Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)
Sejumlah orang masih belum mengerti mengenai pacaran dalam Islam. Mereka menyangka: “Islam hanya mengenal ta’aruf sebelum pernikahan.” Lantas untuk menolak islamisasi pacaran, mereka pun mengajukan pertanyaan: “Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasullah SAW pernah pacaran sebelum menikah? Bukankah pacaran itu merupakan produk Barat?”
Berikut adalah tanggapan dan jawaban saya, M Shodiq Mustika:
Pacaran bukanlah produk Barat. Pada zaman Nabi Muhammad SAW pun sudah terdapat budaya “pacaran” (dalam arti “saling ekspresikan cinta”). Beliau tidak melarangnya, tetapi justru merestuinya. Lihat artikel Sikap Nabi terhadap Orang yang Ekspresikan Cinta.
Tidaklah benar bahwa Islam mensyariatkan “ta’aruf sebelum pernikahan”. Yang disyariatkan adalah tanazhur, yang kami sebut sebagai pacaran islami. Lihat artikel “Taaruf: Sebuah istilah yang asal keren?“
Nabi Muhammad SAW dan para sahabat pun pernah “pacaran” (dalam arti “bercinta pra-khitbah“) sebelum menikah. Metode “pacaran” yang mereka gunakan adalah tanazhur (saling menaruh perhatian). Lihat, sekali lagi, artikel “Taaruf: Sebuah istilah yang asal keren?“
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku telah diberi karunia dengan cintanya Khadijah kepadaku.” (HR Muslim, Bab “Keutamaan Khadijah”)
Ibnu al-Atsir menceritakan dalam Tarikh-nya bahwa setelah mendengar kabar tentang sifat-sifat Muhammad SAW, Siti Khadijah menawarkan kesempatan kepada beliau untuk membawa barang dagangannya ke Syam. Tawaran ini diterima dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar (daripada bila dibawa oleh orang lain). Lantas, Ibnu al-Atsir mengungkapkan “Siti Khadijah sangat gembira menerima keuntungan yang besar itu, tetapi kekagumannya kepada orang yang telah diujinya itu jauh lebih mendalam.” (Kekaguman yang mendalam inilah yang kita kenal sebagai rasa CINTA. Sedangkan ekspresinya kita sebut sebagai “bercinta“.)
Perhatikanlah bahwa diantara mereka berdua tidak hanya terjadi proses taaruf (dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dsb). Diantara mereka ternyata terdapat pula “interaksi yang mendalam” dalam bentuk kerjasama bisnis. Interaksi yang mendalam seperti itulah salah satu perbedaan utama antara pacaran islami dan taaruf. Lihat artikel “Taaruf dan pacaran islami: Mana yang lebih efektif?“
Pola pacaran islami (alias tanazhur) dengan model kerjasama ala Khadijah-Muhammad itu dapat kita jadikan teladan. Dengan si dia yang Anda sayangi, Anda dapat menjalin kerjasama bisnis, belajar bersama, atau pun melakukan kegiatan bersama lainnya yang membawa manfaat sebesar-besarnya. Justru kalau Anda hanya bertaaruf dengan si dia tanpa interaksi yang mendalam, maka Anda belum sepenuhnya memenuhi Sunnah Nabi tersebut.
tetapi sangat disayangkan pacaran dalam konteks anak muda zaman sekarang sudah berbeda juragan…
free sex
drugs
ampe gr2 pacaran d do
efek globalisasi
terima kasih atas postnya berguna banget
Assalamu’alakum
Pak Shodiq.
Pemaparan anda sangat detail dan gamblang tentang pacaran islami ini.
Sudah membuat bingung umat islam REMAJA-REMAJA MUJAHID ini dengan memberikan sesuatu hal yang sudah jelas hukumnya dihadapan Allah, MENJADI RANCU DAN RAGU-RAGU kembali di mata MUJAHID-MUJAHID MUDA KITA. SEMOGA ALLAH SWT MEMBERIKAN GANJARAN YANG TEPAT BAGI PENDUSTA AYAT-AYAT ALLAH SWT ini.Afwan.JAzakallah Khairan Katsiro.Wallahu ‘alam.
hmmm…
WAH SEPERTINYA INI JARINGAN ISLAMIYAH LIBERAL PUNYA NIH alisa ( JIL )
Jelas ini Membahayakan dan bisa menyeret orang orang ke arah yang SESAT
saya emang kurang tahu aturan2 dalam sistem pergaulan islam, tapi yang saya tau, dalam agama kita, pergaulan laki dan perempuan itu dibatasi. Batasan tersebut biasanya berupa perintah dan larangan-larangan.
pacaran ? hanya sebuah istilah… menurut saya apapun istilahnya mau pacaran, kumpul kebo, ngedate, ikhtilat, free sex, dll itu gak penting, yang penting selama ada aktivitas yang melanggar perintah dan larangan2 tersebut, maka itu GAK BOLEH.
ah, ngapain juga pacaran (apalagi ‘mengkampanyekan’nya) menurutku toh cinta yang terpendam bisa ‘dilampiaskan’ melalui hal yang lebih produktif misalnya blogging, maen futsal ato bikin program (ups,that’s my hobies)
menurut saya sih lebih keren denger ‘taaruf’ dari pada ‘pacaran islami’.
Afwan, itu cuman komentar dari saya yang belum banyak ilmu.
Terus upgrade ilmu nya ya Pak !
astaghfirullahaladziim.. astaghfirullahaladziim.. ya rabb, ampuni kita semua. berilah kita semua petunjuk ke jalan yang benar.. aamiin ya rabbal alamiin.
semoga kita semua selalu berada dalam lindungan_Nya…… Amin
assalamu’alaikum…
salam kenal semuany…
bang numpang cantumin linkny abang di blog ane ya…
numpang komentar:
semuany tergantung prinsip masing2.. yg sesuai dgn hati nurani Anda sendiri2.. Perbedaan adalah rahmat.. dan ntar akan qta pertanggungjawabkan sendiri-sendiri… (Allah yg membolak-balikan hati)
“Sesunggunya di hadapan kalian akan banyak fitnah bagaikan malam gelap gulita, seseorang menjadi mu’min di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari, menjadi mu’min di sore hari dan menjadi kafir di pagi hari.” (H.R. Abu Daud)
tpi yg terpenting adalah
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini ada segumpal daging yang kalau baik maka akan baiklah sekujur tubuhnya, begitupun kalau buruk maka akan buruklah seluruh sikapnya, itulah yang dinamakan qalbu”(HR. Bukhari Muslim)
waallahu’alambishowab…
peace semuanya n salam ukhuwah……. ^_^
Assalamualaikum Wr. Wb.
– Apakah Anda ingin mengetahui penyebab hancurnya sistem kapitalis?
– Apakah Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang situasi dan kondisi masyarakat saat ini secara global?
– Apakah Anda ingin mengetahui tentang sistem apakah yang bisa memecahkan berbagai persoalan dalam situasi dan kondisi saat ini?
Apabila Anda menjawab “ya!”, maka hadirilah undangan…
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
Liqo’ Syawal Umat Islam 1429 H
Bersama Hizbut Tahrir Indonesia
dengan tema,
– “Saatnya Kapitalisme Hancur dan Khilafah Tegak”
yang Insya Allah akan dilaksanakan pada,
– hari____: Ahad
– tanggal_: 26 Oktober 2008
– pukul___: 08.30-11.00
– tempat__: Masjid Al-Akbar, Surabaya
yang diselenggarakan oleh,
– HTI DPD Jawa Timur
contact Person
– Anwar Jabir (081 13465967)
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
…yang Insya Allah akan mampu menjawab pertanyaan Anda mengenai ketiga hal di atas.
Terima kasih atas perhatian yang telah Anda berikan.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
ga semua yang kalian lihat, denger dan rasakan itu bener!
kadang di balik kebenaran yg dianggap orang itu ternyata tidak benar, dan kadang apa yang di anggap salah itulah yang benar!
berdo’alah, apa yang kalian yakini itu benar!
Pacaran itu tidak dilarang ISLAM tapi pacarannya setelah menikah, klo sebelum menikah itu namanya mendekati zina
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” AL israa’ : 17,
sedangkan hukum pacaran sebelum nikah itu HARAM.
perlu dibedakan istilah pacaran sebelum menikah dengan mencintai sesorang, mencintai seseorang tidak harus pacaran, karena seseorang yang pacaran adalah seorang yang pengecut yang tidak berani bertanggung jawab, sedangkan untuk mengenal pasangan nabi telah memberi batasan batasan dalam ta’aruf yaitu didepan seorang mahrom.
perlu diingat pemberian istilah pacaran islami merupakan hal yang baru dalam islam, apakah bisa dikatakan seorang yang bermin judi didalam masjid merupakan judi yang islami???
wallahu a’lam
saya gak percaya tuh …. dan yang namanya pacaran itu haram …
Maaf, Pak. Tolong perhatikan masalah istilah dan definisi, serta penggunaan bahasa yang Anda kemukakan. Jika Anda menggunakan istilah “pacaran”, dengan segala definisi yang Anda kemukakan, sedangkan Anda yang Da’i membenarkan pacaran itu, maka orang2 “abangan” yang Anda katakan itu akan menjadikan statement Anda sebagai referensi pembenaran pacaran sebagai sebuah aktivitas. Mari kita pandang definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum. Karena, sah atau tidak sah, mau atau tidak mau, itulah definisi pacaran yang dipercaya dan diketahui oleh khalayak.
Jadi, dengan segala hormat dan kerendahan hati, saya rasa, tidak tepat juga jika Bapak membuat sebuah istilah pacaran baru yang Islami serta dikaitkan dengan istilah apapun yang Bapak buat. Karena itu hanya akan membuat parsialisasi persepsi mereka yang membaca, termasuk saya. Padahal saya sudah mencoba membuka setiap penjelasan yang Bapak tawarkan kepada komentator2 kontra yang ada di atas, tapi saya tidak mendapatkan sebuah titik terang. Karena pada dasarnya, dalam berfilsafat, hal yang utama adalah makna, definisi, dan kaitan antara ide yang ada. Dan secara definisi, bahkan jika menyesuaikan dengan definisi yang Anda tawarkan berdasarkan KBBI, pacaran tidak sama dengan pencurahan kasih sayang tadi.
Menurut saya, semoga Allah mengampuni jika saya salah, Bapak terlalu menyambung-nyambungkan istilah pacaran dan terlalu mengislami-islamikan pacaran ini secara definisi. Walaupun, dengan apresiasi yang menggunung, saya tahu bahwa Bapak melakukan hal ini dengan tujuan yang mulia, jika memang untuk mendakwahkan dan mengubah platform berfikir orang kebanyakan. Jadi, mungkin bisa dipertimbangkan untuk mengubah gaya pemaparan Bapak, karna ini untuk menghindari pemahaman parsial oleh pembaca yang “abangan”, karna akan sangat berbahaya jika ada pembaca yang melakukan pacaran-non-Islami, sebut saja demikian, dengan menggunakan tulisan-tulisan Bapak yang mereka tangkap secara parsial sebagai landasan pembenaran.
Sesungguhnya kita tahu bahwa manusia hanya mencoba berfikir sesuai dengan kapasitas intelektualnya, maka semoga Allah, sang pemilik segala intelektualitas tanpa batas, sang mahatahu atas apapun yang bahkan tersembunyi, mengampuni saya jika terdapat kesalahan dan kekurangajaran pada komentar ini. Semoga Allah menjauhi kita, saya, Anda, dan semua pembaca, dari segala macam prasangka..
———————————————————
Maka jika hamba-hambaKu bertanya kepadaKu, maka (katakanlah) bahwa AKU DEKAT (Al-Quran)
Wa’alaykumus salam…
@ Nina
Aku salut pada dirimu yang berani mengakui kesalahan. Semoga saudara-saudara kita lainnya, terutama yang hingga kini masih menentang pacaran islami, berani pula mengakui kesalahannya.
@ syraru
Terima kasih atas pujian dan dukungannya.
@ norman, antTrack, WASPADA
Alhamdulillah… Saya bersyukur bahwa kini semakin banyak mujahid muda yang mendukung pacaran islami.
@ risyana
Terima kasih atas pengertiannya.
Memang ada sejumlah orang yang lebih suka istilah taaruf. Namun pembaca blog ini pada umumnya lebih suka istilah pacaran islami. Silakan periksa artikel “Istilah favorit untuk persiapan menikah“.
@ thefirelordfourier, gh@ndhoel
Aamiin.
@ gagukjelek
Terima kasih atas pencantuman link ke blog ini. Semoga kebaikanmu ini membawa berkah yang sebesar-besarnya. Aamiin.
@ dir88gun
Gimana acara liqo’ kemarin? Membawa berkah, ‘kan?
@ hikam
Terima kasih atas pengertiannya.
Di dalam shalat pun, kita berdoa:
Tunjukilah kami jalan yang lurus…
@ mujahid cinta
1) Ungkapan “pacaran = mendekati zina” merupakan prasangka buruk yang tidak didukung dengan bukti yang dapat dipertanggung-jawabkan. Lihat artikel “Ciuman dengan Pacar: PR untuk penentang pacaran islami“.
2) Penalaran Anda bahwa “jika ada pacaran islami, maka ada judi islami” itu keliru. Sebab, pacaran dalam hal ini TIDAK bisa di-analogi-kan (di-qiyas-kan) dengan judi. Perhatikanlah bahwa Al-Qur’an mengharamkan judi (QS 2: 219 dan 5: 90-91), tetapi TIDAK ada satu pun dalil yang mengharamkan pacaran! Jadi, adanya pacaran islami TIDAK menjadikan judi islami itu ada. (Kami sudah sering mengkaji persoalan ini. Diantaranya, “Adakah memperkosa secara islami?“)
@ Muda Bentara
“Tiada paksaan dalam agama.” Aku tak bisa memaksa siapa pun untuk menerima kebenaran dalam Islam.
@ gibranhuzaifah
Kata-katamu indah sekali. Aku jadi ingin bertanya:
1) Aku setuju bahwa hendaknya kita memandang “definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum”. Karena itulah aku sampaikan “PR untuk penentang pacaran islami”. Lihat artikel “Ciuman dengan Pacar“. Di artikel tersebut kusajikan data dari hasil penelitian ilmiah mengenai perilaku pacaran para remaja. Apa kau punya data lain (yang ilmiah) mengenai “definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum”?
2) Menurut data yang tersedia, para pembaca blog ini pada umumnya lebih menyukai istilah “pacaran islami” daripada istilah-istilah lainnya. Inilah faktanya. (Lihat artikel “Istilah favorit untuk persiapan menikah“.) Apakah kau punya data obyektif mengenai efek buruk istilah ini?
3) Kalau kita buang istilah “pacaran islami” (yang mereka sukai), haruskah kita biarkan mereka lari ke model pacaran jahiliyah?
(Lihat artikel “Jangan Biarkan Mereka Lari ke Model Pacaran Jahiliyah“!)
Assalamu’alaikum, saya gibranhuzaifah, Pak.
Saya telah memberikan komentar atas tanggapan Bapak, tapi karena sangat panjang, saya mempostingnya di blog saya, harap ditanggapi lagi di link ini: http://gibranhuzaifah.wordpress.com/2008/10/31/cuma-komentar/
seinget saya…ada seorang wanita yang mengikuti rasulullah saw. sewaktu berdagang…
itu namanya ta’aruf…
sekarang ada wawancara dan sebagainya sebgai proses lebih menjaga…
dan benar pacaran itu gak boleh….
Maka Ibnu Qayyim mengatakan tidak boleh melihat akhwat, karena itu akan mewariskan kesedihan. Pandangan mata akan diikuti hasrat, tetapi hasrat diikuti ketidakberdayaan. Maka ia hanya akan mewariskan kesedihan.
segala peristiwa berawal dari pandangan mata
jilatan api bermula dari setitik bara
berapa banyak pandangan yang membelah hati
laksana anak panah yang melesat dari tali
selagi manusia masih memiliki mata untuk memandang
dia tidak lepas dari bahaya yang menghadang
senang di permulaan dan bahaya di kemudian hari
tiada ucapan selamat datang dan ada bahaya saat kembali
(ibnu qoyyim al-jauziyyah)
coba di baca lagi buku beliau yang jangan mendekati zina
@ pandakeadilan
1) Terima kasih atas sarannya. Kami perhatikan, buku Ibnu Qayyim itu bukan hanya “Jangan Mendekati Zina”. Ada buku beliau lainnya yang lebih rinci dalam mengupas masalah percintaan. Silakan periksa Taman Cinta
2) Di antara Nabi Muhammad saw. dan Khadijah r.a. itu terjadi interaksi yang lebih dari sekadar perkenalan (ta’aruf). Beliau pun tidak pernah menyebut proses tersebut sebagai ta’aruf.
Was mas shodiq, argumennya bagus ya…!!!
Kalo mas Shodiq mau pacaran islami (versi mas Shodiq) sih silahkan. Tapi jangan bawa nabi ane Muhammad SAW.
Khodijah juga tau akhlaknya nabi dari budak yg menyertai nabi(namanya Maisarah. Gak pernah ada riwayat mereka jalan berdua, ngobrol berdua, dll, dsb.
Ketika mas shodiq ingin menyimpulkan ada pacaran islami, mas shodiq harus mengkaji lebih dalam siroh nabi, budaya arab di sana.
Kalo taaruf zaman sekarang mungkin agak berbeda. Misalnya ikhwan akhwat gak saling kenal terus langsung nikah. Konsep ini sebenarnya agak berbeda dengan di Zaman nabi karena saat itu umat muslim masi sedikit jumlahnya sehingga saling mengenal.
Makanya ada konsep taaruf:Perkenalan. taaruf gak harus sekali kok. Kalo emang belum yakin, masi bisa dibicarakan. asal cara-caranya yang baik. yang syar’i. Tidak berkhalwat, aplagi sampe berdua-duan terus. Karena fitnah yang terjadi
Karena agama islam tidak hanya mementingkan hasil, tapi proses juga dinilai.
Saya belum menikah. Saya ikut banyak organisasi. Tapi saya yakin tidak akan pacaran sebelum nikah.
Sebaiknya mas Shodiq mengajak orang lain itu untuk memaksimalkan taaruf, bukan malah mempopulerkan pacaran islami.
Saya bukan ingin memaksakan pikiran saya. Saya juga bukan orang yang ingin mencampuri urusan orang lain.
Tapi kalo uda menyangkut agama saya (dlam artikel ini Pak Shodiq membawa-bawa Nabi saya), maka saya ingin terlibat.
Saya ingin menasehati sesama muslim. Insya allah nasehat ini akan berguna bagi diri saya sendiri.
“wanita baik-baik adalah untuk pria baik-baik dan sebaliknya”
Karena itu mari pria dan wanita yang ingin menikah mempersiapkan semuanya sebaik-baiknya.
Pria menyiapkan kemampuan nafkahnya, yang wanita belajar jadi istri dan ibu yang baik.
Insya allah keluarga yang dibina akan barakah
Begitu ya pak shodiq. COba dikembangkan bagaimana memaksimalkan taaruf.
Kenapa harus melalui pacaran pak..
Ada atau tidak ada-nya pacaran kan tidak menjamin akan langgengnya suatu pernikahan…
Hanya niat baik kepada Allah SWT saja yang akan melanggengkan pernikahan…
Bukankah pacaran itu hanya akan mengundang banyak pintu-pintu kesempatan berbuat zina..??
Istilah “Pacaran Islami” itu cuma ada dalam hayalan, dan tidak pernah ada wujudnya. Karena anggaplah bisa menghindari khalwat, menyentuh serta menutup aurat, tapi tetap tidak akan bisa menghindar dari saling memandang. Atau paling tidak membayangkan dan memikirkan kekasihnya. Yang mana hal itu sudah cukup mengharakamkan pacaran.
@ Ahmad11
Segala yang Anda persoalkan sudah pernah kami jelaskan di blog ini. Silakan baca artikel-artikel lain yang relevan di sini, setidak-tidaknya halaman Wajib Baca.
Untuk mengenal karakter calon istri maupun suami merupakan suatu hal yang dibutuhkan orang sebelum memasuki biduk pernikahan, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari, juga tidak terkesan membeli kucing dalam karung. Namun, tujuan ini tidak bisa menghalalkan sesuatu yang haram ditambah lagi, bahwa orang yang sedang jatuh cinta akan berusaha menanyangkan segala yang baik dengan menutupi kekurangannya di hadapan kekasihnya. Juga orang yang sedang jatuh cinta aka menjadi buta dan tuli terhadap perbuatan kekasihnya, sehingga akan melihat semua yang dilakukannya adalah kebaikan tanpa cacat sebagaimana kata pepatah “Cintamu pada sesuatu membuatmu buta dan tuli”
Pak Shodiq,
Gini loh Pak, Mang pacaran apa sich (detail dan selengkap-lengkapnya)?
Kan Nabi Muhammad setahu Saya hanya hubungan berbisnis dengan Khodijah. Kok dibilang pacaran?
Maaf ya, Kalo Pak Shodiq ada hubungan konsultasi dengan dokter Wanita, lalu misalkan lagi disuruh buka… tuk di cek, apakah itu pacaran juga? Terus Pak Shodiq(maaf ya) konsultasinya sering lagi.Maaf ya, sekedar ilustrasi.
ya sudah kalo itu yang di mau. tapi sudah jelas kok di bahas tentang bagai mana cara kita bersikap. yah ini seperti surah di bawah ini…
Ini dia penyakit penyair yang disebut Qur’an; ”Dan para penyair itu, diikuti orang-orang pendusta. Tidaklah kamu melihat bagaimana mereka mengembara tanpa arah di setiap lembah. Dan bahwa mereka mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan.” (QS. Al Syu’ara : 224-226)
Yahimun : mengembara tanpa arah. Itu ungkapan ajaib dan sangat akurat. Lalu diperkuat dengan pernyataan bahwa mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Itu membuatnya lebih dalam lagi. Karena akhirnya, ini adalah cerita tentang watak yang terbelah, antara kata dan laku, tentang kata tanpa makna dan arah, tentang kata yang hanya sekadar kata.
Penyair dan lembah itu, metafora tentang ketidakjujuran, tentang jiwa yang sakit, tentang karakter yang lemah. Cinta memang harus berkembang jadi kata. Sebab itu membuatnya nyata. Dan meyakinkan. Tapi kata itu harus benar-benar merupakan anak-anak manis yang lahir dari rahim cinta. Hanya itu yang membuatnya kuat dan berkarakter. Hanya itu yang membuat kata menyatu dengan laku. Serta bebas dari keterbelahan jiwa. Jika tidak cinta akan terkena virus yang menimpa para penyair.
Tidak semua kata cinta lahir dari cinta, sebab tidak semua yang terkata selalu datang dari jiwa. Boleh jadi itu sekadar lintasan pikiran yang tak berakar dalam hati. Atau respon sesaat terhadap suasana yang mengharu biru. Kata yang tak berakar di hati selalu mengandung virus: berlebihan, basa-basi, tidak realistis, tidak punya daya gugah, atau punya daya gugah tapi mengandung kebohongan.
@ pandakeadilan
Apakah Anda seorang ahli tafsir? Kalau tidak, Anda terlalu berani dalam menafsirkan ayat Alqur’an, sampai-sampai memastikan “ini dia penyakit yang disebut Qur’an …”
saya bukan ahli tafsir
tapi itu ada di buku serial cinta anis matta LC.
lulusan LIPIA.
kalo bisa anda mambaca buku itu.
kalo gak suka buat saja bantahanya.
itu tafsir anis matta LC dalam bukunya serial cinta
di lulusan LIPIA.
ayo baca semoga mendapat hidayah
@ danu/pandakeadilan
Itu adalah tafsir mengenai cinta, bukan mengenai bagaimana Muhammad saw. menjadi siap nikah, yang merupakan topik posting ini. Jadi, penasiran Anda terhadap tafsir dari akhi Anis Matta itu tidak relevan dengan topik pembicaraan kita sekarang.
Sekarang aku ngerti knp Pak Shodiq kontroversi bgt. Mgkn judul2 tulisan Bpk yg terlalu ekstrim…Tapi bkn penasaran sih. Hanya saja, tdk semua orang lho baca, klo cuma baca judulnya aja dan jd salah paham gmn?
Mohon maaf sebelumnya…,
saya mau kasih masukkkan,
Membawa nama junjungan kita atau nama Islam untuk topik2 tertentu sangatlah berat konsekwensinya, dalam arti beban yang harus dijaga, apa itu nama baik Rasulullah SAW, Agama islam secara keseluruhan..
saya tidak setuju dengan JUDUL karena
secara langsung konotasi negatif pacaran di tempelkan pada nama Rasulullah SAW.
walaupun maksud penulis meluruskan arti kata pacaran.
Alangkah baiknya yang di kedepankan bukan pacarannya, tapi luhurnya cara Rasulullah SAW.
konotasi pacaran yg sudah terlanjur jelek tidak pantas disandingkan dengan nama besar Rasulullah SAW
Itu mungkin kenapa halaman ini banyak respons pro dan kontra…
kalau pendapat saya ada dua hal yang jelas hitam dan putih..
menikah itu PERLU/WAJIB diniatkan, zinah itu HARAM!!!
@ D Rachmat Fardian
Atas rasa keberatan seperti itu, saya sudah menyampaikan penjelasan pada komentar nomor 15 di atas.
@ SETT2
Silakan baca kembali dengan lebih cermat.
Bukti konkretnya sudah saya ungkapkan dalam artikel di atas, yaitu pada lima paragraf terakhir (mulai paragraf “Nabi Muhammad SAW dan para sahabat pun pernah “pacaran” (dalam arti “bercinta pra-khitbah“) sebelum menikah. …”).
aneh bgt????????????
mana dalilnya????
ni artikel g jelas, katenye mo nunjukin rosulullah saw pacaran, tp dr tadi g ada bukti konkrit rasulullah saw pacaran ma khatijah ????????
bikin artikel mbok yg mutu,, sumber & dasar g jelas gitu
Hay..pak shodiq yg saya hargai karna Allah..
Sya paham maksud pribadi pak shodiq dg kata Pacaran..,namun tidaklah terhormat mencoba memaksakan maksud kata pacaran tuk menarik PERHATIAN AGAR DIBACA target bidikan bpk,, karena
1. biar menurut maksud bpk baik,namun ttp aj kata Pacaran itu berbeda maknanya bgi pelaku zaman sekarang dan tak dpt disandingkan dg tanazhur(ekspersi cinta) Bunda Khadijah dg Rasulullah..yg menurut bpk mrpkn Pacaran dg Tambahan kata Islami,eksprsi cinta keduanya merupakan bntk eksprsi cinta Profesional yg tmbuh krn da hubngan bisnis profesional yg disknario Allah,bkn ujug2 akal2an Rasul dan khadijah yg kasmaran (ah Gw ska ama Muhammad,biar bisa brhbngan komunikasi gw modalin aja ya bwt dagang..,bukan bgtu! Tp khadijah Naksir Muhammad SETELAH tau baik sikapnya amanah,jujur,n profesional dlm bisnis..)bgtpun Rasul naksir khadijah krna tw nasab n sikapnya yg terhormat di tngah2 masy.jahiliyah,keibuan,dll n mrka tdk melakukan pacaran!(yg maknanya dianggap berbda2 bg 0rg2 skrang,trtama Bpk..!?jdnya menimbulkan fitnahkan pak klo msng2 ngartiin bda?!)d antra k2nya ada 0rg kpercyaan Khadijah yg m’ytakan cintanya khadijah pd Muhammad.. sya tngkap mksd bpk ialah agar para plaku pacaran brsikp profesional sprti Bunda n Rasul iya toh?tetap tdk bisa pak..bila kt TANAZHUR disandingkan kt PACARAN ISLAMI,,
Tanazhur mrpkan lnjutan Ta’aruf.,ta’aruf fokus lngkah awal tuk mngnal scra umum yg mw dikthui(kluarga,nama,karier dll)lalu muda_mudi dsarankan berTanazhur agr saling lebih mngnal tabiat watak asli msng2 prbdi,sdngkan wkt krng lebih 3bln bukanlah bid’ah namun mrpkn ijtihad para ilmuwan/ulama stlah mlkukn riset..
1.wkt 3bln sngat m’mngkinkn tuk mnmbuhkn rasa cinta,jgnkan 3bln..sehari aj dah bs jatuh cinta..,trus ngapain prlu wktu b’thn2 pacaran?yg ada kbnykan malah bosen..n kjeblosan zina
2.pntapan wkt tuk mnjukkan ksriusan cinta pria agr tdk mgntung wanita(klo kt Melly..jgn..kau gntung crta cintaku m’bri harapan..)nunggu pa lg cih mas..klo mas siap lahir batin ama aku..
3.tanazhur ttp dpntau baik lngsung atw tdk(dr jrak jauh,gak dkt2 pasangan yg mrajut kasmaran)tp ttp mnjaga rambu asmara oleh muhrim msng2..,nah klo pacaran..syp sudi dpntau?ih ogah! Gak bebas lah yaw..gak cipika cipiki,mski awalnya janji gak ky gitu..tp si ketan eh syetan! Lebih cerdik tau..
sudah BANYAK BUKTI DAN RISET REAL di LAPANGAN..hasil pacaran baik diembel2in dg dalih awal islami 0r not! saya,Bpk n saudara2 insya Allah bisa m’mbuktikan kalo bpk n saudara2 mau..
2.sya sarankan Bpk tuk m’gnti kt Pacaran dgn(mngkn)dg Ekspresi Cinta,klo kta yg ke-arab2an krng Menyedot PERHATIAN TARGET,krna arti yg bpk tawarkan berbda2 hasil pngertian bg pembaca..n jd fitnah bg Rasulullah saw,
Sangatlah bijak bila bpk mw lebih tawadhu tak memancing polemik yg tak ada kontribusi brarti tuk Agama,negara,dan masyarakat..
Peace in love by akhukum fillah,keep y0ur love in way of Allah..
Wassalammu’alaykum ^^,
Weleeh..weleh..pak jujur kok bo’ong?
Masa 0rang murni bisnis langsung dicap pacaran..?b22an kagak..khalwat nggak..dicap pacaran..??bisa jd fitnah nie ke Nabi gue..,gw tw mxsud ente pak jujur..bkn gitu,tp gmn klo ada pihak yg suka fitnah Nabi…,hayo mw tnggung jwbnya gmna ente..?
Pak jujur kok bo’ong?
Pacaran kok islami..??ntar ada ngentot islami lama2, kan brwal dr pacaran islami..??iya toh..brarti ngentotnya islami..walau gak sngaja yah pak jujur..?
Pak jujur kok suka ngibulin umat..?
Hadist yg satu dijauhin dgn hadist yg 1nya sbg plngkap..,misalnya
bpk jujur bilang(eh nulis mxsud gw)Rasul gak ngelarang sahabat pacaran..,tp gak dilengkapin dg hadist klo Rasul memerintahkan para sahabat yg kasmaran tuk puasa dulu klo lum sanggup merid..,,
berdasarkn hal2 aneh dri Pak Jujur namun ttp hudznuzhon,sya bertanya2 dalam hati nan benakku(mohon dilurusin ya pak!) bpk dri kal. islib 0r LD11? Mngapa Pak jujur lebih berkampanye PACARAN sblum merid..ketimbang Kampanye Menikah ntu sndiri..?(eh menikah ntu brpasangan deeng..masa nikah ntu sndiri..)hehe..tw kan klo bcnda?
@ Akhukum & Tatto
Supaya kalian tidak salah paham, silakan baca kembali dengan cermat tulisan-tulisan di blog ini beserta tulisan-tulisan terkait. Semua yang kalian persoalkan itu sudah pernah kami bahas.
wallohualam…gada yg tau yg benr yg mana yg slah yg mana..berkomentar beleh2 aja..asal ada landasannya..landasannya jg hrus yg saheh..n tfsirnya jg jgn yg dibuat2…n yg terpenting masing2 yg ngejalaninya tergantung sama hati n keyakinan masing2..n ilmu msing2…peace bwt smua..wasalamualaikum
Assalamua’alikum Wr Wb,,,
hmm mo nanggepin ajha,,,sejujur nya saia kurang tahu apakah ada pacaran dalam islam,,,soalnya banyak sekali yang mengartikan mendekati zina = pacaran…tapi saya lebih memilih untuk berpacaran,karena dengan bgt saia bisa tahu karakter pasangan saia sebelum menuju ke jenjeang pernikahan,
karena bagi saya menikah itu sekali seumur hidup.
saya kurang setuju dengan cara taaruf karena terkesan memilih kucing dalam karung. berarti kita mencintai fisik bukan hati. dan fisik dapat berubah. sedangkan hati tidak. dan saya kurang setuju juga dengan cara membuka bag tubuh wanita yang cacat. padahal kan belum muhrim. namun sang calon telah bisa melihat. itu kan sama saja dengan tidak (apa yg aya sampaikan berdasarkan sumber)
sebenarnya masalah ini, tentunya banyak pro dan kontra nya. karena saya akui itu semua balik ke diri kita masing2. apakah kita mau menodai cinta kita dengan zina ato g. itu yang berjuang diri kita sendiri. namun janganlah kita langsung mempublis ke haraman suatu perihal. karena apa yg menurut kita haram belum tntu di rasa haram bagi org lain.
coba deh masing2 dari kita intropeksi diri dan membuka diri terhadap pemikiran org lain, pasti dunia ini bakal aman2 ajha….
ingat dunk,,,islam itu bukan agama yang keras namun islam itu tegas. kita boleh berpikiran dan berpendapat berbeda2 namun hanya ada 1 yang menjadi dasar pendapat tersebut. jadi terserah kita bgmn mengekspresikanna…. ^^
maaf klo ada salh kata,,,klo ada yg mo bhs lbh lnjut lgsg blg ajha ke saya le_galz230789@yahoo.com oke oke
Kronologi MBA:
-have a sex
-tekdung
-cewek tekdung menangis dikaki ibu bapaknya
-ibu-bapak cewek tekdung diam menahan amarah, tapi kadang juga marah-marah.
-sebagian ibu-bapak cewek tekdung biasa aja, toh tetangga yang laen juga anak gadisnya MBA semua…
-ibu-bapak cewek tekdung mendatangi kediaman cowok yang bikin tekdung
-ibu-bapak cowok yang bikin tekdung mengalami hal yang sama seperti ibu-bapak cewek tekdung
-pernikahan diselenggarakan sesegera mungkin
-urusan mas kawin cewek tekdung gak bisa nawar, di nikahin aja uda untung
-tetangga2 yang tau soal MBA ini terbagi dalam dua komentar:
1. Orang tuanya emang gak bisa ngedidik anak
2. Asyik, bukan anak gw doank yang MBA….
setuju pacaran, supaya bukan anak gw doank yang MBA…
hehehe…
a-an sedang jatuh cinta pada i-in(gadis manis berkerudung).
Waktu ada acara buka puasa bersama,
a-an memberanikan diri menembak i-in, di halaman mesjid.
i-in meminta waktu tiga hari. dan YES! diterima.
dengan pertimbangan bahwa a-an menembak di bulan suci, di tempat suci,
maka i-in menarik kesimpulan bahwa cinta a-an adalah cinta suci.
Seminggu pertama, mereka berdua cuma sholat bareng.
Minggu berikutnya, mereka berdua kemana-mana bareng.
Satu bulan kemudian, mereka berdua pegangan tangan.
Berikutnya, a-an mulai membelai kerudung i-in.
Lalu a-an pun mencium kerudung i-in.
i-in bersandar di dada a-an.
Setahun kemudian…..
hehehe…
Jadi bahan olok-olok+cemoohan seantero kampus…
Dan mempermalukan nama keluarga…
Tapi tenang aja cuy…
Gak usah peduli ama perkataan orang lain, tokh mereka gak pernah biaya-in qta.
Bagaimana dengan perkataan Tuhan Pencipta semesta alam?
Dicuekin juga atau dicuekin aja?
(uda gak pernah baca kitab suci, jadinya gak tahu Tuhan ngomong apa)
ALLAHU AKBAR DEMI ALLAH AKAN KAMI HENTIKAN PERBUATAN PENGHINAAN TERHADAP ISLAM INI.. ISLAM TIDAK MENGENAL PACARAN ..BAGI PEMBAWA WEBSITE INI YANG TERNYATA MENSIARKAN AGAMA SESAT !!!!!INSAYA ALLAH AKAN KAMI TEMUKAN, SODIK MUSTIKA!!!!!ALLAHUAKBAR
@ hambali
Ada cara yang lebih mudah untuk temukan diriku. Caranya, tunjukkanlah identitas dirimu yang sebenarnya di hadapan para pembaca blog ini. Dengan demikian, para pembaca lain yang telah mengetahui keberadaanku bisa memberitahukannya kepada dirimu. Kalau mereka belum mengenal dirimu, bagaimana mungkin mereka memberi tahu?
Lagipula, tidak seperti dirimu yang suka menyembunyikan identitas, aku tidak pernah menyembunyikan identitas diri. Aku juga tidak pernah bersembunyi dari siapa pun. Jadi, mestinya siapa pun akan mudah menemukan diriku.
Oh ya, kamu sudah tahu arti kalimat “Allahu Akbar”, ‘kan? Artinya, Allah lah yang Mahabesar. Jadi, kau tak perlu mengetik komentar dengan huruf besar semua. Bukankah yang Mahabesar itu hanyalah Allah dan bukan komentarmu itu?
Demi Allah Yang Mahabesar dan Maha Pemberi Hidayah, aku pun berdoa semoga Dia senantiasa memberi kita hidayah untuk menghargai saudara sesama muslim yang berlainan pendapat. Kau adalah seorang muslim seperti diriku, ‘kan?
Sedikit saran buat pk sodiq sebaiknya hindari kata pacaran apalagi mengatakan Rosululloh dan sahabat pernah pacaran krn tdk ada riwayat-riwayat yang mengindikasikan beliau2 pernah pacaran.Para sahabat r.a. apabila ada wanita yang disukai mereka langsung datang melamarnya ttg diterima dan tdknya urusan belakangan.Mereka tdk pernah pacaran (jalan bareng,ngobrol ber2an,lirik2kan,apalagi brgandengan).Hindari istilah pacaran agar tdk jd fitnah krn istilah pacaran bg pak sodiq,bg orang barat,bg orang awam,bg anak muda sangatlah berbeda2 persepsinya.Jd mohon hindari istilah ini apalagi disandarkan bg nabi dan sahabatnya krn br kali ini saya mendengar ada orang mengatakan nabi dan para sahabat melakukan pacaran.Pdhal setahu saya ulama2 yg salaf blm pernah ada yg mengatakannya.
@ warna2cinta
Terima kasih atas sarannya. Yang kau persoalkan ini sudah pernah kubahas. Lihat:
http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/comment-page-1/#comment-2348
Jika memang rosululloh dan sahabat pernah pacaran ya ditunjukkan dalil dan bukti2 yg kuat.Mohon maaf pk sodiq
@ warna2cinta
Dalil dan buktinya telah aku ungkap pada artikel di atas. Silakan baca kembali dengan lebih cermat.
Orang ini cuman cari sensasi doank, pacaran ajah dibahas, apa gunanya bagi perkembangan anak bangsa, PUTRA BANGSA SEKARANG UDAH SEMAKIN CERDAS jadi butuh bacaan yang lebih bekwalitas, ga bacaa kaya gini, bacaan era orde baru yang mana internet belum ada.artikelnya ajah hasil imaginasi bodoh sesaat yang ga mempunyai dasar pemukiran yang berkwalitas…manusia semua diilhami hati nurani oleh yang Maha Pencipta,
@ Miatery phenomena
1) Kamu adalah pengunjung di sini. Bersikaplah sopan supaya para pengunjung lain tidak meminta kami mengusir Anda.
2) Apakah Al-Qur’an memerintahkan kau untuk bersikap sombong dan penuh dengan prasangka buruk begitu?
Rabbana la tuzigh quluubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladun ka rahmah. innaka antal wahhab…. Berhati2lah dalam berbicara dan menyimpulkan sesuatu saudaraku… Semoga Allah memberimu petunjuk dan Membalasnya… Amiiiin… jangan menjadi orang sesat apalagi menyesatkan…. berhati2lah…
@ hayatisyahril
… ihdinash shiraathal mustaqiim… aamiin.
Oaallaahh,,,,
Om,,,
Larangan dalam ISLAM itu harga MATI,,,Masa mau dihidup2in sih?….
Dari sisi mananya pacaran boleh?…
Kalo ada “Pacaran Islami”, berarti ada juga dunk “ZINA ISLAMI”?????…..
Tunjukkan pada saya mengapa PACARAN DIBENARKAN?….
ALASAN yang konkrit, yang pernah keluar dari mulut RASULULLAH kalo pacaran itu dibenarkan?…BUKAN DARI SIKAP NABI >.<
TUNJUKKAN surah & ayat yang mana dalam Al-Qur’an, yang membenarkan pacaran?…G’ usah yang membenarkan deh, yang membolehkan az ada g?…
Yang gw tau mah NIKAH dulu baruuuuuuuuuu PACARAN!
G’ ada PACARAN DULU baru ujung2nya NIKAH!
Sory <— Ahli sunnah waljama’ah neh…..
/*Maaf kasar, sebuah kebenaran mesti diungkap, kontroversi boleh, cuman jangan agama deh!!!!!!!!!!*/
/*Huruf yang besar2 dikommentQ cuman sebagai penekanan, BUKAN NADA MARAH!!!!!!*/
@ Rahmat Kedai
Semua yang kau persoalkan itu sudah terjawab di halaman Depan.