Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya

ustadz tolong saia ustadz sebelum saia terus melakukannya… berdosakah saia bila saya melakukan hal ini: bila saia kangen sama pacar saia berimaginasi bahwa bantal guling atau kasur seolah pacar saia. sehingga saia memeluk, mencium, ‘mestubui’, aneh memang tapi itulah yang saia lakukan. saia merasakan kepuasan tersendiri saat melakukannya, bahkan sampai ‘tumpah’ dan mesti mandi besar. saia melakukan hal tsb tentunya karena tidak berani melakukan dengan pacar saia. sekian…terimakasih ustadz.

Mengenai hukum onani/masturbasi, sebagian besar ulama mengharamkannya. Sebagian ulama seperti Imam Hanbali dan Ibnu Hazm menghalalkannya. Sedangkan ulama-ulama Hanafiah membolehkannya dalam keadaan “takut berbuat zina” dan “tidak mampu kawin”. (Lihat Halal dan Haram dalam Islam.)

Di sini aku tidak hendak memperdebatkan hukumnya. Aku lebih tertarik untuk mengemukakan solusinya. Cara-cara untuk mengatasi kecanduan masturbasi itu diantaranya sepuluh langkah berikut ini.

1) Yang terpenting, yakinlah bahwa kau mampu mengatasi masalah ini. Kau sudah mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu, tentulah kau juga mampu menahan diri untuk tidak membiasakan diri melakukan onani.

Untuk memperkuat keyakinan diri itu, biasakanlah diri mengucap dzikir yang relevan, seperti: “Tetapi di sisi Allah-lah tempat kembali terbaik.” (QS Ali ‘Imran [3]: 14)

2) Cari tahulah apa saja keadaan-keadaan dirimu yang memicu dirimu membiasakan diri melakukan masturbasi. Misalnya, kau biasa bermasturbasi setiap kali merasa kesepian, bosan, atau tertekan (stres). Kalau memang begitu, waspadalah dirimu setiap kali berada dalam keadaan begitu.

Dalam keadaan begitu, tanamkanlah kembali keyakinanmu bahwa kau mampu menahan diri untuk tidak membiasakan diri melakukan onani. Atasilah berbagai keadaan yang tidak nyaman itu dengan solusi lain yang tidak bersifat seksual. Misalnya dengan cara berdzikir.

3) Temukanlah sebab-sebab mengapa kau mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu. Lalu berlakukanlah hal-hal yang relevan dengan kasus kebiasaan masturbasimu. Misalnya, kalau kau mampu menahan diri untuk tidak berzina dengan pacarmu karena kau menghargai dirinya setinggi-tingginya, maka hargailah juga dirimu sendiri setinggi-tingginya.

4) Hindari menyendiri! Selalulah bersama orang lain (yang tidak membangkitkan rangsangan seksual), kecuali bila terpaksa.

Bila terpaksa menyendiri, misalnya di kamar mandi, jangan berlama-lama! Lima menit sudah cukup.


Fabbriciuse learns masturbation

Bila kau membutuhkan waktu yang relatif lama ketika menyendiri (misalnya di kamar mandi) lantaran berbagai aktivitas sekaligus, pisahkanlah aktivitas-aktivitas itu. Jadi, mandi, keramas, gosok gigi, dan lain-lain, hendaknya dilakukan dalam waktu yang tidak bersamaan.

5) Di tempat tidur, singkirkanlah jauh-jauh guling dan barang-barang lain yang dapat kau gosok-gosokkan ke alat kelaminmu. Selain itu, pakailah celana dan baju tertentu yang membuatmu sulit bermain-main dengan alat kelaminmu.

Setiap kali kau merasa nafsu birahimu memuncak di tempat tertentu (misalnya di kamar mandi atau tempat tidur), beranjaklah dari situ. Pergilah ke tampat lain. Temuilah orang-orang, ngobrollah tentang apa saja yang jauh dari rangsangan seksual.

6) Di mana pun, hindari pornografi atau pun yang semi porno. Jagalah pandangan mata dan pendengaran telingamu dari segala yang membangkitkan birahi.

7) Setiap kali bangun tidur, segeralah bangkit dengan penuh antusias. Jangan bermalas-malasan.

8) Sibukkanlah dirimu dengan berbagai aktivitas yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual. Utamakanlah aktivitas yang dilakukan bersama orang lain.

Misalnya, kau suka membaca buku dan main catur. Ketika kau merasa nafsu seksualmu bangkit alias terangsang, lebih baik main catur bersama orang lain daripada membaca buku sendirian.

9) Sibukkanlah juga pikiranmu dengan berbagai hal yang kau sukai dan jauh dari rangsangan seksual.

10) Bila perlu, mintalah bantuan profesional dari ahlinya, seperti psikolog dan psikiater.

About these ads

70 thoughts on “Kecanduan masturbasi: Cara mengatasinya

  1. Wah gimana ya…bingung juga ya..mempersibuk diri aja entar juga lama2x ilang sendiri. .gitu

  2. Saya juga..apa ya???bingung,marah,malu,judegh,sedih,takut,pokoknya semua nyampur

  3. banyakan gabung2 deh…….trus jangan sampe lho mrsa kesepian.
    kalo mrsa kesepian cpat2 cari yang rame deh,,,,

  4. Jika aku berpikir sempit: aku akan mencemooh pelaku onani, heran, geleng-geleng kepala, jijik, gak habis pikir, dll..
    Jika aku berpikir jahat: aku akan mendukung pelaku onani, aku akan bilang,gak papa, wajar, namanya juga laki-laki, lebih baik onani daripada main cewek/zina, onani juga bagus buat kesehatan kok, dll..
    Jika aku berpikir luas: aku merasa kasian pada pelaku onani, mereka butuh keberanian untuk mengakui perbuatannya, mereka butuh bantuan untuk mengatasinya, mereka butuh support untuk dapet solusinya, dll…
    Kesimpulannya, jangan menyerah, saya juga pelaku onani, saya menyesal setiap kali melakukannya, saya malu, saya marah pada diri saya sendiri, saya merasa hina diperbudak oleh nafsu, tapi kenyataannya saya masih berulang-ulang kali melakukannya. yang harus kita jaga adalah usaha untuk berhenti dan penyesalan, itu merupakan bagian dari proses berusaha, ikhtiar. ingat! Rasul sendiri mengakui bahwa perang yang kita hadapi saat ini jauh lebih berat daripada perang badar yang dimenangkan Rasul dan umatnya. Paerang yang kita hadapi adalah perang melawan hawa nafsu birahi, nafsu harta, dan nafsu kekuasaan. Sejatinya adalah perang yang diprakarsai oleh setan secara halus, kasar, sembunyi, atau terang-terangan. Jadi memang untuk mengatasi kecanduan onani adalah hal yang tidak mudah, instan, dan cepat. teruslah berharap agar ALLO SWT menunjukkan jalan pada kita, membimbing kita, menyertai kita, melindungi kita, agar kita senantiasa diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi perang melawan setan yang terkutuk tuk tuk!!!ALLOHU AKBAR!!!Amiiiiiiin……..mari kita berjuang, mari menjadi pemimpin atas diri kita sendiri agar tidak diperbudak oleh nafsu kita sendiri, agar tercapai maqom atau kedudukan yang mulia di sisi ALLOH, sebagai muslim/muislimat yang kaffah, Amiin…………………

  5. bagaimana caranya agar kita bisa menahan hawa nafsu apakah harus memperbanyak dzkir kepada ALLAH SWT.
    saya orangnya sering melakukan onani tapi sewaktu smp setelah SMA saay berfikir bahwa onani tu hanya kesenangan sementara
    “yang saya ingin tanyakan adalah apakah onani tu dosanya lebih besar dari pada melakukan zina karena saya pernah mendengar teman berkata begitu dan hadist nya juga ga tahu pa kah tu benar (belum ditemukan), teman saya mendengar dari guru sekolah”.
    MOHON PENJELASANNYA

  6. Puasa dapat menjauhkan dr masturbasi… memang benar

    Namun puasa kan hanya sampai magrib,
    bagaimana jika malam hari nafsu bergelora / libido memuncak..?
    itu kan alamiah…kalau tidak masturbasi mau dilampiaskan ke siapa ?
    kalau tidak dilakukan, mau kerja,belajar, ngapa-ngapain gak enak..

    mohon pencerahan

  7. apakah bole kita melakukan onani untuk mencegah penzinaan? Karena, setelah saya melakukan itu, nafsu birahi saya hilang…
    tolong dijawab dengan dalil2 ulama yang membolehkan onani..trmkash..

  8. salam, saya ini dari malaysia..seronok baca situs in,terima kasih ustaz ya..bg saya masturbasi ini,satu isu yg bsar bg golongan muda mudi. bg saya, onani ini adalah tidak akan memberi kepuasan yang kekal, cuma sementara saja. lagipun, onani ini adalah satu perbuatan yg dapat mendekatkan kita dengan zina.Allah menyebut: “Dan jangan kamu hampiri zina”. Zina itu haram, dan Allah juga melarang kita menghampiri zina itu. emang perlukan usaha yang kuat untuk membuang perbuatang masturbasi ini. sekali terjerumus, amat susah untuk di buang. wallahualam

  9. Sebenarnya kuncinya sederhana saja yakni Say No to “NANTI”!
    Jangan pernah mengatakan NANTI bila menyangkut akherat. Tak ada yg tau kpn kematian akan datang kepada kita. Satu hal yg membuat kita tak bisa berhenti melakukan suatu dosa (jika memang anda menganggap onani itu haram) adalah jawaban anda saat ditanya kapan anda akan berhenti onani? Dan anda menjawabnya NANTI, NANTI jika sudah menikah, NANTI jika waktunya sudah tepat atau NANTI jika saya benar2 mampu untuk tidak melakukannya lagi tapi tidak untuk saat ini karena jika saya tidak melakukannya saya takut terjerumus ke dalam dosa yg lebih jauh yakni zina.
    Semakin sering kata NANTI itu anda ucapkan, semakin anda tak akan pernah bisa meninggalkan perbuatan itu. Ingatlah NANTI adalah senjata ampuh setan untuk menjerumuskan manusia menjadi pengikut setianya.

    Kalo ada waktu silahkan mampir ke blogku
    http://negeripuitis.blogspot.com

  10. Ping-balik: Usai onani, haruskah mandi besar? « Panduan Shalat

  11. Ping-balik: Usai onani, haruskah mandi besar? « Indonesia Hot

Komentar ditutup.