<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pacaran Islami &#187; Evaluasi</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/category/1-siagakan-pelaku/evaluasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Dec 2009 22:26:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pacaranislami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/30cb6a007ee4daea355dadafbd17ae78?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pacaran Islami &#187; Evaluasi</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Konsultasi: Pernah ciuman dalam pacaran</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/03/14/konsultasi-pernah-ciuman-dalam-pacaran/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/03/14/konsultasi-pernah-ciuman-dalam-pacaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 10:23:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Aku pernah pacaran. Kami berniat pacaran selamanya sampai menikah, tapi 1 tahun kemudian, aku memutuskannya. Karena apa? Aku tak tau. Tapi intinya, karena aku merasa tersiksa pacaran, selalu kangen ma dia, bahkan kami pernah berciuman. Namun setelah itu aku sadar, aku telah keluar dari jalan Allah. Aku pengen balik ke jalan Allah. Aku merasa hina [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=624&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Aku pernah pacaran. Kami berniat pacaran selamanya sampai menikah, tapi 1 tahun kemudian, aku memutuskannya. Karena apa? Aku tak tau. Tapi intinya, karena aku merasa tersiksa pacaran, selalu kangen ma dia, bahkan kami pernah berciuman. Namun setelah itu aku sadar, aku telah keluar dari jalan Allah. Aku pengen balik ke jalan Allah. Aku merasa hina karena telah melakukan itu. Aku benar2 ingin bertobat. Tapi semakin aku pengen berubah, cintaku pada mantanku semakin besar. Aku rindu padanya, bahkan aku sempat mimpi dia menikah dengan orang lain, dan itu membuatku sedih. Aku pengen dia jadi suamiku karena sifatnya yang baik, tapi dia tidak begitu taat beragama dan bukan imam yang akan membawaku ke surga</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-624"></span></p>
<p>Terhadap niatmu untuk bertaubat, aku menyambut hangat. Dengan bertaubat, kau takkan menjadi hina, tetapi justru  menjadi mulia. Sebab, “<strong>Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.</strong>” (QS al-Baqarah [2]: 222). </p>
<p>Memang, bertaubat itu tidak selalu mudah. Selalu saja ada tantangannya. Bagaimanapun, pasukan iblis takkan rela bila kita bertaubat. Namun, setiap masalah itu selalu ada solusinya.</p>
<p>Mengenai masalahmu dalam memendam rasa rindu, aku dapat merasakan kegundahanmu. Jangankan orang biasa, ulama terkemuka pun merasakannya. </p>
<p>Di antara ulama yang menghadapi persoalan rindu itu ialah Ibnu Hazm. Dalam hal ini, beliau menganjurkan sejumlah &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/31/aktivitas-pengobat-rindu/">Aktivitas Pengobat Rindu</a>&#8220;.</p>
<p>Mengenai pergolakan hatimu antara ingin bersuamikan dia, tetapi meragukan ketaatannya dalam beragama, kuharap kau menyimak artikel &#8220;<a href="http://shodiq.com/2007/09/20/kriteria-terpenting-bukanlah-agama-melainkan-din/">Kriteria Terpenting Bukanlah Agama, Melainkan <em>Dîn</em></a>&#8220;. </p>
<p>Jika <em>dîn</em>-nya <u>sudah</u> cukup baik, silakan kau berikhtiar untuk menjalin kembali hubungan cinta yang tadinya terputus itu. Namun kalau <em>dîn</em>-nya <u>masih</u> buruk, kau belum perlu merajut kembali hubungan percintaan itu, bahkan walaupun kau yakin akan dapat mengubah <em>dîn</em>-nya menjadi baik setelah kalian &#8220;jadian&#8221; kembali. <strong>Sebelum &#8220;jadian&#8221;, hendaklah kau berusaha mempengaruhi dia supaya <em>dîn</em>-nya menjadi baik. </strong> (Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/01/14/daripada-menunggu-jodoh-lebih-baik/">Daripada menunggu jodoh, lebih baik…</a>&#8220;.) Bila berhasil, baguslah kalau kau kembali menjalin hubungan dengannya. Tapi andai belum berhasil, terimalah kenyataan bahwa Allah menyediakan jodoh lain yang lebih baik daripada dia bagi dirimu.</p>
<p>Intinya, apabila kita mencintai kebaikan, maka ini merupakan kebaikan pula bagi kita. Namun andai kita &#8220;mencintai&#8221; keburukan, maka itu bukan lagi cinta, melainkan nafsu kotor. Tentu saja, yang kotor-kotor itu perlu kita bersihkan. Sebagaimana telah kusebut di atas, “<strong>Sesungguhnya Allah &#8230; mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.</strong>” (QS al-Baqarah [2]: 222).</p>
<p>Untuk membersihkan hati dari berbagai &#8220;nafsu kotor&#8221; itu (misalnya: &#8220;ketergila-gilaan&#8221; kepada si dia), sering-seringlah berzikir dengan zikir yang relevan. Kalau belum tahu zikir manakah yang relevan dengan kasusmu, aku sarankan kau baca buku <a href="http://shodiq.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/">Doa &amp; Zikir Cinta</a>. Insya&#8217;Allah kau dapat menemukannya di situ.</p>
<p>Demikianlah masukan dariku. Semoga Allah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang senantiasa membimbing dirimu dengan Kasih-Sayang-Nya. Aamiin.</p>
Posted in 1 - Siagakan pelaku, Evaluasi Tagged: ciuman, konsultasi cinta, pacaran, taubat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=624&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/03/14/konsultasi-pernah-ciuman-dalam-pacaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Luar biasa!! Seorang lelaki muda mengakui kesalahannya dan minta maaf kepadaku.</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/30/luar-biasa-seorang-lelaki-muda-mengakui-kesalahannya-dan-minta-maaf-kepadaku/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/30/luar-biasa-seorang-lelaki-muda-mengakui-kesalahannya-dan-minta-maaf-kepadaku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 14:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[blogwalking]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Konon, anak muda &#8220;maunya menang sendiri&#8221;. Paling tidak, begitulah kata Rhoma Irama dalam salah satu lagu legendarisnya, &#8220;Darah Muda&#8221;. Konon pula, eh&#8230; bukan lagi &#8220;konon&#8221;. Berbagai penelitian mutakhir (antara lain oleh Deborah Tannen) menunjukkan bahwa para pria pada umumnya enggan meminta maaf atas kesalahannya. Jadi, kalau ada seorang lelaki muda yang ternyata mau mengakui kesalahannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=589&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Konon, anak muda &#8220;maunya menang sendiri&#8221;. Paling tidak, begitulah kata Rhoma Irama dalam salah satu lagu legendarisnya, &#8220;Darah Muda&#8221;. Konon pula, eh&#8230; bukan lagi &#8220;konon&#8221;. Berbagai penelitian mutakhir (antara lain oleh Deborah Tannen) menunjukkan bahwa para pria pada umumnya enggan meminta maaf atas kesalahannya. Jadi, kalau ada seorang lelaki muda yang ternyata mau mengakui kesalahannya dan kemudian minta maaf kepadaku, maka kesimpulan kita: dia itu luar biasa, lain dari yang lain!</p>
<p>Siapakah lelaki muda yang aku maksudkan ini? Bagaimanakah profilnya? </p>
<p><span id="more-589"></span>Namanya Hidayat. <a href="http://profiles.friendster.com/tukanginsinyur">Profilnya di Friendster</a> bisa kita saksikan dengan leluasa. </p>
<p>Usianya 24. Kuliahnya di TRISAKTI Teknik Mesin 2003. Status? <em>Single</em>! (Wahai akhwat sekalian, silakan berta&#8217;aruf dengan dia!)</p>
<p>Kasusnya, kemarin-kemarin Hidayat bertamu ke beberapa blogku yang membicarakan masalah pacaran islami. Antara lain, dia menyampaikan <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/#comment-230">sebuah komentar</a>:</p>
<blockquote><p>assalamualaikum, waduh pak shodiq ini, ente macam politikus ajah pak, masyaAllah pintar mengelak dengan mengadakan bukti2 yang dibenar2kan dan di hubung2kan, ku nggak habis pikir pak apa yang ada di pikiran ente, mang dulu masa mudanya gimana pak, bapak rohis yah, trus pacaran, trus di sidang ma dewan suro rohis, trus dendam kesumat merasa dipermalukan, saking dendamnya jadi buat yang kaya beginian, untuk membenarkan masa muda yang dulu ente lakukan jadi menganjurkan para pemuda pemudi khususnya islam untuk pacaran, aduh pak kasiahan bangat ente, katahuan pak bapak tuh egois, orang yang ga mau disalahkan, orang yang ga bisa mengakui kesalahan, jadi ente ngeracunin deh tmen2 ane, saudara2 ane lewat pacaran islami, parah bangat dah ah, ku jadi malu sebagai sesama manusia, btw bapak manusia kan yah, alhamdulillah kalo gitu, afwan sebelumnya niy kalo ente marah hehe, oh iya pak satu lagi, wajah ente lucu, kliatannya baik, mending jadi orang baik ajah pak, ditunggu konfirmasi ente yah, mudah2an berita baik, ente mau mengakui kesalahan ente, jadi orang bijak lah pak, ente keliatannya intelek dengan analisa2nya, sayang banget analisa sebagus itu buat yang begini2an… ok, salam hangat pak shodiq, assalamualaikum…</p></blockquote>
<p>Terhadap komentar yang kurang sopan tersebut, kami sampaikan nasihat kepada dia, &#8220;Kalau tak mampu mengerjakan <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/">PR di atas</a>, jangan melancarkan fitnah dan prasangka buruk gitu, dong! Bertindak sopanlah selaku tamu blog ini sebelum para pengunjung lain meminta kami mengusir Anda.&#8221;</p>
<p>Alhamdulillah, nasihat kami itu dia terima dengan sebaik-baiknya. Tadi sore, melalui Friendster, dia sampaikan pesan kepadaku sebagai berikut.</p>
<blockquote><p>pa kabar pak shodiq mudah2an antum sekeluarga sehat semua yah, sebelumnya ana mau minta maaf niy soal comment ana yang kemaren-kemaren, maklumlah ana rada kaget, n gejolak anak muda suka meledak ledak, tapi ana mau tanya, pacaran islami yang pak sodiq ungkapkan itu seperti apa jelasnya, apakah boleh pegangan tangan, trus mesra2an di telpon, bilang sayang, cinta, ngegombal, kan itu semua pak yang biasa dilakukan orang yang pacaran, &#8230; mohon penjelasannya pak, jangan yang ribet2 ya pak, saya juga baru belajar niy, mencoba memperbaiki kesalahan yang udah2.. thanks pak, afwan, sukron&#8230;</p></blockquote>
<p>Tentu saja, permintaan maafnya aku terima. (Untuk penjelasan yang dia minta, aku menyarankan dia untuk membaca artikel &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/26/pengalaman-pranikah-diriku-pranikah-rasulullah-saw/">Pengalaman PraNikah Diriku &amp; PraNikah Rasulullah SAW</a>&#8221; dan halaman &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/taman-cinta/">Fiqih Pacaran</a>&#8220;.) Bukan hanya memaafkan, aku pun merasa salut kepadanya. Sikapnya itu luar biasa, bukan?</p>
<p>Ataukah kau belum yakin bahwa sikapnya itu luar biasa? Untuk pembanding, marilah kita perhatikan sikap sejumlah lelaki muda lainnya yang pernah kami beri nasihat serupa pada kasus yang juga serupa.</p>
<p>Walau sudah kami nasihati untuk bertindak sopan, si X (seorang penggemar mobil mewah yang anti pacaran) malah menyampaikan pesan-pesan yang lebih biadab. Diantaranya: &#8220;[kowe] iki koyo’e wong EDAN, wis ta’lah C*K, gak usah ngomong agomo, RAIMU iku pantes-e doyan WEDOKAN ae, g usah dihubung2no ambek agomo.&#8221; (Kata-kata yang berbahasa Jawa kasar tersebut bermakna: &#8220;[Kamu] ini sepertinya orang GILA, sudahlah Bung, tak usah bicarakan agama, TAMPANGMU itu pantasnya suka MAIN PEREMPUAN saja, tak usah dihubung-hubungkan dengan agama.&#8221;)</p>
<p>Meski sudah kami nasihati untuk bertindak sopan, si Y, si Z, dkk, justru mengajak para pengunjung blog mereka masing-masing untuk melecehkan diriku. Kupikir, tak perlulah kusebutkan apa saja hujatan para lelaki muda itu mengenai diriku. Kau dapat dengan mudah menjumpainya di internet melalui browsing. </p>
<p>Kita dapat membandingkan sikap si X, Y, Z, dkk. itu dengan sikap Hidayat yang telah kuceritakan di atas. Jauh berbeda seperti antara bumi dan langit, &#8216;kan?</p>
<p>Sekarang, marilah kita ambil berbagai pelajaran dari sang lelaki muda yang luar biasa tadi. Nah, kau mau menambahkan penjelasan? Silakan!</p>
<p><strong>Untuk pembahasan lebih lanjut, silakan simak <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/26/luar-biasa-seorang-lelaki-muda-mengakui-kesalahannya-dan-minta-maaf-kepadaku/#comments">diskusi di sana</a>.</strong></p>
Posted in 1 - Siagakan pelaku, 3 - Arungi makna, Benahi pikiran, Evaluasi Tagged: agama, blogwalking, cerita, cewek, ciuman, ikhwan, internet, islam, islami, penelitian, Pengembangan Diri, Penulisan, remaja, Tasawuf <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/589/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=589&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/30/luar-biasa-seorang-lelaki-muda-mengakui-kesalahannya-dan-minta-maaf-kepadaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalo belum ketemu jodoh gimana? (1)</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 12:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[istikharah]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=540</guid>
		<description><![CDATA[Saya .., umur 24 tahun domisili di D. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan seorang pria dan sudah berjalan selama 3 tahun. Dari awal kami menjalin hubungan kami sepakat bahwa ini adalah hubungan yang tidak main-main. Awalnya saya merasa senang akhirnya ada juga yang mau menikahi saya. Namun seiring dengan waktu, banyak hal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=540&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Saya .., umur 24 tahun domisili di D. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dengan seorang pria dan sudah berjalan selama 3 tahun. Dari awal kami menjalin hubungan kami sepakat bahwa ini adalah hubungan yang tidak main-main. Awalnya saya merasa senang akhirnya ada juga yang mau menikahi saya. Namun seiring dengan waktu, banyak hal yang membuat saya menjadi kesal. </p>
<p>
Pertama, waktu pertama kali bertemu dia janji mau menyelesaikan kuliahnya, namun 3 tahun kami jalan baru dia selesaikan. Alasannya macam-macam. Setiap kali saya motivasi dia untuk lulus, dia diam dan marah. Setelah lulus, penyakit hepatitis-nya kambuh, otomatis kami jadi mengundurkan rencana pernikahan. </p>
<p>
Selain itu, orang tua saya juga semakin tidak setuju dengan dia. Kata ibu saya, ada yg ganjil. Itu feeling orang tua, biasanya bener. Saya juga sudah berusaha untuk mencari pekerjaan di daerahnya (kami memang menjalin hubungan jarak jauh selama ini, dia di P sedangkan saya di D), tapi tidak ada yang tembus. Saya istikharah, setelah itu perasaan saya seperti hampa dan berat.</p>
<p>
Apakah memang hasil istikharah saya menunjukkan dia bukan jodoh saya? Kenapa ya setiap laki-laki yang berkenalan dengan saya selalu gagal, dulu mereka bilang saya tidak putih, pendek dll.. sekarang alasannya karena saya s2 mereka jadi minder&#8230; </p>
<p>
Saya baca buku Bapak, <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/">doa &amp; zikir cinta</a>, ada doa &amp; zikir pertemukan dengan jodoh, supaya mampu menikah, supaya memiliki kekuatan dalam menghadapi cobaan dll&#8230; apakah ada alasan kenapa bapak mengambil potongan ayat tersebut? (maaf pak, bukan meragukan bapak.. saya justru merasa terbantu sekali dengan tulisan bapak..akhirnya ada juga solusi untuk saya..karena selama ini saya selalu menemukan bacaan seperti pernikahan dini tapi tidak ada solusi mengenai ya kalo belum ketemu jodoh gimana? padahal dalam kasus saya&#8230; saya tidak menolak laki2, tapi ada faktor entah apa yang membuat laki2 tidak melamar saya-ini siy menurut saya)&#8230; tolong luruskan saya ya pak..</p>
</blockquote>
<p>
Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-540"></span>Terima kasih kau telah membaca bukuku. Terima kasih pula atas kepercayaan yang kau taruh padaku untuk &#8220;meluruskan&#8221;-mu.</p>
<p>
Ya, aku bersedia &#8220;meluruskan&#8221;-mu seperlunya dan sebatas kemampuanku. Kalau ada informasi yang lebih lengkap, akan lebih mudah bagiku untuk menganalisis kasusmu. Sambil menunggu informasi tambahan, kusampaikan dulu tanggapan awal.</p>
<p>Terhadap pertanyaan kritismu mengenai penggunaan &#8220;potongan&#8221; ayat tertentu untuk <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/">doa &amp; zikir cinta</a>, jawabanku: ya, memang ada pertimbangannya. Gambarannya sudah aku ungkapkan di bab pertama, sub-bab &#8220;Cara Zikir Sesuai Syariat&#8221;, dua pasal pertama:</p>
<ol>
<li>Mengutamakan contoh dari Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah</li>
<li>Sesuai [atau relevan] dengan masalah yang sedang dihadapi</li>
</ol>
<p>Terhadap pertanyaan utama, &#8220;Kalo belum ketemu jodoh gimana&#8221;, maka pertimbangan pertama kita: Benarkah kita belum ketemu jodoh? Bagaimana kalau sebenarnya jodoh kita itu sudah ada di depan mata kita, tetapi kita belum menyadarinya?</p>
<p>Dalam konsultasi tatapmuka, tak jarang aku mendapat pertanyaan &#8220;Kalo belum ketemu jodoh gimana&#8221;. Namun setelah dianalisis lebih dalam, ketahuanlah bahwa ternyata jodoh mereka sudah disediakan oleh Tuhan di hadapan mereka, tetapi selama itu mereka belum menyadarinya. Tak ada satu pun diantara mereka yang pada kenyataannya belum ketemu jodoh sama sekali. (Juga dalam buku-buku mengenai filsafat cinta dan psikologi cinta, seringkali kudapati bahwa banyak orang mengira belum ketemu jodoh, padahal sebetulnya sudah ketemu.)</p>
<p>
Pada kasusmu, dari kata-kata yang kau sampaikan dalam curhatmu, kusimpulkan: ada kemungkinan bahwa kamu pun sudah bertemu dengan jodohmu, yakni pacarmu saat ini, tetapi kau (dan mungkin juga pacarmu) belum maksimal dalam merawat jodoh yang telah tersedia ini. Bila setelah istkharah kau malah merasa berat, kita pun dapat mempertimbangkan: Apakah kau sudah benar-benar melakukan istikharah dengan benar? (Untuk uraian lebih rinci mengenai istikharah ini, silakan baca buku <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>.)</p>
<p>
Meredupnya rasa cintamu padanya, juga rasa sayang orangtuamu kepadanya, merupakan kasus yang banyak terjadi pada pasangan yang pacaran lebih dari dua tahun. Kasus seperti itu juga banyak melanda pasangan suami-istri setelah usia perkawinan mereka lebih dari dua tahun, terutama pada pasangan yang menjalani pacaran secara singkat atau tanpa masa pacaran sama sekali.</p>
<p>
Ketika hubungan cinta kita sudah berlangsung cukup lama, katakanlah sudah lebih dari setahun, kita cenderung memikirkan mengapa si dia kurang memenuhi harapan kita. (Misalnya, harapan bahwa dia segera menyelesaikan studinya.) Dalam keadaan begini, mungkin kita berkutat pada sudut pandang subyektif kita sendiri. Kita kurang memperhatikan sudut pandang pasangan kita. Bahkan kita juga kurang memperhatikan keadaan obyektifnya. (Untuk perbandingan dengan kasusku, silakan simak Hati Lelaki, &#8220;<a href="http://shodiqmustika.multiply.com/journal/item/2/Mau_cepat_lulus_atau_mau_pintar_Jasa_Orangtua_dan_Guru_yang_Tak_Terlupakan">Mau Cepat Lulus atau Mau Pintar?</a>&#8220;)</p>
<p>
Tentu saja, masalah seperti itu dapat kita atasi dengan berusaha &#8220;memahami&#8221; lebih dahulu sebelum mengharap &#8220;dipahami&#8221;. Untuk itu, salah satu hal penting yang perlu kita pahami adalah perbedaan sikap pria-wanita. (Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/23/buku-taaruf-yang-best-seller/">Taaruf Forever</a>.)</p>
<p>
Bagi wanita pada umumnya, mungkin termasuk dirimu, tidak seharusnya dia &#8220;diam dan marah&#8221;. Padahal, begitulah salah satu &#8220;bahasa lelaki&#8221; (yang kurang dipahami oleh perempuan).</p>
<p>
Aku menduga, kemarahannya bukanlah karena kau memotivasi dia. Sebab, semua orang tentulah senang diberi dorongan oleh sang kekasih. Besar kemungkinan, yang memicu kemarahannya adalah kurang tepatnya <em>cara</em> kamu dalam memotivasi dia. </p>
<p>
Gimana sih cara kamu memotivasi dia? Terangkanlah serinci-rincinya, ya! Mungkin aku bisa memberitahu kamu cara lain yang lebih jitu untuk memotivasi laki-laki.</p>
<p>
Itu dulu tanggapanku. Nanti setelah ada tambahan informasi darimu, terutama tentang bagaimana kamu mensikapi dia dan apa saja pandangan dia terhadap sikapmu kepadanya, insya&#8217;Allah aku dapat menyampaikan penjelasan tambahan.</p>
Posted in 1 - Siagakan pelaku, 5 - Tebarkan hikmah, Evaluasi, Ikatan pranikah Tagged: istikharah, jodoh, komunikasi, konflik, konsultasi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=540&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/17/kalo-belum-ketemu-jodoh-gimana-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harapan, Jodoh dalam Mimpi, dan Hukum Karma</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/16/harapan-jodoh-dalam-mimpi-dan-hukum-karma/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/16/harapan-jodoh-dalam-mimpi-dan-hukum-karma/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 07:40:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Bapak Shodiq yang saya hormati, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas tulisan-tulisan Bapak yang sudah beredar dan sangat mudah dimengerti, enak dibaca dengan bahasa yang dinamis, sedikit genit dan berkesan gaul tetapi tidak meninggalkan sopan-santun. Saya suka dengan gaya bahasa Bapak. Dari rasa suka gaya bahasa tersebut saya jadi ketagihan membaca semua buku yang Bapak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=536&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Bapak Shodiq yang saya hormati, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/bukuku/">tulisan-tulisan Bapak yang sudah beredar</a> dan sangat mudah dimengerti, enak dibaca dengan bahasa yang dinamis, sedikit genit dan berkesan gaul tetapi tidak meninggalkan sopan-santun. Saya suka dengan gaya bahasa Bapak. Dari rasa suka gaya bahasa tersebut saya jadi ketagihan membaca semua buku yang Bapak tulis.</p>
<p>
Kedua kalinya -sekaligus ini tujuan utama saya mengirim email ke Bapak- saya ingin bertanya  kepada Bapak tentang permasalahan saya sebagai berikut:</p>
<p>
Saya memiliki pacar (?) sebut saja Y. Sebenarnya kami sudah saling kenal &#8220;hangat-hangat taik anjing&#8221; -begitu orang menyebut- sejak tahun 2005 yaitu ketika kami sama-sama bekerja di Jawa Timur. Tahun 2006 kami sama-sama merantau ke pulau seberang. Tepatnya bulan oktober 2007 kami lebih dekat. Waktu itu saya tidak tahu kalau dia sudah menikah sebab ketika Y saya tanya, dia tidak mengiyakan. Kami menjadi lebih dekat sampai akhirnya kami terlibat making love. Baru pada Januari 2008 saya baru tahu kalau dia sebenarnya sudah menikah dengan X pada bulan Mei 2007. </p>
<p>Karena sudah terlalu jauh hubungan kami -Y berjanji menikahi saya- maka saya minta tanggung jawabnya. ternyata Y tidak mau bertanggung jawab dengan alasan kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Saya terus menuntut tanggung jawabnya sampai sekarang. </p>
<p>Disamping itu, saya selalu minta petunjuk kepada Alloh dengan sholat istiharah dan hajat. Sampai saat ini saya merasa belum mendapat petunjuk, hanya beberapa mimpi yang kurang lebih bertema sama. yang terakhir, firasat mimpi saya dapatkan setelah saya sholat istiharah dan hajat dimana  waktu itu hati kecil saya yakin bahwa Y suatu hari nanti akan menikahi saya.   </p>
<p>Dalam mimpi tersebut, saya sedang tiduran bersama Y. Tiba-tiba Y bertakbir &#8220;Allohu Akbar&#8221; lalu meniup kening saya, setelah itu Y berpakaian dan pergi (pulang) tanpa sepatah katapun.</p>
<p>
Bapak Shodiq, saya tidak tahu apa makna mimpi saya tersebut. yang jelas sejak saya mendapatkan mimpi tersebut ada keyakinan pada hati saya bahwa Alloh tidak akan menyia-nyiakan harapan makhluknya. Perlu Bapak Shodiq ketahui, Y sudah punya  seorang anak perempuan. </p>
<p>
Pertanyaan saya:</p>
<ol>
<li>Apakah keyakinan saya tersebut tidak salah kaprah?</li>
<li>Apakah mimpi yang saya dapatkan tersebut bisa dikategorikan mimpi spiritual? (saya sudah membaca buku <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istiharah Cinta</a> yang bapak tulis, tetapi saya masih ragu juga untuk menyikapi mimpi saya tersebut)</li>
<li>Kira-kira apa makna mimpi saya tersebut?</li>
<li>Apakah karma itu benar-benar ada? Apakah karma itu bisa menimpa anak keturunan orang yang bersangkutan?</li>
</ol>
<p>
Bapak Shodiq, saya sangat mengharapkan jawaban dari Bapak. Terima kasih.</p>
</blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-536"></span>Terima kasih kau telah membaca bukuku. Terima kasih pula atas pujianmu. Berikut ini jawabanku:</p>
<p>
1. Keyakinan manakah yang kau tanyakan? Semuanya? Baiklah. Aku sampaikan penilaianku terhadap keyakinan-keyakinanmu yang kuanggap terpenting.</p>
<p>1.1. Mengenai sikap Allah SWT terhadap harapan-harapan hamba-Nya, Dia mengajukan pertanyaan retoris, &#8220;<em>Apakah manusia memperoleh segala yang dia harapkan?</em>&#8221; (QS an-Najm [53]: 24) Maksudnya, tidak semua harapan kita terpenuhi. <strong>Yang pasti terpenuhi adalah doa kita.</strong> &#8220;<em>Berdoalah kepada-Ku, niscaya kuperkenankan bagimu.</em>&#8221; (QS al-Mu&#8217;min [40]: 60) Hanya saja, kita tidak tahu bagaimana dan kapan Dia memenuhi doa kita. Mungkin di dunia ini doa kita terpenuhi, mungkin pula di akhiratlah doa kita itu baru terpenuhi.</p>
<p>1.2. Mengenai tuntutanmu kepada Y untuk menikahimu? Ya. Kau berhak menuntut itu. Namun, <strong>yang lebih kuat untuk kau jadikan dasar tuntutan adalah janjinya</strong>. Sebab, disamping agama kita mewajibkan pemenuhan segala janji (lihat QS al-Israa’ [17]: 34), negara kita pun menetapkan demikian (pasal berapa di KUHP, silakan tanya ahli hukum). </p>
<p>Tak perlulah perbuatan zina itu kau jadikan dasar tuntutan. Sebab, kau akan kesulitan mencari dasar hukumnya. Memang sih, ada banyak wanita yang mengira bahwa menyerahkan tubuhnya kepada seorang lelaki itu berarti telah mengikatnya. Tapi nyatanya, <strong>ada banyak pria yang tidak merasa terikat setelah menyetubuhi wanita</strong>.</p>
<p>1.3. Bila seorang lelaki tidak mengiyakan ketika ditanya tentang status nikahnya, maka itu bukan berarti bahwa dia bersatus tidak kawin. Bahkan bila dia menjawab &#8220;belum pernah nikah&#8221; pun, itu juga masih belum cukup kuat untuk meyakinkan kita. Islam mengajarkan kita bahwa dalam setiap aqad nikah itu harus ada dua orang saksi yang adil. Implikasinya, <strong>bila kita ingin tahu status pernikahan seseorang, lebih baik kita cari tahu informasi dari dua orang saksi yang adil daripada sekadar bertanya kepadanya</strong>.</p>
<p>
1.4. Walau kau memperlakukan dia sebagai pacarmu, sebetulnya dia bukanlah pacarmu. Makna &#8220;pacar&#8221; aslinya, dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno),  adalah &#8220;calon pengantin&#8221;. Jadi, sebenarnya <strong>kau baru dapat menyebutnya sebagai pacarmu hanya setelah dia berniat hendak menikahimu</strong>.</p>
<p>
2. Ya, mimpi tersebut dapat kita golongkan mimpi spiritual, walau tidak sepenuhnya spiritual. Malah mungkin saja unsur spiritualnya lebih kecil daripada yang nonspiritual. Memang, ungkapan <em>Allaahu Akbar</em> mengisyaratkan spiritual. Namun, keadaan &#8220;tiduran dengan si dia&#8221; itu sulit untuk kita sebut spiritual. </p>
<p>
3. Menurut pemahamanku, sebatas ilmuku yang tak seberapa ini, makna mimpimu adalah sebagai berikut:</p>
<p>
Makna &#8220;<em>Allaahu Akbar</em>&#8221; adalah Allah Mahabesar, lebih besar daripada siapa pun, termasuk si dia. Karena itu, kau tak perlu memuja-muja dia, menganggap dia &#8220;luar biasa&#8221; (lain dari yang lain), dan sebagainya. Kepergiannya &#8220;(pulang) tanpa sepatah katapun&#8221; menegaskan bahwa dia bukanlah siapa-siapa. Dia lebih suka menjadi rekan kerjamu daripada menjadi suamimu</p>
<p>
Walau berhak, kau tak usah mengharap dia menjadi suamimu. Terbukalah kepada pria lain. Dengan ber<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/tag/taubat/">taubat</a>, kau lebih berhak untuk mendapatkan pria yang lebih baik daripada dia sebagai jodohmu.</p>
<p>
4. Islam <strong>tidak</strong> mengakui keberadaan hukum karma. (Lihat Harun Yahya, <a href="http://www.harunyahya.com/karma01.php">Islam and Karma</a>.) Perihal kasusmu, mengenai ingkar janji, Allah SWT berfirman, “<em>Barangsiapa melanggar janjinya, maka akibat pelanggarannya akan menimpa dirinya sendiri</em>.” (QS al-Fath [48]: 10) Jadi, akibat dari pelanggaran janjinya itu takkan menimpa anak-anaknya.</p>
<p>
Demikianlah jawabanku. Wallaahu a&#8217;lam.</p>
Posted in 1 - Siagakan pelaku, Evaluasi Tagged: janji, jodoh, komunikasi, konsultasi, mimpi, seks, zina <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=536&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/12/16/harapan-jodoh-dalam-mimpi-dan-hukum-karma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsultasi: Tak sabar menanti jodoh</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/10/27/konsultasi-tak-sabar-menanti-jodoh/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/10/27/konsultasi-tak-sabar-menanti-jodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 07:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[cari jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[putus cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum ustad, ustad sy cwe umur 28th,usia yg sangat matang untk membina suatu hubungan berumah tangga. saat ini sy lg mencari jodoh yg ideal karena sy br aja putus dr cwo sy karena perbedaan agama, padahl kt udh pacaran 5th tetapi sy dibohongi karena setau sy Dia it muslim. Sy bodoh ya ustad segitu lm [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=508&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Assalamualaikum ustad, ustad sy cwe umur 28th,usia yg sangat matang untk membina suatu hubungan berumah tangga. saat ini sy lg mencari jodoh yg ideal karena sy br aja putus dr cwo sy karena perbedaan agama, padahl kt udh pacaran 5th tetapi sy dibohongi karena setau sy Dia it muslim. Sy bodoh ya ustad segitu lm sy dibohongi, tetapi itu jadi pelajaran buat sy. Ustad kapankah sy menemukan jodoh sy karena sy selalu saja didesak oleh orangtua, karena saat in sy belum punya pilihan untuk dijadikan calon suami yg ideal, kenapa sy sulit sekali untuk membina suatu hubungan dng seorang ikhwan?ustad dulu sy pernah mempunyai ketakutan untuk membina hubungan dgn seorang pria karena papa sy suka sekali main perempuan dan hubungan rumah tangga kakak, abang serta om sy semuanya berantakkan. Sy tidak mau bernasib sama dengan mereka. Apakah karena latar belakang keluarga sy yg broken home hingga saat ini sy tidak punya cwo untuk dijadikan suami?apa yg harus sy lakukan ustad untuk membuka hati dan pikiran serta bersikap positif gimana caranya?ustad sy selalu bilang buka hati dan pikiran jgn menggangap semua orang itu jelek dan teman2sy bilang apa yg terjadi dgn keluarga sy akan ada hikmahnya karena sy orang yg sabar dlm mengambil kputusan dan anak yg taat pada orang tua itu kata teman2 dan tetangga sy. sy sendiri sebenarnya sangar rapuh, sy pernah berujar secara tdk sadar bahwa hidup dan mati sy untuk mama dan abang sy karena mama sy sdh tua sering sakit2an dan abang sy lumpuh jatuh dari motor. apakah itu hukuman buat sy karena sampai saat ini pun sy tidak punya pilihan cwo untuk dijadikan calon suami. sy sudah siap lahir dan batin untuk membina hubungan rumah tangga, apakah masih ada laki2 yg jd pilihan allah untuk sy, sy sudah tidak sabar menunggu hal itu terjadi. ustad mohon bantu sy siapak yang menjadi penda,ping hidup sy kelak?</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-508"></span>wa&#8217;alaykum salam wa rahmatullah</p>
<p>Ya, aku mengerti kegundahanmu. Dibanding pria, wanita cenderung perlu segera berjodoh. Keinginannmu untuk segera berjodoh itu bagus. Namun kemauanmu untuk belajar dari pengalaman pahit itu juga bagus, bahkan lebih bagus.</p>
<p>Dari pengalaman pahit itu kita bisa belajar untuk tidak buru-buru &#8220;jadian&#8221; sebelum kita kenal si dia secukupnya. Bukan hanya kenal <em>apa</em> agamanya, melainkan juga kenal <em><strong>bagaimana</strong></em> dia beragama. Apalagi, kau tergolong sabar dalam mengambil keputusan.</p>
<p>Ustadmu sudah benar dalam menasihati dirimu untuk mengubah kebiasaan berpikir &#8220;generalisasi&#8221; (menyamaratakan) terhadap semua orang. Aku mengerti bahwa pengalaman pahit itu terkadang membuat kita sulit menaruh kepercayaan kepada orang lain. Memang, tidak semua orang itu bagus pekertinya. Selalu ada orang yang jelek perangainya. Namun, tidak semua pula orang itu buruk. Pasti ada orang yang baik. Kau perlu mengerti bahwa setiap orang itu berlainan. </p>
<p>Kau pun perlu memahami bahwa setiap orang itu tidak 100% baik. Selalu ada keburukannya. (Kesempurnaan hanyalah milik Allah.) Dan kau juga perlu memahami bahwa setiap orang itu tidak 100% buruk. Selalu ada kebaikannya.</p>
<p>Kebaikan seseorang bisa berpengaruh baik kepada orang lain (di samping kepada diri sendiri). Keburukan seseorang pun dapat pula berpengaruh buruk kepada orang lain (di samping kepada diri sendiri). Namun, Allah hanya menghukum orang menurut perbuatannya sendiri, bukan perbuatan orang lain. Latarbelakang keluargamu takkan menjadi karma bagimu. Di luar sana, akan ada pria baik-baik yang mau berjodoh denganmu dan menerimamu apa adanya.</p>
<p>Di satu sisi, kau tak perlu &#8220;mengkambinghitamkan&#8221; latar belakang keluargamu. Di sisi lain, kau tak usah &#8220;memberhalakan&#8221; keluargamu. Berbakti kepada orangtua dan menyantuni saudara memang bagus, tapi jangan berlebihan. Janganlah hidup hanya untuk mereka saja. Islam itu rahmatan lil alamin: rahmat bagi seluruh alam. Berbuat baik jugalah kepada orang-orang lain.</p>
<p>Dengan banyak-banyak berbuat kepada orang lain, dan juga banyak bergaul dengan orang-orang baik, tentu kau juga akan berjodoh dengan yang baik pula. (Hal ini sudah aku terangkan di bukuku terdahulu, <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>.) Sementara itu, untuk mempercepat &#8220;perjodohan&#8221; ini, silakan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/11/manfaatkan-agen-cinta/">manfaatkan &#8220;agen cinta&#8221;</a>. (Hal ini aku terangkan di buku terbaruku, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/10/25/ayat-ayat-mesra-buku-pertama-panduan-pacaran-islami">Ayat-Ayat Mesra</a>.)</p>
<p>Itulah saranku kali ini. Selain itu, aku pun berdoa semoga kau mendapat jodoh terbaik dari Sang Maha Penyayang. (Aamiin.)</p>
Posted in 1 - Siagakan pelaku, Evaluasi Tagged: cari jodoh, konsultasi, putus cinta <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/508/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=508&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/10/27/konsultasi-tak-sabar-menanti-jodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsultasi: Aktivis Rohis yang Merasa Kurang Cantik</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/10/17/konsultasi-aktivis-rohis-yang-merasa-kurang-cantik/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/10/17/konsultasi-aktivis-rohis-yang-merasa-kurang-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 09:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tata waktu]]></category>
		<category><![CDATA[aktivis dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[ijtihad]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[memilih pacar]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[ukhuwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Astaghfirullah. Sudah hampir tiga bulan aku lupa menjawab pertanyaan Puspita, seorang aktivis Rohis (Kerohanian Islam) di sekolahnya. (Kalau aku juga lupa menjawab pertanyaanmu, silakan ingatkan diriku!) Dia melontarkan pertanyaannya pada 27 Juli 2008. Baru sekarang aku ingat untuk menanggapinya.
Puspita bertanya:
Assalamu’alaikum. Pak, saya mau bertanya. Alhamdulillah saya adalah siswi anggota Rohis di sekolah saya. Dan pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=500&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Astaghfirullah. Sudah hampir tiga bulan aku lupa menjawab pertanyaan Puspita, seorang aktivis Rohis (Kerohanian Islam) di sekolahnya. (Kalau aku juga lupa menjawab pertanyaanmu, silakan ingatkan diriku!) Dia melontarkan pertanyaannya pada <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/#comment-2722">27 Juli 2008</a>. Baru sekarang aku ingat untuk menanggapinya.</p>
<p>Puspita bertanya:</p>
<blockquote><p>Assalamu’alaikum. Pak, saya mau bertanya. Alhamdulillah saya adalah siswi anggota Rohis di sekolah saya. Dan pendidikan Rohisnya bagus juga menyenangkan. Yg ingin saya tanyakan adalah, [1] para anggota Rohis memiliki pendapat yg berlainan dalam hal pacaran. Ada yg berpendapat tidak boleh, ada yg berpendapat boleh asalkan masih dalam batasan yg sewajarnya &amp; tidak mengumbar nafsu. Kebetulan saya berpendapat boleh asalkan masih dalam batasan yg sewajarnya &amp; tidak mengumbar nafsu. Mohon penjelasannya, pak. [2] Lalu para siswa/i yg lain banyak yg tidak jadi masuk Rohis karena takut tidak boleh pacaran. [3] Jujur saya bingung juga dgn argument itu yg selalu melekat pada anak Rohis. Saya menjadi bingung apakah saya lebih baik tidak berpacaran saja? [4] Sementara saya sudah berjanji dalam hati pada diri saya sendiri &amp; pada Allah, bila saya pacaran, saya tidak akan mengumbar nafsu &amp; sewajarnya saja tanpa mengikuti cara pacaran yg lainnya. Mungkin niat saya untuk pacaran pun boleh dikatakan keterlaluan. Saya ini penyakitan sedari kecil. Dan semakin lama memang semakin parah. Saya menginginkan kelak yg menjadi pacar saya itu mau melindungi dan menyayangi saya tetapi bukan kasih sayang yg buta, tetapi didasari rasa sayang yg tulus dan dilandasi agama. [5] Lalu pertanyaan yg terakhir (maaf banyak bertanya, saya biasa dikatakan si haus ilmu), saya pernah bertanya kepada teman-teman saya, apa yg pertama kali mereka lihat dari seorang wanita sehingga mereka ingin wanita itu menjadi pacar merekan? Jawaban mereka adalah kecantikan luarnya. Jujur pak, saya agak sedih juga karena saya merasa wajah saya biasa saja &amp; tidak cantik (meskipun Alhamdulillah ada beberapa orang yg mengatakan Allah telah memberikan saya anugrah seperti itu). Maaf apabila pertanyaan saya ini merepotkan bapak. Saya ucapkan terima kasih banyak. Wassalamu’alaikum. </p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-500"></span>Wa&#8217;alaykumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.</p>
<p>Kujumpai ada lima pertanyaan Puspita. Ya, lumayan banyak, tapi tidak terlalu banyak. Aku suka orang-orang yang haus ilmu dan gemar bertanya. Kalau memang penasaran, dengan senang hati kuterima pertanyaan itu dan kutanggapi semampuku.</p>
<p>[1] Pacaran itu berada dalam lingkup <a href="http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/09/08/memenuhi-syaratkah-saya-untuk-berijtihad/">ijtihad</a>. Perbedaan pendapat dalam ijtihad itu wajar, asalkan ijithadnya sama-sama sah. Namun walau berbeda, kita tetap dapat mengerahkan <a href="http://muslimmoderat.wordpress.com/bukti-ukhuwah/">bukti ukhuwah</a>. Jangan sampai perbedaan itu mencerai-beraikan kita.</p>
<p>[2] Sebagian dari saudara-saudara kita yang menentang pacaran itu sangat aktif (&#8220;vokal&#8221;) dalam memprogandakan antipacaran. Supaya teman-teman kita lainnya tidak menjauhi aktivitas Rohis (dan aktivitas dakwah lainnya), kita pun perlu pula untuk juga <strong>sangat aktif (sangat &#8220;vokal&#8221;)</strong> dalam menyiarkan pacaran islami. Jika kita diam, maka mereka akan menyangka bahwa semua atau hampir semua aktivis dakwah itu antipacaran. Padahal pada kenyataannya, yang menentang itu jauh lebih sedikit daripada yang tidak menentang.</p>
<p>[3] Mendukung pacaran islami itu tidak berarti harus ikut-ikutan pacaran. Ingat, hakikat pacaran adalah <strong>persiapan menikah</strong>. Jika sekarang kau masih sibuk memikirkan kegiatan sekolah, belum memikirkan persoalan nikah, sebaiknya tunda dulu pacaranmu. Nanti saja kalau sudah lulus sekolah menengah atas <strong>dan</strong> <em>sudah hendak berancang-ancang untuk menikah</em>, barulah kau <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/07/curhat-ketika-harus-pacaran/">perlu pacaran</a>.</p>
<p>[4] Aku mendukung niatmu untuk berperilaku islami bila pacaran. Sakit-sakitan bukanlah halangan. Jika kau menerima cinta dari si dia yang mencintaimu setulus-tulusnya, dan menjalani pacaran secara sehat, maka tingkat kesehatanmu justru akan meningkat.</p>
<p>[5] Ya, yang pertama kali <em>dilihat</em> adalah penampilan. Namun yang menjadi bahan pertimbangan utama untuk memilih pasangan hidup bukanlah kecantikan. Lihat artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/26/yang-sesungguhnya-diinginkan-cewekcowok/">Yang Sesungguhnya Diinginkan Cewek/Cowok</a>&#8220;. (Beberapa orang mengatakan parasmu menarik. Ini berarti bahwa kau pun tergolong cantik. Pede aja lagi!)</p>
<p>Walaahu a&#8217;lam.</p>
Posted in 1 - Siagakan pelaku, Evaluasi, Tata waktu Tagged: aktivis dakwah, ijtihad, kecantikan, memilih pacar, pacaran islami, pacaran sehat, Pernikahan, ukhuwah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=500&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/10/17/konsultasi-aktivis-rohis-yang-merasa-kurang-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Curhat: Pilih pacaran atau taaruf?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/19/curhat-pilih-pacaran-atau-taaruf/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/19/curhat-pilih-pacaran-atau-taaruf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 00:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Pilih langsung pacaran, takut mendekati zina. Pilih taaruf saja, takut tidak ada komitmen yang jelas. Begitulah &#8220;dilema&#8221; yang dulu ada dalam pikiran &#8220;dewi ashuro&#8221;, seorang pembaca blog ini. Belakangan, dengan berpandangan secara luas, ia mampu mengatasi &#8220;dilema&#8221; itu. 
Dengan pandangan yang luas pula, ia memperhatikan bahwa hubungan antara pria dan wanita itu bukan melulu mengenai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=397&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pilih langsung pacaran, takut mendekati zina. Pilih taaruf saja, takut tidak ada komitmen yang jelas. Begitulah &#8220;dilema&#8221; yang dulu ada dalam pikiran &#8220;dewi ashuro&#8221;, seorang pembaca blog ini. Belakangan, dengan berpandangan secara luas, ia mampu mengatasi &#8220;dilema&#8221; itu. </p>
<p>Dengan pandangan yang luas pula, ia memperhatikan bahwa hubungan antara pria dan wanita itu bukan melulu mengenai hal-hal seksual, melainkan juga&#8230;. <span id="more-397"></span></p>
<p>Ah, tidak perlulah sekarang saya berpanjang lebar menanggapinya. Toh belum lama ini, di blog ini pula, saya pernah membicarakan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/23/taaruf-dan-pacaran-islami-mana-yang-lebih-efektif/">efektivitas pacaran dan taaruf</a>. </p>
<p>Tujuan saya kali ini terutama adalah mendengar suara &#8220;umat&#8221; dan mengajak Anda untuk juga mendengarkannya. Untuk itu, langsung saja marilah kita perhatikan kata-kata Dewi Ashuro yang saya <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/#comment-2876">kutipkan</a> di bawah ini.</p>
<blockquote><p>wah, beruntung sekali saya, saat sedang iseng googling menemukan blog yang seru seperti ini.. hehe..</p>
<p>perbincangan seperti ini memang kerap jd issue yang seru dan banyak dibicarakan, terutama saat saya kuliah dulu. </p>
<p>dengan teman saya, kita tertarik untuk membandingkan antara pacaran dan taaruf, yang akhirnya membuat kami mengambil konklusi yang kalo dipikir2 sekarang dekat dengan kesetujuan atas pacaran islami.</p>
<p>hasil perbincangan sore kami sambil ngemil ini adalah sbb (sekedar sharing..);</p>
<p>keuntungan dari pacaran adalah adanya komitmen. sedangkan kerugian dari taaruf adalah tidak adanya komitmen yang jelas.</p>
<p>berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa teman, komitmen membuat kita belajar untuk menjadi setia, belajar untuk bersabar. saat kita memutuskan untuk pacaran, berarti kita belajar untuk mengenali seseorang, mengetahui kebaikan dan kekurangannya, berusaha bersama untuk saling bertoleransi, dan melengkapi. </p>
<p>hal ini tidak dapat diberikan oleh taaruf. ada beberapa pengalaman teman perempuan yang berkisah tentang kekecewaannya pada orang yang sedang taaruf dengannya, tiba2 pergi tanpa pesan, tiba2 terdengar sedang taaruf dengan perempuan. tidak ada kepastian. dengan mudahnya bisa berpaling bila ternyata memang tidak cocok. tidak ada pembelajaran tentang menekan ego.</p>
<p>keuntungan dari taaruf, menghindari adanya kontak fisik. dengan hukum taaruf, seseorang dapat mengenal seseorang dengan tetap bersikap hormat. tidak melewati batas2 berlebihan dan menghindari adanya kekhilafan. betul sekali apa yang sudah dibahas oleh rekan2 sebelumnya, yang namanya manusianya pasti ada hawa nafsu.</p>
<p>dengan berpacaran, ada beberapa pengalaman (baik pribadi maupun beberapa orang) yang tidak bisa menahan diri dalam melakukan kontak fisik. akhirnya yang timbul bisa jadi jahat. jahat sama diri sendiri, dan jahat sama orang lain, karena membiarkan diri bergelimang dosa karena zina.</p>
<p>mungkin disini ada yang komentar, pacaran juga ga selalu memberikan komitmen, (bahkan nikah pun ga selalu menjamin komitmen), dan taarufnya bisa saja kelepasan kontak fisik. yah, memang begitu ilmu tentang manusia, tidak ada yang pasti. tidak seperti ilmu alam. </p>
<p>naaah, dari sini, kita menyimpulkan kita butuh nih komitmennya, tapi kita juga butuh hindari zinanya.</p>
<p>lalu sekarang ada konsep pacaran islami. kalo saya pribadi sih, daripada ada pihak yang tersinggung, biasanya menggunakan istilah pacaran yang tau batas. pacaran yang positif. </p>
<p>saya berusaha melihat sudut pandang lain dari pacaran. seperti yang ditentang dalam pacaran, adalah kontak fisik yang berlebihan batas, zina. kesannya hal yang sangat mendominasi manusia itu adalah hawa nafsu, kebutuhan biologis. padahal selain itu manusia juga punya pikiran (kognisi), dan perasaan (afeksi). rasa2nya kok, apa yang disampaikan aga timpang.</p>
<p>hindari pacaran hindari zina, ayo menikah, menikah untuk menghindari zina. kesannya orang itu yang ada di otaknya zina saja. saya sendiri melihat dan memilih pacaran, menikah, atau menjalin hubungan dengan lawan jenis itu lebih dari sekedar untuk berzina/menghindari zina. masih banyak faktor lain kok. </p>
<p>saya mau belajar berbagi, mengasihi, tertawa, berargumen, merencanakan masa depan, shoulder to cry on, menerima, memberi, menghargai, menghormati dll dsb. saya mau mencintai. </p>
<p>dan karena saya mau mencintai, saya berusaha tidak merusak cinta itu dengan perbuatan yang akhirnya akan menyakiti diri saya, dan orang lain (entah zina, entah selingkuh, entah menipu)</p>
<p>ini pendapat saya, saya tidak pakai hadist atau pun penelitian. toh menurut saya, cinta itu urusannya lebih banyak dengan hati. hehe.. </p>
<p>love &amp; peace,</p>
<p>dewi ashuro</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/397/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/397/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/397/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/397/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/397/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=397&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/19/curhat-pilih-pacaran-atau-taaruf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jajak Pendapat &#8212; Perlukah sensor?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/17/jajak-pendapat-perlukah-sensor/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/17/jajak-pendapat-perlukah-sensor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 00:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[XXX unrated. Kata guru saya sewaktu SD, tanda &#8220;XXX&#8221; di papan tulis itu berarti bahwa gambar atau tulisan di situ tidak boleh dihapus. Namun belakangan setelah saya menginjak masa remaja, rupanya &#8220;XXX&#8221; itu diartikan sebagai sesuatu yang perlu disensor.
Lepas dari itu, mungkin kita berlainan pendapat mengenai apa yang perlu disensor. Sungguhpun demikian, kami ingin lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=260&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>XXX unrated</strong>. Kata guru saya sewaktu SD, tanda &#8220;XXX&#8221; di papan tulis itu berarti bahwa gambar atau tulisan di situ tidak boleh dihapus. Namun belakangan setelah saya menginjak masa remaja, rupanya &#8220;XXX&#8221; itu diartikan sebagai sesuatu yang perlu disensor.</p>
<p>Lepas dari itu, mungkin kita berlainan pendapat mengenai apa yang perlu disensor. Sungguhpun demikian, kami ingin lebih mengenal <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/profil-pembaca/">Profil Pembaca</a>. Karenanya, kami ingin tahu pendapat Anda mengenai perlu-tidaknya sensor.</p>
<p><span id="more-260"></span>Di <a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,41290.0.html">Forum MyQuran</a>, kata-kata berikut ini dapat muncul dengan bebas tanpa sensor:</p>
<blockquote><p><a href="http://myquran.org/forum/index.php?PHPSESSID=1a94309f52aeb3b46f5136dd786378f5&amp;action=profile;u=54428">Aku</a> berani bilang bahwa:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Muhammad Shodiq bin Tamsir bin Ismail bin Khusban bin Adam.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>PENGECUT!!!</strong></p>
<p>Tenang, aku punya alasannya:<br />
Ada pesanku yang dihapus dan tidak dikomentari.<br />
Alasan alternatif untuk berdiskusi dia menolaknya padahal dia juga sibuk dengan blognya.. lantas klo dia benar mengapa dia menolaknya?<br />
Hanya pesan2x yang dapat di jawab olehnya yang ditampilkan.</p></blockquote>
<p>Memang benar ada banyak pesan dari dia yang tidak kami tampilkan dan tidak kami komentari. Mengapa?</p>
<p>Pertama, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/23/taaruf-dan-pacaran-islami-mana-yang-lebih-efektif/#comment-2474">sudah kami terangkan</a> bahwa kami bukan orang yang gemar berdebat.</p>
<p>Kedua, juga <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/#comment-2456" target="_blank">sudah kami persilakan</a> &#8220;baca dulu artikel-artikel di blog ini dengan lengkap dan cermat sebelum berdiskusi lebih lanjut. Diskusi kita kurang efektif apabila kami harus mengungkapkan kembali segala yang pernah kami jelaskan sebelumnya.&#8221;</p>
<p>Anda pun dapat memeriksa sendiri kurang efektifnya &#8220;diskusi&#8221; tersebut. Silakan periksa komentarnya  <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/14/jadikan-cemburu-sebagai-pemercantik-batin/#comment-2434">yang menyimpang ini</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/#comment-2438">yang juga menyimpang ini</a> dan juga <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/08/konsultasi-cara-pdkt-ama-akhwat-aktivis/#comment-2441">yang lagi-lagi menyimpang ini</a>. Silakan periksa pula komentarnya yang menyoroti tulisan kami secara sepotong-sepotong <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/08/nabi-muhammad-pun-pernah-menjalin-cinta-yang-kemudian-terputus/#comment-2442">di sini</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/#comment-2445">di sini</a> dan juga <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/#comment-2448">di sini</a> serta <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/#comment-2449">di sini</a>. Anda pun dapat memeriksa komentarnya yang mempersoalkan sesuatu yang sudah ada jawabannya <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/#comment-2443">di sini</a>.</p>
<p>Ketiga, dia sering menggunakan kata-kata yang <strong>kasar</strong>. Diantara kata-kata kasarnya itu adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>WOIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII<br />
PEMBOHONGGGGGGGGGGGGGGGG<br />
MANA TULISAN2x kami yang terposting disini<br />
HAHAHAHAHA</p>
<p>PENEGCUTTTTTTTTT<br />
PENGECUT</p></blockquote>
<blockquote><p>Pendusta.. pantas banyak pembaca bilang anda pembohong</p></blockquote>
<blockquote><p>PENGECUT!!!!</p>
<p>KNP ANDA TIDAK MAU MENERIMA TANTANGANKU????</p></blockquote>
<blockquote><p>Jgn percaya!!!<br />
Sang penulis mencoba menipu dari retorikanya<br />
Banyak hadist dan ayat alquran sepertinya di salah artikan tafsirannya<br />
Mau bukti…<br />
Lihat saja kenaifan dari cara berfikir retorikanya.</p>
<p>Knp demikian. Karena bagisaya sang penulis adalah PENGECUT</p></blockquote>
<blockquote><p>Anda [M Shodiq Mustika]:<br />
&#8220;Terus, adakah dalil (yang secara qath’i) mengharamkan pacaran? Tidak ada!&#8221;</p>
<p>Saya [Akhina Ifa]:<br />
Karena anda malas berItjihat dan hany EMNELAN MENTAH-MENTAH apa yang didapat oleh anda.</p></blockquote>
<p>Keempat, dia menyampaikan komentar yang <strong>terlalu banyak</strong>. Jumlahnya mencapai 84 buah, hanya dalam waktu 2&#215;24 jam, sebuah &#8220;rekor&#8221; dalam sejarah ngeblog saya. <a href="http://ketenteramanhati.blogspot.com/">Dia</a> juga <strong>mengulang-ulang komentar yang sama</strong>, yang di dunia internet biasanya kita golongkan sebagai spam.</p>
<p>Sekarang, silakan Anda mengikuti polling (jajak pendapat) di bawah ini. Polling ditutup pada 27 Juli 2008 sebelum tengah malam. (Pilihan jawabannya adalah &#8220;Biarkan saja tampil supaya para pembaca lain tahu&#8221; atau &#8220;Perlu disensor untuk mencegah kerusakan lebih lanjut&#8221;.)</p>
<div style="text-align:center;"><a name="pd_a_791695"></a><div class="PDS_Poll" id="PDI_container791695" style="display:inline-block;"></div><script type="text/javascript" language="javascript" charset="utf-8" src="http://static.polldaddy.com/p/791695.js"></script>
		<noscript>
		<a href="http://answers.polldaddy.com/poll/791695/">View This Poll</a><br/><span style="font-size:10px;"><a href="http://www.polldaddy.com">survey software</a></span>
		</noscript></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/260/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/260/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=260&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/17/jajak-pendapat-perlukah-sensor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Favorit dalam Persiapan Menikah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/10/aktivitas-favorit-dalam-persiapan-menikah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/10/aktivitas-favorit-dalam-persiapan-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 23:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Istilah apa yang paling Anda sukai untuk aktivitas persiapan Anda untuk menikah?&#8221; Demikian pertanyaan untuk Anda dalam &#8220;jajak pendapat&#8221; yang kami adakan mulai saat ini sampai 27 Juli 2008. Kami menempatkannya di sebelah kanan blog ini (di bawah &#8220;Penyusun&#8221;, di atas &#8220;Hak Pembaca&#8221;). Silakan Anda berpartisipasi dengan meng-klik pilihan yang sesuai dengan pendapat Anda. Sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=209&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Istilah apa yang paling Anda sukai untuk aktivitas persiapan Anda untuk menikah?&#8221; Demikian pertanyaan untuk Anda dalam &#8220;jajak pendapat&#8221; yang kami adakan mulai saat ini sampai 27 Juli 2008. Kami menempatkannya di sebelah kanan blog ini (di bawah &#8220;Penyusun&#8221;, di atas &#8220;Hak Pembaca&#8221;). Silakan Anda berpartisipasi dengan meng-klik pilihan yang sesuai dengan pendapat Anda. Sekali menjawab, <strong>Anda bisa memilih lebih dari satu pilihan</strong>. Namun, Anda hanya berhak satu kali menjawab.</p>
<p>Jajak pendapat ini kami adakan untuk menyempurnakan gambaran <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/profil-pembaca/"></a><a href="http://">Profil Pembaca</a> blog ini. Dengan semakin akuratnya gambaran tersebut, insya&#8217;Allah kita akan melangkah ke depan dengan lebih mantap.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/209/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/209/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=209&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/10/aktivitas-favorit-dalam-persiapan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ortu menyuruh cari pacar, asyik dong!</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/09/ortu-menyuruh-cari-pacar-asyik-dong/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/09/ortu-menyuruh-cari-pacar-asyik-dong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 05:04:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[ubah takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Cukup Siti Nurbaya. Sekarang eranya Cinta Laura. Sudah bukan zaman lagi ortu menjodoh-jodohkan anaknya. Tapi, eits&#8230;, tunggu dulu. Saat ini, muncul kebiasaan baru di kalangan ortu. Mau tahu apa gerangan? Rupanya, beberapa ortu masa kini memodifikasi tindakan menjodohkan dengan memberikan titah kepada sang anak untuk mencari pacar. (Jawa Pos, 9 Juli, 2008)
Ternyata bukan sekadar bila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=206&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Cukup Siti Nurbaya. Sekarang eranya Cinta Laura. Sudah bukan zaman lagi ortu menjodoh-jodohkan anaknya. Tapi, eits&#8230;, tunggu dulu. Saat ini, muncul kebiasaan baru di kalangan ortu. Mau tahu apa gerangan? Rupanya, beberapa ortu masa kini memodifikasi tindakan menjodohkan dengan memberikan titah kepada sang anak untuk mencari pacar. (<em>Jawa Pos</em>, 9 Juli, 2008)</p></blockquote>
<p>Ternyata bukan sekadar <a href="http://fiqihpacaran.wordpress.com/2008/07/07/anak-pacaran-orangtua-tak-melarang/">bila anak muda pacaran, orangtua tak melarang</a>. Bahkan sebagian di antara orangtua itu menyuruh anaknya cari pacar (kalau belum punya pacar)! Aneh, nggak?</p>
<p><span id="more-206"></span>Bagaimana tanggapan <a href="http://www.jawapos.com/deteksi/index.php?act=detail&amp;nid=10693">responDet</a>? Ini dia:</p>
<blockquote><p>Sebanyak 70,5 persen di antaranya merasa bahwa tindakan tersebut wajar dilakukan oleh ortu. Di mata responDet, sikap ortu yang seperti itu menunjukkan bahwa mereka berjiwa muda (35,5 persen) dan perhatian sama anak (28,4 persen). Meski ada pula yang menganggap ortu terlalu ikut campur (22,1 persen).</p>
<p>Tapi, yang perlu dicatat, ternyata, lebih dari setengah (63,3 persen) responDet bakal langsung mengiyakan jika ortu mereka menyuruh untuk cari pacar.</p></blockquote>
<p>Kalau permintaan itu dialamatkan ke kamu, gimana?</p>
<blockquote><p>Nggak cuma nyenengin ortu, tapi nyenengin kamu juga kan. He he&#8230;</p></blockquote>
<p>Cuman, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangin. Diantaranya, apa memang kamu <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/07/curhat-ketika-harus-pacaran/">sudah saatnya untuk punya pacar</a>? Disamping &#8220;siap&#8221; merasakan nikmatnya, apa kamu juga siap menanggung segala risiko, termasuk risiko <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/">mendekati zina</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/08/pacaran-di-masjid-diciduk-satpam/">diciduk satpam</a>, dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/08/nabi-muhammad-pun-pernah-menjalin-cinta-yang-kemudian-terputus/">putus hubungan</a>?</p>
<p>Ingat, yang paling banyak menanggung akibat dari keputusanmu ini adalah dirimu sendiri, bukan ortu kamu atau apalagi ortu si dia. Iya, &#8216;kan? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/206/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/206/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=206&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/09/ortu-menyuruh-cari-pacar-asyik-dong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Supaya Siap Menikah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/02/supaya-siap-menikah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/02/supaya-siap-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 21:42:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hasilkan manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Nikmati kerinduan]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Siapkan diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tata waktu]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan islami]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan sebelum menikah]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ah, nggak perlu gamang dan takut begitu&#8230; Lihat nih, Pak De mu&#8230; tiga kali menikah, tiga kali cerai, dan nggak kapok juga&#8230;&#8221; Demikian kata-kata dalam ilustrasi kartun &#8220;Gamang Memasuki Gerbang Perkawinan&#8221; di kolom konsultasi psikologi, Jawa Pos, 30 Juni 2008. Namun, saya tidak hendak membahas humor tersebut. Di sini, saya lebih tertarik untuk mengutip kalimat-kalimat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=190&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Ah, nggak perlu gamang dan takut begitu&#8230; Lihat nih, Pak De mu&#8230; tiga kali menikah, tiga kali cerai, dan nggak kapok juga&#8230;&#8221; Demikian kata-kata dalam ilustrasi kartun &#8220;Gamang Memasuki Gerbang Perkawinan&#8221; di kolom konsultasi psikologi, <em>Jawa Pos</em>, 30 Juni 2008. Namun, saya tidak hendak membahas humor tersebut. Di sini, saya lebih tertarik untuk mengutip kalimat-kalimat terpenting di kolom <span id="more-190"></span>tersebut.</p>
<blockquote><p><em>Saya seorang pria 27 tahun. Saat ini saya sudah bekerja di salah satu perusahaan swasta. Tahun depan saya akan menikahi calon istri yang sudah saya pacari selama 2 tahun.</em></p>
<p>Meskipun sudah memutuskan menikah, sampai saat ini saya masih merasa belum siap. Banyak hal yang membuat saya tidak siap. Misalnya, membayangkan bagaimana kehidupan saya setelah menikah, masalah keuangan, atau hal lain yang kadang membuat saya khawatir.</p>
<p>Sebenarnya saya tidak mempunyai masalah dengan keluarga calon istri saya. Namun, beberapa hal tersebut membuat saya merasa tidak siap menikah. Apa yang harus saya lakukan, Bu?</p>
<p style="text-align:right;">Hilman, Malang</p>
</blockquote>
<p>Jawaban <strong>Nalini M. Agung</strong> (Psikiater):</p>
<blockquote><p>&#8230; Pria sering kusut membayangkan tanggung jawab yang mesti dipikulnya lantaran kebanyakan budaya menaruhkan seonggok beban di punggung pria yang sudah menikah. Setelah menikah, mereka &#8220;disuruh&#8221; jadi komandan keluarga. Satu paket dengan tugas berat menyediakan nafkah keluarga, bakal menghidupi, menyekolahkan anak-anaknya, mencukupi kebutuhan lahir-batin keluarga, dan sederet lainnya&#8230;.</p>
<p>Ditambah lagi, mereka &#8220;ngeri&#8221; harus kehilangan kebebasan untuk kapan saja bisa bergaul dengan teman-temannya. Juga, mesti serius dengan pasangannya. Wuihh&#8230;.</p>
<p>Jadi, apa yang Anda alami masih lumrah, sepanjang nggak kelebihan dosis. Mungkin Anda perlu memandang perkawinan dari kacamata yang lebih cerah. Tidak sekadar terdiri dari sederet kewajiban dan hilangnya kebebasan. Perkawinan adalah bagian dari tugas perkembangan.</p>
<p>Mengalir sajalah. Dan satu lagi, beranilah mengambil resiko. Apakah nanti berjalan mulus atau banyak halangan, itu biasa. Persoalan mesti diatasi, dan pasti muncul dalam setiap bentuk perkawinan. Bergantung intensitas masalah. Bahwa nanti masalahnya kok ternyata sulit banget, ya itu masalah nanti&#8230;.</p>
<p>Yang penting, justru pada kesepakatan Anda dan calon istri. Udah sreg, belum? Kayaknya Anda tak punya ketakutan untuk menikah, hanya masih belum siap secara mental dan finansial untuk sementara. Ini semacam &#8220;penyakit&#8221; yang banyak beredar di kalangan pria yang memasuki gerbang perkawinan.</p>
<p>Bagaimana bila Anda <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/09/konsultasi-perlukah-cepat-cepat-menikah/">menunda perkawinan</a> barang setahun-dua tahun lagi? Sembari mengisi pundi-pundi tabungan lebih penuh lagi. Anda [pun] bisa ngomong-ngomong lebih intensif dengan calon istri, hingga Anda lebih siap dan yakin mengatakan, &#8220;<em>It&#8217;s time to get married.</em>&#8220;</p></blockquote>
<p>Tambahan jawaban dari <strong>M Shodiq Mustika</strong> (di KTP tertulis: Ustadz/Mubaligh):</p>
<h2>Supaya Mampu Menikah</h2>
<p>Disamping miskin harta, ada pula jenis-jenis “miskin” lainnya yang menjadikan sebagian diantara kita belum mampu menikah. Diantaranya: “miskin hati” (misal: sulit mencintai), “miskin jiwa” (misal: takut berumahtangga), dan “miskin akal” (misal: kurang mampu mengatasi kebelummampuan untuk menikah). Namun, apa pun jenis “kemiskinan” kita, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/08/arahkan-pacaran-menuju-pernikahan/">karunia Allah akan menjadikan kita mampu menikah</a>. Sebab, Allah itu Mahaluas karunia-Nya.</p>
<p>“<em>Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu&#8230;. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui.</em>” (QS an-Nuur [24]: 32)</p>
<p>Oleh karena itu, kalau Anda menghendaki karunia Allah tersebut, sehingga mampu menikah, silakan amalkan <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/">dzikir cinta</a>:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Wallâhu wâsi‘un ‘alîm.</strong><br />
(<em>Dan Allah Mahaluas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui.</em>)<br />
(QS an-Nisaa’ [4]: 32)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/190/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/190/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=190&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/02/supaya-siap-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taaruf dan pacaran islami: Mana yang lebih efektif?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/23/taaruf-dan-pacaran-islami-mana-yang-lebih-efektif/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/23/taaruf-dan-pacaran-islami-mana-yang-lebih-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 00:34:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nikmati kemesraan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[definisi pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[nazhar]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Dalam &#8220;studi kasus&#8221; terhadap seseorang, supaya lebih mengenal dia, manakah yang lebih efektif: [1] perhatikan isi rumahnya, amati lingkungan pergaulannya, kenali latar belakang pendidikannya, telusuri bacaannya, cari keterangan dari saudara dan temannya, dan berdiskusi saat silaturahmi; ataukah [2] menjalin hubungan cinta yang mendalam dengan dia, yang mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan, dan kerinduan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=180&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/21/pacaran-bukanlah-seperti-membuka-buku-sampai-lecek-dan-lusuh/">studi kasus</a>&#8221; terhadap seseorang, supaya <strong>lebih mengenal</strong> dia, manakah yang lebih efektif: [1] perhatikan isi rumahnya, amati lingkungan pergaulannya, kenali latar belakang pendidikannya, telusuri bacaannya, cari keterangan dari saudara dan temannya, dan berdiskusi saat silaturahmi; ataukah [2] menjalin hubungan cinta yang mendalam dengan dia, yang mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan, dan kerinduan, di samping mengandung persiapan-persiapan untuk menempuh masa depan bersama, serta menyelinginya dengan tanda-tanda cinta yang manis dan makruf, seperti tukar-pikiran dan tukar-bantuan?</p>
<p><span id="more-180"></span>Nah, pengumpulan data pada cara nomor 1 rupanya menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara saja. Sedangkan pada cara nomor 2, ketiga metode tersebut digunakan pula, tetapi yang diutamakan adalah metode &#8220;partisipasi aktif&#8221; (interaksi yang mendalam). Dalam <em>studi kasus</em>, manakah yang lebih efektif: cara nomor 1 ataukah cara nomor 2?</p>
<p>Apabila Anda sudah mendalami metodologi penelitian kualitatif, tentulah Anda sudah mengerti dan sangat yakin bahwa cara nomor 2-lah yang lebih efektif untuk <strong>lebih mengenal</strong> seseorang yang diteliti. (Lihat, misalnya, buku karya Prof. Dr. S. Nasution, <em>Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif</em> (Bandung: Tarsito, 1992), terutama Bab IV, &#8220;Metode Pengumpulan Data&#8221;.)</p>
<p>Cara nomor 1 (&#8220;perhatikan isi rumahnya &#8230;.&#8221;) tadi itu terdapat dalam model taaruf-pranikah ala Abu al-Ghifari. (Siapa dia, identitasnya tidak jelas.) Ia menguraikannya di bukunya, <em>Pacaran yang Islami Adakah </em>(Bandung: Mujahid Press, 2004), sub-bab III C. Model-model taaruf-pranikah lainnya, yang dikemukakan oleh sejumlah aktivis dakwah yang sepaham dengannya, tampaknya juga hanya menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara saja. Sampai saat ini, saya belum pernah menjumpai model taaruf-pranikah yang menganjurkan penggunaan metode &#8220;partisipasi-aktif&#8221; (interaksi yang mendalam).</p>
<p>Adapun cara nomor 2 (&#8220;menjalin hubungan cinta yang mendalam &#8230;.&#8221;) dikemukakan oleh Abdul Halim Abu Syuqqah (seorang ulama Ikhwanul Muslimin) dalam bukunya, <em>Kebebasan Wanita</em>, Jilid 5 (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), hlm. 75-77. Metode &#8220;partisipasi-aktif&#8221; (interaksi yang mendalam) ini tampak jelas pula dalam model percintaan pranikah ala Ibnu Hazm al-Andalusi, seorang ulama besar di Abad Pertengahan. Cara ini tersirat pula dalam model percintaan pranikah ala Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, seorang ulama besar yang tentu tak asing lagi bagi kita. Inilah <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/">model-model pacaran islami</a>.</p>
<p>Jadi, untuk lebih mengenal si dia, <strong>pacaran islami itu lebih efektif daripada taaruf-pranikah</strong>.</p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/180/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/180/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=180&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/23/taaruf-dan-pacaran-islami-mana-yang-lebih-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran Islami ala Aktivis Tarbiyah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/16/pacaran-islami-ala-aktivis-tarbiyah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/16/pacaran-islami-ala-aktivis-tarbiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 21:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Langkah darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah para aktivis dakwah dari kalangan Tarbiyah tidak suka melakukan pacaran secara islami atau &#8220;bercinta sebelum khitbah&#8221;? Benarkah bagi mereka, satu-satunya jalan menuju pernikahan adalah taaruf? Benarkah semuanya menentang mati-matian gagasan pacaran islami? Apa dampak dan konsekuensinya, baik bagi pribadi maupun kepentingan dakwah?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam itu dapat kita jumpai secara tersirat dalam sebuah pesan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=127&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Benarkah para aktivis dakwah dari kalangan Tarbiyah tidak suka melakukan pacaran secara islami atau &#8220;bercinta sebelum khitbah&#8221;? Benarkah bagi mereka, satu-satunya jalan menuju pernikahan adalah taaruf? Benarkah semuanya menentang mati-matian gagasan pacaran islami? Apa dampak dan konsekuensinya, baik bagi pribadi maupun kepentingan dakwah?</p>
<p><span id="more-127"></span>Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam itu dapat kita jumpai secara tersirat dalam sebuah pesan dari seorang aktivis tarbiyah yang menyebut dirinya &#8220;radur-man&#8221;:</p>
<blockquote><p>Assalamu’alaikum….</p>
<p>Pak Shodiq, kenalan dulu yah sekalian bagi2 pengalaman. Saya tahu blog ini dari temen saya di suatu masjid kampus, dan sejak itu saya selalu mampir ke sini (kurang lebih semingguan) di sela-sela kerja di kantor (mumpung internet gratis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Saya hampir telah membaca semua postingan Pak Shodiq di sini beserta komen2nya.</p>
<p>Subhanallah, akhirnya ada juga yang berani merumuskan pacaran secara islami. Dan konsep pacaran islami yang bapak usung saya sangat menyetujuinya. Memang sih, judulnya itu (pacaran islami) menyulut api banget bagi aktivis tarbiyah.</p>
<p>Eits, jangan salah, saya juga tarbiyah lho (paling nggak masih aktif liqo). Kebetulan dulu saya kuliah di salah satu Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, dan alhamdulillah sudah lulus setahun yang lalu. Selama kuliah saya juga aktif di masjid kampusnya (dan sempat menempati asramanya selama setahun).</p>
<p>Nah, yang ingin saya soroti di sini berdasarkan pengalaman saya adalah ternyata <strong>konsep pacaran islami ini sudah buanyak dilakukan oleh para aktivis dakwah</strong>. Tapi memang dilakukan sembunyi-sembunyi. Takut di’sidang’ katanya. Trus juga istilahnya bukan pacaran islami, melainkan TTM ato HTS (Hubungan Tanpa Status) ato berkomitmen. Tapi prakteknya sama banget dengan konsep pacaran islami.</p>
<p>Menurut saya pribadi hal seperti itu sangat manusiawi dan toh masing2 tetap menjaga adab2 pergaulan ikhwan-akhwat. Yang saya takutkan justru, <strong>karena merasa berdosa yang sangat berlebihan terhadap perasaan dan hubungan tersebut dan karena mendapat sindiran2 miring dari teman2 sesama aktivisnya, mereka akhirnya menarik diri dari aktifitas dakwahnya dan menghilang dari peredaran</strong>. Dan inilah yang terjadi. Kalo sudah begitu, siapa yang bisa jamin kalo hubungan antara ikhwan-akhwat yang bersangkutan bisa tetap dalam kaidah2 syari’at. Inilah yang sungguh2 disayangkan.</p>
<p>Ikhwahfillah, sadarilah, hal tersebut terjadi di antara kita. Trus, solusi yang paling baik yang bisa kita lakukan apa? Ujung2nya si pelaku disidang lagi disidang lagi. Kenapa nggak kita rame2 ngumpulin duit buat biaya pernikahannya trus kita ringankan segala kesulitannya menuju jenjang pernikahan. Gitu kan solutif. Akhirnya kita juga nggak merasa diri paling benar dan memandang sebelah mata terhadap para pelaku2 tersebut.</p>
<p>Nah, di sinilah saya melihat <strong>ada kekurangan dalam metode pranikah dalam tarbiyah di Indonesia</strong> (gak tahu di luar Indonesia mah, lha wong ternyata Abu Syuqqah, sahabat Yusuf Qardhawi sendiri, malah menulis tentang ‘bercinta sebelum menikah’). Mo dilarang2 juga pasti ada aja yang kayak gitu, baik terang2an maupun sembunyi2. Ya… namanya juga perasaan suka sama lawan jenis, siapa sih yang bisa ngelarang datengnya perasaan kayak gitu.</p>
<p>Saya pernah mendengar sendiri pernyataan seorang akhwat yang dia kutip dari murabbinya seperti ini, “Yang tidak mengikuti peraturan jamaah ini (dengan berta’aruf maksudnya), tidak termasuk dalam jamaah ini! (tarbiyah maksudnya)” Wuiiihhh…… serem banget dengernya. Masa segitu mudahnya sih mengeluarkan seseorang dari jamaah.</p>
<p>Harapan saya pribadi sih, <strong>konsep pacaran islami ato tanazhur pra-nikah ini bisa menjadi suatu trigger dan referensi (paling tidak bahan komparasi) bagi ustadz2 kita untuk merumuskan metoda yang paling baik dan solutif dalam membina percintaan sebelum menikah</strong>. Sedih aja sih, ngeliat temen2 yang berguguran di jalan dakwah hanya karena ini.</p>
<p>Ya… mungkin segitu dulu bagi2 pengalamannya dari saya. Sebenernya sih ada banyak yang ingin saya ceritakan di sini berkaitan dengan pacaran islami berdasarkan apa yang terjadi di sekitar saya (saya dulu kuliah di Seni Rupa &amp; Desain yang punya streotip seram, atheis, mabuk2an, bebas dan yang lebih parah, hanya sedikti aktivis dakwah yang mo mengambil ‘ladang amal’ ini), tapi ntar bosen lagi bacanya</p>
<p>Yah, kapan2 aja lah ya. Trus, maaf juga kalo saya nggak melampirkan dalil satupun karena saya bukan ahli fiqih, hafalannya masih sedikit dan juga bukan ‘abid. Semuanya hanya berdasarkan pengalaman dan pengamatan saja.</p>
<p>Wassalamu’alaikum……</p></blockquote>
<p>Wa&#8217;alaykum salam, akhi/ukhti. Kami menunggu cerita-cerita lainnya. Ulasan di atas sudah menggambarkan <strong>mengapa</strong> mereka melakukan pacaran islami secara diam-diam. Kami tertarik untuk mengetahui lebih lanjut <strong>bagaimana</strong> mereka melakukannya, baik ketika mereka menjadi aktivis dakwah maupun setelah &#8220;menghilang dari peredaran&#8221;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/127/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/127/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=127&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/16/pacaran-islami-ala-aktivis-tarbiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Praktis Mendeteksi Kesungguhan Cintanya</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/18/cara-praktis-mendeteksi-kesungguhan-cintanya/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/18/cara-praktis-mendeteksi-kesungguhan-cintanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2007 03:39:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami misteri]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/18/cara-praktis-mendeteksi-kesungguhan-cintanya/</guid>
		<description><![CDATA[Kabar gembira: kamu bisa mendeteksi apakah si dia sungguh mencintaimu. Caranya, amatilah bagaimana dia tersenyum menanggapi &#8220;keberadaanmu&#8221;.
Memang, ada berbagai jenis senyum. Betapapun manisnya, bisa saja senyum si dia itu bukan lantaran senang, melainkan oleh sebab lain, misal lantaran kesopanan atau pun senyum palsu si &#8220;buaya darat&#8221;. Namun, penelitian ilmiah telah memberitahukan senyum yang bagaimanakah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=60&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kabar gembira: kamu bisa mendeteksi apakah si dia sungguh mencintaimu. Caranya, amatilah <em>bagaimana</em> dia tersenyum menanggapi &#8220;keberadaanmu&#8221;.</p>
<p>Memang, ada berbagai jenis senyum. Betapapun manisnya, bisa saja senyum si dia itu bukan lantaran senang, melainkan oleh sebab lain, misal lantaran kesopanan atau pun senyum palsu si &#8220;buaya darat&#8221;. Namun, penelitian ilmiah telah memberitahukan senyum yang bagaimanakah yang benar-benar bersumber dari rasa suka.</p>
<p><span id="more-60"></span>Untuk jelasnya, berikut ini hasil pembacaan dan pengembangan dari aku, M Shodiq Mustika, terhadap buku Paul Ekman, <em>Emotions Revealed: Understanding Faces and Feelings</em> (London: Phoenix, 2003), Chapter 9:</p>
<p>Lebih dari seratus tahun yang lalu, neurolog Duchenne de Boulogne telah membuktikan bahwa orang yang senang (dalam menanggapi sesuatu) tidak hanya tersenyum, tetapi juga &#8220;mengaktifkan&#8221; (tanpa sadar) otot yang memutar di sekitar mata. Aktifnya otot ini terjadi hanya pada emosi jiwa yang manis. Belakangan, penelitian mutakhir dari Paul Ekman menegaskan bahwa hampir semua orang tidak bisa secara sengaja menggerakkan otot tersebut ketika merasa tidak suka. (Hal ini mengukuhkan &#8220;kebenaran&#8221; pepatah bahwa <strong>mata tidak bisa berbohong</strong>.)</p>
<p>Otot tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu bagian dalam (pengetat pelupuk mata) dan bagian luar (pengetat pelupuk mata dan kulit di bawahnya). Bagian luar inilah yang <em>pada umumnya</em> tidak bisa digerakkan secara sengaja. Bagian inilah yang bergerak ketika orang tersenyum lantaran benar-benar suka. Gerakannya berupa <em>menurunkan alis mata dan kulit di bawahnya, menaikkan kulit di bawah mata, dan menaikkan pipi</em>.</p>
<p>Kalau kamu bukan pengamat yang cermat, mungkin deskripsi gerakan bagian otot tersebut kurang jelas. Untuk lebih memahaminya, perhatikanlah gerakan di seputar mata pada bayi yang umurnya sekitar 10 bulan. Ketika diperkenalkan dengan orang asing, ia tersenyum, tetapi tidak melibatkan otot di sekitar mata. Lain halnya ketika sang ibu mendekatinya. Senyumnya jelas-jelas melibatkan otot di sekitar mata: <em>menurunkan alis mata dan kulit di bawahnya, menaikkan kulit di bawah mata, dan menaikkan pipi</em>. Inilah senyum yang menandakan cinta.</p>
<p>Senyum begitulah yang ditunjukkan oleh setiap orang yang bertemu dengan orang lain yang dia rindukan. Karena itu, kamu bisa mendeteksi kesungguhnya cinta si dia kepadamu. Cara praktisnya: amatilah bagaimana dia tersenyum menanggapi &#8220;keberadaanmu&#8221;.</p>
<p><strong>Perhatian: Sebagian &#8220;buaya darat&#8221; yang berpengalaman mungkin bisa membohongi kamu dengan &#8220;senyum yang menandakan cinta&#8221; ketika menghadapi keberadaanmu dengan tatap muka. Bisa saja senyumnya melibatkan otot di seputar mata. Namun, sulit baginya untuk berbohong dengan senyumnya bila ia menghadapi &#8220;keberadaanmu&#8221; ketika tidak bertatap muka denganmu. Umpamanya, ketika ia (tiba-tiba) mendengar namamu disebut-sebut (dengan citra positif) ketika berbincang-bincang dengan kerabatnya atau kawannya (yang jenis kelaminnya sama denganmu).</strong></p>
<p>Jadi, kalau kamu mau mendeteksi kesungguhan cinta si dia kepadamu, jangan hanya mengandalkan pengamatan diri sendiri. Minta tolonglah kepada beberapa temannya atau kerabatnya (yang netral, jujur, dan jenis kelaminnya sama denganmu) untuk menjadi &#8220;mata-matamu&#8221;. Mintalah mereka untuk sesekali menyebut namamu (dengan citra positif) ketika bertatap-muka dengannya. Mintalah mereka mengamati bagaimana dia tersenyum ketika mendengar namamu disebut-sebut. (Untuk pelaksanaannya, pilihlah waktu-waktu yang tergolong <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/04/saat-terbaik-untuk-pdkt/">saat terbaik untuk PDKT</a>.) Insya’Allah kamu menjadi tahu, benarkah dia sungguh-sungguh suka kepadamu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=60&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/18/cara-praktis-mendeteksi-kesungguhan-cintanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>12 alasan mengapa bercinta sebelum menikah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2007 16:44:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa ulama]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan sebelum menikah]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/</guid>
		<description><![CDATA[Perhatian! Yang dimaksud dengan &#8220;bercinta&#8221; di sini bukanlah berhubungan seksual, melainkan membina hubungan percintaan.

Dalam buku Kebebasan Wanita Jilid 5 (Gema Insani Press, 1999), Abdul Halim Abu Syuqqah (seorang ulama Ikhwanul Muslimin, sahabat Yusuf Qardhawi) membolehkan dan bahkan menyarankan bercinta sebelum khitbah (peminangan). Alasannya antara lain:

Fenomena hubungan percintaan prakhitbah telah ada pada zaman Nabi Muhammad saw. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=5&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perhatian! Yang dimaksud dengan &#8220;bercinta&#8221; di sini bukanlah berhubungan seksual, melainkan membina hubungan percintaan.</p>
<p align="center"><a title="kebebasan-wanita-jilid-5.jpg" href="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/kebebasan-wanita-jilid-5.jpg"><img src="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/kebebasan-wanita-jilid-5.jpg" alt="kebebasan-wanita-jilid-5.jpg" /></a></p>
<p><span id="more-5"></span>Dalam buku <a href="http://www.rumahbukuislam.com/index.php?id=10&amp;kodebuku=GIP99&amp;page=1&amp;pnrbt=1&amp;jml=6" target="_blank"><em>Kebebasan Wanita</em> Jilid 5</a> (Gema Insani Press, 1999), Abdul Halim Abu Syuqqah (seorang ulama Ikhwanul Muslimin, sahabat Yusuf Qardhawi) membolehkan dan bahkan menyarankan bercinta sebelum khitbah (peminangan). Alasannya antara lain:</p>
<ol>
<li>Fenomena hubungan percintaan prakhitbah telah ada pada zaman Nabi Muhammad saw. (hlm. 72-80)</li>
<li>Rasulullah saw. &#8220;menampakkan belas kasihnya kepada kedua orang yang sedang dilanda [saling] cinta&#8221;. (hlm. 75)</li>
<li>Bila cinta didiamkan (tidak dibina), &#8220;maka dikhawatirkan akan terjatuh ke dalam hal-hal yang terlarang.&#8221; (hlm. 73)</li>
<li>Rasa rindu dan cinta kepada lawan-jenis nonmuhrim di luar nikah tidak berdosa (tidak tergolong &#8220;zina hati&#8221;) dan bukan sesuatu yang kotor. (hlm. 74-77)</li>
<li>Cinta kepada lawan-jenis bersifat &#8220;manusiawi, yang bersumber dari asal fitrah [suci]  yang diciptakan Allah di dalam jiwa manusia&#8221;. (hlm. 75)</li>
<li>Cinta yang suci tersebut &#8220;mengandung segala makna kasih-sayang, keharmonisan, penghargaan, dan kerinduan, di samping mengandung persiapan-persiapan untuk menempuh kehidupan di kala suka dan duka, lapang dan sempit.&#8221; (hlm. 75)</li>
<li>Cinta yang suci tersebut &#8220;tidak mungkin terjadi dengan sempurna antara dua orang manusia yang berakal sehat, kecuali setelah terjadi perhubungan yang mendalam dan pengalaman yang panjang, yang memungkinkan kedua belah pihak untuk saling mengenal dan mengetahui unsur-unsur yang dapat menegakkan cinta ini dan menumbuhkembangkannya.&#8221; (hlm. 75)</li>
<li>Kalau tidak melalui &#8220;perhubungan yang mendalam dan pengalaman yang panjang&#8221; begitu, maka [taaruf] yang terjadi hanyalah &#8220;ketertarikan belaka terhadap unsur-unsur lahiriah yang tampak memukau.&#8221; (hlm. 75)</li>
<li>Pertemuan tatap-muka dengan si dia &#8220;merupakan langkah awal, yang sesudah itu dilanjutkan dengan langkah-langkah [PDKT atau pendekatan] berikutnya dan semakin maju hingga mencapai puncak [di titik nikah] atau kembali lagi [ke persahabatan biasa]&#8221; (hlm. 75-76)</li>
<li>Islam tidak mengingkari cinta yang indah, tetapi justru &#8220;menghendaki yang seindah-indahnya&#8221;. Islam menghendaki agar cinta itu &#8220;dijaga, dirawat, dan dilindungi&#8221; dengan harapan berujung pada titik nikah. (hlm. 76)</li>
<li>Islam &#8220;tidak datang untuk membelenggu perasaan manusia, melainkan untuk membersihkannya dan mengarahkannya ke arah kebaikan, agar dengannya seseorang memperoleh kebahagiaan dan dapat membahagiakan orang sekitarnya, bukan untuk menyengsarakannya dan menyengsarakan orang sekitarnya.&#8221; (hlm. 76)</li>
<li>Jalan menuju pernikahan (dari perkenalan hingga akad nikah) yang bisa panjang atau pun pendek tidaklah berbahaya &#8220;jika jalan itu dipenuhi dengan perasaan cinta dan diselingi dengan perkataan-perkataan manis [mesra] yang makruf, atau ditandai dengan tanda-tanda yang manis [mesra] dan makruf, seperti mengadakan tukar pikiran dan bantuan untuk mempersiapkan rumah tangga yang bahagia.&#8221; Cinta di jalan tersebut hendaknya &#8220;menjadi perasaan yang hangat, kegembiraan yang menyenangkan, dan cita-cita yang besar&#8221;. (hlm. 77)</li>
</ol>
<p>Begitulah selusin alasan Abu Syuqqah mengapa sebaiknya kita bercinta sebelum khitbah (peminangan). Bagaimana dengan Anda? Punya alasan lain? Silakan menambahkan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=5&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>96</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/kebebasan-wanita-jilid-5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kebebasan-wanita-jilid-5.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>