<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pacaran Islami &#187; Tata tempat</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/category/1-siagakan-pelaku/tata-tempat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Dec 2009 22:26:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pacaranislami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/30cb6a007ee4daea355dadafbd17ae78?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pacaran Islami &#187; Tata tempat</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Manakah situs ta&#8217;aruf yang bertujuan nikah?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/02/24/manakah-situs-taaruf-yang-bertujuan-nikah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/02/24/manakah-situs-taaruf-yang-bertujuan-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 13:09:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Tata tempat]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin sekali untuk ber ta&#8217;aruf tanpa pacaran dengan tujuan menikah,  karena usia saya juga sudah dewasa 28 tahun , karena saya pikir dengan pacaran hanya membuat dosa. Saya juga telah membaca seluruh artikel dan profile anda, juga bagaimana anda menikah dengan Ta&#8217;ruf tanpa pacaran &#8230; disitulah saya tertarik untuk melakukan Ta&#8217;ruf secara islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=617&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Saya ingin sekali untuk ber ta&#8217;aruf tanpa pacaran dengan tujuan menikah,  karena usia saya juga sudah dewasa 28 tahun , karena saya pikir dengan pacaran hanya membuat dosa. Saya juga telah membaca <a href="http://shodiq.com/feed/">seluruh artikel</a> dan <a href="http://profiles.friendster.com/muhshodiq">profile anda</a>, juga <a href="http://shodiq.com/2009/01/26/pengalaman-pranikah-diriku-pranikah-rasulullah-saw/">bagaimana anda menikah dengan Ta&#8217;ruf tanpa pacaran</a> &#8230; disitulah saya tertarik untuk melakukan Ta&#8217;ruf secara islam dengan Tujuan menikah. Jujur saja, sudah beberapa situs perkenalan  Ta&#8217;ruf saya masuki dan berkenalan dengan member nya ternyata orang-orangnya hanya untuk tujuan Just Fun (Free sex) saya kecewa sekali , karena tujuan saya memang untuk membangun kebaikan bukan menambah dosa &#8230;. Sesama muslim saya minta tolong , sekira di mana tempat untuk berta&#8217;ruf yang mempunyai tujuan yang baik (tujuan untuk menikah)?</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-617"></span></p>
<p>Niatmu untuk segera menikah itu bagus. Aku mendukungnya. Namun yang kusarankan bukanlah sekadar ta&#8217;aruf. Di halaman depan <a href="http://taaruf.ning.com/">Ta&#8217;aruf Network</a> telah kupaparkan:</p>
<blockquote><p>Menurut Al-Qur’an (al-Hujurat 13), kita diperintahkan untuk bertaaruf (berkenalan) dengan semua manusia, baik dengan sesama jenis maupun dengan lawan jenis, baik sebangsa maupun dengan bangsa lain, dan sebagainya. Pembatasan taaruf untuk pranikah saja justru merupakan bid’ah. (Lihat “<a href="http://shodiq.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/">Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!</a>“.)</p>
<p>Atas dasar itu, marilah kita terima semua tawaran untuk bertaaruf. Hanya saja, perlu kita tegaskan sejak awal bahwa kita bersedia bertaaruf ini dalam rangka mengamalkan Al-Qur’an, terutama surah al-Hujurat ayat 13. Kita tegaskan pula bahwa menurut ayat ini, taaruf itu bermakna luas, bukan sebatas untuk pranikah. Seandainya taaruf ini berlanjut ke pernikahan, khususnya yang berstatus single, ya syukur alhamdulillah. Namun seandainya lanjutannya sebatas persahabatan belaka, maka mestinya tiada pihak yang merasa dikecewakan.</p></blockquote>
<p><strong>Untuk pranikah, Islam tidak mengajarkan ta&#8217;aruf (perkenalan), tetapi tanazhur (penaruhan perhatian).</strong> (Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/">Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?</a>&#8220;.) Apabila ta&#8217;aruf itu lebih menekankan informasi (lahiriah), maka tanazhur itu lebih menekankan interaksi (batiniah).  (Lihat &#8220;<a href="http://shodiq.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/">10 Perbedaan Ta’aruf dan Pacaran Islami</a>&#8220;.)</p>
<p>Saranku, perbanyaklah interaksi dengan orang-orang yang kau pandang baik (shalih) tanpa pamrih tertentu, termasuk pamrih untuk berjodoh. Orang Jawa bilang, witing trisno jalaran soko kulino (tumbuh cinta lantaran sering berinteraksi). Bila orang yang berinteraksi denganmu itu menyukaimu, maka dia akan turut berusaha membantu perjodohan dirimu (atau bahkan berjodoh denganmu). Untuk keterangan lebih lanjut, silakan simak buku <a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>, terutama Bab 3, &#8220;Matematika Jodoh&#8221;, sub-bab &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/02/22/dalam-bercinta-wanita-membutuhkan-foreplay/">Seleksi Jodoh secara Sistematis</a>&#8220;.</p>
Posted in 1 - Siagakan pelaku, Tata tempat Tagged: islami, komunikasi, pacaran, pranikah, taaruf, tanazhur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/617/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=617&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/02/24/manakah-situs-taaruf-yang-bertujuan-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Efisien Peroleh Jodoh</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/02/14/cara-efisien-peroleh-jodoh/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/02/14/cara-efisien-peroleh-jodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 21:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[Tata tempat]]></category>
		<category><![CDATA[biro jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=600</guid>
		<description><![CDATA[Berkali-kali melewatkan Hari Kasih Sayang tanpa pasangan? Mungkin situs perjodohan (seperti Ta&#8217;aruf Network) perlu dicoba untuk mencari pasangan hidup. Sebab, menurut survei, seperlima pengguna situs perjodohan di internet ternyata sukses menikah dengan jodoh yang mereka temui secara online itu. Apalagi, cara online ini sangat efisien: biayanya sedikit, tapi bisa menjangkau banyak sasaran yang secara fisik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=600&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berkali-kali melewatkan Hari Kasih Sayang tanpa pasangan? Mungkin situs perjodohan (seperti <a href="http://taaruf.ning.com/">Ta&#8217;aruf Network</a>) perlu dicoba untuk mencari pasangan hidup. Sebab, menurut survei, seperlima pengguna situs perjodohan di internet ternyata sukses menikah dengan jodoh yang mereka temui secara <em>online</em> itu. Apalagi, cara <em>online</em> ini sangat efisien: biayanya sedikit, tapi bisa menjangkau banyak sasaran yang secara fisik berada jauh dari kita.</p>
<p><span id="more-600"></span>Ini dia beritanya:</p>
<p><span style="font-size:xx-small;"><span class="date">Jumat, 13/02/2009 17:19 WIB </span></p>
<p></span><span style="font-size:x-large;"><span class="judul"><a href="http://www.detikinet.com/read/2009/02/13/171924/1084651/398/seperlima-pemakai-situs-kencan-temukan-jodoh">Seperlima Pemakai Situs Kencan Temukan Jodoh</a> </span><br />
</span><span class="reporter"><strong>Fino Yurio Kristo</strong> &#8211; detikinet</span></p>
<p><img src="http://www.detikinet.com/images/content/2009/02/13/398/GirlComputerHugweb150.jpg" class="alignright" border="0" alt="" hspace="0" /></p>
<p><strong>London</strong> &#8211; Berkali-kali melewatkan Valentine tanpa pasangan? Barangkali situs kencan perlu dicoba untuk mencari teman kencan atau malah pasangan hidup. Sebab menurut survei, seperlima pengguna situs kencan sukses menikah dengan jodoh yang mereka temui secara <em>online</em>.</p>
<p>Survei tersebut dilakukan Which?, website mengenai perkencanan di Inggris. Dari ribuan responden yang ditanyai, lebih dari separuhnya akhirnya memang sempat berkencan dengan seseorang yang mereka temui di internet.</p>
<p>Sejumlah 62 persen responden juga mengakui bahwa lebih mudah bertemu dengan seseorang via internet ketimbang dengan cara lainnya.</p>
<p>&#8220;Kencan <em>online</em> telah merevolusi cara orang bertemu satu sama lain,&#8221; kata Jess Ross, editor Which? seperti dikutip <strong>detikINET</strong> dari Telegraph, Jumat (13/2/2009).</p>
<p>Which? sendiri adalah situs yang memberi berbagai tips agar orang dapat sukses mencari jodoh di dunia maya. Misalnya saja dengan memakai <em>username</em> yang mudah diingat untuk menarik perhatian lawan jenis.</p>
<p>Survei itu dilakukan pada 1504 orang yang telah menggunakan situs kencan dalam 12 bulan terakhir di Inggris.<br />
<strong>( fyk / faw ) </strong></p>
<p>Untuk penjelasan atau diskusi lebih lanjut, silakan <a href="http://shodiq.com/2009/02/14/cara-efisien-peroleh-jodoh/#respond">klik di sini</a>.</p>
Posted in 1 - Siagakan pelaku, Tata tempat Tagged: biro jodoh, internet, kasih sayang, komunikasi, pranikah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/600/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=600&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/02/14/cara-efisien-peroleh-jodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.detikinet.com/images/content/2009/02/13/398/GirlComputerHugweb150.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Syarat Bolehnya Berduaan</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/25/syarat-bolehnya-berduaan/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/25/syarat-bolehnya-berduaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 01:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tata tempat]]></category>
		<category><![CDATA[Tata waktu]]></category>
		<category><![CDATA[cara pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[hadits shahih]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Mengenai penggunaan hadits bolehnya berduaan, seorang penentang islamisasi pacaran mengatakan, &#8220;lihat tujuan Rasul bertemu dengan wanita anshor tsb.. &#8211; wanita anshor tsb punya keperluan ! &#8211; keperluan tsb [b]tidak berlangsung lama[/b] &#8211; mereka tidak dalam keadaan hati kotor karena cinta lawan jenis !&#8221;
Atas dasar itu, dia berpendapat, &#8220;jadi boleh jika lawan jenis saling bertemu dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=287&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengenai penggunaan hadits <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/">bolehnya berduaan</a>, seorang penentang islamisasi pacaran mengatakan, &#8220;lihat <strong>tujuan</strong> Rasul bertemu dengan wanita anshor tsb.. &#8211; wanita anshor tsb <strong>punya keperluan</strong> ! &#8211; keperluan tsb [b]tidak berlangsung lama[/b] &#8211; mereka tidak dalam keadaan hati kotor karena cinta lawan jenis !&#8221;</p>
<p>Atas dasar itu, dia berpendapat, &#8220;jadi boleh jika lawan jenis saling bertemu dengan diawasi dengan orang lain. &#8211; tanpa lama2 &#8211; tanpa ada kekotoran hati karena cinta lawan jenis.&#8221; Kemudian dia pun <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/#comment-2594">menambahkan</a>:</p>
<blockquote><p>beda dengan tujuan pacaran islami dalam blog ini !<br />
- ada kekotoran hati karena cinta lawan jenis<br />
- ada khalwat yg yang lama dengan perlindungan pada hadist ttg berduaan</p>
<p>kalo’ pak shodiq yakin bahwa Rasul memiliki perasaan saling cinta thd wanita anshor tsb, baru boleh blog ini membahas ttg pacaran islami !</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-287"></span>Pertama perlu kita pahami bahwa cinta kepada lawan-jenis di luar nikah, bahkan mengekspresikannya sekalipun, tidaklah kotor. <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/12/06/perlukah-merahasiakan-rasa-cinta/">Lihat artikel Perlukah merahasiakan rasa cinta?</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/24/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-2/">Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? (2)</a></p>
<p>Selanjutnya mesti kita sadari bahwa menurut kaidah ushul fiqih, kebolehan muamalah (termasuk berduaan dengan nonmuhrim) <strong>tidak</strong> membutuhkan dalil. Yang membutuhkan dalil adalah pelarangannya. Kaidahnya, <strong><em>semua muamalah itu halal, kecuali ada dalil qath’i yang melarangnya</em></strong>. </p>
<p>Nyatanya, dalam <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/">hadits tersebut</a> sama sekali tidak ditunjukkan persoalan lama-singkatnya. Tidak juga disebutkan syarat tiadanya rasa cinta. Hadits tersebut menekankan <strong>pengawasan</strong> dalam berduaan dengan lawan-jenis. </p>
<p>Itulah sebabnya mengapa kita dapat menerima pernyataan Imam Bukhari (yang meriwayatkan hadits tersebut) yang “memperbolehkan seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan <em>di dekat orang-orang</em>” <strong>tanpa embel-embel</strong> “asalkan tidak disertai rasa cinta” atau pun “asalkan dalam waktu singkat”. Sebab, tidak ada dalil qath&#8217;i untuk pelarangan berduaan dalam keadaan &#8220;disertai rasa cinta&#8221; atau pun &#8220;dalam waktu yang tidak singkat&#8221;.</p>
<p>Sungguhpun demikian, kami tidak pernah menyarankan siapa pun untuk berlama-lama dalam berduaan (walau dalam pengawasan). Kami justru menekankan perlunya aktivitas “seperti berpuasa” alias menahan diri. (Lihat halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/">Taman Cinta</a>.) Jadi, secara tersirat kami justru menekankan bahwa kalau berdua-duaan itu hendaknya tidak berlama-lama. </p>
<p>Kami tidak pernah menyeru para pembaca untuk berpacaran “seperti pada umumnya orang pacaran”. Kalau pada umumnya mereka berduaan berlama-lama, kita tidak usah meniru-niru mereka. Yang kami serukan, marilah kita islamisasikan budaya kita, termasuk dalam hal berduaan dalam pacaran. Marilah kita melakukan islamisasi ini melalui berbagai jalan, termasuk melalui blog ini.</p>
<p>Wallahu a’alam. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/287/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/287/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=287&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/25/syarat-bolehnya-berduaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran di Masjid, Diciduk Satpam</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/08/pacaran-di-masjid-diciduk-satpam/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/08/pacaran-di-masjid-diciduk-satpam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 23:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Tata tempat]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[bercumbu]]></category>
		<category><![CDATA[ubah takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[MAKASSAR&#8211;JANGAN kira pacaran dan berbuat mesum di lingkungan masjid bisa luput dari pantauan warga. Bahkan, di tempat gelap sekali pun banyak pasang mata yang bisa mengintip.
Buktinya, sepasang kekasih sebut saja Kumbang, 20, dan Mawar, 19, yang akan menghabiskan malam minggunya dengan pacaran di samping masjid akhirnya tidak kesampaian. Malah pasangan kekasih yang masih tercatat sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=204&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>MAKASSAR&#8211;JANGAN kira pacaran dan berbuat mesum di lingkungan masjid bisa luput dari <a href="http://rahard.wordpress.com/2008/07/07/harga-telekomunikasi-di-indonesia/" target="_blank">pantauan warga</a>. Bahkan, di tempat gelap sekali pun banyak pasang mata yang bisa mengintip.</p>
<p>Buktinya, <a href="http://ratutebu.wordpress.com/2008/07/07/menikah-haruskah-karena-cinta/" target="_blank">sepasang kekasih</a> sebut saja Kumbang, 20, dan Mawar, 19, yang akan menghabiskan malam minggunya dengan pacaran di samping masjid akhirnya tidak kesampaian. Malah pasangan kekasih yang masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar itu menghabiskan malam panjangnya di kantor polisi.</p></blockquote>
<p>Demikian dua paragraf pertama pada sebuah berita dari <a href="http://www.fajar.co.id/index.php?act=news&amp;id=49642">Harian Fajar</a>. Penasaran mau tahu cerita kelanjutannya? <span id="more-204"></span>Boleh.</p>
<blockquote><p>Ceritanya, keduanya kepergok satpam Masjid Al Markaz Al Islam. Dua oknum mahasiswa itu diduga sedang berbuat mesum di lingkungan masjid. Pasangan kekasih itu pun kaget bukan kepalang melihat sang satpam. Ia <a href="http://ducatimonster.wordpress.com/2008/07/06/new-mio-sporty-serangan-balik-ymki-atas-ahm/" target="_blank">tidak menyangka</a>, tempat sepi dan gelap itu bisa ditemukan oleh satpam.</p>
<p>Tanpa pikir panjang, sang satpam yang menangkap basah langsung membawanya ke Mapolsekta Bontoala. Awalnya, kedua pasangan kekasih itu menolak dengan alasan hanya duduk saja.</p>
<p>&#8220;Saya cuma duduk saja Pak. Tidak berbuat apa-apa,&#8221; kata <a href="http://harapandiri.wordpress.com/2008/07/07/untuk-para-pria/" target="_blank">Kumbang</a>. Namun, sang satpam berkeras untuk membawa keduanya ke kantor polisi.</p>
<p>&#8220;Ah, ayo ikut! Tadi saya liat kamu ciuman sambil baku pegang. Nanti <a href="http://ndorokakung.com/2008/07/07/peran-pecas-ndahe/" target="_blank">diselesaikan di kantor polisi</a> saja,&#8221; kata satpam tadi.</p>
<p>Di Mapolsekta Bontoala, keduanya <a href="http://beradadisini.wordpress.com/2008/07/07/kebahagiaan-dua-lapis/" target="_blank">tidak henti-hentinya menangis</a>. Apalagi, polisi kemudian memanggil keluarga sang wanita.</p>
<p>Kapolsekta Bontoala, AKP H Sudarmin yang ditemui mengatakan, keduanya hanya diberi peringatan untuk tidak mengulangi perbuatannya. &#8220;Keduanya <a href="http://jalansutera.com/2008/07/07/al-amin-nasution-koruptor-yang-suka-main-perempuan/" target="_blank">suka sama suka</a>. Tapi tempat bermesraannya salah,&#8221; katanya. (her)</p></blockquote>
<p>Hah?! Yang salah, tempatnya? Jadi, kalau tempat lain, misalnya di kamar kos, boleh berciuman dengan pacar??</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/204/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/204/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=204&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/08/pacaran-di-masjid-diciduk-satpam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Sengaja “Jauh di Mata”</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/17/mengapa-sengaja-%e2%80%9cjauh-di-mata%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/17/mengapa-sengaja-%e2%80%9cjauh-di-mata%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 21:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hasilkan kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tata tempat]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Strategi “sengaja jauh di mata” (memilih menjaga jarak) itu diutamakan oleh Ibnu Hazm al-Andalusi antara lain [1] supaya tidak terjerumus ke lembah dosa. Di samping itu, masih ada hikmah-hikmah lain sebagai berikut.
Bisa saja, jarak itu sengaja diciptakan si pencinta [2] supaya sang pujaan tidak malah “lari meninggalkannya”. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 173) Sebagian orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=144&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Strategi “sengaja jauh di mata” (<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/16/aku-memilih-diam-di-sini/">memilih menjaga jarak</a>) itu diutamakan oleh Ibnu Hazm al-Andalusi antara lain [1] <strong>supaya tidak terjerumus ke lembah dosa</strong>. Di samping itu, masih ada hikmah-hikmah lain sebagai berikut.</p>
<p><span id="more-144"></span>Bisa saja, jarak itu sengaja diciptakan si pencinta [2] <strong>supaya sang pujaan tidak malah “lari meninggalkannya”</strong>. (<em>Di Bawah Naungan Cinta</em>, hlm. 173) Sebagian orang memang lebih suka menjaga jarak, baik lantaran kepribadiannya memang begitu, maupun lantaran keadaan “darurat”. (Contoh keadaan “darurat”: berada di lingkungan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/16/pacaran-islami-ala-aktivis-tarbiyah/">ikhwan-akhwat tarbiyah tertentu</a> yang menentang pacaran islami.)</p>
<p>Ada kalanya, menjaga jarak dengan kekasih diperlukan [3] <strong>untuk menghindari gunjingan</strong>. Sesungguhnya, jarak yang terjaga dengan tujuan ini “lebih indah” daripada tatap-muka langsung atau berdekat-dekatan dengannya. (<em>Di Bawah Naungan Cinta</em>, hlm. 143)</p>
<p>Ada kalanya pula, menjaga jarak dengan kekasih dibutuhkan [4] <strong>untuk saling menguji kesetiaan dan kesabaran</strong>, serta [5] <strong>menghindari rasa jenuh</strong>, di samping [6] <strong>mengajarkan pentingnya keberadaan sang kekasih</strong>. Jarak yang terjaga dengan tujuan ini masih juga “lebih mengasyikkan” daripada bertatap-muka atau berdekat-dekatan dengannya. (<em>Di Bawah Naungan Cinta</em>, hlm. 146)</p>
<p>***</p>
<p>Begitulah motivasi-motivasi Ibnu Hazm al-Andalusi, yang menguak alasan mengapa beliau suka mengandalkan strategi “sengaja jauh di mata”. Bagaimana dengan Anda? Apa motivasi Anda bila menjaga jarak dengan si dia?</p>
<p>Saya harap, motivasi Anda selalu positif. Seandainya motivasi Anda negatif, umpamanya karena merasa jijik, sebaiknya Anda menggesernya ke arah positif.</p>
<p>Ibnu Hazm menerangkan, “Aku pernah merasa sangat jijik berteman dengan kaum perempuan dan ini membuatku sulit beristri. Tampaknya aku harus berjuang keras untuk menghilangkan perasaan semacam ini, yang menurutku akan mengakibatkan persoalan buruk bagi diriku.” (<em>Bijak dan Bahagia</em>, hlm. 59)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/144/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/144/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=144&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/17/mengapa-sengaja-%e2%80%9cjauh-di-mata%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shahihnya Hadits Yang Membolehkan Berduaan</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 11:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA["Pendekatan"]]></category>
		<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[Tata tempat]]></category>
		<category><![CDATA[hadits shahih]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang wanita [non-muhrim] dari kaum Anshar telah mendatangi Nabi saw., lalu beliau berduaan dengannya. (HR Bukhari &#38; Muslim dari Anas bin Malik r.a.) Inilah salah satu dari hadits-hadits shahih yang terlupakan (jarang diungkap kepada publik).
Hadits tersebut dimuat di Shahih Bukhari, kitab &#8220;Nikah&#8221;, bab &#8220;Sesuatu Yang Membolehkan Seorang Pria Berkhalwat dengan Seorang Perempuan di Dekat Orang-orang&#8221;, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=57&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="color:#800080;">Seorang wanita [non-muhrim] dari kaum Anshar telah mendatangi Nabi saw., lalu beliau berduaan dengannya. (HR Bukhari &amp; Muslim dari Anas bin Malik r.a.) Inilah salah satu dari <span style="color:#0000ff;"><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/11/hadits-hadits-shahih-yang-terlupakan/">hadits-hadits shahih yang terlupakan</a></span> (jarang diungkap kepada publik).</span></strong></p>
<p><strong></strong><strong><span style="color:#800080;"><span id="more-57"></span>Hadits tersebut dimuat di <em>Shahih Bukhari</em>, kitab &#8220;Nikah&#8221;, bab &#8220;Sesuatu Yang Membolehkan Seorang Pria Berkhalwat dengan Seorang Perempuan di Dekat Orang-orang&#8221;, jilid 11, hlm. 246. </span></strong>Hadits tersebut juga dimuat di <em>Shahih Muslim</em>, kitab &#8220;Keutamaan Para Shahabat&#8221;, bab &#8220;Keutamaan Kaum Anshar&#8221;, jilid 7, hlm. 174.</p>
<p>Kebanyakan ulama sepakat menetapkan bahwa dari segi sanad (periwayatan), derajat hadits yang paling tinggi (<strong><span style="color:#800080;">paling shahih</span></strong>) adalah yang dimuat di <em>Shahih Bukhari</em> dan sekaligus <em>Shahih Muslim</em>. (Peringkat kedua adalah yang dimuat di <em>Shahih Bukhari</em>, tetapi tidak dimuat di <em>Shahih Muslim</em>. Peringkat ketiga adalah yang dimuat di <em>Shahih Muslim</em>, tetapi tidak dimuat di <em>Shahih Bukhari</em>.) Jadi, keshahihan hadits tersebut amat sangat meyakinkan dan tidak meragukan sama sekali.</p>
<p>Lantas, apakah dengan shahihnya hadits tersebut, engkau boleh berduaan dengan pacarmu sebebas-bebasnya? Tidak! Imam Bukhari mengatakan secara tersirat (dari judul bab yang memuat hadits tersebut) bahwa berduaan itu boleh <strong><span style="color:#800080;">dengan syarat</span></strong> &#8220;di dekat orang-orang&#8221;.</p>
<p>Apa yang dimaksud dengan &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/26/fatwa-pacaran-siapa-yang-salah/">di dekat orang-orang</a>&#8220;? Mari kita simak penjelasan Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitabnya, <em>Fathul Bari</em>. Kitab ini kami pilih karena kitab inilah yang secara luas diakui sebagai kitab terbaik di antara kitab-kitab yang menjelaskan hadits-hadits shahih Bukhari.</p>
<p>Menurut Ibnu Hajar, &#8220;di dekat orang-orang&#8221; itu maksudnya keadaan mereka berdua &#8220;tidak tertutup dari pandangan orang lain&#8221; dan suara pembicaraan mereka &#8220;terdengar oleh orang lain&#8221; walaupun secara sama-samar (sehingga isi pembicaraan mereka tidak diketahui oleh orang lain). Lebih lanjut, Ibnu Hajar menerangkan, &#8220;Hadits tersebut juga menunjukkan bahwa pembicaraan dengan non-muhrim yang bersifat rahasia tidaklah tercela dalam agama jika aman dari kerusakan [lantaran zina dan kemunkaran lainnya].&#8221; (<em>Fathul Bari</em>, jilid 11, hlm. 246-247)</p>
<p>Atas dasar itu, kami simpulkan: <strong>Kita <em>boleh</em> berduaan dengan non-muhrim <em><span style="color:#800080;">bila terawasi</span></em>, yaitu dalam keadaan yang manakala terlihat tanda-tanda zina, yang ‘kecil’ sekalipun, akan ada orang lain yang menaruh perhatian dan cenderung mencegah terjadinya zina.</strong></p>
<p>Lantas, bagaimana dengan hadits-hadits shahih lain yang menyatakan terlarangnya berkhalwat (berduaan) dengan non-murim? Tidakkah bertentangan? Tidak! Hadits-hadits yang menyatakan terlarangnya khalwat itu bersifat umum. Keumumannya telah dibatasi (ditakhshish) oleh hadits di atas. Dengan kata lain, hadits-hadits tersebut menyatakan: <strong>Kita <em>tidak</em> boleh berduaan dengan non-muhrim (tanpa disertai muhrim), <em><span style="color:#800080;">kecuali</span></em> <em><span style="color:#800080;">bila terawasi</span></em> (di dekat orang lain)</strong>.</p>
<p>Jadi, kalau engkau <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/">berduaan dengan pacar</a>mu (atau pun lawan-jenis non-muhrim lainnya), pastikanlah bahwa kalian berada dalam keadaan terawasi (di dekat orang lain). Adapun ketika kita melihat seseorang berduaan dengan pacarnya (atau pun lawan-jenis non-muhrim lainnya), seharusnya di antara kita ada yang <em>mengawasi</em> mereka supaya mereka tidak berzina. Jangan malah pura-pura tak tahu atau pun melarang mereka berduaan!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=57&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>80</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>