<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/</link>
	<description>Pendidikan Seks untuk Remaja dan Orang Dewasa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Dec 2009 06:15:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Belum ingin nikah, perlukah taaruf? &#171; Gaul Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-4179</link>
		<dc:creator>Belum ingin nikah, perlukah taaruf? &#171; Gaul Islami</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 16:37:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-4179</guid>
		<description>[...] Menurut Al-Qur&#8217;an (al-Hujurat 13), kita diperintahkan untuk bertaaruf dengan semua manusia, baik dengan sesama jenis maupun dengan lawan jenis, baik sebangsa maupun dengan bangsa lain, dan sebagainya. Pembatasan taaruf untuk pranikah saja justru merupakan bid&#8217;ah. (Lihat &#8220;Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!&#8220;.) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Menurut Al-Qur&#8217;an (al-Hujurat 13), kita diperintahkan untuk bertaaruf dengan semua manusia, baik dengan sesama jenis maupun dengan lawan jenis, baik sebangsa maupun dengan bangsa lain, dan sebagainya. Pembatasan taaruf untuk pranikah saja justru merupakan bid&#8217;ah. (Lihat &#8220;Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!&#8220;.) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-4160</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 15:06:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-4160</guid>
		<description>@ al_akh
Apakah kau berkomentar tanpa membaca isi artikel di atas?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ al_akh<br />
Apakah kau berkomentar tanpa membaca isi artikel di atas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: al_akh</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-4158</link>
		<dc:creator>al_akh</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 14:02:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-4158</guid>
		<description>BARU  LIAT  BLOG  KAYAK  GINI ...... ???????  ANEH ?????? BIKIN  MIGRANKU  KAMBUH AJA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BARU  LIAT  BLOG  KAYAK  GINI &#8230;&#8230; ???????  ANEH ?????? BIKIN  MIGRANKU  KAMBUH AJA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-4080</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 05:31:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-4080</guid>
		<description>@ habib
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain....” (QS Al-Hujurât [49]: 12)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ habib<br />
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain&#8230;.” (QS Al-Hujurât [49]: 12)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: h a b i b</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-4076</link>
		<dc:creator>h a b i b</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 02:25:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-4076</guid>
		<description>hmmmmmmm....blog ini warna merah mambu, eh....merah jambu...tapi kok isinya wong padu......tapi aku cocok deh, soale wong barat (kristen) menjadikan merah jambu sebagai lambang pacaran zina, disini merah jambu mewakili semangat padu. menyelisihi kebiasaan orang kafir kan ada ganjarannya. ya to...?

tapi lepas dari per&#039;padu&#039;an ini, aku sudah nyoba dan berhasil (paling gak menurutku sendiri) tentang konsep nikah tanpa pacaran dan ta&#039;aruf.

http://yakinku.wordpress.com/2008/04/29/menikah-tanpa-pacaran-mungkinkah/

padu atau ra padu, tenane wae wong-wong itu mesti nanya ke hati nuraninya dewe-dewe......disuatu sudut hati sana ada tersimpan kebenaran dan kejujuran.

nb: padu dalam komen ini dimaknai dalam bahasa Jawa Tengah citarasa Solo Mangkubumen Wetan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmmmmmm&#8230;.blog ini warna merah mambu, eh&#8230;.merah jambu&#8230;tapi kok isinya wong padu&#8230;&#8230;tapi aku cocok deh, soale wong barat (kristen) menjadikan merah jambu sebagai lambang pacaran zina, disini merah jambu mewakili semangat padu. menyelisihi kebiasaan orang kafir kan ada ganjarannya. ya to&#8230;?</p>
<p>tapi lepas dari per&#8217;padu&#8217;an ini, aku sudah nyoba dan berhasil (paling gak menurutku sendiri) tentang konsep nikah tanpa pacaran dan ta&#8217;aruf.</p>
<p><a href="http://yakinku.wordpress.com/2008/04/29/menikah-tanpa-pacaran-mungkinkah/" rel="nofollow">http://yakinku.wordpress.com/2008/04/29/menikah-tanpa-pacaran-mungkinkah/</a></p>
<p>padu atau ra padu, tenane wae wong-wong itu mesti nanya ke hati nuraninya dewe-dewe&#8230;&#8230;disuatu sudut hati sana ada tersimpan kebenaran dan kejujuran.</p>
<p>nb: padu dalam komen ini dimaknai dalam bahasa Jawa Tengah citarasa Solo Mangkubumen Wetan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pilih Sungguh-Sunguh Islami ataukah Kelihatan Islami? &#171; M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3845</link>
		<dc:creator>Pilih Sungguh-Sunguh Islami ataukah Kelihatan Islami? &#171; M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 04:37:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3845</guid>
		<description>[...] dakwah yang kelihatannya islami, padahal pada hakikatnya tidak islami. (Untuk contoh, lihat &#8220;Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!&#8220;.) yah, hanya sebagai masukan saja pak… semoga diberi kesabaran dan jalan yang lebih [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] dakwah yang kelihatannya islami, padahal pada hakikatnya tidak islami. (Untuk contoh, lihat &#8220;Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!&#8220;.) yah, hanya sebagai masukan saja pak… semoga diberi kesabaran dan jalan yang lebih [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3626</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 12:23:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3626</guid>
		<description>@ Oqie Murwanto 
wa&#039;alaykumussalaam
Terima kasih atas pengertianmu.
Terima kasih pula atas tambahan penjelasanmu. Informasimu sangat berharga.
Salam ukhuwah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Oqie Murwanto<br />
wa&#8217;alaykumussalaam<br />
Terima kasih atas pengertianmu.<br />
Terima kasih pula atas tambahan penjelasanmu. Informasimu sangat berharga.<br />
Salam ukhuwah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Oqie Murwanto</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3579</link>
		<dc:creator>Oqie Murwanto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 06:34:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3579</guid>
		<description>Asslm.

Sdr. M Shodiq yang dirahmati Allah swt.

Tanggapan ada mengenai apa itu taaruf telah saya baca, memang benar adanya kalau kebanyakan dari teman - teman adalah aktif di beberapa pengajian liqo&#039; yang kebanyakan mereka memahami arti dari taaruf itu adalah salah satu proses yang dilakukan sebelum terjadinya khitbah yang kemudian adanya walimatul ursy. 

sebenarnya apa yang dikatakan oleh anda memang benar terhadap pengertian taaruf, karena ada juga teman saya yang merupakan jebolan dari salah satu pesantren mengatakan &#039;Taaruf itu sekarang di salah artikan menjadi konteks pengertian yang sempit sekali tidak seharusnya &#039;mereka&#039; mengklaim arti kata tersebut menjadi seperti itu, taaruf bisa diartikan sebagai ajang pertemuan apa saja dimana saja, misalnya saja pada salah satu kegiatan di pesantrenan yang kerap melakukan malam taaruf setiap tahun sekali atau beberapa waktu sekali, mungkin &#039;mereka&#039; mengatakan malam untuk orang yang hendak dan akan menikah yang melakukan pertemuan yang insentif dan dibatasi oleh waktu, tidak! bukan itu maksudnya malam tersebut adalah malam pertemuan antara para santri dan santriwati  dengan para Ustasdz-ustadz dan Kyai dan biasanya diiringi dengan acara seperti nasyid, drama dan sebagainya.

Saya juga suka mendapati sebagian teman liqo saya hanya sedikit memahami masalah fiqh padahal fiqh itu penting, mungkin memang karena saya memang mempelajarai beberapa ilmu fiqh yang berorientasi terhadap pemahaman ilmu fiqh dari mazhab Syafi&#039;i yang banyak menelurkan beberapa kitab fiqh dan mereka tidak berorientasi ke mazhab manapun alias anti mazhab.

takutnya, mereka yang tidak memahami ilmu agama hanya jatuhnya taqlid semata apa yang dikatakan murrobi atau murrobiah di-iyakan tanpa melakukan study kasus , tidak mengetahui ushulnya, nah mengenai pemahaman arti kata bid&#039;ah memang tidak sama antara fuqoha (ahli fiqh)  dan ahi hadits mengartikan arti kata bid&#039;ah tersebut.

afwan jidan, saya hanya ingin meramaikan diskusi yang menarik ini terimakasih

jzklh khoiron katsiron
Wass.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslm.</p>
<p>Sdr. M Shodiq yang dirahmati Allah swt.</p>
<p>Tanggapan ada mengenai apa itu taaruf telah saya baca, memang benar adanya kalau kebanyakan dari teman &#8211; teman adalah aktif di beberapa pengajian liqo&#8217; yang kebanyakan mereka memahami arti dari taaruf itu adalah salah satu proses yang dilakukan sebelum terjadinya khitbah yang kemudian adanya walimatul ursy. </p>
<p>sebenarnya apa yang dikatakan oleh anda memang benar terhadap pengertian taaruf, karena ada juga teman saya yang merupakan jebolan dari salah satu pesantren mengatakan &#8216;Taaruf itu sekarang di salah artikan menjadi konteks pengertian yang sempit sekali tidak seharusnya &#8216;mereka&#8217; mengklaim arti kata tersebut menjadi seperti itu, taaruf bisa diartikan sebagai ajang pertemuan apa saja dimana saja, misalnya saja pada salah satu kegiatan di pesantrenan yang kerap melakukan malam taaruf setiap tahun sekali atau beberapa waktu sekali, mungkin &#8216;mereka&#8217; mengatakan malam untuk orang yang hendak dan akan menikah yang melakukan pertemuan yang insentif dan dibatasi oleh waktu, tidak! bukan itu maksudnya malam tersebut adalah malam pertemuan antara para santri dan santriwati  dengan para Ustasdz-ustadz dan Kyai dan biasanya diiringi dengan acara seperti nasyid, drama dan sebagainya.</p>
<p>Saya juga suka mendapati sebagian teman liqo saya hanya sedikit memahami masalah fiqh padahal fiqh itu penting, mungkin memang karena saya memang mempelajarai beberapa ilmu fiqh yang berorientasi terhadap pemahaman ilmu fiqh dari mazhab Syafi&#8217;i yang banyak menelurkan beberapa kitab fiqh dan mereka tidak berorientasi ke mazhab manapun alias anti mazhab.</p>
<p>takutnya, mereka yang tidak memahami ilmu agama hanya jatuhnya taqlid semata apa yang dikatakan murrobi atau murrobiah di-iyakan tanpa melakukan study kasus , tidak mengetahui ushulnya, nah mengenai pemahaman arti kata bid&#8217;ah memang tidak sama antara fuqoha (ahli fiqh)  dan ahi hadits mengartikan arti kata bid&#8217;ah tersebut.</p>
<p>afwan jidan, saya hanya ingin meramaikan diskusi yang menarik ini terimakasih</p>
<p>jzklh khoiron katsiron<br />
Wass&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3566</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 02:02:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3566</guid>
		<description>@ milham
Semua yang Anda persoalkan ini sudah pernah saya bahas. Kalau Anda belum memahaminya, mungkin itu disebabkan oleh kekurangmampuan saya dalam memberikan penjelasan. Maaf.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ milham<br />
Semua yang Anda persoalkan ini sudah pernah saya bahas. Kalau Anda belum memahaminya, mungkin itu disebabkan oleh kekurangmampuan saya dalam memberikan penjelasan. Maaf.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: milham</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3562</link>
		<dc:creator>milham</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 23:36:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3562</guid>
		<description>konteks taaruf yang diperdebatkan sepertinya berbeda...
Taaruf nabi SAW itu manusiawi.... taaruf kepada shabat-sahabatnya. Itu namanya taaruf bersifat ukhuwah... (jangan-jangan istilah saya juga dibilang bidah) :D
Dan seperti itulah hadits yang Pak shadiq sampaikan:
Contohnya: “Nabi saw. datang menemui ‘Aisyah r.a.. Ketika itu di samping ‘Aisyah ada seorang wanita. Nabi saw. bertanya, ‘Siapa wanita itu?’ ….” (HR Bukhari dan Muslim)
Kita mengenal (taaruf=ukhuwah) lawan jenis bukan merupakan dosa atau bid&#039;ah kok.

Yang dibahas oleh penulis bku dari FLp itu, lebih ke taaruf pranikah....
saya bingung Pak shodiq mencampurkan keduanya... Atau bapak sendiri bingung karena masalah bahasa?

Taaruf pranikah merupakan sesuatu yang suci....
Tidak terlalu lama jangka waktunya. agak bisa menjaga hati...
Penulis FLP di atas memang banyak memberi tips dalam segi psikologi, kemanusiaan (bukan dari segi agama), misalnya:

Katanya, “untuk memperkenalkan calon istri kepada keluarga calon suami, calon suami cukup membawa foto keluarga besar calon istri dan menceritakan secara lengkap tentang keadaan dan kondisi keluarga calon istri …” (hlm. 38)

Saya memang tidaka terlalu sependapat, ini tergantung keadaan keluarga yang hendak menikah. Karena bisa jadi pilihan si suami tidak pasa dengan pilihan si ibu...
Pasti mas shodiq tau ini bukan dari segi agama, hanya sisi kemanusiaan dan budaya kita saja.

Dan memang harus pake perantara untuk menghindari khalwat. Siapa perantaranya? orang tua kita bisa (sebaiknya orang tua), murabbi bisa, kakak kita bisa... pokokny siapa saja bisa. Tapi sebaiknya orang itu sudah berkeluarga... Karena nanti bisa terjadi fitnah. kayaknya bisa dinalar sendiri apa fitnahnya :D
Inilah bedanya taaruf pra nikah dengan taaruf ukuwah...
Keduanya saling mengenal visi hidup masing-masing (menurut saya ini yang terpenting karena akan membantu kelanggengan pernikahan)

wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>konteks taaruf yang diperdebatkan sepertinya berbeda&#8230;<br />
Taaruf nabi SAW itu manusiawi&#8230;. taaruf kepada shabat-sahabatnya. Itu namanya taaruf bersifat ukhuwah&#8230; (jangan-jangan istilah saya juga dibilang bidah) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Dan seperti itulah hadits yang Pak shadiq sampaikan:<br />
Contohnya: “Nabi saw. datang menemui ‘Aisyah r.a.. Ketika itu di samping ‘Aisyah ada seorang wanita. Nabi saw. bertanya, ‘Siapa wanita itu?’ ….” (HR Bukhari dan Muslim)<br />
Kita mengenal (taaruf=ukhuwah) lawan jenis bukan merupakan dosa atau bid&#8217;ah kok.</p>
<p>Yang dibahas oleh penulis bku dari FLp itu, lebih ke taaruf pranikah&#8230;.<br />
saya bingung Pak shodiq mencampurkan keduanya&#8230; Atau bapak sendiri bingung karena masalah bahasa?</p>
<p>Taaruf pranikah merupakan sesuatu yang suci&#8230;.<br />
Tidak terlalu lama jangka waktunya. agak bisa menjaga hati&#8230;<br />
Penulis FLP di atas memang banyak memberi tips dalam segi psikologi, kemanusiaan (bukan dari segi agama), misalnya:</p>
<p>Katanya, “untuk memperkenalkan calon istri kepada keluarga calon suami, calon suami cukup membawa foto keluarga besar calon istri dan menceritakan secara lengkap tentang keadaan dan kondisi keluarga calon istri …” (hlm. 38)</p>
<p>Saya memang tidaka terlalu sependapat, ini tergantung keadaan keluarga yang hendak menikah. Karena bisa jadi pilihan si suami tidak pasa dengan pilihan si ibu&#8230;<br />
Pasti mas shodiq tau ini bukan dari segi agama, hanya sisi kemanusiaan dan budaya kita saja.</p>
<p>Dan memang harus pake perantara untuk menghindari khalwat. Siapa perantaranya? orang tua kita bisa (sebaiknya orang tua), murabbi bisa, kakak kita bisa&#8230; pokokny siapa saja bisa. Tapi sebaiknya orang itu sudah berkeluarga&#8230; Karena nanti bisa terjadi fitnah. kayaknya bisa dinalar sendiri apa fitnahnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Inilah bedanya taaruf pra nikah dengan taaruf ukuwah&#8230;<br />
Keduanya saling mengenal visi hidup masing-masing (menurut saya ini yang terpenting karena akan membantu kelanggengan pernikahan)</p>
<p>wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Belum ingin nikah, perlukah taaruf? &#171; Tanazhur PraNikah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3538</link>
		<dc:creator>Belum ingin nikah, perlukah taaruf? &#171; Tanazhur PraNikah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 08:52:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3538</guid>
		<description>[...] Menurut Al-Qur&#8217;an (al-Hujurat 13), kita diperintahkan untuk bertaaruf dengan semua manusia, baik dengan lawan jenis maupun lawan jenis, baik sebangsa maupun dengan bangsa lain, dan sebagainya. Pembatasan taaruf untuk pranikah saja justru merupakan bid&#8217;ah. (Lihat &#8220;Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!&#8220;.) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Menurut Al-Qur&#8217;an (al-Hujurat 13), kita diperintahkan untuk bertaaruf dengan semua manusia, baik dengan lawan jenis maupun lawan jenis, baik sebangsa maupun dengan bangsa lain, dan sebagainya. Pembatasan taaruf untuk pranikah saja justru merupakan bid&#8217;ah. (Lihat &#8220;Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!&#8220;.) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3428</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 05:23:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3428</guid>
		<description>@ xxx
Kami tidak mengerti mengapa Anda mengemukakan segala pertanyaan dan penilaian begitu. Apakah Anda hanya membaca judul artikel ini tanpa menyimak isinya dengan secermat-cermatnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ xxx<br />
Kami tidak mengerti mengapa Anda mengemukakan segala pertanyaan dan penilaian begitu. Apakah Anda hanya membaca judul artikel ini tanpa menyimak isinya dengan secermat-cermatnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: xxx</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3418</link>
		<dc:creator>xxx</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 08:54:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3418</guid>
		<description>anda belajar dimana??

anda tau bid&#039;ah itu apa??
anda tau yg dimaksud bid&#039;ah itu dimana tmpatnya?
anda tau konsep bid&#039;ah??
berarti kita naek motor juga bid&#039;ah...nabi kan ga pernah ngajarin naek motor...
berarti makan pake sendok juga bidah..
berarti anda mengetik di komputer juga bid&#039;ah...

sebelum anda mengkritik sebuah tulisan anda harus mengkritik diri anda dulu...
anda sudah merasa benar???

kalo begitu jangan sekali2 anda kenalan dengan lawan jenis...
yang dimaksud taaruf itu perkenalan....
apakah hidup di dunia kompleks seperti ini anda juga mau memungkiri untuk kenalan dengan lwan jenis?? 
kalo taaruf itu bid&#039;ah...jgn sekali2 anda kenalan dengan satupun lawan jenis untuk anda nikahi...
jgn nikah,KLO ANDA MEMANG MENGANGGAP BAHWA MENGENALI LAWAN JENIS ITU ADALAH BID&#039;AH...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anda belajar dimana??</p>
<p>anda tau bid&#8217;ah itu apa??<br />
anda tau yg dimaksud bid&#8217;ah itu dimana tmpatnya?<br />
anda tau konsep bid&#8217;ah??<br />
berarti kita naek motor juga bid&#8217;ah&#8230;nabi kan ga pernah ngajarin naek motor&#8230;<br />
berarti makan pake sendok juga bidah..<br />
berarti anda mengetik di komputer juga bid&#8217;ah&#8230;</p>
<p>sebelum anda mengkritik sebuah tulisan anda harus mengkritik diri anda dulu&#8230;<br />
anda sudah merasa benar???</p>
<p>kalo begitu jangan sekali2 anda kenalan dengan lawan jenis&#8230;<br />
yang dimaksud taaruf itu perkenalan&#8230;.<br />
apakah hidup di dunia kompleks seperti ini anda juga mau memungkiri untuk kenalan dengan lwan jenis??<br />
kalo taaruf itu bid&#8217;ah&#8230;jgn sekali2 anda kenalan dengan satupun lawan jenis untuk anda nikahi&#8230;<br />
jgn nikah,KLO ANDA MEMANG MENGANGGAP BAHWA MENGENALI LAWAN JENIS ITU ADALAH BID&#8217;AH&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: 10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran Islam &#171; Linaerma&#8217;s Weblog</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3097</link>
		<dc:creator>10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran Islam &#171; Linaerma&#8217;s Weblog</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 04:41:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3097</guid>
		<description>[...] 10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran&#160;Islam  Konsep Ta’aruf praNikah ada banyak. Begitu pula konsep Pacaran Islami. Begitu banyak kuantitas konsep-konsep itu, sehingga kita tak bisa secara eksak menyimpulkan perbedaan antara ta’aruf dan pacaran islami. Sekalipun demikian, kita dapat menganalisis perbedaan antara konsep seseorang dan konsep seseorang lainnya. Misalnya antara konsep saya mengenai pacaran islami (yang saya tuangkan di blog Pacaran Sehat ini) dan konsep seorang penulis mengenai taaruf (yang dia tuangkan di buku Taaruf, Keren..! Pacaran, Sorry Men!). [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] 10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran&nbsp;Islam  Konsep Ta’aruf praNikah ada banyak. Begitu pula konsep Pacaran Islami. Begitu banyak kuantitas konsep-konsep itu, sehingga kita tak bisa secara eksak menyimpulkan perbedaan antara ta’aruf dan pacaran islami. Sekalipun demikian, kita dapat menganalisis perbedaan antara konsep seseorang dan konsep seseorang lainnya. Misalnya antara konsep saya mengenai pacaran islami (yang saya tuangkan di blog Pacaran Sehat ini) dan konsep seorang penulis mengenai taaruf (yang dia tuangkan di buku Taaruf, Keren..! Pacaran, Sorry Men!). [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3014</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 15:56:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3014</guid>
		<description>@ Chaos_Agent

1) Yang dimaksud dengan &quot;Katanya&quot; pada artikel di atas adalah &quot;kata si penulis buku tersebut&quot;. Rujukan nomor halaman &lt;b&gt;sudah dicantumkan secara lengkap&lt;/b&gt;. Harap baca dengan lebih cermat supaya tidak salah paham!

2) Apakah melakukan aktivitas muamalah &lt;b&gt;yang islami&lt;/b&gt; tidak boleh? Tentu boleh. Ajaran Islam itu lengkap. Untuk pacaran pun ada aturannya. Silakan simak halaman &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/taut-favorit/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Wajib Baca&lt;/a&gt;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Chaos_Agent</p>
<p>1) Yang dimaksud dengan &#8220;Katanya&#8221; pada artikel di atas adalah &#8220;kata si penulis buku tersebut&#8221;. Rujukan nomor halaman <b>sudah dicantumkan secara lengkap</b>. Harap baca dengan lebih cermat supaya tidak salah paham!</p>
<p>2) Apakah melakukan aktivitas muamalah <b>yang islami</b> tidak boleh? Tentu boleh. Ajaran Islam itu lengkap. Untuk pacaran pun ada aturannya. Silakan simak halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taut-favorit/" rel="nofollow">Wajib Baca</a>.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: chaos_agent</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3013</link>
		<dc:creator>chaos_agent</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 15:01:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3013</guid>
		<description>Pacaran Islami ?? = 100% bit&#039;ah dan tidak pernah di ajarkan rosulullah.
klu mau pacaran ya pacaran aja, jangan bawa2 islam dunk..
jangan menutup-nutupi yang haram dengan memberikan embel2 islami pak.
tp lumayan bagus jg argument-nya,mencoba memberikan solusi pada yg pacaran2 ya pak..
hingga suatu hari terjadi dialog :
hai kalian berdua pacaran ya ??, lho kita kan pacaran islami, boleh dunk kan islami gt lho...
nauzubillah begitu mudahnya orang ya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pacaran Islami ?? = 100% bit&#8217;ah dan tidak pernah di ajarkan rosulullah.<br />
klu mau pacaran ya pacaran aja, jangan bawa2 islam dunk..<br />
jangan menutup-nutupi yang haram dengan memberikan embel2 islami pak.<br />
tp lumayan bagus jg argument-nya,mencoba memberikan solusi pada yg pacaran2 ya pak..<br />
hingga suatu hari terjadi dialog :<br />
hai kalian berdua pacaran ya ??, lho kita kan pacaran islami, boleh dunk kan islami gt lho&#8230;<br />
nauzubillah begitu mudahnya orang ya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: chaos_agent</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3012</link>
		<dc:creator>chaos_agent</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 14:46:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3012</guid>
		<description>wah tidak meyakinkan nih, dengan ungkapan &quot;KATANYA&quot; aku ragu akan kebenaran kritikan ini, klu memang di buku itu di tulis ya bilang aja &quot;DISANA DI TULIS SEBAGAI BERIKUT&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah tidak meyakinkan nih, dengan ungkapan &#8220;KATANYA&#8221; aku ragu akan kebenaran kritikan ini, klu memang di buku itu di tulis ya bilang aja &#8220;DISANA DI TULIS SEBAGAI BERIKUT&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: 10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran Islami &#171; Pacaran Sehat</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-3007</link>
		<dc:creator>10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran Islami &#171; Pacaran Sehat</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 21:27:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-3007</guid>
		<description>[...] Ditulis oleh M Shodiq Mustika di/pada 5 September 2008  Konsep Ta&#8217;aruf praNikah ada banyak. Begitu pula konsep Pacaran Islami. Begitu banyak kuantitas konsep-konsep itu, sehingga kita tak bisa secara eksak menyimpulkan perbedaan antara ta&#8217;aruf dan pacaran islami. Sekalipun demikian, kita dapat menganalisis perbedaan antara konsep seseorang dan konsep seseorang lainnya. Misalnya antara konsep saya mengenai pacaran islami (yang saya tuangkan di blog Pacaran Sehat ini) dan konsep seorang penulis mengenai taaruf (yang dia tuangkan di buku Taaruf, Keren..! Pacaran, Sorry Men!). [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ditulis oleh M Shodiq Mustika di/pada 5 September 2008  Konsep Ta&#8217;aruf praNikah ada banyak. Begitu pula konsep Pacaran Islami. Begitu banyak kuantitas konsep-konsep itu, sehingga kita tak bisa secara eksak menyimpulkan perbedaan antara ta&#8217;aruf dan pacaran islami. Sekalipun demikian, kita dapat menganalisis perbedaan antara konsep seseorang dan konsep seseorang lainnya. Misalnya antara konsep saya mengenai pacaran islami (yang saya tuangkan di blog Pacaran Sehat ini) dan konsep seorang penulis mengenai taaruf (yang dia tuangkan di buku Taaruf, Keren..! Pacaran, Sorry Men!). [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-2926</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 05:54:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-2926</guid>
		<description>@ Denny Prabowo

1) Ya, yang saya maksud itu adalah kebebasan dalam bermuamalah.

2) Wah, kebetulan sekali sang penulisnya ialah teman antum. Sampaikan salam ukhuwah saya kepadanya, ya!

3) Ooo.. gitu. Syukran atas penjelasannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Denny Prabowo</p>
<p>1) Ya, yang saya maksud itu adalah kebebasan dalam bermuamalah.</p>
<p>2) Wah, kebetulan sekali sang penulisnya ialah teman antum. Sampaikan salam ukhuwah saya kepadanya, ya!</p>
<p>3) Ooo.. gitu. Syukran atas penjelasannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Denny Prabowo</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/comment-page-1/#comment-2909</link>
		<dc:creator>Denny Prabowo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 04:55:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196#comment-2909</guid>
		<description>Assalamu alaikum akh Sodiq 

hati-hati memaknai kata liberal. kata liberal gak semata-mata kebebasan atau toleransi. karena liberalisme itu sebuah paham atau gerakan yang membuat gereja-gereja sepi. saya mengerti yang dimaksud akh Sodiq adalah kebebasan dalam bermuamalah, kecuali kalo emang ada larangannya. untuk yang dimaksud tersebut saya jelas setuju.

akh Sodiq, kebetulan akhwat yang nulis buku itu teman saya. Kelemahan terbesar pada buku itu memang ditulis berdasarkan pengalaman dan perasaan penulisnya, bukan berdasarkan pada dalil-dalil yang sahih. padahal kita beragama dengan wahya kan?

ghiroh dakwah terkadang gak dibarengi sama semangat mencali ilmu yang haq. akibatnya kita mendakwahkan yang bukan datang dari Rasul padahal jelas semua ibadah yang ga ada contoh dari Rasul tertolak.

hanya saya ingin klarifikasi kalau Forum Lingkar Pena (FLP) dengan Lingkar Pena Publishing House (LPPH) adalah institusi yang berbeda.

jadi klarifikasi antum jelas tak akan tertanggapi, karena milist itu bukan milik LPPH, tapi milik FLP. mungkin antum bisa mengirim email langsung ke penerbitnya atau ke penulisnya. alamat emailnya, biasanya ada di biodata penulisnya dalam buku itu.

salam
dp</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum akh Sodiq </p>
<p>hati-hati memaknai kata liberal. kata liberal gak semata-mata kebebasan atau toleransi. karena liberalisme itu sebuah paham atau gerakan yang membuat gereja-gereja sepi. saya mengerti yang dimaksud akh Sodiq adalah kebebasan dalam bermuamalah, kecuali kalo emang ada larangannya. untuk yang dimaksud tersebut saya jelas setuju.</p>
<p>akh Sodiq, kebetulan akhwat yang nulis buku itu teman saya. Kelemahan terbesar pada buku itu memang ditulis berdasarkan pengalaman dan perasaan penulisnya, bukan berdasarkan pada dalil-dalil yang sahih. padahal kita beragama dengan wahya kan?</p>
<p>ghiroh dakwah terkadang gak dibarengi sama semangat mencali ilmu yang haq. akibatnya kita mendakwahkan yang bukan datang dari Rasul padahal jelas semua ibadah yang ga ada contoh dari Rasul tertolak.</p>
<p>hanya saya ingin klarifikasi kalau Forum Lingkar Pena (FLP) dengan Lingkar Pena Publishing House (LPPH) adalah institusi yang berbeda.</p>
<p>jadi klarifikasi antum jelas tak akan tertanggapi, karena milist itu bukan milik LPPH, tapi milik FLP. mungkin antum bisa mengirim email langsung ke penerbitnya atau ke penulisnya. alamat emailnya, biasanya ada di biodata penulisnya dalam buku itu.</p>
<p>salam<br />
dp</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
