Posted by: M Shodiq Mustika | 22 Mei 2008

Konsultasi: Masih Mencintai Mantan Pacar

asalamualaikum pak ustad. saya mau konsultasi pak. menurut bapak, apa yang harus saya lakukan pak dengan kondisi saya saat ini? dulu saya pernah pacaran dengan seorang ikhwan, dan akhirnya kita putus setelah saya minta hubungan kita berakhir. jujur saya akui, saya yang salah. dan [kini] saya menjadi sangat sayang padanya.

setelah saya tau dia sudah mau married, saya begitu menyesal. saya tak bisa bertemu dgn org seperti dia lagi sampai saat ini:
orang yang sopan, taat, rajin ibadah, dan selalu berusaha mencari ridha ALLAh.

ustad, hampir semua cara sudah aku lakukan, aku sibukkan diri dgn banyak kegiatan, coba jalani hub yang baru, tapi semua tak ada hasil. saya sudah coba lakukan semua Cara “melupakan” si dia, tapi gak ada satupun yang bisa hapuskan rasa sayang saya pada dia.

apa terlalu naif aku berfikir kalo dia jodohku padahal dia kini sudah mau married? karena saya pernah mendengar kata2 dari salah seorang ustad “kalo rasa cinta kita begitu dalam kita rasakan pada seseorang, dan kita juga telah minta petunjuk pada ALLAH, mungkin dia adalah jodoh kita.”

ustad, tolong bantu saya

wa’alaykum salam

Benar, “kalo rasa cinta kita begitu dalam kita rasakan pada seseorang, dan kita juga telah minta petunjuk pada ALLAH, mungkin dia adalah jodoh kita.” Hanya saja, orang yang disiapkan oleh Allah untuk menjadi jodoh kita bukanlah satu orang saja. Jumlahnya banyak, dan kita dapat memilih satu di antara yang banyak itu. Kita tidak boleh memilih semuanya sekaligus dalam satu waktu.

Istriku punya cerita begini. Dulu, sebelum menikah, ada sekurang-kurangnya empat pria (termasuk aku) yang sama-sama menyatakan “rasa cinta yang begitu mendalam dan juga telah minta petunjuk Allah, sehingga yakin berjodoh”. Lantas, haruskah dia menikah dengan semua pria tersebut yang yakin bahwa dialah jodoh mereka? Tentu tidak. Cukuplah dia memilih yang paling berjodoh dengannya (yaitu aku).

Begitu pula mantan pacarmu. Bukan hanya kau seorang yang yakin berjodoh dengannya. Calon istrinya yang sekarang pun yakin berjodoh dengannya. Dan rupanya mantan pacarmu itu telah memilih siapa yang lebih berjodoh dengannya.

Aku memaklumi mengapa kau merasa keberatan untuk melepaskan dia. Kau ingin menebus kesalahanmu, bukan?

Sebelum menebus kesalahan itu, perlu kau sadari bahwa masih mengingat atau bahkan masih mencintai mantan pacar bukanlah kesalahan. Mencintai orang yang baik justru merupakan kebaikan. Masalahnya hanyalah pada kadar ekspresi-nya. Ekspresi cinta kepada mantan pacar (apalagi yang sudah mau married dengan orang lain) tidaklah seleluasa ekspresi cinta kepada pacar.

Untuk menebus kesalahanmu (yang berupa memutus hubungan pacaran dengan pria sebaik dia), berikut ini saran-saranku:

1 - terbukalah untuk menerima peluang berjodoh dengan pria lain diantara sejumlah pria yang disiapkan Allah untuk menjadi jodohmu!

2 - jangan membanding-bandingkan calon jodohmu itu dengan mantan pacarmu, karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing!

3 - syukurilah segala yang ada pada dirimu, sehingga Allah menambahkan nikmat-Nya padamu!

4 - petiklah berbagai hikmah di balik kasus ini; jadikanlah ini sebagai titik tolak untuk menjadi muslimah yang lebih salehan!

5 - dalam posisi sebagai sahabat, tetaplah memelihara hubungan silaturrahim dengan mantan pacarmu dan calon istrinya!

Itu dulu saranku kali ini. Semoga bermanfaat.

Leave a response

Your response:

Kategori