<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: 10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran Islami</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-4063</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 06:32:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-4063</guid>
		<description>@ hidayanti
aamiin... marilah kita saling belajar</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ hidayanti<br />
aamiin&#8230; marilah kita saling belajar</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-4062</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 06:30:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-4062</guid>
		<description>referensi pacaran islami itu diantaranya:
http://shodiq.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/ 
http://shodiq.com/konsultasi-cinta/about-2/panduan-pacaran/taman-cinta/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>referensi pacaran islami itu diantaranya:<br />
<a href="http://shodiq.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/" rel="nofollow">http://shodiq.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/</a><br />
<a href="http://shodiq.com/konsultasi-cinta/about-2/panduan-pacaran/taman-cinta/" rel="nofollow">http://shodiq.com/konsultasi-cinta/about-2/panduan-pacaran/taman-cinta/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hidayanti</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-4047</link>
		<dc:creator>hidayanti</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 18:33:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-4047</guid>
		<description>hehehehe... no coment ah... soalnya ilmu saya masih sedikit :) semoga allah mengampuni saya amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehehe&#8230; no coment ah&#8230; soalnya ilmu saya masih sedikit <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  semoga allah mengampuni saya amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: muftialy</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-4044</link>
		<dc:creator>muftialy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 09:29:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-4044</guid>
		<description>Bisa aja nih bung Shodiq :). Bisa minta tolong untuk mengirimi referensi tentang pacaran Islami ke mail saya tidak ya...? 
Jazakumullahu khairan sebelum dan sesudahnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bisa aja nih bung Shodiq <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Bisa minta tolong untuk mengirimi referensi tentang pacaran Islami ke mail saya tidak ya&#8230;?<br />
Jazakumullahu khairan sebelum dan sesudahnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Benarkah pacaran islami itu hanya masalah istilah? &#171; Fiqih Asmara</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-4023</link>
		<dc:creator>Benarkah pacaran islami itu hanya masalah istilah? &#171; Fiqih Asmara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 19:21:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-4023</guid>
		<description>[...] 2) Pacaran islami tidak identik dengan ta&#8217;aruf. Lihat &#8220;10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran Islami&#8220;. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] 2) Pacaran islami tidak identik dengan ta&#8217;aruf. Lihat &#8220;10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran Islami&#8220;. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3661</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 01:34:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3661</guid>
		<description>@ danu/pandakeadilan
Berkomentar dengan isi yang sama berulang-ulang itu tergolong spam. Karena itu, kami menghapus komentar Anda yang isinya pengulangan belaka.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ danu/pandakeadilan<br />
Berkomentar dengan isi yang sama berulang-ulang itu tergolong spam. Karena itu, kami menghapus komentar Anda yang isinya pengulangan belaka.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3660</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 01:29:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3660</guid>
		<description>@ danu
Perhatikanlah konteks pembicaraan kita. Pandakeadilan membenarkan klain ukhti sarah bahwa ada buku yang bisa menjadi acuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Padahal, hanya Allah sajalah yang Mahatahu. 
Mestinya kita harus meyakini bahwa buku-buku itu bukanlah kitab suci. Kebenarannya tidaklah mutlak. 
Sungguhpun demikian, itu bukan berarti bahwa keberadaan buku itu sia-sia. Apabila buku itu berdasarkan ijtihad yang sah, maka apabila hasil ijtihadnya benar, pahalanya &quot;dua&quot;; sedangkan bila hasil ijtihadnya salah, maka pahalanya &quot;satu&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ danu<br />
Perhatikanlah konteks pembicaraan kita. Pandakeadilan membenarkan klain ukhti sarah bahwa ada buku yang bisa menjadi acuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Padahal, hanya Allah sajalah yang Mahatahu.<br />
Mestinya kita harus meyakini bahwa buku-buku itu bukanlah kitab suci. Kebenarannya tidaklah mutlak.<br />
Sungguhpun demikian, itu bukan berarti bahwa keberadaan buku itu sia-sia. Apabila buku itu berdasarkan ijtihad yang sah, maka apabila hasil ijtihadnya benar, pahalanya &#8220;dua&#8221;; sedangkan bila hasil ijtihadnya salah, maka pahalanya &#8220;satu&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: danu</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3655</link>
		<dc:creator>danu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 00:51:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3655</guid>
		<description>kalo begitu apa yang anda sampaikan tidak ada dalil sama sekali. lemah dan melemahkan. saya heran kenapa masih menjadi rujukan...
banyak yang tertipu. kalo seribu buku tidak bisa menjadi hujjah, buat apa anda membuat makar dengan membuat buku tersebut.

lemah dan melemahkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo begitu apa yang anda sampaikan tidak ada dalil sama sekali. lemah dan melemahkan. saya heran kenapa masih menjadi rujukan&#8230;<br />
banyak yang tertipu. kalo seribu buku tidak bisa menjadi hujjah, buat apa anda membuat makar dengan membuat buku tersebut.</p>
<p>lemah dan melemahkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3644</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 18:01:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3644</guid>
		<description>@ pandakeadilan
Untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah dalam hal pacaran islami (dan hal-hal lainnya), &lt;strong&gt;seribu&lt;/strong&gt; buku pun tidaklah memadai. “Allaahu a’lam”. Artinya, Allah lah yang Mahatahu. Jadi, yang Mahatahu itu bukanlah si penulis buku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ pandakeadilan<br />
Untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah dalam hal pacaran islami (dan hal-hal lainnya), <strong>seribu</strong> buku pun tidaklah memadai. “Allaahu a’lam”. Artinya, Allah lah yang Mahatahu. Jadi, yang Mahatahu itu bukanlah si penulis buku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pandakeadilan</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3642</link>
		<dc:creator>pandakeadilan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 16:28:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3642</guid>
		<description>yap betul... 
lebih baik membaca tulisan salim a fillah
1. jalan cinta para pejuang
2. kerenkan diri trus nikah dini
3. menikahlah maka kamu akan kaya
4. indahnya pacaran setelah menikah 

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yap betul&#8230;<br />
lebih baik membaca tulisan salim a fillah<br />
1. jalan cinta para pejuang<br />
2. kerenkan diri trus nikah dini<br />
3. menikahlah maka kamu akan kaya<br />
4. indahnya pacaran setelah menikah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3640</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 16:09:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3640</guid>
		<description>@ sarah

Marilah kita berdoa semoga &quot;Allah SWT menampakkan yang benar itu benar dan yang bathil itu bathil&quot; kepada kita semua, termasuk ukhti, bukan hanya kepada saya. Aamiin.

Untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah dalam hal pacaran islami (dan hal-hal lainnya), satu buku tidaklah memadai. Apalagi ukhti sendiri sudah mengakui ungkapan &quot;wallaahu a&#039;lam&quot;. (Artinya, Allah lah yang Mahatahu. Jadi, yang Mahatahu itu bukanlah si penulis buku.)

Tak sedikit buku penentang (bahkan penghujat) islamisasi pacaran yang sudah saya baca. Saya bahkan sudah menulis satu buku tersendiri sebagai bantahan terhadap buku-buku semacam itu. (Lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://uk.geocities.com/muhshodiq/index.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Wahai Penghujat Pacaran Islami&lt;/a&gt;&quot;.)

wa&#039;alaykumus salaam war. wab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ sarah</p>
<p>Marilah kita berdoa semoga &#8220;Allah SWT menampakkan yang benar itu benar dan yang bathil itu bathil&#8221; kepada kita semua, termasuk ukhti, bukan hanya kepada saya. Aamiin.</p>
<p>Untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah dalam hal pacaran islami (dan hal-hal lainnya), satu buku tidaklah memadai. Apalagi ukhti sendiri sudah mengakui ungkapan &#8220;wallaahu a&#8217;lam&#8221;. (Artinya, Allah lah yang Mahatahu. Jadi, yang Mahatahu itu bukanlah si penulis buku.)</p>
<p>Tak sedikit buku penentang (bahkan penghujat) islamisasi pacaran yang sudah saya baca. Saya bahkan sudah menulis satu buku tersendiri sebagai bantahan terhadap buku-buku semacam itu. (Lihat &#8220;<a href="http://uk.geocities.com/muhshodiq/index.html" rel="nofollow">Wahai Penghujat Pacaran Islami</a>&#8220;.)</p>
<p>wa&#8217;alaykumus salaam war. wab.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sarah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3637</link>
		<dc:creator>sarah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 13:51:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3637</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum wr wb.

Kepada para pengujung blog ini ,, Saya anjurkan untuk membaca buku &quot;Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan&quot; karangan Salim A Fillah...
Insya Allah anda dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah,,

Dan juga kepada bapak M Shodiq Mustika,, saya juga anjurkan untuk membaca buku tersebut,, mudah2an Allah SWT menampakkan yang benar itu benar dan yang bathil itu bathil kepada bapak..

Wallahu&#039;alam bisshawab

Wassalamu&#039;alaikum wr wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb.</p>
<p>Kepada para pengujung blog ini ,, Saya anjurkan untuk membaca buku &#8220;Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan&#8221; karangan Salim A Fillah&#8230;<br />
Insya Allah anda dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah,,</p>
<p>Dan juga kepada bapak M Shodiq Mustika,, saya juga anjurkan untuk membaca buku tersebut,, mudah2an Allah SWT menampakkan yang benar itu benar dan yang bathil itu bathil kepada bapak..</p>
<p>Wallahu&#8217;alam bisshawab</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum wr wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3592</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 01:26:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3592</guid>
		<description>@ &quot;aku&quot;
Boleh-boleh saja kau tidak setuju. Kami menghargai sikapmu, sebagaimana kami menghargai sikap saudara-saudara kita lainnya yang mendukung pacaran islami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ &#8220;aku&#8221;<br />
Boleh-boleh saja kau tidak setuju. Kami menghargai sikapmu, sebagaimana kami menghargai sikap saudara-saudara kita lainnya yang mendukung pacaran islami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aku</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3588</link>
		<dc:creator>aku</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 23:34:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3588</guid>
		<description>parah..parah..istighfar...saya TIDAK SETUJU ada PACARAN dalam islam sebelum menikah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>parah..parah..istighfar&#8230;saya TIDAK SETUJU ada PACARAN dalam islam sebelum menikah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3422</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 04:26:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3422</guid>
		<description>@ jichi

Aamiin.

Selama kita menghargai perbedaan pendapat, kita takkan bingung.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ jichi</p>
<p>Aamiin.</p>
<p>Selama kita menghargai perbedaan pendapat, kita takkan bingung.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jichi</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3404</link>
		<dc:creator>jichi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 06:06:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3404</guid>
		<description>semua berpendapat atas pembenaran.
tapi saya malah jadi bingung......????
yang jelas saya hanya bisa memohon pada Allah agar saya dipertemukan dg ikhwan sejati yg Allah pilihkan....dipersatukan dalam ikatan pernikahan yg suci yg Allah ridhoi dan dipersatukan dalam cinta yg Allah ridhoi....dan saya yakin itu........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semua berpendapat atas pembenaran.<br />
tapi saya malah jadi bingung&#8230;&#8230;????<br />
yang jelas saya hanya bisa memohon pada Allah agar saya dipertemukan dg ikhwan sejati yg Allah pilihkan&#8230;.dipersatukan dalam ikatan pernikahan yg suci yg Allah ridhoi dan dipersatukan dalam cinta yg Allah ridhoi&#8230;.dan saya yakin itu&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3311</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 12:07:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3311</guid>
		<description>@ Yang prihatin
Islam tidak hanya menerima yang putih, tetapi juga yang merah, kuning, hijau, biru, dan warna-warna lainnya. Perhatikanlah tipe-tipe sahabat Rasulullah yang berlainan. Ada yang cenderung keras seperti Ibnu Umar, ada pula yang cenderung lunak seperti Ibnu Abbas.

@ dajal007
Makasih atas salam kangennya, juga ekspresi cintanya.
Aku menerimanya dengan suka-cita.
Islam memang mengajarkan kita untuk mengungkapkan cinta kepada saudara yang kita sayangi.

@ bimo
Ya, kita tak perlu bertengkar. Hidayah itu Allah yang menentukan. Kita tak bisa memaksakannya kepada orang lain.

@ Wahyu &amp; Ami
Motivasi/maksud blog ini sudah diterangkan sejak awal di halaman &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/about/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Ayo Pacaran&lt;/a&gt;

@ Kaezzar
Lagi-lagi aku berterima kasih atas bantuan penjelasannya.

@ san_3 gadungan
Bagi pendukung pacaran islami, justru &quot;pacaran setelah nikah&quot;-lah yang kontroversial. Sebab, arti pacaran adalah persiapan sebelum menikah. Kalau kita terima istilah &quot;pacaran setelah nikah&quot;, apakah semua yang sudah nikah itu hendak menikah lagi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Yang prihatin<br />
Islam tidak hanya menerima yang putih, tetapi juga yang merah, kuning, hijau, biru, dan warna-warna lainnya. Perhatikanlah tipe-tipe sahabat Rasulullah yang berlainan. Ada yang cenderung keras seperti Ibnu Umar, ada pula yang cenderung lunak seperti Ibnu Abbas.</p>
<p>@ dajal007<br />
Makasih atas salam kangennya, juga ekspresi cintanya.<br />
Aku menerimanya dengan suka-cita.<br />
Islam memang mengajarkan kita untuk mengungkapkan cinta kepada saudara yang kita sayangi.</p>
<p>@ bimo<br />
Ya, kita tak perlu bertengkar. Hidayah itu Allah yang menentukan. Kita tak bisa memaksakannya kepada orang lain.</p>
<p>@ Wahyu &amp; Ami<br />
Motivasi/maksud blog ini sudah diterangkan sejak awal di halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/" rel="nofollow">Ayo Pacaran</a></p>
<p>@ Kaezzar<br />
Lagi-lagi aku berterima kasih atas bantuan penjelasannya.</p>
<p>@ san_3 gadungan<br />
Bagi pendukung pacaran islami, justru &#8220;pacaran setelah nikah&#8221;-lah yang kontroversial. Sebab, arti pacaran adalah persiapan sebelum menikah. Kalau kita terima istilah &#8220;pacaran setelah nikah&#8221;, apakah semua yang sudah nikah itu hendak menikah lagi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: san_3 gadungan</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3251</link>
		<dc:creator>san_3 gadungan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 05:01:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3251</guid>
		<description>&quot;Pacaran setelah nikah&quot;
Kayaknya gak kontroversial daripada &quot;pacaran islami&quot;
Pacarannya setelah nikah aja,lebih seru,indah,dan diridhoi &#124;Alloh SWT
do you agree...?????????????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Pacaran setelah nikah&#8221;<br />
Kayaknya gak kontroversial daripada &#8220;pacaran islami&#8221;<br />
Pacarannya setelah nikah aja,lebih seru,indah,dan diridhoi |Alloh SWT<br />
do you agree&#8230;?????????????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kaezzar</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3246</link>
		<dc:creator>Kaezzar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 02:26:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3246</guid>
		<description>@Ami

Kayanya anda menilai dengan berat sebelah deh...
Saya si ga peduli dengan istilah pacaran, taaruf jodohan whatever
Yang penting ga melanggar syariat...

&gt;&gt;&gt;buat yg masih ragu dan cari pembenaran mengenai pacaran, sok dicari di Al-Qur’an,
surat dan ayat berapa yg menganjurkan umat muslim berpacaran dalam hal mencari jodoh?&gt;&gt;&gt;

Then, di Quran pun sampai saat ini saya belom menemukan kalo mau mencari jodoh diharuskan lewat taaruf, perjodohan or apapun...coba kita teliti lagi...bener ga :)

&gt;&gt;&gt;jika ta’aruf gagal,
lantas apakah hubungan tali silaturahim putus begitu saja?
naudzubillah…
Islam melarang umatnya untuk memutus tali silaturahim,
jika memang demikian,
dalam ta’aruf kedua belah pihak insyaallah dapat menerima ketidakberlanjutan proses ini&gt;&gt;&gt;

Jika taaruf gagal, anda langsung menjudge bahwa tali silaturahmi tidak putus, sementara jika pacaran...maka setelah gagal langsung putus silaturahmi...

Buat saya, itu bukan hal yg objektif
Yang sakit hati dan putus silaturahmi gara2 taaruf juga ada ko...siapa blg sakit hati+putus silaturahmi cuma milik pacaran
Mo sakit hati ataw ga...
Mo putus silaturahmi ataw ga...
Ga ada hubungannya ma taaruf or pacaran, tapi tergantung dari kedewasaan sikap kedua orang pelakunya...
Bener ga... :)

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ami</p>
<p>Kayanya anda menilai dengan berat sebelah deh&#8230;<br />
Saya si ga peduli dengan istilah pacaran, taaruf jodohan whatever<br />
Yang penting ga melanggar syariat&#8230;</p>
<p>&gt;&gt;&gt;buat yg masih ragu dan cari pembenaran mengenai pacaran, sok dicari di Al-Qur’an,<br />
surat dan ayat berapa yg menganjurkan umat muslim berpacaran dalam hal mencari jodoh?&gt;&gt;&gt;</p>
<p>Then, di Quran pun sampai saat ini saya belom menemukan kalo mau mencari jodoh diharuskan lewat taaruf, perjodohan or apapun&#8230;coba kita teliti lagi&#8230;bener ga <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&gt;&gt;&gt;jika ta’aruf gagal,<br />
lantas apakah hubungan tali silaturahim putus begitu saja?<br />
naudzubillah…<br />
Islam melarang umatnya untuk memutus tali silaturahim,<br />
jika memang demikian,<br />
dalam ta’aruf kedua belah pihak insyaallah dapat menerima ketidakberlanjutan proses ini&gt;&gt;&gt;</p>
<p>Jika taaruf gagal, anda langsung menjudge bahwa tali silaturahmi tidak putus, sementara jika pacaran&#8230;maka setelah gagal langsung putus silaturahmi&#8230;</p>
<p>Buat saya, itu bukan hal yg objektif<br />
Yang sakit hati dan putus silaturahmi gara2 taaruf juga ada ko&#8230;siapa blg sakit hati+putus silaturahmi cuma milik pacaran<br />
Mo sakit hati ataw ga&#8230;<br />
Mo putus silaturahmi ataw ga&#8230;<br />
Ga ada hubungannya ma taaruf or pacaran, tapi tergantung dari kedewasaan sikap kedua orang pelakunya&#8230;<br />
Bener ga&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/comment-page-1/#comment-3241</link>
		<dc:creator>ami</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 09:29:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444#comment-3241</guid>
		<description>Masyaallah...
apa sih sebenernya maksud mas shoddiq bikin blog kaya gini?

buat yg masih ragu dan cari pembenaran mengenai pacaran, sok dicari di Al-Qur&#039;an,
surat dan ayat berapa yg menganjurkan umat muslim berpacaran dalam hal mencari jodoh?

setelah saya baca konsep pacaran islaminya mas shoddiq,
kayanya lebih banyak gak jelasnya dan gak pasti endingnya,
iya klo orang yg sedang berinteraksi melalui pacaran islami ini beneran pasangan hidup kita?

kalo bukan?
kesia-siaan lah yg kita dapat,
dan akan muncul perasaan atau cap &quot;mantan&quot;
dalam hati.
belum lagi beban emosional yang harus ditanggung,
apalagi dengan tidak adanya anjuran batas waktu,
semakin lama keterikatan kita dgn seseorang,
semakin besar beban emosional yang ditanggung

jika ta&#039;aruf gagal,
lantas apakah hubungan tali silaturahim putus begitu saja?
naudzubillah...
Islam melarang umatnya untuk memutus tali silaturahim,
jika memang demikian,
dalam ta&#039;aruf kedua belah pihak insyaallah dapat menerima ketidakberlanjutan proses ini
dgn cara dan penyikapan yg baik,
dan lebih jelas bagi keduanya, bahwa hubungan yg terjadi kemudian tidak lagi bertujuan ke pernikahan
lebih fair bukan?

Mas shoddiq memunculkan kesan yg berat dan sulit pada proses ta&#039;aruf.
yang perlu diingat, pernikahan memang bukanlah hal yg mudah,
ia mengandung konsekuensi dan tanggung jawab yang besar,
sehingga proses menujunya pun harus dipersiapkan dengan serius.


Wallahualam bishawwab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masyaallah&#8230;<br />
apa sih sebenernya maksud mas shoddiq bikin blog kaya gini?</p>
<p>buat yg masih ragu dan cari pembenaran mengenai pacaran, sok dicari di Al-Qur&#8217;an,<br />
surat dan ayat berapa yg menganjurkan umat muslim berpacaran dalam hal mencari jodoh?</p>
<p>setelah saya baca konsep pacaran islaminya mas shoddiq,<br />
kayanya lebih banyak gak jelasnya dan gak pasti endingnya,<br />
iya klo orang yg sedang berinteraksi melalui pacaran islami ini beneran pasangan hidup kita?</p>
<p>kalo bukan?<br />
kesia-siaan lah yg kita dapat,<br />
dan akan muncul perasaan atau cap &#8220;mantan&#8221;<br />
dalam hati.<br />
belum lagi beban emosional yang harus ditanggung,<br />
apalagi dengan tidak adanya anjuran batas waktu,<br />
semakin lama keterikatan kita dgn seseorang,<br />
semakin besar beban emosional yang ditanggung</p>
<p>jika ta&#8217;aruf gagal,<br />
lantas apakah hubungan tali silaturahim putus begitu saja?<br />
naudzubillah&#8230;<br />
Islam melarang umatnya untuk memutus tali silaturahim,<br />
jika memang demikian,<br />
dalam ta&#8217;aruf kedua belah pihak insyaallah dapat menerima ketidakberlanjutan proses ini<br />
dgn cara dan penyikapan yg baik,<br />
dan lebih jelas bagi keduanya, bahwa hubungan yg terjadi kemudian tidak lagi bertujuan ke pernikahan<br />
lebih fair bukan?</p>
<p>Mas shoddiq memunculkan kesan yg berat dan sulit pada proses ta&#8217;aruf.<br />
yang perlu diingat, pernikahan memang bukanlah hal yg mudah,<br />
ia mengandung konsekuensi dan tanggung jawab yang besar,<br />
sehingga proses menujunya pun harus dipersiapkan dengan serius.</p>
<p>Wallahualam bishawwab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
