<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sentuhan sebagai Ekspresi Cinta (Menurut Sunnah Nabi)</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: vizentica.blogr.com - stories - 2009-07-26-Pacaran-Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-4231</link>
		<dc:creator>vizentica.blogr.com - stories - 2009-07-26-Pacaran-Islami</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 10:00:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-4231</guid>
		<description>[...] Sentuhan sebagai Ekspresi Cinta (Menurut Sunnah Nabi) ada syaratnya [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sentuhan sebagai Ekspresi Cinta (Menurut Sunnah Nabi) ada syaratnya [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Jabat Tangan (Bukan Muhrim) &#171; muslim sejati</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-4206</link>
		<dc:creator>Jabat Tangan (Bukan Muhrim) &#171; muslim sejati</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 00:46:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-4206</guid>
		<description>[...] Abu Syuqqah menyatakan dalam Kebebasan Wanita, Jilid 2, hlm. 120-122: Dalam hal ini, kita dapat membandingkan antara menghindarnya Rasulullah saw. dari berjabatan tangan dengan kaum wanita sewaktu melakukan bai’at dengan beberapa peristiwa ketika Rasulullah saw. menyentuh beberapa orang wanita. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Abu Syuqqah menyatakan dalam Kebebasan Wanita, Jilid 2, hlm. 120-122: Dalam hal ini, kita dapat membandingkan antara menghindarnya Rasulullah saw. dari berjabatan tangan dengan kaum wanita sewaktu melakukan bai’at dengan beberapa peristiwa ketika Rasulullah saw. menyentuh beberapa orang wanita. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Jabat Tangan Dengan Pria &#171; Muslim12&#039;s Blog</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-4198</link>
		<dc:creator>Jabat Tangan Dengan Pria &#171; Muslim12&#039;s Blog</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 15:47:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-4198</guid>
		<description>[...] Abu Syuqqah menyatakan dalam Kebebasan Wanita, Jilid 2, hlm. 120-122: Dalam hal ini, kita dapat membandingkan antara menghindarnya Rasulullah saw. dari berjabatan tangan dengan kaum wanita sewaktu melakukan bai’at dengan beberapa peristiwa ketika Rasulullah saw. menyentuh beberapa orang wanita. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Abu Syuqqah menyatakan dalam Kebebasan Wanita, Jilid 2, hlm. 120-122: Dalam hal ini, kita dapat membandingkan antara menghindarnya Rasulullah saw. dari berjabatan tangan dengan kaum wanita sewaktu melakukan bai’at dengan beberapa peristiwa ketika Rasulullah saw. menyentuh beberapa orang wanita. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-4191</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 08:06:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-4191</guid>
		<description>@ nai
Jawabannya sudah tersedia dalam postingan di atas. Silakan baca kembali dengan lebih cermat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ nai<br />
Jawabannya sudah tersedia dalam postingan di atas. Silakan baca kembali dengan lebih cermat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nai</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-4189</link>
		<dc:creator>nai</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 04:07:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-4189</guid>
		<description>Adakah maksudnya dibolehkan bagi mereka yang berpacar itu berpegang tangan dan berdua-duaan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Adakah maksudnya dibolehkan bagi mereka yang berpacar itu berpegang tangan dan berdua-duaan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-4186</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 09:41:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-4186</guid>
		<description>@ budijayatf
Terima kasih atas masukannya. Seperti yang dijelaskan di halaman &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/about/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;About&lt;/a&gt;, blog ini terutama ditujukan kepada kaum awam. Bagi pembaca tertentu yang ingin mendalaminya, dipersilakan menelusuri referensi yang telah disebutkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ budijayatf<br />
Terima kasih atas masukannya. Seperti yang dijelaskan di halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/" rel="nofollow">About</a>, blog ini terutama ditujukan kepada kaum awam. Bagi pembaca tertentu yang ingin mendalaminya, dipersilakan menelusuri referensi yang telah disebutkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: budijayatf</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-4185</link>
		<dc:creator>budijayatf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 08:02:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-4185</guid>
		<description>Maaf sebelumnya, saya ini orang bodoh yang berharap bisa menimba ilmu dari yang memiliki ilmu lebih disini.

Klo sudah berhubungan dengan dalil, tolong ditunjukkan bahasa arobnya biar bisa di telaah bersama maknanya. Dalam kaidah bahasa arob yang saya tau, ada tingkatan memaknai suatu dalil yang hal itu akan batal jika dimaknai orang yang tidak memiliki ilmu alat (nahwu, shorof, balaghoh, mantek, dsb.).

Kasian juga melihat adanya fitnah yang berkembang disini, sungguh yang Maha Tahu hanya Allah dan manusia hanya berprasangka saja.

Jikalau manusia mengetahui karena karomah atau memiliki ilmu yang lebih dibanding referensi disini, mohon untuk menyampaikan dengan baik dan benar.

Allah a&#039;lam
Mohon maaf, terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf sebelumnya, saya ini orang bodoh yang berharap bisa menimba ilmu dari yang memiliki ilmu lebih disini.</p>
<p>Klo sudah berhubungan dengan dalil, tolong ditunjukkan bahasa arobnya biar bisa di telaah bersama maknanya. Dalam kaidah bahasa arob yang saya tau, ada tingkatan memaknai suatu dalil yang hal itu akan batal jika dimaknai orang yang tidak memiliki ilmu alat (nahwu, shorof, balaghoh, mantek, dsb.).</p>
<p>Kasian juga melihat adanya fitnah yang berkembang disini, sungguh yang Maha Tahu hanya Allah dan manusia hanya berprasangka saja.</p>
<p>Jikalau manusia mengetahui karena karomah atau memiliki ilmu yang lebih dibanding referensi disini, mohon untuk menyampaikan dengan baik dan benar.</p>
<p>Allah a&#8217;lam<br />
Mohon maaf, terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: milham</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-3563</link>
		<dc:creator>milham</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 00:40:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-3563</guid>
		<description>Beliau dan Ummu Sulaim adalah bibi Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam baik apabila dihubungkan dengan sepersusuan ataupun dikaitkan dengan nasab, sehingga menjadi halal menyendiri keduanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Beliau dan Ummu Sulaim adalah bibi Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam baik apabila dihubungkan dengan sepersusuan ataupun dikaitkan dengan nasab, sehingga menjadi halal menyendiri keduanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bolehnya Jabat Tangan Pria-Wanita &#171; Muslim Moderat</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-3149</link>
		<dc:creator>Bolehnya Jabat Tangan Pria-Wanita &#171; Muslim Moderat</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 02:38:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-3149</guid>
		<description>[...] Abu Syuqqah menyatakan dalam Kebebasan Wanita, Jilid 2, hlm. 120-122: Dalam hal ini, kita dapat membandingkan antara menghindarnya Rasulullah saw. dari berjabatan tangan dengan kaum wanita sewaktu melakukan bai&#8217;at dengan beberapa peristiwa ketika Rasulullah saw. menyentuh beberapa orang wanita. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Abu Syuqqah menyatakan dalam Kebebasan Wanita, Jilid 2, hlm. 120-122: Dalam hal ini, kita dapat membandingkan antara menghindarnya Rasulullah saw. dari berjabatan tangan dengan kaum wanita sewaktu melakukan bai&#8217;at dengan beberapa peristiwa ketika Rasulullah saw. menyentuh beberapa orang wanita. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imam-salafy</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-3093</link>
		<dc:creator>imam-salafy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 15:12:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-3093</guid>
		<description>Sentuhan sebagai Ekspresi Cinta (Menurut Sunnah Nabi)

&quot;&quot;Demi Alloh, adalah tangan Rasulullah belum pernah menyentuh tangan wanita kecuali yang beliau miliki (nikahi).&quot;&quot; [HR al-Bukhari].

&quot;&quot;Sungguh apabila kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan besi, maka hal itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya .&quot;&quot; [HR ath-Thabrani dan al-Baihaqi. Imam al-Mundziri berkata : para perawi hadits ini tsiqaat (terpercaya/kredibel)].Berikut ini beberapa gambaran yang tiada duanya tentang perhatian [tanazhur] dan kasih sayang yang luar biasa, tercermin dari penyiapan dan pengadaan sampai ke pendandanan. Dari Anas r.a. dikatakan bahwa Ummu Sulaim menggelar tikar (dari kulit) untuk Nabi saw., kemudian beliau tidur (siang) di atasnya. Anas berkata: “Ketika Nabi saw. tidur, Ummu Sulaim mengambil keringat dan rambut beliau, lalu mengumpulkannya dalam suatu bejana, kemudian mengumpulkannya ke dalam wewangian ….” (HR Bukhari dan Muslim) (Shahih Bukhari, Kitab: Memohon izin, Bab: Orang yang mengunjungi suatu kaum, lalu tidur di tempat mereka, jilid 13, hlm. 312. Shahih Muslim, Kitab: Keutamaan-keutamaan, Bab: Harumnya keringat Nabi saw, jilid 7, hlm. 82.)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sentuhan sebagai Ekspresi Cinta (Menurut Sunnah Nabi)</p>
<p>&#8220;&#8221;Demi Alloh, adalah tangan Rasulullah belum pernah menyentuh tangan wanita kecuali yang beliau miliki (nikahi).&#8221;" [HR al-Bukhari].</p>
<p>&#8220;&#8221;Sungguh apabila kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan besi, maka hal itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya .&#8221;" [HR ath-Thabrani dan al-Baihaqi. Imam al-Mundziri berkata : para perawi hadits ini tsiqaat (terpercaya/kredibel)].Berikut ini beberapa gambaran yang tiada duanya tentang perhatian [tanazhur] dan kasih sayang yang luar biasa, tercermin dari penyiapan dan pengadaan sampai ke pendandanan. Dari Anas r.a. dikatakan bahwa Ummu Sulaim menggelar tikar (dari kulit) untuk Nabi saw., kemudian beliau tidur (siang) di atasnya. Anas berkata: “Ketika Nabi saw. tidur, Ummu Sulaim mengambil keringat dan rambut beliau, lalu mengumpulkannya dalam suatu bejana, kemudian mengumpulkannya ke dalam wewangian ….” (HR Bukhari dan Muslim) (Shahih Bukhari, Kitab: Memohon izin, Bab: Orang yang mengunjungi suatu kaum, lalu tidur di tempat mereka, jilid 13, hlm. 312. Shahih Muslim, Kitab: Keutamaan-keutamaan, Bab: Harumnya keringat Nabi saw, jilid 7, hlm. 82.)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Janggut_naga83</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-2878</link>
		<dc:creator>Janggut_naga83</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 10:03:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-2878</guid>
		<description>&quot;Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk&quot; (Al-Isra 32)

ketika Ali Bin Abu Thalib ra melihat wanita ajnabi(non muhrim) segera dipalingkan oleh rasulullah saw, dimana beliau saw bersabda &quot;Wahai Ali! janganlah engkau mengikuti satu pandangan dengan pandangan lain karena engkau hanyalah memiliki yang pertama dan tidak untuk yang selanjutnya&quot; (HR. Al Haakim dalam Al Mustadrak)

Sekedar mengingatkan..
Segeralah bertaubat...

Allaahuakbar semoga Syariah islam jaya.. Amiin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk&#8221; (Al-Isra 32)</p>
<p>ketika Ali Bin Abu Thalib ra melihat wanita ajnabi(non muhrim) segera dipalingkan oleh rasulullah saw, dimana beliau saw bersabda &#8220;Wahai Ali! janganlah engkau mengikuti satu pandangan dengan pandangan lain karena engkau hanyalah memiliki yang pertama dan tidak untuk yang selanjutnya&#8221; (HR. Al Haakim dalam Al Mustadrak)</p>
<p>Sekedar mengingatkan..<br />
Segeralah bertaubat&#8230;</p>
<p>Allaahuakbar semoga Syariah islam jaya.. Amiin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aditya</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-2868</link>
		<dc:creator>Aditya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 15:10:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-2868</guid>
		<description>bagaimana dengan kutipan hadits ini, pak:

&quot;Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.&quot;



&lt;blockquote&gt;Tanggapan M Shodiq Mustika:
Tingkat keshahihan hadits (yang diriwayatkan oleh Thabrani) tersebut berada di bawah keshahihan hadits-hadits (riwayat Bukhari-Muslim) yang dikemukakan oleh Abu Syuqqah di buku &lt;em&gt;Kebebasan Wanita&lt;/em&gt; itu.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana dengan kutipan hadits ini, pak:</p>
<p>&#8220;Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.&#8221;</p>
<blockquote><p>Tanggapan M Shodiq Mustika:<br />
Tingkat keshahihan hadits (yang diriwayatkan oleh Thabrani) tersebut berada di bawah keshahihan hadits-hadits (riwayat Bukhari-Muslim) yang dikemukakan oleh Abu Syuqqah di buku <em>Kebebasan Wanita</em> itu.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-2807</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 18:22:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-2807</guid>
		<description>@ george

1) Mengambil air memang bisa pakai ciduk. Tapi mengambil keringat justru perlu tangan yang disentuhkan ke tubuh, entah persentuhan langsung entah persentuhan dengan kain.

2) Bahwa hadits ini juga berlaku bagi umat Muhammad, lihat komentar saya di atas, &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-871&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;23 September 2007 pada 2:30&lt;/a&gt;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ george</p>
<p>1) Mengambil air memang bisa pakai ciduk. Tapi mengambil keringat justru perlu tangan yang disentuhkan ke tubuh, entah persentuhan langsung entah persentuhan dengan kain.</p>
<p>2) Bahwa hadits ini juga berlaku bagi umat Muhammad, lihat komentar saya di atas, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-871" rel="nofollow">23 September 2007 pada 2:30</a>.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: george</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-2779</link>
		<dc:creator>george</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 19:28:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-2779</guid>
		<description>saya tidak mengerti banyak, tapi saya tidak  melihat statement bahwa ummu sulaim menyentuh rasulullah. ketika mengambil keringat beliau, saya pikir kok mustahil ya hanya memakai tangan. seciduk air yang kita ambil dengan tangan aja banyak yang tumpah, apalagi keringat?
lagipula yang saya tahu bahwa raslullah menikah dengan istri2nya pasca kematian khadijah adalah berdasarkan wahyu, bukan perasaan tertarik pribadi rasulullah. perlu diselidiki apakah kejadian tadi hanya berlaku untuk Rasulullah saja atau juga umatnya? tolong dibahas ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya tidak mengerti banyak, tapi saya tidak  melihat statement bahwa ummu sulaim menyentuh rasulullah. ketika mengambil keringat beliau, saya pikir kok mustahil ya hanya memakai tangan. seciduk air yang kita ambil dengan tangan aja banyak yang tumpah, apalagi keringat?<br />
lagipula yang saya tahu bahwa raslullah menikah dengan istri2nya pasca kematian khadijah adalah berdasarkan wahyu, bukan perasaan tertarik pribadi rasulullah. perlu diselidiki apakah kejadian tadi hanya berlaku untuk Rasulullah saja atau juga umatnya? tolong dibahas ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yuni</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-2450</link>
		<dc:creator>yuni</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 08:43:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-2450</guid>
		<description>Allahu Akbar... taubat mas... taubat.... saya jadi males mbaca blog ini... menjadi celah setan untuk membenarkan perkara yang sudah jelas salah....



&lt;blockquote&gt;Tanggapan Admin:
Allaahu a&#039;lam.
1) Apakah Anda belum baca halaman &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/taut-favorit/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Wajib Baca&lt;/a&gt;?
2) Silakan baca pula blog-blog lain, sekurang-kurangnya sebagai pembanding. Mungkin Anda bukan tergolong tergolong khalayak utama yang kami bidik. Lihat halaman &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/profil-pembaca/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Profil Pembaca&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allahu Akbar&#8230; taubat mas&#8230; taubat&#8230;. saya jadi males mbaca blog ini&#8230; menjadi celah setan untuk membenarkan perkara yang sudah jelas salah&#8230;.</p>
<blockquote><p>Tanggapan Admin:<br />
Allaahu a&#8217;lam.<br />
1) Apakah Anda belum baca halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taut-favorit/" rel="nofollow">Wajib Baca</a>?<br />
2) Silakan baca pula blog-blog lain, sekurang-kurangnya sebagai pembanding. Mungkin Anda bukan tergolong tergolong khalayak utama yang kami bidik. Lihat halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/profil-pembaca/" rel="nofollow">Profil Pembaca</a>.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mama nana</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-1437</link>
		<dc:creator>mama nana</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 20:36:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-1437</guid>
		<description>Yth. Bandel,

Ummu Haram r.a. = saudari Ummu Sulaim r.a.
Ummu Sulaim r.a. = ibunda Anas r.a.
Anas r.a. = pelayan Nabi saw.

NB: Jangan bandel lagi ya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Bandel,</p>
<p>Ummu Haram r.a. = saudari Ummu Sulaim r.a.<br />
Ummu Sulaim r.a. = ibunda Anas r.a.<br />
Anas r.a. = pelayan Nabi saw.</p>
<p>NB: Jangan bandel lagi ya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bandel</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-1350</link>
		<dc:creator>bandel</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 05:36:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-1350</guid>
		<description>aq kok kurang ngerti, 

hubungan Ummu Sulaim, Ummu Haram dengan Nabi emang apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aq kok kurang ngerti, </p>
<p>hubungan Ummu Sulaim, Ummu Haram dengan Nabi emang apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-1099</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 21:38:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-1099</guid>
		<description>Betul, keadaannya itu urgen (penting). Karena itu, walau tidak melarang secara mutlak, kami setuju bahwa &quot;&lt;i&gt;kalau sekadar pegangan tangan atau sentuh2an sih dihindari aja laah&lt;/i&gt;&quot;. Seperti dalam jabat-tangan, Abu Syuqqah membolehkan kita menyentuh wanita hanya jika kita benar-benar yakin aman dari fitnah dan &lt;b&gt;ada alasan yang patut&lt;/b&gt;. Lihat http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/10/bolehnya-jabat-tangan-pria-wanita/

Oh ya, Abu Syuqqah mengatakan bahwa Haitsami, dalam &lt;em&gt;Majma az-Zawaa&#039;id&lt;/em&gt;, menyatakan bahwa sanad hadits Nabi menyentuh wanita itu &quot;dapat dipercaya&quot; (kuat/shahih).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul, keadaannya itu urgen (penting). Karena itu, walau tidak melarang secara mutlak, kami setuju bahwa &#8220;<i>kalau sekadar pegangan tangan atau sentuh2an sih dihindari aja laah</i>&#8220;. Seperti dalam jabat-tangan, Abu Syuqqah membolehkan kita menyentuh wanita hanya jika kita benar-benar yakin aman dari fitnah dan <b>ada alasan yang patut</b>. Lihat <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/10/bolehnya-jabat-tangan-pria-wanita/" rel="nofollow">http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/10/bolehnya-jabat-tangan-pria-wanita/</a></p>
<p>Oh ya, Abu Syuqqah mengatakan bahwa Haitsami, dalam <em>Majma az-Zawaa&#8217;id</em>, menyatakan bahwa sanad hadits Nabi menyentuh wanita itu &#8220;dapat dipercaya&#8221; (kuat/shahih).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ikhsan</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-1097</link>
		<dc:creator>ikhsan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 20:58:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-1097</guid>
		<description>yaa tapi itu kan dalam saat urgent pak. kalau sekadar pegangan tangan atau sentuh2an sih dihindari aja laah. ngomong2 sanad haditsnya apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yaa tapi itu kan dalam saat urgent pak. kalau sekadar pegangan tangan atau sentuh2an sih dihindari aja laah. ngomong2 sanad haditsnya apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/comment-page-1/#comment-1096</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Oct 2007 20:46:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-1096</guid>
		<description>Sudah kubuka kembali buku Abu Syuqqah itu dan kutemukan di jilid berapa dan halaman mana disebutkannya hadits yang menyebut Nabi menyentuh wanita.

Sebelum paragraf &quot;&lt;a href=&quot;http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/10/bolehnya-jabat-tangan-pria-wanita/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Dalam hal ini, kita dapat membandingkan....&lt;/a&gt;&quot; (&lt;i&gt;Kebebasan Wanita&lt;/i&gt;, jilid 2, hlm. 120, Abu Syuqqah mencantumkan hadits:

&lt;blockquote&gt;&quot;Dari Abdullah bin Muhammad bi Abdullah bin Zaid, dari salah seorang perempuan mereka dikatakan bahwa: Masuk kepadaku Rasulullah saw. ketika aku sedang makan menggunakan tangan kiri. Ketika itu aku adalah seorang wanita yang susah. Lantas &lt;b&gt;Rasulullah memukul tanganku&lt;/b&gt; sehingga jatuh apa yang ada dalam genggamanku. Lalu beliau berkata padaku: &#039;Janganlah kamu makan menggunakan tangan kiri, karena Allah telah menjadikan tangan kanan untukmu.&#039; Atau beliau berkata: &#039;Allah sudah membebaskan tangan kananmu.&#039; ....&quot; (HR Ahmad)&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah kubuka kembali buku Abu Syuqqah itu dan kutemukan di jilid berapa dan halaman mana disebutkannya hadits yang menyebut Nabi menyentuh wanita.</p>
<p>Sebelum paragraf &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/10/bolehnya-jabat-tangan-pria-wanita/" rel="nofollow">Dalam hal ini, kita dapat membandingkan&#8230;.</a>&#8221; (<i>Kebebasan Wanita</i>, jilid 2, hlm. 120, Abu Syuqqah mencantumkan hadits:</p>
<blockquote><p>&#8220;Dari Abdullah bin Muhammad bi Abdullah bin Zaid, dari salah seorang perempuan mereka dikatakan bahwa: Masuk kepadaku Rasulullah saw. ketika aku sedang makan menggunakan tangan kiri. Ketika itu aku adalah seorang wanita yang susah. Lantas <b>Rasulullah memukul tanganku</b> sehingga jatuh apa yang ada dalam genggamanku. Lalu beliau berkata padaku: &#8216;Janganlah kamu makan menggunakan tangan kiri, karena Allah telah menjadikan tangan kanan untukmu.&#8217; Atau beliau berkata: &#8216;Allah sudah membebaskan tangan kananmu.&#8217; &#8230;.&#8221; (HR Ahmad)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
