<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-3701</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 23:48:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-3701</guid>
		<description>@ ida
Apakah Anda berkomentar berdasarkan judul blog tanpa membaca isi artikel-artikel di blog ini?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ida<br />
Apakah Anda berkomentar berdasarkan judul blog tanpa membaca isi artikel-artikel di blog ini?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ida</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-3700</link>
		<dc:creator>ida</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 23:40:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-3700</guid>
		<description>Ass.ha?ada pcran islami?jelas2 kt d larg dkati zina...pcran jarak jauh bikin zina hati,!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.ha?ada pcran islami?jelas2 kt d larg dkati zina&#8230;pcran jarak jauh bikin zina hati,!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Iqbalmatondang@gmail.com</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-3287</link>
		<dc:creator>Iqbalmatondang@gmail.com</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 06:11:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-3287</guid>
		<description>Orang2x tolol,
Kamu berani menghalalkan apa yang diharamkan Allah.
Kamu menginginkan wanita2x bertabarruj, berkholawat dengan non muhrimnya karena nafsu2x kalian yang keji begitu menginginkan bermaksiat kepada Allah.
Ya Rojul itaqillah
Kalo kalian berdoasa bertobat.
Jangan menghalalkan dosa.
Allah menyuruh wanita2x untuk diam dirumah dan jangan bertabarruj seperti orang2x jahiliyah.
Kamu bilang mereka harus berpacaran.
Rrasul bilang duara wanita adalah harom kecuali muhrimnya
kamu bilang boleh pacaran jarakjauh.
Kalian mengharamkan zina karena kalian memang cinta zina.
Takutlah kalian terhadap kata2x kalian.
Sesungguh nya berdusta Atas nama Allah dan Nabinya adalah dosa yang terbesar.
Apakah kalian merasa aman dari adzab Allah.
Apakah kalian akan membuang ajaran agama ini karena kalian senang ngobrol dan menyentuh sesuatu yang tidak halal kepada kalian
Apakah kalian senang jika ibu kalian, saudara kalian disentuh badannya, dinodai kehormatannya, ditelepon oleh orang asing yang bukan muhrimnya.
Kalo kalian tidak senang maka jangan lakukan itu terhadap ibu2x dan saudara2x orang lain.
Sungguh ini merupakan hal yang paling menjijikan yang pernah saya dengar.
Seorang dungu, yang tidak bisa berpikir lurus, dengan hapalan paspasan, bahasa arab yatatata.
Bilang Pacaran (zina itu halal).
Ya Allah lihatlah aku memperingatkan mereka dari berdusta atas nama Mu.
Ya Allah saksikan Bahwa aku berlepas diri dari kebodohan keledai2x dungu ini.
Ya Allah jangan adzab kami karena orang2x dholim diantara kami.
Sesungguhnya menghalalkan apa yang diharamkan Allah itu bukan lagi dosa.
Tetapi masuk kedalam hukum murtad yang ditulis oleh ulama2x 4 mazhab.
 Jika Abu bakar memerangi dan membantai orang yang menolak membayar Zakat.
Bagaimana hukum orang yang menghalalkan zina.
Masya Allah.
Orang2x dungu bertobatlah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang2x tolol,<br />
Kamu berani menghalalkan apa yang diharamkan Allah.<br />
Kamu menginginkan wanita2x bertabarruj, berkholawat dengan non muhrimnya karena nafsu2x kalian yang keji begitu menginginkan bermaksiat kepada Allah.<br />
Ya Rojul itaqillah<br />
Kalo kalian berdoasa bertobat.<br />
Jangan menghalalkan dosa.<br />
Allah menyuruh wanita2x untuk diam dirumah dan jangan bertabarruj seperti orang2x jahiliyah.<br />
Kamu bilang mereka harus berpacaran.<br />
Rrasul bilang duara wanita adalah harom kecuali muhrimnya<br />
kamu bilang boleh pacaran jarakjauh.<br />
Kalian mengharamkan zina karena kalian memang cinta zina.<br />
Takutlah kalian terhadap kata2x kalian.<br />
Sesungguh nya berdusta Atas nama Allah dan Nabinya adalah dosa yang terbesar.<br />
Apakah kalian merasa aman dari adzab Allah.<br />
Apakah kalian akan membuang ajaran agama ini karena kalian senang ngobrol dan menyentuh sesuatu yang tidak halal kepada kalian<br />
Apakah kalian senang jika ibu kalian, saudara kalian disentuh badannya, dinodai kehormatannya, ditelepon oleh orang asing yang bukan muhrimnya.<br />
Kalo kalian tidak senang maka jangan lakukan itu terhadap ibu2x dan saudara2x orang lain.<br />
Sungguh ini merupakan hal yang paling menjijikan yang pernah saya dengar.<br />
Seorang dungu, yang tidak bisa berpikir lurus, dengan hapalan paspasan, bahasa arab yatatata.<br />
Bilang Pacaran (zina itu halal).<br />
Ya Allah lihatlah aku memperingatkan mereka dari berdusta atas nama Mu.<br />
Ya Allah saksikan Bahwa aku berlepas diri dari kebodohan keledai2x dungu ini.<br />
Ya Allah jangan adzab kami karena orang2x dholim diantara kami.<br />
Sesungguhnya menghalalkan apa yang diharamkan Allah itu bukan lagi dosa.<br />
Tetapi masuk kedalam hukum murtad yang ditulis oleh ulama2x 4 mazhab.<br />
 Jika Abu bakar memerangi dan membantai orang yang menolak membayar Zakat.<br />
Bagaimana hukum orang yang menghalalkan zina.<br />
Masya Allah.<br />
Orang2x dungu bertobatlah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: syahbani</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2773</link>
		<dc:creator>syahbani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 04:30:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2773</guid>
		<description>Pacaran boleh atau tidak ? ketika anak saya bertanya pak pacaran menurut Islam boleh atau tidak ? maka saya jawab :
1. Insya Alla boleh apabila calon pacarmu sudah jelas keturunannya, wajahnya, pekerjaannya dan lebih utama agamanya dan dua-duanya sepakat untuk melakukan sholat istikharah /tahajjud meminta kepada Allah apakah pacar kalian adalah memang yang ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi pendampingmu.
2. Tidak Boleh / Haram! Apabila pacaran tidak dilandasi hal-hal tersebut di atas.
caranya bagaimana : Kita punya: mata, telinga, tangan dan lain-lain untuk di gunakan di jalan Allah . mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pacaran boleh atau tidak ? ketika anak saya bertanya pak pacaran menurut Islam boleh atau tidak ? maka saya jawab :<br />
1. Insya Alla boleh apabila calon pacarmu sudah jelas keturunannya, wajahnya, pekerjaannya dan lebih utama agamanya dan dua-duanya sepakat untuk melakukan sholat istikharah /tahajjud meminta kepada Allah apakah pacar kalian adalah memang yang ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi pendampingmu.<br />
2. Tidak Boleh / Haram! Apabila pacaran tidak dilandasi hal-hal tersebut di atas.<br />
caranya bagaimana : Kita punya: mata, telinga, tangan dan lain-lain untuk di gunakan di jalan Allah . mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lia</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2664</link>
		<dc:creator>lia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 06:18:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2664</guid>
		<description>Salafy = pengikut salaf. Istilah Wahabi selama ini ditujukan untuk para pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, tapi itu adalah penamaan yang aneh, karena nama aslinya Muhammad sedangkan &quot;Abdul Wahhab&quot; adalah nama ayahnya (harusnya &quot;Muhammady&quot; dong?) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri berpegang pada manhaj salaf, yang berpedoman pada Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman salasushshalih (generasi para shahabat, tabi&#039;in, dan tabi&#039;ut tabi&#039;in)



&lt;blockquote&gt;Keterangan dari Admin:
Ukhti Lia, ayat larangan zina dan hadits tentang mendekati zina yang ukti sampaikan tidak kami muat di sini karena menyimpang dari topik pembicaraan. Silakan ukhti menyampaikannya di postingan lain yang relevan.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salafy = pengikut salaf. Istilah Wahabi selama ini ditujukan untuk para pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, tapi itu adalah penamaan yang aneh, karena nama aslinya Muhammad sedangkan &#8220;Abdul Wahhab&#8221; adalah nama ayahnya (harusnya &#8220;Muhammady&#8221; dong?) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri berpegang pada manhaj salaf, yang berpedoman pada Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman salasushshalih (generasi para shahabat, tabi&#8217;in, dan tabi&#8217;ut tabi&#8217;in)</p>
<blockquote><p>Keterangan dari Admin:<br />
Ukhti Lia, ayat larangan zina dan hadits tentang mendekati zina yang ukti sampaikan tidak kami muat di sini karena menyimpang dari topik pembicaraan. Silakan ukhti menyampaikannya di postingan lain yang relevan.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ummu asiyah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2663</link>
		<dc:creator>ummu asiyah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 05:56:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2663</guid>
		<description>[1] &#039;afwan, bukankah sudah jelas ada ayat yang menyebut larangan &quot;mendekati&quot; zina? [2] Dan pacaran, bagaimana pun bentuknya adalah perbuatan mendekati zina. [3] Atau antum beranggapan bahwa diri antum maupun orang lain yang membolehkan pacaran &quot;islami&quot; PASTI akan selamat dari perbuatan itu? Istighfarlah kepada Allah. [4] Bagaimana pula dengan zina hati orang yang melakukan pacaran &quot;islami&quot;???
[5] Saya sendiri tidak setuju dengan istilah pacaran &quot;islami&quot;. [6] Jangan-jangan nanti ada pihak lain yang memunculkan istilah judi &quot;islami&quot;, minum khomer &quot;islami&quot;, bahkan zina &quot;islami... na&#039;udzubillahimindzalik

&lt;blockquote&gt;Tanggapan Admin:

[1] Benar, sudah jelas bahwa mendekati zina itu terlarang. Tapi, tidaklah jelas bahwa pacaran itu identik dengan mendekati zina.

[2] Tidak ada bukti obyektif bahwa pacaran itu mendekati zina. Lihat hasil penelitian ilmiah di artikel &lt;a href=&quot;http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Ciuman dengan Pacar&lt;/a&gt;.

[3] &amp; [4] Dalam pacaran islami dan juga dalam taaruf pranikah, tidak ada jaminan bahwa pelakunya pasti akan bebas dari perbuatan yang mendekati zina; diantaranya: &quot;zina hati&quot; (berzina dalam hati). Karena sama-sama tidak ada jaminan, maka Abu Syuqqah menyarankan, &lt;a href=&quot;http://wppi.wordpress.com/2008/01/10/berilah-kemudahan-bercinta-daripada-mencegah-zina-secara-berlebihan/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Berilah Kemudahan Bercinta daripada Mencegah Zina Secara Berlebihan&lt;/a&gt;.

[5] Boleh-boleh saja antum tidak setuju. Kalau tidak setuju, antum tidak usah menggunakan istilah tersebut untuk aktivitas pranikah antum. Namun kita perlu menyadari, ada banyak saudara kita yang menyukai istilah tersebut. Dan kita tidak berhak melarang mereka menggunakan istilah tersebut.

[6] Kita memaklumi kekhawatiran itu. Itulah sebabnya kita senantiasa membutuhkan dakwah. Bagaimanapun, kekhawatiran itu bukanlah dasar yang cukup kuat untuk mengharamkan pacaran. Lihat artikel &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/06/perlukah-kita-buang-istilah-pacaran/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Haruskah kita buang istilah pacaran?&lt;/a&gt;

Kalau masih penasaran, silakan baca halaman &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/taut-favorit/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Wajib Baca&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[1] &#8216;afwan, bukankah sudah jelas ada ayat yang menyebut larangan &#8220;mendekati&#8221; zina? [2] Dan pacaran, bagaimana pun bentuknya adalah perbuatan mendekati zina. [3] Atau antum beranggapan bahwa diri antum maupun orang lain yang membolehkan pacaran &#8220;islami&#8221; PASTI akan selamat dari perbuatan itu? Istighfarlah kepada Allah. [4] Bagaimana pula dengan zina hati orang yang melakukan pacaran &#8220;islami&#8221;???<br />
[5] Saya sendiri tidak setuju dengan istilah pacaran &#8220;islami&#8221;. [6] Jangan-jangan nanti ada pihak lain yang memunculkan istilah judi &#8220;islami&#8221;, minum khomer &#8220;islami&#8221;, bahkan zina &#8220;islami&#8230; na&#8217;udzubillahimindzalik</p>
<blockquote><p>Tanggapan Admin:</p>
<p>[1] Benar, sudah jelas bahwa mendekati zina itu terlarang. Tapi, tidaklah jelas bahwa pacaran itu identik dengan mendekati zina.</p>
<p>[2] Tidak ada bukti obyektif bahwa pacaran itu mendekati zina. Lihat hasil penelitian ilmiah di artikel <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/" rel="nofollow">Ciuman dengan Pacar</a>.</p>
<p>[3] &amp; [4] Dalam pacaran islami dan juga dalam taaruf pranikah, tidak ada jaminan bahwa pelakunya pasti akan bebas dari perbuatan yang mendekati zina; diantaranya: &#8220;zina hati&#8221; (berzina dalam hati). Karena sama-sama tidak ada jaminan, maka Abu Syuqqah menyarankan, <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/10/berilah-kemudahan-bercinta-daripada-mencegah-zina-secara-berlebihan/" rel="nofollow">Berilah Kemudahan Bercinta daripada Mencegah Zina Secara Berlebihan</a>.</p>
<p>[5] Boleh-boleh saja antum tidak setuju. Kalau tidak setuju, antum tidak usah menggunakan istilah tersebut untuk aktivitas pranikah antum. Namun kita perlu menyadari, ada banyak saudara kita yang menyukai istilah tersebut. Dan kita tidak berhak melarang mereka menggunakan istilah tersebut.</p>
<p>[6] Kita memaklumi kekhawatiran itu. Itulah sebabnya kita senantiasa membutuhkan dakwah. Bagaimanapun, kekhawatiran itu bukanlah dasar yang cukup kuat untuk mengharamkan pacaran. Lihat artikel <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/06/perlukah-kita-buang-istilah-pacaran/" rel="nofollow">Haruskah kita buang istilah pacaran?</a></p>
<p>Kalau masih penasaran, silakan baca halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taut-favorit/" rel="nofollow">Wajib Baca</a>.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ikan asin</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2366</link>
		<dc:creator>ikan asin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 15:27:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2366</guid>
		<description>hihihihihihihihihihihihi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hihihihihihihihihihihihi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2343</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 14:37:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2343</guid>
		<description>@ zainlite
&lt;blockquote&gt;
dalam penetapan hukum, sudah jelas dipakai hukum yang terakhir. 
&lt;/blockquote&gt;
Saya belum mengerti apa maksud pernyataan tersebut.
&lt;blockquote&gt;
Bagaimana dengan Fatwa2 para alim ulama, sudah jelas pacaran itu Haram. 
&lt;/blockquote&gt;
Tidak demikian. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/22/siapa-sajakah-ulama-terkemuka-yang-menetapkan-fatwa-haramnya-pacaran/ 
&lt;blockquote&gt;
Bagaimana bisa menetukan fatwa sendiri?
&lt;/blockquote&gt;
Saya bersandar kepada sejumlah ulama terkemuka. Pada artikel di atas pun sudah saya nyatakan: &quot;&lt;b&gt;Bukti kami bisa dilihat di halaman &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Taman Cinta&lt;/a&gt; Ibnu Qayyim, artikel &lt;a href=&quot;http://muslimromantis.wordpress.com/2008/05/08/mesra-tanpa-zina/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Mesra Tanpa Zina&lt;/a&gt; ala Ibnu Hazm, dan artikel &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/24/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-2/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran&lt;/a&gt; ala Abu Syuqqah.&lt;/b&gt;&quot; Apakah Anda belum membacanya?
&lt;blockquote&gt;
Blog ini bisa dijadikan pembenaran bagi mereka yg sedang di mabuk asmara, hati2..
&lt;/blockquote&gt;
Terima kasih atas nasihatnya.
Memang, sebagaimana tradisi taaruf pranikah yang mengandung bahaya &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;bid&#039;ah&lt;/a&gt;, budaya pacaran pun rentan akan bahaya &quot;mendekati zina&quot;. Oleh karena itulah kita harus selalu menjalankan proses islamisasi terhadap kedua macam budaya ini.

Untuk itu, kami tidak berhenti pada pernyataan &quot;pacaran yang islami itu ada&quot;. Kami pun menunjukkan &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Panduan Pacaran&lt;/a&gt; yang islami.
&lt;blockquote&gt;
anda sudah menjerumuskan…..sekali lagi ini pendapat saya.
&lt;/blockquote&gt;
Berpendapat boleh-boleh saja. Tapi menuduh tanpa bukti itu apa bedanya dengan fitnah?
&lt;blockquote&gt;
Lihatlah postingan di blog ini, judul2nya betul2 diluar batas2 syar`i. sampai2 ada judul Nabi Muhammad pun pernah pacaran, 
&lt;/blockquote&gt;
Lagi-lagi Anda menuduh tanpa bukti. Mengapa judul &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Nabi Muhammad pun pernah pacaran&lt;/a&gt;&quot; Anda tuduh sebagai &quot;betul2 diluar batas2 syar`i&quot;? Apakah Anda sudah membacanya?

Postingan tersebut merupakan jawaban terhadap pertanyaan dari seorang pembaca, &quot;Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasulullah SAW pernah pacaran sebelum menikah?&quot;

Ternyata dari hadits shahih dan kitab siroh Nabi, saya dapati bahwa memang Rasulullah saw. pernah melakukan pacaran. Karena itulah saya menjawab, &quot;Nabi Muhammad pun pernah pacaran.&quot; (Apakah menurut Anda, saya harus menyembunyikan sunnah beliau ini?)

Bahwa gaya pacaran beliau itu jauh berbeda dengan gaya pacaran orang-orang pada umumnya, saya pun di postingan tersebut mengungkapkan: &quot;... model kerjasama ala Khadijah-Muhammad itu dapat kita jadikan &lt;b&gt;teladan&lt;/b&gt;. Dengan si dia yang Anda sayangi, Anda dapat menjalin kerjasama bisnis, belajar bersama, atau pun melakukan kegiatan bersama lainnya &lt;i&gt;yang membawa manfaat sebesar-besarnya&lt;/i&gt;.&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ zainlite</p>
<blockquote><p>
dalam penetapan hukum, sudah jelas dipakai hukum yang terakhir.
</p></blockquote>
<p>Saya belum mengerti apa maksud pernyataan tersebut.</p>
<blockquote><p>
Bagaimana dengan Fatwa2 para alim ulama, sudah jelas pacaran itu Haram.
</p></blockquote>
<p>Tidak demikian. Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/22/siapa-sajakah-ulama-terkemuka-yang-menetapkan-fatwa-haramnya-pacaran/" rel="nofollow">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/22/siapa-sajakah-ulama-terkemuka-yang-menetapkan-fatwa-haramnya-pacaran/</a> </p>
<blockquote><p>
Bagaimana bisa menetukan fatwa sendiri?
</p></blockquote>
<p>Saya bersandar kepada sejumlah ulama terkemuka. Pada artikel di atas pun sudah saya nyatakan: &#8220;<b>Bukti kami bisa dilihat di halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/" rel="nofollow">Taman Cinta</a> Ibnu Qayyim, artikel <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/05/08/mesra-tanpa-zina/" rel="nofollow">Mesra Tanpa Zina</a> ala Ibnu Hazm, dan artikel <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/24/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-2/" rel="nofollow">Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran</a> ala Abu Syuqqah.</b>&#8221; Apakah Anda belum membacanya?</p>
<blockquote><p>
Blog ini bisa dijadikan pembenaran bagi mereka yg sedang di mabuk asmara, hati2..
</p></blockquote>
<p>Terima kasih atas nasihatnya.<br />
Memang, sebagaimana tradisi taaruf pranikah yang mengandung bahaya <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/" rel="nofollow">bid&#8217;ah</a>, budaya pacaran pun rentan akan bahaya &#8220;mendekati zina&#8221;. Oleh karena itulah kita harus selalu menjalankan proses islamisasi terhadap kedua macam budaya ini.</p>
<p>Untuk itu, kami tidak berhenti pada pernyataan &#8220;pacaran yang islami itu ada&#8221;. Kami pun menunjukkan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/" rel="nofollow">Panduan Pacaran</a> yang islami.</p>
<blockquote><p>
anda sudah menjerumuskan…..sekali lagi ini pendapat saya.
</p></blockquote>
<p>Berpendapat boleh-boleh saja. Tapi menuduh tanpa bukti itu apa bedanya dengan fitnah?</p>
<blockquote><p>
Lihatlah postingan di blog ini, judul2nya betul2 diluar batas2 syar`i. sampai2 ada judul Nabi Muhammad pun pernah pacaran,
</p></blockquote>
<p>Lagi-lagi Anda menuduh tanpa bukti. Mengapa judul &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/" rel="nofollow">Nabi Muhammad pun pernah pacaran</a>&#8221; Anda tuduh sebagai &#8220;betul2 diluar batas2 syar`i&#8221;? Apakah Anda sudah membacanya?</p>
<p>Postingan tersebut merupakan jawaban terhadap pertanyaan dari seorang pembaca, &#8220;Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasulullah SAW pernah pacaran sebelum menikah?&#8221;</p>
<p>Ternyata dari hadits shahih dan kitab siroh Nabi, saya dapati bahwa memang Rasulullah saw. pernah melakukan pacaran. Karena itulah saya menjawab, &#8220;Nabi Muhammad pun pernah pacaran.&#8221; (Apakah menurut Anda, saya harus menyembunyikan sunnah beliau ini?)</p>
<p>Bahwa gaya pacaran beliau itu jauh berbeda dengan gaya pacaran orang-orang pada umumnya, saya pun di postingan tersebut mengungkapkan: &#8220;&#8230; model kerjasama ala Khadijah-Muhammad itu dapat kita jadikan <b>teladan</b>. Dengan si dia yang Anda sayangi, Anda dapat menjalin kerjasama bisnis, belajar bersama, atau pun melakukan kegiatan bersama lainnya <i>yang membawa manfaat sebesar-besarnya</i>.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zainlite</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2342</link>
		<dc:creator>zainlite</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 10:41:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2342</guid>
		<description>Lihatlah postingan di blog ini, judul2nya betul2 diluar batas2 syar`i. sampai2 ada judul Nabi Muhammad pun pernah pacaran, masya Allah....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lihatlah postingan di blog ini, judul2nya betul2 diluar batas2 syar`i. sampai2 ada judul Nabi Muhammad pun pernah pacaran, masya Allah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zainlite</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2341</link>
		<dc:creator>zainlite</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 10:39:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2341</guid>
		<description>Blog ini bisa dijadikan pembenaran bagi mereka yg sedang di mabuk asmara, hati2..anda sudah menjerumuskan.....sekali lagi ini pendapat saya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini bisa dijadikan pembenaran bagi mereka yg sedang di mabuk asmara, hati2..anda sudah menjerumuskan&#8230;..sekali lagi ini pendapat saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zainlite</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2340</link>
		<dc:creator>zainlite</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 10:37:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2340</guid>
		<description>dalam penetapan hukum, sudah jelas dipakai hukum yang terakhir. Bagaimana dengan Fatwa2 para alim ulama, sudah jelas pacaran itu Haram. Bagaimana bisa menetukan fatwa sendiri?
Wahai semua yg sedang pacaran, tinggalkanlah...atau sesegera mungkin Menikah, tentunya itu lebih baik bagimu, ingat azab Allah amatlah Pedih !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dalam penetapan hukum, sudah jelas dipakai hukum yang terakhir. Bagaimana dengan Fatwa2 para alim ulama, sudah jelas pacaran itu Haram. Bagaimana bisa menetukan fatwa sendiri?<br />
Wahai semua yg sedang pacaran, tinggalkanlah&#8230;atau sesegera mungkin Menikah, tentunya itu lebih baik bagimu, ingat azab Allah amatlah Pedih !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zainlite</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2318</link>
		<dc:creator>zainlite</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 20:17:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2318</guid>
		<description>Pacaran sehat ? gak ada tuh. Pacaran = haram...titik.



&lt;blockquote&gt;Tanggapan Admin:
Jadi, zainlite tidak mau tahu bahwa &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Nabi Muhammad pun pernah pacaran&lt;/a&gt; dengan Khadijah?&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pacaran sehat ? gak ada tuh. Pacaran = haram&#8230;titik.</p>
<blockquote><p>Tanggapan Admin:<br />
Jadi, zainlite tidak mau tahu bahwa <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/" rel="nofollow">Nabi Muhammad pun pernah pacaran</a> dengan Khadijah?</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Yahya</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2241</link>
		<dc:creator>Abu Yahya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 07:27:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2241</guid>
		<description>


&lt;blockquote&gt;Aliran salafi terbagi ke dalam banyak kelompok. Masing-masing merasa dirinya salafi dan cenderung tidak mengakui kesalafian kelompok lain. (Wahhabi adalah satu dari banyak kelompok itu.)&lt;/blockquote&gt;


Afwan, pendapat diatas terlalu mengada-ada.



&lt;blockquote&gt;Tanggapan M Shodiq Mustika:
Saya tidak mengada-ada. Lihat http://main.man3malang.com/index.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=689 dan http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/message/26172 &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Aliran salafi terbagi ke dalam banyak kelompok. Masing-masing merasa dirinya salafi dan cenderung tidak mengakui kesalafian kelompok lain. (Wahhabi adalah satu dari banyak kelompok itu.)</p></blockquote>
<p>Afwan, pendapat diatas terlalu mengada-ada.</p>
<blockquote><p>Tanggapan M Shodiq Mustika:<br />
Saya tidak mengada-ada. Lihat <a href="http://main.man3malang.com/index.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=689" rel="nofollow">http://main.man3malang.com/index.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=689</a> dan <a href="http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/message/26172" rel="nofollow">http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/message/26172</a> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bagdies</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2240</link>
		<dc:creator>bagdies</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 06:20:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2240</guid>
		<description>salam kenal
www.kawasah.co.cc</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal<br />
<a href="http://www.kawasah.co.cc" rel="nofollow">http://www.kawasah.co.cc</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hasiholan Ritonga</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2237</link>
		<dc:creator>Hasiholan Ritonga</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 16:40:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2237</guid>
		<description>Ass.wr.wb.
Salam kenal, numpang lewat dulu ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.wr.wb.<br />
Salam kenal, numpang lewat dulu ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rizal</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2228</link>
		<dc:creator>rizal</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 13:45:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2228</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum salam ukwah...


bagus sekali...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum salam ukwah&#8230;</p>
<p>bagus sekali&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: &#160; hasil uan sd Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah&#160;by&#160;IklanSentul.Com</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2225</link>
		<dc:creator>&#160; hasil uan sd Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah&#160;by&#160;IklanSentul.Com</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 16:37:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2225</guid>
		<description>[...] hasil uan sd Ade-ade yang baru selesai UAN tentu sangat gelisah dengan hasil UAN SD, SMP dan SMA. Gimana tidak, kelulusan memang [&#8230;] Budimeeong. Tags: trik, S1 PJJ UNLAM Banjarmasin, PJJ HST, My Pictures, Ungkapan Hati, Free Download, &#8230; Read more about Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] hasil uan sd Ade-ade yang baru selesai UAN tentu sangat gelisah dengan hasil UAN SD, SMP dan SMA. Gimana tidak, kelulusan memang [&#8230;] Budimeeong. Tags: trik, S1 PJJ UNLAM Banjarmasin, PJJ HST, My Pictures, Ungkapan Hati, Free Download, &#8230; Read more about Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: syakir</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2215</link>
		<dc:creator>syakir</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 23:37:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2215</guid>
		<description>sebab itulah saya berpendapat wahhabi bukan salafi. ini kerana ia salah satu daripada banyak kelompok itu (cenderung tidak mengakui kesalafian kelompok lain) sedangkan salafi tidak menyalahkan sesiapapun. ulama terdahulu hening hatinya, hanya memandang semuanya hak Allah taala.

bagaimanapun tanggapan saya, tidak semua wahhabi itu adalah wahhabi. kerana wahhabi hanya label sahaja. ada juga orang yang dikatakan wahhabi, tetapi ia tak pernah anggap dirinya wahhabi.

itu hanya komen saya. mungkin ada pendapat yang lebih bernas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebab itulah saya berpendapat wahhabi bukan salafi. ini kerana ia salah satu daripada banyak kelompok itu (cenderung tidak mengakui kesalafian kelompok lain) sedangkan salafi tidak menyalahkan sesiapapun. ulama terdahulu hening hatinya, hanya memandang semuanya hak Allah taala.</p>
<p>bagaimanapun tanggapan saya, tidak semua wahhabi itu adalah wahhabi. kerana wahhabi hanya label sahaja. ada juga orang yang dikatakan wahhabi, tetapi ia tak pernah anggap dirinya wahhabi.</p>
<p>itu hanya komen saya. mungkin ada pendapat yang lebih bernas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: syakir</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2213</link>
		<dc:creator>syakir</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 14:57:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2213</guid>
		<description>salam. pada pendapat saya, wahhabi bukanlah salafi. jauh sekali.



&lt;blockquote&gt;Tanggapan M Shodiq Mustika:
Aliran salafi terbagi ke dalam banyak kelompok. Masing-masing merasa dirinya salafi dan cenderung tidak mengakui kesalafian kelompok lain. (Wahhabi adalah satu dari banyak kelompok itu.)&lt;/blockquote&gt;


</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam. pada pendapat saya, wahhabi bukanlah salafi. jauh sekali.</p>
<blockquote><p>Tanggapan M Shodiq Mustika:<br />
Aliran salafi terbagi ke dalam banyak kelompok. Masing-masing merasa dirinya salafi dan cenderung tidak mengakui kesalafian kelompok lain. (Wahhabi adalah satu dari banyak kelompok itu.)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: &#160; hasil ujian 2008 surabaya Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah&#160;by&#160;IklanSentul.Com</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-2196</link>
		<dc:creator>&#160; hasil ujian 2008 surabaya Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah&#160;by&#160;IklanSentul.Com</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 03:21:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167#comment-2196</guid>
		<description>[...] hasil ujian 2008 surabaya 14 dan 21 Juni 2008 Hasil Ujian Nasional Diumumkan. 14 dan 21 Juni 2008 Hasil Ujian Nasional Diumumkan Sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional [&#8230;] Kumpulan bisnis pulsa elektrik terbaik dan termurah di &#8230; Read more about Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] hasil ujian 2008 surabaya 14 dan 21 Juni 2008 Hasil Ujian Nasional Diumumkan. 14 dan 21 Juni 2008 Hasil Ujian Nasional Diumumkan Sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional [&#8230;] Kumpulan bisnis pulsa elektrik terbaik dan termurah di &#8230; Read more about Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
