pacaran di Bulan Ramadhan « Pacaran Islami
  2. Ramadhan untuk pacaran saja? « Pacaran Islami
  3. Mereka berusaha menyembunyikan kebenaran? « M. Shodiq Mustika
  4. Catatan Ibnu Qayyim mengenai contoh-contoh pacaran islami « Pacaran Islami
  5. Panduan Pacaran di Bulan Ramadhan « Ryoo24041990’s Weblog
  6. vizentica.blogr.com - stories - 2009-07-26-Pacaran-Islami

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS