Arsip

Mau siap nikah? Pacaran dulu, dong!

Sebagian orang muslim menyangka bahwa kita bisa siap nikah tanpa pacaran lebih dulu. Benarkah demikian? Persangkaan mereka itu keliru! Sebab, makna asli “pacaran” adalah “persiapan menikah”. Mengingat bahwa nikah merupakan langkah besar dalam kehidupan, kita pada umumnya takkan mungkin siap nikah tanpa mempersiapkannya.

Ada juga yang mengharamkan pacaran sebelum menikah karena menyangka bahwa “bentuk pacaran pasti tidak lepas dari perkara-perkara haram, khususnya zina” (sebagaimana dipaparkan di bawah ini). Persangkaan mereka ini juga keliru!

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Saat si dia kurang perhatian dan muncul orang ketiga

saya sangat tertarik membaca semua ini. oleh karena itu saya ingin curhat sama masalah yang sedang saya hadapi, dan saya berharap saya akan mendapatkan jawaban atas kebimbangan hati saya.
saya mempunyai pacar, dan hubungan ini sudah berlangsung selama hampir 7 tahun tapi kami hubungan jarak jauh karna di atinggal di jakarta dan saya tinggal di sumatra, tapi sampai saat ini saya belum menerima kepastian apapun dari pacar saya, dengan alasan study yang belum selesai.
selama saya menjalani pacaran dengan dia selama 2.5 thn saya juga menjalin hubungan lagi dengan rekan kuliah saya, hubungan kami juga sangat dekat,pacar saya yang di jakarta tahu hubungan saya karna saya memang tidak bisa membohonginya, ya pada akhirnya yang ada saya dan pacar ke2 saya hanya putus nyambung begitulah seterusnya hingga dia meninggalkan saya untuk bekerja di luar negeri, yang saya herankan selama dia di luar negeri bukan dia berusaha melupakan saya malah dia merencanakan untuk melamar saya, tapi saya tolak karna saya sudah punya pacar yang jauh direstui oleh keluarga saya, wlau dalam hati sya juga terluka karna harus melukai orang yang sangat berharap pada saya.
tapi lambat laun kami berdua mengerti posisi ,masing2.
lalu ketika saya bekerja saya bertemu lagi dengan pria sekantor saya dan pada akhirnya di amenyatakan perasaannya padaku, waktu itu saya justru sangat terpukul karna dia yang begitu perhatan denganku malah orang non muslim. awalnya saya bisa bersikap biasa saja, akhirnya saya lama2 dekat tapi saya juga sudah jelaskan bahwa diantara kami tidak mungkin bisa bersama karna saya sudah punya pilihan lain dan yang paling prisip adalah bawa kami beda agama. sampai akhirnya dia berkeputusan untuk keluar dari kerjaan, saya pikir dia sudah bisa menerima jawaban dari saya. tapi ternyata sampai saat ini dia masih mengharapkan saya mau ikut dengannya…
dan pada kesempatan ini saya ingin sekali meminta nasehat, bagai mana saya harus menyikapi hal ini? karna terus terang juga ada sedikit perasaan yang lain di hati saya pada orang yang di luar negeri dn orang yang dulu sekantor dengan saya, tapi sungguh, pilihan saya tak pernah berubah, saya tetap pada pacar saya yng pertama.
tapi tolog berikan saya saran, bagai mana saya harus bersabar atas semua ini, karna dari dulu kenapa selalu ada saja lakii2 lain yang mencoba masuk dalam hubungan saya dengan pacar pertama saya,justru kenapa orang ke3 dari kami kenapa selalu lebih perhatian dan serius pada saya, sedangkan orang yang saya tunggu2 sampai hampir 7 thn ini tak pernah beri saya kepastian apapun… tolong saya pa ustadz..
apaah saya harus memilih orang yang lebih serius lagi dengan saya atau saya harus lebih bersabar atas orang yang telah disetujui oleh keluarga? demkian cuthar saya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih..

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Contoh pacaran islami ala orang awam

Keberadaan pacaran islami bukan hanya dalam teori. Prakteknya ada. Pelakunya juga tidak harus orang-orang “khosh” seperti ulama NU atau pun tokoh Muhammadiyah. Orang awam pun dapat menjalankannya. Ini dia contohnya, sebagaimana tergambar dalam curhat seorang pembaca situs ini: Baca lebih lanjut

Konsultasi: Dia duda keren, tapi…. gimana, ya?

assalamu’alaikum wr. wb… ustad pa kbr? sehat kan? sy dl pernah bertny mslh jodoh jg mell email ni kepada ustad, kemudian ustad menjwbnya dgn sgt baik. terima ksh sy ucapkan untk itu. sekrg sy ingin bertanya lg, smg ustad tdk bosan menjawab pertanyaan2 dr sy.

begini, saat ini sy bingung dihadapkan pada sebuah keptusan. saya dijodohkn oleh keluarga kepda seorg duda wafat istri tnpa anak. tentara, merokok, agm alakadarnya, akhlak baik dan menyenangkan bila ngobrol dgnnya. dia masih da hub saudara dgn sy.
awalnya sy ragu dgn pilihan ortu ini. dia jarang sholat dan kuat merokok. tp ortu membesarkan hati saya agar mau menerimanya. ortu meyakinkan bhw sy akan mampu mengubah dia menjadi lbh baik lg. dua kali ibu sy nangis minta sy mau menerim dia.pelan2 hati sy tbuka dan ingin berkenalan lbh jauh dgnnya. tnyata dlu dia sholat, tp sejak ditinggal istrinya dia berhenti sholat krn frustasi/stres. sy phm dgn kondisinya.kemudian pelan2 sy ajak dia kembali sholat dan mengenal islam.alhamdulillah dia sgt senang, ktnya dia ska dgn wanita yg sellau mengingatinya jk ada kekeliruan yg dia buat.pelan2 dia mulai rajin sholat.sy senang dgn perubahan ini. dia pun berjanji akn mulai mengurangi rokok.
namun ustad, ketika ortu tau bhw gajinya kecil dan harus dibagi 2 pula dgn utang ortunya, serta merta ortu sy lgsg membatalkan perjodohan itu.sy kecewa ustad, dia pun sedih mngetahinya.sy terlanjur senang dgnnya.sy ga trima ortu membtlkan hanya krn mslh keuangannya.walau bgtu, sy msh berkomunikasi dgnnya lwt tlp/sms krn dia diluar kota .sy bbrp kali tatapmuka dgnnya dan sempat pergi mengunjungi tantenya.semuanya bs sy trima apa adanya dirinya.namun, sy msh ragu apakah dia akan tetap bs rajin sholat ketika menikah nanti?berulangkali sy sampaikn kegelisahan sy itu, dgn yakin dia menguatkan sy, dia akan berusaha trs untk itu, karena dia malu klu istri sholat masa dia sbg suami tdk sholat. dari dulu pun sebenarnya dia sholat kok.
pertanyaan saya :

1. bisakah saya pegang kata2nya itu sbg jaminan bhw dia akan bs lbh baik lg ke depannya (kt org dia baik dan nurut kl dibilg sepnjg itu baik)
2. apakah sy salah telah mengindahkan kata2 ortu untk memutuskan hubungan dgnnya krn ortu keberatan dgn keuangannya?(sy khwtr jk ini berlnjut ke pernikahan, dan pernikahan mengalami mslh ortu akan menyalahkan sy krn tdk nurut pa kt ortu dan bs2 krn tak direstui kami terhambat utk bahagia)
3. apakah sudah tepat pilihan saya?(krn pengetahuan /pengamalan agamanya bs dikatakan msh dibwh saya)
4. menurut bpk bagaimana langkah kami selanjutnya?(memutuskan/menikah dgnnya) dan bagaimana mnt restu ke ortu?
5. sy istikharah selama ini, namun jawabannya blm sy temukan.bagaimana cara mendaptkan jwaban istikharah sy?

sy mohon pak ustad dpt segera memberi jawaban atas kebingungan sy ini. sebelum dan sesdahnya saya ucapkan jazakallahu khairon katsir.

Wa’alaykumussalaam…. Pertanyaanmu lumayan banyak. Sayangnya, waktuku tak cukup banyak untuk menerangkannya secara panjang lebar. Jadi, maaf, jawabanku singkat saja: Baca lebih lanjut

Konsultasi: Pernah ciuman dalam pacaran

Aku pernah pacaran. Kami berniat pacaran selamanya sampai menikah, tapi 1 tahun kemudian, aku memutuskannya. Karena apa? Aku tak tau. Tapi intinya, karena aku merasa tersiksa pacaran, selalu kangen ma dia, bahkan kami pernah berciuman. Namun setelah itu aku sadar, aku telah keluar dari jalan Allah. Aku pengen balik ke jalan Allah. Aku merasa hina karena telah melakukan itu. Aku benar2 ingin bertobat. Tapi semakin aku pengen berubah, cintaku pada mantanku semakin besar. Aku rindu padanya, bahkan aku sempat mimpi dia menikah dengan orang lain, dan itu membuatku sedih. Aku pengen dia jadi suamiku karena sifatnya yang baik, tapi dia tidak begitu taat beragama dan bukan imam yang akan membawaku ke surga

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

PDKT antara ikhwan-akhwat aktivis dakwah

1. Dlm melakukan aktivitas,khususnya agenda dakwah, biasanya ikhwan dan akhwat paham betul utk ga terlibat jauh dlm mendiskusikan hal2 yg ga urgent, selain itu mereka jg terpisah alias ga ikhtilat. Dg begitu gmn bisa si penanya melakukan hal yg disarankan bpk itu?
2. Semua kebaikan2 yg ditunjukkan kpd si akhwat seperti meminta memilihkan buku2, dsb bila saya simpulkan bukankah itu merupakan “topeng” bagi si penanya yg kemudian bs aja hal itu dilakukan krn “ada maunya” yaitu utk mendptkan hati si akhwat, dan itu adalah sebuah penjebakan krn apa yg dilihat si akhwat adlah “kebaikan” si penanya.
3. Kemudian pd saran yg berikutnya yaitu pd “beri perhatian”. Bila demikian saran bpk,apakah itu berarti si penanya ga menundukan pandangannya kpd si akhwat smpe-smpe 2 helai rmbut aja bs kelihatan sm dia?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Yang ukhti persoalkan itu sering kubahas. Karena itu, jawabanku terutama adalah untuk menunjukkan artikel-artikel penjelas. Baca lebih lanjut

Manakah situs ta’aruf yang bertujuan nikah?

Saya ingin sekali untuk ber ta’aruf tanpa pacaran dengan tujuan menikah, karena usia saya juga sudah dewasa 28 tahun , karena saya pikir dengan pacaran hanya membuat dosa. Saya juga telah membaca seluruh artikel dan profile anda, juga bagaimana anda menikah dengan Ta’aruf tanpa pacaran … disitulah saya tertarik untuk melakukan Ta’ruf secara islam dengan Tujuan menikah. Jujur saja, sudah beberapa situs perkenalan Ta’ruf saya masuki dan berkenalan dengan member nya ternyata orang-orangnya hanya untuk tujuan Just Fun (Free sex) saya kecewa sekali , karena tujuan saya memang untuk membangun kebaikan bukan menambah dosa …. Sesama muslim saya minta tolong , sekira di mana tempat untuk berta’ruf yang mempunyai tujuan yang baik (tujuan untuk menikah)?

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut