<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Pacaran sesudah menikah lebih nikmat?</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Apa yang dimaksud dengan “pacaran”? &#171; Satria&#39;s Blog</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-4233</link>
		<dc:creator>Apa yang dimaksud dengan “pacaran”? &#171; Satria&#39;s Blog</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 21:01:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-4233</guid>
		<description>[...] yang dimaksud dengan&#160;“pacaran”?  Apakah Pacaran sesudah menikah lebih nikmat? Lebih nikmat daripada sebelum menikah? Tidak. “Pacaran sesudah menikah” Itu mustahil terjadi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] yang dimaksud dengan&nbsp;“pacaran”?  Apakah Pacaran sesudah menikah lebih nikmat? Lebih nikmat daripada sebelum menikah? Tidak. “Pacaran sesudah menikah” Itu mustahil terjadi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: vizentica.blogr.com - stories - 2009-07-26-Pacaran-Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-4224</link>
		<dc:creator>vizentica.blogr.com - stories - 2009-07-26-Pacaran-Islami</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 09:57:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-4224</guid>
		<description>[...] Pacaran sesudah menikah lebih nikmat? Lebih nikmat daripada sebelum menikah? Tidak. “Pacaran sesudah menikah” Itu mustahil terjadi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pacaran sesudah menikah lebih nikmat? Lebih nikmat daripada sebelum menikah? Tidak. “Pacaran sesudah menikah” Itu mustahil terjadi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pacaran ala Tokoh Muhammadiyah &#171; Fiqih Asmara</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-4181</link>
		<dc:creator>Pacaran ala Tokoh Muhammadiyah &#171; Fiqih Asmara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 12:11:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-4181</guid>
		<description>[...] Ya, aku setuju. Definisi pacaran sudah sering aku kemukakan sejak awal, sejak mulai mengangkat tema pacaran dalam Islam. Aku menerima definisi menurut pengertian yang dibakukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia, yaitu bercintaan dengan kekasih-tetap. Secara harfiah, &#8220;kekasih-tetap&#8221; itu bukan hanya dalam pranikah, melainkan juga suami atau istri. Namun kemudian, aku juga menerima definisi &#8220;pacaran&#8221; menurut makna aslinya (secara etimologis), yaitu &#8220;persiapan sebelum menikah&#8220;. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ya, aku setuju. Definisi pacaran sudah sering aku kemukakan sejak awal, sejak mulai mengangkat tema pacaran dalam Islam. Aku menerima definisi menurut pengertian yang dibakukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia, yaitu bercintaan dengan kekasih-tetap. Secara harfiah, &#8220;kekasih-tetap&#8221; itu bukan hanya dalam pranikah, melainkan juga suami atau istri. Namun kemudian, aku juga menerima definisi &#8220;pacaran&#8221; menurut makna aslinya (secara etimologis), yaitu &#8220;persiapan sebelum menikah&#8220;. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-4109</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 01:05:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-4109</guid>
		<description>@ Tips Pacaran Cia
Di artikel di atas telah kuungkapklan bahwa makna asli “pacaran” adalah “persiapan sebelum menikah”. Kalau ada yang “pacaran setelah menikah”, pastilah itu bukan pacaran yang sebenarnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Tips Pacaran Cia<br />
Di artikel di atas telah kuungkapklan bahwa makna asli “pacaran” adalah “persiapan sebelum menikah”. Kalau ada yang “pacaran setelah menikah”, pastilah itu bukan pacaran yang sebenarnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tips Pacaran Cia</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-4105</link>
		<dc:creator>Tips Pacaran Cia</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 07:01:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-4105</guid>
		<description>gue setuju banget kl pacaran sesudah menikah tuh nikmat banget... kalau merit udah kering cinta nya kayak neraka di bumi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gue setuju banget kl pacaran sesudah menikah tuh nikmat banget&#8230; kalau merit udah kering cinta nya kayak neraka di bumi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Definisi &#38; Bentuk Nyata Pacaran Islami &#171; Pacaran Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-4087</link>
		<dc:creator>Definisi &#38; Bentuk Nyata Pacaran Islami &#171; Pacaran Islami</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 13:50:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-4087</guid>
		<description>[...] makna aslinya, pacaran = persiapan menikah; dalam hal muamalah, yang islami adalah yang tidak melanggar larangan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] makna aslinya, pacaran = persiapan menikah; dalam hal muamalah, yang islami adalah yang tidak melanggar larangan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Benarkah pacaran islami itu hanya masalah istilah? &#171; Fiqih Asmara</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-4022</link>
		<dc:creator>Benarkah pacaran islami itu hanya masalah istilah? &#171; Fiqih Asmara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 19:21:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-4022</guid>
		<description>[...] palsunya, maka dia menyarankan bahwa hendaknya kita ikut menggunakan makna palsu itu. Selengkapnya, dia mengatakan: ah, itu cuma masalah diksi.. Islam sudah memiliki istilah “ta’aruf”, lalu knapa musti ada lg [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] palsunya, maka dia menyarankan bahwa hendaknya kita ikut menggunakan makna palsu itu. Selengkapnya, dia mengatakan: ah, itu cuma masalah diksi.. Islam sudah memiliki istilah “ta’aruf”, lalu knapa musti ada lg [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-4020</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 18:42:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-4020</guid>
		<description>@ Mrs.21

1) Untuk pranikah, Islam &lt;strong&gt;tidak&lt;/strong&gt; mengajarkan taaruf, tetapi tanazhur. Lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?&lt;/a&gt;&quot;

2) Pacaran islami &lt;strong&gt;tidak&lt;/strong&gt; identik dengan ta&#039;aruf. Lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;10 Perbedaan Ta&#039;aruf dan Pacaran Islami&lt;/a&gt;&quot;.

3) Mengartikan ‘pacaran’ dgn makna palsunya itu &lt;strong&gt;tidak&lt;/strong&gt; nyambung bahasanya dgn pembaca. Pada kenyataannya, kebanyakan pembaca justru memaknai pacaran secara positif, sehingga cenderung sesuai dengan makna asli pacaran. Untuk buktinya, lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://shodiq.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah&lt;/a&gt;&quot;.

4) Justru ketika melihat penyimpangan, maka itu perlu kita luruskan. Jangan sampai kita menjadikannya dalih untuk ikut-ikutan menyimpang. Apa sih untungnya turut melestarikan penyimpangan makna pacaran? Apa sih ruginya meluruskan penyimpangan makna pacaran?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Mrs.21</p>
<p>1) Untuk pranikah, Islam <strong>tidak</strong> mengajarkan taaruf, tetapi tanazhur. Lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/" rel="nofollow">Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?</a>&#8221;</p>
<p>2) Pacaran islami <strong>tidak</strong> identik dengan ta&#8217;aruf. Lihat &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/" rel="nofollow">10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran Islami</a>&#8220;.</p>
<p>3) Mengartikan ‘pacaran’ dgn makna palsunya itu <strong>tidak</strong> nyambung bahasanya dgn pembaca. Pada kenyataannya, kebanyakan pembaca justru memaknai pacaran secara positif, sehingga cenderung sesuai dengan makna asli pacaran. Untuk buktinya, lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/" rel="nofollow">Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah</a>&#8220;.</p>
<p>4) Justru ketika melihat penyimpangan, maka itu perlu kita luruskan. Jangan sampai kita menjadikannya dalih untuk ikut-ikutan menyimpang. Apa sih untungnya turut melestarikan penyimpangan makna pacaran? Apa sih ruginya meluruskan penyimpangan makna pacaran?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Mrs.21</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-4011</link>
		<dc:creator>Mrs.21</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 06:24:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-4011</guid>
		<description>ah, itu cuma masalah diksi..
Islam sudah memiliki istilah &quot;ta&#039;aruf&quot;, lalu knapa musti ada lg istilah &quot;pacaran islami&quot; sgala klo artinya sama aja?

yg di buku NPSP itu, istilah &#039;pacaran&#039; emg diartikan dgn makna palsunya, kenapa? karna orang kebanyakan jg mengartikan &#039;pacaran&#039; dgn makna palsunya, ya biar nyambung aja bahasanya dgn pembaca..
lagipula ga smua org yg pacaran bermaksud melakukannya dlm rangka mempersiapkan pernikahan.. iya kan? apa belum pernah nemuin pasangan yg berpacaran trus ketika ditanya ttg kpn nikahnya, jawabannya ngalor ngidul kmana2, atau jawabnya &quot;let it flow aja.. skrg jalani dulu yg ada..&quot;, atau salah satunya jelas2 bilang &quot;klo pacar yg skrg dijadiin suami/istri..kynya msh harus pikir2 lagi deh..&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ah, itu cuma masalah diksi..<br />
Islam sudah memiliki istilah &#8220;ta&#8217;aruf&#8221;, lalu knapa musti ada lg istilah &#8220;pacaran islami&#8221; sgala klo artinya sama aja?</p>
<p>yg di buku NPSP itu, istilah &#8216;pacaran&#8217; emg diartikan dgn makna palsunya, kenapa? karna orang kebanyakan jg mengartikan &#8216;pacaran&#8217; dgn makna palsunya, ya biar nyambung aja bahasanya dgn pembaca..<br />
lagipula ga smua org yg pacaran bermaksud melakukannya dlm rangka mempersiapkan pernikahan.. iya kan? apa belum pernah nemuin pasangan yg berpacaran trus ketika ditanya ttg kpn nikahnya, jawabannya ngalor ngidul kmana2, atau jawabnya &#8220;let it flow aja.. skrg jalani dulu yg ada..&#8221;, atau salah satunya jelas2 bilang &#8220;klo pacar yg skrg dijadiin suami/istri..kynya msh harus pikir2 lagi deh..&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-3995</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 14:34:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-3995</guid>
		<description>@ Fitri afriani
Apakah dirimu berkomentar tanpa membaca isi artikel di atas?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Fitri afriani<br />
Apakah dirimu berkomentar tanpa membaca isi artikel di atas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fitri afriani</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-3924</link>
		<dc:creator>Fitri afriani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 10:38:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-3924</guid>
		<description>ass,.... Ya ane setuju juga tuh sama pa yang d surat  Al Imron Ayat 14 tapi terkadang masalahnya banyak manusia yang terpikat sama lawan jenis sampai begitu heboh banget yah ada yang bilang mempertaruhkan hidupnya sampai mati2an. Bener seh mang enak nya Tu Pacaran sesudah menikah yah bisa d bilang Ta&quot;aruf gtu deh. Pandangan pertama tu Nikmat keduanya Maksiat nah.terkadang yang pandangan ke 2nya ni ga bisa di jaga kadang-kadang keterusan nah tu bagaimana?itu sering terjadi  terhapad seseorang yang ke imanannya sedang Down bagaimana yah? Down bagaimana yah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass,&#8230;. Ya ane setuju juga tuh sama pa yang d surat  Al Imron Ayat 14 tapi terkadang masalahnya banyak manusia yang terpikat sama lawan jenis sampai begitu heboh banget yah ada yang bilang mempertaruhkan hidupnya sampai mati2an. Bener seh mang enak nya Tu Pacaran sesudah menikah yah bisa d bilang Ta&#8221;aruf gtu deh. Pandangan pertama tu Nikmat keduanya Maksiat nah.terkadang yang pandangan ke 2nya ni ga bisa di jaga kadang-kadang keterusan nah tu bagaimana?itu sering terjadi  terhapad seseorang yang ke imanannya sedang Down bagaimana yah? Down bagaimana yah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tanda-Tanda Suksesnya Pacaran &#171; Pacaran Sehat</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-2830</link>
		<dc:creator>Tanda-Tanda Suksesnya Pacaran &#171; Pacaran Sehat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 01:00:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-2830</guid>
		<description>[...] Agustus 2008 &#183; Tidak ada Komentar  Tujuan pacaran yang sebenarnya adalah persiapan menikah. Masalahnya, bagaimana kita bisa tahu bahwa kita sudah sepenuhnya siap [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Agustus 2008 &middot; Tidak ada Komentar  Tujuan pacaran yang sebenarnya adalah persiapan menikah. Masalahnya, bagaimana kita bisa tahu bahwa kita sudah sepenuhnya siap [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Chatting: Pacaran Tapi Belum Pernah Jumpa &#171; Pacaran Sehat</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-2621</link>
		<dc:creator>Chatting: Pacaran Tapi Belum Pernah Jumpa &#171; Pacaran Sehat</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 15:52:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-2621</guid>
		<description>[...] perlu dipertimbangkan pula: Tujuan pacarannya apa? Kalau tujuannya persiapan menikah, sebagaimana makna asli istilah pacaran, maka sebaiknya mengadakan tatap muka supaya kenal lebih mendalam dan persiapan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] perlu dipertimbangkan pula: Tujuan pacarannya apa? Kalau tujuannya persiapan menikah, sebagaimana makna asli istilah pacaran, maka sebaiknya mengadakan tatap muka supaya kenal lebih mendalam dan persiapan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wahyu</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-2405</link>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 17:36:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-2405</guid>
		<description>Memang menurut saya, makna kata pacaran cukup membingungkan (benar ga sich???). Soalnya pada umumnya, orang-orang mempunyai anggapan dan pemikiran bahwa kegiatan dalam pacaran itu mengandung hal-hal yang dekat dengan zina, dekat dengan hal-hal yang semestinya belum boleh kita lakukan. Nah, kalau pacaran dengan makna yang dijelaskan oleh &quot;admin&quot;, saya setuju. Menurut saya, kita boleh melakukan pendekatan (persiapan ke jenjang pernikahan). Namun, pendekatan disini bukan hanya pendekatan ke dia (calon istri) tetapi juga pendekatan ke keluarga dia (terutama ortu calon istri kita) dan sebaiknya itu memang dilakukan. Dalam hal ini sebaiknya juga perlu adanya pembatasan (jaga jarak dulu dong khan belum resmi). bagi yang sudah mantap, nampaknya pernikahan menjadi langkah selanjutnya. (maaf ya, bila tanggapan saya salah atau tidak berguna, gimana nih tanggapan admin???), terimakasih.



&lt;blockquote&gt;Tanggapan Admin:
Yup, terima kasih atas tambahan penjelasan dan pengertiannya. Semoga para pembaca lain pun semakin mengerti. Aamiin.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang menurut saya, makna kata pacaran cukup membingungkan (benar ga sich???). Soalnya pada umumnya, orang-orang mempunyai anggapan dan pemikiran bahwa kegiatan dalam pacaran itu mengandung hal-hal yang dekat dengan zina, dekat dengan hal-hal yang semestinya belum boleh kita lakukan. Nah, kalau pacaran dengan makna yang dijelaskan oleh &#8220;admin&#8221;, saya setuju. Menurut saya, kita boleh melakukan pendekatan (persiapan ke jenjang pernikahan). Namun, pendekatan disini bukan hanya pendekatan ke dia (calon istri) tetapi juga pendekatan ke keluarga dia (terutama ortu calon istri kita) dan sebaiknya itu memang dilakukan. Dalam hal ini sebaiknya juga perlu adanya pembatasan (jaga jarak dulu dong khan belum resmi). bagi yang sudah mantap, nampaknya pernikahan menjadi langkah selanjutnya. (maaf ya, bila tanggapan saya salah atau tidak berguna, gimana nih tanggapan admin???), terimakasih.</p>
<blockquote><p>Tanggapan Admin:<br />
Yup, terima kasih atas tambahan penjelasan dan pengertiannya. Semoga para pembaca lain pun semakin mengerti. Aamiin.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ian</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-2399</link>
		<dc:creator>ian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 20:40:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-2399</guid>
		<description>Wahai kelompok yang mengagung-agungkan pacaran setelah menikah tengoklah adanya fakta yang menunjukkan tingginya angka perceraian pada pasangan yang menikah tanpa mengenal baik atau pacaran terlebih dahulu. Pacaran di sini bukan bergaul secara bebas tapi sebagai persiapan pernikahan sehingga bisa cukup saling mengenal, dengan kegiatan yang terdapat pengawasan dari orang ketiga sehingga bisa menghindar dari kegiatan untuk bergaul secara bebas. Pengekangan yang ada sesungguhnya hanya akan memakan korban, manusia menikah butuh interaksi untuk menemukan alasan saling mencinta, bukan sekedar tukaran biodata tanpa menemukan alasan lebih-lanjut untuk saling mengikat diri pada tali pernikahan yang suci. Muhammad menikah dengan khadijah itu dilandasi dengan adanya interaksi antar mereka terlebih dahulu, hubungan itu bisa kita istilahkan sebagai pacaran. Namun, nuansa zaman saat inilah yang begitu kental membuat pacaran sebagai temapat untuk bergaul secara bebas tanpa ikatan pernikahan, padahal pacaran merupakan istilah indonesia asli dimana itu lebih menunjuk kepada kegiatan interaksi untuk saling-mengenal dengan calon pasangan sebagai bagian persiapan menuju pernikahan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wahai kelompok yang mengagung-agungkan pacaran setelah menikah tengoklah adanya fakta yang menunjukkan tingginya angka perceraian pada pasangan yang menikah tanpa mengenal baik atau pacaran terlebih dahulu. Pacaran di sini bukan bergaul secara bebas tapi sebagai persiapan pernikahan sehingga bisa cukup saling mengenal, dengan kegiatan yang terdapat pengawasan dari orang ketiga sehingga bisa menghindar dari kegiatan untuk bergaul secara bebas. Pengekangan yang ada sesungguhnya hanya akan memakan korban, manusia menikah butuh interaksi untuk menemukan alasan saling mencinta, bukan sekedar tukaran biodata tanpa menemukan alasan lebih-lanjut untuk saling mengikat diri pada tali pernikahan yang suci. Muhammad menikah dengan khadijah itu dilandasi dengan adanya interaksi antar mereka terlebih dahulu, hubungan itu bisa kita istilahkan sebagai pacaran. Namun, nuansa zaman saat inilah yang begitu kental membuat pacaran sebagai temapat untuk bergaul secara bebas tanpa ikatan pernikahan, padahal pacaran merupakan istilah indonesia asli dimana itu lebih menunjuk kepada kegiatan interaksi untuk saling-mengenal dengan calon pasangan sebagai bagian persiapan menuju pernikahan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: 'aisyah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-2382</link>
		<dc:creator>'aisyah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 05:10:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-2382</guid>
		<description>pacaran setelah menikah lebih nikmat??? itu jelas :)

yg jelas ga dosa malah dpt pahala n semua yg tadinya haram jd halal...

knp  masih banyak yg ragu pilih pacaran setelah menikah ya???



&lt;blockquote&gt;Tanggapan Admin:
Wah, &#039;aisyah belum baca artikel di atas, ya?
Mengapa mempertanyakan sesuatu yang sudah dijelaskan?
Tidakkah sebaiknya memberi komentar itu setelah menyimak lebih dahulu?&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pacaran setelah menikah lebih nikmat??? itu jelas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>yg jelas ga dosa malah dpt pahala n semua yg tadinya haram jd halal&#8230;</p>
<p>knp  masih banyak yg ragu pilih pacaran setelah menikah ya???</p>
<blockquote><p>Tanggapan Admin:<br />
Wah, &#8216;aisyah belum baca artikel di atas, ya?<br />
Mengapa mempertanyakan sesuatu yang sudah dijelaskan?<br />
Tidakkah sebaiknya memberi komentar itu setelah menyimak lebih dahulu?</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Curhat: Ketika Harus Pacaran &#171; Pacaran Sehat</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-2358</link>
		<dc:creator>Curhat: Ketika Harus Pacaran &#171; Pacaran Sehat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 00:27:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-2358</guid>
		<description>[...] itulah kita sudah mulai serius merencanakan pernikahan. (Ingat, makna asli istilah pacaran adalah persiapan menikah. ) Muda-mudi di masa sebelum itu biasanya belum hendak akan menikah, [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] itulah kita sudah mulai serius merencanakan pernikahan. (Ingat, makna asli istilah pacaran adalah persiapan menikah. ) Muda-mudi di masa sebelum itu biasanya belum hendak akan menikah, [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kaezzar</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/comment-page-1/#comment-2355</link>
		<dc:creator>Kaezzar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 16:33:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198#comment-2355</guid>
		<description>Ya memang jadinya multitafsir pak...
Kalo yang ngartiin pacaran = pegang2an tangan sampe ML segala...bilangny pacaran halal n nikmat setelah nikah...

Kalo yg pacarannya ga ada acara pegang2an...jelas2 rugi kalo disuruh pacaran abis nikah. koz di pikiran dia pacaran tu ga ngelakuin &quot;apa2&quot;...n abs nikah disuruh ga ngapa2in lagi?
Ruggiii abiisszz...:D

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya memang jadinya multitafsir pak&#8230;<br />
Kalo yang ngartiin pacaran = pegang2an tangan sampe ML segala&#8230;bilangny pacaran halal n nikmat setelah nikah&#8230;</p>
<p>Kalo yg pacarannya ga ada acara pegang2an&#8230;jelas2 rugi kalo disuruh pacaran abis nikah. koz di pikiran dia pacaran tu ga ngelakuin &#8220;apa2&#8243;&#8230;n abs nikah disuruh ga ngapa2in lagi?<br />
Ruggiii abiisszz&#8230;:D</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
