<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? (1)</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Hubungan Tanpa Status, perlukah kejelasan? &#171; Muslim Romantis</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-3546</link>
		<dc:creator>Hubungan Tanpa Status, perlukah kejelasan? &#171; Muslim Romantis</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 09:49:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-3546</guid>
		<description>[...] tetapi sebagian lainnya justru memandang bahwa &#8220;pacaran islami&#8221; berhukum sunnah. (Lihat Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? (1) dan Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] tetapi sebagian lainnya justru memandang bahwa &#8220;pacaran islami&#8221; berhukum sunnah. (Lihat Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? (1) dan Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: biawak seluler</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-2887</link>
		<dc:creator>biawak seluler</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 22:06:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-2887</guid>
		<description>wah klo pacaran ga sampe nikah gmn yw!!



&lt;blockquote&gt;Tanggapan Admin:
Manusia berusaha, Tuhan menentukan.
Walau tidak dianjurkan, yang sudah menikah pun boleh bercerai
Tentulah demikian pula bagi yang baru pada tahap pacaran.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah klo pacaran ga sampe nikah gmn yw!!</p>
<blockquote><p>Tanggapan Admin:<br />
Manusia berusaha, Tuhan menentukan.<br />
Walau tidak dianjurkan, yang sudah menikah pun boleh bercerai<br />
Tentulah demikian pula bagi yang baru pada tahap pacaran.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: “Izinkan Aku Berzina” &#171; Suryaningsih Site</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1705</link>
		<dc:creator>“Izinkan Aku Berzina” &#171; Suryaningsih Site</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 03:10:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1705</guid>
		<description>[...] Yusuf Qardhawi ialah ulama yang produktif dalam berfatwa, produktif pula dalam menulis kitab. Yang terkenal di antaranya adalah Fatwa-Fatwa Kontemporer dan Halal-Haram dalam Islam. Sejauh pengamatan saya, Qardhawi tidak menetapkan secara tegas hukum hubungan percintaan “pra-nikah”. Ia sekadar memperlihatkan ketidaksenangannya terhadap fenomena percintaan di luar nikah. (Bahwa Qardhawi tidak memfatwakan haramnya pacaran, silakan Anda mengeceknya sendiri.) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Yusuf Qardhawi ialah ulama yang produktif dalam berfatwa, produktif pula dalam menulis kitab. Yang terkenal di antaranya adalah Fatwa-Fatwa Kontemporer dan Halal-Haram dalam Islam. Sejauh pengamatan saya, Qardhawi tidak menetapkan secara tegas hukum hubungan percintaan “pra-nikah”. Ia sekadar memperlihatkan ketidaksenangannya terhadap fenomena percintaan di luar nikah. (Bahwa Qardhawi tidak memfatwakan haramnya pacaran, silakan Anda mengeceknya sendiri.) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: &#8220;Izinkan Aku Berzina&#8221; &#171; Manajemen Amal</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1638</link>
		<dc:creator>&#8220;Izinkan Aku Berzina&#8221; &#171; Manajemen Amal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 18:58:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1638</guid>
		<description>[...] Yusuf Qardhawi ialah ulama yang produktif dalam berfatwa, produktif pula dalam menulis kitab. Yang terkenal di antaranya adalah Fatwa-Fatwa Kontemporer dan Halal-Haram dalam Islam. Sejauh pengamatan saya, Qardhawi tidak menetapkan secara tegas hukum hubungan percintaan “pra-nikah”. Ia sekadar memperlihatkan ketidaksenangannya terhadap fenomena percintaan di luar nikah. (Bahwa Qardhawi tidak memfatwakan haramnya pacaran, silakan Anda mengeceknya sendiri.) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Yusuf Qardhawi ialah ulama yang produktif dalam berfatwa, produktif pula dalam menulis kitab. Yang terkenal di antaranya adalah Fatwa-Fatwa Kontemporer dan Halal-Haram dalam Islam. Sejauh pengamatan saya, Qardhawi tidak menetapkan secara tegas hukum hubungan percintaan “pra-nikah”. Ia sekadar memperlihatkan ketidaksenangannya terhadap fenomena percintaan di luar nikah. (Bahwa Qardhawi tidak memfatwakan haramnya pacaran, silakan Anda mengeceknya sendiri.) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: eno</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1558</link>
		<dc:creator>eno</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 04:48:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1558</guid>
		<description>Ass,,
Mau tanya nich,,
Semisalnya kita nggak pacaran, tapi kita bertaman dekat, kita sering diskusi masalah ini itu seputar teknologi terbaru, dan kadang dia juga sering minta solusi masalah dia sama pacarnya. Kadang dia juga nawarin temen dia buat jadi pacar aku, tapi aku selalu nolak karena niat aku nggak pacaran. Nach, menurut antum, hubungan yang kaya gitu tuh gimana? 
Apa itu sama aja nggak boleh?



&lt;blockquote&gt;Jawaban pengelola:

Pacaran pun, asalkan tidak mendekati zina dan tidak melakukan kemunkaran lainnya tidaklah berdosa, apalagi hanya berteman dekat. Tentu boleh. Nggak apa-apa.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass,,<br />
Mau tanya nich,,<br />
Semisalnya kita nggak pacaran, tapi kita bertaman dekat, kita sering diskusi masalah ini itu seputar teknologi terbaru, dan kadang dia juga sering minta solusi masalah dia sama pacarnya. Kadang dia juga nawarin temen dia buat jadi pacar aku, tapi aku selalu nolak karena niat aku nggak pacaran. Nach, menurut antum, hubungan yang kaya gitu tuh gimana?<br />
Apa itu sama aja nggak boleh?</p>
<blockquote><p>Jawaban pengelola:</p>
<p>Pacaran pun, asalkan tidak mendekati zina dan tidak melakukan kemunkaran lainnya tidaklah berdosa, apalagi hanya berteman dekat. Tentu boleh. Nggak apa-apa.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? (2) &#171; Pacaran Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1492</link>
		<dc:creator>Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? (2) &#171; Pacaran Islami</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 22:12:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1492</guid>
		<description>[...] Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran?&#160;(1)  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran?&nbsp;(1)  [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1491</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 20:48:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1491</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ Nur Sandhi&lt;/b&gt;

&lt;blockquote&gt;“jadiannya” mereka yang berpacaran juga karena “cinta dan syahwat” yang ada pada keduanya..&lt;/blockquote&gt;

&quot;Jadiannya&quot; mereka yang berpacaran secara islami adalah cinta &lt;b&gt;karena Allah&lt;/b&gt;, BUKAN karena syahwat seksual. Untuk contoh, lihat 

http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/17/contoh-pacaran-islami-ala-ibnu-qayyim-al-juziyah-9/ 

Untuk penjelasan bahwa cinta pada contoh tersebut adalah karena Allah, lihat http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/ 

&lt;blockquote&gt;lantas ketika mereka telah berpacaran..apakah semua “cinta dan syahwat” itu menghilang..&lt;/blockquote&gt;

Pada pacaran islami, syahwat seksual tersebut ditaklukkan. Salah satu caranya telah diungkapkan oleh Qardhawi sendiri sebagaimana yang telah kuungkap di artikel ini: &quot;Apabila seorang wanita melihat laki-laki lantas timbul hasrat [syahwat] kewanitaannya, hendaklah ia &lt;b&gt;menundukkan&lt;/b&gt; pandangannya. Janganlah ia terus memandangnya, demi menjauhi timbulnya fitnah....&quot;

&lt;blockquote&gt;bahkan ketika jauhpun..hatinya masih berkhayal2 alias zina hati.
Hal2 semacam ini, tidak diragukan lagi adalah mendekati zina dan tergolong haram.&lt;/blockquote&gt;

Itu pendapat Nur Sandhi pribadi ataukah fatwa Qardhawi?

Sebagaimana yang telah kuungkap di artikel ini, Qardhawi menegaskan: &quot;&lt;b&gt;Yang dilarang dengan tidak ada keraguan lagi ialah ... dengan menikmati (taladzdzudz) dan bersyahwat.&lt;/b&gt;&quot; Jadi, jika &quot;berkhayal&quot;-nya TANPA &quot;taladzdzudz dan bersyahwat&quot;, maka itu TIDAK tergolong zina hati dan TIDAK haram.

Untuk contoh &quot;berkhayal&quot; TANPA &quot;taladzdzudz dan bersyahwat&quot;, lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/12/contoh-pacaran-islami-ala-ibnu-qayyim-al-juziyah-4/ 

&lt;blockquote&gt;....sikap seorang muslim yang baik, ketika menemukan perkara syubhat adalah meninggalkan hal tersebut karena Allah SWT.&lt;/blockquote&gt;

Lho?! Kenapa sekarang kau malah ngomong soal syubhat? Apakah kau telah berubah pikiran? Tadinya kau menganggap bahwa Qardhawi mengharamkan pacaran. Apakah kini kau menganggap bahwa Qardhawi memandang bahwa pacaran itu syubhat? Kalimat Qardhawi yang manakah yang menyatakan begitu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ Nur Sandhi</b></p>
<blockquote><p>“jadiannya” mereka yang berpacaran juga karena “cinta dan syahwat” yang ada pada keduanya..</p></blockquote>
<p>&#8220;Jadiannya&#8221; mereka yang berpacaran secara islami adalah cinta <b>karena Allah</b>, BUKAN karena syahwat seksual. Untuk contoh, lihat </p>
<p><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/17/contoh-pacaran-islami-ala-ibnu-qayyim-al-juziyah-9/" rel="nofollow">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/17/contoh-pacaran-islami-ala-ibnu-qayyim-al-juziyah-9/</a> </p>
<p>Untuk penjelasan bahwa cinta pada contoh tersebut adalah karena Allah, lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/" rel="nofollow">http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/</a> </p>
<blockquote><p>lantas ketika mereka telah berpacaran..apakah semua “cinta dan syahwat” itu menghilang..</p></blockquote>
<p>Pada pacaran islami, syahwat seksual tersebut ditaklukkan. Salah satu caranya telah diungkapkan oleh Qardhawi sendiri sebagaimana yang telah kuungkap di artikel ini: &#8220;Apabila seorang wanita melihat laki-laki lantas timbul hasrat [syahwat] kewanitaannya, hendaklah ia <b>menundukkan</b> pandangannya. Janganlah ia terus memandangnya, demi menjauhi timbulnya fitnah&#8230;.&#8221;</p>
<blockquote><p>bahkan ketika jauhpun..hatinya masih berkhayal2 alias zina hati.<br />
Hal2 semacam ini, tidak diragukan lagi adalah mendekati zina dan tergolong haram.</p></blockquote>
<p>Itu pendapat Nur Sandhi pribadi ataukah fatwa Qardhawi?</p>
<p>Sebagaimana yang telah kuungkap di artikel ini, Qardhawi menegaskan: &#8220;<b>Yang dilarang dengan tidak ada keraguan lagi ialah &#8230; dengan menikmati (taladzdzudz) dan bersyahwat.</b>&#8221; Jadi, jika &#8220;berkhayal&#8221;-nya TANPA &#8220;taladzdzudz dan bersyahwat&#8221;, maka itu TIDAK tergolong zina hati dan TIDAK haram.</p>
<p>Untuk contoh &#8220;berkhayal&#8221; TANPA &#8220;taladzdzudz dan bersyahwat&#8221;, lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/12/contoh-pacaran-islami-ala-ibnu-qayyim-al-juziyah-4/" rel="nofollow">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/12/contoh-pacaran-islami-ala-ibnu-qayyim-al-juziyah-4/</a> </p>
<blockquote><p>&#8230;.sikap seorang muslim yang baik, ketika menemukan perkara syubhat adalah meninggalkan hal tersebut karena Allah SWT.</p></blockquote>
<p>Lho?! Kenapa sekarang kau malah ngomong soal syubhat? Apakah kau telah berubah pikiran? Tadinya kau menganggap bahwa Qardhawi mengharamkan pacaran. Apakah kini kau menganggap bahwa Qardhawi memandang bahwa pacaran itu syubhat? Kalimat Qardhawi yang manakah yang menyatakan begitu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nur Sandhi = l4tahzan = pacaranislamikenapa</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1486</link>
		<dc:creator>Nur Sandhi = l4tahzan = pacaranislamikenapa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 19:27:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1486</guid>
		<description>Jazakallah.. :)

Orangnya sama kok, insyaAllah..

hehehe..kata2 &#039;saat menjelaskan dsbnya&#039; itu memang kata2 saya. Kata2 Ustadz Yusuf Qardhawi adalah sebatas yang saya beri tanda kutip ganda. dalam penulisan bahasa Indonesia, perkataan seseorang itu biasanya ditandai  &quot;...&quot;, baca lagi ya. Diluar itu berarti bukan perkataan orang itu.

btw..hawadam siapanya pak Shodiq ya?? :), gaya tulisannya juga hampir mirip..satu guru satu ilmu kayanya hehehe

singkat saja..aktifitas dalam berpacaran itu sendiri pasti banyak. salah satunya pandang-memandang. dalam hal ini Ustadz Yusuf Qardhawi seperti yang dikutip oleh SPPI diatas berkata &quot;...Apabila seorang wanita melihat laki-laki lantas timbul hasrat [syahwat] kewanitaannya, hendaklah ia menundukkan pandangannya. Janganlah ia terus memandangnya, demi menjauhi timbulnya fitnah, dan &lt;strong&gt;bahaya&lt;/strong&gt; itu akan bertambah besar lagi bila si laki-laki juga memandangnya dengan &lt;strong&gt;rasa cinta dan syahwat&lt;/strong&gt;. Pandangan seperti inilah yang dinamakan dengan “pengantar zina” dan yang disifati sebagai “panah iblis yang beracun..&quot;

Nah..logikanya..bagaimana mungkin &lt;strong&gt;dua orang yang mengaku berpacaran tidak jatuh cinta kepada sang pacar&lt;/strong&gt;?? &quot;jadiannya&quot; mereka yang berpacaran juga karena &quot;cinta dan syahwat&quot; yang ada pada keduanya..lantas ketika mereka telah berpacaran..apakah semua &quot;cinta dan syahwat&quot; itu menghilang..bahkan ketika jauhpun..hatinya masih berkhayal2 alias zina hati.
Hal2 semacam ini, tidak diragukan lagi adalah mendekati zina dan tergolong haram.

Yang haram itu jelas dan yang haram itu jelas, sikap seorang muslim yang baik, ketika menemukan perkara syubhat adalah meninggalkan hal tersebut karena Allah SWT.

wassalamu&#039;alaykum warahmatullahi wabarakatuh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jazakallah.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Orangnya sama kok, insyaAllah..</p>
<p>hehehe..kata2 &#8217;saat menjelaskan dsbnya&#8217; itu memang kata2 saya. Kata2 Ustadz Yusuf Qardhawi adalah sebatas yang saya beri tanda kutip ganda. dalam penulisan bahasa Indonesia, perkataan seseorang itu biasanya ditandai  &#8220;&#8230;&#8221;, baca lagi ya. Diluar itu berarti bukan perkataan orang itu.</p>
<p>btw..hawadam siapanya pak Shodiq ya?? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , gaya tulisannya juga hampir mirip..satu guru satu ilmu kayanya hehehe</p>
<p>singkat saja..aktifitas dalam berpacaran itu sendiri pasti banyak. salah satunya pandang-memandang. dalam hal ini Ustadz Yusuf Qardhawi seperti yang dikutip oleh SPPI diatas berkata &#8220;&#8230;Apabila seorang wanita melihat laki-laki lantas timbul hasrat [syahwat] kewanitaannya, hendaklah ia menundukkan pandangannya. Janganlah ia terus memandangnya, demi menjauhi timbulnya fitnah, dan <strong>bahaya</strong> itu akan bertambah besar lagi bila si laki-laki juga memandangnya dengan <strong>rasa cinta dan syahwat</strong>. Pandangan seperti inilah yang dinamakan dengan “pengantar zina” dan yang disifati sebagai “panah iblis yang beracun..&#8221;</p>
<p>Nah..logikanya..bagaimana mungkin <strong>dua orang yang mengaku berpacaran tidak jatuh cinta kepada sang pacar</strong>?? &#8220;jadiannya&#8221; mereka yang berpacaran juga karena &#8220;cinta dan syahwat&#8221; yang ada pada keduanya..lantas ketika mereka telah berpacaran..apakah semua &#8220;cinta dan syahwat&#8221; itu menghilang..bahkan ketika jauhpun..hatinya masih berkhayal2 alias zina hati.<br />
Hal2 semacam ini, tidak diragukan lagi adalah mendekati zina dan tergolong haram.</p>
<p>Yang haram itu jelas dan yang haram itu jelas, sikap seorang muslim yang baik, ketika menemukan perkara syubhat adalah meninggalkan hal tersebut karena Allah SWT.</p>
<p>wassalamu&#8217;alaykum warahmatullahi wabarakatuh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1490</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 19:26:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1490</guid>
		<description>&lt;b&gt;@ dobelben&lt;/b&gt;

Siapakah ulama terkemuka yang berfatwa: &quot;Idealita pacaran boleh (mubah) realita sekarang pacaran haram&quot;? Ataukah engkau adalah seorang ulama yang sedang berfatwa?

&lt;b&gt;@ ikhsan&lt;/b&gt;

Ya, kau benar. Ketika melihat kemunkaran, tugas kitalah mengatasinya dengan “tangan”. Bila tidak mampu itu, dengan “lisan”. Bila itu pun tidak mampu, dengan “hati” (doa). Begitu, bukan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b>@ dobelben</b></p>
<p>Siapakah ulama terkemuka yang berfatwa: &#8220;Idealita pacaran boleh (mubah) realita sekarang pacaran haram&#8221;? Ataukah engkau adalah seorang ulama yang sedang berfatwa?</p>
<p><b>@ ikhsan</b></p>
<p>Ya, kau benar. Ketika melihat kemunkaran, tugas kitalah mengatasinya dengan “tangan”. Bila tidak mampu itu, dengan “lisan”. Bila itu pun tidak mampu, dengan “hati” (doa). Begitu, bukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1489</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 19:22:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1489</guid>
		<description>&lt;b&gt; @ rahmani &amp; ronny&lt;/b&gt;

Aku kenal pemilik situs MyQuran. Orangnya sebetulnya baik sekali. Cuman dia terlalu sibuk, sehingga penanganan forum MyQ diserahkan kepada para moderator. Tidak semua moderator MyQ seburuk itu. Yang begitu itu hanya oknum.

&lt;b&gt;@ reza rr&lt;/b&gt;

no. 2 sebentar lagi, pagi ini juga, insya&#039;Allah

&lt;b&gt;@ rahmanjati&lt;/b&gt;

&lt;blockquote&gt;... hanya orang-orang yang ditutup matahatinya-lah yang tidak akan diberi petunjuk/hidayah oleh Allah subhanahuwata’ala.&lt;/blockquote&gt;

Kata-katamu indah sekali. Terima kasih atas nasihatnya. 

&lt;blockquote&gt;orang yang merasa benar akan pendapatnya sendiri akan mudah terperosok kedalam kesombongan, hingga menolak kebenaran yang telah nyata Allah dan Rasulnya tetapkan.&lt;/blockquote&gt;

Lagi-lagi kau benar. 

Berhubung kita orang awam sering kurang mampu memahami petunjuk Allah dan Rasul-Nya, kita membutuhkan ulama. Ini sebabnya, di sini kita sering mengacu ke para ulama terkemuka, seperti Ibnu Qayyim, Ibnu Hazm, Yusuf Qardhawi, Abu Syuqqah, Quraish Shihab, dll.

Engkau sendiri, dalam persoalan cinta pra-nikah, mengikuti pandangan ulama yang manakah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><b> @ rahmani &amp; ronny</b></p>
<p>Aku kenal pemilik situs MyQuran. Orangnya sebetulnya baik sekali. Cuman dia terlalu sibuk, sehingga penanganan forum MyQ diserahkan kepada para moderator. Tidak semua moderator MyQ seburuk itu. Yang begitu itu hanya oknum.</p>
<p><b>@ reza rr</b></p>
<p>no. 2 sebentar lagi, pagi ini juga, insya&#8217;Allah</p>
<p><b>@ rahmanjati</b></p>
<blockquote><p>&#8230; hanya orang-orang yang ditutup matahatinya-lah yang tidak akan diberi petunjuk/hidayah oleh Allah subhanahuwata’ala.</p></blockquote>
<p>Kata-katamu indah sekali. Terima kasih atas nasihatnya. </p>
<blockquote><p>orang yang merasa benar akan pendapatnya sendiri akan mudah terperosok kedalam kesombongan, hingga menolak kebenaran yang telah nyata Allah dan Rasulnya tetapkan.</p></blockquote>
<p>Lagi-lagi kau benar. </p>
<p>Berhubung kita orang awam sering kurang mampu memahami petunjuk Allah dan Rasul-Nya, kita membutuhkan ulama. Ini sebabnya, di sini kita sering mengacu ke para ulama terkemuka, seperti Ibnu Qayyim, Ibnu Hazm, Yusuf Qardhawi, Abu Syuqqah, Quraish Shihab, dll.</p>
<p>Engkau sendiri, dalam persoalan cinta pra-nikah, mengikuti pandangan ulama yang manakah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ikhsan</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1485</link>
		<dc:creator>ikhsan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 14:11:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1485</guid>
		<description>@ dobelden:

untuk itulah perlu islamisasi agar realita tidak semakin menyimpang..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ dobelden:</p>
<p>untuk itulah perlu islamisasi agar realita tidak semakin menyimpang..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dobelden</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1480</link>
		<dc:creator>dobelden</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 07:25:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1480</guid>
		<description>Idealita pacaran boleh (mubah) realita sekarang pacaran haram :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Idealita pacaran boleh (mubah) realita sekarang pacaran haram <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rahmanjati</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1479</link>
		<dc:creator>rahmanjati</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 06:58:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1479</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum . . . 
semoga Allah memberikan hidayahNya kepada kita semua. Mengampuni sedemikian berlimpahan dosa-dosa yang baik secara sengaja maupun tidak sengaja kita perbuat.

telah sempurna Islam ini, namun masih teramat dangkal pemahaman kita terhadap Islam. Memahami sebuah permasalahan tentunya harus terus merujuk kepada Al Qur&#039;an dan As Sunnah. 

yang benar hanyalah Allah, dan yang pasti salah adalah syaithon dengan balatentaranya yang sampai hari akhir nanti menipu dan memperdayakan manusia agar menyimpang dari jalan kebahagiaan yang sebenarnya.

ingatlah, hanya orang-orang yang ditutup matahatinya-lah yang tidak akan diberi petunjuk/hidayah oleh Allah subhanahuwata&#039;ala.

orang yang merasa benar akan pendapatnya sendiri akan mudah terperosok kedalam kesombongan, hingga menolak kebenaran yang telah nyata Allah dan Rasulnya tetapkan.

perbanyaklah istighfar dan istighfar . . . . . . . .
wassalamu&#039;alaikum . . . . . . .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum . . .<br />
semoga Allah memberikan hidayahNya kepada kita semua. Mengampuni sedemikian berlimpahan dosa-dosa yang baik secara sengaja maupun tidak sengaja kita perbuat.</p>
<p>telah sempurna Islam ini, namun masih teramat dangkal pemahaman kita terhadap Islam. Memahami sebuah permasalahan tentunya harus terus merujuk kepada Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. </p>
<p>yang benar hanyalah Allah, dan yang pasti salah adalah syaithon dengan balatentaranya yang sampai hari akhir nanti menipu dan memperdayakan manusia agar menyimpang dari jalan kebahagiaan yang sebenarnya.</p>
<p>ingatlah, hanya orang-orang yang ditutup matahatinya-lah yang tidak akan diberi petunjuk/hidayah oleh Allah subhanahuwata&#8217;ala.</p>
<p>orang yang merasa benar akan pendapatnya sendiri akan mudah terperosok kedalam kesombongan, hingga menolak kebenaran yang telah nyata Allah dan Rasulnya tetapkan.</p>
<p>perbanyaklah istighfar dan istighfar . . . . . . . .<br />
wassalamu&#8217;alaikum . . . . . . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: reza rr</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1478</link>
		<dc:creator>reza rr</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 04:19:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1478</guid>
		<description>artikelnya begitu jelas, meyakinkan, memberi pencerahan kepada pembaca

trimakasih, ust. Shodiq

*sambil nunggu yg nomer 2*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikelnya begitu jelas, meyakinkan, memberi pencerahan kepada pembaca</p>
<p>trimakasih, ust. Shodiq</p>
<p>*sambil nunggu yg nomer 2*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ronny</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1477</link>
		<dc:creator>ronny</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 03:24:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1477</guid>
		<description>Di forum MyQuran yang membahas pacaran islami, moderatornya ikut &quot;bermain&quot; menentang islamisasi pacaran. Dengan semena-mena, &lt;b&gt;yangga&lt;/b&gt; sang moderator memindahkan artikel &quot;Bantahan terhadap Penentang Dalil-dalil Pacaran Islami&quot; dari bagian Fiqih ke Liberalisme. 

Padahal, tulisan yang dibantah itu berada di bagian Fiqih. Menurut &quot;etika jurnalistik&quot;, tindakannya itu jelas zalim. Sangat zalim. Benar-benar keterlaluan. Jadi, ada benarnya bahwa sekarang, &lt;b&gt;forum MyQuran menyesatkan&lt;/b&gt;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di forum MyQuran yang membahas pacaran islami, moderatornya ikut &#8220;bermain&#8221; menentang islamisasi pacaran. Dengan semena-mena, <b>yangga</b> sang moderator memindahkan artikel &#8220;Bantahan terhadap Penentang Dalil-dalil Pacaran Islami&#8221; dari bagian Fiqih ke Liberalisme. </p>
<p>Padahal, tulisan yang dibantah itu berada di bagian Fiqih. Menurut &#8220;etika jurnalistik&#8221;, tindakannya itu jelas zalim. Sangat zalim. Benar-benar keterlaluan. Jadi, ada benarnya bahwa sekarang, <b>forum MyQuran menyesatkan</b>.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rahmani</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1475</link>
		<dc:creator>rahmani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 00:43:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1475</guid>
		<description>Jadi, forum MyQuran juga menyesatkan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi, forum MyQuran juga menyesatkan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: firdaus</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1474</link>
		<dc:creator>firdaus</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 00:26:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1474</guid>
		<description>hmmmm....
ya, benar....
si l4tahzan dan blog pacaranislamikenapa itu menyesatkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmmm&#8230;.<br />
ya, benar&#8230;.<br />
si l4tahzan dan blog pacaranislamikenapa itu menyesatkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mawar merah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/comment-page-1/#comment-1473</link>
		<dc:creator>mawar merah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 00:17:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/23/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-1/#comment-1473</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;‘l4tahzan’ (yang kata-katanya sangat mirip dengan akh Nur Sandhi, penulis blog “pacaranislamikenapa”) &lt;blockquote&gt;

iya, sangat mirip

orangnya sama, &#039;kaleeee</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>‘l4tahzan’ (yang kata-katanya sangat mirip dengan akh Nur Sandhi, penulis blog “pacaranislamikenapa”)<br />
<blockquote>
<p>iya, sangat mirip</p>
<p>orangnya sama, &#8216;kaleeee</p></blockquote>
</blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
