<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kalo belum ketemu jodoh gimana? (1)</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/comment-page-1/#comment-3892</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 18:07:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=540#comment-3892</guid>
		<description>@ riskiyah
0) Wa&#039;alaykumussalam Warahmatullah Wabarakatuh
1) Saranku kusampaikan dalam bentuk artikel &quot;&lt;a href=&quot;http://shodiq.com/2009/02/17/konsultasi-perempuan-tanpa-rahim/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Konsultasi: Perempuan tanpa rahim&lt;/a&gt;&quot;
2) Namaku bukan &quot;M Musodiq Mustika&quot;, melainkan M Shodiq Mustika.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ riskiyah<br />
0) Wa&#8217;alaykumussalam Warahmatullah Wabarakatuh<br />
1) Saranku kusampaikan dalam bentuk artikel &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/02/17/konsultasi-perempuan-tanpa-rahim/" rel="nofollow">Konsultasi: Perempuan tanpa rahim</a>&#8221;<br />
2) Namaku bukan &#8220;M Musodiq Mustika&#8221;, melainkan M Shodiq Mustika.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: riskiyah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/comment-page-1/#comment-3743</link>
		<dc:creator>riskiyah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 06:18:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=540#comment-3743</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Warhmatullah Wabarakatuh
Bapak M Musodiq Mustika, saya adalah pembaca baru, kebetulan saya menemukan alamat ini saat saya sedang mencari tahu ttg hal2 baru lewat internet.
Izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya riskiyah, 29 tahun, Nona. skarg sibuk mengajar di sekolah sd swasta islami.saya tinggal di jakarta.

Mohon sarannya untuk masalah saya ini. Saya gadis 29 thn, tapi belum menemukan calon/teman baik untuk pandangan hidup saya. Tapi saya juga bingung/minder karena saya tidak sama seperti perempuan seumuran saya.

Di umur saya 25 thn yang lalu saya mengalami operasi angkat rahim, krn penyakit kista dan miom disertai dgn pendarahan. artinya saya skrag adalah perempuan tanpa rahim dan kelak tidak bisa memberikan keturunan. 

Menurut, Bapak bagaimana cara saya berikhtiar agar saya tidak minder untuk mendapatkan teman baik saya?
Apakah masih ada laki-laki yang dengan ikhlas kelak bisa menerima saya apa adanya???????

Apakah ada bacaa/doa/zikir yang bisa membantu saya.

Mohon bimbingannya pak.
TErima kasih sebelumnya, semoga Allah meRahmati kehidupan Bapak. Amien</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Warhmatullah Wabarakatuh<br />
Bapak M Musodiq Mustika, saya adalah pembaca baru, kebetulan saya menemukan alamat ini saat saya sedang mencari tahu ttg hal2 baru lewat internet.<br />
Izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya riskiyah, 29 tahun, Nona. skarg sibuk mengajar di sekolah sd swasta islami.saya tinggal di jakarta.</p>
<p>Mohon sarannya untuk masalah saya ini. Saya gadis 29 thn, tapi belum menemukan calon/teman baik untuk pandangan hidup saya. Tapi saya juga bingung/minder karena saya tidak sama seperti perempuan seumuran saya.</p>
<p>Di umur saya 25 thn yang lalu saya mengalami operasi angkat rahim, krn penyakit kista dan miom disertai dgn pendarahan. artinya saya skrag adalah perempuan tanpa rahim dan kelak tidak bisa memberikan keturunan. </p>
<p>Menurut, Bapak bagaimana cara saya berikhtiar agar saya tidak minder untuk mendapatkan teman baik saya?<br />
Apakah masih ada laki-laki yang dengan ikhlas kelak bisa menerima saya apa adanya???????</p>
<p>Apakah ada bacaa/doa/zikir yang bisa membantu saya.</p>
<p>Mohon bimbingannya pak.<br />
TErima kasih sebelumnya, semoga Allah meRahmati kehidupan Bapak. Amien</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/comment-page-1/#comment-3738</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 12:49:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=540#comment-3738</guid>
		<description>@ mawar biru

Supaya kasus ukhti itu tidak terulang, ukhti perlu melakukan tanazhur, bukan sekadar ta&#039;aruf. Ditinjau dari metode observasi, tanazhur itu seperti &quot;studi kasus&quot;, sedangkan taaruf itu seperti survei.

Si dia ialah makhluk tunggal yang bersifat unik, lain dari yang lain. Terhadap produk unik yang bersifat tunggal seperti ini, metode penelitian yang efektif adalah “studi kasus“, bukan survei.

Kalau ukhti pernah berkuliah S1 sampai akhir, tentu ukhti sudah mengenal &quot;studi kasus&quot;. Kalau pun belum, ukhti masih bisa mempelajarinya. Dalam hal ini, ada banyak buku yang menjelaskannya. Diantaranya: buku karya Prof. Dr. S. Nasution, &lt;em&gt;Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif&lt;/em&gt; (Bandung: Tarsito, 1992)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ mawar biru</p>
<p>Supaya kasus ukhti itu tidak terulang, ukhti perlu melakukan tanazhur, bukan sekadar ta&#8217;aruf. Ditinjau dari metode observasi, tanazhur itu seperti &#8220;studi kasus&#8221;, sedangkan taaruf itu seperti survei.</p>
<p>Si dia ialah makhluk tunggal yang bersifat unik, lain dari yang lain. Terhadap produk unik yang bersifat tunggal seperti ini, metode penelitian yang efektif adalah “studi kasus“, bukan survei.</p>
<p>Kalau ukhti pernah berkuliah S1 sampai akhir, tentu ukhti sudah mengenal &#8220;studi kasus&#8221;. Kalau pun belum, ukhti masih bisa mempelajarinya. Dalam hal ini, ada banyak buku yang menjelaskannya. Diantaranya: buku karya Prof. Dr. S. Nasution, <em>Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif</em> (Bandung: Tarsito, 1992)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mawar biru</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/comment-page-1/#comment-3734</link>
		<dc:creator>mawar biru</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 10:17:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=540#comment-3734</guid>
		<description>assalammualaikum mas sodiq...........,saya dah berumur 32th.akhir tahun lalu ada ihwan yang mau menikahi ana dengan menjadi istri ke 2.sebenarnya tidak masalah buat ana dan keluarga....ehm maksudnya ortu mengijinkan.Bahkan istri 1juga ok ok aja.kami udah ta&#039;aruf dengan keluarga.bahkan ana udah di kenalkan kepada calon mertua.masalahnya...............?????????????????karena informasi yang sangat nimim dari pihak ke 3,ternyata calon saya baru mantap alias mapan secara ekonomi.sedangkan untuk agamanya masih sangat lemah.akhirnya setelah istikaharoh ana mantap uuntuk memolak.oh ya calon saya umur 40th,sedangkan istrinya 34th dan mereka tinggal di luar jawa.mohon nasehat dari mas shodiq,berkaitan ta&#039;aruf yang memakai pihak ke 3.apa saja yang perlu diketahui oleh calon pasangan agar kes saya tidak terulang lagi.syukron.wassalammualaikum.wr.wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalammualaikum mas sodiq&#8230;&#8230;&#8230;..,saya dah berumur 32th.akhir tahun lalu ada ihwan yang mau menikahi ana dengan menjadi istri ke 2.sebenarnya tidak masalah buat ana dan keluarga&#8230;.ehm maksudnya ortu mengijinkan.Bahkan istri 1juga ok ok aja.kami udah ta&#8217;aruf dengan keluarga.bahkan ana udah di kenalkan kepada calon mertua.masalahnya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;?????????????????karena informasi yang sangat nimim dari pihak ke 3,ternyata calon saya baru mantap alias mapan secara ekonomi.sedangkan untuk agamanya masih sangat lemah.akhirnya setelah istikaharoh ana mantap uuntuk memolak.oh ya calon saya umur 40th,sedangkan istrinya 34th dan mereka tinggal di luar jawa.mohon nasehat dari mas shodiq,berkaitan ta&#8217;aruf yang memakai pihak ke 3.apa saja yang perlu diketahui oleh calon pasangan agar kes saya tidak terulang lagi.syukron.wassalammualaikum.wr.wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/comment-page-1/#comment-3590</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 01:15:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=540#comment-3590</guid>
		<description>@ ari
Tanggapanku baru saja kusampaikan di postingan &quot;&lt;a href=&quot;http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/09/mau-jadi-istri-kedua/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Mau jadi istri kedua?&lt;/a&gt;&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ ari<br />
Tanggapanku baru saja kusampaikan di postingan &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/09/mau-jadi-istri-kedua/" rel="nofollow">Mau jadi istri kedua?</a>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ari</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/comment-page-1/#comment-3576</link>
		<dc:creator>ari</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 00:34:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=540#comment-3576</guid>
		<description>Assalamu’alaiqum Warohmatullohi Wabarokatu

Bapak M Musodiq Mustika, saya adalah pembaca baru, kebetulan saya menemukan alamat ini saat saya sedang bingung.

saya memiliki masalah pa shodiq, saya harap saya bisa mendapatkan jawaban yang dapat menjawab pertanyaan di benak saya ini.

3 tahun yang lalu saya pernah menjalin hubungan dengan seseorang, tetapi ternyata hubungan itu kandas di tengah jalan. Hubungan kami tersebut sudah terlalu jauh, sehingga saat itu saya kalut, saya tidak tahu lg apa yg harus saya lakukan dan bagaimana saya menghadapi hidup saya kedepannya.

Alhamdulillah saya masih memiliki orang tua yg mau mengerti keadaan saya.
Saat itu saya menceritakan keadaan saya pada ayah saya dan Alhamdulillah, dia mau memaafkan saya dan menganjurkan saya untuk banyak2 solat, berdoa, dan bertaubat.

Pada akhirnya saya bisa menjalani kehidupan saya seperti sedia kala, walaupun dalam hati saya merasa saya adalah orang yg kotor. Tidak mungkin ada orang yang mau kepada saya.

Bapak Shodiq, dalam setiap doa saya, saya selalu meminta agar jodoh saya di dekatkan, walaupun nanti saya menjadi istri kedua, saya rela, saya ikhlas, jika memang itu sudah menjadi jalan hidup saya.

2 tahun setelah saya berpisah dgn mantan kekasih saya, saya bertemu dengan teman masa kecil saya.
Saat itu dia sudah menikah dan memiliki 2 orang anak.
Komunikasi antara kami berjalan begitu saja, sampai suatu saat dia meminta saya menjadi istri keduanya. Saat itu saya mengatakan saya mau asalkan istri pertamanya mengijinkan.

tetapi ternyata istrinya tdk mengijinkan dan dengan berat hati kami memutuskan untuk berpisah.

2 bulan telah berlalu tapi kami tdk bisa melupakan cinta kami, pada ahirnya kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami ini tanpa sepengetahuan istrinya. Tapi kami tidak berencana untuk menikah saat itu juga, rencana kami adalah nanti stlh memiliki rumah.

Bapak shodiq, saya berpikir, apakah dia memang jodoh saya? apakah ini merupakan jawaban atas doa saya dulu pada saat saya mengatakan saya bersedia menjadi istri kedua jika memang itu sudah jalan hidupku.
Apakah hubungan yang saya jalani saat ini salah? 
Padahal kami saling mencintai dan kami ingin menikah.
Tolong pencerahan hati dari bapak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaiqum Warohmatullohi Wabarokatu</p>
<p>Bapak M Musodiq Mustika, saya adalah pembaca baru, kebetulan saya menemukan alamat ini saat saya sedang bingung.</p>
<p>saya memiliki masalah pa shodiq, saya harap saya bisa mendapatkan jawaban yang dapat menjawab pertanyaan di benak saya ini.</p>
<p>3 tahun yang lalu saya pernah menjalin hubungan dengan seseorang, tetapi ternyata hubungan itu kandas di tengah jalan. Hubungan kami tersebut sudah terlalu jauh, sehingga saat itu saya kalut, saya tidak tahu lg apa yg harus saya lakukan dan bagaimana saya menghadapi hidup saya kedepannya.</p>
<p>Alhamdulillah saya masih memiliki orang tua yg mau mengerti keadaan saya.<br />
Saat itu saya menceritakan keadaan saya pada ayah saya dan Alhamdulillah, dia mau memaafkan saya dan menganjurkan saya untuk banyak2 solat, berdoa, dan bertaubat.</p>
<p>Pada akhirnya saya bisa menjalani kehidupan saya seperti sedia kala, walaupun dalam hati saya merasa saya adalah orang yg kotor. Tidak mungkin ada orang yang mau kepada saya.</p>
<p>Bapak Shodiq, dalam setiap doa saya, saya selalu meminta agar jodoh saya di dekatkan, walaupun nanti saya menjadi istri kedua, saya rela, saya ikhlas, jika memang itu sudah menjadi jalan hidup saya.</p>
<p>2 tahun setelah saya berpisah dgn mantan kekasih saya, saya bertemu dengan teman masa kecil saya.<br />
Saat itu dia sudah menikah dan memiliki 2 orang anak.<br />
Komunikasi antara kami berjalan begitu saja, sampai suatu saat dia meminta saya menjadi istri keduanya. Saat itu saya mengatakan saya mau asalkan istri pertamanya mengijinkan.</p>
<p>tetapi ternyata istrinya tdk mengijinkan dan dengan berat hati kami memutuskan untuk berpisah.</p>
<p>2 bulan telah berlalu tapi kami tdk bisa melupakan cinta kami, pada ahirnya kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami ini tanpa sepengetahuan istrinya. Tapi kami tidak berencana untuk menikah saat itu juga, rencana kami adalah nanti stlh memiliki rumah.</p>
<p>Bapak shodiq, saya berpikir, apakah dia memang jodoh saya? apakah ini merupakan jawaban atas doa saya dulu pada saat saya mengatakan saya bersedia menjadi istri kedua jika memang itu sudah jalan hidupku.<br />
Apakah hubungan yang saya jalani saat ini salah?<br />
Padahal kami saling mencintai dan kami ingin menikah.<br />
Tolong pencerahan hati dari bapak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/comment-page-1/#comment-3540</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 09:09:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=540#comment-3540</guid>
		<description>@ fariz
wa &#039;alaykumussalaam wa rahmatullaah wa barakaatuh
tanggapanku kusampaikan dalam bentuk artikel &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/01/belum-ingin-nikah-perlukah-taaruf/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Belum ingin nikah, perlukah taaruf?&lt;/a&gt;&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ fariz<br />
wa &#8216;alaykumussalaam wa rahmatullaah wa barakaatuh<br />
tanggapanku kusampaikan dalam bentuk artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/01/belum-ingin-nikah-perlukah-taaruf/" rel="nofollow">Belum ingin nikah, perlukah taaruf?</a>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fariz</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/comment-page-1/#comment-3536</link>
		<dc:creator>fariz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 03:28:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=540#comment-3536</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaiqum Warohmatullohi Wabarokathu

Bapak M Musodiq Mustika YAng saya Hormati sebelumnya saya minta maaf karena saya pembaca yang baru !

setelah sering saya membaca artikle yang bapak tulis saya jadi tertarik untuk konsultasi masalah saya 

saya sekarang baru menginjak usia 21 dan hendak menginjak 22 saya dudah di perkenalkan dengan seorang wanita pilihan orang tua saya yang tak lain adalah rekan ayah semasa SMA beliau hendak mengenalkan Putrinya kepada saya dan saya kaget dengan adanya tawaran seperti itu karena entah kenapa saya masih merasa kalo saya itu masih jauh untuk menginjak hal-hal yang lebih serius. 

kalo boleh jujur Pacaran saja saya ga pernah yah paling juga baru 1 kali dan itu juga ga berlangsung lama karena sangat singkat dan itu juga waktu SMA, menurut Bapak usia Normal untuk menikah pada seorang laki-laki itu di usia ke berapa Pa. dan saya masih dalam tahapan mengenal dia dan menurut syariat Agama sih dia Bagus gadis yang solehah tapi saya masih merasa jauh dengan ke adaan saya, saya yang masih suka main, nongkrong2 sama temen, terus gaul di Internet apa pantas dengan gadis yang taat kepada Agama, dan memang dalam hati kecil saya ingin sekali mendapat gadis yang solehah tapi saya masih suka merasa Minder dengan keadaan saya yang frofesinya sebagai Operator Di sebuah Warnet swasta. 

dan saya mohon bantuan bapak saya harus gimana? apa saya haru Ta&#039;aruf dulu dan pengalaman di Ilmu Agama saya Agak Kurang Gimana menurut pandangan Bapak, 
dan 1 lagi nih pa gimana caranya mendapatkan Buku-buku Bapak apa ada di Toko-toko buku sedangkan daerah saya jauh dari toko-toko buku besar dan saya tinggal di daerah Kuningan Jawa Barat..

sekian surhatan saya dan mohon kiranya bapak memberikan bimbingan nya kepada saya selaku manusia yang haus akan ilmu Agama dan mohon di maafkan jika ada kata-kata yang tak berkenan di hati Bapak Terimakasih setitik ilmu dan Doa sangat saya Harapkan......

Wassalamu&#039;alauqum........Warohmatullohi Wabarokathu.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaiqum Warohmatullohi Wabarokathu</p>
<p>Bapak M Musodiq Mustika YAng saya Hormati sebelumnya saya minta maaf karena saya pembaca yang baru !</p>
<p>setelah sering saya membaca artikle yang bapak tulis saya jadi tertarik untuk konsultasi masalah saya </p>
<p>saya sekarang baru menginjak usia 21 dan hendak menginjak 22 saya dudah di perkenalkan dengan seorang wanita pilihan orang tua saya yang tak lain adalah rekan ayah semasa SMA beliau hendak mengenalkan Putrinya kepada saya dan saya kaget dengan adanya tawaran seperti itu karena entah kenapa saya masih merasa kalo saya itu masih jauh untuk menginjak hal-hal yang lebih serius. </p>
<p>kalo boleh jujur Pacaran saja saya ga pernah yah paling juga baru 1 kali dan itu juga ga berlangsung lama karena sangat singkat dan itu juga waktu SMA, menurut Bapak usia Normal untuk menikah pada seorang laki-laki itu di usia ke berapa Pa. dan saya masih dalam tahapan mengenal dia dan menurut syariat Agama sih dia Bagus gadis yang solehah tapi saya masih merasa jauh dengan ke adaan saya, saya yang masih suka main, nongkrong2 sama temen, terus gaul di Internet apa pantas dengan gadis yang taat kepada Agama, dan memang dalam hati kecil saya ingin sekali mendapat gadis yang solehah tapi saya masih suka merasa Minder dengan keadaan saya yang frofesinya sebagai Operator Di sebuah Warnet swasta. </p>
<p>dan saya mohon bantuan bapak saya harus gimana? apa saya haru Ta&#8217;aruf dulu dan pengalaman di Ilmu Agama saya Agak Kurang Gimana menurut pandangan Bapak,<br />
dan 1 lagi nih pa gimana caranya mendapatkan Buku-buku Bapak apa ada di Toko-toko buku sedangkan daerah saya jauh dari toko-toko buku besar dan saya tinggal di daerah Kuningan Jawa Barat..</p>
<p>sekian surhatan saya dan mohon kiranya bapak memberikan bimbingan nya kepada saya selaku manusia yang haus akan ilmu Agama dan mohon di maafkan jika ada kata-kata yang tak berkenan di hati Bapak Terimakasih setitik ilmu dan Doa sangat saya Harapkan&#8230;&#8230;</p>
<p>Wassalamu&#8217;alauqum&#8230;&#8230;..Warohmatullohi Wabarokathu&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
