Last Updated: 2 Mei 2007
First Published: 2 Mei 2007
Di halaman ini, kita rambah tautan-tautan (links) yang berisi konsultasi yang menarik mengenai beragam persoalan islamisasi percintaan pra-nikah, baik islamisasi terhadap diri-sendiri maupun islamisasi terhadap orang lain. Besar kemungkinan, problem yang sedang Anda hadapi telah diulas di tautan-tautan tersebut. Dengan demikian, telah tersedialah solusi bagi masalah Anda.
Namun, sekiranya Anda menghendaki konsultasi yang lebih mendalam, atau tengah tertimpa persoalan lain mengenai islamisasi pacaran yang belum dikupas di tautan-tautan tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan kami. Untuk itu, silakan Anda sampaikan pesan Anda melalui kotak komentar di bagian bawah halaman ini atau melalui e-mail: M Shodiq Mustika. Demi menjaga kehormatan, gunakan nama samaran untuk setiap identitas yang Anda sebut dalam pesan Anda. Bila perlu, Anda sendiri pun dapat memakai nama samaran.
Pacaran Sesuai Ajaran Islam “Selama ini ada beberapa macam pendapat tentang pacaran dalam sudut pandang Islam. Yang ingin saya tanyakan adalah sebenarnya menurut Islam pacaran itu boleh enggak?” (Jawaban Dewan Asatidz PesantrenVirtual.com ada di sini.)
Orang Tua Lebih Suka Anaknya Pacaran Ketimbang Menikah? “Dewasa ini saya sungguh prihatin bila melihat ada seorang anak yang ingin menikah, bahkan pasangan pun sudah bersedia, namun orang tua cenderung memilih untuk memberikan waktu untuk ta’aruf lebih lama (pacaran dulu). Mohon penjelasan.” (Penjelasan Ahmad Sarwat Lc. ada di sini.)
Bagaimana kalau ustadz pacaran? Peribahasa mengatakan, “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Bagaimana kalau ustadz pacaran? (Saran M Shodiq Mustika dkk. ada di sini.)
Bagaimana mengatasi rasa cemas? “Bila kita ‘nembak’ si dia, biasanya ada sedikit-banyak rasa cemas kalau2 ditolak. Saat ‘ditembak’ pun, rasa was2 ini bisa saja segera muncul, walau mulanya hati kita penuh dengan bunga beraneka warna.” Gimana dong? (Kiat praktis dari Aisha Chuang untuk mengatasinya ada di sini, sedangkan strategi dasarnya ada di sini.)
Sedih Gara-Gara Putus Pacar? “Sudah satu tahun kami pacaran, tapi sebulan yang lalu aku putus gara-gara dia suka ngajak macem-macem. Sekarang ini aku ngerasa sangat sedih ketika di sekolah, soalnya aku selalu ketemu mantan pacarku. Bagaimana cara mengatasi hal ini?” (Jawaban PKBI ada di sini.)