<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Haruskah wanita disertai muhrim ketika bepergian?</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Helmi Rahim</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-3968</link>
		<dc:creator>Helmi Rahim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 05:33:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-3968</guid>
		<description>Makanya jangan jadi Cewe&#039; bagus itu jadi cowo, gitu aj kok repot</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makanya jangan jadi Cewe&#8217; bagus itu jadi cowo, gitu aj kok repot</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-3429</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 05:27:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-3429</guid>
		<description>@ abi

Ya, marilah kita cari kebenaran, bukan pembenaran. Dan yang sempurna kebenarannya bukanlah ustad manapun, melainkan Allah Sang Mahabenar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ abi</p>
<p>Ya, marilah kita cari kebenaran, bukan pembenaran. Dan yang sempurna kebenarannya bukanlah ustad manapun, melainkan Allah Sang Mahabenar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abi</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-3419</link>
		<dc:creator>abi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 12:03:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-3419</guid>
		<description>setelah baca bantahannya ustadz abdurahman insyaAllah yg lbh benar..sdh jelas hadist yg diutarakan oleh beliau dan fatwa Syaikh Fauzan ttg tidak bolehnya wanita berpergian seoran diri tanpa disertai mahram.

carilah kebenaran bukan pembenaran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setelah baca bantahannya ustadz abdurahman insyaAllah yg lbh benar..sdh jelas hadist yg diutarakan oleh beliau dan fatwa Syaikh Fauzan ttg tidak bolehnya wanita berpergian seoran diri tanpa disertai mahram.</p>
<p>carilah kebenaran bukan pembenaran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Siapa itu Antosalafy? &#171; Mereka Bicara Salafy n Wahabi</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1635</link>
		<dc:creator>Siapa itu Antosalafy? &#171; Mereka Bicara Salafy n Wahabi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 11:06:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1635</guid>
		<description>[...] gampang merajuk bahkan sempat berniat menutup blog dan membuat blog baru. 15. Mendukung fitnah. 16. Kerepotan dengan bahasa Inggris, tapi sok yakin merevisi skripsi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] gampang merajuk bahkan sempat berniat menutup blog dan membuat blog baru. 15. Mendukung fitnah. 16. Kerepotan dengan bahasa Inggris, tapi sok yakin merevisi skripsi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hamba Allah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1524</link>
		<dc:creator>Hamba Allah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 08:57:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1524</guid>
		<description>Makna &quot;meramal&quot; menurut &lt;i&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;/i&gt; (KBBI), Edisi Kedua, hlm. 813:

&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;1&lt;/b&gt; melihat nasib orang;
&lt;b&gt;2&lt;/b&gt; menduga; menelaah;
[contoh]: &lt;i&gt;dari peristiwa penting, orang bijaksana dapat &lt;b&gt;meramal&lt;/b&gt; malapetaka yang bakal datang&lt;/blockquote&gt;

Di situ terlihat jelas, kata &quot;meramal&quot; mengandung makna positif yang terdapat pada &quot;orang bijaksana&quot;. Oleh karena itu, penggunaan kata &quot;meramal&quot; oleh ustad Sodiq di atas sudah tepat, tak perlu diganti.

Jadi, antosalafy &amp; si &quot;belajar berkata jujur&quot; telah melontarkan &lt;b&gt;tuduhan yang mengada-ada&lt;/b&gt; mengenai kata-kata pak ustad itu. Oleh karena itu, keduanya haruslah meminta maaf kepada Ustad Sodiq. (Itu kalau mereka memang salaf sejati dan betul-betul jujur.)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makna &#8220;meramal&#8221; menurut <i>Kamus Besar Bahasa Indonesia</i> (KBBI), Edisi Kedua, hlm. 813:</p>
<blockquote><p><b>1</b> melihat nasib orang;<br />
<b>2</b> menduga; menelaah;<br />
[contoh]: <i>dari peristiwa penting, orang bijaksana dapat <b>meramal</b> malapetaka yang bakal datang</i></p></blockquote>
<p>Di situ terlihat jelas, kata &#8220;meramal&#8221; mengandung makna positif yang terdapat pada &#8220;orang bijaksana&#8221;. Oleh karena itu, penggunaan kata &#8220;meramal&#8221; oleh ustad Sodiq di atas sudah tepat, tak perlu diganti.</p>
<p>Jadi, antosalafy &amp; si &#8220;belajar berkata jujur&#8221; telah melontarkan <b>tuduhan yang mengada-ada</b> mengenai kata-kata pak ustad itu. Oleh karena itu, keduanya haruslah meminta maaf kepada Ustad Sodiq. (Itu kalau mereka memang salaf sejati dan betul-betul jujur.)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Belajar berkata jujur.</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1519</link>
		<dc:creator>Belajar berkata jujur.</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 03:34:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1519</guid>
		<description>mr. shodiq ini sudah salah masih juga berkelit. Jika mr. ini ikhlas menginginkan kebaikan, tentu segera mengakui kesalahan dan meralat kata2nya. Bukannya malah berkelit dan mengatakan bahwa ramalan rasulullah berbeda dengan ramalan paranormal. cari di KBBI tentang arti &quot;ramalam&quot;, jangan asbun (asal bunyi). Yang jelas kata meramal itu tidak tepat.  Gantilah dengan memberitakan atau mengabarkan. Jelas sekali bahwa makna meramal itu adalah tebak-tebakan, bisa salah dan bisa benar. Apakah mr. masih mau berkelit lagi?



&lt;blockquote&gt;Tanggapan Admin:

Pak Shodiq sudah menulis:

&lt;strong&gt;Ya, mungkin aku kurang jitu dalam memilih kata sehingga disalahpahami pembaca. Bagaimanapun, aku memandang bahwa ramalan Rasul berbeda dengan ramalan paranormal. Kau punya saran apa untuk mengganti istilah “ramalan Nabi”?&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mr. shodiq ini sudah salah masih juga berkelit. Jika mr. ini ikhlas menginginkan kebaikan, tentu segera mengakui kesalahan dan meralat kata2nya. Bukannya malah berkelit dan mengatakan bahwa ramalan rasulullah berbeda dengan ramalan paranormal. cari di KBBI tentang arti &#8220;ramalam&#8221;, jangan asbun (asal bunyi). Yang jelas kata meramal itu tidak tepat.  Gantilah dengan memberitakan atau mengabarkan. Jelas sekali bahwa makna meramal itu adalah tebak-tebakan, bisa salah dan bisa benar. Apakah mr. masih mau berkelit lagi?</p>
<blockquote><p>Tanggapan Admin:</p>
<p>Pak Shodiq sudah menulis:</p>
<p><strong>Ya, mungkin aku kurang jitu dalam memilih kata sehingga disalahpahami pembaca. Bagaimanapun, aku memandang bahwa ramalan Rasul berbeda dengan ramalan paranormal. Kau punya saran apa untuk mengganti istilah “ramalan Nabi”?</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1361</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 19:47:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1361</guid>
		<description>@ ikhsan

Ya, mungkin aku kurang jitu dalam memilih kata sehingga disalahpahami pembaca. Bagaimanapun, aku memandang bahwa ramalan Rasul berbeda dengan ramalan paranormal. Kau punya saran apa untuk mengganti istilah &quot;ramalan Nabi&quot;?

Yang pasti, antosalafy itu jelas2 &quot;salah paham&quot;, yang dalam terminologi logika disebut sesat-pikir alias fallacy. (Fallacy ini tak jarang kulihat pada tulisan para penentang islamisasi pacaran.)

Kalau kita mengatakan bahwa Nabi &quot;meramal&quot;, itu bukan berarti kita menyatakan bahwa beliau &quot;tukang ramal&quot;. Silakan bandingkan dengan pernyataan lain. Untuk contoh, mari kita lihat kembali hadits riwayat Ahmad seperti yang kusebut di 
http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-1096

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad tsb mengabarkan bagaimana Nabi saw. &quot;memukul&quot; tangan seorang wanita non-muhrim. Apakah dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa Imam Ahmad itu menuduh Rasulullah saw. sebagai &quot;tukang pukul&quot;? Tentu tidak!

Jelas?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ikhsan</p>
<p>Ya, mungkin aku kurang jitu dalam memilih kata sehingga disalahpahami pembaca. Bagaimanapun, aku memandang bahwa ramalan Rasul berbeda dengan ramalan paranormal. Kau punya saran apa untuk mengganti istilah &#8220;ramalan Nabi&#8221;?</p>
<p>Yang pasti, antosalafy itu jelas2 &#8220;salah paham&#8221;, yang dalam terminologi logika disebut sesat-pikir alias fallacy. (Fallacy ini tak jarang kulihat pada tulisan para penentang islamisasi pacaran.)</p>
<p>Kalau kita mengatakan bahwa Nabi &#8220;meramal&#8221;, itu bukan berarti kita menyatakan bahwa beliau &#8220;tukang ramal&#8221;. Silakan bandingkan dengan pernyataan lain. Untuk contoh, mari kita lihat kembali hadits riwayat Ahmad seperti yang kusebut di<br />
<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-1096" rel="nofollow">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/23/sentuhan-sebagai-ekspresi-cinta-menurut-sunnah-nabi/#comment-1096</a></p>
<p>Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad tsb mengabarkan bagaimana Nabi saw. &#8220;memukul&#8221; tangan seorang wanita non-muhrim. Apakah dengan demikian, bisa kita simpulkan bahwa Imam Ahmad itu menuduh Rasulullah saw. sebagai &#8220;tukang pukul&#8221;? Tentu tidak!</p>
<p>Jelas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ikhsan</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1358</link>
		<dc:creator>ikhsan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 11:14:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1358</guid>
		<description>mari berprasangka baik. mungkin pak shodiq hanya salah dalam pemilihan kata, tetapi sebenarnya dia bermaksud untuk menyampaikan bahwa memang perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah wahyu yang pasti akan terjadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mari berprasangka baik. mungkin pak shodiq hanya salah dalam pemilihan kata, tetapi sebenarnya dia bermaksud untuk menyampaikan bahwa memang perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah wahyu yang pasti akan terjadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: antosalafy</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1356</link>
		<dc:creator>antosalafy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 10:39:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1356</guid>
		<description>4. M Shodiq Mustika - 12 Oktober 2007

    @ikhsan

    Yang kau maksud dengan ’sifat’ itu apa?
    Dua hadits tsb sifatnya bisa sama, bisa pula berbeda.
    Keduanya sama-sama berisi ramalan Nabi.
    Hanya saja, ramalan pertama (mengenai perempuan bepergian) merupakan kabar gembira, sedangkan ramalan kedua (mengenai penghalalan zina dll.) merupakan kabar buruk.

Saya berkata: Subhanallah. Anda berani sekali menuduh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai tukang ramal. Yang namanya ramalah itu bisa benar bisa salah. Apakah anda menyamakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan dukun, paranormal, dan ahli nujum --yg mereka ini adalah sejatinya para pendusta. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Sadarlah Pak Shodiq, takutlah kepada Allah.

Ketahuilah bahwa apa yang disampaikan dan dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah wahyu dan itu adalah benar dan pasti terjadi. Wamaa yanthiqu &#039;anil hawaa, inhuwa illa wahyunyuwuha...&quot;(QS An-Najm: 3-4). Allahu yahdikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>4. M Shodiq Mustika &#8211; 12 Oktober 2007</p>
<p>    @ikhsan</p>
<p>    Yang kau maksud dengan ’sifat’ itu apa?<br />
    Dua hadits tsb sifatnya bisa sama, bisa pula berbeda.<br />
    Keduanya sama-sama berisi ramalan Nabi.<br />
    Hanya saja, ramalan pertama (mengenai perempuan bepergian) merupakan kabar gembira, sedangkan ramalan kedua (mengenai penghalalan zina dll.) merupakan kabar buruk.</p>
<p>Saya berkata: Subhanallah. Anda berani sekali menuduh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai tukang ramal. Yang namanya ramalah itu bisa benar bisa salah. Apakah anda menyamakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan dukun, paranormal, dan ahli nujum &#8211;yg mereka ini adalah sejatinya para pendusta. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Sadarlah Pak Shodiq, takutlah kepada Allah.</p>
<p>Ketahuilah bahwa apa yang disampaikan dan dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah wahyu dan itu adalah benar dan pasti terjadi. Wamaa yanthiqu &#8216;anil hawaa, inhuwa illa wahyunyuwuha&#8230;&#8221;(QS An-Najm: 3-4). Allahu yahdikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pesan Terakhir untuk Sang ‘Ahli Agama’ &#171; M. Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1341</link>
		<dc:creator>Pesan Terakhir untuk Sang ‘Ahli Agama’ &#171; M. Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 11:22:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1341</guid>
		<description>[...] kami. Sayang sekali, keinginan kami ini tak terpenuhi. Yang kami saksikan, kalian tidak saja berkelit dari tanggung jawab atas perbuatan fitnah kalian yang telah lalu. Kini pun kalian tampak berusaha [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] kami. Sayang sekali, keinginan kami ini tak terpenuhi. Yang kami saksikan, kalian tidak saja berkelit dari tanggung jawab atas perbuatan fitnah kalian yang telah lalu. Kini pun kalian tampak berusaha [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zidni</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1336</link>
		<dc:creator>zidni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 06:55:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1336</guid>
		<description>Kalau diskusi isinya menyimpang-nyimpang, &lt;b&gt;mengalihkan persoalan&lt;/b&gt;, hasilnya jelas: DEBAT KUSIR.

Sudahlah. Mereka bebas memilih “logika” iblis seperti yg diterangkan di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/31/logika-iblis-yang-menyesatkan-orang-yang-taat-beragama/ 

Sudahlah. Mereka bebas menolak akal-sehat Adam a.s. yang diterangkan Ibnu Qayyim sbgmn dikutip di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/11/07/pilih-agama-budi-pekerti-ataukah-akal/ 

Pokoknya kita sudah mengingatkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau diskusi isinya menyimpang-nyimpang, <b>mengalihkan persoalan</b>, hasilnya jelas: DEBAT KUSIR.</p>
<p>Sudahlah. Mereka bebas memilih “logika” iblis seperti yg diterangkan di <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/31/logika-iblis-yang-menyesatkan-orang-yang-taat-beragama/" rel="nofollow">http://muhshodiq.wordpress.com/2007/10/31/logika-iblis-yang-menyesatkan-orang-yang-taat-beragama/</a> </p>
<p>Sudahlah. Mereka bebas menolak akal-sehat Adam a.s. yang diterangkan Ibnu Qayyim sbgmn dikutip di <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/11/07/pilih-agama-budi-pekerti-ataukah-akal/" rel="nofollow">http://muhshodiq.wordpress.com/2007/11/07/pilih-agama-budi-pekerti-ataukah-akal/</a> </p>
<p>Pokoknya kita sudah mengingatkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: observer</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1333</link>
		<dc:creator>observer</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 05:26:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1333</guid>
		<description>@ antosalafy

Artikel yang Anda sebut itu sama sekali TIDAK menunjukkan benarnya tuduhan (atau fitnah) kalian bahwa M Shodiq Mustika (dan Yusuf Qardhawi) menipu pembaca dengan mengatasnamakan Imam Bukhari. Artikel tersebut mengalihkan persoalan.

Persoalan lain itu tak perlu ditanggapi. Saya sependapat dengan Sdr. Agorsiloku di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/11/06/korban-fitnah-mohon-saran/#comment-2034</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ antosalafy</p>
<p>Artikel yang Anda sebut itu sama sekali TIDAK menunjukkan benarnya tuduhan (atau fitnah) kalian bahwa M Shodiq Mustika (dan Yusuf Qardhawi) menipu pembaca dengan mengatasnamakan Imam Bukhari. Artikel tersebut mengalihkan persoalan.</p>
<p>Persoalan lain itu tak perlu ditanggapi. Saya sependapat dengan Sdr. Agorsiloku di <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/11/06/korban-fitnah-mohon-saran/#comment-2034" rel="nofollow">http://muhshodiq.wordpress.com/2007/11/06/korban-fitnah-mohon-saran/#comment-2034</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamba allah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1329</link>
		<dc:creator>hamba allah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2007 10:57:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1329</guid>
		<description>pertanyaan saya, kenapa artikel ini dimuat di blog pacaran islami? apa korelasinya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pertanyaan saya, kenapa artikel ini dimuat di blog pacaran islami? apa korelasinya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: antosalafy</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1328</link>
		<dc:creator>antosalafy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2007 10:12:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1328</guid>
		<description>Maka akh abdurrahman ibn sarijan pun sudah mengecek dengan kesungguhan beliau dan ternyata ada kejanggalan di sana. Silakan membaca bantahannya di sini. 
http://antosalafy.wordpress.com/2007/11/07/membungkam-suara-para-perusak-syariat-kerancuan-dalam-maraji/
Kebenaran adalah milik Allah ta&#039;ala semata.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maka akh abdurrahman ibn sarijan pun sudah mengecek dengan kesungguhan beliau dan ternyata ada kejanggalan di sana. Silakan membaca bantahannya di sini.<br />
<a href="http://antosalafy.wordpress.com/2007/11/07/membungkam-suara-para-perusak-syariat-kerancuan-dalam-maraji/" rel="nofollow">http://antosalafy.wordpress.com/2007/11/07/membungkam-suara-para-perusak-syariat-kerancuan-dalam-maraji/</a><br />
Kebenaran adalah milik Allah ta&#8217;ala semata.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1321</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2007 02:37:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1321</guid>
		<description>Haruskah wanita disertai muhrim ketika bepergian?

@ secondprince

Syukron juga. Aku pun nggak keberatan disebut &quot;salafi&quot; lho! Lihat http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/14/identitas-diri-muslim-liberal-ataukah-salafi/ 

@ bingung 

Menurut standar ilmiah, penyebutan bab dan nomor hadits itu sudah memadai. Namun kalau ada di antara pembaca yang mau tampilin scan dari buku cetak, baguslah. Boleh pula nampilin scan dari 5 atau 7 buku sekaligus, dari penerbit yang berlainan. Siapa tahu masih ada pembaca yang belum merasa mantap bila hanya dari satu buku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Haruskah wanita disertai muhrim ketika bepergian?</p>
<p>@ secondprince</p>
<p>Syukron juga. Aku pun nggak keberatan disebut &#8220;salafi&#8221; lho! Lihat <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/14/identitas-diri-muslim-liberal-ataukah-salafi/" rel="nofollow">http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/14/identitas-diri-muslim-liberal-ataukah-salafi/</a> </p>
<p>@ bingung </p>
<p>Menurut standar ilmiah, penyebutan bab dan nomor hadits itu sudah memadai. Namun kalau ada di antara pembaca yang mau tampilin scan dari buku cetak, baguslah. Boleh pula nampilin scan dari 5 atau 7 buku sekaligus, dari penerbit yang berlainan. Siapa tahu masih ada pembaca yang belum merasa mantap bila hanya dari satu buku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bingung</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1314</link>
		<dc:creator>bingung</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 08:05:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1314</guid>
		<description>menurut saya, biar semua puas, kalo ada yg punya, ditampilin aja tuh hasil scan hadistnya yg dari buku , bukan dari internet.

kalo masalah wanita yang berpergian sendirian, trus misalnya yang pada kuliah di luar daerah gimana ya? (pertanyaan serius nih... jwb ya, terutama buat yg gak setuju)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya, biar semua puas, kalo ada yg punya, ditampilin aja tuh hasil scan hadistnya yg dari buku , bukan dari internet.</p>
<p>kalo masalah wanita yang berpergian sendirian, trus misalnya yang pada kuliah di luar daerah gimana ya? (pertanyaan serius nih&#8230; jwb ya, terutama buat yg gak setuju)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: secondprince</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1310</link>
		<dc:creator>secondprince</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 06:59:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1310</guid>
		<description>Dalam hali ini saya lebih spendapat dengan pendapat Yusuf Qardhawi dan Ibnu Hazm
syukron tulisannya
sabar saja menghadapi mereka yang mengaku salafi :D
*padahal saya yang nggak sabaran*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam hali ini saya lebih spendapat dengan pendapat Yusuf Qardhawi dan Ibnu Hazm<br />
syukron tulisannya<br />
sabar saja menghadapi mereka yang mengaku salafi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
*padahal saya yang nggak sabaran*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1305</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 05:58:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1305</guid>
		<description>@ rini

&lt;blockquote&gt;Ga usahlah pake dalil2...&lt;/blockquote&gt;

Tanpa dalil, bagaimana manusia bisa menghindar dari kesesatan?

&lt;blockquote&gt;Lalu, apa salahnya wanita muslimah lebih memilih tuk berpergian (safar) bersama mahramnya? &lt;/blockquote&gt;

Tidak salah. Idealnya memang begitu. Kami tak pernah melarangnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ rini</p>
<blockquote><p>Ga usahlah pake dalil2&#8230;</p></blockquote>
<p>Tanpa dalil, bagaimana manusia bisa menghindar dari kesesatan?</p>
<blockquote><p>Lalu, apa salahnya wanita muslimah lebih memilih tuk berpergian (safar) bersama mahramnya? </p></blockquote>
<p>Tidak salah. Idealnya memang begitu. Kami tak pernah melarangnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1304</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 05:53:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1304</guid>
		<description>@ hafez &amp; nurussadad

Shelling Ford benar, kami sudah menayangkan teks Arabnya. Bahkan bukan di bagian komentar, melainkan di awal artikel.

Mengenai teks Inggris, di atas sudah kami jelaskan: &quot;Sumber bahasa Inggris itu ... untuk ... &lt;b&gt;menjawab pertanyaan si hamba Allah.&lt;/b&gt;&quot; Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1208</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ hafez &amp; nurussadad</p>
<p>Shelling Ford benar, kami sudah menayangkan teks Arabnya. Bahkan bukan di bagian komentar, melainkan di awal artikel.</p>
<p>Mengenai teks Inggris, di atas sudah kami jelaskan: &#8220;Sumber bahasa Inggris itu &#8230; untuk &#8230; <b>menjawab pertanyaan si hamba Allah.</b>&#8221; Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1208" rel="nofollow">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1208</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nurussadad</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/comment-page-1/#comment-1303</link>
		<dc:creator>nurussadad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 05:46:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/11/haruskah-wanita-disertai-muhrim-ketika-bepergian/#comment-1303</guid>
		<description>Koq padha bingungi sih lama2 saya setuju sama Pak Hafez tadi yang namanya Dunia Maya tu namanya juga Maya tho?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Koq padha bingungi sih lama2 saya setuju sama Pak Hafez tadi yang namanya Dunia Maya tu namanya juga Maya tho?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
