<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pacaran Islami &#187; Pahami ekspresi</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/category/3-arungi-makna/pahami-ekspresi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Dec 2009 22:26:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pacaranislami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/30cb6a007ee4daea355dadafbd17ae78?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pacaran Islami &#187; Pahami ekspresi</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Sikap Nabi terhadap Orang Yang Ekspresikan Cinta</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 06:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA["Pendekatan"]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi mesra]]></category>
		<category><![CDATA[Hasilkan kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta romantis]]></category>
		<category><![CDATA[ekspresi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[romantis]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[ushul fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Kapan[kah] Muhammad mengharamkan cinta, 
Dan apakah ia menghina umatnya yang jatuh cinta. 
Janganlah kau berlagak mulia, 
Dengan menyebut cinta sebagai dosa. 
Syair Ibnu Hazm (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 83) yang menyindir orang-orang yang melecehkan cinta tersebut mengingatkan saya pada sebuah hadits hasan dari Ibnu Abbas r.a. yang diriwayatkan oleh Thabrani (dalam Majma&#8217; az-Zawâid 6: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=138&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em>Kapan[kah] Muhammad mengharamkan cinta, </em></p>
<p><em>Dan apakah ia menghina umatnya yang jatuh cinta. </em></p>
<p><em>Janganlah kau berlagak mulia, </em></p>
<p><em>Dengan menyebut cinta sebagai dosa. </em></p></blockquote>
<p>Syair Ibnu Hazm (<em>Di Bawah Naungan Cinta</em>, hlm. 83) yang menyindir orang-orang yang melecehkan cinta tersebut mengingatkan saya pada sebuah hadits hasan dari Ibnu Abbas r.a. yang diriwayatkan oleh Thabrani (dalam <em>Majma&#8217; az-Zawâid</em> 6: 209). Seperti yang saya ungkap kembali di bawah ini, Rasulullah saw. pun pernah menyindir beberapa sahabat yang memandang rendah sepasang pria-wanita yang saling jatuh cinta.</p>
<p align="center">***</p>
<p><span id="more-138"></span>Nabi saw. mengirim satu pasukan [shahabat], lalu mereka memperoleh rampasan perang yang di antaranya terdapat seorang tawanan laki-laki.</p>
<p>[Sewaktu interogasi], ia berkata, &#8220;Aku bukanlah bagian dari golongan mereka [yang memusuhi Nabi]. Aku hanya jatuh cinta kepada seorang perempuan, lalu aku mengikutinya. Maka biarlah aku memandang dia [dan bertemu dengannya], kemudian lakukanlah kepadaku apa yang kalian inginkan.&#8221;</p>
<p>Lalu ia dipertemukan dengan seorang wanita [Hubaisy] yang tinggi berkulit coklat. Lantas [si lelaki yang jatuh cinta itu] bersyair kepadanya:</p>
<blockquote><p><em>Wahai dara Hubaisy! </em></p>
<p><em>Terimalah daku selagi hayat dikandung badanmu! </em></p>
<p><em>Sudilah dikau kuikuti dan kutemui di suatu rumah mungil atau di lembah sempit antara dua gunung! </em></p>
<p><em>Tidak benarkah orang yang dilanda asmara berjalan-jalan di kala senja, malam buta, dan siang bolong?</em></p></blockquote>
<p>Perempuan itu menjawab, &#8220;Baiklah, kutebus dirimu.&#8221;</p>
<p>Namun, mereka [para shahabat itu] membawa pria itu dan menebas lehernya. Lalu datanglah wanita itu, lantas ia jatuh di atasnya, dan menarik nafas sekali atau dua kali, kemudian meninggal dunia.</p>
<p>Setelah mereka bertemu Rasulullah saw., mereka informasikan hal itu [dengan antusias] kepada beliau, tetapi Rasulullah saw. berkata [dengan sindiran tajam]: &#8220;<em>Tidak adakah di antara kalian orang yang penyayang?</em>&#8220;</p>
<p align="center">***</p>
<p>Hadits tersebut menunjukkan adanya fenomena percintaan di luar nikah pada zaman Rasulullah saw.. Apakah beliau mengharamkannya? Apakah beliau menghina sepasang lelaki-perempuan yang saling jatuh cinta dan saling mengekspresikan cintanya?</p>
<p>Tidak dan tidak! Bahkan, menurut Abdul Halim Abu Syuqqah, seorang ulama Ikhwanul Muslimin, &#8220;beliau menampakkan belas kasihnya kepada kedua orang yang sedang dilanda cinta itu&#8221;. (<em>Kebebasan Wanita</em>, Jilid 5 (Jakarta: Gema Insani  Press, 1999), hlm. 75)</p>
<p>Memang, sebagian ahli agama tidak sependapat dengan pandangan Abu Syuqqah tersebut. Namun, saya lihat bahwa pendapat ahli agama yang menentang pandangan Abu Syuqqah itu lemah.</p>
<p>Anda masih ragu? Boleh. Marilah kita periksa argumentasi seorang ahli agama yang menolak pandangannya itu.</p>
<p>Seorang ahli agama mengemukakan: &#8220;Sebenarnya kemarahan Nabi saw. melalui pernyataannya yang halus tersebut [yakni ‘Tidak adakah di antara kalian orang yang penyayang?'] bukan dalam kaitannya dengan cinta kasih dua orang tersebut, melainkan kemarahan beliau terhadap sahabat-sahabatnya yang bertindak ‘main hakim sendiri&#8217;.&#8221; (Anang Harris Himawan, <em>Bukan Salah Tuhan Mengazab </em>(Solo: Tiga Serangkai, 2007), hlm. 16)</p>
<p>Untuk memperkuat pendapat tersebut, si ahli agama menggunakan metode qiyas (perbandingan) terhadap sebuah hadits lainnya berikut ini.</p>
<blockquote><p><em>Ketika selesai dari sebuah peperangan, para sahabat membawa tawanan untuk dijadikan tebusan. Di antara para sahabat tersebut, terdapat Khalid bin Walid, ‘Pedang Allah&#8217;. Khalid bukannya membawa tawanan ke hadapan Rasulullah, melainkan dibawa ke atas bukit. Para tawanan tersebut bertanya, ‘Bukankah kamu akan memberi kami jaminan keamanan?&#8217; ‘Ya,&#8217; jawab Khalid. Namun, ternyata di atas sebuah bukit, Khalid memerintahkan para tawanan tersebut meminum minuman yang ada pada sebuah mangkok yang biasa digunakan untuk memberi makan minum anjing. Selanjutnya, Khalid membunuh mereka satu per satu. Para sahabat yang mengetahui segera melaporkan kejadian tersebut kepada Rasulullah. Lalu, Rasulullah menjawab, &#8220;Khalid belum bisa meninggalkan ‘kebiasaan jahiliah&#8217;-nya.&#8221; (</em>Bukan Salah Tuhan Mengazab<em>, hlm. 16)</em></p></blockquote>
<p>Demikianlah hadits yang dijadikan landasan <em>qiyas</em> (pembandingan) ini. Masalahnya, apakah kasus Khalid tersebut dapat di-<em>qiyas</em>-kan (disebandingkan) 100% dengan kasus pada hadits riwayat Thabrani di atas? Mari kita telaah.</p>
<p>Memang, pada kasus Khalid itu ada kesamaan dengan hadits riwayat Thabrani di atas. Keduanya sama-sama menceritakan adanya tindakan ‘main hakim sendiri&#8217;. Sayangnya, pembandingan yang dilakukan oleh Anang Harris Himawan ini berhenti sampai di sini. Padahal, ada perbedaan yang signifikan pada dua peristiwa di dua hadits tersebut.</p>
<p>Sebelum melakukan pembandingan dengan lebih mendalam untuk mengenali perbedaannya, si ahli agama sudah menyimpulkan, &#8220;Maksud yang tersirat dari pernyataan Nabi saw. tersebut kurang lebih adalah, ‘<em>Mengapa mereka dibunuh, sementara mereka perlu diadili atas kesalahannya [lebih] dahulu?</em>&#8216;&#8221; (<em>Bukan Salah Tuhan Mengazab</em>, hlm. 16)</p>
<p>Padahal, justru pada maksud yang tersirat inilah terdapat perbedaan yang signifikan. Perhatikanlah bahwa pada kasus Khalid bin Walid, tawanan itu dibunuh <strong><em>sebelum</em></strong> diadili. Sedangkan pada hadits riwayat Thabrani di atas, jelas terlihat bahwa si tawanan dihukum mati <strong><em>sesudah</em></strong> diadili (diinterogasi dan seterusnya).</p>
<p>Ternyata, pada hadits riwayat Thabrani di atas, tidak ada bukti kesalahan si tawanan. Yang terbukti hanyalah adanya ekspresi cinta antara dia dan kekasihnya. Ekspresi cinta inilah &#8220;kesalahan&#8221; si tawanan di mata para sahabat, suatu ekspresi yang ternyata tidak disalahkan oleh Nabi saw. Inilah dasar yang kuat mengapa Abu Syuqqah justru menyatakan bahwa Nabi saw. &#8220;<strong>menampakkan belas kasihnya</strong>&#8221; kepada sepasang pria-wanita yang saling ekspresikan cinta itu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=138&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Menulis Surat Cinta Romantis</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/29/kiat-menulis-surat-cinta-romantis/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/29/kiat-menulis-surat-cinta-romantis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 23:01:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi mesra]]></category>
		<category><![CDATA[Nikmati kemesraan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[cinta romantis]]></category>
		<category><![CDATA[contoh surat cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ekspresi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kemesraan]]></category>
		<category><![CDATA[kiat menulis]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[surat cinta romantis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Update 17 Juli 2008: Ibnu Hazm al-Andalusi (ulama besar di abad pertengahan) dan Abdul Halim Abu Syuqqah (ulama Ikhwanul Muslimin) membolehkan ekspresi cinta pranikah (dan bahkan juga prakhitbah). Lihat artikel Perlukah merahasiakan rasa cinta? dan Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? (2)
&#8211;Naskah semula:
Meski bentuk puisilah yang paling efisien dan efektif, surat cinta yang romantis tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=135&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Update 17 Juli 2008:</em> Ibnu Hazm al-Andalusi (ulama besar di abad pertengahan) dan Abdul Halim Abu Syuqqah (ulama Ikhwanul Muslimin) <strong>membolehkan</strong> ekspresi cinta pranikah (dan bahkan juga prakhitbah). Lihat artikel <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/12/06/perlukah-merahasiakan-rasa-cinta/"><span style="color:#0060ff;">Perlukah merahasiakan rasa cinta?</span></a> dan <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/24/benarkah-ulama-ikhwanul-muslimin-mengharamkan-pacaran-2/"><span style="color:#0060ff;">Benarkah ulama Ikhwanul Muslimin mengharamkan pacaran? (2)</span></a></p>
<p>&#8211;Naskah semula:</p>
<p>Meski bentuk puisilah yang paling efisien dan efektif, surat cinta yang romantis tak harus berisi puisi melulu. Efisiensi dan efektivitas surat cinta bisa dapat lebih ditingkatkan melalui berbagai cara. Berikut ini beberapa kiat diantaranya.</p>
<h3>1. Awal Surat</h3>
<p>Jangan lupa, tanggalilah surat Anda (tanggal, bulan, tahun)! Lengkapilah pula dengan menyebut tempat Anda menulis. Misalnya:</p>
<p><strong><em>Solo, 27 Maret 2008</em></strong></p>
<p>Dengan adanya penanggalan seperti ini, surat cinta Anda menjadi bernilai historis, sehingga lebih berharga untuk disimpan dan dibaca berulang-ulang oleh si dia.</p>
<p>Lalu tulislah salam pembuka dengan disertai ungkapan yang memikat hati. Umpamanya:</p>
<p><strong><em>Assalamu ‘alaykum, bidadariku tercinta. </em></strong></p>
<p><span id="more-135"></span>Jangan menulis salam pembuka yang terlalu formal, semisal: &#8220;Kepada Yth. Yurida Azmi.&#8221; Ingat, surat cinta bersifat pribadi, bukan surat formal untuk melamar pekerjaan.</p>
<p>Jangan pula menggunakan sebutan formal, semisal: &#8220;Bolehkah saya tahu bagaimana keadaan Anda sekarang?&#8221; Sejak bagian pengantar, sebutlah dia dengan nama panggilan yang dia sukai.</p>
<p>Contohnya:</p>
<p><strong><em>Dik Ayu, gimana kabarmu hari ini? Semoga rahmat Allah dan barokah-Nya terlimpah-ruah kepadamu selalu.</em></strong></p>
<p>Kemudian awalilah isi surat Anda dengan alasan mengapa Anda menulis surat kepada si dia. Jelaskan alasan &#8220;apa adanya&#8221;. Umpamanya:</p>
<p><strong><em>Mawar merahku, aku penuhi saranmu untuk tidak menjumpaimu. Aku dapat menahan diri. Aku akan terus menanti-nanti tibanya saat itu, saat kita bisa mereguk madu cinta berdua selama-lamanya, dalam ridha-Nya.</em></strong></p>
<p><strong><em>Kini, Dik, senandung jiwaku menuntun tanganku untuk kembali menulis sepatah dua patah kata bagimu. Syukurlah, kau tidak pernah melarangku menulis surat cinta kepadamu. Alhamdulillaah&#8230; </em></strong></p>
<h3>2. Isi Surat</h3>
<p>Walau Anda sejenius Einstein, lebih banyaklah menulis mengenai perasaan daripada pikiran atau pun pengamatan. Surat cinta bukanlah sripsi atau pun karya ilmiah lainnya. Surat cinta Anda adalah ungkapan isi hati Anda sendiri.</p>
<p>Kemudian supaya ungkapan isi hati Anda terhindar dari omong kosong belaka, jangan sekadar menyebutkan kesimpulan Anda. Jangan hanya menulis &#8220;I love you&#8221;. Rincilah bagaimana hati Anda tercuri olehnya! Caranya, diantaranya:</p>
<ul>
<li>© paparkan bagaimana peristiwa terkini mengingatkan Anda pada dirinya; contoh: &#8220;<strong><em>Baru saja, Dik, kubaca berita di koran. Mataku terpaku. Kusimak kabar: ‘Kini, nyaris tak ada kawasan yang bebas banjir di Pekanbaru. Ancaman air bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.&#8217; (</em>Jawa Pos<em>, 27 Maret 2008) Jantungku langsung berpacu cepat. Bagaimana dengan rumahmu, pikirku. Apakah tergenangi air juga? Seberapa dalam? Selamat semuanya?</em></strong>&#8220;</li>
<li>© sebutkan keunikan dia, yang menjadikan dia &#8220;lain dari yang lain&#8221; di mata Anda; contoh: &#8220;<strong><em>Kubayangkan air bah datang tiba-tiba seperti serangan fajar. Ketinggian air Sungai Siak menggila, meluber ke mana-mana. Pasar Wisata, Pasar Bawah, dan Pasar Sago terendam air. Para pedagang tertunduk lesu di antara sebagian barang dagangan mereka yang bisa diselamatkan. Orang-orang menonton mereka di layar televisi. Begitu saja. Tapi kamu tidak, Dik. Seperti biasanya, kau tidak terpaku di depan televisi. Kakimu melangkah. Air bah tak menghalangi langkahmu. Kau berbelanja ikan teri dan ikan asin. Kau membayarnya dengan rupiah sejumlah dua kali lipat dari harganya. Lalu kau beranjak ke beberapa pedagang kecil lainnya dan melakukan hal yang serupa. Begitulah salah satu caramu menjadi dermawan.</em></strong>&#8220;</li>
<li>© sebutkan keistimewaan dia, terutama yang menjadikan dia begitu berharga bagi Anda; contoh: &#8220;<strong><em>Kedermawananmu itu, Dik&#8230; aduhai begitu mendalam, pelajaran yang bisa kupetik dan kubagikan kepada para pembaca buku kita. Tapi tak hanya itu. Kau tak cuma inspirasi untuk menulis buku. Kaulah inspirasi dalam seluruh hidupku.</em></strong>&#8220;</li>
<li>© terangkan bagaimana kehidupan Anda berubah menjadi lebih baik berkat kehadirannya; contoh: &#8220;<strong><em>Matahariku, sejak kenal dirimu aku tak lagi menjadi katak dalam tempurung. Sedikit demi sedikit, tumbuhlah aku menjadi pohon mangga di tepi jalan. Kusediakan naungan bagi para pejalan. Kusediakan buah bagi yang kehausan. Memang, buah yang kusodorkan kepada alam semesta masih sedikit sekali. Namun dengan dirimu sebagai inspirasi hidupku, aku akan terus memproduksi buah.</em></strong>&#8220;</li>
<li>© beritahukan betapa keberadaannya menjadikan Anda bahagia; contoh: &#8220;<strong><em>Siapa bilang, memproduksi buah setiap saat itu menyengsarakan? Setiap kali berproduksi, aku merasa berdansa dengan dirimu, Dik. Mana mungkin aku tak bahagia menari bersama bidadari surgawi?</em></strong>&#8220;</li>
<li>© sebutkan kesamaan-kesamaan antara dia dan Anda; contoh: &#8220;<strong><em>Bidadariku, saksikanlah tarian kita berdua sekarang! Saksikanlah bagaimana kita berdansa di dalam buku terbaru kita ini. Senada seirama, bukan?</em></strong>&#8220;</li>
<li>© ungkapkan kembali peristiwa mengesankan yang kalian alami bersama.</li>
</ul>
<p>Merinci apa saja yang Anda rasakan itu akan menambah kedalaman isi surat Anda. Namun meski rinci, meski puitis, jujurlah! Gunakan kata-kata puitis dengan setulus-tulusnya dari hati yang sedalam-dalamnya. Bila perlu, sesekali kutiplah puisi orang lain, tetapi berterus-teranglah dengan menyebutkan sumbernya.</p>
<p>Mengutipnya sedikit saja, ya! Jangan meniru (apalagi menyontek mentah-mentah) tulisan orang lain. Menulislah dengan gaya Anda sendiri. <em>Pede aja, lagi</em>!</p>
<h3>3. Akhir Surat</h3>
<p>Tutuplah isi surat Anda dengan pemberitahuan tentang apa yang hendak Anda kerjakan seusai menulis surat, yang berkaitan dengan dirinya. Umpamanya:</p>
<p><strong><em>Kekasihku, aku ingin berdansa denganmu selama-lamanya; bukan hanya ketika merangkai kata-kata ini sekarang, melainkan terutama kelak di surga. Namun aku tak tahu apakah bekalku mencukupi. </em></strong></p>
<p><strong><em>Rasanya, aku perlu bersujud dan bersujud lagi. Aku perlu beramal dan beramal lagi. Jadi, kucukupkan dulu suratku kali ini. Insya&#8217; Allah, kita akan bersilaturrahim lagi di lain kesempatan.</em></strong></p>
<p>Akhiri surat Anda dengan frase yang manis, lalu cantumkan nama panggilan Anda. Contoh:</p>
<p><strong><em>Yang takkan letih mencintaimu,</em></strong></p>
<p><strong><em>Shodiq</em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/135/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/135/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=135&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/29/kiat-menulis-surat-cinta-romantis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>konsep mencari jodoh secara islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/01/konsep-mencari-jodoh-secara-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/01/konsep-mencari-jodoh-secara-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 12:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi jelas]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[istikharah]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>
		<category><![CDATA[ubah takdir]]></category>
		<category><![CDATA[ushul fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/01/konsep-mencari-jodoh-secara-islami/</guid>
		<description><![CDATA[Supaya Allah mengubah jodoh Anda (atau pun takdir Anda lainnya), Anda perlu berusaha dan berdoa. (Lihat artikel “Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh? ”.) Lantas, bagaimana konsep mencari jodoh secara islami?
Pada garis besarnya, sesuai dengan kaidah-kaidah ushul fiqih, ada dua bagian pada konsep-konsep mencari jodoh secara islami.
Pertama, dalam hal-hal yang berkenaan dengan aqidah dan ibadah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=130&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Supaya Allah mengubah jodoh Anda (atau pun takdir Anda lainnya), Anda perlu berusaha dan berdoa. (Lihat artikel “<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/03/01/karena-sudah-ditakdirkan-perlukah-mencari-jodoh/">Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh? </a>”.) Lantas, bagaimana konsep mencari jodoh secara islami?</p>
<p>Pada garis besarnya, sesuai dengan kaidah-kaidah ushul fiqih, ada dua bagian pada konsep-konsep mencari jodoh secara islami.</p>
<p><span id="more-130"></span>Pertama, <strong>dalam hal-hal yang berkenaan dengan aqidah dan ibadah mahdhoh (hubungan dengan Tuhan), yang islami adalah yang ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya</strong>. Dalam hal ini, yang tidak ada tuntunannya tidaklah islami.</p>
<p>Karena itu, diantara cara mencari jodoh yang tergolong islami adalah doa istikharah (sesuai tuntunan Rasulullah saw.).</p>
<p>Sedangkan yang tidak islami: mengikuti ramalan bintang, mengikuti ramalan paranormal, melakukan &#8220;istikharah&#8221; yang tergolong bid’ah, dsb. (Lihat M Shodiq Mustika dkk, <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a> (Jakarta: Qultum Media, 2007), terutama bab “Cara Istikharah Menurut Sunnah Rasulullah”.)</p>
<p>Kedua, <strong>dalam hal-hal yang berkenaan dengan muamalah (hubungan dengan manusia), yang islami adalah yang <em>tidak</em> ada larangannya dari Allah dan Rasul-Nya</strong>. Dalam hal ini, yang ada dalil larangannya tidaklah islami.</p>
<p>Karena itu, diantara cara mencari jodoh yang tergolong islami adalah “<a href="http://gaulgayarasul.wordpress.com/daftar-isi/">gaul gaya rasul</a>” (seluas-luasnya dan seakrab-akrabnya dengan lawan-jenis seperti Rasulullah), “pacaran islami” <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/">ala Ibnu Qayyim al-Jauziyyah</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/cinta-pra-khitbah/">ala Abu Syuqqah</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/16/pacaran-islami-ala-aktivis-tarbiyah/">ala aktivis Tarbiyah</a>, <a href="http://pist.wordpress.com/">ala Aisha Chuang</a>, dan sebagainya. (Keberadaan sebagian aktivis dakwah yang mengharamkan pacaran, dengan mengatakan bahwa “dalam syariat Islam tidak ada pacaran”, menunjukkan bahwa <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/">mereka belum memahami kaidah ushul fiqih</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/09/berilah-kemudahan-bercinta-daripada-mencegah-zina-secara-berlebihan/">karakteristik hukum Islam</a>.)</p>
<p>Sedangkan yang tidak islami adalah yang mendekati zina, melakukan zina, atau pun yang melakukan perbuatan terlarang lainnya (bahkan walaupun dilakukan oleh aktivis dakwah yang <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/06/kalau-aktivis-dakwah-lakukan-taaruf-yang-tidak-islami/">mengatasnamakan taaruf</a>).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/130/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/130/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=130&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/01/konsep-mencari-jodoh-secara-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 19:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[bercumbu]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/</guid>
		<description><![CDATA[Rupanya, ketika aku beristirahat dari ngeblog, masih ada cukup banyak pengunjung blog ini. Di luar sana pun masih ada banyak yang memperbincangkan tema yang amat menarik ini.
Kuperhatikan, orang yang terang-terangan mendukung islamisasi pacaran semakin banyak. Namun, saudara kita yang terang-terangan menentang pacaran islami masih banyak pula. (Asyiiik! Dengan adanya pro-kontra ini, mudah-mudahan semakin dekatlah kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=47&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;">Rupanya, ketika aku beristirahat dari ngeblog, masih ada cukup banyak pengunjung blog ini. Di luar sana pun masih ada banyak yang memperbincangkan tema yang amat menarik ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Kuperhatikan, orang yang terang-terangan mendukung islamisasi pacaran semakin banyak. Namun, saudara kita yang terang-terangan menentang pacaran islami masih banyak pula. (Asyiiik! Dengan adanya pro-kontra ini, mudah-mudahan semakin dekatlah kita dengan kebenaran. Aamiiin.)</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span id="more-47"></span>Di satu sisi, pada kedua pihak terdapat satu kesamaan yang sangat mendasar. Keduanya sama-sama berprinsip: <em><a href="http://hary84.wordpress.com/2007/07/19/pacaran-sesuai-ajaran-islam/">jangan dekati zina</a></em>.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Di sisi lain, terdapat satu perbedaan yang kecil (<em>furu’</em>) antara kedua pihak. Pendukung islamisasi pacaran menyatakan bahwa dalam pacaran, kita <em>tidak harus</em> mendekati zina. Sedangkan penentang pacaran islami mengklaim bahwa orang pacaran itu <em>pasti</em> mendekati zina, sehingga mustahil ada pacaran yang islami.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Pada kedua pihak, ada sedikit perbedaan pandangan mengenai apa yang dimaksud dengan “mendekati zina”. Sekalipun demikian, keduanya sepakat bahwa aktivitas yang merangsang syahwat, seperti berciuman, pastilah tergolong “mendekati zina”.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Oleh karena itu, aku jadi tertarik mengajukan PR (<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/04/15/islamisasi-pacaran-yang-berkualitas-tinggi/"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">lagi</span></span></a>) kepada para penentang pacaran islami:</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>Selenggarakanlah sensus terhadap semua orang yang pacaran. Ajukanlah satu pertanyaan: “Pernahkah kamu berciuman dengan pacarmu?”</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong>Oh iya, kayaknya sensus itu terlalu berat. Sebagai gantinya, adakanlah penelitian ilmiah terhadap sampelnya saja.</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;">Mungkin kita pernah mendengar adanya survei yang memamerkan bahwa “97% cewek Yogya sudah tidak perawan lagi”. Atas dasar ini barangkali ada yang menduga, tentunya 100% orang yang pacaran itu berciuman. Namun, survei tersebut keliru dan tidak ilmiah sama sekali. Dalam hal ini, M Fauzil Adhim menanggapi bahwa kalau tidak memanipulasi data, maka sang peneliti “tidak terlalu menguasai metodologi penelitian sehingga salah dalam mengambil sampel”.</p>
<p style="margin-bottom:0;">Untuk saat ini, kami saksikan ada beberapa penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa tidak semua orang yang pacaran itu berciuman. Lihat saja salah satu penelitian ilmiah terhadap kalangan remaja yang sedang atau pernah pacaran. Di Medan, 73% responden nggak berciuman dan 96% responden tidak bersanggama. Di Yogyakarta, 76% nggak berciuman dan 92% tidak bersanggama. Di Surabaya, 73% nggak berciuman dan 97% tidak bersanggama. Artinya, <strong>hampir semua remaja yang pacaran di kota-kota itu nggak berzina dan sebagian besar tidak berciuman</strong>! (Lihat Masri Singarimbun, <em>Penduduk dan Perubahan</em>, hlm. 115.)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=47&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>145</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaya Pacaran Yang Paling Efektif</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/01/gaya-pacaran-yang-paling-efektif/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/01/gaya-pacaran-yang-paling-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 May 2007 23:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hasilkan manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[jadi pendengar]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/01/gaya-pacaran-yang-paling-efektif/</guid>
		<description><![CDATA[Efektifkah gaya pacaran Anda? Apakah kebersamaan Anda dengan si dia menjadikan hubungan kalian semakin harmonis? Apakah kedekatan kalian menjadikan kalian masing-masing berkembang ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi? Apabila Anda peduli terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti itu, maka artikel ini layak kalian simak secermat-cermatnya.
Banyak pasangan berpacaran dengan gaya &#8220;yang penting happy&#8221;: berjalan-jalan berdua, makan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=34&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Efektifkah gaya pacaran Anda? Apakah kebersamaan Anda dengan si dia menjadikan hubungan kalian semakin harmonis? Apakah kedekatan kalian menjadikan kalian masing-masing berkembang ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi? Apabila Anda peduli terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti itu, maka artikel ini layak kalian simak secermat-cermatnya.</p>
<p><span id="more-34"></span>Banyak pasangan berpacaran dengan gaya &#8220;yang penting happy&#8221;: berjalan-jalan berdua, makan berdua, nonton film berdua, belanja berdua&#8230; pokoknya bersenang-senang berdua, seolah-olah sudah berada di surga. Begitu asyiknya mereka bersenang-senang, sampai-sampai mereka tak sempat mempertimbangkan, apakah gaya pacaran kayak gitu efektif. Tahu-tahu, ketika status mereka telah beranjak menjadi suami-istri, terperanjatlah mereka mendapati bahwa sang pasangan ternyata tak seasyik dulu lagi! Jadi, gaya pacaran mereka kurang efektif, bukan?</p>
<p>Sebagian pasangan lainnya berpacaran dengan gaya &#8220;malu-malu merpati&#8221;: berjalan sendiri-sendiri, makan sendiri-sendiri, baca buku sendiri-sendiri&#8230; pokoknya tak pernah bersama-sama, seolah-olah ada api neraka yang memisahkan keberadaan mereka. Begitu asyiknya mereka masing-masing menyendiri, sampai-sampai mereka tak sempat mempertimbangkan kembali, begitukah gaya pacaran yang islami. Tahu-tahu, ketika status mereka telah beranjak menjadi suami-istri, terperanjatlah mereka mendapati bahwa sang pasangan ternyata bagaikan makhluk asing dari luar angkasa! Dengan demikian, gaya pacaran mereka patut dipertanyakan.</p>
<p>Kalau begitu, gaya pacaran (islami) yang bagaimanakah yang efektif dalam mengharmoniskan hubungan (dan mengembangkan berbagai kebaikan lainnya)?</p>
<p>Setelah sekian lama menimbang-nimbang, sampailah saya pada jawaban: <strong>gaya pacaran yang paling efektif adalah menyimak</strong> (mendengarkan secara aktif/produktif).</p>
<p align="left">Dengan menyimak, Anda dapat menaruh-perhatian (<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/11/aktivitas-terpenting-pacaran-islami/">tanazhur</a>) pada si dia selengkap-lengkapnya. Dengan lengkapnya <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/25/menaruh-perhatian-pada-si-dia-untuk-apa/">perhatian dari Anda kepada si dia</a>, maka dia merasa keberadaannya Anda hargai sepenuhnya. Dengan merasa dihargai, dia pun bisa menghargai kelebihan Anda seraya memaklumi kekurangsempurnaan Anda. (Asyik, nggak?) Walhasil, harmonislah hubungan kalian.</p>
<p>Masalahnya, kita mungkin belum terampil mendengarkan secara aktif/produktif. Kita lebih lihai merayu si dia dengan berbagai ekspresi cinta yang romantis daripada menyimak seluk-beluk si dia sedalam-dalamnya. Untungnya, kemampuan menyimak ini bisa kita pelajari dan kita kembangkan.</p>
<p>Anda berminat menjadi &#8220;pendengar yang baik&#8221; (yang aktif/produktif)? Sampai jumpa di postingan berikutnya!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=34&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/01/gaya-pacaran-yang-paling-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warna di Mata Cowok-Cewek</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/12/warna-di-mata-cowok-cewek/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/12/warna-di-mata-cowok-cewek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2007 03:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi jelas]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cowok]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/12/warna-di-mata-cowok-cewek/</guid>
		<description><![CDATA[Di mata pria, yang menonjol adalah warna-warna dasar, kayak merah, biru, dan hijau. Namun, wanita ngeliat warna dengan lebih rinci: hitam arang, biru laut, biru tua kehijauan, ungu kebiruan, hijau limau, de el el.
Jadi, kalo kamu cewek pengen lebih dikenal di mata cowok, terutama pada jumpa pertama, nggak usah bingung milih warna pakaian. Tenang aja! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=10&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Di mata pria, yang menonjol adalah <strong><span style="color:#ff0000;">warna</span>-<span style="color:#0000ff;">warna</span> <span style="color:#008000;">dasar</span></strong>, kayak <strong><span style="color:#ff0000;">merah</span></strong>, <strong><span style="color:#0000ff;">biru</span></strong>, dan <strong><span style="color:#008000;">hijau</span></strong>. Namun, wanita ngeliat warna dengan lebih rinci: <strong>hitam arang</strong>, <strong><span style="color:#00ccff;">biru laut</span></strong>, <strong><span style="color:#0099cc;">biru tua kehijauan</span></strong>, <strong><span style="color:#9966ff;">ungu kebiruan</span></strong>, <strong><span style="color:#99cc00;">hijau limau</span></strong>, de el el.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span id="more-10"></span>Jadi, kalo kamu cewek pengen lebih dikenal di mata cowok, terutama pada jumpa pertama, nggak usah bingung milih warna pakaian. Tenang aja! Kamu bisa pakai <strong><span style="color:#ff0000;">busana </span><span style="color:#0000ff;">warna </span><span style="color:#008000;">dasar </span></strong>(<strong><span style="color:#ff0000;">merah</span></strong>, <strong><span style="color:#0000ff;">biru</span></strong>, atau <strong><span style="color:#008000;">hijau</span></strong>) saja atau busana warna dasar yang dipadukan <strong><span style="color:#ff0000;">de</span>ngan <span style="color:#0000ff;">war</span>na <span style="color:#008000;">ne</span>tral </strong>(putih atau <strong>hitam</strong>).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="center"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><a title="titin.jpg" href="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/titin.jpg"><img src="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/titin.jpg" alt="titin.jpg" /></a> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Sebaliknya, kalo kamu cowok pengen lebih dikenal di mata cewek, terutama pada jumpa pertama, jangan pakai busana warna netral (putih atau hitam) saja. Kurang berkesan tuh! Manfaatkanlah warna-warna <strong><span style="color:#ffcc00;">cam</span><span style="color:#cc3399;">pur</span><span style="color:#ff9933;">an</span></strong> seperti <strong><span style="color:#ffcc00;">kuning emas</span></strong>, <strong><span style="color:#cc3399;">ungu kemerahan</span></strong>, <strong><span style="color:#ff9933;">coklat muda</span></strong>, <strong><span style="color:#c0c0c0;">abu-abu</span></strong>, de es be.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="center"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"> <a title="eechzaan.jpg" href="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/eechzaan.jpg"><img src="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/eechzaan.jpg" alt="eechzaan.jpg" /></a></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Trus, pilihlah warna yang sesuai ama kepribadianmu. <strong><span style="color:#008000;">Hijau</span></strong> biasanya ngelambangin sifat alami atau sikap konservatif (berpegang teguh pada nilai-nilai yang diyakini), <strong><span style="color:#0000ff;">biru</span></strong> nunjukin sifat harmonis atau sikap moderat, sedangkan <span style="color:#ff0000;"><strong>merah</strong> </span>ngisyaratin keterbukaan terhadap berbagai perubahan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">&#8212;&#8212;&#8212;-</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;"><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">Sumber: </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://muhshodiq.wordpress.com/"><strong><span style="font-family:Verdana, sans-serif;">M. Shodiq Mustika</span></strong></a></span></span><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><strong><span style="color:#ff99cc;"> &amp; Krisnina Rihardini</span>, <span style="color:#ff6600;"><em>Taaruf Forever</em> </span></strong>(Semarang: Qudsi Media, Maret 2007), hlm. 3-4.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=10&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/12/warna-di-mata-cowok-cewek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/titin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">titin.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/04/eechzaan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">eechzaan.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>