Bila Hatinya Menjauh

Upaya Anda untuk menjadikan Anda dekat di hati si dia mungkin tak selalu mulus. Ada kalanya, hatinya justru menjauh dari diri Anda. Biasanya ini terjadi ketika dia memandang sifat Anda “kurang indah”. Sebab, “pada dasarnya, jiwa itu indah dan selalu terpikat pada segala sesuatu yang indah”. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 29)

Oleh karena itu, ketika si dia memandang sifat Anda “kurang indah”, cermatilah! Mungkin dia kecewa atau marah. Bila ini yang terjadi, bersikap rendah hatilah! Akuilah kekhilafan diri. Mohon maaflah. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 147)

Jangan menganggap diri benar seratus persen! Sedikit-banyak, pastilah ada kesalahan Anda terhadap dirinya. Karenanya, mohon maaflah dengan kata-kata yang benar-benar menunjukkan bahwa Anda yakin telah bersalah. Umpamanya: “Aku mohon maaf atas kesalahanku.” Jangan menggunakan kata-kata yang mengisyaratkan keragu-raguan Anda atas kesalahan Anda. Misalnya: “Kalau ada kata-kataku yang menyinggung perasaanmu, maafkan aku, ya!”

Kalau Anda belum tahu kesalahan Anda, cari tahulah! Bertanyalah kepadanya atau kepada orang dekatnya. Selanjutnya, jangan mengulangi kesalahan Anda!

Secara demikian, insya’Allah sirnalah kemarahan. Muncullah kembali kemesraan yang dirindu-rindukan. Bersatulah kembali dalam pelayaran di puncak asmara. Selamanya cinta. Aduhai bahagianya! (Lihat Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 148.)

About these ads