<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pacaran Islami &#187; Tanam pengertian</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/category/3-arungi-makna/tanam-pengertian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Dec 2009 22:26:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pacaranislami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/30cb6a007ee4daea355dadafbd17ae78?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pacaran Islami &#187; Tanam pengertian</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Contoh pacaran islami ala orang awam</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/04/24/contoh-pacaran-islami-ala-orang-awam/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/04/24/contoh-pacaran-islami-ala-orang-awam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 20:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami dalam praktek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[Keberadaan pacaran islami bukan hanya dalam teori. Prakteknya ada. Pelakunya juga tidak harus orang-orang &#8220;khosh&#8221; seperti ulama NU atau pun tokoh Muhammadiyah. Orang awam pun dapat menjalankannya. Ini dia contohnya, sebagaimana tergambar dalam curhat seorang pembaca situs ini: 
Asslm,
Pacaran Islami? saya tidak yakin benar apakah yg saya lakukan ini bisa dikatakan pacaran islami atau bukan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=642&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://shodiq.com/2009/03/16/definisi-bentuk-nyata-pacaran-islami/">Keberadaan pacaran islami bukan hanya dalam teori. Prakteknya ada.</a> Pelakunya juga tidak harus orang-orang &#8220;khosh&#8221; seperti <a href="http://shodiq.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/">ulama NU</a> atau pun <a href="http://shodiq.com/2009/03/17/pacaran-ala-tokoh-tokoh-muhammadiyah/">tokoh Muhammadiyah</a>. Orang awam pun dapat menjalankannya. Ini dia contohnya, sebagaimana tergambar dalam <a href="http://shodiq.com/2007/06/01/gaya-pacaran-yang-paling-efektif/comment-page-1/#comment-10800">curhat seorang pembaca situs ini</a>: <span id="more-642"></span></p>
<blockquote><p>Asslm,<br />
Pacaran Islami? saya tidak yakin benar apakah yg saya lakukan ini bisa dikatakan pacaran islami atau bukan. therefore, saya minta pendapat siapa ja deh (terutama Pak Shodiq, y!)</p>
<p>saya tidak pernah bilang,”Maukah kau menjadi pacarku?” Namun, seiring berjalannya waktu, kami pun dekat. Kedekatan kami tidak secara dzahir, tapi kami lebih senang dengan kedekatan ‘hati’. bahkan, dalam sehari-hari kami bisa dikatakan saling jauh (dan tak ada 1 temanpun yang tahu hubungan yang kami jalani-kecuali Ummi&amp;Abinya-&amp;tak ada yang mengira bahwa kami sudah berkomitmen untuk menikah di umur 25). komunikasi kami tidak seperti ‘remaja yang sedang jatuh cinta’ pd umumnya. kami lebih senang berkomunikasi melalui sms dibandingkan mengobrol berduaan secara langsung.Sebab, kami berdua sependapat bahwa,setiap kali kami berdekatan secara dzahir/langsung/duduk berdampingan,maka masalah pun mendekat.Kami berkesimpulan,”Begitulah jika kita berdekatan yang tersekat oleh tembok aturan muhrim(artinya,kami berdua sadar, bahwa berdekatan tiu salah),jadi agar semuanya nyaman,bukan menghancurkan temboknya tapi kami harus berada di sisi yang sama, yakni menjadi muhrim(menikah,red).Entah kenapa, dalam banyak hal kami sepaham (jd,tdk hanya sehati),paham dia tentang pacaran sama dengan paham saya,tidak ada kontak fisik sama sekali,tidak jalan berduaan,tidak ada mengobrol berduaan(meskipun di tempat umum),berdo’a pd-Nya dikala kerinduan memuncak agar kerinduan kami berlabuh dalam ikatan yang suci&amp;seharusnya serta dlm ridha Allah subhanahu wa ta’ala.<br />
Saya berkomitmen untuk menjadikannya istri,pun dia.Kami berdua sudah melakukan istikharah dan ketika saya bertanya,”Apakah kau yakin mau menerimaku?”dia menjawab,”Jika sdh diikuti campur tangan-Nya, masih bolehkah aku meragukan hati ini..?”<br />
Walaupun merasa ingin mengungkapkan perasaan, kami lebih senang mengatakan,”Ana uhibbuka fillah…” terkadang klmt,”I Love U…”(Jarang km gunakan).</p>
<p>Nah,apa yg km lkukn ini tidak melanggar aturan Islam? Benarkah ini yang dinamakan aplikasi dari teori ‘pacaran Islami’?<br />
Syukran…</p></blockquote>
<p>(Untuk berkomentar, silakan <a href="http://shodiq.com/2009/04/24/contoh-pacaran-islami-ala-orang-awam/#respond">klik di sini</a>.)</p>
Posted in 3 - Arungi makna, Tanam pengertian Tagged: pacaran islami, pacaran islami dalam praktek <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/642/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/642/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/642/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=642&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/04/24/contoh-pacaran-islami-ala-orang-awam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Definisi &amp; Bentuk Nyata Pacaran Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/03/16/definisi-bentuk-nyata-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/03/16/definisi-bentuk-nyata-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 13:50:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk nyata Pacaran Islami]]></category>
		<category><![CDATA[definisi pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[saya pengen tanya: Dari manakah bpk mendapatkan istilah “pacaran islami”; dari alQURAN kah atau hadist atau Qias atau ijma’ulama atau fatwa ulama barangkali atau ada rekomendasi dari ulama?Atau malah jgn2 dari pendapat dan tafsir diri anda pribadi?
Bertanyalah dengan sesopan-sopannya. Al-Qur’an tidak mengajarkan kita untuk bersangka buruk, ‘kan?
Menurut kaidah dari ushul fiqih, semua muamalah itu boleh, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=630&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>saya pengen tanya: Dari manakah bpk mendapatkan istilah “pacaran islami”; dari alQURAN kah atau hadist atau Qias atau ijma’ulama atau fatwa ulama barangkali atau ada rekomendasi dari ulama?Atau malah jgn2 dari pendapat dan tafsir diri anda pribadi?</p></blockquote>
<p>Bertanyalah dengan sesopan-sopannya. Al-Qur’an tidak mengajarkan kita untuk bersangka buruk, ‘kan?</p>
<p>Menurut kaidah dari ushul fiqih, semua muamalah itu boleh, kecuali bila ada larangan dari nash secara qathi. (Kaidah2 itu dirumuskan oleh para ulama ahli ushul fiqih berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.) Pacaran itu tergolong muamalah. Jadi, menurut kaidah tersebut, pertanyaan kita seharusnya: Manakah nash yang secara qath’i melarang pacaran islami? <span id="more-630"></span></p>
<blockquote><p>Apa definisi dari “pacaran islami”?</p></blockquote>
<p>Menurut <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/">makna aslinya</a>, pacaran = persiapan menikah; dalam hal muamalah, yang islami adalah yang tidak melanggar larangan <em>nash</em> yang <em>qath’i</em>. Jadi, pacaran islami adalah persiapan nikah yang tidak melanggar larangan <em>nash</em> yang <em>qath’i</em>.</p>
<blockquote><p>saya pingin tanya bgmana ataù seperti apa sih bentuknya “pacaran islami” itu? Biar jelas,tdk bias tdk samar2 dan tdk membingùngkan umat.Trims sblmnya</p></blockquote>
<p>Aku belum mengerti apa yang kau maksud dengan “membingungkan umat”. Yang aku tahu, ada banyak orang yang tadinya yakin bahwa tidak ada pacaran dalam Islam, kemudian berubah menjadi ragu akan keyakinannya itu ketika mulai membaca tulisan2ku mengenai pacaran islami. Namun setelah mereka lebih mendalami tulisan2ku, mereka tidak ragu2 lagi, tetapi keyakinan mereka berubah menjadi yakin bahwa tidak ada larangan pacaran dalam Islam.</p>
<p>Supaya tidak membingungkan umat, aku tidak berhenti hanya dengan menegaskan bahwa <strong>tidak ada larangan pacaran dalam Islam</strong>. Aku pun sering mengungkap berbagai bentuk pacaran yang islami. Aku menerima keberadaan berbagai konsep pacaran islami yang sudah ada. Diantaranya ala <a href="http://shodiq.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/" rel="nofollow">Quraish Shihab</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/10/25/ayat-ayat-mesra-buku-pertama-panduan-pacaran-islami/" rel="nofollow">Ibnu Hazm</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/" rel="nofollow">Ibnu Qayyim</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/kebebasan-bercinta/" rel="nofollow">Abu Syuqqah</a>, dsb. Dalam berbagai konsep itu, bentuk nyata pacaran islami sudah dipaparkan.</p>
Posted in 3 - Arungi makna, Tanam pengertian Tagged: bentuk nyata Pacaran Islami, definisi pacaran, pacaran, pacaran dalam islam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/630/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/630/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/630/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=630&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/03/16/definisi-bentuk-nyata-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman PraNikah Diriku &amp; PraNikah Rasulullah SAW</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/26/pengalaman-pranikah-diriku-pranikah-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/26/pengalaman-pranikah-diriku-pranikah-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 12:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[sekedar ingin tahu….M. Shodiq Mustika dulu nikahnya dengan cara apa??
Apakah sesuai dengan cara yang akhi ungkapkan di sini?
Jujur, saya ragu-ragu tentang perkataan akhi di halaman-halaman ini.
Teman saya nikah dengan ta’aruf, ga pake neko-nekoan didahului soal konsep tanazur segala, sumpah deh, dan kini ia berhasil.
Dan apakah Rasulullah menikah dengan cara “pacaran Islami” sesuai konsep yang akhi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=585&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>sekedar ingin tahu….M. Shodiq Mustika dulu nikahnya dengan cara apa??<br />
Apakah sesuai dengan cara yang akhi ungkapkan di sini?<br />
Jujur, saya ragu-ragu tentang perkataan akhi di halaman-<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/11/aktivitas-terpenting-pacaran-islami/" target="_blank">halaman ini</a>.<br />
Teman saya nikah dengan ta’aruf, ga pake neko-nekoan didahului soal konsep tanazur segala, sumpah deh, dan kini ia berhasil.<br />
Dan apakah Rasulullah menikah dengan cara “pacaran Islami” sesuai konsep yang akhi gembor-gemborkan di sini?</p></blockquote>
<p>Demikianlah sejumlah pertanyaan dari seorang tamu blog <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/" target="_blank">Tanazhur PraNikah</a>. Berikut ini jawaban dari diriku, M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-585"></span>1) Untuk gambaran pengalaman pranikah diriku, lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/03/hubungan-tanpa-status-perlukah-kejelasan/" target="_blank">Hubungan Tanpa Status, perlukah kejelasan?</a>&#8220;</p>
<p>2) Untuk model pacaran islami ala Rasulullah saw, lihat artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/" target="_blank">Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)</a>&#8220;. Model pacaran islami ala beliau sebagaimana aku ungkapkan di artikel tersebut sudah aku terapkan untuk pranikah diriku. Bagaimanapun, bukankah beliau itu teladan kita?</p>
<p>3) Aku memaklumi keragu-raguanmu. Memang, propaganda ta&#8217;aruf dan penentangan terhadap segala bentuk pacaran oleh sekelompok aktivis dakwah pada beberapa tahun terakhir ini sangat gencar, walaupun isinya mengandung kekeliruan. (Untuk contoh, lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/" target="_blank">Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!</a>&#8220;.) Akibatnya, tidak sedikit diantara umat Islam yang salah-paham mengenai konsep Islam untuk pranikah.</p>
<p>4) Yang sukses dengan ta&#8217;auf saja tanpa tanazhur mungkin banyak, tetapi yang gagal juga banyak, bahkan bisa saja lebih banyak. Namun, bukan itu poin utamanya. Yang paling perlu kita perhatikan adalah bahwa <strong>untuk pranikah, Islam tidak mengajarkan ta&#8217;aruf, tetapi tanazhur</strong>. Lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/" target="_blank">Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?</a>&#8220;</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
Posted in 3 - Arungi makna, Tanam pengertian Tagged: pacaran dalam islam, pacaran islami, sunnah nabi, taaruf, tanazhur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/585/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/585/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/585/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=585&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/26/pengalaman-pranikah-diriku-pranikah-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa pakai istilah &#8220;pacaran islami&#8221;</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/15/mengapa-pakai-istilah-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/15/mengapa-pakai-istilah-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 07:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Benahi pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[Image istilah pacaran sudah jauh dari ajaran islam, dan cenderung mendekati zina. Lalu mengapa kita harus menggunakan istilah pacaran islami? mengapa tidak diganti dengan bahasa yang lebih”islami”. Islam tidak mengenal pacaran. Pernikahan dalam islam di mulai dari proses ta’aruf, kitbah/meminang, dan walimah. Aturan dan adabnya sudah jelas. Jangan memaksakan sesuatu yang justru akan membawa ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=576&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Image istilah pacaran sudah jauh dari ajaran islam, dan cenderung mendekati zina. Lalu mengapa kita harus menggunakan istilah pacaran islami? mengapa tidak diganti dengan bahasa yang lebih”islami”. Islam tidak mengenal pacaran. Pernikahan dalam islam di mulai dari proses ta’aruf, kitbah/meminang, dan walimah. Aturan dan adabnya sudah jelas. Jangan memaksakan sesuatu yang justru akan membawa ke hal yang bathil, lebih banyak mudhratnya. Selama ini banyak umat islam yang mencari-cari pembenaran bahwa ada pacaran secara islam? jangan hanya menginginkan situs ini hanya untuk tujuan populeritas, apalah arti semua itu diamata ALLAH SWT. Lihatlah dengan mata hatimu, dari berapa komentar yang masuk, ternyata banyak yang mengkritik. Sekiranya memang tidak mau dkritik sesama muslim, apakah kita harus menunggu kritikan ALLAH SWT? Belum terlambat.</p></blockquote>
<p>Demikian kata seorang tamu blog <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/">Tanazhur PraNikah</a>.</p>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-576"></span>1) Alasan penggunaan istilah &#8220;pacaran islami&#8221; sudah disebutkan di halaman &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/">Ayo siap nikah melalui pacaran islami</a>&#8220;.</p>
<p>2a) Kami bersikap berdasarkan fakta, bukan prasangka. &#8220;Banyaknya&#8221; suara yang keras mengkritik pacaran islami tidaklah menunjukkan banyaknya penentangan terhadap pacaran islami. Pada kenyataannya, yang mendukung pacaran islami itu jauh lebih banyak daripada penentangnya. (Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/profil-pembaca/" rel="nofollow">Profil Pembaca</a>.) Kami sudah melakukan penelitian kecil-kecilan. Hasilnya, ternyata bahwa istilah yang paling disukai oleh pengunjung blog ini untuk aktivitas pranikah adalah &#8220;Pacaran Islami&#8221;. (Lihat &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/" rel="nofollow">Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah</a>&#8220;.)</p>
<p>2b) Para ulama menghukumi sesuatu berdasarkan kenyataan, bukan image. Kalau dasarnya image, bahaya dong. Contoh: ketika merebak image bahwa pejabat dan &#8220;wakil rakyat&#8221; itu kotor, suka korupsi, apakah lantas dengan demikian, menjadi pejabat atau &#8220;wakil rakyat&#8221; itu haram?</p>
<p>3a) Menurut ushul fiqih, pernyataan &#8220;Islam tidak mengenal pacaran&#8221; itu keliru secara metodologis. Sebab, pacaran merupakan muamalah, sedangkan menurut kaidah dari ushul fiqih, semua muamalah itu halal kecuali bila ada dalil qath&#8217;i yang mengharamkannya. </p>
<p>Mestinya, kita bertanya, &#8220;Adakah dalil qath&#8217;i yang mengharamkan pacaran?&#8221; Jawabnya: Tidak ada larangannya. Yang ada adalah larangan mendekati zina, sedangkan pacaran tidaklah identik dengan mendekati zina. (Lihat &#8220;<a href="http://wppi.wordpress.com/2008/01/17/ciuman-dengan-pacar/">Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)</a>&#8220;.)</p>
<p>3b) Untuk pranikah, Islam tidak mengajarkan taaruf, tetapi tanazhur. (Lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/" rel="nofollow">Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?</a>&#8220;.)</p>
<p>4) Seandainya kami mengejar popularitas, tentulah kami lebih mengutamakan istilah yang tidak banyak mendapat penentangan dari masyarakat, seperti taaruf. Namun kami memilih berpegang pada kebenaran. &#8220;Katakanlah kebenaran itu, walaupun terasa pahit.&#8221;</p>
<p>5) Ulama-ulama berlainan pendapat mengenai pacaran dalam Islam. (Silakan telusuri di blog ini dan di blog <a href="http://wppi.wordpress.com/" rel="nofollow">Fiqih Asmara</a>.) Apakah bila kita mengikuti ijtihad ulama tertentu (yang berarti tidak mengikuti ijtihad ulama lain), maka otomatis berarti bahwa kita tidak mau dikritik? Kalau memang begitu, bukankah Anda sendiri tergolong orang yang tidak mau dikritik karena tidak mau menghargai ijtihad ulama yang membolehkan pacaran?</p>
Posted in 3 - Arungi makna, Benahi pikiran, Tanam pengertian Tagged: halal haram, mendekati zina, pacaran dalam islam, pacaran islami, remaja, taaruf, tanazhur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/576/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/576/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/576/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=576&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2009/01/15/mengapa-pakai-istilah-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Perbedaan Ta&#8217;aruf dan Pacaran Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 21:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Ta&#8217;aruf praNikah ada banyak. Begitu pula konsep Pacaran Islami. Begitu banyak kuantitas konsep-konsep itu, sehingga kita tak bisa secara eksak menyimpulkan perbedaan antara ta&#8217;aruf dan pacaran islami. Sekalipun demikian, kita dapat menganalisis perbedaan antara konsep seseorang dan konsep seseorang lainnya. Misalnya antara konsep saya mengenai pacaran islami (yang saya tuangkan di blog Pacaran Sehat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=444&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Konsep Ta&#8217;aruf praNikah ada banyak. Begitu pula konsep Pacaran Islami. Begitu banyak kuantitas konsep-konsep itu, sehingga kita tak bisa secara eksak menyimpulkan perbedaan antara ta&#8217;aruf dan pacaran islami. Sekalipun demikian, kita dapat menganalisis perbedaan antara konsep <em>seseorang</em> dan konsep <em>seseorang lainnya</em>. Misalnya antara konsep saya mengenai pacaran islami (yang saya tuangkan di blog <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/">Pacaran Sehat</a> ini) dan konsep seorang penulis mengenai taaruf (yang dia tuangkan di buku <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/"><em>Taaruf, Keren..! Pacaran, Sorry Men!</em></a>).</p>
<p><span id="more-444"></span>Sebetulnya ada banyak kesamaan antara konsep saya dan konsep dia. Diantaranya, sama-sama berusaha untuk tidak mendekati zina. Sungguhpun demikian, saya lihat ada beberapa perbedaan sebagai berikut.</p>
<p>1) <strong>Kapan dimulai?</strong><br />
Taaruf (T): ketika kedua pihak sudah benar-benar siap untuk menikah.<br />
Pacaran Islami (PI): ketika kedua pihak sudah bertekad bulat untuk bersama-sama mempersiapkan pernikahan mereka.</p>
<p>2) <strong>Berapa lama?</strong><br />
T: maksimal tiga bulan.<br />
PI: sampai tujuan tercapai, yaitu <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/">siap menikah</a>.</p>
<p>3) <strong>Bagaimana kehalalan/kebenaran prosesnya?</strong><br />
T: yakin “100% halal”, tanpa memperhitungkan kemungkinan bid&#8217;ah (atau penyimpangan dari Jalan Ilahi).<br />
PI: yakin bahwa yang 100% benar ialah Allah Sang Mahabenar, sehingga memohon supaya Dia senantiasa menunjukkan Jalan-Nya yang lurus.</p>
<p>4) <strong>Bagaimana metode komunikasinya?</strong><br />
T: mengharuskan adanya perantara atau moderator, melarang komunikasi langsung antara kedua pihak.<br />
PI: menganjurkan adanya perantara atau &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/11/manfaatkan-agen-cinta/">agen cinta</a>&#8221; disamping membolehkan komunikasi langsung antara kedua pihak.</p>
<p>5) <strong>Bagaimana metode pemerolehan informasinya?</strong><br />
T: mengharuskan bertanya tentang segala hal yang ingin diketahui tentang sang calon pasangan hidup.<br />
PI: menganjurkan untuk menjadi &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/category/3-arungi-makna/pahami-ekspresi/">pendengar yang baik</a>&#8221; terhadap segala yang diungkapkan oleh sang calon pasangan hidup.</p>
<p>6) <strong>Apa kriteria kesuksesannya untuk berlanjut ke pernikahan?</strong><br />
T: menetapkan kriteria-kriteria yang agak berat, sehingga cenderung sulit dipenuhi oleh orang awam, seperti &#8220;sudah menghapal dan memahami arti dari keseluruhan Al Quran surat Annisa&#8221;<br />
PI: menganjurkan pemenuhan sebagian besar kriteria-kriteria yang agak ringan, sehingga cenderung mudah dipenuhi oleh orang awam, seperti diuraikan dalam halaman <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/">Siap Menikah</a>.</p>
<p>7) <strong>Bagaimana komunikasi dengan keluarga si dia?</strong><br />
T: melarang calon istri untuk mendatangi keluarga calon suami, tetapi membolehkan calon suami untuk mendatangi keluarga calon istri.<br />
PI: membolehkan calon istri untuk mendatangi keluarga calon suami, disamping membolehkan calon suami untuk mendatangi keluarga calon istri.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> <strong>Bagaimana memperkenalkan calon istri kepada keluarga calon suami?</strong><br />
T: calon suami cukup membawa foto keluarga besar calon istri dan menceritakan secara lengkap tentang keadaan dan kondisi keluarga calon istri.<br />
PI: calon suami dan calon istri sebaiknya memfasilitasi terjalinnya hubungan silaturrahim antara keluarga kedua pihak dengan berbagai cara yang makruf, baik melalui media maupun tatapmuka langsung.</p>
<p>9) <strong>Bagaimana supaya lebih dikenal oleh si dia?</strong><br />
T: mengharuskan adanya biodata yang disertai foto untuk disampaikan kepada si dia.<br />
PI: menganjurkan adanya interaksi dengan berbagai cara yang makruf, baik melalui media maupun tatapmuka langsung.</p>
<p>10) <strong>Bagaimana hubungan kedua pihak bila merasa tidak mantap untuk berlanjut ke proses berikutnya?</strong><br />
T: kalau tidak mantap, ya di-<em>cut</em> (diputus) hubungannya.<br />
PI: kalau memang benar-benar tidak mantap, boleh putus hubungan asmara, tetapi sebaiknya tetap menjalin hubungan persahabatan dalam rangka memelihara tali silaturrahim.</p>
<p>Artikel terkait:<br />
1) <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/04/awas-taaruf-pranikah-bid%e2%80%99ah-sesat/">Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!</a><br />
2) <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/18/pembatasan-masa-taaruf-yang-bidah-dan-yang-bukan-bidah/">Pembatasan Masa Taaruf (yang Bid’ah dan yang Bukan Bid’ah)</a><br />
3) <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/19/curhat-pilih-pacaran-atau-taaruf/">Curhat: Pilih pacaran atau taaruf?</a></p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/444/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/444/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=444&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/05/10-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masih perawankah bila jari tangan masuk ke vagina?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/26/masih-perawankah-bila-jari-tangan-masuk-ke-vagina/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/26/masih-perawankah-bila-jari-tangan-masuk-ke-vagina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 06:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[perawan]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>
		<category><![CDATA[zina tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum Pa Ustad. sebenarnya saya malu untuk bertanya, tapi saya memberanikan diri. saya br putus 1 bulan yang lalu dengan pacar saya, saya sudah pacaran selama 2 tahun. selama pacaran saya pasti ke rumahnya.setiap saya kerumahnya selalu orang tua ngertiin, bahkan ninggalin saya dan pacar saya di ruang tamu.dalam kesempatan itu saya selalu melakukan cumbu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=418&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Assalamu’alaikum Pa Ustad. sebenarnya saya malu untuk bertanya, tapi saya memberanikan diri. saya br putus 1 bulan yang lalu dengan pacar saya, saya sudah pacaran selama 2 tahun. selama pacaran saya pasti ke rumahnya.setiap saya kerumahnya selalu orang tua ngertiin, bahkan ninggalin saya dan pacar saya di ruang tamu.dalam kesempatan itu saya selalu melakukan cumbu sampi horni, bahkan jari2 saya masuk ke Vagina pacar saya &#8230;. kejadian ini berlangsung slm 2 tahun. Apakah Cwe saya masih perawan Pa? Sekarang cwe saya sudah pindah ke lain hati, yang lebih menyakitkan hati adalah sekarang cwe saya pacaran lagi sama pria yang sudah beristri.</p></blockquote>
<p><span id="more-418"></span>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p>Wa&#8217;alaykumus salam. </p>
<p>Ya, putus hubungan cinta memang menyakitkan. Apalagi bila hubungan itu sudah segitu lama, sampai dua tahun. Apalagi pula, sudah begitu dekatnya kalian dengan perbuatan zina. </p>
<p>Sebenarnya, dua bulan yang lalu aku sudah membicarakan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/26/apakah-masih-perawan-bila-sudah-bercumbu/">kasus serupa</a>. Namun, berhubung ini merupakan tema yang penting dan menarik, aku tak keberatan untuk menambahkan penjelasan.<br />
Hanya saja, aku mau interupsi dulu. </p>
<p>Aku tidak sependapat bahwa orangtua yang membiarkan anaknya begitu saja tanpa pengawasan hingga mendekati zina dikatakan &#8220;penuh pengertian&#8221;. Seharusnya, yang benar-benar penuh pengertian ialah yang <strong>melindungi</strong> anaknya dari berbagai keburukan, termasuk perihal mendekati zina itu. &#8220;<em>Hai orang-orang yang beriman! Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. &#8230;</em>&#8221; (QS at-Tahriim [66]: 6)</p>
<p>Demikian interupsiku. Kini, kujawab pertanyaanmu.</p>
<p>Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi, menjelaskan (<a href="http://www2.kompas.com/kesehatan/news/0403/10/124600.htm"><em>Kompas Cyber Media</em>, 10 Maret 2004</a>):</p>
<blockquote><p>Perawan tidaknya seorang wanita bukan ditentukan oleh utuh tidaknya selaput dara, melainkan oleh pernah tidaknya melakukan hubungan seksual. Artinya, wanita yang telah melakukan hubungan seksual disebut tidak perawan. Di pihak lain, wanita yang tidak pernah melakukan hubungan seksual tetapi selaput daranya robek karena melakukan masturbasi dengan memasukkan benda padat ke dalam vagina, tetap disebut perawan. </p></blockquote>
<p>Yang dimaksud dengan hubungan seksual itu adalah masuknya alat kelamin pria ke alat kelamin wanita. Jadi, masuknya jari-jari ke vagina itu tidak menghilangkan keperawanan. </p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/reece/2539867244/"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3283/2539867244_274afdbecc_m_d.jpg" alt="selaput dara dapat terkoyak seperti ini" class="alignleft" /></a>Sungguhpun demikian, aktivitas tersebut BUKAN tergolong pacaran sehat. Sebab, disamping berdosa lantaran mendekati zina, perbuatan seperti itu dapat mengoyak selaput dara si cewek.</p>
<p>Terkoyaknya selaput dara itu dapat mengakibatkan perdarahan dan bisa pula tidak. <a href="http://dokteriwan.blogspot.com/2006/11/mitos-keperawanan-bener-gak-sih-saya.html">Dokter Iwan</a> menerangkan:</p>
<blockquote><p>&#8230; selaput dara seorang wanita kondisinya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada wanita yang memiliki selaput dara yang tipis sehingga apabila melakukan hubungan seksual akan lebih mudah pecah tetapi ada pula wanita yang memiliki selaput dara yang kuat sehingga akan tidak mudah pecah. Pecahnya selaput dara juga tidak harus melalui hubungan seksual saja, bisa juga melalui aktifitas olahraga, benturan, senam dan sebagainya.</p>
<p>Bentuk selaput dara yang dimiliki oleh satu wanita dengan wanita yang lainnya juga tidak sama. Jika ia memiliki selaput dara yang kaya akan pembuluh darah, otomatis jika selaput dara itu pecah akan terjadi pendarahan yang cukup banyak. Sebaliknya jika selaput dara tersebut tidak memiliki pembuluh darah otomatis ketika pecah juga tidak menimbulkan pendarahan. Jadi pendarahan pada saat hubungan seksual tidak bisa dijadikan tolak ukur menilai keperawanan seorang wanita, justru pendarahan bisa saja terjadi karena pengencangan atau ketegangan pada vagina yang sering disebut sebagai kelainan vaginimus pada saat hubungan seksual dan jika selama melakukan hubungan seksual tidak menimbulkan ketegangan pada vagina tetapi dapat menikmatinya bersama maka kemungkinan terjadi pendarahan sangat kecil bahkan tidak ada. So.. jangan heran jika ada wanita yang telah berulangkali melakukan hubungan seksual namun sama sekali tidak pernah mengalami pendarahan sama sekali.</p></blockquote>
<p><a href="http://www.wartamedika.com/2008/07/hymenoplasty-dapatkah-mengembalikan.html">Warta Medika</a> menegaskan:</p>
<blockquote><p>Hymen atau selaput dara bukanlah indikator mutlak keperawanan seorang gadis. Selaput dara bisa saja sudah robek tetapi si gadis masih perawan, atau sebaliknya, selaput dara tidak robek padahal si gadis sudah tidak perawan. Hal ini bisa terjadi karena definisi &#8220;tidak perawan&#8221; adalah pernah melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis, tidak peduli apakah selaput daranya robek atau tidak.</p>
<p>Hymen adalah lapisan mukosa yang mengelilingi atau menutupi sebagian dari muara vagina. Lapisan tersebut, seperti halnya mukosa vagina, juga mempunyai pembuluh darah dan pembuluh saraf. Oleh sebab itu, robekan pada hymen seringkali diikuti dengan perdarahan dan rasa nyeri. </p>
<p>Pada saat seorang gadis baru memasuki usia sekolah, selaput dara masih tipis dan bahkan hampir tembus cahaya. Oleh karena itu, pada usia ini, selaput dara lebih mudah mengalami robekan, terutama akibat olahraga seperti berkuda, bersepeda, atau senam. </p>
<p>Setelah pubertas, akibat pengaruh hormon estrogen, hymen akan sedikit menebal dan berwarna merah muda. Tapi perlu diingat bahwa ketebalan, bentuk, dan elastisitas hymen berbeda-beda pada setiap wanita.</p></blockquote>
<p>Demikianlah jawabanku atas pertanyaanmu. Jelas, bukan?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/418/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/418/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=418&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/26/masih-perawankah-bila-jari-tangan-masuk-ke-vagina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3283/2539867244_274afdbecc_m_d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">selaput dara dapat terkoyak seperti ini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian zina-hati dan mendekati-zina lainnya</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/07/pengertian-zina-hati-dan-mendekati-zina-lainnya/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/07/pengertian-zina-hati-dan-mendekati-zina-lainnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 00:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[hadits shahih]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[zina hati]]></category>
		<category><![CDATA[zina mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum… saya ingin menanyakan tentang hadits ini: Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=356&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Assalamu’alaikum… saya ingin menanyakan tentang hadits ini: Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah). dan “Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari). </p>
<p>yang ingin saya tanyakan apa yang di maksud dengan “semua itu dibenarkan oleh kelamin atau d gagalkan”…? apakah yang dimasud disini zina seperti melakukan hubungan suami istri, atau hanya merasakan adanya getaran ketika sedang berbicara (tidak secara langsung dan tidak berdua), apakah hal tersebut termasuk zina hati…?</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-356"></span>wa&#8217;alaykumus salaam&#8230;</p>
<p>Ungkapan &#8220;Dan semuanya dibenarkan atau ditidakkan oleh alat kelamin&#8221;, yang merupakan pengertian zina yang sesungguhnya, itu menunjukkan penjelasan terhadap &#8220;sesuatu&#8221; pada ungkapan-ungkapan sebelumnya.</p>
<p><em>Zinanya mata adalah melihat [sesuatu], zinanya lisan adalah mengucapkan [sesuatu], zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [sesuatu], sedangkan alat kelamin membenarkan atau mendustakan itu [semua]. …</em> (HR Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p>Jadi, &#8220;sesuatu&#8221; yang hendaknya kita hindari itu adalah <strong>yang mengarah pada hubungan kelamin</strong>. Inilah yang dimaksud dengan &#8220;sedangkan alat kelamin membenarkan atau mendustakan itu [semua]&#8220;. </p>
<p>Dengan demikian, <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/05/29/bolehkah-laki-laki-memandang-perempuan-dan-sebaliknya/">melihat nonmuhrim</a> <strong>tidak</strong> selalu merupakan zina mata. Yang tergolong &#8220;zina mata&#8221; (berzina dengan mata) adalah melihat dengan syahwat. Misalnya: <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/12/27/inilah-foto-porno-mahasiswi-berjilbab/">memandangi foto porno</a>, <a href="http://gaulgayarasul.wordpress.com/2008/08/01/cowok-ngintip-anunya-cewek-udah-biasa/">mengintip cewek mandi</a>, dsb.</p>
<p>Secara demikian pula, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/">menyampaikan kata-kata mesra kepada sang pacar</a> bukanlah tergolong &#8220;zina lisan&#8221;. Yang tergolong &#8220;zina lisan&#8221; adalah yang disertai dengan nafsu birahi. Contohnya: ucapan mesum kepada sang kekasih, “<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/15/contoh-pacaran-islami-ala-ibnu-qayyim-al-juziyah-7/">Aku ingin sekali meletakkan mulutku ke mulutmu berpagutan dalam ciuman.</a>”</p>
<p>Dengan demikian pula, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/31/aktivitas-pengobat-rindu/">merindukan si dia</a> atau pun merasakan getaran di hati ketika memikirkan si dia bukanlah tergolong &#8220;zina hati&#8221;. Pengertian &#8220;zina hati&#8221; (berzina dalam hati) adalah mengharap dan menginginkan pemenuhan nafsu birahi. Contohnya: berpikiran mesum, &#8220;Kapan-kapan aku akan ke tempat kostnya saat sepi tiada orang lain. Siapa tahu dia mau kuajak &#8216;begituan&#8217;.&#8221;</p>
<p>Demikian pula untuk &#8220;zina tangan&#8221;, &#8220;zina kaki&#8221;, dan berbagai aktivitas mendekati-zina lainnya</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/356/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/356/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=356&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/07/pengertian-zina-hati-dan-mendekati-zina-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gratis sepuluh buku islami untuk Anda</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/05/gratis-sepuluh-buku-islami-untuk-anda/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/05/gratis-sepuluh-buku-islami-untuk-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 05:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[istikharah]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[romantis]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tahajud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba, saya (M Shodiq Mustika) bermaksud membagi-bagi buku islami secara 100% gratis. (Tujuh diantara sepuluh buku itu mengenai cinta.) Untuk mendapatkannya, lihat postingan terbaru saya di forum MyQuran.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=381&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba, saya (M Shodiq Mustika) bermaksud membagi-bagi buku islami secara 100% gratis. (Tujuh diantara sepuluh buku itu mengenai cinta.) Untuk mendapatkannya, lihat <a href="http://myquran.org/forum/index.php/topic,42175.0.html">postingan terbaru saya di forum MyQuran</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/381/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/381/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=381&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/05/gratis-sepuluh-buku-islami-untuk-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku pertama Panduan pacaran islami segera terbit</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/01/buku-pertama-panduan-pacaran-islami-segera-terbit/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/01/buku-pertama-panduan-pacaran-islami-segera-terbit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 00:16:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi mesra]]></category>
		<category><![CDATA[Nikmati kemesraan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Hazm]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[panduan pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, buku pertama Panduan pacaran islami segera diterbitkan dalam waktu dekat oleh Madania Prima (imprint Salamadani). Judulnya: Ayat-Ayat Mesra. (Semula, judulnya: &#8220;Mesra Tanpa Zina&#8221;.)

Isinya: ekspresi cinta asmara islami ala Ibnu Hazm al-Andalusi, seorang ulama besar di Abad Pertengahan. Inilah buku yang secara rinci menggambarkan indahnya pacaran (percintaan pranikah) secara islami.
Untuk mengetahui gambaran yang lebih gamblang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=336&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah, buku pertama <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/">Panduan pacaran islami</a> segera diterbitkan dalam waktu dekat oleh Madania Prima (imprint Salamadani). Judulnya: <strong>Ayat-Ayat Mesra</strong>. (Semula, judulnya: &#8220;Mesra Tanpa Zina&#8221;.)</p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-337" src="http://farm4.static.flickr.com/3032/2970558830_6560a14434_m_d.jpg" alt="" width="155" height="240" /></p>
<p><span id="more-336"></span>Isinya: ekspresi cinta asmara islami ala Ibnu Hazm al-Andalusi, seorang ulama besar di Abad Pertengahan. Inilah buku yang secara rinci menggambarkan <strong>indahnya pacaran (percintaan pranikah) secara islami</strong>.</p>
<p>Untuk mengetahui gambaran yang lebih gamblang mengenai isi buku ini, silakan baca Kata Pengantar-nya di artikel <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/05/08/mesra-tanpa-zina/">Mesra Tanpa Zina</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/336/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/336/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=336&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/01/buku-pertama-panduan-pacaran-islami-segera-terbit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3032/2970558830_6560a14434_m_d.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 04:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan menikah]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Istilah apa yang paling Anda sukai untuk aktivitas persiapan Anda untuk menikah?&#8221; Inilah pertanyaan kami kepada para pembaca blog ini dalam jajak pendapat 10-27 Juli 2008. Jumlah suara yang masuk mencapai 180. Kemungkinan jawaban: Pacaran? Pacaran Sehat? Pacaran Islami? Tanazhur praNikah? Taaruf praNikah? Taaruf? Istilah lain? Hasilnya adalah sebagai berikut.
Pacaran Islami: 23,33%
Taaruf: 19,44%
Pacaran Sehat: 16,11%
Pacaran: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=321&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Istilah apa yang paling Anda sukai untuk aktivitas persiapan Anda untuk menikah?&#8221; Inilah pertanyaan kami kepada para <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/profil-pembaca/">pembaca blog ini</a> dalam <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/10/aktivitas-favorit-dalam-persiapan-menikah/">jajak pendapat 10-27 Juli 2008</a>. Jumlah suara yang masuk mencapai 180. Kemungkinan jawaban: Pacaran? Pacaran Sehat? Pacaran Islami? Tanazhur praNikah? Taaruf praNikah? Taaruf? Istilah lain? Hasilnya adalah <span id="more-321"></span>sebagai berikut.</p>
<p><img src="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2008/07/gestalt-by-athena.jpg?w=240&#038;h=160" alt="" width="240" height="160" class="alignleft size-medium wp-image-322" /><strong>Pacaran Islami</strong>: 23,33%<br />
<strong>Taaruf</strong>: 19,44%<br />
<strong>Pacaran Sehat</strong>: 16,11%<br />
<strong>Pacaran</strong>: 15,00%<br />
<strong>Taaruf praNikah</strong>: 10,56%<br />
<strong>Tanazhur praNikah</strong>: 9,44%<br />
<strong>Istilah Lain</strong>: 6,11%</p>
<p>Ternyata, <strong>istilah yang mengandung kata &#8220;pacaran&#8221; sangat disukai</strong> oleh responden. Persentasenya = 23,33 + 16,11 + 15,00 = <strong>54,44%</strong>. Angka ini jelas lebih tinggi daripada persentase untuk istilah yang mengandung kata serapan dari bahasa Arab (yaitu taaruf dan tanazhur) yang sebesar <strong>39,44%</strong> (19,44 + 10,56 + 9,44). Bahkan, istilah &#8220;pacaran&#8221; tanpa embel-embel positif (seperti &#8220;islami&#8221; atau &#8220;sehat&#8221;) pun masih lebih disukai daripada istilah &#8220;taaruf pranikah&#8221; dan &#8220;tanazhur pranikah&#8221;. Dengan demikian, semakin kuatlah alasan kita untuk <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/06/perlukah-kita-buang-istilah-pacaran/">memakai istilah yang mengandung kata &#8220;pacaran&#8221;</a>, seperti &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/about/">pacaran Islami</a>&#8221; dan &#8220;<strong>pacaran sehat</strong>&#8220;.</p>
<p>Itulah kesimpulan saya. Apa kesimpulan Anda?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/321/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/321/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=321&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/28/istilah-favorit-untuk-pranikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2008/07/gestalt-by-athena.jpg?w=240" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jadikan cemburu sebagai pemercantik batin!</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/14/jadikan-cemburu-sebagai-pemercantik-batin/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/14/jadikan-cemburu-sebagai-pemercantik-batin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 00:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan batiniah]]></category>
		<category><![CDATA[spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual diri sewaktu cemburu, kiatnya sederhana, bahkan lebih sederhana daripada kiat meningkatkan keakraban hubungan sewaktu cemburu. Caranya, ucapkanlah lafal zikir sederhana yang relevan dengan persoalan ini.
Tahukah Anda lafal apa yang saya maksudkan? Ini dia. Tepat di saat menyadari adanya rasa cemburu di hati Anda, ucapkanlah istirja&#8217;, yaitu: inna lillaahi wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=250&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual diri sewaktu cemburu, kiatnya sederhana, bahkan lebih sederhana daripada kiat <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/07/14/cemburu-dapat-meningkatkan-keakraban-hubungan/">meningkatkan keakraban hubungan sewaktu cemburu</a>. Caranya, ucapkanlah lafal zikir sederhana yang relevan dengan persoalan ini.</p>
<p>Tahukah Anda lafal apa yang saya maksudkan? <span id="more-250"></span>Ini dia. Tepat di saat menyadari adanya rasa cemburu di hati Anda, ucapkanlah <em>istirja&#8217;</em>, yaitu: <strong>inna lillaahi wa inna ilayhi raaji&#8217;uun</strong>.</p>
<p>Eit, jangan kaget! Jangan Anda sangka bahwa saya hendak membingungkan Anda. Jangan Anda kira bahwa cemburu itu musibah hanya karena saya menganjurkan pengucapan lafal tersebut ketika kita merasa cemburu. Sebenarnya, disamping sewaktu mengalami musibah, <em>istirja&#8217; </em>itu juga bagus diucapkan ketika kita menghadapi cobaan Tuhan yang berupa &#8220;sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan&#8221;. (Lihat QS al-Baqarah [2]: 155-156.)</p>
<p>Nah, bukankah cemburu itu mengandung &#8220;sedikit ketakutan&#8221;? Takut kehilangan dia, takut kehilangan cintanya, takut kekurangan perhatian darinya, dan sebagainya. Dengan demikian, ucapan <em>istirja&#8217;</em> itu dapat Anda manfaatkan ketika Anda merasa cemburu.</p>
<p>Lantas, bagaimana pengucapan <em>istirja&#8217;</em> itu meningkatkan kecantikan batiniah, yakni kecerdasan emosi dan spiritual Anda? Kiatnya masih sederhana pula, yaitu <strong>pahami dan hayati maknanya</strong>! Kalau Anda belum mengerti bahasa Arab, setidak-tidaknya Anda sudah hafal terjemahan lafal <em>istirja&#8217;</em> itu, &#8216;kan?</p>
<p>Ya, maknanya: &#8220;<strong>Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali.</strong>&#8220;</p>
<p>Dengan memahami dan menghayati makna tersebut, maka Anda memperlakukan si dia sebagai milik Allah, bukan &#8220;milik Anda pribadi&#8221;. Dengan memperlakukan dia sebagai milik Allah (yang perlu dimuliakan), meningkatlah kecerdasan spiritual Anda; dengan memperlakukan si dia bukan sebagai &#8220;milik Anda pribadi&#8221; (yang bisa Anda kuasai dengan sesuka hati Anda), melejitlah kecerdasan emosi Anda. </p>
<p>Dengan jalan seperti itulah <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/27/konsultasi-bukan-pacar-tapi-cemburu/">cemburu itu dapat dikelola untuk meningkatkan kecantikan batiniah Anda</a>. Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/250/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/250/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=250&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/14/jadikan-cemburu-sebagai-pemercantik-batin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlukah kita buang istilah pacaran?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/06/perlukah-kita-buang-istilah-pacaran/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/06/perlukah-kita-buang-istilah-pacaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 23:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hasilkan kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Jangan pakai istilah pacaran lah pak. Judul “Nabi Muhammad pun pernah pacaran” menurut saya terlalu provokatif dan bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Ya, engkau benar. Terima kasih atas kritiknya.
Sekarang saya menyadari, judul tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu, saya baru saja meralatnya dengan menambahkan kata “(tetapi secara islami)”.
Judul aslinya masih saya sertakan. Sebab, postingan tersebut merupakan jawaban terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=199&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Jangan pakai istilah pacaran lah pak. Judul “<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/">Nabi Muhammad pun pernah pacaran</a>” menurut saya terlalu provokatif dan bisa menimbulkan kesalahpahaman.</p></blockquote>
<p>Ya, engkau benar. Terima kasih atas kritiknya.<br />
Sekarang saya menyadari, judul tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu, saya baru saja meralatnya dengan menambahkan kata “(tetapi secara islami)”.</p>
<p>Judul aslinya masih saya sertakan. Sebab, <span id="more-199"></span>postingan tersebut merupakan jawaban terhadap pertanyaan dari seorang pembaca, “Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasulullah SAW pernah pacaran sebelum menikah?”</p>
<p>Ternyata dari hadits shahih dan kitab siroh Nabi, saya dapati bahwa memang Rasulullah saw. pernah melakukan pacaran. Karena itulah saya menjawab, “Nabi Muhammad pun pernah pacaran.”</p>
<p>Seandainya istilah pacaran itu tidak saya pakai, maka pertanyaan dari pembaca itu tak terjawab. Padahal, kita tidak boleh menyembunyikan sunnah beliau ini, bukan?</p>
<blockquote><p>Mungkin istilah tanazhur lebih baik. Mengingat konotasi “pacaran” pada masa sekarang sudah berbeda dan bergeser makna.</p></blockquote>
<p>Ya. Makna asli istilah pacaran adalah <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/05/pacaran-sesudah-menikah-lebih-nikmat/"><span style="color:#7f1d1d;">persiapan menikah</span></a>. Sayang sekali, ada banyak orang yang memahaminya dalam pengertian yang menyimpang.</p>
<p>Sungguhpun demikian, istilah pacaran tidak saya buang. Sebab, ada banyak orang yang masih menyukai istilah ini. Mereka inilah yang terutama saya bidik di blog ini. (Lihat <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/profil-pembaca/"><span style="color:#7f1d1d;">Profil Pembaca</span></a>.) Seandainya istilah pacaran itu kita campakkan, maka saya khawatir mereka <a rel="nofollow" href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/21/jangan-biarkan-mereka-lari-ke-model-pacaran-jahiliyah/"><span style="color:#7f1d1d;">lari ke model pacaran jahiliyah</span></a>.</p>
<p>Tentu kita ingin mereka menjalani berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam hal pacaran, secara islami. Karena itulah saya gunakan istilah pacaran islami dalam rangka islamisasi terhadap budaya pacaran (yang memang banyak menyimpang seperti yang sudah kita ketahui bersama).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/199/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/199/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=199&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/06/perlukah-kita-buang-istilah-pacaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 22:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Hasilkan manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[cinta islami]]></category>
		<category><![CDATA[cinta romantis]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan islami]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan sebelum menikah]]></category>
		<category><![CDATA[romantis]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah orang masih belum mengerti mengenai pacaran dalam Islam. Mereka menyangka: &#8220;Islam hanya mengenal ta’aruf sebelum pernikahan.&#8221; Lantas untuk menolak islamisasi pacaran, mereka pun mengajukan pertanyaan: &#8220;Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasullah SAW pernah pacaran sebelum menikah? Bukankah pacaran itu merupakan produk Barat?&#8221;
Berikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=191&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sejumlah orang masih belum mengerti mengenai pacaran dalam Islam. Mereka menyangka: &#8220;<a href="http://romansyah2006.wordpress.com/2008/06/27/benarkah-dalam-islam-pacaran-adalah-terlarang/" target="_blank">Islam hanya mengenal ta’aruf sebelum pernikahan.</a>&#8221; Lantas untuk menolak islamisasi pacaran, mereka pun mengajukan pertanyaan: &#8220;Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasullah SAW pernah pacaran sebelum menikah? Bukankah pacaran itu merupakan <a href="http://bapakehasna.wordpress.com/2008/06/24/produk-haram-pacaran/" target="_blank">produk Barat</a>?&#8221;</p>
<p><span id="more-191"></span>Berikut adalah tanggapan dan jawaban saya, <strong>M Shodiq Mustika</strong>:</p>
<p><strong>Pacaran bukanlah produk Barat. Pada zaman Nabi Muhammad SAW pun sudah terdapat budaya “pacaran” (dalam arti &#8220;saling ekspresikan cinta&#8221;). Beliau tidak melarangnya, tetapi justru merestuinya.</strong> Lihat artikel <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/04/17/sikap-nabi-terhadap-orang-yang-ekspresikan-cinta/">Sikap Nabi terhadap Orang yang Ekspresikan Cinta</a>.</p>
<p><strong>Tidaklah benar bahwa Islam mensyariatkan &#8220;ta’aruf sebelum pernikahan&#8221;.</strong> Yang disyariatkan adalah tanazhur, yang kami sebut sebagai pacaran islami. Lihat artikel &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/">Taaruf: Sebuah istilah yang asal keren?</a>&#8220;</p>
<p><strong>Nabi Muhammad SAW dan para sahabat pun pernah &#8220;pacaran&#8221; (dalam arti &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/cinta-pra-khitbah/">bercinta pra-khitbah</a>&#8220;) sebelum menikah.</strong> Metode &#8220;pacaran&#8221; yang mereka gunakan adalah <em>tanazhur</em> (saling menaruh perhatian). Lihat, sekali lagi, artikel &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/">Taaruf: Sebuah istilah yang asal keren?</a>&#8220;</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, &#8220;<strong>Sesungguhnya aku telah diberi karunia dengan cintanya Khadijah kepadaku.</strong>&#8221; (HR Muslim, Bab &#8220;Keutamaan Khadijah&#8221;)</p>
<p>Ibnu al-Atsir menceritakan dalam <em>Tarikh</em>-nya bahwa setelah mendengar kabar tentang sifat-sifat Muhammad SAW, Siti Khadijah menawarkan kesempatan kepada beliau untuk membawa barang dagangannya ke Syam. Tawaran ini diterima dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar (daripada bila dibawa oleh orang lain). Lantas, Ibnu al-Atsir mengungkapkan &#8220;Siti Khadijah sangat gembira menerima keuntungan yang besar itu, tetapi kekagumannya kepada orang yang telah diujinya itu jauh lebih mendalam.&#8221; (Kekaguman yang mendalam inilah yang kita kenal sebagai rasa <strong>CINTA</strong>. Sedangkan ekspresinya kita sebut sebagai &#8220;<strong><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/">bercinta</a></strong>&#8220;.)</p>
<p>Perhatikanlah bahwa diantara mereka berdua tidak hanya terjadi proses taaruf (dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dsb). Diantara mereka ternyata terdapat pula &#8220;interaksi yang mendalam&#8221; dalam bentuk kerjasama bisnis. Interaksi yang mendalam seperti itulah salah satu perbedaan utama antara pacaran islami dan taaruf. Lihat artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/23/taaruf-dan-pacaran-islami-mana-yang-lebih-efektif/">Taaruf dan pacaran islami: Mana yang lebih efektif?</a>&#8220;</p>
<p>Pola pacaran islami (alias tanazhur) dengan model kerjasama ala Khadijah-Muhammad itu dapat kita jadikan teladan. Dengan si dia yang Anda sayangi, Anda dapat menjalin kerjasama bisnis, belajar bersama, atau pun melakukan kegiatan bersama lainnya <strong>yang membawa manfaat</strong> sebesar-besarnya. Justru kalau Anda hanya bertaaruf dengan si dia tanpa interaksi yang mendalam, maka Anda <a href="http://m4h4d3w1.wordpress.com/2008/07/01/pacaran/" target="_blank">belum sepenuhnya memenuhi Sunnah Nabi tersebut</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/191/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/191/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=191&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/03/nabi-muhammad-pun-pernah-pacaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>114</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taaruf dan pacaran islami: Mana yang lebih efektif?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/23/taaruf-dan-pacaran-islami-mana-yang-lebih-efektif/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/23/taaruf-dan-pacaran-islami-mana-yang-lebih-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 00:34:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nikmati kemesraan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[definisi pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[nazhar]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Dalam &#8220;studi kasus&#8221; terhadap seseorang, supaya lebih mengenal dia, manakah yang lebih efektif: [1] perhatikan isi rumahnya, amati lingkungan pergaulannya, kenali latar belakang pendidikannya, telusuri bacaannya, cari keterangan dari saudara dan temannya, dan berdiskusi saat silaturahmi; ataukah [2] menjalin hubungan cinta yang mendalam dengan dia, yang mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan, dan kerinduan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=180&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/21/pacaran-bukanlah-seperti-membuka-buku-sampai-lecek-dan-lusuh/">studi kasus</a>&#8221; terhadap seseorang, supaya <strong>lebih mengenal</strong> dia, manakah yang lebih efektif: [1] perhatikan isi rumahnya, amati lingkungan pergaulannya, kenali latar belakang pendidikannya, telusuri bacaannya, cari keterangan dari saudara dan temannya, dan berdiskusi saat silaturahmi; ataukah [2] menjalin hubungan cinta yang mendalam dengan dia, yang mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan, dan kerinduan, di samping mengandung persiapan-persiapan untuk menempuh masa depan bersama, serta menyelinginya dengan tanda-tanda cinta yang manis dan makruf, seperti tukar-pikiran dan tukar-bantuan?</p>
<p><span id="more-180"></span>Nah, pengumpulan data pada cara nomor 1 rupanya menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara saja. Sedangkan pada cara nomor 2, ketiga metode tersebut digunakan pula, tetapi yang diutamakan adalah metode &#8220;partisipasi aktif&#8221; (interaksi yang mendalam). Dalam <em>studi kasus</em>, manakah yang lebih efektif: cara nomor 1 ataukah cara nomor 2?</p>
<p>Apabila Anda sudah mendalami metodologi penelitian kualitatif, tentulah Anda sudah mengerti dan sangat yakin bahwa cara nomor 2-lah yang lebih efektif untuk <strong>lebih mengenal</strong> seseorang yang diteliti. (Lihat, misalnya, buku karya Prof. Dr. S. Nasution, <em>Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif</em> (Bandung: Tarsito, 1992), terutama Bab IV, &#8220;Metode Pengumpulan Data&#8221;.)</p>
<p>Cara nomor 1 (&#8220;perhatikan isi rumahnya &#8230;.&#8221;) tadi itu terdapat dalam model taaruf-pranikah ala Abu al-Ghifari. (Siapa dia, identitasnya tidak jelas.) Ia menguraikannya di bukunya, <em>Pacaran yang Islami Adakah </em>(Bandung: Mujahid Press, 2004), sub-bab III C. Model-model taaruf-pranikah lainnya, yang dikemukakan oleh sejumlah aktivis dakwah yang sepaham dengannya, tampaknya juga hanya menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara saja. Sampai saat ini, saya belum pernah menjumpai model taaruf-pranikah yang menganjurkan penggunaan metode &#8220;partisipasi-aktif&#8221; (interaksi yang mendalam).</p>
<p>Adapun cara nomor 2 (&#8220;menjalin hubungan cinta yang mendalam &#8230;.&#8221;) dikemukakan oleh Abdul Halim Abu Syuqqah (seorang ulama Ikhwanul Muslimin) dalam bukunya, <em>Kebebasan Wanita</em>, Jilid 5 (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), hlm. 75-77. Metode &#8220;partisipasi-aktif&#8221; (interaksi yang mendalam) ini tampak jelas pula dalam model percintaan pranikah ala Ibnu Hazm al-Andalusi, seorang ulama besar di Abad Pertengahan. Cara ini tersirat pula dalam model percintaan pranikah ala Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, seorang ulama besar yang tentu tak asing lagi bagi kita. Inilah <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/panduan-pacaran/">model-model pacaran islami</a>.</p>
<p>Jadi, untuk lebih mengenal si dia, <strong>pacaran islami itu lebih efektif daripada taaruf-pranikah</strong>.</p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/180/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/180/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=180&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/23/taaruf-dan-pacaran-islami-mana-yang-lebih-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>konsep mencari jodoh secara islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/01/konsep-mencari-jodoh-secara-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/01/konsep-mencari-jodoh-secara-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 12:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi jelas]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[halal haram]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[istikharah]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>
		<category><![CDATA[ubah takdir]]></category>
		<category><![CDATA[ushul fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/01/konsep-mencari-jodoh-secara-islami/</guid>
		<description><![CDATA[Supaya Allah mengubah jodoh Anda (atau pun takdir Anda lainnya), Anda perlu berusaha dan berdoa. (Lihat artikel “Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh? ”.) Lantas, bagaimana konsep mencari jodoh secara islami?
Pada garis besarnya, sesuai dengan kaidah-kaidah ushul fiqih, ada dua bagian pada konsep-konsep mencari jodoh secara islami.
Pertama, dalam hal-hal yang berkenaan dengan aqidah dan ibadah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=130&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Supaya Allah mengubah jodoh Anda (atau pun takdir Anda lainnya), Anda perlu berusaha dan berdoa. (Lihat artikel “<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/03/01/karena-sudah-ditakdirkan-perlukah-mencari-jodoh/">Karena sudah ditakdirkan, perlukah mencari jodoh? </a>”.) Lantas, bagaimana konsep mencari jodoh secara islami?</p>
<p>Pada garis besarnya, sesuai dengan kaidah-kaidah ushul fiqih, ada dua bagian pada konsep-konsep mencari jodoh secara islami.</p>
<p><span id="more-130"></span>Pertama, <strong>dalam hal-hal yang berkenaan dengan aqidah dan ibadah mahdhoh (hubungan dengan Tuhan), yang islami adalah yang ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya</strong>. Dalam hal ini, yang tidak ada tuntunannya tidaklah islami.</p>
<p>Karena itu, diantara cara mencari jodoh yang tergolong islami adalah doa istikharah (sesuai tuntunan Rasulullah saw.).</p>
<p>Sedangkan yang tidak islami: mengikuti ramalan bintang, mengikuti ramalan paranormal, melakukan &#8220;istikharah&#8221; yang tergolong bid’ah, dsb. (Lihat M Shodiq Mustika dkk, <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a> (Jakarta: Qultum Media, 2007), terutama bab “Cara Istikharah Menurut Sunnah Rasulullah”.)</p>
<p>Kedua, <strong>dalam hal-hal yang berkenaan dengan muamalah (hubungan dengan manusia), yang islami adalah yang <em>tidak</em> ada larangannya dari Allah dan Rasul-Nya</strong>. Dalam hal ini, yang ada dalil larangannya tidaklah islami.</p>
<p>Karena itu, diantara cara mencari jodoh yang tergolong islami adalah “<a href="http://gaulgayarasul.wordpress.com/daftar-isi/">gaul gaya rasul</a>” (seluas-luasnya dan seakrab-akrabnya dengan lawan-jenis seperti Rasulullah), “pacaran islami” <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/">ala Ibnu Qayyim al-Jauziyyah</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/cinta-pra-khitbah/">ala Abu Syuqqah</a>, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/16/pacaran-islami-ala-aktivis-tarbiyah/">ala aktivis Tarbiyah</a>, <a href="http://pist.wordpress.com/">ala Aisha Chuang</a>, dan sebagainya. (Keberadaan sebagian aktivis dakwah yang mengharamkan pacaran, dengan mengatakan bahwa “dalam syariat Islam tidak ada pacaran”, menunjukkan bahwa <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/04/bantahan-terhadap-penentang-dalil-dalil-pacaran-islami/">mereka belum memahami kaidah ushul fiqih</a> dan <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/09/berilah-kemudahan-bercinta-daripada-mencegah-zina-secara-berlebihan/">karakteristik hukum Islam</a>.)</p>
<p>Sedangkan yang tidak islami adalah yang mendekati zina, melakukan zina, atau pun yang melakukan perbuatan terlarang lainnya (bahkan walaupun dilakukan oleh aktivis dakwah yang <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/06/kalau-aktivis-dakwah-lakukan-taaruf-yang-tidak-islami/">mengatasnamakan taaruf</a>).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/130/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/130/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=130&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/01/konsep-mencari-jodoh-secara-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran Islami ala Aktivis Tarbiyah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/16/pacaran-islami-ala-aktivis-tarbiyah/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/16/pacaran-islami-ala-aktivis-tarbiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 21:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Langkah darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah para aktivis dakwah dari kalangan Tarbiyah tidak suka melakukan pacaran secara islami atau &#8220;bercinta sebelum khitbah&#8221;? Benarkah bagi mereka, satu-satunya jalan menuju pernikahan adalah taaruf? Benarkah semuanya menentang mati-matian gagasan pacaran islami? Apa dampak dan konsekuensinya, baik bagi pribadi maupun kepentingan dakwah?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam itu dapat kita jumpai secara tersirat dalam sebuah pesan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=127&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Benarkah para aktivis dakwah dari kalangan Tarbiyah tidak suka melakukan pacaran secara islami atau &#8220;bercinta sebelum khitbah&#8221;? Benarkah bagi mereka, satu-satunya jalan menuju pernikahan adalah taaruf? Benarkah semuanya menentang mati-matian gagasan pacaran islami? Apa dampak dan konsekuensinya, baik bagi pribadi maupun kepentingan dakwah?</p>
<p><span id="more-127"></span>Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan semacam itu dapat kita jumpai secara tersirat dalam sebuah pesan dari seorang aktivis tarbiyah yang menyebut dirinya &#8220;radur-man&#8221;:</p>
<blockquote><p>Assalamu’alaikum….</p>
<p>Pak Shodiq, kenalan dulu yah sekalian bagi2 pengalaman. Saya tahu blog ini dari temen saya di suatu masjid kampus, dan sejak itu saya selalu mampir ke sini (kurang lebih semingguan) di sela-sela kerja di kantor (mumpung internet gratis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Saya hampir telah membaca semua postingan Pak Shodiq di sini beserta komen2nya.</p>
<p>Subhanallah, akhirnya ada juga yang berani merumuskan pacaran secara islami. Dan konsep pacaran islami yang bapak usung saya sangat menyetujuinya. Memang sih, judulnya itu (pacaran islami) menyulut api banget bagi aktivis tarbiyah.</p>
<p>Eits, jangan salah, saya juga tarbiyah lho (paling nggak masih aktif liqo). Kebetulan dulu saya kuliah di salah satu Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, dan alhamdulillah sudah lulus setahun yang lalu. Selama kuliah saya juga aktif di masjid kampusnya (dan sempat menempati asramanya selama setahun).</p>
<p>Nah, yang ingin saya soroti di sini berdasarkan pengalaman saya adalah ternyata <strong>konsep pacaran islami ini sudah buanyak dilakukan oleh para aktivis dakwah</strong>. Tapi memang dilakukan sembunyi-sembunyi. Takut di’sidang’ katanya. Trus juga istilahnya bukan pacaran islami, melainkan TTM ato HTS (Hubungan Tanpa Status) ato berkomitmen. Tapi prakteknya sama banget dengan konsep pacaran islami.</p>
<p>Menurut saya pribadi hal seperti itu sangat manusiawi dan toh masing2 tetap menjaga adab2 pergaulan ikhwan-akhwat. Yang saya takutkan justru, <strong>karena merasa berdosa yang sangat berlebihan terhadap perasaan dan hubungan tersebut dan karena mendapat sindiran2 miring dari teman2 sesama aktivisnya, mereka akhirnya menarik diri dari aktifitas dakwahnya dan menghilang dari peredaran</strong>. Dan inilah yang terjadi. Kalo sudah begitu, siapa yang bisa jamin kalo hubungan antara ikhwan-akhwat yang bersangkutan bisa tetap dalam kaidah2 syari’at. Inilah yang sungguh2 disayangkan.</p>
<p>Ikhwahfillah, sadarilah, hal tersebut terjadi di antara kita. Trus, solusi yang paling baik yang bisa kita lakukan apa? Ujung2nya si pelaku disidang lagi disidang lagi. Kenapa nggak kita rame2 ngumpulin duit buat biaya pernikahannya trus kita ringankan segala kesulitannya menuju jenjang pernikahan. Gitu kan solutif. Akhirnya kita juga nggak merasa diri paling benar dan memandang sebelah mata terhadap para pelaku2 tersebut.</p>
<p>Nah, di sinilah saya melihat <strong>ada kekurangan dalam metode pranikah dalam tarbiyah di Indonesia</strong> (gak tahu di luar Indonesia mah, lha wong ternyata Abu Syuqqah, sahabat Yusuf Qardhawi sendiri, malah menulis tentang ‘bercinta sebelum menikah’). Mo dilarang2 juga pasti ada aja yang kayak gitu, baik terang2an maupun sembunyi2. Ya… namanya juga perasaan suka sama lawan jenis, siapa sih yang bisa ngelarang datengnya perasaan kayak gitu.</p>
<p>Saya pernah mendengar sendiri pernyataan seorang akhwat yang dia kutip dari murabbinya seperti ini, “Yang tidak mengikuti peraturan jamaah ini (dengan berta’aruf maksudnya), tidak termasuk dalam jamaah ini! (tarbiyah maksudnya)” Wuiiihhh…… serem banget dengernya. Masa segitu mudahnya sih mengeluarkan seseorang dari jamaah.</p>
<p>Harapan saya pribadi sih, <strong>konsep pacaran islami ato tanazhur pra-nikah ini bisa menjadi suatu trigger dan referensi (paling tidak bahan komparasi) bagi ustadz2 kita untuk merumuskan metoda yang paling baik dan solutif dalam membina percintaan sebelum menikah</strong>. Sedih aja sih, ngeliat temen2 yang berguguran di jalan dakwah hanya karena ini.</p>
<p>Ya… mungkin segitu dulu bagi2 pengalamannya dari saya. Sebenernya sih ada banyak yang ingin saya ceritakan di sini berkaitan dengan pacaran islami berdasarkan apa yang terjadi di sekitar saya (saya dulu kuliah di Seni Rupa &amp; Desain yang punya streotip seram, atheis, mabuk2an, bebas dan yang lebih parah, hanya sedikti aktivis dakwah yang mo mengambil ‘ladang amal’ ini), tapi ntar bosen lagi bacanya</p>
<p>Yah, kapan2 aja lah ya. Trus, maaf juga kalo saya nggak melampirkan dalil satupun karena saya bukan ahli fiqih, hafalannya masih sedikit dan juga bukan ‘abid. Semuanya hanya berdasarkan pengalaman dan pengamatan saja.</p>
<p>Wassalamu’alaikum……</p></blockquote>
<p>Wa&#8217;alaykum salam, akhi/ukhti. Kami menunggu cerita-cerita lainnya. Ulasan di atas sudah menggambarkan <strong>mengapa</strong> mereka melakukan pacaran islami secara diam-diam. Kami tertarik untuk mengetahui lebih lanjut <strong>bagaimana</strong> mereka melakukannya, baik ketika mereka menjadi aktivis dakwah maupun setelah &#8220;menghilang dari peredaran&#8221;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/127/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/127/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=127&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/16/pacaran-islami-ala-aktivis-tarbiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berpacaran yang Sehat dan Bebas Aids</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/12/01/berpacaran-yang-sehat-dan-bebas-aids/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/12/01/berpacaran-yang-sehat-dan-bebas-aids/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 21:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/12/01/berpacaran-yang-sehat-dan-bebas-aids/</guid>
		<description><![CDATA[Adalah sesuatu yang mustahil, melarang remaja untuk melakukan interaksi dengan lawan jenisnya. Proses interaksi yang lebih lanjut yang diwujudkan dengan berpacaran merupakan hal yang wajar dan baik bagi pengembangan aspek kematangan emosional remaja itu sendiri. Namun, harus ada rambu-rambu yang dipasang agar tidak terjadi berpacaran yang berlebihan, apalagi sampai melakukan hubungan seksual dan terjadi kehamilan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=108&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Adalah sesuatu yang mustahil, melarang remaja untuk melakukan interaksi dengan lawan jenisnya. Proses interaksi yang lebih lanjut yang diwujudkan dengan berpacaran merupakan hal yang wajar dan baik bagi pengembangan aspek kematangan emosional remaja itu sendiri. Namun, harus ada rambu-rambu yang dipasang agar tidak terjadi berpacaran yang berlebihan, apalagi sampai melakukan hubungan seksual dan terjadi kehamilan yang tidak diinginkan dan pada akhirnya mengambil jalan pintas dengan menggugurkan kandungan. Untuk itu hal-hal di bawah ini perlu mendapatkan perhatian:</p>
<p><strong>1. Hati &#8211; hati berpacaran</strong></p>
<p><span id="more-108"></span>Setelah melalui fase &#8220;ketertarikan&#8221; maka mulailah pada fase saling mengenal lebih jauh alias berpacaran. Saat ini adalah saat paling tepat untuk mengenal pribadi dari masing-masing pasangan. Sayangnya, tujuan untuk mengenal pribadi lebih dekat, sering disertai aktivitas seksual yang berlebihan. Makna pengenalan pribadi berubah menjadi pelampiasan hawa nafsu dari masing-masing pasangan. Ungkapan kasih sayang tidak seharusnya diwujudkan dalam bentuk aktivitas seksual.</p>
<p>Saling memberi perhatian, merancang cita-cita serta membuka diri terhadap kekurangan masing-masing merupakan bagian penting dalam masa berpacaran. Aktivitas fisik seperti saling menyentuh, mengungkapkan perasaan kasih sayang, &#8230; adalah hal tidak terlalu penting, namun sering dianggap sebagai bagian yang indah dari masa berpacaran. Pada batas-batas tertentu hal ini dapat diterima, namun lebih dari aktivitas tersebut, apalagi pada hal-hal yang menjurus pada hubungan seksual tidak dapat diterima oleh norma yang kita anut. Karena justru aktivitas seksual akan mengotori makna dari pacaran itu sendiri.</p>
<p><strong>2. &#8220;No Seks&#8221;</strong></p>
<p>Katakan &#8220;tidak&#8221;, jika pasangan menghendaki aktivitas berpacaran melebihi batas. Terutama bagi remaja putri permintaan seks sebagai &#8220;bukti cinta&#8221;, jangan dipenuhi, karena yang paling rugi adalah pihak wanita. Ingat, sekali wanita kehilangan kegadisannya, seumur hidup ia akan menderita, karena norma yang dianut dalam masyarakat kita masih tetap mengagungkan kesucian. Berbeda dengan wanita, keperjakaan pria tidak pernah bisa dibuktikan, sementara dengan pemeriksaan dokter kandungan dapat ditentukan apakah seorang gadis masih utuh selaput daranya atau tidak.</p>
<p><strong>3. &#8220;Rem Keimanan&#8221;</strong></p>
<p>Iman, merupakan rem paling pakem dalam berpacaran. Justru penilaian kepribadian pasangan dapat dinilai saat berpacaran. Mereka yang menuntut hal-hal yang melanggar norma-norma yang dianut, tentunya tidak dapat diharapkan menjadi pasangan yang baik. Seandainya iapun menjadi suami atau istri kelak tentunya keinginan untuk melanggar norma-norma pun selalu ada. Untuk itu, &#8220;Say Good Bye&#8221; sajalah&#8230;! Masih banyak kok pria dan wanita yang mempunyai iman dan moral yang baik yang kelak dapat membantu keluarga bahagia.</p>
<p><strong>4. Bahaya Kehamilan di Usia Muda</strong></p>
<p>Kehamilan terjadi jika terjadi pertemuan sel telur pihak wanita dan spermatozoa pihak pria. Dan hal itu biasanya didahului oleh hubungan seks. Kehamilan pada remaja sering disebabkan ketidaktahuan dan tidak sadarnya remaja terhadap proses kehamilan. Bahaya kehamilan pada remaja:</p>
<ol>
<li><strong>Hancurnya masa depan remaja tersebut.</strong></li>
<li><strong>Remaja wanita yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama kehamilan karena jiwa dan fisiknya belum siap.</strong></li>
<li><strong>Pasangan pengantin remaja, sebagian besar diakhiri oleh perceraian (umumnya karena terpaksa kawin karena nafsu, bukan karena cinta).</strong></li>
<li><strong>Pasangan pengantin remaja sering menjadi cemoohan lingkungan sekitarnya</strong>.</li>
<li><strong>Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungan pada tenaga non medis (dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis.</strong></li>
<li><strong>Pengguguran kandungan oleh tenaga medis dilarang oleh undang-undang, kecuali indikasi medis (misalnya si ibu sakit jantung berat, sehingga kalau ia meneruskan kehamilan dapat timbul kematian). Baik yang meminta, pelakunya maupun yang mengantar dapat dihukum.</strong></li>
<li><strong>Bayi yang dilahirkan dari perkawinan remaja, sering mengalami gangguan kejiwaan saat ia dewasa.</strong></li>
</ol>
<p>Disamping terjadinya kehamilan yang tidak dikehendaki, seks yang dilakukan sebelum menikah akan mengandung berbagai masalah antara lain tuntutan suami akan keperawanan, berbagai penyakit kelamin (termasuk AIDS), stress berkepanjangan, kemandulan (karena infeksi) dan lain-lain.</p>
<p><strong>5. Kiat Sadar Diri</strong></p>
<p>Yang sering terjadi adalah pasangan lepas kendali karena terbuai aktivitas berpacaran. untuk itu beberapa tips agar tidak terbuai:</p>
<ol>
<li><strong>Niatkan bahwa tujuan berpacaran adalah untuk saling mengenal lebih dekat.</strong></li>
<li><strong>Hindari tempat yang terlalu sepi atau tempat yang mengandung aktivitas seksual.</strong></li>
<li><strong>Hindari makan makanan yang merangsang sebelum/selama pacaran.</strong></li>
<li><strong>Hindari bacaan/film porno yang merangsang sebelum/selama pacaran.</strong></li>
<li><strong>Jangan dituruti kalau pasangan menuntut aktivitas pacaran yang berlebihan, sambil mengingatkan bahwa hal itu akan mengotori tujuan dari berpacaran.</strong></li>
</ol>
<p>Oleh karena itu bahwa gaya pacaran yang sehat merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Gaya pacaran yang sehat mencakup berbagai unsur yaitu sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Sehat Fisik.<br />
Tidak ada kekerasan dalam berpacaran. Dilarang saling memukul, menampar ataupun menendang.</li>
<li>Sehat Emosional.<br />
Hubungan terjalin dengan baik dan nyaman, saling pengertian dan keterbukaan. Harus mengenali emosi diri sendiri dan emosi orang lain. Harus mampu mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik.</li>
<li>Sehat Sosial.<br />
Pacaran tidak mengikat, maksudnya hubungan sosial dengan yang lain harus tetap dijaga agar tidak merasa asing di lingkungan sendiri. Tidak baik apabila seharian penuh bersama dengan pacar.</li>
<li>Sehat Seksual.<br />
Dalam berpacaran kita harus saling menjaga, yaitu tidak melakukan hal-hal yang beresiko. Jangan sampai melakukan aktivitas-aktivitas yang beresiko, apalagi melakukan hubungan seks.</li>
</ol>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em>Hasil seminar sehari bersama dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS pada peringatan hari AIDS sedunia di UWKS surabaya pada tanggal 24 Desember 2005.</em></p>
<p>Kutipan dari <a href="http://www.antonbahagia.com/modules.php?name=News&amp;file=print&amp;sid=7">http://www.antonbahagia.com/modules.php?name=News&amp;file=print&amp;sid=7</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/108/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/108/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=108&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/12/01/berpacaran-yang-sehat-dan-bebas-aids/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berilah Kemudahan Bercinta daripada Mencegah Zina Secara Berlebihan</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/09/berilah-kemudahan-bercinta-daripada-mencegah-zina-secara-berlebihan/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/09/berilah-kemudahan-bercinta-daripada-mencegah-zina-secara-berlebihan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2007 19:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[5 - Tebarkan hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Hasilkan kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Langkah darurat]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/09/berilah-kemudahan-bercinta-daripada-mencegah-zina-secara-berlebihan/</guid>
		<description><![CDATA[Para ulama mengakui bahwa dalam Islam, tidak ada larangan pacaran. Namun, sebagian aktivis dakwah menentang keberadaan &#8220;pacaran islami&#8221; alias &#8220;tanazhur pranikah&#8221; atau &#8220;bercinta sebelum khitbah&#8220;. Alasan mereka adalah penerapan kaidah saddudzdzari’ah, yaitu &#8220;upaya pencegahan agar sesuatu yang tidak kita inginkan [yaitu zina] tidak terjadi&#8221;. (UPDATE: Yang dimaksud dengan &#8220;bercinta&#8221; di situs ini bukanlah &#8220;berhubungan seksual&#8221;. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=73&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Para ulama mengakui bahwa dalam Islam, tidak ada larangan pacaran. Namun, sebagian aktivis dakwah menentang keberadaan &#8220;pacaran islami&#8221; alias &#8220;tanazhur pranikah&#8221; atau &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/cinta-pra-khitbah/">bercinta sebelum khitbah</a>&#8220;. Alasan mereka adalah penerapan kaidah <em>saddudzdzari’ah</em>, yaitu &#8220;upaya pencegahan agar sesuatu yang tidak kita inginkan [yaitu zina] tidak terjadi&#8221;. (UPDATE: Yang dimaksud dengan &#8220;bercinta&#8221; di situs ini bukanlah &#8220;berhubungan seksual&#8221;. Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/11/12-alasan-mengapa-bercinta-sebelum-menikah/</a>.)</p>
<p><span id="more-73"></span>Upaya “pencegahan untuk berjaga-jaga” itu memang perlu kita hargai. Mungkin hati mereka sangat pilu memprihatinkan kebobrokan moral yang kadang-kadang terdapat pada budaya pacaran pada umumnya.</p>
<p>Sungguhpun demikian, kita menyayangkan sikap mereka yang sangat berlebihan dalam upaya tersebut. Begitu berlebihannya upaya mereka dalam “pencegahan untuk berjaga-jaga”, sampai-sampai mereka mengharamkan segala bentuk pacaran, sesuatu yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Mereka kurang memperhatikan adanya kebaikan dalam &#8220;pacaran islami&#8221; alias &#8220;tanazhur pranikah&#8221;. Mereka pun lupa akan kesulitan yang akan menimpa muda-mudi Islam jika larangan &#8220;tanazhur pranikah&#8221; itu diterapkan secara mutlak.</p>
<p>Kaidah <em>saddudzdzari’ah</em> itu sering diangkat ke permukaan tanpa disertai alasan yang kuat, antara lain seperti yang kami singgung dalam artikel <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/06/haramkah-jalan-menuju-zina/">Haramkah &#8220;jalan menuju zina&#8221;</a>. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk menyampaikan beberapa karakteristik hukum Islam yang relevan dengan persoalan ini. Kami mengutipnya dari Abdul Halim Abu Syuqqah, <em>Kebebasan Wanita</em>, Jilid 3:</p>
<blockquote><p>Pertama, Islam menetapkan <a href="http://jiwacantik.blogspot.com/2005/12/haramkah-melihat-wanita-cantik.html" target="_blank">bolehnya kaum wanita melihat kaum laki-laki, dan sebaliknya</a>. Islam tidak melarang hal itu sebagai suatu pencegahan agar tidak terjadi penyimpangan, namun tetap memberlakukan tata krama yang dapat meredam fitnah sehingga jika pun seorang wanita dan [seorang] laki-laki bertemu, pertemuan mereka bersih dari fitnah. (hlm. 172)</p>
<p>Kedua, <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/">Islam membolehkan kaum wanita bertemu dan berkumpul dengan kaum laki-laki</a>. Islam pun tidak melarangnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Upaya yang dilakukan Islam adalah meletakkan berbagai aturan dan tata krama yang dapat meredam fitnah sehingga pertemuan mereka terjadi dalam suasana yang bersih dari fitnah. (hlm. 173)</p>
<p>Ketiga, Islam membolehkan kaum wanita bercakap-cakap dengan kaum laki-laki. Artinya, Islam tidak melarang hal itu hanya karena alasan <em>saddudzdzari’ah</em>. Akan tetapi, Islam meletakkan berbagai aturan yang dapat meredam fitnah sehingga percakapan berlangsung dalam suasana yang bersih dan suci. (hlm. 173-174)</p>
<p>Keempat, Islam membolehkan kaum wanita bepergian dan berada di jalan-jalan. Artinya, Islam tidak melarangnya demi menerapkan kaidah <em>saddudzdzari’ah</em>, bahkan Islam menetapkan berbagai aturan dan sopan santun yang dapat meredam fitnah. (hlm. 174)</p></blockquote>
<p>Jadi, “kaidah <em>saddudzdzari’ah</em> [yang berarti “pencegahan untuk berjaga-jaga”] terkalahkan oleh kaidah <em>taisir</em>, yaitu kaidah memberikan kemudahan”. (<em>Kebebasan Wanita</em>, Jilid 3, hlm. 176)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/73/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/73/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=73&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/10/09/berilah-kemudahan-bercinta-daripada-mencegah-zina-secara-berlebihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shahihnya Hadits Yang Membolehkan Berduaan</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 11:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA["Pendekatan"]]></category>
		<category><![CDATA[1 - Siagakan pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[Tata tempat]]></category>
		<category><![CDATA[hadits shahih]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang wanita [non-muhrim] dari kaum Anshar telah mendatangi Nabi saw., lalu beliau berduaan dengannya. (HR Bukhari &#38; Muslim dari Anas bin Malik r.a.) Inilah salah satu dari hadits-hadits shahih yang terlupakan (jarang diungkap kepada publik).
Hadits tersebut dimuat di Shahih Bukhari, kitab &#8220;Nikah&#8221;, bab &#8220;Sesuatu Yang Membolehkan Seorang Pria Berkhalwat dengan Seorang Perempuan di Dekat Orang-orang&#8221;, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=57&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="color:#800080;">Seorang wanita [non-muhrim] dari kaum Anshar telah mendatangi Nabi saw., lalu beliau berduaan dengannya. (HR Bukhari &amp; Muslim dari Anas bin Malik r.a.) Inilah salah satu dari <span style="color:#0000ff;"><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/11/hadits-hadits-shahih-yang-terlupakan/">hadits-hadits shahih yang terlupakan</a></span> (jarang diungkap kepada publik).</span></strong></p>
<p><strong></strong><strong><span style="color:#800080;"><span id="more-57"></span>Hadits tersebut dimuat di <em>Shahih Bukhari</em>, kitab &#8220;Nikah&#8221;, bab &#8220;Sesuatu Yang Membolehkan Seorang Pria Berkhalwat dengan Seorang Perempuan di Dekat Orang-orang&#8221;, jilid 11, hlm. 246. </span></strong>Hadits tersebut juga dimuat di <em>Shahih Muslim</em>, kitab &#8220;Keutamaan Para Shahabat&#8221;, bab &#8220;Keutamaan Kaum Anshar&#8221;, jilid 7, hlm. 174.</p>
<p>Kebanyakan ulama sepakat menetapkan bahwa dari segi sanad (periwayatan), derajat hadits yang paling tinggi (<strong><span style="color:#800080;">paling shahih</span></strong>) adalah yang dimuat di <em>Shahih Bukhari</em> dan sekaligus <em>Shahih Muslim</em>. (Peringkat kedua adalah yang dimuat di <em>Shahih Bukhari</em>, tetapi tidak dimuat di <em>Shahih Muslim</em>. Peringkat ketiga adalah yang dimuat di <em>Shahih Muslim</em>, tetapi tidak dimuat di <em>Shahih Bukhari</em>.) Jadi, keshahihan hadits tersebut amat sangat meyakinkan dan tidak meragukan sama sekali.</p>
<p>Lantas, apakah dengan shahihnya hadits tersebut, engkau boleh berduaan dengan pacarmu sebebas-bebasnya? Tidak! Imam Bukhari mengatakan secara tersirat (dari judul bab yang memuat hadits tersebut) bahwa berduaan itu boleh <strong><span style="color:#800080;">dengan syarat</span></strong> &#8220;di dekat orang-orang&#8221;.</p>
<p>Apa yang dimaksud dengan &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/26/fatwa-pacaran-siapa-yang-salah/">di dekat orang-orang</a>&#8220;? Mari kita simak penjelasan Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitabnya, <em>Fathul Bari</em>. Kitab ini kami pilih karena kitab inilah yang secara luas diakui sebagai kitab terbaik di antara kitab-kitab yang menjelaskan hadits-hadits shahih Bukhari.</p>
<p>Menurut Ibnu Hajar, &#8220;di dekat orang-orang&#8221; itu maksudnya keadaan mereka berdua &#8220;tidak tertutup dari pandangan orang lain&#8221; dan suara pembicaraan mereka &#8220;terdengar oleh orang lain&#8221; walaupun secara sama-samar (sehingga isi pembicaraan mereka tidak diketahui oleh orang lain). Lebih lanjut, Ibnu Hajar menerangkan, &#8220;Hadits tersebut juga menunjukkan bahwa pembicaraan dengan non-muhrim yang bersifat rahasia tidaklah tercela dalam agama jika aman dari kerusakan [lantaran zina dan kemunkaran lainnya].&#8221; (<em>Fathul Bari</em>, jilid 11, hlm. 246-247)</p>
<p>Atas dasar itu, kami simpulkan: <strong>Kita <em>boleh</em> berduaan dengan non-muhrim <em><span style="color:#800080;">bila terawasi</span></em>, yaitu dalam keadaan yang manakala terlihat tanda-tanda zina, yang ‘kecil’ sekalipun, akan ada orang lain yang menaruh perhatian dan cenderung mencegah terjadinya zina.</strong></p>
<p>Lantas, bagaimana dengan hadits-hadits shahih lain yang menyatakan terlarangnya berkhalwat (berduaan) dengan non-murim? Tidakkah bertentangan? Tidak! Hadits-hadits yang menyatakan terlarangnya khalwat itu bersifat umum. Keumumannya telah dibatasi (ditakhshish) oleh hadits di atas. Dengan kata lain, hadits-hadits tersebut menyatakan: <strong>Kita <em>tidak</em> boleh berduaan dengan non-muhrim (tanpa disertai muhrim), <em><span style="color:#800080;">kecuali</span></em> <em><span style="color:#800080;">bila terawasi</span></em> (di dekat orang lain)</strong>.</p>
<p>Jadi, kalau engkau <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/">berduaan dengan pacar</a>mu (atau pun lawan-jenis non-muhrim lainnya), pastikanlah bahwa kalian berada dalam keadaan terawasi (di dekat orang lain). Adapun ketika kita melihat seseorang berduaan dengan pacarnya (atau pun lawan-jenis non-muhrim lainnya), seharusnya di antara kita ada yang <em>mengawasi</em> mereka supaya mereka tidak berzina. Jangan malah pura-pura tak tahu atau pun melarang mereka berduaan!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=57&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/15/shahihnya-hadits-yang-membolehkan-berduaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>80</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aktivitas Terpenting Pacaran Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/11/aktivitas-terpenting-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/11/aktivitas-terpenting-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2007 23:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi jelas]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga jarak]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[ekspresi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[tanazhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/11/aktivitas-terpenting-pacaran-islami/</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel terdahulu, telah kutegaskan bahwa berduaan bukanlah aktivitas utama dalam pacaran islami. Sebabnya, antara lain: berduaan bukanlah tanda cinta sejati. Lantas, apa aktivitas terpenting pacaran islami?
Apakah yang terpenting itu, saat berkunjung (&#8216;apel&#8217;) pakai baju koko? Masuk rumah pacar mengucap salam? Saat berbincang-bincang dipenuhi dengan saling menasihati?

Hmm&#8230; Pakai baju koko (menutup aurat), mengucap salam (mendoakan), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=30&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada artikel terdahulu, telah kutegaskan bahwa <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/15/berduaan-dengan-pacar-haramkah/">berduaan bukanlah aktivitas utama dalam pacaran islami</a>. Sebabnya, antara lain: <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/22/berduaan-cinta-sejati/">berduaan bukanlah tanda cinta sejati</a>. Lantas, apa aktivitas terpenting pacaran islami?</p>
<p>Apakah yang terpenting itu, saat berkunjung (&#8216;apel&#8217;) pakai baju koko? Masuk rumah pacar mengucap salam? Saat berbincang-bincang dipenuhi dengan saling menasihati?</p>
<p align="center"><a title="butterflies-opera.jpg" href="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/05/butterflies-opera.jpg"><img src="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/05/butterflies-opera.thumbnail.jpg" alt="butterflies-opera.jpg" /></a></p>
<p><span id="more-30"></span>Hmm&#8230; Pakai baju koko (menutup aurat), mengucap salam (mendoakan), dan saling menasihati memang islami, tapi bukan aktivitas terpenting. Tanpa pacaran pun, cuma sebatas teman, itu semua bisa dilakukan.</p>
<p>Terus, apakah aktivitas utama &#8216;pacaran islami&#8217; adalah taaruf?</p>
<p>Hmmm&#8230; Banyak orang menyangka begitu, bahkan tak sedikit yang mengidentikkan &#8216;pacaran islami&#8217; dengan taaruf. Tapi, apa memang begitu?</p>
<p>Enggaklah. Udah baca artikel &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/">Taaruf: Sebuah Istilah Yang Asal Keren?</a>&#8221; &#8216;kan?</p>
<p>Di situ kuungkapin bahwa untuk menuju pernikahan, kita tidak lagi diperintahkan oleh Rasulullah saw. untuk taaruf, tetapi <em>tanazhur</em>. Nah, mengikuti sunnah Rasul ini, <strong>tanazhur</strong> lah aktivitas utama pacaran islami.</p>
<p>Trus, apa tanazhur itu emang beda ama taaruf?</p>
<p>Ya iya lah. Semua hadits (yang sah) yang relevan dengan hal ini selalu menyebut tanazhur dan tak pernah menyebut taaruf. Klo sama &#8216;kan mestinya istilah taaruf disebutkan pula sesekali. Nyatanya, satu kali pun tidak. (Kenapa ya, kok ada yang begitu fanatik sehingga mengklaim bahwa Islam hanya mensyariatkan taaruf untuk menuju pernikahan, padahal dalilnya nggak ada?)</p>
<p>Lantas, apa makna tanazhur? Apa bedanya dengan taaruf?</p>
<p>Pada garis besarnya, taaruf = &#8220;saling kenal&#8221;, sedangkan tanazhur = &#8220;saling perhatian&#8221;. Pada taaruf, yang berfokus pada <em>informasi</em> tentang baik-buruknya si dia, <strong>kecerdasan logis-matematis </strong>lebih berperan. Pada tanazhur, yang berfokus pada <em>rasa cinta</em> kepada si dia, <strong>kecerdasan emosional </strong>lebih berperan.</p>
<p>Untuk rincian penjelasannya ntar dulu lah. Insya&#8217;Allah pada postingan mendatang kujelasin; itu pun kalau para pembaca tertarik. Kamu tertarik nggak?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=30&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/11/aktivitas-terpenting-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2007/05/butterflies-opera.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">butterflies-opera.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>