<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: About</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-4162</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 17:55:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-4162</guid>
		<description>@ QqCakep
Apakah kau berkomentar tanpa membaca isi artikel di atas?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ QqCakep<br />
Apakah kau berkomentar tanpa membaca isi artikel di atas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: QqCakep</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-4161</link>
		<dc:creator>QqCakep</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 16:10:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-4161</guid>
		<description>Hmm... tidak ada istilah pacaran di dalam Islam. Kerana orang pacaran tidaklah mungkin hanya diam. Kalaupun tidak berpegang tangan, minimal mereka melakukan zina mata dengan saling menatap. Sedang Allah Subhanahu wa Ta&#039;ala, telah mengaskan dalam firman-Nya, agar kita tidak mendekati zina.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmm&#8230; tidak ada istilah pacaran di dalam Islam. Kerana orang pacaran tidaklah mungkin hanya diam. Kalaupun tidak berpegang tangan, minimal mereka melakukan zina mata dengan saling menatap. Sedang Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, telah mengaskan dalam firman-Nya, agar kita tidak mendekati zina.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-4159</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 15:05:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-4159</guid>
		<description>@ adinda
wa&#039;alaykumussalaam... Apakah kau berkomentar tanpa membaca isi artikel di atas?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ adinda<br />
wa&#8217;alaykumussalaam&#8230; Apakah kau berkomentar tanpa membaca isi artikel di atas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: adinda</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-4152</link>
		<dc:creator>adinda</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 15:20:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-4152</guid>
		<description>assalamualaikm wr. wb.

Menurut saya PACARAN itu tidak ada di islam, islam mengajarkan nikah baru pacaran, karena pacaran lebih cenderung pada ZINA. Zina itu termasuk DOSA BESAR ! naudzubillahi min dzalik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikm wr. wb.</p>
<p>Menurut saya PACARAN itu tidak ada di islam, islam mengajarkan nikah baru pacaran, karena pacaran lebih cenderung pada ZINA. Zina itu termasuk DOSA BESAR ! naudzubillahi min dzalik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fachrezakbar</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3808</link>
		<dc:creator>fachrezakbar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 16:37:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3808</guid>
		<description>assalamualaikum.wr.wb

hmm, untuk yang tidak sependapat atau pun tidak setuju dengan konsep pacaran islami yang digembar-gemborkan disini,

tolong jelaskan, bagian penjelasan/artikel mana yang menurut anda bertentangan dengan hukum-hukum dan dalil islam secara jelas...

blog ini dibaca oleh buaaanyak orang...
dan tidak semuanya membaca rinci keseluruhan blog, sehingga jika ada terlalu banyak komentar2 pro dan kontra tanpa penjelasan jelas kenapa kok kontra, bagian mana yang di &quot;kontra&quot; kan...

khawatir saya, yang kontra (terutama) sebenarnya (maaf) mungkin belum memahami apa yang dimaksud penjelasan2 di blog ini...

berdebat nggak jelas karena arah pembicaraanya sudah beda, hanya akan menambah kebingungan pembaca...( saya sendiri msih bingung2 sndiri :-) )

jadi tolonglah, karena kita sama-sama menginginkan dakwah yang baik dan jelas...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum.wr.wb</p>
<p>hmm, untuk yang tidak sependapat atau pun tidak setuju dengan konsep pacaran islami yang digembar-gemborkan disini,</p>
<p>tolong jelaskan, bagian penjelasan/artikel mana yang menurut anda bertentangan dengan hukum-hukum dan dalil islam secara jelas&#8230;</p>
<p>blog ini dibaca oleh buaaanyak orang&#8230;<br />
dan tidak semuanya membaca rinci keseluruhan blog, sehingga jika ada terlalu banyak komentar2 pro dan kontra tanpa penjelasan jelas kenapa kok kontra, bagian mana yang di &#8220;kontra&#8221; kan&#8230;</p>
<p>khawatir saya, yang kontra (terutama) sebenarnya (maaf) mungkin belum memahami apa yang dimaksud penjelasan2 di blog ini&#8230;</p>
<p>berdebat nggak jelas karena arah pembicaraanya sudah beda, hanya akan menambah kebingungan pembaca&#8230;( saya sendiri msih bingung2 sndiri <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>jadi tolonglah, karena kita sama-sama menginginkan dakwah yang baik dan jelas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3768</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 14:33:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3768</guid>
		<description>@ sep
wa&#039;alaykumussalaam
Semua yang Anda pertanyakan itu sudah pernah saya bahas di blog ini. Bahkan, artikel di atas sudah menjawab sebagian dari pertanyaan Anda. Silakan kaji dengan lebih mendalam, termasuk link-link terkait.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ sep<br />
wa&#8217;alaykumussalaam<br />
Semua yang Anda pertanyakan itu sudah pernah saya bahas di blog ini. Bahkan, artikel di atas sudah menjawab sebagian dari pertanyaan Anda. Silakan kaji dengan lebih mendalam, termasuk link-link terkait.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sep</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3767</link>
		<dc:creator>sep</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 13:47:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3767</guid>
		<description>assalamualaikum wr. wb.


mas Shodiq yang saya hormati,ada yang ingin saya tanyakan...

1.saya ingin tahu dari sumber mana saja tentang pacaran Islami, dari Al-Qur&#039;an dan Hadits,Fiqih, atau bahkan dari literatur Barat atau pula dari hawa nafsu Anda sendiri?

2.apakah Anda pernah mempraktekkan sendiri pacaran Islami tersebut dan apakah Anda merasa bahwa Allah meridhoi Anda dengan apa yang Anda tulis dan Anda bahkan halalkan pacaran Islami ini yang mungkin Anda harus pertanggungjawabkan saat Anda menghadapi hari Pembalasan?

mohon maaf jika saya agak lancang,namun saya hanya ingin mendengar pendapat mas, jika kurang berkenan saya mohon maaf...
terima kasih..

wassalam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum wr. wb.</p>
<p>mas Shodiq yang saya hormati,ada yang ingin saya tanyakan&#8230;</p>
<p>1.saya ingin tahu dari sumber mana saja tentang pacaran Islami, dari Al-Qur&#8217;an dan Hadits,Fiqih, atau bahkan dari literatur Barat atau pula dari hawa nafsu Anda sendiri?</p>
<p>2.apakah Anda pernah mempraktekkan sendiri pacaran Islami tersebut dan apakah Anda merasa bahwa Allah meridhoi Anda dengan apa yang Anda tulis dan Anda bahkan halalkan pacaran Islami ini yang mungkin Anda harus pertanggungjawabkan saat Anda menghadapi hari Pembalasan?</p>
<p>mohon maaf jika saya agak lancang,namun saya hanya ingin mendengar pendapat mas, jika kurang berkenan saya mohon maaf&#8230;<br />
terima kasih..</p>
<p>wassalam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mawar biru</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3723</link>
		<dc:creator>mawar biru</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 08:34:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3723</guid>
		<description>sebenarnya kembali pada lurusnya niat dan kebersihan hati dalam bersungguh-sungguh menjemput jodoh.jadi tanyakan pada hatimu,dan Allah melihat kesungguhan kita.yang penting aturan bergaul dalam islam sangatlah jelas.nah yang dicari jodoh atau mau main-main.kalau yang mau bermain ya ke laut aja........iya kan/????????????????????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya kembali pada lurusnya niat dan kebersihan hati dalam bersungguh-sungguh menjemput jodoh.jadi tanyakan pada hatimu,dan Allah melihat kesungguhan kita.yang penting aturan bergaul dalam islam sangatlah jelas.nah yang dicari jodoh atau mau main-main.kalau yang mau bermain ya ke laut aja&#8230;&#8230;..iya kan/????????????????????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3717</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 20:27:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3717</guid>
		<description>@ pandhu
Kalau masih bingung, belajar lagi, dong!
Tudingan Anda terbalik. Justru argumentasi Anda itulah yang berdasarkan sudut pandang logika Anda.
Untuk sudut pandang agama, blog ini sudah seringkali menayangkannya. Diantaranya:
- &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Halal-Haram Pacaran (Dalil Mana Yang Lebih Kuat?)&lt;/a&gt;
- &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Bantahan terhadap Penentang Dalil Pacaran&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ pandhu<br />
Kalau masih bingung, belajar lagi, dong!<br />
Tudingan Anda terbalik. Justru argumentasi Anda itulah yang berdasarkan sudut pandang logika Anda.<br />
Untuk sudut pandang agama, blog ini sudah seringkali menayangkannya. Diantaranya:<br />
- <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/" rel="nofollow">Halal-Haram Pacaran (Dalil Mana Yang Lebih Kuat?)</a><br />
- <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/" rel="nofollow">Bantahan terhadap Penentang Dalil Pacaran</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pandhu</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3715</link>
		<dc:creator>pandhu</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 17:57:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3715</guid>
		<description>Pacaran apapun bentuknya adalah diharamkan...menurutku
apapun alasannya...
karena orang pacaran kan bukan muhrim..
dan orang pacaran pasti pengen ketemu, berpandang-pandangan,dan lainnya...
jadi saya jadi bingung...
kalo anda merasa seorang muslim...tolong jangan mencoba-coba &quot;menghalalkan&quot; sesuatu yang akhirnya menyebabkan dosa...
karena saya pikir anda menganalisanya dari sudut logika bukan dari sudut agama...
tolong dipertimbangkan lagi kalo mw menulis sesuatu dan jangan mencoba membuat sesuatu tampak lebih &quot;halal&quot; padahal mendekati &quot;haram&quot;
terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pacaran apapun bentuknya adalah diharamkan&#8230;menurutku<br />
apapun alasannya&#8230;<br />
karena orang pacaran kan bukan muhrim..<br />
dan orang pacaran pasti pengen ketemu, berpandang-pandangan,dan lainnya&#8230;<br />
jadi saya jadi bingung&#8230;<br />
kalo anda merasa seorang muslim&#8230;tolong jangan mencoba-coba &#8220;menghalalkan&#8221; sesuatu yang akhirnya menyebabkan dosa&#8230;<br />
karena saya pikir anda menganalisanya dari sudut logika bukan dari sudut agama&#8230;<br />
tolong dipertimbangkan lagi kalo mw menulis sesuatu dan jangan mencoba membuat sesuatu tampak lebih &#8220;halal&#8221; padahal mendekati &#8220;haram&#8221;<br />
terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pandhu</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3716</link>
		<dc:creator>pandhu</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 17:57:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3716</guid>
		<description>Pacaran apapun bentuknya adalah diharamkan...menurutku
apapun alasannya...
karena orang pacaran kan bukan muhrim..
dan orang pacaran pasti pengen ketemu, berpandang-pandangan,dan lainnya...
jadi saya jadi bingung...
kalo anda merasa seorang muslim...tolong jangan mencoba-coba &quot;menghalalkan&quot; sesuatu yang akhirnya menyebabkan dosa...
karena saya pikir anda menganalisanya dari sudut logika bukan dari sudut agama...
tolong dipertimbangkan lagi kalo mw menulis sesuatu dan jangan mencoba membuat sesuatu tampak lebih &quot;halal&quot; padahal mendekati &quot;haram&quot;
terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pacaran apapun bentuknya adalah diharamkan&#8230;menurutku<br />
apapun alasannya&#8230;<br />
karena orang pacaran kan bukan muhrim..<br />
dan orang pacaran pasti pengen ketemu, berpandang-pandangan,dan lainnya&#8230;<br />
jadi saya jadi bingung&#8230;<br />
kalo anda merasa seorang muslim&#8230;tolong jangan mencoba-coba &#8220;menghalalkan&#8221; sesuatu yang akhirnya menyebabkan dosa&#8230;<br />
karena saya pikir anda menganalisanya dari sudut logika bukan dari sudut agama&#8230;<br />
tolong dipertimbangkan lagi kalo mw menulis sesuatu dan jangan mencoba membuat sesuatu tampak lebih &#8220;halal&#8221; padahal mendekati &#8220;haram&#8221;<br />
terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Mengapa pakai istilah &#8220;pacaran islami&#8221; &#171; Tanazhur PraNikah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3621</link>
		<dc:creator>Mengapa pakai istilah &#8220;pacaran islami&#8221; &#171; Tanazhur PraNikah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 07:32:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3621</guid>
		<description>[...] 1) Alasan penggunaan istilah &#8220;pacaran islami&#8221; sudah disebutkan di halaman &#8220;Ayo siap nikah melalui pacaran islami&#8220;. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] 1) Alasan penggunaan istilah &#8220;pacaran islami&#8221; sudah disebutkan di halaman &#8220;Ayo siap nikah melalui pacaran islami&#8220;. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3620</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 06:48:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3620</guid>
		<description>@ Aa Aziz

1) Alasan penggunaan istilah &quot;pacaran islami&quot; sudah disebutkan di dalam artikel di atas.

2a) Kami bersikap berdasarkan fakta, bukan prasangka. &quot;Banyaknya&quot; suara yang keras mengkritik pacaran islami tidaklah menunjukkan banyaknya penentangan terhadap pacaran islami. Pada kenyataannya, yang mendukung pacaran islami itu jauh lebih banyak daripada penentangnya. (Lihat &lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/about/profil-pembaca/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Profil Pembaca&lt;/a&gt;.) Kami sudah melakukan penelitian kecil-kecilan. Hasilnya, ternyata bahwa istilah yang paling disukai oleh pengunjung blog ini untuk aktivitas pranikah adalah &quot;Pacaran Islami&quot;. (Lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah&lt;/a&gt;&quot;.)

2b) Para ulama menghukumi sesuatu berdasarkan kenyataan, bukan image. Kalau dasarnya image, bahaya dong. Contoh: ketika merebak image bahwa pejabat dan &quot;wakil rakyat&quot; itu kotor, suka korupsi, apakah lantas dengan demikian, menjadi pejabat atau &quot;wakil rakyat&quot; itu haram?

3a) Menurut ushul fiqih, pernyataan &quot;Islam tidak mengenal pacaran&quot; itu keliru secara metodologis. Sebab, pacaran merupakan muamalah, sedangkan menurut kaidah dari ushul fiqih, semua muamalah itu halal kecuali bila ada dalil qath&#039;i yang mengharamkannya. 

Mestinya, kita bertanya, &quot;Adakah dalil qath&#039;i yang mengharamkan pacaran?&quot; Jawabnya: Tidak ada larangannya. Yang ada adalah larangan mendekati zina, sedangkan pacaran tidaklah identik dengan mendekati zina. (Lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)&lt;/a&gt;&quot;.)

3b) Untuk pranikah, Islam tidak mengajarkan taaruf, tetapi tanazhur. (Lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?&lt;/a&gt;&quot;.)

4) Seandainya kami mengejar popularitas, tentulah kami lebih mengutamakan istilah yang tidak banyak mendapat penentangan dari masyarakat, seperti taaruf. Namun kami memilih berpegang pada kebenaran. &quot;Katakanlah kebenaran itu, walaupun terasa pahit.&quot;

5) Ulama-ulama berlainan pendapat mengenai pacaran dalam Islam. (Silakan telusuri di blog ini dan di blog &lt;a href=&quot;http://wppi.wordpress.com/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Fiqih Asmara&lt;/a&gt;.) Apakah bila kita mengikuti ijtihad ulama tertentu (yang berarti tidak mengikuti ijtihad ulama lain), maka otomatis berarti bahwa kita tidak mau dikritik? Kalau memang begitu, bukankah Anda sendiri tergolong orang yang tidak mau dikritik karena tidak mau menghargai ijtihad ulama yang membolehkan pacaran?

wa&#039;alaykumussalaam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Aa Aziz</p>
<p>1) Alasan penggunaan istilah &#8220;pacaran islami&#8221; sudah disebutkan di dalam artikel di atas.</p>
<p>2a) Kami bersikap berdasarkan fakta, bukan prasangka. &#8220;Banyaknya&#8221; suara yang keras mengkritik pacaran islami tidaklah menunjukkan banyaknya penentangan terhadap pacaran islami. Pada kenyataannya, yang mendukung pacaran islami itu jauh lebih banyak daripada penentangnya. (Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/profil-pembaca/" rel="nofollow">Profil Pembaca</a>.) Kami sudah melakukan penelitian kecil-kecilan. Hasilnya, ternyata bahwa istilah yang paling disukai oleh pengunjung blog ini untuk aktivitas pranikah adalah &#8220;Pacaran Islami&#8221;. (Lihat &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/" rel="nofollow">Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah</a>&#8220;.)</p>
<p>2b) Para ulama menghukumi sesuatu berdasarkan kenyataan, bukan image. Kalau dasarnya image, bahaya dong. Contoh: ketika merebak image bahwa pejabat dan &#8220;wakil rakyat&#8221; itu kotor, suka korupsi, apakah lantas dengan demikian, menjadi pejabat atau &#8220;wakil rakyat&#8221; itu haram?</p>
<p>3a) Menurut ushul fiqih, pernyataan &#8220;Islam tidak mengenal pacaran&#8221; itu keliru secara metodologis. Sebab, pacaran merupakan muamalah, sedangkan menurut kaidah dari ushul fiqih, semua muamalah itu halal kecuali bila ada dalil qath&#8217;i yang mengharamkannya. </p>
<p>Mestinya, kita bertanya, &#8220;Adakah dalil qath&#8217;i yang mengharamkan pacaran?&#8221; Jawabnya: Tidak ada larangannya. Yang ada adalah larangan mendekati zina, sedangkan pacaran tidaklah identik dengan mendekati zina. (Lihat &#8220;<a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/" rel="nofollow">Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)</a>&#8220;.)</p>
<p>3b) Untuk pranikah, Islam tidak mengajarkan taaruf, tetapi tanazhur. (Lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/" rel="nofollow">Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?</a>&#8220;.)</p>
<p>4) Seandainya kami mengejar popularitas, tentulah kami lebih mengutamakan istilah yang tidak banyak mendapat penentangan dari masyarakat, seperti taaruf. Namun kami memilih berpegang pada kebenaran. &#8220;Katakanlah kebenaran itu, walaupun terasa pahit.&#8221;</p>
<p>5) Ulama-ulama berlainan pendapat mengenai pacaran dalam Islam. (Silakan telusuri di blog ini dan di blog <a href="http://wppi.wordpress.com/" rel="nofollow">Fiqih Asmara</a>.) Apakah bila kita mengikuti ijtihad ulama tertentu (yang berarti tidak mengikuti ijtihad ulama lain), maka otomatis berarti bahwa kita tidak mau dikritik? Kalau memang begitu, bukankah Anda sendiri tergolong orang yang tidak mau dikritik karena tidak mau menghargai ijtihad ulama yang membolehkan pacaran?</p>
<p>wa&#8217;alaykumussalaam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aa Aziz</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3619</link>
		<dc:creator>Aa Aziz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 05:55:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3619</guid>
		<description>Assalamua’alaikum,
Image istilah pacaran sudah jauh dari ajaran islam, dan cenderung mendekati zina. Lalu mengapa kita harus menggunakan istilah pacaran islami? mengapa tidak diganti dengan bahasa yang lebih&quot;islami&quot;. Islam tidak mengenal pacaran. Pernikahan dalam islam di mulai dari proses ta&#039;aruf, kitbah/meminang, dan walimah. Aturan dan adabnya sudah jelas. Jangan memaksakan sesuatu yang justru akan membawa ke hal yang bathil, lebih banyak mudhratnya. Selama ini banyak umat islam yang mencari-cari pembenaran bahwa ada pacaran secara islam? jangan hanya menginginkan situs ini hanya untuk tujuan populeritas, apalah arti semua itu diamata ALLAH SWT. Lihatlah dengan mata hatimu, dari berapa komentar yang masuk, ternyata banyak yang mengkritik. Sekiranya memang tidak mau dkritik sesama muslim, apakah kita harus menunggu kritikan ALLAH SWT? Belum terlambat.
Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamua’alaikum,<br />
Image istilah pacaran sudah jauh dari ajaran islam, dan cenderung mendekati zina. Lalu mengapa kita harus menggunakan istilah pacaran islami? mengapa tidak diganti dengan bahasa yang lebih&#8221;islami&#8221;. Islam tidak mengenal pacaran. Pernikahan dalam islam di mulai dari proses ta&#8217;aruf, kitbah/meminang, dan walimah. Aturan dan adabnya sudah jelas. Jangan memaksakan sesuatu yang justru akan membawa ke hal yang bathil, lebih banyak mudhratnya. Selama ini banyak umat islam yang mencari-cari pembenaran bahwa ada pacaran secara islam? jangan hanya menginginkan situs ini hanya untuk tujuan populeritas, apalah arti semua itu diamata ALLAH SWT. Lihatlah dengan mata hatimu, dari berapa komentar yang masuk, ternyata banyak yang mengkritik. Sekiranya memang tidak mau dkritik sesama muslim, apakah kita harus menunggu kritikan ALLAH SWT? Belum terlambat.<br />
Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3507</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 20:25:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3507</guid>
		<description>@ Taufik
wa&#039;alaykumussalaam
Istilah &quot;pacar&quot; berasal dari bahasa Kawi (Jawa Kuno). Artinya &quot;calon pengantin&quot;. Jadi, istilah pacaran yang tepat itu digunakan untuk yang belum menikah. Yang sudah menikah itu bukan lagi pacaran namanya. (Lihat jawabanku di atas terhadap penanya lain.)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Taufik<br />
wa&#8217;alaykumussalaam<br />
Istilah &#8220;pacar&#8221; berasal dari bahasa Kawi (Jawa Kuno). Artinya &#8220;calon pengantin&#8221;. Jadi, istilah pacaran yang tepat itu digunakan untuk yang belum menikah. Yang sudah menikah itu bukan lagi pacaran namanya. (Lihat jawabanku di atas terhadap penanya lain.)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Taufik</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3505</link>
		<dc:creator>Taufik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 19:50:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3505</guid>
		<description>Assalamua&#039;alaikum, sebelumnya saya minta maaf kalo agak sok tau....sebaiknya istilah pacaran diberikan kepada wanita dan pria yang telah menjalani upacara ritual yg sah menurut hukum Islam yaitu pernikahan, sehingga tidak menimbulkan fitnah di kemudian hari, dan bedakan juga dengan ta&#039;aruf dan hal2 lain yang membedakan antara hubungan setelah menikah dengan hubungan yang dilarang(ex:berkhlawat di tempat sepi, dll)tanpa melalui pernikahan. WaALLAHU a&#039;lam bishowab</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamua&#8217;alaikum, sebelumnya saya minta maaf kalo agak sok tau&#8230;.sebaiknya istilah pacaran diberikan kepada wanita dan pria yang telah menjalani upacara ritual yg sah menurut hukum Islam yaitu pernikahan, sehingga tidak menimbulkan fitnah di kemudian hari, dan bedakan juga dengan ta&#8217;aruf dan hal2 lain yang membedakan antara hubungan setelah menikah dengan hubungan yang dilarang(ex:berkhlawat di tempat sepi, dll)tanpa melalui pernikahan. WaALLAHU a&#8217;lam bishowab</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3386</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 19:30:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3386</guid>
		<description>@ bocahbancar

Ya, aku mendukung sikapmu yang no comment.
Aku jadi ingat hadis, &quot;Katakan yang baik-baik atau [lebih baik] diam!&quot;

@ putri hidayati

1) Pacaran itu masuk dalam bidang ijtihad. Dalam ijtihad, perbedaan pendapat itu wajar. Selama kita menghargai perbedaan pendapat, kita takkan bingung.

2) Karena hasil ijtihad mengenai pacaran itu banyak, model-model pacaran islami bisa banyak pula. Tiga diantaranya dikemukakan oleh Ibnu Hazm, Ibnu Qayyim, dan Abu Syuqqah. Lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Panduan Pacaran&lt;/a&gt;&quot;

@ Mulyadi

1) Benarkah &quot;pacaran itu jelas-jelas haram&quot;? Lihat artikel &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Halal-Haram Pacaran (Dalil mana yang lebih kuat?)&lt;/a&gt;&quot;

2) Mengenai prasangka buruk anda terhadap saya, apakah Anda pernah membelah dada saya dan melihat isi hati saya mengenai motif di balik ajakan islamisasi pacaran ini?

3) Kemustahilan &quot;pacaran setelah menikah&quot; sudah saya ungkapkan di artikel &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Pacaran sesudah menikah lebih nikmat?&lt;/a&gt;&quot;

4) Rasulullah tidak pernah mengajarkan doa untuk menjauhkan kita dari pacaran. Yang dituntunkan beliau dalam menghadapi persoalan semacam ini adalah doa istikharah.

5) Istilah &quot;pacaran islami&quot; takkan kami campakkan. Salah satu sebabnya, istilah ini merupakan istilah yang paling disukai oleh para pembaca blog ini untuk &quot;aktivitas persiapan menikah&quot;. Lihat artikel &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah&lt;/a&gt;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ bocahbancar</p>
<p>Ya, aku mendukung sikapmu yang no comment.<br />
Aku jadi ingat hadis, &#8220;Katakan yang baik-baik atau [lebih baik] diam!&#8221;</p>
<p>@ putri hidayati</p>
<p>1) Pacaran itu masuk dalam bidang ijtihad. Dalam ijtihad, perbedaan pendapat itu wajar. Selama kita menghargai perbedaan pendapat, kita takkan bingung.</p>
<p>2) Karena hasil ijtihad mengenai pacaran itu banyak, model-model pacaran islami bisa banyak pula. Tiga diantaranya dikemukakan oleh Ibnu Hazm, Ibnu Qayyim, dan Abu Syuqqah. Lihat &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/" rel="nofollow">Panduan Pacaran</a>&#8221;</p>
<p>@ Mulyadi</p>
<p>1) Benarkah &#8220;pacaran itu jelas-jelas haram&#8221;? Lihat artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/" rel="nofollow">Halal-Haram Pacaran (Dalil mana yang lebih kuat?)</a>&#8221;</p>
<p>2) Mengenai prasangka buruk anda terhadap saya, apakah Anda pernah membelah dada saya dan melihat isi hati saya mengenai motif di balik ajakan islamisasi pacaran ini?</p>
<p>3) Kemustahilan &#8220;pacaran setelah menikah&#8221; sudah saya ungkapkan di artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/" rel="nofollow">Pacaran sesudah menikah lebih nikmat?</a>&#8221;</p>
<p>4) Rasulullah tidak pernah mengajarkan doa untuk menjauhkan kita dari pacaran. Yang dituntunkan beliau dalam menghadapi persoalan semacam ini adalah doa istikharah.</p>
<p>5) Istilah &#8220;pacaran islami&#8221; takkan kami campakkan. Salah satu sebabnya, istilah ini merupakan istilah yang paling disukai oleh para pembaca blog ini untuk &#8220;aktivitas persiapan menikah&#8221;. Lihat artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/" rel="nofollow">Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah</a>.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Mulyadi</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3382</link>
		<dc:creator>Mulyadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 08:46:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3382</guid>
		<description>wah ada lagi satu orang lagi, yg coba-coba menyamarkan ajaran islam,  mas kalau mau pacaran nggak kuat menahan nafsunya untuk tidak pacaran, jangan ajak2 yg lain, sampai-sampai mengajak orang dg sebutan pacaran islami,  kalau iya membuat kebaikan mestinya tulis judulnya Pacaran setelah menikah.  Saat ini alhamdulillah saya sudah menikah dan sebelum menikah saya selalu berdo&#039;a ya Allah jauhkan hamba dari yg namanya pacaran, Mudahkan jodoh hamba dg jodoh yg sebaik-baiknya.  Alhamdulillah, kata orang tahun pertama dan kedua adalah tahun2 yg berat bagi orang yg baru menikah suka, ribut, tapi Alhamdulillah kami tidak pernah ribut2, InsyaAllah sampai akhir hayat.   Please ganti judulnya........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah ada lagi satu orang lagi, yg coba-coba menyamarkan ajaran islam,  mas kalau mau pacaran nggak kuat menahan nafsunya untuk tidak pacaran, jangan ajak2 yg lain, sampai-sampai mengajak orang dg sebutan pacaran islami,  kalau iya membuat kebaikan mestinya tulis judulnya Pacaran setelah menikah.  Saat ini alhamdulillah saya sudah menikah dan sebelum menikah saya selalu berdo&#8217;a ya Allah jauhkan hamba dari yg namanya pacaran, Mudahkan jodoh hamba dg jodoh yg sebaik-baiknya.  Alhamdulillah, kata orang tahun pertama dan kedua adalah tahun2 yg berat bagi orang yg baru menikah suka, ribut, tapi Alhamdulillah kami tidak pernah ribut2, InsyaAllah sampai akhir hayat.   Please ganti judulnya&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: putri hidayati</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3379</link>
		<dc:creator>putri hidayati</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 07:17:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3379</guid>
		<description>terkadang ada kebingungan di hati saya,apakah ada arti sebuah pacaran dalam islam?
kalau mang da boleh g kita pacaran..........
trusssssss
bagaimana sehhh pacaran dalam islam itu sebenaranya?
saya berharap ada jawabannya,karena banyak sekali hal2 yang membuat saya bingung!!!!!!!!!!!!!


wasalam
terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terkadang ada kebingungan di hati saya,apakah ada arti sebuah pacaran dalam islam?<br />
kalau mang da boleh g kita pacaran&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
trusssssss<br />
bagaimana sehhh pacaran dalam islam itu sebenaranya?<br />
saya berharap ada jawabannya,karena banyak sekali hal2 yang membuat saya bingung!!!!!!!!!!!!!</p>
<p>wasalam<br />
terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: putri hidayati</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/about/comment-page-3/#comment-3378</link>
		<dc:creator>putri hidayati</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 07:12:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-3378</guid>
		<description>asalamu&#039;alaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asalamu&#8217;alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
