<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pacaran Islami &#187; Rawat hati</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/category/4-rengkuh-ruh/rawat-hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Dec 2009 22:26:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pacaranislami.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/30cb6a007ee4daea355dadafbd17ae78?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pacaran Islami &#187; Rawat hati</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Setelah Keperawanan Lenyap Disantap Dukun Cabul</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/11/26/setelah-keperawanan-lenyap-disantap-dukun-cabul/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/11/26/setelah-keperawanan-lenyap-disantap-dukun-cabul/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 04:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[perawan]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin akulah wanita terbodoh sedunia. Menyerahkan keperawanan kepada seorang dukun cabul tanpa alasan. Pelacur saja lebih baik daripada aku. Mereka menjual diri demi sesuap nasi. Sepasang kekasih yang berzina mungkin juga lebih baik daripada aku. Mereka melakukannya atas dasar suka sama suka. Tapi aku&#8230; 

Beberapa tahun lalu, aku kenal seorang pria. Tampan, ramah, dan saleh. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=530&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Mungkin akulah wanita terbodoh sedunia. Menyerahkan keperawanan kepada seorang dukun cabul tanpa alasan. Pelacur saja lebih baik daripada aku. Mereka menjual diri demi sesuap nasi. Sepasang kekasih yang berzina mungkin juga lebih baik daripada aku. Mereka melakukannya atas dasar suka sama suka. Tapi aku&#8230; </p>
<p>
Beberapa tahun lalu, aku kenal seorang pria. Tampan, ramah, dan saleh. Nyaris sempurna. Setidaknya, begitulah yang dilihat orang dari penampilannya. Dia suka menolong orang yang terkena &#8217;santet&#8217;.</p>
<p>
Pada suatu ketika, santet orang yang ditolongnya berbalik mengenai dirinya. Begitulah yang dia katakan. Orang-orang di komunitasnya juga bilang begitu.</p>
<p>
Pada suatu malam, dia menelpon aku. Dia ceritakan kronologi penyakitnya. Dia bilang terkena santet tertentu yang katanya hanya bisa disembuhkan dengan cara bersetubuh. Namun kalau denganku, katanya, dia cukup menyentuh kulitku, tidak sampai bersetubuh. Dia pun minta tolong padaku untuk mengizinkan dia menyentuh kulitku demi kesembuhannya. Aku pun menyetujuinya. Toh hanya menyentuh, pikirku.</p>
<p>
Akan tetapi, aku terkecoh. Ternyata dia tidak berhenti pada menyentuh kulitku saja. Dia bohong. Dia renggut keperawananku. </p>
<p>
Saat itu terjadi, aku dalam keadaan sadar. Sentuhan-sentuhannya melambungkan gejolak biologisku. Hati dan pikiranku hendak menolaknya, tapi gejolak itu teramat kuat. Aku terhanyut. Kendati aku bershalawat, percuma saja. Duuuh&#8230; bodohnya diriku.</p>
<p>
Sesaat setelah kejadian itu, dia menghubungiku lagi. Dia bilang ingin melakukannya sekali lagi untuk mempercepat kesembuhannya. Tapi aku menolaknya. Malah aku berusaha menghindarinya. Aku tak mau berhubungan dengan dia lagi dalam bentuk apa pun. Sekarang pun aku tak tahu lagi dia entah di mana.</p>
<p>
Kini, sebagai manusia normal, aku juga ingin menikah. Kuingin membangun rumah-tangga yg sakinah dengan orang yang kucintai dan mencintaiku. Aku ingin mengikuti sunnah Rasul ini. Tapi&#8230; aku tak berani.</p>
<p>
Setiap kali ada seorang lelaki saleh mendekatiku, aku selalu merasa tidak pantas untuk dia. Akhirnya, kupilih menarik diri.</p>
<p>
Apa yang harus aku lakukan, Pak? Apakah aku masih pantas berharap untuk dapat membina sebuah rumah tangga yang sakinah?</p>
</blockquote>
<p>
Tanggapan M Shodiq Mustika:</p>
<p>
<span id="more-530"></span>Mau jawaban singkat atau panjang-lebar? Jawabanku: [1] Yang tetap harus kau lakukan hanyalah bertaubat; tetaplah untuk tidak lagi mendekati zina, apa pun alasannya. [2] Ya, kamu masih berpeluang besar untuk dapat membina rumah tangga yang sakinah.</p>
<p>
Mau penjelasan lebih rinci? Baiklah.</p>
<p>
Sebutan &#8220;bodoh&#8221; bukanlah julukan yang tepat bagi dirimu. Yang tepat, &#8220;belum tahu&#8221;. Saat itu, kamu belum tahu sepenuhnya bahwa godaan syetan dapat menimpa siapa saja, termasuk yang shalih sekalipun. Kamu belum tahu seluk-beluk rayuan maut &#8220;buaya darat&#8221;. Kamu juga belum tahu Kamu juga belum tahu kulit wanita itu sepuluh kali lebih peka daripada pria. (Lihat <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/23/buku-taaruf-yang-best-seller/"><em>Ta&#8217;aruf Forever</em></a>, hlm. 20)</p>
<p>
Bila lelaki lebih mudah terangsang melalui pandangan mata, maka perempuan lebih mudah terangsang melalui sentuhan kulit. Itulah yang agaknya terjadi ketika kau terhanyut oleh gejolak biologis ketika dia menyentuh kulitmu.</p>
<p>
Kau bukanlah satu-satunya wanita yang mengalami kejadian &#8220;aneh&#8221; itu. Malah ada sebuah buku kumpulan kisah nyata yang sebagian besar isinya mengisahkan terenggutnya keperawanan perempuan-perempuan di luar nikah gara-gara ketidak-tahuan si perempuan bahwa kulit mereka sangatlah peka.</p>
<p>
Mengenai penjelasan yang lebih rinci mengenai taubat dari zina, juga mengenai kepantasan membina rumahtangga sakinah, silakan simak postingan &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/06/kalau-aktivis-dakwah-lakukan-taaruf-yang-tidak-islami/">Kalau aktivis dakwah lakukan taaruf yang tidak islami</a>&#8220;.</p>
<p>
Wallaahu a&#8217;lam</p>
Posted in 4 - Rengkuh ruh, Rawat hati Tagged: perawan, taubat, zina <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/530/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=530&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/11/26/setelah-keperawanan-lenyap-disantap-dukun-cabul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Curhat: Telah berzina tapi putus hubungan cinta</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/29/curhat-telah-berzina-tapi-putus-hubungan-cinta/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/29/curhat-telah-berzina-tapi-putus-hubungan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 07:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[istikharah]]></category>
		<category><![CDATA[melupakan mantan pacar]]></category>
		<category><![CDATA[putus cinta]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[assalamualaikum ustadz. aku pengen curhat nii. aku punya seseorang iank sangad aku cintai. dan hubungan kamii sudaa terlalu jauh dan kami sudah terjerumus ke dalam zina. dia mempunyai banyag janji dan sumpah dengan nama ALLAH. tapi sekarang saiia sudaa puttus. dia mutusin saiia cuma karena kesalahan yang amad sepele. hal ini membuad saya sangat menyesal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=488&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>assalamualaikum ustadz. aku pengen curhat nii. aku punya seseorang iank sangad aku cintai. dan hubungan kamii sudaa terlalu jauh dan kami sudah terjerumus ke dalam zina. dia mempunyai banyag janji dan sumpah dengan nama ALLAH. tapi sekarang saiia sudaa puttus. dia mutusin saiia cuma karena kesalahan yang amad sepele. hal ini membuad saya sangat menyesal. saya mungkin bodoh hingga saya nekad bunuh diri sampai bersujud memohon kepadanya agar dia kembali pada saya. saya sudah coba terima dan ikhlas tapi saya tidak bisa. saya sudah sering berdoa di dalam sholat saya agar perasaan saya di musnahkan sja tapi semakin hari saya semakin mencintai dia. bagaimana menurut ustadz? apa yang harus saya lakukan?</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-488"></span>Bahwa kamu sudah sadar dan menyesal, jadikanlah kasus ini sebagai pelajaran supaya tidak lagi terjerumus dalam perzinaan atau pun terbuai oleh janji/sumpah palsu.</p>
<p>Bahwa dia mengingkari janji dan sumpahnya, serahkanlah kepada Allah SWT. Allah itulah Sang Mahaadil.</p>
<p>Apakah sebaiknya kamu kembali bersamanya ataukah dengan orang lain, serahkanlah kepada Allah SWT. <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Lakukanlah istikharah.</a> Tuhanlah yang lebih tahu mana yang lebih baik bagimu: apakah kembali bersamanya ataukah dengan yang lain saja.</p>
<p>Terima kenyataan dan ikhlas itu perlu waktu. Kalau sekarang belum bisa, tentu di waktu mendatang kamu akan mampu.</p>
<p>Kamu tidak harus berusaha <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/17/cara-%E2%80%9Cmelupakan%E2%80%9D-si-dia-2/">melupakan si dia</a>. <a href="http://bersalatlah.wordpress.com/2007/01/28/14-salat-yang-pulihkan-luka-jiwa/">Serahkanlah kepada Tuhan.</a> Tuhanlah yang lebih tahu mana yang baik bagimu. Kalau Dia menghendaki, tentulah si dia akan terlupakan olehmu dengan sendirinya. Sementara itu, terbukalah terhadap kemungkinan untuk berjodoh dengan yang lain.</p>
<p>Demikian saranku.</p>
Posted in 4 - Rengkuh ruh, Rawat hati Tagged: istikharah, melupakan mantan pacar, putus cinta, taubat, zina <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/488/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=488&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/29/curhat-telah-berzina-tapi-putus-hubungan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsultasi: Agar tak kecanduan ciuman pacar</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/05/konsultasi-agar-tak-kecanduan-ciuman-pacar/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/05/konsultasi-agar-tak-kecanduan-ciuman-pacar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 19:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[ciuman]]></category>
		<category><![CDATA[gaya pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[mendekati zina]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[panduan pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[ass……….. pak ustazd …..saya mau nanya gmn caranya setiap kencan sama doi kami g mlkukn hal-hal yang dlarang…… spt kami ktgihan ……..spt pegangn tangn n ciuman…… gmn caranya spy lepas dr itu smua……. mksch banyak sblumnya.
Saran dari M Shodiq Mustika:
1) Sadarilah indahnya pacaran tanpa mendekati zina.
2) Jangan berduaan, kecuali bila ada yang mengawasi secara ketat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=345&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>ass……….. pak ustazd …..saya mau nanya gmn caranya setiap kencan sama doi kami g mlkukn hal-hal yang dlarang…… spt kami ktgihan ……..spt pegangn tangn n ciuman…… gmn caranya spy lepas dr itu smua……. mksch banyak sblumnya.</p></blockquote>
<p>Saran dari M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-345"></span>1) Sadarilah <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/02/konsultasi-indahnya-pacaran-tanpa-mendekati-zina/">indahnya pacaran tanpa mendekati zina</a>.</p>
<p>2) Jangan berduaan, kecuali <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/25/syarat-bolehnya-berduaan/">bila ada yang mengawasi</a> secara ketat, yang mencegah kalian untuk ciuman dsb.</p>
<p>3) Walau telah terawasi ketika bertatap muka, bersiagalah untuk mengerahkan <a href="http://gaulgayarasul.wordpress.com/2006/12/30/5-jurus-jurus-penangkal-zina/">jurus-jurus penangkal zina</a>.</p>
<p>4) Sertailah ikhtiar-ikhtiar tersebut dengan shalat yang lebih khusyuk dan dzikir yang relevan, misalnya: &#8220;<em>Fa innallâha lâ yu-dhî‘u ajral muhsinîn.</em>&#8221; (Karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.) (QS Hud [11]: 115) Mengenai hal ini, berikut ini kutipan dari naskah buku M Shodiq Mustika <strong><a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/">Doa &amp; Zikir Cinta</a></strong> (diterbitkan oleh Qultum Media pada pertengahan bulan ini, insya&#8217;Allah).</p>
<h2>Supaya Tidak Mendekati Zina Lagi</h2>
<p>Dari Ibnu Mas&#8217;ud r.a. dikabarkan, sesungguhnya ada seorang lelaki mencium seorang perempuan [bukan istrinya, bukan muhrimnya]. Lalu dia datang kepada Nabi saw. dan diberitakannya hal itu kepada beliau. Kemudian diturunkan oleh Allah ayat yang maksudnya: &#8220;<em>Dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan sebentar dari malam hari. Sesungguhnya [pahala] kebaikan [seperti shalat] menghilangkan [dosa] keburukan [seperti ciuman itu].</em>&#8221; (QS Hud [11]: 114) Lelaki itu bertanya, &#8220;Ya Rasulullah! Apakah [fatwa] ini untuk saya saja?&#8221; Jawab Nabi saw., &#8220;[Fatwa ini berlaku] bagi semua umatku.&#8221; (<em>Shahih Bukhari</em>, hadits no. 298)</p>
<p>Hadits tersebut menjelaskan bahwa shalat dapat menghapus dosa perbuatan “mendekati zina” seperti ciuman dengan si dia yang tidak terikat dalam hubungan pernikahan. Selain fungsi tersebut, shalat pun dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Dengan demikian, shalat pun membuat kita tidak mendekati zina lagi.</p>
<p>Masalahnya, shalat kita biasanya tidak sepenuhnya khusyuk. Akibatnya, fungsi tersebut kurang terpenuhi. Walau sudah bershalat, mungkin kita masih tergoda untuk mendekati zina. Untuk mengatasinya, kita dapat berdzikir dengan menyebut nama Allah yang relevan dengan persoalan ini.</p>
<p>Dari ayat yang disebut pada hadits Ibnu Mas’ud di atas, lanjutannya adalah sebagai berikut. “<em>&#8230; Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat [berdzikir]. Dan bersabarlah, <strong>karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan</strong>.</em>” (QS Hud [11]: 114-115)</p>
<p>Atas dasar itu, supaya tidak mendekati zina lagi, kita dapat mengucap dzikir: &#8220;<em>Fa innallâha lâ yu-dhî‘u ajral muhsinîn.</em>&#8221; (Karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.) (QS Hud [11]: 115)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/345/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/345/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=345&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/05/konsultasi-agar-tak-kecanduan-ciuman-pacar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dzikir cinta dalam pacaran islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/22/dzikir-cinta-dalam-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/22/dzikir-cinta-dalam-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 02:39:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir cinta]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga hati]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Hati kita adalah &#8220;benda hidup&#8221; yang tak terlihat oleh mata. Karenanya, menjaga hati tidaklah semudah menjaga sepeda motor di tempat parkir supaya tidak hilang atau menjaga anak-anak supaya mereka bermain dengan aman. Baik di luar maupun di dalam pacaran, menjaga hati itu membutuhkan penanganan yang lebih cermat daripada penjagaan terhadap suporter dalam pertandingan sepakbola. Betapapun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=277&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2008/07/kerusuhan-suporter-bandung-20-juli-2008.jpg?w=300&#038;h=172" alt="" width="300" height="172" class="alignright size-medium wp-image-278" />Hati kita adalah &#8220;benda hidup&#8221; yang tak terlihat oleh mata. Karenanya, menjaga hati tidaklah semudah menjaga sepeda motor di tempat parkir supaya tidak hilang atau menjaga anak-anak supaya mereka bermain dengan aman. Baik di luar maupun di dalam pacaran, menjaga hati itu membutuhkan penanganan yang lebih cermat daripada penjagaan terhadap suporter dalam pertandingan sepakbola. Betapapun sulitnya mengendalikan anak nakal atau suporter yang rusuh, mengendalikan hati itu masih lebih sulit.</p>
<p><span id="more-277"></span>Untuk contoh, mari kita simak sepotong curhat <a href="http://muhammadsurya.wordpress.com/2008/07/07/pacaran-islami-selamat-tinggal/">dari seorang pemuda</a>:</p>
<blockquote><p>Kadang kala dalam sholat ingat si dia bukan ingat Allah. Pas ada sms dari dia bersamaan dengan adzan, lebih memilih untuk balas sms dulu ketimbang menjawab adzan dan mensegerakan diri ke mesjid. Apalagi pas makan bareng sama dia, terus adzan berkumandang, lebih memilih meneruskan makan daripada pergi ke mesjid. Dalam sehari, mungkin entah berapa ratus kali aku menyebut namanya, sedangkan menyebut nama Allah dan Rasulnya, mungkin lebih sedikit dari itu. </p></blockquote>
<p>Nah, mengingat-ingat si dia tampaknya lebih mudah daripada berdzikir kepada-Nya. Bagaimana cara menjaga hati dalam keadaan seperti itu?</p>
<p><strong>Konkretkan dan Pilih Sendiri!</strong></p>
<p>Memang, mengingat Allah itu lebih sulit daripada mengingat si dia. Mengapa? Sebab, si dia itu konkret, sosoknya dapat kita bayangkan dengan gamblang di benak kita. Sedangkan Allah itu &#8220;abstrak&#8221; (Mahagaib), sosok-Nya tak terbayangkan oleh akal kita.</p>
<p>Untuk mengatasinya, Allah sendiri telah menyediakan kemudahan bagi kita. Kalau kita belum mampu senantiasa ingat akan <em>Allah</em>, maka kita dapat ingat <strong>sifat</strong> (atau salah satu asma) Allah setiap saat! Kita diberi keleluasaan untuk memilih sendiri sifat-Nya yang hendak kita ingat-ingat. Dia berfirman, &#8220;<strong>Serulah Allāh atau serulah Ar-Rahmān. <em>Dengan nama yang mana pun</em> kamu berseru, Dia mempunyai nama-nama yang baik.</strong>&#8221; (QS al-Isrā’ [17]: 110)</p>
<p>Asma&#8217;-asma&#8217; itu lebih konkret (bermakna sifat-Nya). Misalnya: ar-Rahim (Penyayang), al-&#8217;Alim (Yang Mahatahu). Karena lebih konkret, maka itu lebih mudah kita ingat dan lebih mudah kita tancapkan dalam hati daripada istilah Allah itu sendiri yang &#8220;abstrak&#8221;. Apalagi bila kita memilih sendiri asma&#8217; Allah sebagai lafal dzikir kita. Pilihan sendiri biasanya lebih ringan untuk diamalkan. Atas dasar itu, kita bisa memilih salah satu dari 99 asma&#8217;ul husna untuk mengingat Allah. Dengan cara begini, kita dapat mengingat Allah setiap saat!</p>
<p>Di sini, mungkin Anda bertanya-tanya: Bagaimana mungkin kita bisa ingat akan sifat Allah setiap saat? Bila hati kita sedang &#8220;dipenuhi&#8221; oleh pikiran atau perasaan mengenai si dia, bagaimana mungkin kita bisa ingat Allah di setiap detik?</p>
<p><strong>Biarkan Otak Mengkoordinasikannya Secara Alamiah!</strong></p>
<p>Memang, bisa saja hati kita &#8220;dipenuhi&#8221; oleh pikiran tentang sesuatu yang bukan Allah, misalnya: si dia. Namun, itu terjadi hanya jika kita memperlakukan sikap “ingat sifat Allah” sebagai kegiatan tersendiri yang tak bisa dikoordinasikan dengan aktivitas lain. Padahal, jika kita beri kesempatan kepada otak kita untuk mengkoordinasikannya sesuai dengan kemampuan alamiahnya, maka aktivitas mengingat si dia dan mengingat sifat Allah itu dapat berlangsung secara &#8220;bersamaan&#8221;.</p>
<p>Sebabnya, proses pikiran di otak kita berlangsung dengan amat sangat cepat, bahkan lebih cepat daripada kecepatan cahaya. Hanya dalam hitungan sepersekian detik saja, pikiran bisa berpindah silih berganti. Berbagai aktivitas sekaligus dikoordinasi oleh otak secara bergantian, namun dengan kecepatan yang luar biasa, sehingga bisa berlangsung “setiap saat”. Dalam terminologi psikologi, inilah yang sering kita kenali sebagai kemampuan &#8220;bawah sadar&#8221;.</p>
<p>Sekarang, bagaimana supaya kemampuan alamiah tersebut senantiasa muncul, sehingga kita senantiasa ingat sifat Allah, termasuk ketika ingat si dia?</p>
<p><strong>Sering-seringlah ucapkan salah satu dari asma&#8217;ul husna itu (terutama dalam hati)!</strong></p>
<p>Pengucapan dalam hati itu akan lebih efektif bila kita sudah sering mengucapkan asma&#8217; tersebut (misalnya ar-Rahim atau al-&#8217;Alim atau lainnya yang kita pilih sendiri) dengan lisan dan/atau menuliskannya. <em><strong>Inilah rahasianya mengapa para sufi mampu ingat Allah setiap saat.</strong></em> Mereka sering mengucap asma&#8217;-Nya dengan lisan dalam zikir mereka (sampai ribuan kali per hari), dan lebih sering lagi mereka mengucapkannya dalam hati (sampai tak terhitung).</p>
<p>Kita pun dapat sukses mengingat sifat Allah seperti para sufi itu dengan mengikuti metode zikir mereka. Ketika keadaan memungkinkan, hendaknya kita sering-sering mengucap dengan lisan &#8220;kata sandi&#8221; kita (yaitu asma&#8217; pilihan kita). Bila tidak memungkinkan, dalam hatilah hendaknya kita mengucap kata sandi tersebut sesering mungkin. (Tidak harus secara terus-menerus kita mengucapkannya.)</p>
<p>Ketika berdzikir itu, kita bahkan tidak harus memikirkan makna asma&#8217; yang kita lafalkan, apa implikasinya, dan segala pikiran lain yang berkaitan dengannya. Hanya ucapkan saja! Biarlah otak (bawah-sadar) kita mengkoordinasikannya secara alamiah tanpa kita perintahkan. Hasilnya, bahkan tanpa kita sadari, kita menjadi mengingat sifat Allah setiap saat!</p>
<p>Nah, selamat berdzikir!</p>
<p>&#8211;Artikel Lain tentang Menjaga Hati:</p>
<p><a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/07/20/asmara-dalam-dakwah/">Asmara dalam Dakwah</a></p>
<p><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/15/sulitkah-menjaga-hati-dalam-pacaran-islami/">Sulitkah menjaga hati dalam pacaran islami?</a></p>
<p><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/14/jadikan-cemburu-sebagai-pemercantik-batin/">Jadikan cemburu sebagai pemercantik batin!</a></p>
<p><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/16/aku-memilih-diam-di-sini/">Aku memilih diam di sini</a></p>
<p><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/17/cara-%e2%80%9cmelupakan%e2%80%9d-si-dia-2/">Konsultasi: Cara “melupakan” si dia</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/277/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/277/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/277/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/277/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/277/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=277&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/22/dzikir-cinta-dalam-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2008/07/kerusuhan-suporter-bandung-20-juli-2008.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sulitkah menjaga hati dalam pacaran islami?</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/15/sulitkah-menjaga-hati-dalam-pacaran-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/15/sulitkah-menjaga-hati-dalam-pacaran-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 00:06:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[berumahtangga]]></category>
		<category><![CDATA[mencintai Allah]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga hati]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Konon, mempraktekkan pacaran islami itu sulit. Apanya yang sulit? Sesulit apa? Apakah jauh lebih sulit daripada mempraktekkan rumahtangga islami? Kalau memang sulit, apakah masalah ini tidak bisa diatasi? Kalau bisa diatasi, bagaimana caranya?
Berikut ini saya kutipkan sepenggal paragraf dari blog seorang pemuda:
Yang SULIT dari praktek pacaran Islami adalah MENJAGA HATI. apa jadinya bila setiap saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=252&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-254" src="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2008/07/day-42-of-365-by-nevada-sky-photo.jpg?w=240&#038;h=240" alt="" width="240" height="240" />Konon, mempraktekkan pacaran islami itu sulit. Apanya yang sulit? Sesulit apa? Apakah jauh lebih sulit daripada mempraktekkan rumahtangga islami? Kalau memang sulit, apakah masalah ini tidak bisa diatasi? Kalau bisa diatasi, bagaimana caranya?</p>
<p><span id="more-252"></span>Berikut ini saya kutipkan sepenggal paragraf dari <a href="http://muhammadsurya.wordpress.com/2008/07/07/pacaran-islami-selamat-tinggal/">blog seorang pemuda</a>:</p>
<blockquote><p>Yang SULIT dari praktek pacaran Islami adalah MENJAGA HATI. apa jadinya bila setiap saat aku selalu mengingat si dia (wanita non muhrim yang aku cintai) mengalahkan mengingat Allah. lebih banyak mengingat dia dari pada mengingat Allah<br />
lebih rindu ingin bertemu dan berjumpa dengan dia daripada rindu ingin bertemu Allah,<br />
itu artinya LEBIH MENCINTAI DIA DARIPADA MENCINTAI ALLAH dan Rasul-Nya serta Jihad di jalan-Nya. Padaahal mencintai sesuatu melebihi mencintai Allah, Rasul dan jihad adalah haram hukumnya. Kalau seperti ini, pacaran Islami yang kita lakukan jadi tidak Islami lagi malah jadi pacaran yang haram.</p></blockquote>
<p>Hmmm&#8230;. begitu, ya? Renungannya bagus <em>banget</em>. Saya jadi teringat pada keadaan diri saya akhir-akhir ini. Sudah belasan tahun saya berumahtangga, ternyata&#8230;.</p>
<p>Yang SULIT dari praktek rumahtangga Islami adalah MENJAGA HATI. Apa jadinya bila setiap saat aku selalu mengingat si mereka (istriku dan anak-anakku yang aku cintai) mengalahkan mengingat Allah. Kalau lebih banyak mengingat mereka daripada mengingat Allah, lebih rindu ingin bercengkerama dengan mereka daripada rindu ingin &#8220;bercengkerama&#8221; dengan Allah, itu artinya LEBIH MENCINTAI MEREKA DARIPADA MENCINTAI ALLAH dan Rasul-Nya serta Jihad di jalan-Nya. Padahal, mencintai sesuatu melebihi mencintai Allah, Rasul dan jihad adalah haram hukumnya. Kalau seperti ini, rumahtangga Islami yang kita lakukan jadi tidak Islami lagi, malah jadi rumah tangga yang haram.</p>
<p>Nah, ternyata sulitnya menjaga hati dalam pacaran islami dan rumahtangga islami itu mirip, ya? Sama sulitnya! <em>Yach</em>, setidak-tidaknya yang saya rasakan, menjaga hati dalam rumahtangga islami itu tidaklah lebih mudah daripada sewaktu menjalani &#8220;pacaran islami&#8221;.</p>
<p>Dulu, sambil &#8220;pacaran islami&#8221;, saya dapat melakukan aktivitas dakwah (berjihad di jalan Allah) secara intensif. Waktu saya dapat saya habiskan dengan lebih lama di masjid. Saya pun bisa menjalankannya dengan agak <em>ehm, ehm</em>&#8230; teratur. Hati saya disibukkan oleh ibadah dan dakwah di jalan Allah.</p>
<p>Kini, hati saya disibukkan oleh kerja, kerja, dan kerja. Tak jarang saya dihantui oleh pikiran: bagaimana saya mencukupi kebutuhan istri dan anak-anak? (Lihat kisah <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2007/11/26/penulis-romantis-1-persimpangan-jalan/">Penulis Romantis #1</a> dan <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2007/11/27/penulis-romantis-2-jalan-sunyi/">Penulis Romantis #2</a>.)</p>
<p>Memang, kerja saya pun masih di bidang dakwah. Namun, saya tidak tahu apakah malaikat pencatat amal itu mencatat kerja saya sebagai dakwah murni ataukah sebagai amal yang tercemari oleh kepentingan duniawi.</p>
<p>Jadi, baik semasa pacaran maupun berumahtangga, menjaga hati itu sulit. Hanya saja, apabila kita mampu <strong>melatih</strong> hati semasa pacaran, maka kita pun akan cenderung mampu pula menjaga hati semasa berumahtangga. Diterangkan oleh Abdul Halim Abu Syuqqah dalam <em>Kebebasan Wanita</em>, Jilid 3 (hlm. 313), bahwa &#8220;fitnah&#8221; (dalam arti &#8220;potensi kerusakan&#8221;) pada pergaulan pria-wanita di luar nikah itu merupakan fitnah biasa &#8220;yang <strong>telah ditakdirkan Allah bagi anak cucu Adam untuk menguji mereka</strong>.&#8221; Beliau pun menyatakan:</p>
<blockquote><p>Penderitaan kaum muslimin menanggung fitnah ini dan perjuangan mereka dalam melawannya akan mempertajam tekad dan meneguhkan hati mereka untuk mengalahkan hawa nafsu. Sedangkan sikap melarikan diri dari fitnah [itu] tidak akan menyelesaikan persoalan, bukan hanya akan menyebabkan kesusahan dan penyimpangan.</p></blockquote>
<p>Kalau memang masalah &#8220;menjaga hati&#8221; ini bisa &#8220;diatasi&#8221; (tanpa &#8220;melarikan diri&#8221;), bagaimana caranya? Saya akan berusaha menjawabnya di kesempatan mendatang. Insya&#8217;Allah. Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/252/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/252/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=252&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/15/sulitkah-menjaga-hati-dalam-pacaran-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pacaranislami.files.wordpress.com/2008/07/day-42-of-365-by-nevada-sky-photo.jpg?w=240" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jadikan cemburu sebagai pemercantik batin!</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/14/jadikan-cemburu-sebagai-pemercantik-batin/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/14/jadikan-cemburu-sebagai-pemercantik-batin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 00:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan batiniah]]></category>
		<category><![CDATA[spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual diri sewaktu cemburu, kiatnya sederhana, bahkan lebih sederhana daripada kiat meningkatkan keakraban hubungan sewaktu cemburu. Caranya, ucapkanlah lafal zikir sederhana yang relevan dengan persoalan ini.
Tahukah Anda lafal apa yang saya maksudkan? Ini dia. Tepat di saat menyadari adanya rasa cemburu di hati Anda, ucapkanlah istirja&#8217;, yaitu: inna lillaahi wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=250&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Untuk meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual diri sewaktu cemburu, kiatnya sederhana, bahkan lebih sederhana daripada kiat <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/07/14/cemburu-dapat-meningkatkan-keakraban-hubungan/">meningkatkan keakraban hubungan sewaktu cemburu</a>. Caranya, ucapkanlah lafal zikir sederhana yang relevan dengan persoalan ini.</p>
<p>Tahukah Anda lafal apa yang saya maksudkan? <span id="more-250"></span>Ini dia. Tepat di saat menyadari adanya rasa cemburu di hati Anda, ucapkanlah <em>istirja&#8217;</em>, yaitu: <strong>inna lillaahi wa inna ilayhi raaji&#8217;uun</strong>.</p>
<p>Eit, jangan kaget! Jangan Anda sangka bahwa saya hendak membingungkan Anda. Jangan Anda kira bahwa cemburu itu musibah hanya karena saya menganjurkan pengucapan lafal tersebut ketika kita merasa cemburu. Sebenarnya, disamping sewaktu mengalami musibah, <em>istirja&#8217; </em>itu juga bagus diucapkan ketika kita menghadapi cobaan Tuhan yang berupa &#8220;sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan&#8221;. (Lihat QS al-Baqarah [2]: 155-156.)</p>
<p>Nah, bukankah cemburu itu mengandung &#8220;sedikit ketakutan&#8221;? Takut kehilangan dia, takut kehilangan cintanya, takut kekurangan perhatian darinya, dan sebagainya. Dengan demikian, ucapan <em>istirja&#8217;</em> itu dapat Anda manfaatkan ketika Anda merasa cemburu.</p>
<p>Lantas, bagaimana pengucapan <em>istirja&#8217;</em> itu meningkatkan kecantikan batiniah, yakni kecerdasan emosi dan spiritual Anda? Kiatnya masih sederhana pula, yaitu <strong>pahami dan hayati maknanya</strong>! Kalau Anda belum mengerti bahasa Arab, setidak-tidaknya Anda sudah hafal terjemahan lafal <em>istirja&#8217;</em> itu, &#8216;kan?</p>
<p>Ya, maknanya: &#8220;<strong>Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali.</strong>&#8220;</p>
<p>Dengan memahami dan menghayati makna tersebut, maka Anda memperlakukan si dia sebagai milik Allah, bukan &#8220;milik Anda pribadi&#8221;. Dengan memperlakukan dia sebagai milik Allah (yang perlu dimuliakan), meningkatlah kecerdasan spiritual Anda; dengan memperlakukan si dia bukan sebagai &#8220;milik Anda pribadi&#8221; (yang bisa Anda kuasai dengan sesuka hati Anda), melejitlah kecerdasan emosi Anda. </p>
<p>Dengan jalan seperti itulah <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/27/konsultasi-bukan-pacar-tapi-cemburu/">cemburu itu dapat dikelola untuk meningkatkan kecantikan batiniah Anda</a>. Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/250/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/250/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=250&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/07/14/jadikan-cemburu-sebagai-pemercantik-batin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsultasi: Bukan pacar tapi cemburu</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/27/konsultasi-bukan-pacar-tapi-cemburu/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/27/konsultasi-bukan-pacar-tapi-cemburu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 22:27:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[3 - Arungi makna]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Pahami misteri]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[AssLmualaikum.. Pa, ini Lanz yg &#8220;ga ingin pacaran tapi suka si dia&#8220;. Iya pa, Lanz udah ngebiasain aza ama dia, seperti biasanya ke temen2 yg lain. Tapi pa, ga tau kenapa,, kemaren2 kan dia rada deket ama yang laen,, temen2 pada ngeledek2in lagi,, nah.. ngedenger mereka ngeledekin dia ke cewe itu teh, Lanz jadi ga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=183&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>AssLmualaikum.. Pa, ini Lanz yg &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/11/konsultasi-tak-ingin-pacaran-tapi-suka-si-dia/">ga ingin pacaran tapi suka si dia</a>&#8220;. Iya pa, Lanz udah ngebiasain aza ama dia, seperti biasanya ke temen2 yg lain. Tapi pa, ga tau kenapa,, kemaren2 kan dia rada deket ama yang laen,, temen2 pada ngeledek2in lagi,, nah.. ngedenger mereka ngeledekin dia ke cewe itu teh, Lanz jadi ga enak banget. Kayak ga ikhlas, ato ga tau kenapa. Emang sih, dia nya mah diem aja, ga terlalu mikirin temen2nya. Kenapa ya pa, padahal kan dia bukan siapa2nya lanz, tapi koq Lanz jadi ga enak hati&#8230;.</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-183"></span>Syukurlah Lanz sudah bersikap biasa saja kepada si dia, seperti kepada teman-teman yang lain. Kemampuan menahan diri seperti itu pertanda kedewasaan Lanz. Alhamdulillaah&#8230; Adapun mengenai perasaan Lanz yang &#8220;jadi ga enak hati&#8221; sewaktu si dia agak dekat dengan cewek lain atau ketika dia <em>diledekin</em> ke cewek lain, itulah rasa cemburu.</p>
<p>Rasa cemburu itu ibarat air yang dapat menyuburkan cintamu kepadanya, sehingga suasana hatimu menjadi lebih segar, bagai bertamasya di taman yang berbunga-bunga. Namun bila berlebihan, rasa cemburu itu bisa &#8220;mengenggelamkan&#8221; diri sendiri.</p>
<p>Rasa cemburu yang berlebihan itu biasanya terwujud dalam bentuk ekspresi kemarahan yang <strong>meledak-ledak</strong>. Terkadang wujudnya berupa <strong>balas-dendam</strong>. Bisa pula rasa cemburu yang berlebihan itu tidak diekspresikan begitu, tetapi dipendam dalam hati berupa <strong>rasa benci</strong> kepada orang lain yang &#8220;dekat&#8221; dengan si dia atau pun kepada si dia itu sendiri.</p>
<p>Akan tetapi, saya yakin, rasa cemburu Lanz itu takkan berlebihan. Sebab, Lanz mampu menahan diri dengan bersikap biasa saja kepada si dia, seperti kepada teman-teman yang lain.</p>
<p>Sungguhpun demikian, saya takkan keberatan seandainya diminta menyampaikan kiat-kiat menata diri supaya rasa cemburu itu menjadi &#8220;air yang menyuburkan dan menyegarkan&#8221;. Bagaimana?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/183/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/183/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=183&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/27/konsultasi-bukan-pacar-tapi-cemburu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsultasi: Masih mengharap tapi takut disakiti lagi</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/06/konsultasi-masih-mengharap-tapi-takut-disakiti-lagi/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/06/konsultasi-masih-mengharap-tapi-takut-disakiti-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 17:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[jodoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Pak.. saya telah disakiti laki laki yang saya kira akan menjadi suami saya, ternyata tiba tiba dia bilang, yakin dengan wanita lain, Saya ditinggalkan untuk kedua kalinya. Saya mendekatkan diri kepada Allah dengan sholat dan berdoa, untuk berserah diri,tapi kenapa hati saya masih mengharap dan yakin bahwa laki laki itu akan kembali pada saya
semua teman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=153&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="padding-left:30px;"><em>Pak.. saya telah disakiti laki laki yang saya kira akan menjadi suami saya, ternyata tiba tiba dia bilang, yakin dengan wanita lain, Saya ditinggalkan untuk kedua kalinya. Saya mendekatkan diri kepada Allah dengan sholat dan berdoa, untuk berserah diri,tapi kenapa hati saya masih mengharap dan yakin bahwa laki laki itu akan kembali pada saya</em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>semua teman dan saudara menyarankan saya untuk menutup hati saya dengan alasan harga diri saya dan laki laki itu telah menyakiti saya. Saya disarankan untuk memutus tali silaturahim dengan laki laki itu karena nanti saya akan luluh dan bisa jadi akan disakiti lagi. </em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Saya bingung karena pikiran dan perasaan saya tidak sejalan, bagaimana saya bisa membaca petunjuk Allah dalam keadaan seperti ini </em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>saya takut perasaan lebih banyak bermain daripada logika, dalam tidur saya masih bermimpi tentang dia, saya takut ini petunjuk atau cuma emosi saya saja, semuanya berlawanan dngan keadaan sekitar saya yang meminta saya untuk melupakannya. </em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Sampai saat ini laki laki itu masih sms dengan saya, sekedar minta maaf atau mendukung saya agar tetap semangat dalam menjalani hidup selanjutanya, meskipun dia sudah memilih wanita lain. meskipun dia belum menikah tapi dia meminta saya untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk bahwa dia akan menikah dengan wanita pilihannya sekarang. </em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Apa yang harus saya lakukan? Tolung ya pak..</em></p>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika:</p>
<p><span id="more-153"></span>Memang menyakitkan, ditinggalkan oleh orang yang kau harap menjadi teman &#8220;sehidup semati&#8221;. Sekali saja sudah sakit, apalagi dua kali. Sekalipun demikian, syukurlah kau sungguh-sungguh berusaha mengobatinya dengan berserah diri kepada Allah, antara lain dengan dzikir berupa shalat dan doa.</p>
<p>Kalau dengan usaha itu kau masih mengharap dan yakin bahwa laki-laki itu akan kembali kepadamu, maka itu tidaklah menunjukkan kegagalanmu dalam berdzikir. Sebab, manfaat dzikirlah bukanlah menghilangkan harapan, melainkan menenteramkan. &#8220;<em>Ingatlah, dengan mengingat Allah itu hati menjadi tenteram.</em>&#8221; (QS ar-Ra&#8217;du [13]: 28)</p>
<p>Bagi sebagian orang, yang menenteramkan adalah lenyapnya harapan. Namun bagi sebagian lainnya, yang menenteramkan adalah masih adanya harapan. Tampaknya kau termasuk dalam kelompok yang kedua ini.</p>
<p>Kalau benar begitu, maka saran &#8220;memutus hubungan secara total atau menutup diri supaya tidak disakiti lagi&#8221; mungkin kurang tepat. Saran tersebut bisa tepat-ini pun hanya untuk sementara-ketika kau sedang berada dalam keadaan &#8220;darurat&#8221;, misalnya kurang mampu menahan emosi, sehingga gampang luluh oleh rayuan gombal, mudah sakit hati, dsb. (Kalau kau mau tahu apakah kau sedang cenderung kurang mampu menahan emosi, silakan ikuti Kuis Psikiatri: <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/06/04/kuis-apakah-anda-cenderung-mampu-menahan-emosi/">Apakah Anda cenderung mampu menahan emosi?</a>)</p>
<p>Kalau kau sekarang cenderung mampu (atau agak mampu) menahan emosi, maka saran saya:</p>
<p>Supaya tidak terlalu sakit tatkala disakiti, kau bisa menggunakan &#8220;rumus fisika&#8221; bahwa tekanan itu berbanding terbalik dengan luas bidang yang tertekan. Paku yang tumpul tidak akan terlalu menekan/menyakitkan bila dibandingkan dengan paku yang tajam. Artinya, kau perlu mengurangi fokus, baik dalam perasaan/pikiran maupun tindakan.</p>
<p>Caranya: Jangan terlalu menaruh perhatian pada si dia, tetapi taruhlah perhatian juga pada-katakanlah-puluhan pria lainnya. Bila membaca buku, jangan cuman novel cinta melulu, tapi variasikanlah dengan bacaan lain yang sedikit-banyak jauh dari cinta. Begitu pula mengenai mendengar musik, menonton televisi, mengobrol dengan teman, dsb. Kata kuncinya: <strong>variasikanlah</strong>!</p>
<p>Begitu pula dalam menaruh harapan. Bila kau yakin 100% bahwa si dia akan kembali padamu, maka itu berarti kau terlalu terfokus. Bila kelak kenyataannya tak sesuai dengan harapanmu itu, maka rasa sakitnya akan luar biasa, bahkan mungkin lebih menyakitkan daripada pengalaman pahit serupa terdahulu.</p>
<p>Memang, boleh-boleh saja kau masih menaruh harapan padanya. Namun, akan lebih baik bila kau menaruh harapan tidak sampai sebesar itu. Harapan sebesar 10-20 persen sudah memadai. Kelak bila kenyataannya tak sesuai dengan harapanmu itu, maka rasa sakitnya tidaklah terlalu berat, hanya sebesar 10-20 persennya pula.</p>
<p>Sementara itu, taruhlah harapan lainnya (sebesar 80-90) persen untuk pria-pria lain. Lebih terbukalah kepada mereka, tidak hanya kepada si dia. Fleksibel sajalah.</p>
<p>Demikian saran saya. Untuk penjelasan lain, silakan simak <strong>artikel-artikel terkait:</strong></p>
<p><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/03/21/konsultasi-ingin-pacaran-tapi-trauma/">Konsultasi: Ingin Pacaran Tapi Trauma</a></p>
<p><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/05/22/konsultasi-masih-mencintai-mantan-pacar/">Konsultasi: Masih Mencintai Mantan Pacar</a></p>
<p><a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/04/konsultasi-merasa-dipermainkan-dalam-proses-taaruf/">Konsultasi: Merasa dipermainkan dalam proses taaruf</a></p>
<p><a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Cara Cerdas Mendapatkan Jodoh Ideal</a></p>
<p><a href="http://groups.yahoo.com/group/ac4x3/message/733">Bagaimana Mengatasi Rasa Cemas (Strategi Dasar)</a></p>
<p><a href="http://groups.yahoo.com/group/ac4x3/message/732">Bagaimana Mengatasi Rasa Cemas (Kiat Praktis)</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/153/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/153/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=153&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/06/06/konsultasi-masih-mengharap-tapi-takut-disakiti-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau aktivis dakwah lakukan taaruf yang tidak islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/06/kalau-aktivis-dakwah-lakukan-taaruf-yang-tidak-islami/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/06/kalau-aktivis-dakwah-lakukan-taaruf-yang-tidak-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 10:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[aktivis dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[taaruf]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu ‘alaikum, Pak Shodiq.
Pak, saya mau berkonsultasi. Saya mengenal Bapak melalui buku Bapak yang terakhir, Raihlah Surgamu: Renungan tentang Cinta dan Kehidupan. Saya percaya Bapak dapat memberikan solusi terhadap masalah yang saya hadapi.
Saya adalah seorang sarjana yang bekerja di salah satu perguruan tinggi yang ternama di Sumatera. Saya berasal dari keluarga yang pengetahuan agamanya pas-pasan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=126&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tanya:</p>
<blockquote><p>Assalamu ‘alaikum, Pak Shodiq.</p>
<p>Pak, saya mau berkonsultasi. Saya mengenal Bapak melalui buku Bapak yang terakhir, <b><a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/12/13/siapa-mau-hadiah-buku/">Raihlah Surgamu</a>: Renungan tentang Cinta dan Kehidupan</b>. Saya percaya Bapak dapat memberikan solusi terhadap masalah yang saya hadapi.</p>
<p>Saya adalah seorang sarjana yang bekerja di salah satu perguruan tinggi yang ternama di Sumatera. Saya berasal dari keluarga yang pengetahuan agamanya pas-pasan. Mereka kini tinggal di berbagai tempat di Sumatera dan juga di luar Sumatera.</p>
<p>Famili dan teman-teman menganggap saya orang yang istiqomah (lurus). Maklum, di lingkungan saya, muslimah yang baik dilihat dari seberapa besar kerudungnya. Yah&#8230; menurut mereka, saya orang yang baik, mungkin secara simbolis.</p>
<p>Pak, saya seorang gadis yang belum berkeluarga. Usia saya hampir 30 tahun. Saya tidak pacaran. Beberapa kali taaruf (berkenalan) dengan laki-laki, tapi gagal. Prosesnya pun tidak lama. Yah&#8230;belum jodoh.</p>
<p>Selama ini, saya tetap menjaga muruah (harga diri) saya sebagai muslimah yang istiqomah. Namun, dua bulan yang lalu saya lakukan taaruf dengan seseorang. Saya mengenalnya hanya lewat suara dan juga foto. Dari gaya bicara dan argumentasinya yang begitu meyakinkan, saya berkesimpulan dia orang yang baik.</p>
<p>Suatu ketika, kami ketemu. Inilah awal dari permasalahan saya.</p>
<p>Ketika bertemu itu, dia begitu agresif. Tapi anehnya, saya tidak berusaha menghindar. Akibatnya, terjadilah <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/01/22/mau-pacaran-islami-ataukah-taaruf-non-islami/">hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh orang Islam yang istiqomah</a> dan aktivis dakwah.</p>
<p>Itulah kesalahan saya, yang membuat saya tertekan lahir dan batin. Lantaran dosa tersebut, saya menjadi &#8216;orang yang lain&#8217;. Saya seperti tidak mengenali diri saya sendiri.</p>
<p>Pada akhirnya, taaruf kami gagal. Sekarang, saya sudah menjadi kepingan. Saya tidak tahu harus saya bawa ke mana muka ini. Saya malu dengan busana muslimah yang saya kenakan. Saya sangat malu karena saya sering berkoar-koar tentang akhlaqul karimah (perilaku mulia) ketika berdakwah, ternyata saya sendiri melanggarnya. Besar sekali dosa saya.</p>
<p>Pak, apakah saya masih pantas untuk mengharapkan surga? Padahal, saya tahu perbuatan itu adalah dosa. Meskipun tidak sampai tuntas, itu tetap saja dosa, &#8216;kan?</p>
<p>Saya merasa bersalah kepada Ayah dan juga saudara-saudara kandung saya yang selalu membanggakan saya sebagai orang yang lurus. Saya jadi tertekan lahir dan batin. Apa yang harus saya lakukan agar saya tenang, agar saya dapat menghapus dosa saya, agar saya tidak merasa malu untuk mengharap surga-Nya? Saya benar-benar memerlukan seorang ibu (ibu kandung saya sudah meninggal dunia ketika saya remaja), yang mau merengkuh saya dan mendengarkan keluh-kesah saya, si pendosa.</p>
<p>Pak, saya ingin menata kembali kepingan itu; hati dan juga iman yang telah terburai berantakan. Saya sekarang ini seperti bangkai yang menebarkan bau busuk. Saya menyesal.</p>
<p>Maafkan saya, Pak. Saya sebenarnya juga malu menceritakan hal ini sama Bapak. Atau bahkan mungkin Bapak akan mentertawakan saya karena permasalahan klasik, yang sering terjadi. Tapi saya perlu sandaran. Saya berharap ada ummahat (ibu-ibu) yang sudi berteman dengan saya, menjadi Ibu angkat saya.</p>
<p>Terima kasih atas bantuannya.</p>
<p>Wassalam,<br />
Si Pendosa<br />
dalam kegelapan hati</p></blockquote>
<p>Jawab:</p>
<p><span id="more-126"></span>Wa&#8217;alaykum salam, adikku.</p>
<p>Membaca curhatmu <a href="mailto:muhshodiq@yahoo.com">via e-mail</a> itu, aku merasa terharu. Persoalan yang kau kemukakan di situ mengingatkanku pada sejumlah aktivis dakwah yang mengalami kasus yang mirip denganmu. Kamu nggak sendirian, Dik.</p>
<p>Adikku yang kusayangi karena Allah&#8230; Benar bahwa saat kau berbuat dosa itu, kau menjadi &#8216;orang yang lain&#8217;. Akan tetapi, ketika kau merasa malu, menyesalinya, dan kemudian berupaya menata kembali imanmu, ketika itulah kau kembali menjadi dirimu sendiri.</p>
<p>Dalam keadaan kembali menjadi dirimu sendiri, sesuai dengan fitrahmu yang suci, kau pantas mengharapkan surga. Sebab, Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Siapa pun yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat [yaitu sebelum kiamat], niscaya Allah menerima taubatnya.&#8221; (HR Muslim dari Abu Hurairah)</p>
<p>Di samping taubat, Islam menyediakan berbagai sarana lain yang dapat menghapus dosa. (Lihat Abdul Halim Abu Syuqqah, <i>Kebebasan Wanita</i>, Jilid 3 (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), hlm. 218-220.) Diantaranya:</p>
<ul>
<li>wudhu,</li>
<li>shalat,</li>
<li>puasa,</li>
<li>sedekah,</li>
<li>amar makruf nahi munkar,</li>
<li>menyingkirkan duri dari jalan.</li>
</ul>
<p>Dan sebagainya.</p>
<p>Adikku yang kusayangi karena Allah&#8230; Supaya kau merasa lebih tenang, janganlah membuka aib tersebut (kecuali kepada orang tertentu dalam rangka mencari solusi seperti yang kau lakukan dengan curhatmu itu)! Dasar kita adalah fatwa Umar bin Khatthab r.a., sebagaimana yang disebutkan oleh ath-Thabari ketika menafsirkan surah al-Mâ‘idah ayat 5:</p>
<blockquote><p>Seorang laki-laki datang kepada Umar, lalu berkata, “Seorang putri saya di zaman jahiliyah dikubur hidup-hidup. Lalu aku mengeluarkannya sebelum dia meninggal dunia. Dia masih mendapatkan masa Islam. Ketika dia masuk Islam, dia terkena salah satu hukuman had [karena berzina], lalu dia mencoba bunuh diri dengan melukai nadinya. Kemudian aku menjumpainya, sementara dia sudah memotong sebagian nadi lehernya, lalu aku mengobatinya sampai sembuh. Kemudian dia pun bertaubat dengan baik. Setelah itu, dia minta dicarikan jodoh. Wahai Amirul Mukminin! Apakah aku harus memberitahu calonnya tentang keadaan putriku pada masa lalu?”</p>
<p>Umar menjawab, “Apakah kamu ingin menyingkapkan apa yang ditutupi Allah? Demi Allah, jika kamu memberitahukan tentang keadaannya kepada seseorang, kami akan menjadikan kamu contoh hukuman [lantaran membuka aib] bagi penduduk negeri. [Lebih baik] nikahkanlah dia dengan pernikahan yang suci!”</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/126/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/126/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=126&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/06/kalau-aktivis-dakwah-lakukan-taaruf-yang-tidak-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsultasi: Cara “melupakan” si dia</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/17/cara-%e2%80%9cmelupakan%e2%80%9d-si-dia-2/</link>
		<comments>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/17/cara-%e2%80%9cmelupakan%e2%80%9d-si-dia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jun 2007 09:49:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[2 - Mantapkan wujud]]></category>
		<category><![CDATA[4 - Rengkuh ruh]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspresi jelas]]></category>
		<category><![CDATA[Nikmati kerinduan]]></category>
		<category><![CDATA[Rawat hati]]></category>
		<category><![CDATA[cara melupakan]]></category>
		<category><![CDATA[ikhwan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran sehat]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/17/cara-%e2%80%9cmelupakan%e2%80%9d-si-dia-2/</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu’alaikum warahmatullah ustadz. Saya mau konsultasi. Saya suka sama seorang ikhwan.tapi…sekitar 2 minggu yang lalu dia meninggal karena kecelakaan.sampai sekarang saya belum bisa melupakan dia.saya masih sering nangis kalau ingat dia.seakan saya nggak rela atas semua yang terjadi.dia adalah seorang ikhwan yang benar-benar baik dan sholeh.saya amat mengaguminya.lalu bagaimana caranya supaya saya bisa lupa dia? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=39&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tanya:</p>
<blockquote><p>Assalamu’alaikum warahmatullah ustadz. Saya mau konsultasi. Saya suka sama seorang ikhwan.tapi…sekitar 2 minggu yang lalu dia meninggal karena kecelakaan.sampai sekarang saya belum bisa melupakan dia.saya masih sering nangis kalau ingat dia.seakan saya nggak rela atas semua yang terjadi.dia adalah seorang ikhwan yang benar-benar baik dan sholeh.saya amat mengaguminya.lalu <strong>bagaimana caranya supaya saya bisa lupa dia?</strong> dalam hati saya masih sangat rindu padanya.terkadang saya ingin sekali bertemu dengannya walau hanya dalam mimpi.tapi saya tahu…apapun yang masih saya harapkan padanya takkan mungkin terjadi.apa saya belum ikhlas melepasnya?lalu bagaimana caranya supaya saya tidak terlalu memikirkannya? Terima kasih.wassalamu’alaikum warahmatullah.</p></blockquote>
<p>Jawab:<br />
<span id="more-39"></span>Waalaikumsalam warahmatullah. Saya bisa merasakan perasaanmu, ketika kehilangan seseorang yang sangat kita cintai, kagumi dan sayangi.</p>
<p>Untuk bisa 100% ikhlas itu, dibutuhkan waktu. Semakin dalam perasaan kita, maka semakin banyak waktu yang kita butuhkan untuk bisa ikhlas sepenuhnya. Jadi, kamu gak perlu terlalu menyalahkan diri apakah sudah ikhlas atau belum. Yang paling penting, kamu terus berusaha meningkatkan keikhlasan.</p>
<p>Untuk “bisa lupa dia” dan “tidak terlalu memikirkannya”, saya sarankan agar kamu menjalankan lima macam langkah berikut:</p>
<ol>
<li><strong>Akuilah terlukanya perasaan kehilangan<br />
</strong>Sebaiknya kita mengakui dan menerima kenyataan bahwa dia telah tiada. Sebagai manusia biasa harus kita akui bahwa kita bisa terluka oleh rasa kehilangan, termasuk kehilangan si dia. Di samping mengaku langsung kepada Tuhan, kita bisa mengakui terlukanya perasaan kita kepada diri sendiri dan terutama kepada orang yang kita percaya. Curhat atau konsultasi yang telah kau lakukan ini merupakan langkah awal yang tepat untuk mengobati rasa sakitnya kehilangan dia. Tinggal melakukan langkah-langkah berikutnya.</li>
<li><strong>Lepaskanlah emosi negatif secara positif.<br />
</strong>Secara positif itu maksudnya: yang membuat diri tenang, nyaman, sehat, dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Misalnya: [a] menangislah secukupnya untuk redakan perasaan yang sedang berkecamuk di hatimu, [b] bersalatlah atau berdo’alah kepada Allah, [c] di buku harian (diary) tulislah “Dear diary, sejak 2 minggu yang lalu dari kepergiannya, aku merasakan betapa sakitnya hatiku, betapa sedihnya diriku. Aku merasa tak ingin ia pergi jauh dariku. Andainya saja aku bisa memilih, aku ingin ia tak pergi dari hari-hariku.”</li>
<li><strong>Tenangkanlah gejolak jiwa secara sehat</strong><br />
Melepaskan emosi negatif, secara positif sekalipun, terkadang belum memadai untuk melepaskan jiwa dari belenggu luka hati karena kehilangan dirinya. Sebab itu, kita butuh langkah lain, untuk menenangkan gejolak jiwa ini. Cara yang paling efektif adalah disesuaikan dengan kepribadian masing-masing. Bagi yang religius, berserah diri kepada Allah swt. Bagi yang menginginkan sehat, berolahraga bisa tenangkan gejolak jiwa.</li>
<li><strong>Gairahkanlah diri dengan keceriaan</strong><br />
Perasaan sedih kala kehilangan dirinya, itu suatu kewajaran. Namun bila kita terus berlarut-larut dalam kesedihan, tentu hal ini tak kan bisa menghapus kesedihan kita. Maka cobalah untuk bersikap ceria. Tersenyumlah untuk menampakkan wajah keceriaan hingga membuatmu merasa benar-benar bisa untuk ceria kembali.</li>
<li><strong>Terimalah kegagalan sebagai peluang belajar</strong><br />
Terimalah dan akuilah kegagalanmu dalam memiliki dirinya untuk jadi pasanganmu.<br />
You know, orang yang mengakui kegagalannya dalam bercinta lebih mudah bangkit menuju terjalinnya hubungan cinta lain yang lebih baik. Oleh sebab itu, daripada mengucap kata-kata penyangkal kegagalan, lebih elok kita kemukakan ungkapan-ungkapan yang bernada menerima kegagalan. Umpamanya: “kegagalan adalah pelajaran menuju kesuksesan…” Kita menganggap perginya seorang yang kita cintai di masa lalu sebagai tahapan menuju terjalinnya hubungan cinta lain yang lebih indah.</li>
</ol>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pacaranislami.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pacaranislami.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pacaranislami.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pacaranislami.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pacaranislami.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pacaranislami.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pacaranislami.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pacaranislami.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pacaranislami.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pacaranislami.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pacaranislami.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pacaranislami.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pacaranislami.wordpress.com&blog=635294&post=39&subd=pacaranislami&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/17/cara-%e2%80%9cmelupakan%e2%80%9d-si-dia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>