<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pacaran Islami &#187; Benahi pikiran</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/category/3-arungi-makna/benahi-pikiran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Dec 2009 22:26:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pacaranislami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/30cb6a007ee4daea355dadafbd17ae78?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pacaran Islami &#187; Benahi pikiran</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pilih Sungguh-Sungguh Islami ataukah Kelihatan Islami?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/02/08/pilih-sungguh-sunguh-islami-ataukah-kelihatan-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/02/08/pilih-sungguh-sunguh-islami-ataukah-kelihatan-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 04:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[pak, tidak semua orang membaca keseluruhan blog ini…
saya maklum terhadap orang-orang yang berkomentar “pedas” “cepat” dan “singkat”.
Di satu sisi, aku pun memakluminya. Di sisi lain, aku sangat menyayangkan mengapa aktivis dakwah lebih menaruh perhatian pada &#8220;kulit&#8221; daripada isi. Kalau aktivis saja sudah begitu, bagaimana dengan obyek dakwahnya?
saya harap bapak juga bisa lebih kalem, lapang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=594&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>pak, tidak semua orang membaca keseluruhan blog ini…<br />
saya maklum terhadap orang-orang yang berkomentar “pedas” “cepat” dan “singkat”.</p></blockquote>
<p>Di satu sisi, aku pun memakluminya. Di sisi lain, aku sangat menyayangkan mengapa aktivis dakwah lebih menaruh perhatian pada &#8220;kulit&#8221; daripada isi. Kalau aktivis saja sudah begitu, bagaimana dengan obyek dakwahnya?</p>
<blockquote><p>saya harap bapak juga bisa lebih kalem, lapang dan jelas dalam memberikan tanggapan balik, karena orang yang sejak awal sudah berfikiran keras, akan lebih susah diberi masukan…</p></blockquote>
<p>Silakan memberi contoh dengan menanggapi <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/08/konsultasi-cara-pdkt-ama-akhwat-aktivis/#comment-3830">sebuah komentar ivan</a> dan beberapa komentar serupa, lalu <span id="more-594"></span>mari kita lihat hasilnya. </p>
<blockquote><p>memang benar kalau ada yang mengatakan “rassulullah tidak pernah mengajarkan pacaran”, emang enggak… </p></blockquote>
<p>Benarkah begitu? Lihat &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/">Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)</a>&#8220;.</p>
<blockquote><p>apalagi konotasi pacaran sekarang buruk dimata islam,</p></blockquote>
<p>Islam yang mana? Buktinya mana? Kalau bagi sebagian besar pengunjung blog ini, pacaran itu berkonotasi positif, sedangkan pacaran islami sangat positif. Untuk buktinya, lihat &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/">Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah</a>&#8220;.</p>
<blockquote><p>terkadang orang yang sudah terlanjur meng”judge” sesuatu dengan keras, diberi link penjelasannya pun bisa malas meng-”klik”… </p></blockquote>
<p>Link itu untuk efisiensi. Kalau aku selalu sampaikan penjelasan panjang-lebar, maka akan ada banyak pengunjung yang terganggu. Paling tidak, aksesnya akan lebih lambat. Dulu, ketika aku belum sesibuk sekarang, aku pun sering menyampaikan penjelasan yang panjang-lebar, tapi hasilnya kurang signifikan bila dibandingkan dengan efisiensi yang dikorbankan. Jadi, &#8220;terkadang orang yang sudah terlanjur meng&#8217;judge&#8217; sesuatu dengan keras,&#8221; diberi penjelasan yang panjang-lebar pun mereka malas membacanya. Jangankan penjelasan di bagian komentar. Penjelasan di dalam artikel yang mereka komentari pun tidak mereka baca dengan secermat-cermatnya.</p>
<blockquote><p>untuk tulisan &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/08/konsultasi-cara-pdkt-ama-akhwat-aktivis/">Konsultasi: Cara PDKT ama Akhwat Aktivis</a>&#8220;, saya maklum dengan saudara <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/08/konsultasi-cara-pdkt-ama-akhwat-aktivis/#comment-3756">preemzz</a> karena (maaf beribu maaf) penulisannya mirip dengan tips di majalah2 remaja dengan tema “bagaimana cara ngedapatin hati si “dia” “.<br />
jadi seakan-akan memang PDKT nya menjadi terlihat tidak islami…</p></blockquote>
<p>Khalayak utama yang aku bidik di sini bukanlah orang-orang seperti preemz, melainkan orang-orang &#8220;awam&#8221;. (Aktivis dakwah yang &#8220;awam&#8221; pun tercakup di sini. Lihat halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/profil-pembaca/">Profil Pembaca</a>.) Karena itulah aku menggunakan gaya penyampaian pesan yang menurutku lebih mudah mereka tangkap. </p>
<p>Kalau di mata orang-orang seperti preemz, kiat-kiat seperti itu &#8220;<strong>terlihat</strong> tidak islami&#8221;, aku memang lebih menekankan <strong>hakikat</strong>nya daripada kelihatannya. Aku justru sangat menyayangkan pesan-pesan dari sejumlah aktivis dakwah yang kelihatannya islami, padahal pada hakikatnya tidak islami. (Untuk contoh, lihat &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/">Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!</a>&#8220;.)</p>
<blockquote><p>yah, hanya sebagai masukan saja pak… semoga diberi kesabaran dan jalan yang lebih baik… amin…</p></blockquote>
<p>Aamiin. Terima kasih atas masukannya, insya&#8217;Allah sangat berguna bagi kita semua.</p>
<blockquote><p>saya sedang bahagia jatuh cinta nih… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
<p>Alhamdulillaah&#8230; Aku turut berbahagia atas kebahagiaanmu. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
Posted in 3 - Arungi makna, Benahi pikiran Tagged: dakwah, pacaran dalam islam, pranikah, sunnah nabi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/594/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/594/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=594&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/02/08/pilih-sungguh-sunguh-islami-ataukah-kelihatan-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Luar biasa!! Seorang lelaki muda mengakui kesalahannya dan minta maaf kepadaku.</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/30/luar-biasa-seorang-lelaki-muda-mengakui-kesalahannya-dan-minta-maaf-kepadaku/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/30/luar-biasa-seorang-lelaki-muda-mengakui-kesalahannya-dan-minta-maaf-kepadaku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 14:42:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[blogwalking]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Konon, anak muda &#8220;maunya menang sendiri&#8221;. Paling tidak, begitulah kata Rhoma Irama dalam salah satu lagu legendarisnya, &#8220;Darah Muda&#8221;. Konon pula, eh&#8230; bukan lagi &#8220;konon&#8221;. Berbagai penelitian mutakhir (antara lain oleh Deborah Tannen) menunjukkan bahwa para pria pada umumnya enggan meminta maaf atas kesalahannya. Jadi, kalau ada seorang lelaki muda yang ternyata mau mengakui kesalahannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=589&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Konon, anak muda &#8220;maunya menang sendiri&#8221;. Paling tidak, begitulah kata Rhoma Irama dalam salah satu lagu legendarisnya, &#8220;Darah Muda&#8221;. Konon pula, eh&#8230; bukan lagi &#8220;konon&#8221;. Berbagai penelitian mutakhir (antara lain oleh Deborah Tannen) menunjukkan bahwa para pria pada umumnya enggan meminta maaf atas kesalahannya. Jadi, kalau ada seorang lelaki muda yang ternyata mau mengakui kesalahannya dan kemudian minta maaf kepadaku, maka kesimpulan kita: dia itu luar biasa, lain dari yang lain!</p>
<p>Siapakah lelaki muda yang aku maksudkan ini? Bagaimanakah profilnya? </p>
<p><span id="more-589"></span>Namanya Hidayat. <a href="http://profiles.friendster.com/tukanginsinyur">Profilnya di Friendster</a> bisa kita saksikan dengan leluasa. </p>
<p>Usianya 24. Kuliahnya di TRISAKTI Teknik Mesin 2003. Status? <em>Single</em>! (Wahai akhwat sekalian, silakan berta&#8217;aruf dengan dia!)</p>
<p>Kasusnya, kemarin-kemarin Hidayat bertamu ke beberapa blogku yang membicarakan masalah pacaran islami. Antara lain, dia menyampaikan <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/#comment-230">sebuah komentar</a>:</p>
<blockquote><p>assalamualaikum, waduh pak shodiq ini, ente macam politikus ajah pak, masyaAllah pintar mengelak dengan mengadakan bukti2 yang dibenar2kan dan di hubung2kan, ku nggak habis pikir pak apa yang ada di pikiran ente, mang dulu masa mudanya gimana pak, bapak rohis yah, trus pacaran, trus di sidang ma dewan suro rohis, trus dendam kesumat merasa dipermalukan, saking dendamnya jadi buat yang kaya beginian, untuk membenarkan masa muda yang dulu ente lakukan jadi menganjurkan para pemuda pemudi khususnya islam untuk pacaran, aduh pak kasiahan bangat ente, katahuan pak bapak tuh egois, orang yang ga mau disalahkan, orang yang ga bisa mengakui kesalahan, jadi ente ngeracunin deh tmen2 ane, saudara2 ane lewat pacaran islami, parah bangat dah ah, ku jadi malu sebagai sesama manusia, btw bapak manusia kan yah, alhamdulillah kalo gitu, afwan sebelumnya niy kalo ente marah hehe, oh iya pak satu lagi, wajah ente lucu, kliatannya baik, mending jadi orang baik ajah pak, ditunggu konfirmasi ente yah, mudah2an berita baik, ente mau mengakui kesalahan ente, jadi orang bijak lah pak, ente keliatannya intelek dengan analisa2nya, sayang banget analisa sebagus itu buat yang begini2an… ok, salam hangat pak shodiq, assalamualaikum…</p></blockquote>
<p>Terhadap komentar yang kurang sopan tersebut, kami sampaikan nasihat kepada dia, &#8220;Kalau tak mampu mengerjakan <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/">PR di atas</a>, jangan melancarkan fitnah dan prasangka buruk gitu, dong! Bertindak sopanlah selaku tamu blog ini sebelum para pengunjung lain meminta kami mengusir Anda.&#8221;</p>
<p>Alhamdulillah, nasihat kami itu dia terima dengan sebaik-baiknya. Tadi sore, melalui Friendster, dia sampaikan pesan kepadaku sebagai berikut.</p>
<blockquote><p>pa kabar pak shodiq mudah2an antum sekeluarga sehat semua yah, sebelumnya ana mau minta maaf niy soal comment ana yang kemaren-kemaren, maklumlah ana rada kaget, n gejolak anak muda suka meledak ledak, tapi ana mau tanya, pacaran islami yang pak sodiq ungkapkan itu seperti apa jelasnya, apakah boleh pegangan tangan, trus mesra2an di telpon, bilang sayang, cinta, ngegombal, kan itu semua pak yang biasa dilakukan orang yang pacaran, &#8230; mohon penjelasannya pak, jangan yang ribet2 ya pak, saya juga baru belajar niy, mencoba memperbaiki kesalahan yang udah2.. thanks pak, afwan, sukron&#8230;</p></blockquote>
<p>Tentu saja, permintaan maafnya aku terima. (Untuk penjelasan yang dia minta, aku menyarankan dia untuk membaca artikel &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/26/pengalaman-pranikah-diriku-pranikah-rasulullah-saw/">Pengalaman PraNikah Diriku &amp; PraNikah Rasulullah SAW</a>&#8221; dan halaman &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/taman-cinta/">Fiqih Pacaran</a>&#8220;.) Bukan hanya memaafkan, aku pun merasa salut kepadanya. Sikapnya itu luar biasa, bukan?</p>
<p>Ataukah kau belum yakin bahwa sikapnya itu luar biasa? Untuk pembanding, marilah kita perhatikan sikap sejumlah lelaki muda lainnya yang pernah kami beri nasihat serupa pada kasus yang juga serupa.</p>
<p>Walau sudah kami nasihati untuk bertindak sopan, si X (seorang penggemar mobil mewah yang anti pacaran) malah menyampaikan pesan-pesan yang lebih biadab. Diantaranya: &#8220;[kowe] iki koyo’e wong EDAN, wis ta’lah C*K, gak usah ngomong agomo, RAIMU iku pantes-e doyan WEDOKAN ae, g usah dihubung2no ambek agomo.&#8221; (Kata-kata yang berbahasa Jawa kasar tersebut bermakna: &#8220;[Kamu] ini sepertinya orang GILA, sudahlah Bung, tak usah bicarakan agama, TAMPANGMU itu pantasnya suka MAIN PEREMPUAN saja, tak usah dihubung-hubungkan dengan agama.&#8221;)</p>
<p>Meski sudah kami nasihati untuk bertindak sopan, si Y, si Z, dkk, justru mengajak para pengunjung blog mereka masing-masing untuk melecehkan diriku. Kupikir, tak perlulah kusebutkan apa saja hujatan para lelaki muda itu mengenai diriku. Kau dapat dengan mudah menjumpainya di internet melalui browsing. </p>
<p>Kita dapat membandingkan sikap si X, Y, Z, dkk. itu dengan sikap Hidayat yang telah kuceritakan di atas. Jauh berbeda seperti antara bumi dan langit, &#8216;kan?</p>
<p>Sekarang, marilah kita ambil berbagai pelajaran dari sang lelaki muda yang luar biasa tadi. Nah, kau mau menambahkan penjelasan? Silakan!</p>
<p><strong>Untuk pembahasan lebih lanjut, silakan simak <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/26/luar-biasa-seorang-lelaki-muda-mengakui-kesalahannya-dan-minta-maaf-kepadaku/#comments">diskusi di sana</a>.</strong></p>
Posted in 1 - Siagakan pelaku, 3 - Arungi makna, Benahi pikiran, Evaluasi Tagged: agama, blogwalking, cerita, cewek, ciuman, ikhwan, internet, islam, islami, penelitian, Pengembangan Diri, Penulisan, remaja, Tasawuf <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/589/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=589&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/30/luar-biasa-seorang-lelaki-muda-mengakui-kesalahannya-dan-minta-maaf-kepadaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa pakai istilah &#8220;pacaran islami&#8221;</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/15/mengapa-pakai-istilah-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/15/mengapa-pakai-istilah-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 07:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Image istilah pacaran sudah jauh dari ajaran islam, dan cenderung mendekati zina. Lalu mengapa kita harus menggunakan istilah pacaran islami? mengapa tidak diganti dengan bahasa yang lebih”islami”. Islam tidak mengenal pacaran. Pernikahan dalam islam di mulai dari proses ta’aruf, kitbah/meminang, dan walimah. Aturan dan adabnya sudah jelas. Jangan memaksakan sesuatu yang justru akan membawa ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=576&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Image istilah pacaran sudah jauh dari ajaran islam, dan cenderung mendekati zina. Lalu mengapa kita harus menggunakan istilah pacaran islami? mengapa tidak diganti dengan bahasa yang lebih”islami”. Islam tidak mengenal pacaran. Pernikahan dalam islam di mulai dari proses ta’aruf, kitbah/meminang, dan walimah. Aturan dan adabnya sudah jelas. Jangan memaksakan sesuatu yang justru akan membawa ke hal yang bathil, lebih banyak mudhratnya. Selama ini banyak umat islam yang mencari-cari pembenaran bahwa ada pacaran secara islam? jangan hanya menginginkan situs ini hanya untuk tujuan populeritas, apalah arti semua itu diamata ALLAH SWT. Lihatlah dengan mata hatimu, dari berapa komentar yang masuk, ternyata banyak yang mengkritik. Sekiranya memang tidak mau dkritik sesama muslim, apakah kita harus menunggu kritikan ALLAH SWT? Belum terlambat.</p></blockquote>
<p>Demikian kata seorang tamu blog <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/">Tanazhur PraNikah</a>.</p>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-576"></span>1) Alasan penggunaan istilah &#8220;pacaran islami&#8221; sudah disebutkan di halaman &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/">Ayo siap nikah melalui pacaran islami</a>&#8220;.</p>
<p>2a) Kami bersikap berdasarkan fakta, bukan prasangka. &#8220;Banyaknya&#8221; suara yang keras mengkritik pacaran islami tidaklah menunjukkan banyaknya penentangan terhadap pacaran islami. Pada kenyataannya, yang mendukung pacaran islami itu jauh lebih banyak daripada penentangnya. (Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/profil-pembaca/" rel="nofollow">Profil Pembaca</a>.) Kami sudah melakukan penelitian kecil-kecilan. Hasilnya, ternyata bahwa istilah yang paling disukai oleh pengunjung blog ini untuk aktivitas pranikah adalah &#8220;Pacaran Islami&#8221;. (Lihat &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/" rel="nofollow">Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah</a>&#8220;.)</p>
<p>2b) Para ulama menghukumi sesuatu berdasarkan kenyataan, bukan image. Kalau dasarnya image, bahaya dong. Contoh: ketika merebak image bahwa pejabat dan &#8220;wakil rakyat&#8221; itu kotor, suka korupsi, apakah lantas dengan demikian, menjadi pejabat atau &#8220;wakil rakyat&#8221; itu haram?</p>
<p>3a) Menurut ushul fiqih, pernyataan &#8220;Islam tidak mengenal pacaran&#8221; itu keliru secara metodologis. Sebab, pacaran merupakan muamalah, sedangkan menurut kaidah dari ushul fiqih, semua muamalah itu halal kecuali bila ada dalil qath&#8217;i yang mengharamkannya. </p>
<p>Mestinya, kita bertanya, &#8220;Adakah dalil qath&#8217;i yang mengharamkan pacaran?&#8221; Jawabnya: Tidak ada larangannya. Yang ada adalah larangan mendekati zina, sedangkan pacaran tidaklah identik dengan mendekati zina. (Lihat &#8220;<a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/">Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)</a>&#8220;.)</p>
<p>3b) Untuk pranikah, Islam tidak mengajarkan taaruf, tetapi tanazhur. (Lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/" rel="nofollow">Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?</a>&#8220;.)</p>
<p>4) Seandainya kami mengejar popularitas, tentulah kami lebih mengutamakan istilah yang tidak banyak mendapat penentangan dari masyarakat, seperti taaruf. Namun kami memilih berpegang pada kebenaran. &#8220;Katakanlah kebenaran itu, walaupun terasa pahit.&#8221;</p>
<p>5) Ulama-ulama berlainan pendapat mengenai pacaran dalam Islam. (Silakan telusuri di blog ini dan di blog <a href="http://wppi.wordpress.com/" rel="nofollow">Fiqih Asmara</a>.) Apakah bila kita mengikuti ijtihad ulama tertentu (yang berarti tidak mengikuti ijtihad ulama lain), maka otomatis berarti bahwa kita tidak mau dikritik? Kalau memang begitu, bukankah Anda sendiri tergolong orang yang tidak mau dikritik karena tidak mau menghargai ijtihad ulama yang membolehkan pacaran?</p>
Posted in 3 - Arungi makna, Benahi pikiran, Tanam pengertian Tagged: halal haram, mendekati zina, pacaran dalam islam, pacaran islami, remaja, taaruf, tanazhur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/576/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=576&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/15/mengapa-pakai-istilah-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>2/3 remaja SMP tidak perawan lagikah?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/01/23-remaja-smp-tidak-perawan-lagikah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/01/23-remaja-smp-tidak-perawan-lagikah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 05:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[free sex]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[komnas perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[perawan]]></category>
		<category><![CDATA[perkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<category><![CDATA[SMP]]></category>
		<category><![CDATA[SMU]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi, beredar berita BOHONG mengenai keperawanan remaja. Kulihat, beberapa blog mengabarkan bahwa &#8220;62,7% [hampir duapertiga] Remaja SMP Indonesia Sudah Tidak Perawan&#8221;. Juga, katanya, SCTV memberitakan demikian. Malah, juga dikatakan bahwa perilaku seksual remaja SMP dan SMU: &#8220;93,7% pernah ciuman, petting, oral seks&#8221;. Katanya, sumber informasinya adalah KomNas Perlindungan Anak. 
Yang benar, menurut berita dari Media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=436&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Lagi-lagi, beredar berita BOHONG mengenai keperawanan remaja. Kulihat, beberapa blog mengabarkan bahwa &#8220;62,7% [hampir duapertiga] Remaja SMP Indonesia Sudah Tidak Perawan&#8221;. Juga, katanya, SCTV memberitakan demikian. Malah, juga dikatakan bahwa perilaku seksual remaja SMP dan SMU: &#8220;93,7% pernah ciuman, petting, oral seks&#8221;. Katanya, sumber informasinya adalah KomNas Perlindungan Anak. </p>
<p>Yang benar, <span id="more-436"></span>menurut <a href="http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MTczNTY=">berita dari <em>Media Indonesia</em></a> (dan beberapa suratkabar lainnya): </p>
<blockquote><p>Berdasarkan hasil survei Komnas Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 terungkap sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU <strong>yang disurvei</strong> mengaku pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks. Dan, sebanyak 62,7% anak SMP <strong>yang diteliti</strong> mengaku sudah tidak perawan. Serta 21,2% remaja SMA <strong>yang disurvei</strong> mengaku pernah melakukan aborsi. Dan lagi, 97% pelajar SMP dan SMA <strong>yang disurvei</strong> mengaku suka menonton film porno.</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p>Perhatikan kata-kata yang aku <strong>tebalkan</strong>. Berita tersebut TIDAK mengabarkan bahwa hasil survei dari sejumlah sampel itu dapat digeneralisasikan ke kalangan yang lebih luas, seperti: &#8220;remaja SMP (dan SMA) <em>Indonesia</em>&#8220;.</p>
<p>Kecenderungan KomNas PA itu sendiri adalah melakukan survei terhadap anak <em>yang mengalami kekerasan</em>, termasuk kekerasan seksual (alias <strong>perkosaan</strong>). &#8220;Masuk akal&#8221; bila hasilnya menunjukkan besarnya angka responden yang tidak perawan lagi. (Perhatikan bahwa tidak perawan lantaran diperkosa itu jauh berbeda dengan tidak perawan lantaran <em>free-sex</em>.)</p>
<p>Memang, yang &#8220;masuk akal&#8221; tersebut tetaplah memprihatinkan kita. (Pemerintah dan kita semua perlu bertindak mengatasinya.) Namun, <strong>keliru</strong>lah kita bila kita menggeneralisasikan survei tersebut untuk remaja SMP (dan SMA) <em>seluruh Indonesia</em>. Bahkan, merupakan <strong>kekeliruan BESAR</strong> bila kita turut menyebarkan berita bohong itu. (Apalagi di bulan Ramadhan yang mulia.)</p>
<p>Menurut Al-Qur&#8217;an, menuduh orang-orang berzina (tanpa empat orang saksi untuk setiap kasus) itu <strong>dosanya BESAR</strong>. Dosanya bisa 80% dosa melakukan zina itu sendiri. (Lihat QS an-Nuur [24]: 4.)</p>
<p>Oleh karena itu, supaya dosa orang-orang yang menyebarkan berita bohong itu tidak semakin besar bila beritanya semakin tersebar luas, marilah kita lakukan langkah-langkah untuk meredamnya. Caranya antara lain dengan seluas-luasnya menyampaikan klarifikasi seperti artikel ini. Jadi, silakan sebarluaskan artikel ini seluas-luasnya!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/436/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/436/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=436&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/01/23-remaja-smp-tidak-perawan-lagikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ciuman dalam Pacaran: antara fakta dan mitos</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/28/ciuman-dalam-pacaran-antara-fakta-dan-mitos/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/28/ciuman-dalam-pacaran-antara-fakta-dan-mitos/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 02:15:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Sahabatku… pacaran adalah salah satu perbuatan yang mendekati zina yaitu zina mata, zina tangan, zina hati, zina kaki, zina mulut, dll. Kamu dapat berdalih bahwa bisa kok terbebas dari zina-zina itu ketika pacaran. Tetapi remaja jaman sekarang gitu loh!!. Kalau nggak pegangan tangan atau ciuman maka akan disebut ketinggalan jaman.
Masak, gitu sih? Ayolah kita analisis.
Istilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=422&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Sahabatku… pacaran adalah salah satu perbuatan yang mendekati zina yaitu zina mata, zina tangan, zina hati, zina kaki, zina mulut, dll. Kamu dapat berdalih bahwa bisa kok terbebas dari zina-zina itu ketika pacaran. Tetapi remaja jaman sekarang gitu loh!!. Kalau nggak pegangan tangan atau ciuman maka akan disebut ketinggalan jaman.</p></blockquote>
<p>Masak, gitu sih? Ayolah <span id="more-422"></span>kita analisis.</p>
<p>Istilah pacaran berasal dari kata &#8220;pacar&#8221; yang mendapat imbuhan &#8220;-an&#8221;. Kata “pacar” berasal dari bahasa Kawi (Jawa Kuno). <a href="http://thesecretgardenofme.multiply.com/journal/item/3/Arti_Nama_dalam_Bahasa_Kawi">Artinya</a>: &#8220;calon pengantin&#8221;. Kata ini kemudian mendapat akhiran “-an” yang bermakna kegiatan. Jadi, pacaran adalah <strong>aktivitas persiapan menikah</strong>.</p>
<blockquote><p>Gimana kalo pacarannya ditujukan untuk <em>having fun</em>, ikut-ikutan teman, biar keren, biar gaul, tanpa ada niatan sama sekali untuk menikah? </p></blockquote>
<p>Yach, kalo gitu sih pacarannya <strong>menyimpang</strong> dari pengertian yang sesungguhnya. Coba deh, kita bandingin ama shalat. Menurut tuntunan aslinya, tujuan shalat adalah mengingat Allah. (Lihat QS Thaahaa [20]: 14.) Gimana kalo shalatnya ditujukan untuk sok alim, tanpa ada niatan sama sekali <a href="http://salatsmart.wordpress.com/2008/08/26/buku-panduan-lengkap-praktis-shalat-yang-mencerdaskan/">untuk mengingat Allah</a>. Kalo gini sih shalatnya <strong>menyimpang</strong> dari pengertian yang sesungguhnya.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/asadbabil_smj/1648625267/"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2403/1648625267_30f7c9af2c_m_d.jpg" alt="" class="alignleft" /></a><br />
Begitu pula kalo pacarannya disertai dengan &#8220;mendekati zina&#8221;, seperti ciuman. Ini pun tergolong menyimpang. Sebab, pacar itu &#8216;kan baru sebatas <strong>calon pengantin</strong>. (Sekali lagi, ingatlah arti kata &#8220;pacar&#8221; dalam pengertian aslinya.) Nanti kalau sudah jadi pengantin, maksudku sudah terjadi akad nikah antara kedua pihak, baru deh kita boleh ciuman sepuas-puasnya.</p>
<blockquote><p>Terus, apakah pacaran tanpa mendekati zina itu bukannya sekadar <em>dalih</em> untuk membela diri?</p></blockquote>
<p>Yeeii&#8230;. Mau mengikuti jalan yang islami kok dibilang dalih. Enak aja! Mestinya kita dukung, dong! Jangan malah memelihara prasangka buruk! Apa nggak takut dosa lantaran prasangka buruk? Nggak lucu deh bila kita hendak mencegah orang lain berbuat dosa (dengan mendekati zina) tapi diri kita sendiri malah mengundang dosa (dengan menyebarluaskan prasangka buruk). Ironis gitu loh!</p>
<blockquote><p>Bukannya pacaran tanpa ciuman itu ketinggalan zaman?</p></blockquote>
<p>Memang, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/">pacaran ala Nabi Muhammad saw. dan Khadijah r.a.</a> tidaklah disertai dengan ciuman atau pun perbuatan nista lainnya. Begitu pula pacaran <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/01/buku-pertama-panduan-pacaran-islami-segera-terbit/">ala Ibnu Hazm al-Andalusi</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/">ala Ibnu Qayyim al-Jauziyyah</a>. Semuanya terjadi pada berabad-abad yang lalu. Kalo mengikuti teladan beliau-beliau itu dibilang ketinggalan zaman, biar deh. Biar kuno, asal selamat (dunia-akhirat).</p>
<p>Lagian, <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/">hasil penelitian ilmiah</a> yang obyektif (bukan prasangka yang subyektif) menunjukkan bahwa <em>sebagian besar</em> remaja kita yang pacaran di zaman sekarang ini melakukannya <em>tanpa</em> ciuman. Jadi, pernyataan &#8220;pacaran tanpa ciuman ketinggalan zaman&#8221; itu merupakan <strong>mitos yang tidak sesuai dengan kenyataan</strong>.</p>
<blockquote><p>Nah, kini sikap kita terhadap mitos terserbut sebaiknya gimana? </p></blockquote>
<p>Jika kita turut menyebarkan mitos tersebut, maka kita berdosa lantaran menyebarkan prasangka buruk yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya, berusaha mengenyahkan mitos jelek tersebut insya&#8217; Allah akan membuahkan pahala dari sisi Allah SWT. Sebab, para pelaku pacaran akan semakin termotivasi untuk tidak lakukan ciuman (atau pun perbuatan nista lainnya), apalagi sampai <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/05/konsultasi-agar-tak-kecanduan-ciuman-pacar/">kecanduan ciuman pacar</a>.</p>
<p>Nah, mau menambah dosa atau pahala?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/422/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/422/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=422&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/28/ciuman-dalam-pacaran-antara-fakta-dan-mitos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2403/1648625267_30f7c9af2c_m_d.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hari gini masih ada yang haramkan pacaran islami?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/27/hari-gini-masih-ada-yang-haramkan-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/27/hari-gini-masih-ada-yang-haramkan-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 22:59:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Aduh duh hari gini masih ada yang mengharamkan pacaran yang islami? Ada yang tak mau tahu mana yang lebih kuat antara dalil yang menghalalkan dan yang &#8220;mengharamkan&#8221; pacaran islami. Kita lihat aja bagaimana cara beristimbath dan beristidlal orang-orang yang mengharamkan pacaran islami. Atau gini aja, kita lihat dari mana mereka mengharamkan pacaran yang islami. Apakah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=318&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aduh duh hari gini masih ada yang mengharamkan pacaran yang islami? Ada yang tak mau tahu <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/">mana yang lebih kuat</a> <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/">antara dalil yang menghalalkan dan yang &#8220;mengharamkan&#8221; pacaran islami</a>. Kita lihat aja bagaimana cara beristimbath dan beristidlal orang-orang yang mengharamkan pacaran islami. Atau gini aja, kita lihat dari mana mereka mengharamkan pacaran yang islami. <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/22/siapa-sajakah-ulama-terkemuka-yang-menetapkan-fatwa-haramnya-pacaran/">Apakah bersama mereka ini ada para ulama mu&#8217;tabar yang menfatwakan sama dengan fatwa mereka?</a></p>
<p><span id="more-318"></span>Kita telusuri aja bagaimana fatwa2 para ulama mu&#8217;tabar tentang masalah &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/cinta-pra-khitbah/">bercinta sebelum khitbah</a>&#8220;. Ini bisa ditelusuri di lajnah daimah, MUI, fatwa majelis tarjih Muhammadiyah, fatwa lajnah bahaits ad diniyah NU, atau fatwa para ulama lainnya. Seandainya tidak ada yang sama dengan fatwanya mereka, apalagi kalau semuanya bertentangan,,, subhanallah, tinggal kita menilai lebih kuat mana keilmuan mereka ini dengan para ulama dan syeikh itu, seperti <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/05/08/mesra-tanpa-zina/">Ibnu Hazm</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/">Ibnu Qayyim</a>, dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/kebebasan-bercinta/">Abu Syuqqah</a>&#8230; </p>
<p>Di suatu hadits, di jaman nabi, ditunjukkan bagaimana <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/">Nabi menghargai sepasang kekasih yang saling ekspresikan cinta</a>. Lha kalo yang mengharamkan pacaran islami malah <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/17/jajak-pendapat-perlukah-sensor/">menghujat</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/24/protes-keras-mengenai-fitnah-terhadap-diri-kami/">memfitnah</a>. Gimana tuh? </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/318/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/318/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=318&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/27/hari-gini-masih-ada-yang-haramkan-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syarat Bolehnya Berduaan</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/25/syarat-bolehnya-berduaan/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/25/syarat-bolehnya-berduaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 01:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tata tempat]]></category>
		<category><![CDATA[Tata waktu]]></category>
		<category><![CDATA[cara pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[hadits shahih]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Mengenai penggunaan hadits bolehnya berduaan, seorang penentang islamisasi pacaran mengatakan, &#8220;lihat tujuan Rasul bertemu dengan wanita anshor tsb.. &#8211; wanita anshor tsb punya keperluan ! &#8211; keperluan tsb [b]tidak berlangsung lama[/b] &#8211; mereka tidak dalam keadaan hati kotor karena cinta lawan jenis !&#8221;
Atas dasar itu, dia berpendapat, &#8220;jadi boleh jika lawan jenis saling bertemu dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=287&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengenai penggunaan hadits <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/">bolehnya berduaan</a>, seorang penentang islamisasi pacaran mengatakan, &#8220;lihat <strong>tujuan</strong> Rasul bertemu dengan wanita anshor tsb.. &#8211; wanita anshor tsb <strong>punya keperluan</strong> ! &#8211; keperluan tsb [b]tidak berlangsung lama[/b] &#8211; mereka tidak dalam keadaan hati kotor karena cinta lawan jenis !&#8221;</p>
<p>Atas dasar itu, dia berpendapat, &#8220;jadi boleh jika lawan jenis saling bertemu dengan diawasi dengan orang lain. &#8211; tanpa lama2 &#8211; tanpa ada kekotoran hati karena cinta lawan jenis.&#8221; Kemudian dia pun <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/#comment-2594">menambahkan</a>:</p>
<blockquote><p>beda dengan tujuan pacaran islami dalam blog ini !<br />
- ada kekotoran hati karena cinta lawan jenis<br />
- ada khalwat yg yang lama dengan perlindungan pada hadist ttg berduaan</p>
<p>kalo’ pak shodiq yakin bahwa Rasul memiliki perasaan saling cinta thd wanita anshor tsb, baru boleh blog ini membahas ttg pacaran islami !</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-287"></span>Pertama perlu kita pahami bahwa cinta kepada lawan-jenis di luar nikah, bahkan mengekspresikannya sekalipun, tidaklah kotor. <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/12/06/perlukah-merahasiakan-rasa-cinta/">Lihat artikel Perlukah merahasiakan rasa cinta?</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/24/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-2/">Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? (2)</a></p>
<p>Selanjutnya mesti kita sadari bahwa menurut kaidah ushul fiqih, kebolehan muamalah (termasuk berduaan dengan nonmuhrim) <strong>tidak</strong> membutuhkan dalil. Yang membutuhkan dalil adalah pelarangannya. Kaidahnya, <strong><em>semua muamalah itu halal, kecuali ada dalil qath’i yang melarangnya</em></strong>. </p>
<p>Nyatanya, dalam <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/">hadits tersebut</a> sama sekali tidak ditunjukkan persoalan lama-singkatnya. Tidak juga disebutkan syarat tiadanya rasa cinta. Hadits tersebut menekankan <strong>pengawasan</strong> dalam berduaan dengan lawan-jenis. </p>
<p>Itulah sebabnya mengapa kita dapat menerima pernyataan Imam Bukhari (yang meriwayatkan hadits tersebut) yang “memperbolehkan seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan <em>di dekat orang-orang</em>” <strong>tanpa embel-embel</strong> “asalkan tidak disertai rasa cinta” atau pun “asalkan dalam waktu singkat”. Sebab, tidak ada dalil qath&#8217;i untuk pelarangan berduaan dalam keadaan &#8220;disertai rasa cinta&#8221; atau pun &#8220;dalam waktu yang tidak singkat&#8221;.</p>
<p>Sungguhpun demikian, kami tidak pernah menyarankan siapa pun untuk berlama-lama dalam berduaan (walau dalam pengawasan). Kami justru menekankan perlunya aktivitas “seperti berpuasa” alias menahan diri. (Lihat halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/">Taman Cinta</a>.) Jadi, secara tersirat kami justru menekankan bahwa kalau berdua-duaan itu hendaknya tidak berlama-lama. </p>
<p>Kami tidak pernah menyeru para pembaca untuk berpacaran “seperti pada umumnya orang pacaran”. Kalau pada umumnya mereka berduaan berlama-lama, kita tidak usah meniru-niru mereka. Yang kami serukan, marilah kita islamisasikan budaya kita, termasuk dalam hal berduaan dalam pacaran. Marilah kita melakukan islamisasi ini melalui berbagai jalan, termasuk melalui blog ini.</p>
<p>Wallahu a’alam. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/287/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/287/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=287&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/25/syarat-bolehnya-berduaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revisi (update)</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/18/revisi-update/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/18/revisi-update/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 07:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[islamisasi pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini, beberapa postingan di blog ini telah direvisi (updated). Untuk menyempurnakan pemahaman atau menghindari kesalahpahaman, silakan simak revisi berikut ini.
–Update 18 Juli 2008: Penambahan di akhir postingan SMS Mesra #1:
Kalo kamu mau niru kata2 kayak gitu, ati2, ya! Gak semua orang bisa memahami bahasa puisi. Pertimbangkan dulu. Kalo emang si dia ngerti kata2 puitis, gak masalah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=268&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Baru-baru ini, beberapa postingan di blog ini telah direvisi (updated). Untuk menyempurnakan pemahaman atau menghindari kesalahpahaman, silakan simak revisi berikut ini.</p>
<p><span id="more-268"></span>–Update 18 Juli 2008: Penambahan di akhir postingan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/16/sms-mesra-1/">SMS Mesra #1</a>:</p>
<blockquote><p>Kalo kamu mau niru kata2 kayak gitu, ati2, ya! Gak semua orang bisa memahami bahasa puisi. Pertimbangkan dulu. Kalo emang si dia ngerti kata2 puitis, gak masalah. Tapi kalo dia menangkap kata2 “menolak sekian pakaian” secara harfiah (eksakta), wah… bahaya tuh! Cari aja kata lain yang lebih aman. Oke?</p></blockquote>
<p>Update 17 Juli 2008: Penambahan di awal postingan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/29/kiat-menulis-surat-cinta-romantis/">Kiat Menulis Surat Cinta Romantis</a>:</p>
<blockquote><p>Ibnu Hazm al-Andalusi (ulama besar di abad pertengahan) dan Abdul Halim Abu Syuqqah (ulama Ikhwanul Muslimin) <strong>membolehkan</strong> ekspresi cinta pranikah (dan bahkan juga prakhitbah). Lihat artikel <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/12/06/perlukah-merahasiakan-rasa-cinta/"><span style="color:#0060ff;">Perlukah merahasiakan rasa cinta?</span></a> dan <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/24/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-2/"><span style="color:#0060ff;">Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? (2)</span></a></p></blockquote>
<p>–Update 6 Juli 2008: Perubahan judul postingan dari &#8220;Nabi Muhammad pun pernah pacaran&#8221; menjadi &#8220;Nabi Muhammad pun pernah pacaran <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/">(tetapi secara islami)</a>&#8220;</p>
<p>Update, 6 Juli 2008: Penambahan di awal postingan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/">Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!</a>:</p>
<blockquote><p>Saya telah mempertimbangkan pemuatan artikel ini dalam waktu yang lama. Bayangkan! Buku yang saya kupas tersebut sudah saya baca di awal terbitnya, yaitu November 2006. Sudah hampir dua tahun saya menahan diri untuk tidak mengemukakan kupasan saya itu di depan publik.</p>
<p>Saya sudah beberapa kali mengingatkan penerbit melalui moderator di milisnya. (Penulis buku tersebut adalah salah seorang editor di penerbit tersebut.) Pada mulanya pesan itu secara halus (tanpa menyebut istilah bid’ah). Namun pesan saya tidak ditanggapi. Mereka masih saja menerbitkan buku yang mengandung bid’ah itu, sehingga mereka menjangkau pembaca yang semakin banyak. Karenanya, kemudian terpaksalah saya sampaikan pesan tersebut secara terbuka supaya para pembaca buku seperti itu dapat kita ingatkan. Jika saya tidak mengingatkan pembaca buku tersebut, maka saya merasa berdosa.</p></blockquote>
<p>Harap maklum.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/268/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/268/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/268/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/268/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/268/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=268&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/18/revisi-update/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Favorit dalam Persiapan Menikah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/10/aktivitas-favorit-dalam-persiapan-menikah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/10/aktivitas-favorit-dalam-persiapan-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 23:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Istilah apa yang paling Anda sukai untuk aktivitas persiapan Anda untuk menikah?&#8221; Demikian pertanyaan untuk Anda dalam &#8220;jajak pendapat&#8221; yang kami adakan mulai saat ini sampai 27 Juli 2008. Kami menempatkannya di sebelah kanan blog ini (di bawah &#8220;Penyusun&#8221;, di atas &#8220;Hak Pembaca&#8221;). Silakan Anda berpartisipasi dengan meng-klik pilihan yang sesuai dengan pendapat Anda. Sekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=209&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Istilah apa yang paling Anda sukai untuk aktivitas persiapan Anda untuk menikah?&#8221; Demikian pertanyaan untuk Anda dalam &#8220;jajak pendapat&#8221; yang kami adakan mulai saat ini sampai 27 Juli 2008. Kami menempatkannya di sebelah kanan blog ini (di bawah &#8220;Penyusun&#8221;, di atas &#8220;Hak Pembaca&#8221;). Silakan Anda berpartisipasi dengan meng-klik pilihan yang sesuai dengan pendapat Anda. Sekali menjawab, <strong>Anda bisa memilih lebih dari satu pilihan</strong>. Namun, Anda hanya berhak satu kali menjawab.</p>
<p>Jajak pendapat ini kami adakan untuk menyempurnakan gambaran <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/profil-pembaca/"></a><a href="http://">Profil Pembaca</a> blog ini. Dengan semakin akuratnya gambaran tersebut, insya&#8217;Allah kita akan melangkah ke depan dengan lebih mantap.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/209/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/209/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=209&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/10/aktivitas-favorit-dalam-persiapan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran sesudah menikah lebih nikmat?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 20:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Nikmati kerinduan]]></category>
		<category><![CDATA[definisi pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Kata orang, pacaran sesudah menikah itu nikmat banget. Sampai ada bukunya segala. Kalau gak salah, judulnya: Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan. Kata orang pula, &#8220;Pacaran itu halal, tapi sesudah menikah.&#8221;
Benarkah pacaran sesudah menikah itu nikmatnya melebihi pacaran sebelum menikah? Benarkah pacaran itu halal hanya jika sesudah menikah?
Eh, saya tidak hendak memperdebatkannya. Di sini saya hanya mengajak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=198&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kata orang, pacaran sesudah menikah itu nikmat banget. Sampai ada bukunya segala. Kalau gak salah, judulnya: <em>Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan</em>. Kata orang pula, &#8220;Pacaran itu halal, tapi sesudah menikah.&#8221;</p>
<p>Benarkah pacaran sesudah menikah itu nikmatnya melebihi pacaran sebelum menikah? Benarkah pacaran itu halal hanya jika sesudah menikah?</p>
<p>Eh, saya tidak hendak memperdebatkannya. Di sini saya hanya mengajak kita semua untuk <strong>kembalikan makna kata pacaran ke makna aslinya</strong> (bukan makna palsunya). Lalu Anda bisa menilai sendiri apa benar bahwa pacaran setelah menikah itu nikmat banget, bla bla bla.</p>
<p><span id="more-198"></span>Kata &#8220;pacar&#8221; berasal dari bahasa Kawi (Jawa Kuno). Artinya: &#8220;<a href="http://thesecretgardenofme.multiply.com/journal/item/3/Arti_Nama_dalam_Bahasa_Kawi">calon pengantin</a>&#8220;. Kata ini kemudian mendapat akhiran &#8220;-an&#8221; yang bermakna kegiatan. Jadi, pacaran adalah <strong>aktivitas persiapan menikah</strong>.</p>
<p>Nah, mungkinkah persiapan menikah dilakukan sesudah menikah? Mustahil. Titik. (Kalau Anda masih koma, silakan simak halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/">Wajib Baca</a>.)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/198/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/198/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=198&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 02:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan islami]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[sesat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Update, 6 Juli 2008:
Saya telah mempertimbangkan pemuatan artikel ini dalam waktu yang lama. Bayangkan! Buku yang saya kupas tersebut sudah saya baca di awal terbitnya, yaitu November 2006. Sudah hampir dua tahun saya menahan diri untuk tidak mengemukakan kupasan saya itu di depan publik.
Saya sudah beberapa kali mengingatkan penerbit melalui moderator di milisnya. (Penulis buku tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=196&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Update, 6 Juli 2008:</em></p>
<p>Saya telah mempertimbangkan pemuatan artikel ini dalam waktu yang lama. Bayangkan! Buku yang saya kupas tersebut sudah saya baca di awal terbitnya, yaitu November 2006. Sudah hampir dua tahun saya menahan diri untuk tidak mengemukakan kupasan saya itu di depan publik.</p>
<p>Saya sudah beberapa kali mengingatkan penerbit melalui moderator di milisnya. (Penulis buku tersebut adalah salah seorang editor di penerbit tersebut.) Pada mulanya pesan itu secara halus (tanpa menyebut istilah bid’ah). Namun pesan saya tidak ditanggapi. Mereka masih saja menerbitkan buku yang mengandung bid’ah itu, sehingga mereka menjangkau pembaca yang semakin banyak. Karenanya, kemudian terpaksalah saya sampaikan pesan tersebut secara terbuka supaya para pembaca buku seperti itu dapat kita ingatkan. Jika saya tidak mengingatkan pembaca buku tersebut, maka saya merasa berdosa.</p>
<p>&#8212;-Naskah semula:</p>
<p>Disamping bahaya <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/26/dampak-buruk-zina-dalam-sorotan-ibnu-qayyim/">zina</a> pada budaya pacaran, kita juga perlu mewaspadai bahaya lain yang bahkan lebih mengerikan, yaitu <strong>bid&#8217;ah</strong> pada budaya ta&#8217;aruf praNikah. Mengapa lebih mengerikan? Sebab, bahaya ini cenderung kurang disadari. (Pelakunya <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/">menyangka menunaikan sunnah Rasul</a>, padahal melakukan bid&#8217;ah yang sesat dan menyesatkan.)</p>
<p><span id="more-196"></span>Meskipun istilah taaruf itu terdapat dalam Al-Qur&#8217;an (al-Hujurat 13), bukanlah ini berarti bahwa semua bentuk taaruf itu dapat kita terima keberadaannya. Bagaimanapun, kita harus bertaaruf sesuai syariat Tuhan. Kita tidak boleh melakukan <em>bid&#8217;ah</em>, yakni &#8220;mengada-adakan tradisi yang <strong>tertentu </strong>dalam beragama&#8221;. (Menurut Ibnu Taimiyah dalam <em>Majmu&#8217; Fatawa</em>, tradisi yang kita adakan dalam beragama itu bukan bid&#8217;ah apabila kita tidak <strong>menetapkan </strong>aturannya, kecuali bila ditetapkan oleh Allah atau Rasul-Nya.)</p>
<p>Pada budaya taaruf pranikah, ternyata ada sejumlah aktivis dakwah yang berusaha menetapkan aturannya, padahal aturan tersebut <em>bukan berasal dari Allah atau Rasul-Nya</em>. Untuk contoh, marilah saya tunjukkan <strong>sepuluh bentuk bid’ah yang terdapat di sebuah buku terbitan Lingkar Pena</strong>, 2006. Judulnya: <em>Taaruf, Keren..! Pacaran, Sorry Men!</em> (Nama penulisnya tidak saya sebut. Sebab, saya tidak bermaksud menyerang penulisnya. Yang saya kritik hanyalah tulisannya.)</p>
<h2>1. Pembatasan Tujuan Taaruf</h2>
<p>Katanya, &#8220;Tujuan taaruf sudah jelas, untuk menikah.&#8221; (hlm. 12 dan 31) Menurut penulis buku tersebut , kita tidak boleh taaruf bila tujuannya bukan untuk menikah. Katanya, &#8220;Sebelum kamu taaruf, kamu harus yakin apakah kamu sudah benar-benar siap untuk menikah.&#8221; Padahal, penetapan (pembatasan) tujuan taaruf itu bukanlah berasal dari Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Nabi Muhammad saw. dan para sahabat justru terkadang berusaha mengenal (bertaaruf) dengan seorang lawan-jenis, walau tidak hendak menikah dengannya. Usaha mengenal itu tampak jelas pada pengajuan pertanyaan &#8220;siapa kau&#8221; atau &#8220;siapa dia&#8221;. Contohnya: &#8220;Nabi saw. datang menemui &#8216;Aisyah r.a.. Ketika itu di samping &#8216;Aisyah ada seorang wanita. Nabi saw. bertanya, &#8216;Siapa wanita itu?&#8217; &#8230;.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<h2>2. Penetapan Durasi (Lamanya) Taaruf</h2>
<p>Katanya, &#8220;Deadline taaruf maksimal tiga bulan.&#8221; Jadi, kalau &#8220;taarufmu lebih dari tiga bulan dan tidak ada perkembangan menuju pernikahan, berarti kamu sedang PACARAN dan bukan TAARUF.&#8221; (hlm. 16) Padahal, penetapan (pembatasan) durasi taaruf itu bukanlah berasal dari Allah dan Rasul-Nya. Untuk menuju pernikahan, Islam hanya menganjurkan pelaksanaannya sesegera mungkin, tanpa menetapkan lamanya.</p>
<h2>3. Jaminan Kehalalan</h2>
<p>Katanya, taaruf itu &#8220;100% halal&#8221; (hlm. 18). Padahal, kehalalannya tidak dijamin oleh Allah dan Rasul-Nya. Adanya bid&#8217;ah pada konsep taaruf ini jelas membuktikan bahwa taaruf itu <em>tidak</em> dijamin &#8220;100% halal&#8221;. Taaruf yang halal hanyalah yang islami.</p>
<h2>4. Pengharusan Adanya Perantara</h2>
<p>Katanya, &#8220;Kamu tidak bisa taaruf berdua saja [tanpa perantara atau mediator].&#8221; (hlm. 21) Padahal, pengharusan adanya perantara itu bukanlah berasal dari Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Kita justru dapat menjumpai banyak contoh bahwa Nabi saw. dan para sahabat itu berkomunikasi langsung dengan seorang lawan-jenis tanpa perantara. Contohnya: &#8220;Seorang wanita dari kalangan Anshar datang kepada Nabi saw.. Lantas Nabi saw. <strong>berduaan</strong> dengannya [di dekat orang-orang] dan berkata, &#8216;Sesungguhnya kalian [kaum anshar] ialah orang-orang yang paling saya cinta&#8217;.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<h2>5. Pengharusan Mengajukan Pertanyaan</h2>
<p>Katanya, &#8220;segala hal yang ingin kamu ketahui tentang calon pasangan hidupmu &#8230; wajib kamu tanyakan&#8221;. (hlm. 21) Padahal, pengharusan mengajukan pertanyaan itu bukanlah berasal dari Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Kita justru dapat menjumpai banyak contoh bahwa Nabi saw. dan para sahabat itu berusaha mengenal seorang lawan-jenis, termasuk dalam kaitannya dengan menikah, tanpa mengajukan pertanyaan. Contohnya: &#8220;Seorang wanita datang kepada Rasulullah saw. seraya berkata, &#8216;Wahai Rasulullah, aku datang untuk memberikan diriku kepadamu.&#8217; Lalu Rasulullah saw. memandangnya dengan menaikkan dan menurunkan pandangan beliau kepadanya, kemudian beliau menundukkan kepala.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<h2>6. Penetapan Kriteria Hafal Surat an-Nisa&#8217;</h2>
<p>Katanya, &#8220;Seorang teman saya bahkan mengatakan, untuk pasangan yang berencana menikah, setidaknya sudah menghapal dan memahami arti dari keseluruhan Al Quran surat Annisa.&#8221; (hlm. 34) Padahal, penetapan kriteria tersebut bukanlah berasal dari Allah dan Rasul-Nya.</p>
<h2>7. Pelarangan bagi Calon Istri untuk Mendatangi Keluarga Calon Suami</h2>
<p>Katanya, &#8220;proses perkenalan kepada orangtua secara langsung, hanya bisa dilakukan oleh calon suami kepada keluarga calon istri. Sebab, tidak baik jika calon istri mendatangi keluarga calon suami.&#8221; (hlm. 38) Padahal, pelarangan tersebut bukanlah berasal dari Allah dan Rasul-Nya.</p>
<h2>8. Pembatasan Perkenalan Calon Istri dengan Foto Saja</h2>
<p>Katanya, &#8220;untuk memperkenalkan calon istri kepada keluarga calon suami, calon suami cukup membawa foto keluarga besar calon istri dan menceritakan secara lengkap tentang keadaan dan kondisi keluarga calon istri &#8230;&#8221; (hlm. 38) Padahal, pembatasan dan penetapan tersebut bukanlah berasal dari Allah dan Rasul-Nya.</p>
<h2>9. Pengharusan Adanya Foto dalam Biodata</h2>
<p>Katanya, dalam biodata yang hendak diserahkan ke si dia, &#8220;Kamu [yang belum tingkat tinggi] juga harus menyertakan menyertakan foto yang jelas dan berwarna. Biasanya, kalau sudah tingkat tinggi, alias yang menikah benar-benar ingin beribadah, foto bukan lagi hal yang penting.&#8221; (hlm. 46) Padahal, aturan pengharusan adanya foto dalam biodata itu bukanlah berasal dari Allah dan Rasul-Nya. (Di zaman Rasul itu belum ada fotografi, bukan?)</p>
<h2>10. Penghentian Pertemuan Bila Tidak Berlanjut ke Taaruf Berikutnya</h2>
<p>Katanya, &#8220;Setelah pertemuan pertama ini, kamu akan semakin tahu kecenderungan hatimu. &#8230; Kalau mantap, berlanjut ke taaruf berikutnya. Kalau tidak, ya di-<em>cut</em>.&#8221; Padahal, penghentian pertemuan dengan ketentuan seperti itu bukanlah berasal dari Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<p>Solo, 4 Juli 2008</p>
<p><strong>M Shodiq Mustika</strong>, penulis buku best-seller <em>Istikharah Cinta</em></p>
<p>============</p>
<p><em>Update 16 Juli 2008</em>:</p>
<p>SPIP (seorang penentang islamisasi pacaran) menyangkal artikel saya di atas dengan menyatakan:</p>
<blockquote><p>
Yang perlu dipahami adalah bahwa Ta’aruf itu sendiri bukanlah amaliyah semacam ibadah Mahdah yang telah tetap rukun dan tata caranya, tetapi ia adalah anjuran Qurani &#8230;.
</p></blockquote>
<p>Nah! Justru itulah yang perlu dipahami oleh para pengamal dan terutama pendakwah taaruf. Sayangnya, seperti yang saya kemukakan dalam artikel dan dalam komentar Donny Reza di atas, ada yang memperlakukannya sebagai ritual &#8220;yang telah tetap rukun dan tata caranya&#8221; sehingga &#8220;menyaingi&#8221; ibadah mahdoh. Mereka <b>tidak</b> menempatkannya sebagai <i>anjuran Qurani</i>, melainkan sebagai keharusan dan kewajiban ritual &#8220;yang telah tetap rukun dan tata caranya&#8221;.</p>
<p>Syukurlah SPIP telah menyadari hal itu. Mudah-mudahan kesadaran itu senantiasa diamalkan dan ditularkan kepada mereka yang amat bergairah dalam bertaaruf itu, sehingga tidak terjerumus dalam bid&#8217;ah. Aamiin.</p>
<p>Sementara itu, hendaknya SPIP menyadari bahwa segala ritual (walaupun bukan ibadah mahdoh) yang diperlakukan bagaikan ibadah mahdoh itu dapat tergolong bid&#8217;ah. Umpamanya, pernikahan itu bukan ibadah mahdoh. Namun jika dalam ijab-qabulnya <b>ditetapkan aturan</b> bahwa sepasang mempelai harus berciuman, atau aktivitas lain yang tidak dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya, maka itu tergolong bid&#8217;ah juga. Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/196/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/196/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=196&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panduan Pacaran Islami bukanlah ibarat bermain api</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/30/panduan-pacaran-islami-bukanlah-ibarat-bermain-api/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/30/panduan-pacaran-islami-bukanlah-ibarat-bermain-api/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 03:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Siapkan diri]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Aris Gaara berkata bahwa Panduan Pacaran Islami itu ibarat bermain api. Ia berpandangan: &#8220;Mungkin kl fisik bs saja dpisahkan. namun siapa yg tahu dg hati? Yg tiada berpacaran saja sudah ketar ketir, apalagi yg melegalkanny. Harus diingat bahwa dosa bkn hanya dnikmati seorang pemabuk miras tp jg pembuatny. Anda berani menjamin surga? Wallahua&#8217;lam.&#8220;
Tanggapan M Shodiq [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=187&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aris Gaara berkata bahwa <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/#comment-2235">Panduan Pacaran Islami itu</a> <em>ibarat bermain api</em>. Ia berpandangan: &#8220;<em>Mungkin kl fisik bs saja dpisahkan. namun siapa yg tahu dg hati? Yg tiada berpacaran saja sudah ketar ketir, apalagi yg melegalkanny. Harus diingat bahwa dosa bkn hanya dnikmati seorang pemabuk miras tp jg pembuatny. Anda berani menjamin surga? Wallahua&#8217;lam.</em>&#8220;</p>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/#comment-2235">Panduan Pacaran Islami itu</a> itu bukanlah ibarat bermain api. Isinya merangkum pandangan ulama-ulama terpercaya mengenai percintaan pranikah. Pandangan mereka itu justru <span id="more-187"></span>ibarat <strong>pancaran air</strong> yang menyejukkan hati selama-lamanya dan sekaligus memadamkan api birahi untuk sementara (yaitu pada saat sebelum menikah). Sebab, mereka menekankan <strong>pengawasan</strong>, untuk mencegah terjadinya zina (termasuk &#8220;zina hati&#8221;) pada pelaku pacaran islami. Dengan demikian, selamatlah para pelaku pacaran islami itu dari bahaya api birahi.</p>
<p>Seandainya kita mengharamkan pacaran, maka ini ibarat <strong>mengalirkan gelombang tsunami</strong>. Ini tidak hanya memadamkan api birahi sebagian muda-mudi, tetapi juga &#8220;menenggelamkan&#8221; sebagian muda-mudi lainnya. Mereka &#8220;tenggelam&#8221; karena melakukan pacaran dengan mendekati zina (termasuk &#8220;zina hati&#8221;) secara sembunyi-sembunyi tanpa pengawasan kita.</p>
<p>Semakin keras kita melarang mereka pacaran, semakin sembunyi-sembunyi mereka melakukannya. Padahal, <strong>pacaran secara sembunyi-sembunyi tanpa pengawasan itu jauh lebih berbahaya daripada pacaran terang-terangan dalam pengawasan orang lain yang terpercaya</strong>.</p>
<p>Saya mengerti bahwa &#8220;<em>dosa bkn hanya dnikmati seorang pemabuk miras tp jg pembuatny</em>&#8220;. Karenanya, saya tidak mengharamkan pacaran. Sebab, <strong>mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasulnya itu berdosa besar</strong>. Allah SWT berfirman:</p>
<p>&#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.</em>&#8221; (QS al-Maa-idah [5]: 87))</p>
<p>&#8220;<em>Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa pun [tuntunan] yang telah diturunkan Allah dalam kitab[-Nya] dan menjualnya dengan harga yang murah, mereka itu sebenarnya tidak memakan ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.</em>&#8221; (QS al-Baqarah [2]: 174)</p>
<p>Sebaliknya, <strong>Allah SWT menjamin bahwa surga disediakan bagi siapa pun yang menjalani segala bidang kehidupan secara islami (termasuk dalam hal pacaran)</strong>. &#8220;<em>Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.</em>&#8221; (QS al-‘Ankabuut [29]: 7)</p>
<p>Dan Allah lebih tahu daripada kita, bukan?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/187/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/187/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=187&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/30/panduan-pacaran-islami-bukanlah-ibarat-bermain-api/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran bukanlah seperti membuka buku sampai lecek dan lusuh</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/21/pacaran-bukanlah-seperti-membuka-buku-sampai-lecek-dan-lusuh/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/21/pacaran-bukanlah-seperti-membuka-buku-sampai-lecek-dan-lusuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 22:19:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[definisi pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[logika]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan sebelum menikah]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang menyatakan, &#8220;Pernikahan yang diawali dengan pacaran ibarat membeli buku yang dijadikan contoh (sample) dari jenis buku yang mahal.&#8221; Pernyataan analogis (pembandingan) itu sudah lama disuarakan, tapi hingga kini masih sering didengang-dengungkan oleh kelompok tertentu. Akibatnya, analogi tersebut menjadi mitos yang dipercayai kebenarannya, padahal menyesatkan.
Menyesatkan? Ya! Pernyataan mereka itu mengandung sesat-pikir (fallacy) lantaran pembandingan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=178&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebagian orang menyatakan, &#8220;Pernikahan yang diawali dengan pacaran ibarat <strong>membeli buku yang dijadikan contoh (sample) dari jenis buku yang mahal.</strong>&#8221; Pernyataan analogis (pembandingan) itu sudah lama disuarakan, tapi hingga kini masih sering didengang-dengungkan oleh kelompok tertentu. Akibatnya, analogi tersebut menjadi mitos yang dipercayai kebenarannya, padahal menyesatkan.</p>
<p>Menyesatkan? Ya! Pernyataan mereka itu mengandung sesat-pikir (<em>fallacy</em>) lantaran pembandingan yang &#8220;pincang&#8221; dan &#8220;tidak relevan&#8221;. <span id="more-178"></span>Penyebab pincangnya adalah <strong>lemahnya faktor yang menyebabkan adanya analogi</strong>. Sedangkan irrelevansinya terjadi karena <strong>yang diperbandingkan bukanlah sifat asasinya</strong>. (Lihat Mundiri, <em>60 Jenis Sesat Pikir</em> (Semarang: Aneka Ilmu, 1999), hlm. 21-23.)</p>
<p>Belum jelas? Marilah kita memeriksanya supaya lebih jelas.</p>
<p>Mereka berkata:</p>
<blockquote><p><em><span style="text-decoration:underline;">Umumnya buku [yang mahal] seperti ini di toko buku dibungkus dengan plastik rapat disertai peringatan <strong>&#8220;Membuka berarti membeli&#8221;</strong></span></em><em> sehingga bagi para pembeli untuk bisa benar-benar mengenali buku tersebut siapa tahu tertarik ada 2 pilihan,  yaitu: </em>Pertama<em>, dengan <strong>membuka buku tersebut dan membacanya. </strong></em><em>Akibatnya buku tersebut sangat lecek dan makin lusuh bila semakin banyak orang yang membacanya. <strong>Akhirnya hampir semua pembeli menolak untuk menerimanya sebagai barang belian kecuali sangat memaksa dan terpaksa. </strong>Membeli buku yang seperti ini ibarat pernikahan yang diawali dengan pacaran. </em>Kedua<em>, <span style="text-decoration:underline;">karena buku tersebut mahal terbungkus rapi dan membukanya adalah berarti membeli maka untuk mengetahui isinya sang pembeli <strong>bertanya pada petugas, atau lihat-lihat katalog komputer atau bisa juga sebelumnya bertanya dulu pada orang yang telah memiliki, tahu atau pernah membacanya</strong></span><strong>. </strong>Sehingga dia mendapatkan buku yang benar-benar baru belum pernah disentuh siapapun termasuk pembelinya. Ini ibarat orang yang menikah tanpa melalui proses pacaran.</em><em></em></p></blockquote>
<p>Untuk mengenali bahwa pembandingan tersebut <strong>tidak relevan</strong>, marilah kita amati perbedaan antara &#8220;buku&#8221; dan &#8220;pacar&#8221;.</p>
<p>Buku adalah benda mati yang pasif dan tak berdaya ketika dibuka-buka sampai lecek dan lusuh. Pacar ialah <strong>makhluk hidup yang dianugerahi Tuhan dengan hati nurani dan akal sehat, sehingga mampu menjaga diri dari kekotoran</strong>. Allah SWT berfirman, &#8220;<em>Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada qalbunya.</em>&#8221; (QS at-Taghaabun [64]: 11) Jadi, dalam konteks &#8220;kekotoran&#8221;, pembandingan antara &#8220;buku&#8221; dan &#8220;pacar&#8221; tidaklah relevan.</p>
<p>Kemudian untuk mengenali <strong>pincang</strong>nya pembandingan mereka itu, marilah kita amati perbedaan antara &#8220;membuka sampel buku&#8221; dan &#8220;pacaran&#8221;.</p>
<p>Buku itu merupakan produk massal. Untuk mengenali isinya, kita dapat membuka dan membaca sampelnya. Terhadap produk yang bersifat massal seperti itu, metode penelitian survei (bersampel) merupakan metode yang efisien. Namun, pacar ialah <strong>makhluk tunggal yang bersifat unik, lain dari yang lain</strong>. Ia bukanlah sampel dari para lawan-jenis. Terhadap produk unik yang bersifat tunggal seperti ini, metode penelitian yang efektif adalah &#8220;<strong>studi kasus</strong>&#8220;, bukan survei. (Lihat, misalnya, buku karya Prof. Dr. S. Nasution, <em>Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif</em> (Bandung: Tarsito, 1992), terutama Bab I.) Jadi, dalam konteks penelitian, pincanglah pembandingan antara &#8220;membuka sampel buku&#8221; dan &#8220;pacaran&#8221;.</p>
<p>Dengan demikian, <strong>analogi (pembandingan) antara &#8220;membuka sampel buku&#8221; dan &#8220;pacaran&#8221; yang mereka kemukakan itu keliru</strong> alias sesat-pikir (<em>fallacy</em>).</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p>Berikut ini beberapa contoh gambaran yang bisa menunjukkan bahwa pacaran bukanlah seperti &#8220;membuka buku sampai lecek dan lusuh&#8221;:</p>
<div class="tag-post ">
<h4><a href="http://jawaipost.wordpress.com/2008/06/20/pacar-tak-setia/"><img class="avatar avatar-jawaipost avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/jawaipost-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /><span style="color:#003366;"> Pacar tak setia</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://jawaipost.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">jawaipost</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="05 UTC" />18 hours ago</span></span></cite>: Hari ini tgl 18-06-2008 adalah hari yang tidak menyenangkan buat saya karena pacar saya memutuskan h <a href="http://jawaipost.wordpress.com/2008/06/20/pacar-tak-setia/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam buku harian" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/buku-harian/"><span style="color:#003366;">buku harian</span></a></p>
</div>
<div class="tag-post alternate"><a href="http://fiqihpacaran.wordpress.com/2008/06/20/pacaran-sesuai-ajaran-islam/"><span style="color:#003366;"><img class="avatar avatar-6maret69 avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/6maret69-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> Pacaran Sesuai Ajaran Islam</span></a> — <a href="http://fiqihpacaran.wordpress.com/2008/06/20/pacaran-sesuai-ajaran-islam/#comments"><span style="color:#003366;">1 comment</span></a></div>
<div class="tag-post ">
<p><cite class="author"><a href="http://fiqihpacaran.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">Santri Wati</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="46 UTC" />23 hours ago</span></span></cite>: Pertanyaan: Assalamualaikum wr. wb. Selama ini ada beberapa macam pendapat tentang pacaran dalam sud <a href="http://fiqihpacaran.wordpress.com/2008/06/20/pacaran-sesuai-ajaran-islam/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam fatwa" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/fatwa/"><span style="color:#003366;">fatwa</span></a></p>
</div>
<div class="tag-post alternate">
<h4><a href="http://powerfulgroovyyou.wordpress.com/2008/06/18/apakah-dia-untukku/"><span style="color:#003366;"><img class="avatar avatar-powerfulgroovyyou avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/powerfulgroovyyou-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> Apakah Dia Untukku?</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://powerfulgroovyyou.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">Be example</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="40 UTC" />2 days ago</span></span></cite>: Beberapa hal sederhana untuk mempertimbangkan apakah ia layak diperjuangkan Memilih pasangan hidup <a href="http://powerfulgroovyyou.wordpress.com/2008/06/18/apakah-dia-untukku/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam relationship" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/relationship/"><span style="color:#003366;">relationship</span></a></p>
</div>
<div class="tag-post ">
<h4><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/18/panduan-lengkap-pacaran-islami/"><span style="color:#003366;"><img class="avatar avatar-muhshodiq avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> Panduan Lengkap Pacaran Islami</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/"><span style="color:#0099cc;font-family:Lucida Sans;">M Shodiq Mustika</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="43 UTC" />2 days ago</span></span></cite>: “Bagaimana cara pacaran yang islami?” Pertanyaan ini sering kami jumpai, tetapi jawabannya seri <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/18/panduan-lengkap-pacaran-islami/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam 1 - Siagakan pelaku" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/1-siagakan-pelaku/"><span style="color:#003366;">1 &#8211; Siagakan pelaku</span></a></p>
</div>
<div class="tag-post alternate">
<h4><a href="http://dhieeewhe.wordpress.com/2008/06/13/ap-itu-cnta/"><span style="color:#003366;"><img class="avatar avatar-dhieeewhe avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/dhieeewhe-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> Ap@ itu C!Nta ??</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://dhieeewhe.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">dhieeewhe</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="26 UTC" />6 days ago</span></span></cite>: cinta menurut pakde …. cintu itu bukan masalah hati saja… cinta adalah sinkronisasi an <a href="http://dhieeewhe.wordpress.com/2008/06/13/ap-itu-cnta/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Kamut" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/kamut/"><span style="color:#003366;">Kamut</span></a></p>
</div>
<div class="tag-post ">
<h4><a href="http://hariesaja.wordpress.com/2008/06/06/satu-sajak-cinta-untuk-mantan-pacar/"><span style="color:#003366;"><img class="avatar avatar-hariesaja avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/hariesaja-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> satu sajak cinta untuk mantan pacar</span></a> — <a href="http://hariesaja.wordpress.com/2008/06/06/satu-sajak-cinta-untuk-mantan-pacar/#comments"><span style="color:#003366;">3 comments</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://hariesaja.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">harie insani putra</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="52 UTC" />2 weeks ago</span></span></cite>: Catatan: jangan bilang siapa-siapa tahukah kau manis adalah tanggal, bulan dan waktu: masih seper <a href="http://hariesaja.wordpress.com/2008/06/06/satu-sajak-cinta-untuk-mantan-pacar/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam sajak" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/sajak/"><span style="color:#003366;">sajak</span></a></p>
<div class="tag-post ">
<h4><a href="http://leesooling.wordpress.com/2008/06/21/kusembunyi-cintaku-padanya/"><img class="avatar avatar-tukangpuisi avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/tukangpuisi-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /><span style="color:#003366;"> kusembunyi cintaku padanya</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://leesooling.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">Apandi</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="10 UTC" />3 hours ago</span></span></cite>: kusembunyi cintaku padanya cinta itu seri berahi syahdu nafsu ayu kalbu, aku masih didungu diharu-bi <a href="http://leesooling.wordpress.com/2008/06/21/kusembunyi-cintaku-padanya/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Apandi" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/apandi/"><span style="color:#003366;">Apandi</span></a></p>
</div>
<div class="tag-post alternate">
<h4><a href="http://achoey.wordpress.com/2008/06/20/lelaki-hebat/"><span style="color:#003366;"><img class="avatar avatar-achoey avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/achoey-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> Lelaki Hebat</span></a> — <a href="http://achoey.wordpress.com/2008/06/20/lelaki-hebat/#comments"><span style="color:#003366;">9 comments</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://achoey.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">achoey sang khilaf</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="28 UTC" />9 hours ago</span></span></cite>: Sudah beberapa hari ini aku memperhatikan sosok lelaki kurus itu. Di balik kekucelan tubuhnya aku me <a href="http://achoey.wordpress.com/2008/06/20/lelaki-hebat/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Hikmah Sang Khilaf" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/hikmah-sang-khilaf/"><span style="color:#003366;">Hikmah Sang Khilaf</span></a></p>
</div>
<div class="tag-post ">
<h4><a href="http://zoelchaniago.wordpress.com/2008/06/20/ku-tak-suka-ini/"><span style="color:#003366;"><img class="avatar avatar-leodoang avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/leodoang-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> Ku tak suka ini&#8230;</span></a> — <a href="http://zoelchaniago.wordpress.com/2008/06/20/ku-tak-suka-ini/#comments"><span style="color:#003366;">8 comments</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://zoelchaniago.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">zoel chaniago</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="58 UTC" />10 hours ago</span></span></cite>: Huhhhhh napa harus terjadi,,, dah dua hari ini koneksi speedy dudul banget…. buka blog aja sus <a href="http://zoelchaniago.wordpress.com/2008/06/20/ku-tak-suka-ini/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Curhat" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/curhat/"><span style="color:#003366;">Curhat</span></a></p>
</div>
<div class="tag-post alternate">
<h4><a href="http://awan965.wordpress.com/2008/06/20/datang-dan-pergi/"><span style="color:#003366;"><img class="avatar avatar-awan965 avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/awan965-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> Datang dan Pergi</span></a> — <a href="http://awan965.wordpress.com/2008/06/20/datang-dan-pergi/#comments"><span style="color:#003366;">5 comments</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://awan965.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">awan sundiawan</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="58 UTC" />13 hours ago</span></span></cite>: Dia datang Dia pergi lagi Dia kembali lagi menemui Dia kembali lagi meninggalkan Dihatiku ada rindu <a href="http://awan965.wordpress.com/2008/06/20/datang-dan-pergi/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Puisi" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/puisi/"><span style="color:#003366;">Puisi</span></a></p>
</div>
<div class="tag-post ">
<h4><a href="http://kliktedy.wordpress.com/2008/06/20/jangan-hiraukanku/"><span style="color:#003366;"><img class="avatar avatar-kliktedy avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/kliktedy-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> Jangan Hiraukanku</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://kliktedy.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">Tedy</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="16 UTC" />14 hours ago</span></span></cite>: Sekali &#8211; kali ‘ku tak pernah ingin mengganggumu. Sungguh bukan demikian inginku. Aku hanya ing <a href="http://kliktedy.wordpress.com/2008/06/20/jangan-hiraukanku/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></p>
<p class="tags">Tag: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam Syair" rel="category tag" href="http://id.wordpress.com/tag/syair/"><span style="color:#003366;">Syair</span></a></p>
</div>
<div class="tag-post alternate">
<h4><a href="http://wansz.wordpress.com/2008/06/20/suka-sayang-dan-cinta/"><span style="color:#003366;"><img class="avatar avatar-wansz avatar-48" src="http://a.wordpress.com/avatar/wansz-48.jpg" alt="" width="48" height="48" /> Suka, sayang dan cinta</span></a></h4>
<p><cite class="author"><a href="http://wansz.wordpress.com/"><span style="color:#003366;font-family:Lucida Sans;">wansz</span></a><span style="color:#888888;"><span style="font-family:Lucida Sans;"> wrote <abbr title="08 UTC" />18 hours ago</span></span></cite>: Saat kau menyayangi seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri. S <a href="http://wansz.wordpress.com/2008/06/20/suka-sayang-dan-cinta/"><span style="color:#003366;">… more »</span></a></div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/178/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/178/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=178&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/21/pacaran-bukanlah-seperti-membuka-buku-sampai-lecek-dan-lusuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/jawaipost-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/6maret69-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/powerfulgroovyyou-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/muhshodiq-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/dhieeewhe-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/hariesaja-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/tukangpuisi-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/achoey-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/leodoang-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/awan965-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kliktedy-48.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/wansz-48.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi: Janji Menikah Tapi Belum Khitbah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/16/diskusi-janji-menikah-tapi-tanpa-khitbah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/16/diskusi-janji-menikah-tapi-tanpa-khitbah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 00:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[khitbah]]></category>
		<category><![CDATA[ushul fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Sinyo sudah tahu sejak lama bahwa dalam Islam ikatan resmi antara dua insan manusia berlainan jenis (bukan sesama jenis loh ya) yang bukan sedarah dinyatakan syah atau resmi hanya ada dua, yaitu pinangan dan nikah.
Apakah Islam mengajarkan kita untuk menyepelekan “ikatan” janji yang tidak resmi? Silakan lihat http://wppi.wordpress.com/2007/11/25/ikatan-pacaran-cukup-jelas/
Sekarang katankanlah dua orang insan tersebut sudah “berjanji” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=168&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Sinyo sudah tahu sejak lama bahwa dalam Islam ikatan resmi antara dua insan manusia berlainan jenis (bukan sesama jenis loh ya) yang bukan sedarah dinyatakan syah atau resmi hanya ada dua, yaitu pinangan dan nikah.</p></blockquote>
<p>Apakah Islam mengajarkan kita untuk menyepelekan “ikatan” janji yang tidak resmi? Silakan <span id="more-168"></span>lihat <a rel="nofollow" href="http://wppi.wordpress.com/2007/11/25/ikatan-pacaran-cukup-jelas/"><span style="color:#7f1d1d;">http://wppi.wordpress.com/2007/11/25/ikatan-pacaran-cukup-jelas/</span></a></p>
<blockquote><p>Sekarang katankanlah dua orang insan tersebut sudah “berjanji” akan menikah, janji tersebut tanpa melalui salah satu syariat yang ditetapkan oleh Islam yaitu pinangan atau nikah maka “janji” tersebut sudah ilegal secara materi syariah. Karena sudah jelas hanya melalui pinangan dan nikahlah janji resmi yang dibolehkan. Mengenai jenji-janji yang lain (selain hubungan ikatan dua insan yang berlainan jenis bukan sedarah) cukup simple saja, seperti syarat sebelumnya.</p>
<p>So argumen mas Shodiq tentang “janji” secara umum jelas tidak berlaku karena ikatan janji antara dua insan berlainan jenis yang bukan sedarah sudah ditetepkan dalam Islam yaitu melalui pinangan atau nikah. Silahkan bila ada orang mau “berjanji” tentang ikatan diri, namun jika tanpa piangan dan nikah secara syariah itu tidak ada, ingat yang dibicarakan ikatan diri dua insan berlainana jenis yang bukan sedarah bukan tentang “janji” yang lain <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /></p></blockquote>
<p>Jadi menurut Sinyo, janji menikah tanpa khitbah itu tidak berlaku (tidak wajib dipenuhi) karena &#8220;tidak resmi&#8221;? Masya&#8217;Allaah&#8230;. Sinyo, Sinyo&#8230;.</p>
<p>Marilah kita berislam secara kaffah (utuh). Syariat Islam itu tidak hanya fiqih (yakni yang diformalkan). Iman dan ihsan, walaupun tidak diformalkan, itu juga merupakan bagian dari Islam, sehingga itu juga berlaku pula.</p>
<blockquote><p>Sinyo tidak ingin mempersempit makna Islam seperti yang bang Shodiq tuduhkan </p></blockquote>
<p>Syukurlah Sinyo tidak ingin mempersempit makna Islam. Dengan demikian, &#8220;tuduhan&#8221; itu saya <em>cabut</em> dan saya ganti dengan &#8220;<strong>kekhawatiran</strong>&#8220;.</p>
<blockquote><p>Tampaknya Bang Shodiq tidak fokus membaca tulisan Sinyo. Baik akan saya perjelas:<br />
Jawaban Sinyo di atas hanya menjelaskan soal <strong>janji</strong> yang dipertanyakan oleh bang Shodiq. <strong>Bukan soal pengikaran janji</strong>, yang Sinyo jelaskan adalah janji itu sendiri.</p></blockquote>
<p>Ya, maaf kalau tidak fokus. Yang saya persoalkan adalah <strong>implikasi</strong> dari pandangan Sinyo (yang disampaikan secara &#8220;begitu saja&#8221; tanpa menghiraukan implikasinya) bahwa yang resmi itu hanya khitbah dan nikah.</p>
<p>Saya khawatir bahwa jika pemahaman Sinyo seperti itu dianut oleh kebanyakan ikhwan, maka hancurlah umat Islam karena mereka dengan mudahnya ingkar janji dengan dalih &#8220;tidak resmi&#8221;. Untuk contoh kasus, lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/07/ketika-ikhwan-tercinta-mengingkari-janjinya-kepada-akhwat/">http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/07/ketika-ikhwan-tercinta-mengingkari-janjinya-kepada-akhwat/</a> </p>
<p>Padahal, sesuatu yang tidak diformalkan dalam Islam itu <strong>bukan</strong> berarti tidak berlaku.</p>
<p>Jangankan dalam janji dengan sesama manusia, dalam doa kepada Tuhan pun demikian pula. Syariat Islam memformalkan doa dalam bentuk shalat dan dzikir lainnya. Namun, itu bukan berarti bahwa doa di luar itu (misalnya dalam hati saja) tidak berlaku hanya karena &#8220;tidak resmi&#8221;.</p>
<p>Contoh lain, Allah memformalkan firman-Nya sehingga menjadi Al-Qur&#8217;an. Namun, itu bukan berarti bahwa firman-Nya di hadits qudsi tidak berlaku.</p>
<p>Contoh lain, tasyakuran atas kelahiran anak diformalkan dalam bentuk aqiqah. Namun, itu bukan berarti bahwa bentuk tasyakur lainnya tidak berlaku.</p>
<p>Dan masih banyak lagi contoh lainnya.</p>
<p>Oleh karena itu, supaya pandangan Sinyo itu <em>tidak disalahpahami</em>, saya berharap Sinyo menegaskan bahwa <strong>walau &#8220;tidak resmi&#8221;, janji pranikah tetaplah harus dipenuhi</strong>.</p>
<blockquote><p>Kalau bang Shodiq bisa menunjukkan dalil dalam Islam ada ikatan dua insan lain jenis dan bukan sedarah yang dilakukan tidak melalui pinangan dan nikah, nah itu yang dapat dijadikan acuan tentang apapun yang Bang Shodiq ingin sampaikan kepada khalayak (entah itu lewat buku, blog atau apapun, just simple tidak perlu bertele-tele karena ini memang sesuatu yang mudah dan jelas). Bukan masalah pengikaran janji, bagaimana kita akan membahas menepati janji atau mengingkari janji kalau janji itu sendiri sudah menyalahi contoh yang ada?</p></blockquote>
<p>Menyalahi? <em>Di manakah letak kesalahannya?</em> Bukankah Sinyo sudah mengerti kaidah ushul fiqih bahwa &#8220;semua yang berkenaan dengan [hubungan] keduniaan [sesama manusia] hukumnya adalah <strong>HALAL</strong> kecuali yang diHARAMkan oleh Islam.&#8221;?</p>
<p>Kalau Sinyo mengerti kaidah ushul fiqih tersebut, seharusnya Sinyolah yang menunjukkan bukti bahwa janji menikah di luar khitbah itu diharamkan oleh Islam.</p>
<blockquote><p>Kalau bang Shodiq mau membaca kembali tulisan saya dari atas (soal pacaran islami) saya hanya ingin memberi contoh bahwa saya melakukan seperti yang diperintahkan Rasul soal pinangan dan nikah (bukan yang lain) dan selama ini Alhamdulillah baik-baik saja. Sinyo tidak sanggup jika dipaksa membicarakan pola pemikiran yang yang lebih dari itu, simple saja hidup saya, yaitu berusaha mencontoh Rasul sesanggup saya. Tentang pemahaman yang selain itu, silahkan bang Shodiq dapat berdiskusi sesama ustadz agama <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , karena Sinyo hanya ustadz Bhs. Perancis.</p></blockquote>
<p>Oke. Saya tidak menyalahkan jalan yang dipilih Sinyo. Saya mendukung sepenuhnya upaya Sinyo untuk mengikuti sunnah Rasul. Saya pun turut bersyukur bahwa hubungan Sinyo dan istri baik-baik saja selama ini. Saya pun ikut mendoakan semoga yang baik-baik saja itu tidak hanya untuk selama ini, tapi juga selama-lamanya. (Amin.)</p>
<p>Jalan yang ditempuh Sinyo itu sudah saya ketahui sejak dulu, tapi saya tidak pernah mempermasalahkannya. Saya baru menanggapinya setelah Sinyo <em>mempublikasikannya</em> di blog Sinyo.  Sebab, saya khawatir <strong>implikasi</strong>nya pada saudara-saudara kita lainnya, yang membacanya atau yang mendengarnya dari si pembaca. Sungguh saya tidak rela umat Islam hancur hanya karena mereka dengan mudahnya ingkar janji dengan dalih &#8220;tidak resmi&#8221;. Inilah isi hati saya, semoga <a href="http://sinyoegie.wordpress.com/2008/01/31/pacaran-islami/">Sinyo</a> memakluminya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/168/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/168/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=168&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/16/diskusi-janji-menikah-tapi-tanpa-khitbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 23:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hadits shahih]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[perawan]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Dalil yg dipake [utk islamisasi pacaran] mungkin aja shohih, tp tidak shorih (jelas) menyebut pacaran itu boleh &#8230; 
Menurut ushul fiqih, kebolehan muamalah (termasuk pacaran) TIDAK membutuhkan dalil. Yang membutuhkan dalil adalah pelarangannya. Kaidahnya, semua muamalah itu halal, kecuali ada dalil qath&#8217;i yang melarangnya. Jadi, pengertian Anda terbalik. Seharusnya, pihak pengharamlah yang menyebutkan dalil yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=167&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em>Dalil yg dipake [utk islamisasi pacaran] mungkin aja <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami">shohih</a>, tp tidak shorih (jelas) menyebut <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat">pacaran itu boleh</a> &#8230; </em></p></blockquote>
<p>Menurut ushul fiqih, kebolehan muamalah (termasuk pacaran) TIDAK membutuhkan dalil. Yang membutuhkan dalil adalah <strong>pelarangannya</strong>. Kaidahnya, <strong>semua muamalah itu halal, kecuali ada dalil qath&#8217;i yang melarangnya</strong>. Jadi, pengertian Anda <strong>terbalik</strong>. Seharusnya, pihak pengharamlah yang menyebutkan dalil yang secara qath&#8217;i (shahih dan sharih) melarangnya, namun mereka tidak dapat mengemukakannya. Dalil mereka yang disampaikan kepada kami tidak ada yang sharih.</p>
<blockquote><p><em>&#8230; itu hanya tafsiran para pemuja akal dan filsafat.</em></p></blockquote>
<p>Mengapa Anda <a href="http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh">bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali</a>? <span id="more-167"></span>Kemukakanlah bukti Anda kalau memang Anda berada di pihak yang benar.</p>
<p>Memang, ilmu ushul fiqih itu hanya dapat dipahami oleh orang yang menggunakan akal sehat yang dikaruniakan Allah kepada para hamba-Nya. Namun, para ulama yang merumuskan dan menyepakati kaidah-kaidah ushul fiqih itu bukanlah para pemuja akal dan filsafat. Kaidah-kaidah tersebut berdasarkan Al-Qur&#8217;an dan Hadits shahih.</p>
<blockquote><p><em>Ulama spt al-albani, bin baz dan utsaimin mengatakan haram. (maaf klo khilaf)</em></p></blockquote>
<p>Itu bukan bukti. Pendapat ulama <strong>salafi/wahhabi</strong> &#8220;<em>spt al-albani, bin baz dan utsaimin</em>&#8221; itu tidak mewakili keseluruhan ulama. Apalagi, sebagian besar ulama TIDAK bermazhab salafi/wahhabi. (klo khilaf, bertaubatlah)</p>
<blockquote><p><em>Kasihan para ulama yg dijdkan hujjah ttg pacaran ini, pdhl blm tentu mrk bermaksud mengatakan spt itu. ini namanya subhat yg wajib dihindari.</em></p></blockquote>
<p>Kami mengemukakan pandangan ulama terkemuka (Ibnu Qayyim, Ibnu Hazm, Abu Syuqqah) dengan mengutip pernyataan mereka, lengkap dengan menyebut rujukannya. Jadi, <strong>buktinya ada</strong>. (Pembaca bisa langsung memeriksa apakah kami mengada-ada ataukah mengemukakan apa adanya.) Tapi, Anda sekarang malah <a href="http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh">berprasangka buruk tanpa bukti sama sekali</a>. Dengan prasangka begitu, Anda sendirilah yang jelas2 membuat syubhat, ‘kan?</p>
<p>Bukti kami bisa dilihat di halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/">Taman Cinta</a> Ibnu Qayyim, artikel <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/05/08/mesra-tanpa-zina/">Mesra Tanpa Zina</a> ala Ibnu Hazm, dan artikel <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/24/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-2/">Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran</a> ala Abu Syuqqah.</p>
<blockquote><p><em>Klo blh tau bhs pacaran dlm alquran dan hadist apa ya?. tunjukin doong..</em></p></blockquote>
<p>Terjemahan Qur&#8217;an bukanlah Qur&#8217;an. Terjemahan hadits pun tidak bisa 100% mengalihkan makna aslinya ke bahasa sasaran. Namun, itu bukan berarti tidak ada dalil mengenai pacaran. Tentang dalil pacaran, silakan periksa dalilnya yang <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat">shahih</a> dan &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami">sharih</a>&#8220;.</p>
<blockquote><p><em>Mari qta jujur2an aja, apa ada yg pacaran tdk sentuhan?</em></p></blockquote>
<p>Ya, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/20/chatting-pacaran-tapi-belum-pernah-jumpa/">pacaran jarak-jauh</a> pasti tanpa sentuhan. Ini jujur 100%. Lihat contoh pacaran islami <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/17/mengapa-sengaja-%e2%80%9cjauh-di-mata%e2%80%9d">ala Ibnu Hazm</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta">ala Ibnu Qayyim</a>.</p>
<blockquote><p><em>(mungkin anda serentak jwb ADA!), tp hal ini tdk bisa dijadikan alasan bwt pacaran. </em></p></blockquote>
<p>Anda itu gimana sih? Kami mengemukakan bahwa ada pacaran yang tanpa sentuhan itu ‘kan karena menjawab pertanyaan Anda. Kami tidak pernah menjadikannya hujjah untuk membolehkan pacaran secara islami. Tentang dalil pacaran, sekali lagi, silakan periksa dalilnya yang <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat">shahih</a> dan &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami">sharih</a>&#8220;.</p>
<blockquote><p><em>Apa anda ingin mensejajarkan diri anda dengan para ulama yg anda jdkan hujjah?</em></p></blockquote>
<p>Saya kurang mengerti maksud pertanyaan Anda ini. Kalau Anda menganggap saya tinggi-hati dan seandainya Allah SWT pun berpandangan demikian, maka saya berdoa semoga Dia menyadarkan saya. Demi Allah, saya tidak mau sombong, angkuh, dan sebagainya.</p>
<p>Namun jika Anda tidak mau para ulama itu dijadikan teladan bagi kita dan saudara-saudara kita, maka pertanyaan saya: salahkah menjadikan ulama sebagai teladan kita? Ataukah Anda ingin mereka <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/21/jangan-biarkan-mereka-lari-ke-model-pacaran-jahiliyah">lari ke model jahiliyah</a>?</p>
<blockquote><p><em>Misalkan aja pacaran &#8220;islami&#8221; itu ada, tp bila ngliat fenomena akhir2 ini, gaya pacaran sangat kebablasan dan parah (98% mahasiswi jogja kehilangan keperawanannya). </em></p></blockquote>
<p>BERTAUBATLAH! Dengan menyatakan demikian, Anda baru saja melakukan dosa besar. Ingatlah bahwa menuduh zina seseorang (atau sekelompok orang) tanpa menghadirkan empat orang saksi itu dosanya besar, bisa 80 persen dari dosa berzina itu sendiri. (Lihat QS an-Nuur [24]: 4-5)</p>
<p>&#8220;<strong>Dan mengapa di waktu mendengar berita bohong itu, kamu tidak berkata: ‘Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Mahasuci Engkau [wahai Tuhan kami], ini adalah dusta yang besar&#8217;?</strong>&#8221; (QS an-Nuur [24]: 16)</p>
<p>BOHONG BESAR berita bahwa &#8220;<em>98% mahasiswi jogja kehilangan keperawanannya</em>&#8220;. Berita tersebut berasal dari survei yang tidak ilmiah yang menunjukkan bahwa 97,05 persen (bukan 98 persen) dari &#8220;sampel&#8221; kehilangan keperawanan. Karena tidak ilmiah dan tidak selaras dengan ayat Qur&#8217;an di atas, hasil survei tersebut <strong>tidak bisa dijadikan hujjah</strong>.</p>
<p>Kalau mau tahu berita yang lebih mendekati kebenaran, silakan periksa hasil-hasil penelitian ilmiah, misalnya di artikel <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/">Ciuman dengan Pacar</a>.</p>
<blockquote><p><em>Pacaran &#8220;islami&#8221; tdk memberi solusi malah sebagai pembenaran bagi yg imannya lemah (walaupun ahli agama, aktivis dakwah ato santri), apalagi yg pengetahuan agamanya minus (ky aq he..he..)</em></p></blockquote>
<p>Lagi-lagi Anda <a href="http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh">bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali</a>. &#8220;<strong>Dan kepada Allah sajalah aku mohon pertolongan terhadap apa yang kalian beritakan.</strong>&#8221; (QS Yusuf [12]: 18.)</p>
<blockquote><p><em>Ini nyata: banyak di kampusku aktivis dakwah (mereka menyebutnya ikhwan &amp; akhwat) yg hamil diluar nikah krn terlalu sering ketemu (walaupun klo diskusi pake tabi</em>r).</p></blockquote>
<p>Jelaslah bahwa mereka tidak menerapkan &#8220;pacaran islami&#8221;. (Bahkan, kebanyakan dari mereka tidak menggunakan istilah &#8220;pacaran islami&#8221;, tapi &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren">taaruf</a>&#8221; dll.) Dalam pacaran islami, pertemuan diadakan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan">dalam keadaan terawasi</a>, sehingga pasti takkan berzina. Justru <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/06/kalau-aktivis-dakwah-lakukan-taaruf-yang-tidak-islami">karena &#8220;<em>ikhwan &amp; akhwat</em>&#8221; tidak menerapkan &#8220;pacaran islami&#8221;</a>, terjadilah zina sampai hamil di luar nikah. Oleh karena itu, tugas kitalah untuk turut <a href="http://wppi.wordpress.com/2007/11/28/bila-aktivis-dakwah-lakukan-pacaran">menyadarkan para aktivis dakwah itu supaya kembali ke jalan Ilahi</a>.</p>
<blockquote><p><em>Maaf bila ada kata/istilah yg salah</em></p></blockquote>
<p>Baiklah, saya memaafkan Anda. Saya sudah mengoreksi kesalahan Anda sebagaimana yang sudah saya jelaskan di atas. Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<blockquote><p><em>Emang aq kurang ngerti soal agama. </em></p></blockquote>
<p>Obatnya adalah bertanya kepada yang tahu, bukan menyebarkan prasangka buruk dari orang yang tidak tahu. Semoga dengan diskusi seperti ini, kita senantiasa berada dalam hidayah Ilahi. Amin.</p>
<blockquote><p><em>Mksh atas pencerahannya.</em></p></blockquote>
<p>Terima kasih juga atas masukannya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/167/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/167/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=167&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/13/diskusi-dari-salafi-sampai-hamil-di-luar-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah debat sengit mengenai &#8220;izin berzina&#8221;</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/04/sebuah-debat-sengit-mengenai-izin-berzina/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/04/sebuah-debat-sengit-mengenai-izin-berzina/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 00:35:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[hadits shahih]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Pada beberapa waktu yang lalu, berlangsung sebuah diskusi panas di MyQuran. Topiknya, hukum pacaran dalam Islam. Di situ, ada beberapa perdebatan sengit yang menarik untuk kita petik hikmahnya. Satu diantaranya, Kaezzar vs Nursandhi. Siapa Kaezzar, saya tidak tahu. Sedangkan Nursandhi adalah seorang &#8220;salafi&#8221; yang amat getol menentang keberadaan blog kita, Pacaran Islami. Dialah yang membangun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=158&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada beberapa waktu yang lalu, berlangsung sebuah diskusi panas di MyQuran. Topiknya, hukum pacaran dalam Islam. Di situ, ada beberapa perdebatan sengit yang menarik untuk kita petik hikmahnya. Satu diantaranya, Kaezzar vs Nursandhi. Siapa Kaezzar, saya tidak tahu. Sedangkan Nursandhi adalah seorang &#8220;salafi&#8221; yang amat getol menentang keberadaan blog kita, Pacaran Islami. Dialah yang membangun blog pacaranislamikenapa. Di MyQuran, Nursandhi menggunakan nickname: l4tahzan. Berikut ini sebagian dari perdebatan mereka berdua, yang saya sisipi dengan sedikit komentar.</p>
<p><span id="more-158"></span>Pada mulanya, sejumlah netter menghujat saya karena saya mendukung pacaran islami. Ketika saya mengungkap hadits mengenai perlunya berdakwah secara lembut dalam perkara <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/18/izinkan-aku-berzina/">&#8220;izin berzina&#8221;</a>, mereka masih menggunakan kata-kata yang kasar. Diantaranya, pada 6 November 2007, seorang aktivis forum MyQuran mengata-ngatai saya:</p>
<blockquote><p>Shodiq, kurang gaul kamu ya,&#8230;. Atau kamu sedang promosi buku di sini ya&#8230;?<br />
Demi uang kamu mengobrak abrik agama, &#8230;. menghalalkan segala cara demi uang, wah,&#8230;dajjal juga kamu yakh&#8230;</p></blockquote>
<p>Lalu pada 10 November 2007, 06:40:04 pm, Kaezzar mengungkapkan:</p>
<blockquote><p><strong><a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/18/izinkan-aku-berzina/">Hadits itu</a> tidak dijadikan dasar oleh pak shodiq [untuk bolehnya pacaran secara islami].<br />
Hadits itu dimaksudkan untuk counter terhadap adanya makian dan cacian yg ditujukan ke si blogger [yang mendukung pacaran islami]<br />
Jadi maksudnya, dalam berdakwah untuk melarang perbuatan zina yg terang2an saja, Rasul menggunakan pendekatan yg sedemikian halusnya&#8230;jadi kenapa para pihak kontra tidak mencontoh dakwah Rasul&#8230;padahal pacaran itu sendiri belum tentu mendekati zina<br />
Jadi poin utamanya cuma masalah etika dalam berdakwah aja&#8230;</strong></p></blockquote>
<p>Ya, memang begitu maksud saya. Syukurlah Kaezzar memahaminya.</p>
<p>Namun l4tahzan berpandangan lain. Pada hari yang sama, 08:03:14 pm, ia berkomentar:</p>
<blockquote><p>meski rasulullah SAW menjawab dengan lemah lembut tidak kemudian zina itu menjadi halal. Dengan konteks yang sama, &#8230; meski kita berdakwah lemah lebut kepada mereka yang ingin berpacaran, tetapi tidak serta merta pacaran itu menjadi halal.</p>
<p>Tapi pak shodiq kan tidak begitu, dengan dalih &#8216;lemah lembut&#8217; terhadap mereka yang berpacaran, justru menciptakan syubhat baru pacaran islami ala beliau, disinilah salah satu kesalahan fatal beliau dalam memahami dalil, dan ternyata banyak dalil yang beliau tempatkan tidak pada tempatnya.</p></blockquote>
<p>Manakah yang benar antara dua pandangan yang berbeda ini? Kaezzar ataukah l4tahzan? Anda bisa memeriksanya sendiri. Anda bisa memeriksa, benarkah saya berdalih &#8216;lemah lembut&#8217; untuk menciptakan syubhat baru berupa pacaran islami. Silakan periksa apakah saya menggunakan <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/18/izinkan-aku-berzina/">hadits itu</a> ketika pada satu bulan <em>sebelum</em> debat tersebut berlangsung, saya mengungkap dalil-dalil mengenai <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/">halal-haram pacaran</a>. Setelah itu, Anda pun dapat memeriksa sendiri apakah dalil-dalil tersebut saya &#8220;tempatkan tidak pada tempatnya&#8221;. Silakan periksa artikel saya mengenai &#8220;penempatan dalil-dalil&#8221; tersebut, yang saya publikasikan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/">di sini</a> pada enam hari <em>sebelum</em> perdebatan tersebut berlangsung.</p>
<p>Terhadap pernyataan l4tahzan itu, Kaezzar mengungkapkan kembali kata-katanya di atas. Akan tetapi, Nursandhi alias l4tahzan kemudian berusaha menguatkan pandangannya itu dengan kata-kata berikut:</p>
<blockquote><p>Saya ga tahu apakah akh kaezzar sudah membaca dan merenungi dengan utuh tulisan <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/18/izinkan-aku-berzina/">&#8220;izinkan aku berzina&#8221;</a> pak Shodiq itu. Memang hadits tsb tidak dijadikan dalil &#8216;bolehnya&#8217; berpacaran, tetapi dengan dalih &#8216;kelemah lembutan dalam dakwah&#8217; yang disandarkan pada hadits tsb, pak Shodiq ingin mengarahkan pemahaman pembaca awam tentang &#8220;kemungkinan&#8221; halalnya pacaran ala beliau. Maksud beliau, mungkin beliau ingin berdakwah dengan &#8220;lemah lembut&#8221; kepada mereka yang berpacaran, tetapi &#8230; kelemah lembutan rasulullah SAW dalam menasehati orang yang ingin berzina itu tidak lantas menjadikan zina itu boleh meski sedikit (katakanlah begitu), lain halnya yang dilakukan oleh pak Shodiq, beliau justru mengarahkan pemahaman pembaca awam kepada bolehnya &#8220;berpacaran ala beliau&#8221; dengan dalih kelemahlembutan pada <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/18/izinkan-aku-berzina/">hadits &#8220;izinkan aku berzina&#8221; tsb</a>.</p></blockquote>
<p>Rupanya perdebatan tersebut mulai cenderung menjadi debat-kusir. Di satu pihak, Kaezzar yakin bahwa <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/18/izinkan-aku-berzina/">hadits itu</a> hanya berkenaan dengan cara dakwah, bukan mengenai halalnya pacaran secara islami. Namun di pihak lain, Nursandhi alias l4tahzan bersikukuh bahwa hadits itu saya gunakan sebagai dalih untuk menghalalkan pacaran. Padahal, pada saat debat itu berlangsung, Nursandhi <em>sudah tahu</em> bahwa saya telah mengungkap dalil-dalil mengenai <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/">halal-haram pacaran</a>, yang di dalamnya sama sekali tidak menyebut <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/18/izinkan-aku-berzina/">hadits itu</a>. Bukti bahwa Nursandhi sudah mengetahuinya adalah bahwa pada sekitar tiga minggu <em>sebelum</em> debat tersebut, Nursandhi sudah memposting <a href="http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2007/09/13/tinjauan-halal-haram-penggagas-pacaran-islami/">artikel yang menanggapi pengungkapan dalil-dalil tersebut</a>. Karenanya, sungguh saya tidak mengerti mengapa Nursandhi masih saja <a href="http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/28/ciri-ciri-islam-ekstrim-2-buruk-sangka-dan-menuduh/">bersangka buruk</a> bahwa saya berdalih dengan <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/18/izinkan-aku-berzina/">hadits itu</a> untuk menunjukkan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/">halalnya pacaran secara islami</a>.</p>
<p>Untungnya, sebelum debat kusir berlarut-larut, Kaezzar mengakhiri perdebatan tersebut dengan kata-kata manis:</p>
<blockquote><p><strong>Maaf sekali lagi, bukannya saya marah ataw tersinggung, tapi jujur saya sangat menyayangkan beberapa sikap saudara2 saya disini dengan beberapa tuduhan, cacian, atawpun prasangka buruk.<br />
Saya pikir dalam sebuah diskusi, sangat tidak perlu untuk melakukan &#8220;serangan&#8221; entah itu halus ataw kasar. Karena jujur, niat saya di sini hanya berdiskusi&#8230;bukan mencari pembenaran ataw mengakali syariat&#8230;saya hanya berusaha kritis dalam memandang sesuatu&#8230;as simple as that&#8230;</strong></p>
<p>Wassalam</p></blockquote>
<p>Menanggapi pernyataan manis tersebut, l4tahzan masih mengajak Kaezzar berdebat dalam berbagai topik. Akan tetapi, l4tahzan alias Nursandhi itu tidak lagi mengangkat topik yang menjadi bahan perdebatan di atas. Sejak itu hingga kini, Nursandhi tidak lagi mempersoalkannya. Alhamdulillaah&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/158/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/158/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=158&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/04/sebuah-debat-sengit-mengenai-izin-berzina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
<enclosure url="http://prabu.files.wordpress.com/2008/06/1bawa-dhanhang-gula-gedong-kuning-sl9_0.mp3" length="913408" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelirunya Terjemahan Sebuah Hadits Cinta</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/17/kelirunya-terjemahan-terhadap-sebuah-hadits-tentang-cinta/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/17/kelirunya-terjemahan-terhadap-sebuah-hadits-tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 22:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Qayyim]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/17/kelirunya-terjemahan-terhadap-sebuah-hadits-tentang-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Awas! Kita bisa salah-paham bila menyimak hadits yang terjemahannya keliru atau kurang tepat. Contohnya, dalam sebuah komentar seorang pembaca yang menyebut dirinya realstupid:
Ibnu Majah meriwaytkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Artinya : Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan”.
Di komentar itu, “hadits” tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=95&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Awas! Kita bisa salah-paham bila menyimak hadits yang terjemahannya keliru atau kurang tepat. Contohnya, dalam <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/#comment-1412">sebuah komentar</a> seorang pembaca yang menyebut dirinya <strong>realstupid</strong>:</p>
<blockquote><p>Ibnu Majah meriwaytkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Artinya :<strong> <span style="color:red;">Aku tidak pernah melihat ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan</span></strong>”.</p></blockquote>
<p>Di komentar itu, “hadits” tersebut tampaknya digunakan sebagai dalil untuk menunjukkan bahwa cinta di luar nikah merupakan penyakit Al-‘Isyqu. (Sebenarnya, menurut Kamus <em>Ash-Shihah</em>, makna <em>al-‘isyqu</em> adalah “cinta <strong><span style="color:blue;">yang berlebihan</span></strong>”. Kami tidak tahu dari mana sang komentator memaknainya sebagai “cinta di luar nikah”.)</p>
<p><span id="more-95"></span>Kami belum pernah menjumpai hadits yang maknanya seperti yang ditunjukkan dalam terjemahan itu. Karena teks Arabnya tidak disertakan, kami tidak bisa secara langsung memeriksa tepat-kelirunya terjemahan tersebut.</p>
<p>Kami mencoba mencari hadits riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Abbas yang “mirip” dengan itu. Dalam <em>Sunan Ibnu Majah</em>, kitab an-Nikaah, bab: Maa Jaa-a fii fadhlin Nikaah, kami jumpai:</p>
<p align="right"><strong><span style="font-size:13.5pt;"><span dir="rtl"></span><font face="Times New Roman">1847 &#8211; حدثنا محمد بن يحيى. حدثنا سعيد بن سليمان. حدثنا محمد بن مسلم. حدثنا إبراهيم ابن ميسرة، عن طاوس، عن ابن عباس؛ قال:</font></span></strong></p>
<p align="right"><strong><span style="font-size:13.5pt;"><span dir="rtl"></span><font face="Times New Roman">- قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: </font></span></strong></p>
<p style="direction:rtl;unicode-bidi:embed;text-align:right;margin:0;" dir="rtl" class="MsoNormal"><span dir="rtl"></span><strong><span style="font-size:13.5pt;"><span dir="rtl"></span><font face="Times New Roman">((لم نر ((ير)) للمتحابين مثل النكاح)).</font></span></strong></p>
<p><strong><span style="color:purple;"><font face="Times New Roman">Lam yura baynal muta<u>h</u>aabbayni mitslun nikaa<u>h</u></font></span></strong></p>
<p>Kalau memang hadits itulah yang dimaksudkan oleh si <strong>realstupid</strong>, maka kita perlu membandingkan terjemahannya dengan terjemahan dari Drs. As’ad Yasin: “<strong><span style="color:blue;">Tidak terlihat di antara dua orang yang saling mencintai (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti perkawinan.</span></strong>” (Abdul Halim Abu Syuqqah, <em>Kebebasan Wanita</em>, Jilid 5 (Jakarta: Gema Insani Press, 1999) hlm. 72)</p>
<p>Terjemahan ini tampak berbeda dengan terjemahan tadi. Manakah yang terjemahannya lebih tepat? Dalam pandangan kami, terjemahan yang lebih tepat adalah yang lebih sesuai dengan <em>asbabul-wurud</em> (sebab munculnya)-nya hadits tersebut. </p>
<p>Asbabul-wurud hadits tersebut bisa kita jumpai dalam <em>Silsilatul Ahaditsish Shahihah</em>, nomor 624. Kisahnya:</p>
<p>Dari Ibnu Abbas bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi saw., lalu dia berkata, “Kami memelihara seorang anak perempuan yatim, ia dilamar oleh seorang laki-laki yang miskin dan seorang laki-laki yang kaya, sedangkan anak itu suka kepada yang miskin tetapi kami suka kepada yang kaya.” Maka Rasulullah saw. bersabda, “<strong><span style="color:blue;">Tidak terlihat di antara dua orang yang saling mencintai (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti perkawinan.</span></strong>”</p>
<p>Dengan demikian, terjemahan Drs. As’ad Yasin lah yang lebih tepat, sedangkan terjemahan yang dibawakan oleh <strong>realstupid</strong> kurang tepat (atau bahkan keliru). Terlihat dalam asbabul wurud tersebut bahwa Nabi saw. <em>telah menyaksikan</em>, ada dua orang pria-wanita yang sudah saling mencintai sebelum menikah. Mengapa <strong>realstupid</strong> malah mengatakan bahwa Nabi saw. “<strong><span style="color:red;"><em>tidak pernah melihat</em> ada dua orang yang saling mengasihi selain melalui jalur pernikahan</span></strong>”? Tidakkah terjemahannya itu mengada-ada?</p>
<p>Dari <em>asbabul wurud</em> itu pula, bisa kita tarik pelajaran bahwa untuk pasangan yang hendak dinikahkan, <strong><span style="color:purple;">kriteria cinta pra-nikah itu perlu lebih diprioritaskan daripada kriteria kekayaan</span></strong>. Di situ kita TIDAK melihat adanya petunjuk atau isyarat bahwa cinta pra-nikah itu identik dengan penyakit <em>al-‘Isyqu</em> (cinta yang berlebihan).</p>
<p>CATATAN: Cinta pra-nikah bisa berlebihan, bisa pula <strong><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/">tidak berlebihan</a></strong>. Ketika cinta itu berlebihan, maka <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/#comment-1412">Terapi Penyakit Al-‘Isyq</a> ala Ibnu Qayyim yang ditunjukkan oleh sang komentator itu pun kami dukung sepenuhnya. Bahkan, kami sangat merekomendasikannya dalam rangka islamisasi pacaran, tetapi dengan catatan bahwa terjemahan hadits yang kurang tepat itu harus dikoreksi lebih dahulu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=95&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/17/kelirunya-terjemahan-terhadap-sebuah-hadits-tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halal-Haram Pacaran (Dalil Mana Yang Lebih Kuat?)</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2007 20:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[dalil]]></category>
		<category><![CDATA[hadits shahih]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/</guid>
		<description><![CDATA[Para penentang pacaran islami berlandaskan dalil. Para pendukung pacaran islami pun berdasarkan dalil. Manakah dalil yang lebih kuat antara keduanya?
Pada garis besarnya, sebagaimana tercantum di halaman Kritik, penentang pacaran islami mengemukakan dalil-dalil:


Mendekati zina itu terlarang.


Menikah itu dianjurkan.


Tanazhur pra-nikah itu dianjurkan. (Adapun taaruf pra-nikah tidak ada dalilnya.)


Kuatkah dalil-dalil tersebut? Ya dan tidak. Dalil-dalil tersebut cukup kuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=49&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Para penentang pacaran islami berlandaskan dalil. Para pendukung pacaran islami pun berdasarkan dalil. Manakah dalil yang lebih kuat antara keduanya?</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span id="more-49"></span>Pada garis besarnya, sebagaimana tercantum di halaman <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/kritik/">Kritik</a></span></span>, penentang pacaran islami mengemukakan dalil-dalil:</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Mendekati zina itu terlarang.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Menikah itu dianjurkan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Tanazhur pra-nikah itu dianjurkan. (Adapun <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/">taaruf pra-nikah</a></span></span> tidak ada dalilnya.)</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;">Kuatkah dalil-dalil tersebut? Ya dan tidak. Dalil-dalil tersebut cukup kuat bila dihadapkan dengan pacaran non-islami, tetapi lemah bila dihadapkan dengan pacaran islami. Letak kelemahannya adalah penempatannya yang tidak pada tempatnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Mengapa bisa kita katakan bahwa dalil-dalil tersebut <em>tidak pada tempatnya</em>? Sebabnya:</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pacaran islami tidak mendekati zina. Bahkan, pacaran pada umumnya pun tidak identik dengan “mendekati zina”. (Lihat <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/"><strong>Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)</strong></a></span></span>.)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pacaran islami justru melapangkan jalan untuk menikah dengan sebaik-baiknya, guna membangun rumah tangga yang <em>sakinah, mawaddah, wa rahmah</em>. (Lihat <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/"><strong>12 alasan mengapa bercinta sebelum menikah</strong></a></span></span>.)</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pacaran islami justru mengupayakan peningkatan kualitas tanazhur pra-nikah. (Lihat <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://gaulgayarasul.wordpress.com/2006/12/26/9-gaul-sistematis-dengan-jiwa-bersih/"><strong>Gaul Sistematis dengan Jiwa Bersih</strong></a></span></span>.)</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;">Bagaimana dengan dalil yang dipegang oleh para pendukung pacaran islami? Benarkah ada dalil yang menguatkan keberadaan pacaran islami?</p>
<p style="margin-bottom:0;">Sebagian besar penentang pacaran islami menyangka, keberadaan pacaran islami tidak didukung dengan dalil sama sekali. Bahkan, mereka mengira, pacaran islami ini merupakan bid’ah yang sesat dan menyesatkan. Padahal, seandainya mereka membaca dengan <em>cermat</em> buku-buku (dan artikel-artikel) pacaran islami, tentu mereka jumpai dalil-dalil yang menguatkan keberadaan pacaran islami. Tiga diantaranya adalah sebagai berikut. (Dua dalil pertama bersifat umum, tidak hanya mengenai pacaran, sedangkan dalil ketiga jelas-jelas mengenai pacaran.)</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Mengenai hubungan antar manusia, pernah Rasulullah saw. bersabda: “<strong><span style="color:#800080;">Segala yang tidak disinggung-Nya itu tergolong dalam hal-hal yang dibolehkan-Nya.</span></strong>” (<em>Shahih al-Jami’ ash-Shaghir</em>, hadits no. 3190) Karena pacaran tidak disinggung dalam Al-Qur’an, kehalalannya tidak mustahil.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Nabi saw. bersabda, “<strong><span style="color:#800080;">Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu.</span></strong>” (HR Muslim) Hadits inilah yang menjadi dasar kaidah ushul fiqih yang menyatakan bahwa pokok hukum dalam urusan muamalah adalah sah (halal), sampai ada dalil (yang qath’i) yang membatalkan dan mengharamkannya. Dengan kata lain, selama tidak ada dalil yang dengan tegas mengharamkannya, maka hukumnya tidak haram. Begitu pula perihal pacaran.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;">Pada kenyataannya, budaya pacaran (percintaan pra-nikah) sudah ada pada zaman Rasulullah. Adakah dalil dari beliau yang mengharamkannya? Ternyata, beliau sama sekali tidak pernah mewanti-wanti para sahabat untuk tidak pacaran. Beliau tidak pernah mengharamkan pacaran. Bahkan, sewaktu menjumpai fenomena pacaran, beliau tidak sekedar membiarkan fenomena ini. Beliau bersimpati kepada pelakunya dan justru mencela sekelompok sahabat yang memandang rendah pasangan tersebut. Beliau menyindir, “<strong><span style="color:#800080;">Tidak adakah di antara kalian orang yang penyayang?</span></strong>” (HR Thabrani dalam <em>Majma’ az-Zawâid</em> 6: 209)</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;">Jadi, dalil-dalil para pendukung islamisasi pacaran lebih kuat daripada dalil-dalil para penentang pacaran islami. Mudah-mudahan dengan penjelasan ini, kita tidak lagi membuang-buang energi untuk berdebat mengenai halal-haramnya pacaran. Sudah saatnya kita lebih berkonsentrasi pada bagaimana pacaran secara islami. <em>Wallaahu a’lam</em>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=49&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>134</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 19:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[bercumbu]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/</guid>
		<description><![CDATA[Rupanya, ketika aku beristirahat dari ngeblog, masih ada cukup banyak pengunjung blog ini. Di luar sana pun masih ada banyak yang memperbincangkan tema yang amat menarik ini.
Kuperhatikan, orang yang terang-terangan mendukung islamisasi pacaran semakin banyak. Namun, saudara kita yang terang-terangan menentang pacaran islami masih banyak pula. (Asyiiik! Dengan adanya pro-kontra ini, mudah-mudahan semakin dekatlah kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=47&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;">Rupanya, ketika aku beristirahat dari ngeblog, masih ada cukup banyak pengunjung blog ini. Di luar sana pun masih ada banyak yang memperbincangkan tema yang amat menarik ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Kuperhatikan, orang yang terang-terangan mendukung islamisasi pacaran semakin banyak. Namun, saudara kita yang terang-terangan menentang pacaran islami masih banyak pula. (Asyiiik! Dengan adanya pro-kontra ini, mudah-mudahan semakin dekatlah kita dengan kebenaran. Aamiiin.)</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span id="more-47"></span>Di satu sisi, pada kedua pihak terdapat satu kesamaan yang sangat mendasar. Keduanya sama-sama berprinsip: <em><a href="http://hary84.wordpress.com/2007/07/19/pacaran-sesuai-ajaran-islam/">jangan dekati zina</a></em>.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Di sisi lain, terdapat satu perbedaan yang kecil (<em>furu’</em>) antara kedua pihak. Pendukung islamisasi pacaran menyatakan bahwa dalam pacaran, kita <em>tidak harus</em> mendekati zina. Sedangkan penentang pacaran islami mengklaim bahwa orang pacaran itu <em>pasti</em> mendekati zina, sehingga mustahil ada pacaran yang islami.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Pada kedua pihak, ada sedikit perbedaan pandangan mengenai apa yang dimaksud dengan “mendekati zina”. Sekalipun demikian, keduanya sepakat bahwa aktivitas yang merangsang syahwat, seperti berciuman, pastilah tergolong “mendekati zina”.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Oleh karena itu, aku jadi tertarik mengajukan PR (<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/04/15/islamisasi-pacaran-yang-berkualitas-tinggi/"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">lagi</span></span></a>) kepada para penentang pacaran islami:</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>Selenggarakanlah sensus terhadap semua orang yang pacaran. Ajukanlah satu pertanyaan: “Pernahkah kamu berciuman dengan pacarmu?”</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>Oh iya, kayaknya sensus itu terlalu berat. Sebagai gantinya, adakanlah penelitian ilmiah terhadap sampelnya saja.</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">Mungkin kita pernah mendengar adanya survei yang memamerkan bahwa “97% cewek Yogya sudah tidak perawan lagi”. Atas dasar ini barangkali ada yang menduga, tentunya 100% orang yang pacaran itu berciuman. Namun, survei tersebut keliru dan tidak ilmiah sama sekali. Dalam hal ini, M Fauzil Adhim menanggapi bahwa kalau tidak memanipulasi data, maka sang peneliti “tidak terlalu menguasai metodologi penelitian sehingga salah dalam mengambil sampel”.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Untuk saat ini, kami saksikan ada beberapa penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa tidak semua orang yang pacaran itu berciuman. Lihat saja salah satu penelitian ilmiah terhadap kalangan remaja yang sedang atau pernah pacaran. Di Medan, 73% responden nggak berciuman dan 96% responden tidak bersanggama. Di Yogyakarta, 76% nggak berciuman dan 92% tidak bersanggama. Di Surabaya, 73% nggak berciuman dan 97% tidak bersanggama. Artinya, <strong>hampir semua remaja yang pacaran di kota-kota itu nggak berzina dan sebagian besar tidak berciuman</strong>! (Lihat Masri Singarimbun, <em>Penduduk dan Perubahan</em>, hlm. 115.)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=47&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>145</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Sesungguhnya Diinginkan Cewek/Cowok</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/26/yang-sesungguhnya-diinginkan-cewekcowok/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/26/yang-sesungguhnya-diinginkan-cewekcowok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2007 02:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/26/yang-sesungguhnya-diinginkan-cewekcowok/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah hasil jajak pendapat yang diambil oleh Allan &#38; Barbara Pease dari 15 ribu orang pria dan wanita berusia 17-60 tahun.

Menurut para pria, apa yang dicari wanita dari pria?

kepribadian
tubuh atletis
rasa humor
kepekaan
ketampanan

Pada kenyataannya, apa yang dicari wanita dari pria?

kepribadian
rasa humor
kepekaan
kecerdasan
tubuh atletis

Dari kedua daftar itu bisa kita simpulkan bahwa kecerdasan dan segi-segi batiniah lainnya (yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=23&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut ini adalah hasil jajak pendapat yang diambil oleh Allan &amp; Barbara Pease dari 15 ribu orang pria dan wanita berusia 17-60 tahun.</p>
<p align="center"><a title="cupids-mistake.gif" href="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/cupids-mistake.gif"><img src="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/cupids-mistake.thumbnail.gif" alt="cupids-mistake.gif" /></a></p>
<p><span id="more-23"></span>Menurut para pria, apa yang dicari wanita dari pria?</p>
<ol>
<li>kepribadian</li>
<li>tubuh atletis</li>
<li>rasa humor</li>
<li>kepekaan</li>
<li>ketampanan</li>
</ol>
<p>Pada kenyataannya, apa yang dicari wanita dari pria?</p>
<ol>
<li>kepribadian</li>
<li>rasa humor</li>
<li>kepekaan</li>
<li>kecerdasan</li>
<li>tubuh atletis</li>
</ol>
<p>Dari kedua daftar itu bisa kita simpulkan bahwa <em>kecerdasan </em>dan segi-segi batiniah lainnya (yang menempati urutan nomor 1-4) ternyata jauh lebih dicari wanita dari pria ketimbang <em>ketampanan </em>dan segi-segi lahiriah lainnya. Makanya, kalo ada cewek cantik kok mau berjodoh ama cowok yang gak tampan dan kurang atletis, jangan heran dan jangan iri! Mungkin saja, si cewek nemuin kepribadian yang memikat, rasa humor, kepekaan, dan kecerdasan pada diri si cowok.</p>
<p>Terus, menurut para wanita, apa yang dicari pria dari wanita?</p>
<ol>
<li>kecantikan</li>
<li>bodi indah</li>
<li>dada indah</li>
<li>pantat besar</li>
<li>kepribadian</li>
</ol>
<p>Pada kenyataannya, apa yang dicari pria dari wanita?</p>
<ol>
<li>kepribadian</li>
<li>kecantikan</li>
<li>kecerdasan</li>
<li>rasa humor</li>
<li>bodi indah</li>
</ol>
<p>Dari kedua daftar itu bisa kita simpulkan bahwa banyak cewek salah-sangka. Mereka mengira, para cowok sangat menghendaki keindahan lahiriah wanita. (Kepribadian hanya menempati nomor lima, sedangkan nomor 1-4 semuanya mengenai keindahan lahiriah. Mungkin ini gara-gara media massa yang gencar mengeksploitasi daya-tarik seksual wanita.) Padahal, pada kenyataannya, para cowok lebih mengharap kecantikan batiniah wanita daripada lahiriahnya. (Kepribadian di posisi pertama, kecerdasan dan rasa humor di posisi ketiga dan keempat.)</p>
<p>Tambahan informasi:</p>
<p><span style="color:#333333;"><a title="Pria Tampan DAN Kaya Kurang Disukai Wanita" href="http://popsy.wordpress.com/2007/07/24/pria-tampan-dan-kaya-kurang-disukai-wanita/">Pria Tampan DAN Kaya Kurang Disukai Wanita</a> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=23&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/26/yang-sesungguhnya-diinginkan-cewekcowok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/cupids-mistake.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">cupids-mistake.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>