Menikah tanpa cinta?

pak ustad, hati sy sedang gelisah.Setahun yg lalu, seorang duda cerai mati (sebut A,36 th) meminta sy (30th) kpd orang tua sy.Keluarganya sudah silaturahmi ke rumah dan keluarga sy membalasnya. Tanpa tukar cincin, disepakati tanggal pernikahan Juli 2008.Seiring waktu, ternyata sy tidak mencintai dia.Sedangkan keluarga sgt menyukai dia, dan terkesan memaksa sy.Sy bingung sekali.Haruskah sy menikah dengan orang yg tidak sy cintai?Sy sudah berusaha tp sy tdk bisa membohongi diri sy sendiri, sy mencintai orang lain (sebut B), dan orang ini dari Bali.Agama Hindunya kuat sekali.Dia menolak cinta sy tp dekat dengan sy sebagai sahabat.Krn beda agama, makanya sejak awal sy terima A, padahal sy gak cinta.Tolong pak Ustad, kasih nasihat, sebab, sy terpaksa mengiyakan ajakan menikah Juli 2009, padahal sy tidak yakin 100%.Apakah keluarganya datang silaturahmi berarti sy sudah dipinang meski tanpa tukar cincin? Soalnya sy takut azab Allah, jika sy menolak menikah dg dia.Sy belum melakukan sholat istikharah, seperti yg pernah sy baca di buku Bpk, Istikharah cinta.Trimakasih.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Aku memaklumi kegelisahanmu. Pernikahan itu memang urusan yang serius. Yang saling cinta saja masih menghadapinya dengan hati berdebar-debar, apalagi yang belum saling cinta.

Kamu tak perlu membohongi dirimu sendiri. Namun, jangan berhenti di sini. Jangan sekadar menyadari bahwa pada saat ini kamu belum mencintai si A (calon suamimu) dan masih mencintai si B. Kesadaran ini perlu kau tindaklanjuti dengan sikap-sikap yang positif.

Berikut ini aku sampaikan lima sikap yang aku sarankan kepadamu. (Kuharap semuanya kau jalankan karena semuanya saling berkaitan.)

Pertama, boleh-boleh saja kau tetap mencintai si B, tetapi batasilah ekspresi cintamu kepadanya. Ekspresi cinta kepada sahabat tidaklah seleluasa kepada kekasih, apalagi suami.

Kedua, kau perlu menerima kenyataan bahwa si A sudah melamarmu dan kau sudah menerimanya. Walau kau merasa berat (karena merasa belum mencintainya), pada kenyataannya tidak ada pihak yang memaksamu. Entah kau menerimanya dengan berat hati atau pun dengan ringan hati, seharusnyalah kau bertanggung jawab atas penerimaanmu itu selaku manusia dewasa. (Peminangan tidaklah harus disertai dengan tukar-cincin. Lihat “Tatacara Khitbah (peminangan) yang bukan bid’ah“.)

Ketiga, perlu kau pahami bahwa cinta adalah proses. Bila sekarang kau belum mencintai A, belum tentu 1-2 bulan lagi kau masih begini. Terhadap si B pun, cintamu kepadanya melalui proses. Mustahil kau mencintainya seketika pada pandang pertama. Cinta “pada pandang pertama” hanyalah mitos yang tak pernah terbukti kebenarannya (secara ilmiah).

Keempat, belajarlah untuk mulai mencintai calon suamimu. Mintalah bantuan kepadanya untuk memudahkanmu belajar mencintainya. Dia sudah pernah berumahtangga, tentunya dia bisa memaklumi perbedaan antara cinta suami-istri dan cinta remaja pada umumnya.

Kelima, supaya kau menjadi tenang, sempurnakanlah ikhtiar-ikhtiarmu itu dengan istikharah. Supaya lebih tenang lagi, lengkapilah dengan doa & zikir cinta.

Demikian saranku. Wallaahu a’lam.

About these ads

7 gagasan untuk “Menikah tanpa cinta?

  1. Meluruskan niat….kata-kata itulah yang pernah saya dapatkan dari sahabat saya, dikala saya sedang gundah dengan suatu cobaan.
    Afwan, bukan bermaksud menggurui…namun hanya sekedar mengingatkan dan jika Allah berkenan ijinkan masukan ini dapat menjadi ilmu tambahan untuk qt semuanx. Sesungguhnya segala sesuatu itu tergantung pada niat dan orang akan mendapatkan imbalan pahala sesuai dengan apa yang menjadi niatnya. Demikian pula dengan pernikahan, siapapun yang menikah harus meluruskan niatnya terlebih dahulu. Rasulullah Saw pernah bersabda : “ Tiga orang yang selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang Mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah SWT, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang nikah demi menjaga kehormatan dirinya”.
    Saya pernah menyimpan tulisan dari salah satu artikel diblog islami tapi maaf…saya lupa referensinya, Semoga tulisan ini dapat menentramkan gundah hati dari ukhti.

    Bila Aku Jatuh Cinta

    Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
    cintakanlah aku pada seseorang yang
    melabuhkan cintanya pada-Mu,
    agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

    Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
    jagalah cintaku padanya agar tidak
    melebihi cintaku pada-Mu

    Ya Allah, jika aku jatuh hati,
    izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
    yang hatinya tertaut pada-Mu,
    agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

    Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
    jagalah hatiku padanya agar tidak
    berpaling pada hati-Mu.

    Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
    rindukanlah aku pada seseorang yang
    merindui syahid di jalan-Mu.

    Ya Allah, jika aku rindu,
    jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
    merindukan syurga-Mu.

    Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
    janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
    di sepertiga malam terakhirmu.

    Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
    jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
    menyeru manusia kepada-Mu.

    Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
    jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

    Ya Allah Engaku mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta
    pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah
    pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah Ya Allah
    ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah
    hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada
    kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di
    jalan-Mu.

    (As-Syahid Syed Qutb)

  2. Menurut gue nich.Lebih baik elo
    itu pilih calon suami yg seiman,sbgaimna yg tlah disare’at nabi muhammad pada umat.

  3. jujur aku gak bisa menikah tanpa cinta.aku yakut aku durhakakepada suami karena tak punya rasa cinta.aku mau nikah agar bisa menjadi patner yang baik dalam menggapai surga,lha kalau menikah cuma jadi wanita yang durhaka ya………tunggu dulu,siapa tahu allah kasih yang terbaik dan kitasayang.sabar aja to ilmunya.janji kita dalam ketaatan Allah pasti akan menolong,dan Dia tidak akan menyalahi janji.yakainlah.

  4. ass

    ceuk abdi mah di ajar weh didinya bogoh ka si A da kumaha oge eta teh pilihan orangtua didinya.. ah sakitu ti abdimah… punteun kasadayana bilih cariosan abdi aya nu lepat

    wss

  5. Ass..
    Pandanganku pribadi, turutilah kedua orang tua & bertanggung jawablah dg apa yg sdh kau putuskan yaitu menerima si A.

  6. saya cuma mau ngasih saran kepada saudariku, kita harus berfikir lebih dewasa, anda bukan lagi remaja yang suka mendengung2kan cinta. ingat bahwa usia anda sudah dewasa berfikirlah bahwa kita harus megedepankan agama diatas segala-galanya, kalau anda mengedepankan cinta kepada maklhuk ingatlah cinta tersebut tak akan abadi. jangan bawa emosi cinta dalam hidup ini, tp bawalah agama untuk mencari cinta yang hakiki.

  7. Wah.., susah jga yah..? Di satu sisi qt btuh cinta tp di sisi lain qt ga mau nyakiti orang2 dskitr qt.. Mdh2an ALLAH memberi yg trbaik utk qt..

Komentar ditutup.