<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sikap Nabi terhadap Orang Yang Ekspresikan Cinta</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Deni</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-4123</link>
		<dc:creator>Deni</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 02:40:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-4123</guid>
		<description>Hmmm...:)
saya kagum...

memang salah kalau orang2 langsung berdebat akan sesuatu yang sebenarnya di tidak paham apa yang ia perdebatkan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmm&#8230;:)<br />
saya kagum&#8230;</p>
<p>memang salah kalau orang2 langsung berdebat akan sesuatu yang sebenarnya di tidak paham apa yang ia perdebatkan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-4086</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 06:08:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-4086</guid>
		<description>@ ntmaksiat
1) Baiklah, aku maafkan.
2) Aku tidak hendak bermain api. Aku menerima fatwa Abu Syuqqah, &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Berilah Kemudahan Bercinta daripada Mencegah Zina Secara Berlebihan&lt;/a&gt;.&quot;
3) Konsepku adalah menerima keberadaan berbagai konsep pacaran islami yang sudah ada. Diantaranya ala &lt;a href=&quot;http://shodiq.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Quraish Shihab&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/10/25/ayat-ayat-mesra-buku-pertama-panduan-pacaran-islami/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Ibnu Hazm&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Ibnu Qayyim&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/kebebasan-bercinta/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Abu Syuqqah&lt;/a&gt;, dsb. Dalam berbagai konsep itu, proses riil di lapangan pun sudah dipaparkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ntmaksiat<br />
1) Baiklah, aku maafkan.<br />
2) Aku tidak hendak bermain api. Aku menerima fatwa Abu Syuqqah, &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/" rel="nofollow">Berilah Kemudahan Bercinta daripada Mencegah Zina Secara Berlebihan</a>.&#8221;<br />
3) Konsepku adalah menerima keberadaan berbagai konsep pacaran islami yang sudah ada. Diantaranya ala <a href="http://shodiq.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/" rel="nofollow">Quraish Shihab</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/10/25/ayat-ayat-mesra-buku-pertama-panduan-pacaran-islami/" rel="nofollow">Ibnu Hazm</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/" rel="nofollow">Ibnu Qayyim</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/kebebasan-bercinta/" rel="nofollow">Abu Syuqqah</a>, dsb. Dalam berbagai konsep itu, proses riil di lapangan pun sudah dipaparkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: NTMAKSIAT</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-4082</link>
		<dc:creator>NTMAKSIAT</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 08:03:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-4082</guid>
		<description>Oh maaf kalau kurang relevan saya hanya membaca artikel ini dan artikel lain di blog anda yang menurut saya saling berhubungan makanya saya post pendapat saya di artikel ini. Memang konsep ta&#039;aruf saat ini terkesan kebablasan kalau murobbiahnya tidak setuju dengan si ikhwan maka si akhwat pun tidak setuju walaupun mungkin ortunya si akhwat setuju jadi terkesan MR-lah yang memegang keputusan kunci yg seharusnya dipegang oleh bapak si akhwat, tapi konsep pacaran islami pun sedikit bermain api atau mungkin pemahaman saya tentang konsep pacaran islami masih dangkal mungkin anda bisa menjelaskan kepada saya proses riil di lapangan pacaran islami itu seperti apa, berduaan di taman? atau seperti apa? saya sudah baca 10 Perbedaan Ta’aruf dan Pacaran Islami tapi praktek lapangannya seperti apa? saya banyak melihat generasi muda sekarang berduaan di taman, bergandengan tangan di mall dll apakah konsep pacaran islami membolehkan hal itu? Maaf kalau balasan saya juga tidak relevan dengan artikel diatas tapi tentu konsep pacaran islami yang anda tawarkan berdasarkan artikel diatas juga bukan? jadi mungkin gpp saya post pendapat saya disini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh maaf kalau kurang relevan saya hanya membaca artikel ini dan artikel lain di blog anda yang menurut saya saling berhubungan makanya saya post pendapat saya di artikel ini. Memang konsep ta&#8217;aruf saat ini terkesan kebablasan kalau murobbiahnya tidak setuju dengan si ikhwan maka si akhwat pun tidak setuju walaupun mungkin ortunya si akhwat setuju jadi terkesan MR-lah yang memegang keputusan kunci yg seharusnya dipegang oleh bapak si akhwat, tapi konsep pacaran islami pun sedikit bermain api atau mungkin pemahaman saya tentang konsep pacaran islami masih dangkal mungkin anda bisa menjelaskan kepada saya proses riil di lapangan pacaran islami itu seperti apa, berduaan di taman? atau seperti apa? saya sudah baca 10 Perbedaan Ta’aruf dan Pacaran Islami tapi praktek lapangannya seperti apa? saya banyak melihat generasi muda sekarang berduaan di taman, bergandengan tangan di mall dll apakah konsep pacaran islami membolehkan hal itu? Maaf kalau balasan saya juga tidak relevan dengan artikel diatas tapi tentu konsep pacaran islami yang anda tawarkan berdasarkan artikel diatas juga bukan? jadi mungkin gpp saya post pendapat saya disini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-4079</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 05:16:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-4079</guid>
		<description>@ NtMaksiat
Komentarmu tampak kurang relevan. Judul artikel di atas adalah &quot;Sikap Nabi terhadap Orang Yang Ekspresikan Cinta&quot;. Ataukah kau belum membaca isi artikel tersebut?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ NtMaksiat<br />
Komentarmu tampak kurang relevan. Judul artikel di atas adalah &#8220;Sikap Nabi terhadap Orang Yang Ekspresikan Cinta&#8221;. Ataukah kau belum membaca isi artikel tersebut?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-4078</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 05:13:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-4078</guid>
		<description>@ SETT2
Anda adalah tamu di blog ini. Sopanlah sebelum para pengunjung lain meminta kami untuk mengusir Anda.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ SETT2<br />
Anda adalah tamu di blog ini. Sopanlah sebelum para pengunjung lain meminta kami untuk mengusir Anda.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: NTMAKSIAT</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-4075</link>
		<dc:creator>NTMAKSIAT</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 00:20:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-4075</guid>
		<description>Apakah nabi Muhammad SAW dulu sebelum menikah pergi berduaan ditempat sepi dengan Khadijah? Saling berciuman dengan Khadijah sebelum menikah? Memeluk khadijah sebelum menikah? Islam mengajarkan cinta dan kasih sayang, pemahaman tidak boleh pacaran berarti tidak boleh mengekspresikan cinta adalah salah. Bukan masalah cintanya tapi prosesnya ABG zaman sekarang banyak yg telah salah dalam memahami cinta mereka pergi berduaan dengan pasangannya, mulai dari pegangan tangan, pelukan, ciuman sampai keranjang.  Saya punya teman yg berdalih ingin pacaran yang islami tapi malah tidur dgn seorang wanita di hotel di bulan Puasa pula! Hubungan pria dan wanita ada batasannya bukan tidak boleh sama sekali.  Proses pacaran sudah seperti itu dari dulu dan penambahan kata Islami hanya terkesan mensahkan proses seperti itu menurut agama. Baik ta&#039;aruf, tanazhur ataupun pacaran islami tanya dulu kepada diri anda sendiri anda sudah mau nikah atau sudah niat nikah, coba lihat orang shalat kalau dia bilang saya mau shalat dulu biasanya dia masih di tempat tidur atau masih dimeja kerjanya tapi lihat orang yg niat shalat dia sudah berwudhu menghadap kiblat dan takbir. Kalau anda belum siap nikah berpuasalah sesuai anjuran nabi apabila anda sudah siap barulah mulai proses itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah nabi Muhammad SAW dulu sebelum menikah pergi berduaan ditempat sepi dengan Khadijah? Saling berciuman dengan Khadijah sebelum menikah? Memeluk khadijah sebelum menikah? Islam mengajarkan cinta dan kasih sayang, pemahaman tidak boleh pacaran berarti tidak boleh mengekspresikan cinta adalah salah. Bukan masalah cintanya tapi prosesnya ABG zaman sekarang banyak yg telah salah dalam memahami cinta mereka pergi berduaan dengan pasangannya, mulai dari pegangan tangan, pelukan, ciuman sampai keranjang.  Saya punya teman yg berdalih ingin pacaran yang islami tapi malah tidur dgn seorang wanita di hotel di bulan Puasa pula! Hubungan pria dan wanita ada batasannya bukan tidak boleh sama sekali.  Proses pacaran sudah seperti itu dari dulu dan penambahan kata Islami hanya terkesan mensahkan proses seperti itu menurut agama. Baik ta&#8217;aruf, tanazhur ataupun pacaran islami tanya dulu kepada diri anda sendiri anda sudah mau nikah atau sudah niat nikah, coba lihat orang shalat kalau dia bilang saya mau shalat dulu biasanya dia masih di tempat tidur atau masih dimeja kerjanya tapi lihat orang yg niat shalat dia sudah berwudhu menghadap kiblat dan takbir. Kalau anda belum siap nikah berpuasalah sesuai anjuran nabi apabila anda sudah siap barulah mulai proses itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: SETT2</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-3840</link>
		<dc:creator>SETT2</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 04:10:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-3840</guid>
		<description>aduh - aduh........
antum tau paham cara menafsirkan hadist g sich??????????//
main tafsir aja antum
pa karna ilmu antum dah tinggi ya.????????
hebuat bgd</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aduh &#8211; aduh&#8230;&#8230;..<br />
antum tau paham cara menafsirkan hadist g sich??????????//<br />
main tafsir aja antum<br />
pa karna ilmu antum dah tinggi ya.????????<br />
hebuat bgd</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: puji&#8217;s Blog &#187; Blog Archive &#187; Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-3228</link>
		<dc:creator>puji&#8217;s Blog &#187; Blog Archive &#187; Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 07:36:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-3228</guid>
		<description>[...] Pacaran bukanlah produk Barat. Pada zaman Nabi Muhammad SAW pun sudah terdapat budaya “pacaran” (dalam arti “saling ekspresikan cinta”). Beliau tidak melarangnya, tetapi justru merestuinya. Lihat artikel Sikap Nabi terhadap Orang yang Ekspresikan Cinta. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pacaran bukanlah produk Barat. Pada zaman Nabi Muhammad SAW pun sudah terdapat budaya “pacaran” (dalam arti “saling ekspresikan cinta”). Beliau tidak melarangnya, tetapi justru merestuinya. Lihat artikel Sikap Nabi terhadap Orang yang Ekspresikan Cinta. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Saifullah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-2560</link>
		<dc:creator>Saifullah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 14:33:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-2560</guid>
		<description>sebenarnya perlu penelusuran lebih jauh tentang syarah dan kedudukan hadits itu, baik dari segi matan maupun dari segi sanad.

Ketika pak admin begitu gigih menshahihkan lain hadits, tentu akan bisa juga memberi pembuktian dan penjelasan bahwa hadits ini layak kita pegang.

Mungkin bisa juga  dicarikan pendapat-pendapat ulama-ulama yang berkompeten terhadap hadits ini...

Wallahua&#039;lam



&lt;blockquote&gt;Tanggapan Admin:

Silakan telusuri lebih jauh. Nanti hasilnya beritahukan pada kami, ya!&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya perlu penelusuran lebih jauh tentang syarah dan kedudukan hadits itu, baik dari segi matan maupun dari segi sanad.</p>
<p>Ketika pak admin begitu gigih menshahihkan lain hadits, tentu akan bisa juga memberi pembuktian dan penjelasan bahwa hadits ini layak kita pegang.</p>
<p>Mungkin bisa juga  dicarikan pendapat-pendapat ulama-ulama yang berkompeten terhadap hadits ini&#8230;</p>
<p>Wallahua&#8217;lam</p>
<blockquote><p>Tanggapan Admin:</p>
<p>Silakan telusuri lebih jauh. Nanti hasilnya beritahukan pada kami, ya!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami) &#171; Pacaran Sehat</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-2347</link>
		<dc:creator>Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami) &#171; Pacaran Sehat</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 22:30:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-2347</guid>
		<description>[...] Pacaran bukanlah produk Barat. Pada zaman Nabi Muhammad SAW pun sudah terdapat budaya “pacaran” (dalam arti &#8220;saling ekspresikan cinta&#8221;). Beliau tidak melarangnya, tetapi justru merestuinya. Lihat artikel Sikap Nabi terhadap Orang yang Ekspresikan Cinta. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pacaran bukanlah produk Barat. Pada zaman Nabi Muhammad SAW pun sudah terdapat budaya “pacaran” (dalam arti &#8220;saling ekspresikan cinta&#8221;). Beliau tidak melarangnya, tetapi justru merestuinya. Lihat artikel Sikap Nabi terhadap Orang yang Ekspresikan Cinta. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nazeem</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-2309</link>
		<dc:creator>Nazeem</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 08:45:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-2309</guid>
		<description>Mas Aris perlu memahami apa itu cinta kepada Allah. Ideolog prematur memang suka salah2 begitu. Sebab dilahirkan dari bibit ilmu yang belum sempurna.

Apakah bisa disebut mencintai Allah tapi tidak mencintai makhluknya yang lain?

Allah sangat mencintai hamba2Nya dengan selalu memberinya rizki. Kepada siapapun. Apakah engkau berani bertindak tidak seperti kasih yang diajarkan Allah, jika engkau mengaku mencintai Allah?



&lt;blockquote&gt;Tanggapan M Shodiq Mustika:
Terima kasih atas penjelasannya. Bagus, bagus sekali.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Aris perlu memahami apa itu cinta kepada Allah. Ideolog prematur memang suka salah2 begitu. Sebab dilahirkan dari bibit ilmu yang belum sempurna.</p>
<p>Apakah bisa disebut mencintai Allah tapi tidak mencintai makhluknya yang lain?</p>
<p>Allah sangat mencintai hamba2Nya dengan selalu memberinya rizki. Kepada siapapun. Apakah engkau berani bertindak tidak seperti kasih yang diajarkan Allah, jika engkau mengaku mencintai Allah?</p>
<blockquote><p>Tanggapan M Shodiq Mustika:<br />
Terima kasih atas penjelasannya. Bagus, bagus sekali.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-1999</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 00:01:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-1999</guid>
		<description>Nabi Muhammad saw. lebih tahu penafsiran yang benar terhadap ayat al-Qur&#039;an. Hadits riwayat Thabrani di atas menunjukkan kelirunya penafsiran Sdr. Aristiono Nugroho terhadap QS 9:24</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nabi Muhammad saw. lebih tahu penafsiran yang benar terhadap ayat al-Qur&#8217;an. Hadits riwayat Thabrani di atas menunjukkan kelirunya penafsiran Sdr. Aristiono Nugroho terhadap QS 9:24</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aristiono Nugroho</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/comment-page-1/#comment-1970</link>
		<dc:creator>Aristiono Nugroho</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 22:56:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138#comment-1970</guid>
		<description>Allah SWT telah menjelaskan dalam QS.9:24 bahwa cinta seorang manusia hanya untuk tiga hal, yaitu: (1) Allah SWT, (2) Rasulullah Muhammad SAW, dan (3) jihad di &quot;jalan&quot; Allah SWT.
Suatu keluarga dibentuk, bukan atas dasar suami dan istri saling mencitai, melainkan keduanya saling sayang menyayangi, serta bersedia bekerjasama untuk mewujudkan cinta keduanya kepada Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW, dan jihad di &quot;jalan&quot; Allah SWT.
Untuk share silahkan klik http://sosiologidakwah.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allah SWT telah menjelaskan dalam QS.9:24 bahwa cinta seorang manusia hanya untuk tiga hal, yaitu: (1) Allah SWT, (2) Rasulullah Muhammad SAW, dan (3) jihad di &#8220;jalan&#8221; Allah SWT.<br />
Suatu keluarga dibentuk, bukan atas dasar suami dan istri saling mencitai, melainkan keduanya saling sayang menyayangi, serta bersedia bekerjasama untuk mewujudkan cinta keduanya kepada Allah SWT, Rasulullah Muhammad SAW, dan jihad di &#8220;jalan&#8221; Allah SWT.<br />
Untuk share silahkan klik <a href="http://sosiologidakwah.blogspot.com" rel="nofollow">http://sosiologidakwah.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
