Konsultasi

Last Updated: 2 Mei 2007

First Published: 2 Mei 2007

Di halaman ini, kita rambah tautan-tautan (links) yang berisi konsultasi yang menarik mengenai beragam persoalan islamisasi percintaan pra-nikah, baik islamisasi terhadap diri-sendiri maupun islamisasi terhadap orang lain. Besar kemungkinan, problem yang sedang Anda hadapi telah diulas di tautan-tautan tersebut. Dengan demikian, telah tersedialah solusi bagi masalah Anda.

Namun, sekiranya Anda menghendaki konsultasi yang lebih mendalam, atau tengah tertimpa persoalan lain mengenai islamisasi pacaran yang belum dikupas di tautan-tautan tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan kami. Untuk itu, silakan Anda sampaikan pesan Anda melalui kotak komentar di bagian bawah halaman ini atau melalui e-mail: M Shodiq Mustika. Demi menjaga kehormatan, gunakan nama samaran untuk setiap identitas yang Anda sebut dalam pesan Anda. Bila perlu, Anda sendiri pun dapat memakai nama samaran.

Pacaran Sesuai Ajaran Islam “Selama ini ada beberapa macam pendapat tentang pacaran dalam sudut pandang Islam. Yang ingin saya tanyakan adalah sebenarnya menurut Islam pacaran itu boleh enggak?” (Jawaban Dewan Asatidz PesantrenVirtual.com ada di sini.)

Orang Tua Lebih Suka Anaknya Pacaran Ketimbang Menikah? “Dewasa ini saya sungguh prihatin bila melihat ada seorang anak yang ingin menikah, bahkan pasangan pun sudah bersedia, namun orang tua cenderung memilih untuk memberikan waktu untuk ta’aruf lebih lama (pacaran dulu). Mohon penjelasan.” (Penjelasan Ahmad Sarwat Lc. ada di sini.)

Bagaimana kalau ustadz pacaran? Peribahasa mengatakan, “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Bagaimana kalau ustadz pacaran? (Saran M Shodiq Mustika dkk. ada di sini.)

Bagaimana mengatasi rasa cemas?Bila kita ‘nembak’ si dia, biasanya ada sedikit-banyak rasa cemas kalau2 ditolak. Saat ‘ditembak’ pun, rasa was2 ini bisa saja segera muncul, walau mulanya hati kita penuh dengan bunga beraneka warna.” Gimana dong? (Kiat praktis dari Aisha Chuang untuk mengatasinya ada di sini, sedangkan strategi dasarnya ada di sini.)

Sedih Gara-Gara Putus Pacar?Sudah satu tahun kami pacaran, tapi sebulan yang lalu aku putus gara-gara dia suka ngajak macem-macem. Sekarang ini aku ngerasa sangat sedih ketika di sekolah, soalnya aku selalu ketemu mantan pacarku. Bagaimana cara mengatasi hal ini?” (Jawaban PKBI ada di sini.)

Tanggapan

sekarang saya lagi pacaran ma teman sekelas.kami udah jalan 6 bulan.kami menjalani dengan biasa tanpa ada kata aneh2.setelah saya membaca ayat-ayat cinta dan jangan nodai cinta,mendadak saya tidak mau pacaran lagi.Tetapi setelah saya ngobrol baik2,pacar saya tidak mau menerimanya.apa yang seharusnya saya lakukan?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Bahwa kalian dapat ngobrol baik2, itu menunjukkan kedewasaan kalian untuk membina atau pun memutus hubungan percintaan. Atas dasar itu, segala keputusan penting tentunya bisa kalian ambil secara matang, bukan secara mendadak. Membaca buku pun sebaiknya lebih banyak lagi, terutama yang pandangannya berlainan, sehingga pertimbangannya menjadi lebih matang.

Buku Ayat-Ayat Cinta itu lebih dekat dengan budaya Timur Tengah. Untuk bacaan yang lebih membumi (sesuai dengan yang kita alami di Indonesia), silakan baca buku Aisha Chuang, Pacaran Islami? Siapa Takut! Adapun buku Jangan Nodai Cinta telah dibantah oleh M Shodiq Mustika dalam Wahai Penghujat Pacaran Islami.

Assalamualaikum

saya ingin bertanya, jika ada seorang akhwat yang menyukai ikhwan, lalu mereka tidak berpacaran namun juga bukan teman biasa. karena mereka sudah tahu perasaan satu sama lain. Selama ini mereka hanya smsan membahas tentang teman sekelas dll. Namun sang akhwat masih suka deg2an kalau ketemu ikhwan. meskipun si akhwat ingin menahan perasaannya, tetap saja sulit karena si ikhwan adalah orang baik2, shaleh, pengertian, baik, ramah, dsb. Saat akhwat itu ingin memutus hubungan apapun dengan ikhwan, ia merasa keberatan sampai akhirnya mereka kembali seperti itu lagi.
Apakah ini diperbolehkan? apa boleh hanya berhubungan seperti itu saja?
Jazakumullah
Wassalam

Jawaban M Shodiq Mustika:

wa’alaikum salam

1. Ya, boleh. Hubungan yang “lebih dari teman biasa tapi bukan pacaran” seperti itu kami sebut sebagai “musim semi”. Lihat “Gaul Sistematis dengan Jiwa Bersih“.

2. Rasa “deg2an” bila ketemu itu merupakan bagian dari cinta yang dapat kau budidayakan di jalan cinta sejati. Untuk lebih lengkapnya, silakan baca buku Aisha Chuang, Nikmatnya Asmara Islami. (Kalau kesulitan cari buku ini, silakan hubungi penerbitnya, Bunda Yurida, hp: 0815 7848 6969.)

3. Lebih berhati-hatilah saat membahas teman-teman sekelas dll. Bicarakan kebaikan mereka saja, untuk kalian teladani; tak perlu bicarakan keburukan mereka.

Selamat menikmati asmara islami. ;)

Assalamualaikum wr wb

Wah, Pak Shodiq buka konseling…congrats pak, moga2 banyak bawa berkah…aaamiiin

Mau jadi pasien ni pak
Gimana cara PDKT ma akhwat tipe aktivis yg g mo kenal istilah pacaran dkk? kan rada susah…
Kalo pake cara standar kayanya bakal mentah (belom diuji si, tp gelagat anaknya tipe “sayap kanan: banget pak).
Kalo pake cara dia?…kayanya saya yg susah, g bisa “bebas” (baca:insya Allah masih dalam batas syar,i)
Dilepas? waduuh jangan dong, blom usaha ni…kalo dah ditolak ntar baru cari lagi he
Boleh minta opininya Pak Shodiq?

Wassalam

*Jawaban Pak Shodiq ada di sini.

assalamualaikum wr.wb
saya seorang akhwat, saat ini saya sedang jatuh cinta pada seorang ikhwan. Tapi ikhwan ini cuek- cuek saja sama saya. Sebetulnya saya tidak menginginkan perasaan ini datang saya ingin untuk melupakanya tapi sangatlah susah . Untuk itu saya bertanya bagaimana untuk melupakanya , bagi saya dia itu sangat perfek

Jawaban M Shodiq Mustika:

wa’alaykumsalam wr. wb.
Ana merasa simpati atas perasaan ukhti.
Usaha ukhti untuk melupakan dia menandakan ketulusan ukhti dalam mencintai dia, dan ketulusan ini dapat ukhti kembangkan lebih lanjut hingga perasaan ukhti menjadi lebih tenang.

Pertanyaan ana:
Haruskah ukhti melupakan dia bila dia sangat perfek?
Apakah mengingat-ingat si dia menjadikan hati ukhti terasa pedih?

Saran ana:
Bershalatlah! Biarkanlah Allah SWT yang memutuskan apakah sebaiknya ukhti lupakan dia ataukah tidak.

Contoh doanya:
“Ya Allah! Seandainya mengingat-ingat si dia menjauhkan aku dari kebaikan, lenyapkanlah dari benakku segala kenangan tentang dia, betapapun manisnya. Namun, seandainya mengingat-ingat si dia mendekatkan aku dengan kebaikan, peliharalah di benakku segala kenangan tentang dia, betapapun pahitnya.”
Lihat http://bersalatlah.wordpress.com/2007/01/28/14-salat-yang-pulihkan-luka-jiwa/

assalamu’alikum wr wb
ust. ana mw konsultasi mslh pribadi ma antum nih .
ana br 3 tahun menjadi seorang ikhwan dan saat ini ana seorang ADK yg memiliki jabatan cukup vital di LDK.dlu ana adalah ikhwan yg msh doyan ngelevis n nonton konser musik yg gk islami blm mrasakan getaran hati saat b’interaksi dg akhwat wlaupun sdh sering interaksi.
nah satu ketika krn hidayah Allah ana jd brubah n dapat amanah menjadi pengurus LDK yg posisinya cukup vital dan brubahnya ana bkn krn seorang akhwat tp murni krn Allah jua.lalu ana pny patner kerja akhwat yg manis n supel sih walaupun tdk terlalu istimewa wajahnya.dlu prasaannya sih biasa aj. makin lama ana kepikiran trus n klo mw interaksi baik lewat hijab maupun elektronik ( tlp / sms ) ana suka gerogi n suka menyiapkan bahan omongan dlu sebelum bicara sm dia. trs ust prasaan itu gk ilang - ilang apalagi hub interaksi kita uda tidak canggung lagi dan sesekali dalam obrolan mslh kegiatan PROKER diselipi candaan.
nah skarng terbesit di pikiran kpingin die jd cln istri ana. krn ana ud cb do’a ma Allah , gini inti do’a ana : ya Allah apa yg tjadi pd k Istiqomahan saya dlm da’wah ini.akibat prasaan jatuh cinta, saya jd tkt klo aktivitas da’wah saya rusak krn niat agak luntur krn mulai jatuh cinta sm patner da’wah. ya Allah jika akhwat ini mmng jodoh hamba persegerakan kami menikah, tp jika bkn jodoh hamba hilangkan prsaan jatuh cinta padanya ya Allah.
nah tp sampai skrang prasaan itu gk ilang - ilang tp mkn bgejolak.
1. apakah ana telah futur?
2. apakah prsaan kyk itu sudah lumrah dkalangan ikhwah?
3.apakah yg pantas ana lakukan?
4.apakah ini salah krn fikiran ini selalu berandai2 yg kami lakukan jika nanti kami jd menikah ( tp bkn berandai2 dlm hub senggama ust )
5. bgm cr agar ia mw tertarik ma ana dan membuka diri untuk ana berta’aruf dg nya?
6. apakah qt boleh mengutarakan langsung niat kita tuk menikahi dia lewat telp atau saat interaksi langsung dg hijab tentunya, tanpa kita meminta bantuan MR
ustadz Jazakallah atas waktunya membaca konsultasi ana.
tlng bntu ana mencarikan solusi atas problem ana
wassalamu’alaikum wr wb

Jawaban M Shodiq Mustika:

wa’alaykum salam wr wb

1. Tidak. Rasa cinta itu bukan pertanda melemahnya iman antum. Dengan berkonsultasi, antum telah menunjukkan niat untuk mencari solusi terbaik. Niat ini mengindikasikan masih tingginya kadar iman antum. Sekalipun demikian, tentu saja kewaspadaan senantiasa dibutuhkan. Bagaimanapun, kecenderungan iman manusia itu memang naik-turun.

2. Ya, rasa cinta kepada lawan-jenis itu lumrah. Di kalangan aktivis dakwah, ana sering menjumpai fenomena asmara.

3. Berjuanglah dan berdoalah menuju keridaan Sang Maha Penyayang. Tak perlu menghilangkan rasa cinta kepada si dia. Tempatkanlah rasa cinta ini di bawah rasa cinta kepada Allah, Rasul-Nya, dan jihad di jalan-Nya.

4. Fikiran berandai-andai tsb bisa baik bisa buruk. Berandai-andai bisa buruk bila menjadikan antum berharap terlalu banyak dan kurang ikhlas menerima ketetapan-Nya. Berandai-andai tsb bisa baik bila menjadikan antum lebih bersemangat menata diri sehingga semakin lebih mampu menikah.

5. Jadilah pendengar yang baik bagi dirinya. Hargailah keberadaannya. Terimalah dia “apa adanya” (tidak menuntut dia berubah); alih-alih, berubahlah (walau sedikit demi sedikit) menjadi lebih baik dan semakin baik. Dan lebih terbukalah sedikit demi sedikit kepadanya.

6. Boleh mengutarakan niat antum tuk menikah dengannya secara langsung (tanpa perantara). Saran ana, jangan buru-buru melamar tanpa “pendahuluan”. Gunakan dulu kata-kata simbolis atau tak langsung. Umpamanya: “Bolehkah ana mohon saran dari ukhti? Begini, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, ana bermaksud melamar wanita yang salehah seperti ukhti. Menurut ukhti, apa yang perlu ana siapkan supaya lamaran ana diterima?”

wassalamu ‘alaykum wr wb

Assalamualaikum wr.wb
Maaf Pak ini Nini lagi, saran bapak untuk meminta ana berdo’a dan shalat sudah ana lakukan tapi, juga masih susah untuk melupakannya, setiap ana teringat dia bagi ana itu suatu beban yang sangat berat sekali dibandingkan tugas2 laporan yang menggunung.Apakah yang harus ana lakukan lagi. tolong ana pak, ana tak mau cinta ana padanya melebihi cinta ana pada Allah. Ana takut itu terjadi. Terimakasih sebelumnya pak.

Ukhti Nini yang selalu berusaha menjadi baik… Engkau tak perlu melupakan si dia. Serahkanlah kepada Allah, apakah hendak mempertahankan ataukah menyingkirkan pikiran tentang si dia di benak ukhti. Beratnya ujian ini pertanda bahwa dengan ujian ini, Allah hendak mengangkat derajat ukhti. Untuk mengatasi rasa takut, silakan kaji buku Pacaran Islami? Siapa Takut!

saya dah pacaran tiga bulan selama ini pacaran baik - baik aja namun sekarang saya ndak pernah berkunjung kesana ,sebagai efeknya dia kurang perhatian pada sya apa yang harys saya lakukan ,saya inginnya pacaran yang sehat dalam arti sesuai dengan tuntunan agama dan tidak melampui batasan agama ,

Jawaban:

Rumusnya sederhana. Cintailah dia dengan sebenar-benarnya, maka dia pun akan benar-benar mencintaimu. Berilah dia perhatian dengan sepenuhnya (termasuk dengan tak jarang bertatapmuka dengannya), maka dia pun akan sepenuhnya menaruh perhatian kepadamu. Untuk cara pacaran yang sehat dan islami, simak terus situs ini dari waktu ke waktu.

Ass.pak ustadz ana mo tanya tentang hukumnya cinta yang di gantung, apakah itu merupakan pacaran islami….? karna jangankan bertemu, berkomunikasi lewat hp saja jarang banget sehingga ana sempat putus asa dengan sikapnya , kok ada ya cowok seperti dia! atau mungkin ana saja yang baru mengenal dia…..habisnya cowokku yang dulu gak seperti dia dech…!!haruskah ana akhiri hubungan itu?

Wa’alaykum salam wr wb
Pada umumnya, cowok lebih membutuhkan “kemandirian” (jarang komunikasi), sedangkan cewek lebih membutuhkan “kebersamaan” (sering komunikasi). Kau perlu memaklumi dia, tapi kau juga bisa meminta dia untuk memaklumi kamu. Upayakanlah jalan tengah untuk mempertemukan kebutuhan kalian yang berbeda ini. Untuk lebih saling kenal, ana anjurkan kalian simak buku M Shodiq Mustika & Krisnina Rihardini, Taaruf Forever (Semarang: Qudsi Media, 2007).

Ass.ustadz saya masih bingung dengan konflik pacaran secara islami…..karna dari semua keterangan yang saya baca tidak ada solusi yang relevan, dan faktor apa sih yang mengangkat pacaran islami itu…..? tolong anda jelaskan beserta dalil yang konkret

Wass. Mba Dina yang begitu kritis dalam menghadapi suatu kasus. silahkan simak tulisan-tulisan lain di situs ini; dalil2nya bisa ditelusuri….

Assalamu’alaikum warahmatullah ustadz.saya mau kosultasi.saya suka sama seorang ikhwan.tapi…sekitar 2 minggu yang lalu dia meninggal karena kecelakaan.sampai sekarang saya belum bisa melupakan dia.saya masih sering nangis kalau ingat dia.seakan saya nggak rela atas semua yang terjadi.dia adalah seorang ikhwan yang benar-benar baik dan sholeh.saya amat mengaguminya.lalu bagaimana caranya supaya saya bisa lupa dia? dalam hati saya masih sangat rindu padanya.terkadang saya ingin sekali bertemu dengannya walau hanya dalam mimpi.tapi saya tahu…apapun yang masih saya harapkan padanya takkan mungkin terjadi.apa saya belum ikhlas melepasnya?lalu bagaimana caranya supaya saya tidak terlalu memikirkannya? Terima kasih.wassalamu’alaikum warahmatullah.

Untuk jawaban dari M Shodiq Mustika, silakan simak artikel Cara “melupakan” si dia

Ass. ustadz.Saya sedang menghadapi menghadapi masalah percintaan dimana dlm kasus ini saya yang bersalah.Kami sdh pacaran selama 7 th, dan saya sering menyakiti hatinya dengan wanita lain.Sekarang pd saat dia sdh tdk tahan dan pgn menyendiri,saya merasa sangat kehilangan.Pdhl sebentar lagi kami masuk dlm tahap lebih serius yaitu menikah.Lalu skrg ini saya hanya bisa berdoa dan meminta pada Allah supaya saya diberi kekuatan untuk bisa berubah jadi lbh baik (baik dari segi duniawi dan akherat) dan dpt sesuai dg keinginannya.Apakah penyesalan saya ini terlambat?Apakah Allah akan memberi kesempatan pd saya untuk mendekatkan dia pd saya?Saya sdh berusaha untuk pasrah, tp apakah saya salah kl saya diberikan kesempatan yang terakhir? Kira2 doa apa yg mampu membuat saya lbh tenang lg?
Terima kasih.Wassalam.

untuk jawabannya, silahkan simak di sini

Assalamu’alaikumWr.Wb. Ustadz.
Sy ingin berbagi cerita ttg pengalaman yg sy hadapi saat ini sekaligus meminta pendapat dari Ustadz.
Sebulan lalu sy mengalami kecelakaan motor lumayan parah sehabis mengantar pulang pacar sy (patah tulang paha, sampe saat ini sy belum pulih), Sy hampir tiap hari mengantar pacar pulang dari kantornya. Sy sdh 6 bulan pacaran. Sblmnya sudah lama sebelum terjadi kecelakaan, sy kasihtau orang tua ttg keadaan pacar sy itu, tp orang tua (ibu) sepertinya tidak setuju dengan pacar pilihan sy itu. Dan blm sempat sy perkenalkan, sy alami kecelakaan seperti yg sy sudah ceritakan diatas.
Hingga akhirnya orang tua sy dari daerah datang ke tempat sy tinggal dan bekerja untuk melihat kondisi sy dan akhirnya bertemu juga dengan pacar sy. Yang jadi masalah adalah skrg ibu sy menganggap bahwa kejadian yg sy alami ini penyebabnya adalah karena sy pacaran dengan dia. Dan ini membuat sy bingung, sy sering bertanya dalam hati sy, apakah kejadian ini teguran buat sy dari Allah agar jangan berpacaran (langsung menikah saja karena masing2 sudah bekerja) ?… apakah memang ridho Allah ridhonya orang tua (ibu) yang melarang sy berpacaran dengan dia ?… alasan orang tua melarang sy berpacaran dengan dia adalah :
- keadaan ekonomi keluarga pacar sy kurang mampu dan latar belakang pendidikan pacar sy lebih rendah sehingga orang tua sy takut sy tidak punya masa depan yg baik jika menikah dengannya.
- orangtua menganggap pacar sy belum dewasa karena umur yang berbeda lumayan jauh dibawah sy (6 thn), karena setelah bertemu dengannya, pacar sy menjadi ketakutan/canggung untuk berbicara dengan orangtua (ibu) karena pacar sy merasa bersalah.
- sy anak tunggal dari ibu sy, sehingga ibu sy begitu menyayangi sy amat sangat karena sy anak harapannya kelak. Orangtua (ibu) lebih menginginkan sy menikah dengan orang yg mempunyai latar belakang ekonomi dan pendidikan yang lebih tinggi atau sama dengan sy, memang latar belakang sy dan orangtua dari keluarga yg sederhana sehingga orang tua sy menginginkan sy lebih maju dimasa depan.
- sy belum diijinkan orang tua (ibu) untuk menikah karena masih mengganggap sy belum mampu secara finansial, memang selama ini sy bekerja, setengah gaji sy berikan kepada orang tua saya di daerah untuk hidup disana. Dimana dengan kondisi sperti ini secara logika, hidup sy di kota sy bekerja dengan gaji seadanya (setelah diberikan orang tua setengahnya) tidak bisa untuk menabung untuk menikah.. (mungkin diperlukan waktu yang cukup lama untuk bisa mengumpulkan biaya nikah yg cukup besar)

Ustadz, apa yg sebaiknya yang harus sy lakukan? mengikuti perintah orangtua (meski rela mengorbankan kebahagiaan sy dengan pacar) atau terus berjuang (berdoa dan berusaha) untuk meyakinkan orang tua (ibu) bahwa pacar yang sy pilih itu baik untuk sy ?
Sy menyayangi kedua-duanya (orang tua dan pacar sy) Ustadz..

Ustadz..sy mohon pencerahannya..
Jazakallah…

Wassalamu’alaikumWr.Wb.

Untuk jawabannya, Silahkan simak disini

Assalamualikum.. Pak Ustad..

Temennya temen saya menanyakan hal ini pada saya…

“K-lo ada orang yang inget ma pacar sebagaimana inget sama Allah tu gimana? menurutku si g boleh… tapi gimana ya cara ngomongnya, takutnya dia kesinggung”

Saya sudah berusaha menjawab, intinya: ya coba ngomong baik-baik aja, tunjukin k-lo saat ini (masi skul) ng-jomblo itu lebih enak…
Tapi dia tetap menunjukkan kebingungan gimana caranya bicara yang ngena’ tapi g nyinggung perasaan, karena temennya temen saya itu orangnya agak idealis…

Jazzakallah atas jawabannya….

wa’alaykum salam….
Mau tahu gimana ngasih saran tanpa nyinggung perasaan? Lihat Kritik Tajam Yang Tidak Lukai Hati.

assalamualaikum…
ustadz, ana mau konsultasi ni..
ana dah pacaran 20 bulan,dan klo menurut ana itu bukan wktu yang singkat. singkat aza, akhir2 ni kami jadi jarang menemukan kata sepakat dalam setiap hal, yang terjadi adalah kami jadi lebih sering miscomunication. dalam setiap break yang terlintas ana hanya pgn putus,masalahnya kita selalu mempermasalahkan hal2 yg itu2 aza dan terjadi berulang kali, ana bosen ustadz…
sekarang ana pgn bebas sendiri, sedangkan sepertinya dia sulit untuk ana tinggalkan.
mohon pendapat ustadz
terimakasih sebelumnya..
jazzakallah…

wa’alaykum salam….

Pertimbangkanlah mengapa kalian “selalu mempermasalahkan hal2 yg itu2 aza”.

Bila persoalan intinya adalah miskomunikasi, maka solusinya adalah perbaiki komunikasi kalian. Komunikasi itu bukan sekedar menyampaikan apa yang kita maksudkan, melainkan juga menangkap apa yang dia maksudkan. Pada prinsipnya, kalian sama-sama perlu menerapkan prinsip “pahami dulu sebelum mengharap dipahami”.

Untuk pahami lawan-jenis, ada banyak buku relevan yang bisa kalian pelajari dan amalkan. Misalnya: M Shodiq Mustika & Krisnina Rihardini, Taaruf Forever (Semarang: Qudsi Media, 2007).

wassalam,
M Shodiq Mustika

assalamualaikum ustadz
saya ingin sekali menikah
tapi orang tua saya tidak menyetujui calon saya karena alasan yang tidak jelas.Orang tua saya hanya bilang bahwa saya sudah dijodohkan.Tapi saya sama sekali tidak mengenal siapa yang akan dijodohkan kepada saya.Bagaimana saya harus meyakinkan orang tua saya ustadz?saya ingin menikah,saya selalu berdoa kepada ALLAH agar saya diberi keyakinan.Ustadz adakah saya sebagai perempuan yang ingin menikah diberi kebebasan untuk memilih siapa yang terbaik untuk saya?
saya butuh jawaban ustadz
bagaimana saya bisa meyakinkan orang tua saya untuk menikah
terima kasih ustadz
assalamualaikum

Wa’alaykum salam, Dik Sari Amelia.

Saya mendukung keinginanmu untuk menikah. Ya, perempuan yang ingin menikah diberi kebebasan untuk memilih siapa yang terbaik untuknya, tetapi dengan mempertimbangkan keridhaan orangtua (atau wali). Untuk meyakinkan orangtuamu, mintalah bantuan ustadz terdekat atau orang lain yang disegani oleh orangtuamu. Biarlah orang yang disegani itu menyampaikan pandangan Islam dalam hal ini. (Lihat penjelasan Muhammad Rasyid Ridha, “Kebebasan Perempuan dalam Menikah dan Menentukan Pasangan Hidupnya”, dalam Walau Bukan Siti Nurbaya.)

Selain itu, kalau alasan orangtua kurang jelas, ya periksalah supaya lebih jelas! Cari tahulah, tipe calon menantu yang bagaimanakah yang dikehendaki oleh orangtuamu! Terapkan prinsip “pahami dulu sebelum mengharap dipahami”.

Wassalam,
M Shodiq Mustika

Ass.ustad ana punya masalah dperasaan ana.saat ini ana menyukai seorang ikhwan yang belum pernah bertemu.komunikasi kami melalu tlp dn sms saja.dia orgnya baik,sopan dan aktivis partai islam.knp perasaan ana slalu memikirkan dia? apkh ana harus melupakannya?

Wa’alaykum salam. Di samping melalui media, sebaiknya ukhti bertatap muka dengannya, tentu saja dengan tetap menjaga adab. Dari situ bisa kita periksa, apakah perasaan ukhti itu semakin mendalam ataukah memudar, apakah dia juga terlihat menaruh hati pada ukhti ataukah tidak, dst.

Assalamu’alaikum

pak ustadz saya mau tanya bagaimana cara mengatasi bosan pada pasangan kami sudah lama pacaran cuma sekarang kami ada sekit rasa jenuh, tapi saya sangat mencintai pasangan saya ustadz,
bagaiman jalan keluar yang terbaik untuk kami berdua ustadz.
terimakasih

wassalamu’alaikum,
Addy
anak Jakarta Asli Betawi

wa’alaykum salam
Untuk mengatasi rasa bosan, utamakan kualitas daripada kuantitas komunikasi. Tak perlu terlalu sering berkomunikasi. Seminggu atau dua minggu sekali mungkin sudah memadai. Saat berinteraksi, tak perlu lama-lama. Yang terpenting, isilah interaksi itu dengan hal-hal yang bermanfaat untuk masa depan kalian.

Assalamu’alakum

pak ustadz saya lagi bingung banget. saya baru putus sekitar 3 minggu dari pacar saya. dy ninggalin saya untuk memberi kesempatan kepada wanita lain untuk mengisi hatinya. sayang sekali waktu kita pacaran ada “kecelakaan” dan saya sudah tidak virgin lagi. saya sekarang sudah trauma pacaran karena disakiti dan dikecewakan seperti ini. padahal dahulu pacar saya seorang yang bertanggungjawab tapi sekarang dy malah lari dari masalah dan meninggalkan saya dengan setumpuk masalah. saya ingin tanya apakah saya harus jujur mengenai virginitas saya apabila suatu hari nanti saya melakukan ta’aruf? saya hanya takut tidak ada orang yang mau menerima saya apa adanya dengan kondisi seperti ini

Wasslm.

wa’alaykum salam

sebenarnya, tdk sedikit orang yang mau menerima apa adanya
namun kalau takut, tak perlu membuka aib
kalau ditanyai oleh lelaki yg hendak lamar dirimu,
tanyakan balik kepadanya, “apakah virginitas itu masalah prinsip bagimu?”
kalau jawabannya “ya”, cari aja yg lain

yg penting, bertaubatlah dengan sebenar-benar taubat
bertaubat menjadikan siapa pun menjadi baik kembali
dan orang yang baik itu sepantasnya berjodoh dengan yg baik pula

wassalam

ass.hi,,ustadz!!!how are you???ogenki desu ka???kay fa haluka????saya mw jd tmn’y ustadz nh,,ga pa2 kan???!!!hbs saya pgn punya tmn yg bs ngebimbing saya dlm agama,,,syukran ya ustadz,,thx a lot,,,arigatou gozaimasu,,,dudu bye2 ustadz,,,…..

wa’alaykum salam,
ttg kabarku, liat tuh http://muhshodiq.wordpress.com/2007/09/03/akan-mati-24-jam-lagi/
boleh qta tmnn, dah ku add di FriendSter; mo lewat e-mail juga boleh

assalammualaikum…. saya upi 20taon

sdh sjk 1th yang lalu saya menyukai laki2 yang menurut saya dy adalah laki2 yang sholeh… dy tahu perasaan saya, tapi saya ragu dg perasaan nya dan sekalipun tak pernah saling sapa apalagi mengobrol. . pernaha suatu ketika saya memergoki dy sedang memandang saya,kejadian itu sudah lbh dari2x,, kmdian saya bertanya pd shbtnya apakah dy jg menyukai saya,, dan shbtnya bilang dy jg menyukai saya tapi tdk maw berpacaran,dan hanya maw lgsg menikah..saat itu hati saya lgs runtuh seketika,,, memang apa yg dmaksud dg pacaran?sdg menrut pqran saya pacaran [yg islami] itu adl jalan utk saling mengenal lbh dkt tanpa saling berbuat yang dilarang agama,,, apakah seorg muslim yang baik tidak blh berpacaran?

Jawaban M Shodiq Mustika ada di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/10/konsultasi-bila-dia-nggak-mau-pacaran/

Saya punya seorang sahabat pena,dia cewek dan aku dah tahu gimana wajahnya.jujur aku suka padanya tapi dia dah punya cowok.
apakah saya salah jika aku mencintainya?apakah boleh jika aku nyatakan cintaku padanya?

Bila si dia sudah punya pacar, kau boleh tetap mencintainya setulus-tulusnya. Namun, janganlah kau nyatakan cintamu kepadanya, kecuali bila pacarnya mengizinkan atau bila hubungan percintaan mereka telah terputus. Sebab, pernyataan cinta biasanya dipahami sebagai penawaran hubungan cinta. Sedangkan Ibnu Umar r.a. berkata, “Nabi saw. melarang kamu menawarkan sesuatu yang sedang ditawarkan oleh orang lain ….” (HR Bukhari & Muslim)

—Pacaran Sesuai Ajaran Islam “Selama ini ada beberapa macam pendapat tentang pacaran dalam sudut pandang Islam. Yang ingin saya tanyakan adalah sebenarnya menurut Islam pacaran itu boleh enggak?” (Jawaban Dewan Asatidz PesantrenVirtual.com ada di sini.)—

pak, gimana nih, ternyata di link itu banyak hal2 yang berlawanan dengan prinsip bapak?

Bukan berlawanan, melainkan berbeda pendapat. Karena perkara pacaran ini berada di wilayah ijtihad, perbedaan pendapat itu wajar-wajar saja. Dewan Asatidz menerima perbedaan tersebut, sehingga pacaran islami pun diterima.

saya mau tanya, kan rasul saw bersabda, “nikahilah perempuan karena agamanya”. nah, sedangkan kekasih saya yg sekarang tingkat ketakwaannya biasa saja, walaupun tidak buruk juga. bagaimana sebaiknya pak?

Islam adalah proses. Iman kita bisa naik, bisa turun.
Mantan pelacur lebih islami daripada mantan ulama.
Orang awam yang mau didakwahi lebih islami daripada “ahli agama” yang tak mau didakwahi.
Nah, bisa ambil kesimpulan sendiri, ‘kan?

Khok yang cari istri kedua belum dimunculkan. Adakah yang siap jadi istri ke dua? Penting nihhh?

Tanggapan Admin:
Idealnya, itu juga kita bahas. Namun, lantraran berbagai keterbatasan, kami belum mengangkat persoalan ini.

pak maaf sekali saya ingin menanyakan sesuatu yg tidak ada hubungannya dgn pacaran islami.

1. apakah sunat dan sunnah itu sama? karena menurut pengetahuan saya, sunat adalah salah satu hukum dalam mengerjakan ibadah, sedangkan sunnah adalah perbuatan nabi saw yang patut/harus dicontoh.

2. bagaimana hukum mengikuti sunnah rasul? karena ada hadits yang mengatakan apabila tidak mengikuti sunnah beliau maka bukan golongan beliau.

terima kasih

1. sunat yang kau maksud berarti sunnah pula; sunnah itu merupakan hukum, bisa pula merupakan “kebiasaan” (Nabi); sunnah Nabi biasanya sebaiknya diikuti, tetapi tidak harus.

2. sunnah Nabi itu beraneka-macam; pada umumnya sebaiknya kita ikuti, tapi ada sunnah Nabi yang tidak wajib kita ikuti, bahkan terlarang, seperti beristri sampai 9 orang.

NB: Lain kali, kalau temanya bukan pacaran islami, silakan konsultasi melalui http://muhshodiq.wordpress.com

Assalaamu’alaikum
Ana (Ikhwan) 20 tahun cinta ma seseorang, kami telah saling mencintai selama -+7 bulan, cinta itu ana yang memulainya. tapi… niat baik ana itu (rencana pernikahan) ditanggapi buruk ma orang lain. mereka mengatakan kalau ana kena guna-guna ’sihir’! padahal ana tidak merasa demikian. ana sholat, ana baca al-Quran, bahkan ana sendiri yang mengajarkan si’dia’ tajwid dan ngaji. sampai2 kamipun berlomba-lomba dalam ramadhan ini tuk menkhatam al-Quran.
ana puasa, dan semuanya biasa-biasa saja. namun satu hal
yang tidak ana mengerti kenapa mereka mengatakan kalau ana kena sihir oleh si’dia’. semuanya murni dari hati ana… :(
sekarang ana lagi bingung, gimana cara menyelesaikan masalah ini, dan memahamkan ma mereka bahwa ana tidak kena sihir…?? selain itu ana juga mau tanya:
1. gimana ciri2 orang yang jatuh hati karena sihir?
2. apa hukumnya mencaplok jelek penduduk sebuah negeri hanya karena melihat kepada 2-3 orang diantara mereka? bukankah itu fitnah yang sangat besar dan banyak?? (semoga mengerti)
terima kasih

jazakumullah
wassalam

bagaimana menurut bapak hukum melihat rambut wanita tanpa syahwat? karena di indonesia mayoritas wanita tidak berjilbab, sehingga melihatnya pun tidak bisa dihindari.

tidak bisa dihindari berarti tergolong darurat, jadi nggak pa pa

Assalaamu’alaikum Wr. Wb
Barakallahu fikum

Ana cowok punya pacar, dah 6 bulan cinta kasih kami saling berlabuh. selama itu ana tidak pernah “ngapa2in” ma dia, palagi berz**a. tapi sayang, ia bukan seorang akhwat. ia cuma gadis yang berjilbab biasa. tapi ana udah mengajarinya beberapa hal, alhamdulillah ia telah banyak berubah. walaupun kriteria seorang akhwat belum ia dapat (pake stocking, jilbab dalam, dan pakaian dalam dan longgar). namun aku bersyukur telah mendapat seorang seperti dia, dan masalahnya sekarang:
Majikan tempat ana bekerja tidak suka dia, maunya mereka ana jadian ma seorang akhwat, karena ana seorang mutarabbi.. tapi ana nggak ‘banting stir’ ana tetap lanjut… sampai mereka habis pikir dan telah membuat ‘makar’ pada cinta kami.
selama pacaran ana belum begitu PDKT ma ortunya, karena kendala izin dari majikan. sedangkan ortu ana juga tidak mengetahui kalau ana sekarang lagi pacaran. tapi ana ada maksud tuk kasi tahu, usai lebaran nanti.
rencananya tahun depan ana mo khitbah, tapi…. masalahnya muncul…
“ana lagi dirantau (tidak sama orang tua), ana sendiri saja hidup bersama majikan (mreka yang kasi ana ‘makan’), mereka bilang kalau ana adalah tanggung jawab mereka. tapi mereka terlalu mengawasi ana, hingga urusan cinta dan hati ana sekalipun dicampurinya. Pertanyaan 1: Apa benar sikap ana memandang bahwa mereka tidak seharusnya mencampuri urusan (cinta) ana ini??. Syukurlah ana punya sedikit ilmu agama dan hadist2. semua yang ana dapati dan pahami dengan benar (insyaAllah) ana lontarkan untuk menjawab tanya2 dan sifat benci mereka dengan ‘pacaran’ ana. karena ana yakin bahwa ana tidak akan pernah mendekati zina itu palagi benar2 berzina!.
Bersikeras ana dengan cinta ana, fitnahpun muncul…
‘orang minang tidak layak kawin ma orang k*****i’ kata mereka. (kebetulan ana minang) ana cuek saja, habis pikir mereka menyindir didepan murabbi ana. (syukurlah murabbinya masi bujangan dan masi mengerti dengan perasaan cinta… :-p). lanjut perjalanan… mereka kasi tahu diam2 ma ortu ana bahwa:
ana diguna-guna (disihir) oleh si’dia’. Pak, ana takut jika fitnah ini termakan oleh ortu ana dan sampai didengar oleh ortu si’dia’. ana nggak tau apa jadinya… sekarang masi aman2 aja.. kami berusaha saling memahami… dan sedikit lega dengan blog ini (ana tidak sndirian).
pertanyaan 2: Pa tindakan majikan ana tu benar??? karena mereka menganggap semua orang k*****i itu tidak baik.
pertanyaan 3: Pa tanda2nya ‘cinta’ karena guna2 (sihir)???
Pertanyaan 4: Tindakan/sikap seprti apa yang ana perlukan tuk menerima dan menghadapi semua ini?

tu ja dulu, ntar tambah kepanjangan..+membingungkan. Pak Shodiqi pasti bosan bacanya…. gpp kan? Makasi tas bantuannya dapat curhat disini.
Salam Jihad!!
Jazakumullah

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

wa’alaykum salam

Kasus akhi menarik sekali. Pak Shodiq jadi berencana membuat artikel jawaban atas pertanyaan akhi itu. Sabar, ya! Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar.

salam jihad

pak shodiq kan pernah bilang, pacaran islami jatuh di wilayah ijtihad. nah, yang mau saya tanyakan, apakah semua muslim boleh melakukan ijtihad? atau khusus yang ilmui agama-nya sudah matang?

secara garis besarnya, ijtihad itu dua macam: [1] menetapkan hukum, dan [2] menerapkan ijtihad penetapan hukum. Untuk menetapkan hukum pacaran, syaratnya ilmu agamanya “sudah matang”. Sedangkan untuk penerapannya, setiap muslim yang memiliki keahlian yang relevan bisa berijtihad menurut keahliannya itu.

assalamu’alaikum pak,,
kok id bapak di multiply TEWAS,,???
buat lagi ya pak,, supaya diskusinya berlanjut,,
atau gak lewat e-mail saja,,
pengikut anda sepertinya pada pinter2,,
saya mau langsung sama gurunya aja ahh :P,,

Jawaban Admin:
Tegoeh sudah pernah menanyakannya dan Pak Shodiq sudah menanggapinya. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/#comment-952

assalamu’alaikum wr wb

wah, ternyata konsultasinya makin rame aja ya pak…mo ikut mencicipi juga nih.hehehe..

pak shodik, saya mempunyai masalah yang cukup pelik, tapi bingung dengan pemecahanya. Ceritanya berawal dari kedekatan saya dengan seorang akhwat, yang hari demi hari semakin saja kedekatanya. Saya menganggapnya sebagai teman biasa, dan mengetahui apabila sang akhwat tersebut mengharapkan lebih dari saya. Sebagai contoh , dia seringkali membicarakan dengan saya bagaimana nanti setelah kami menikah dan sebagainya. Keluarga kami berdua juga sudah sangat dekat sekali, kedekatan ini terjadi sebelum kami berdua menjalin hubungan.
Saya sendiri, jujur saja tidak mencntai akhwat tersebut sepenuh hati, dan ada akhwat lain di hati saya. Tapi saya sungguh tidak punya nyali untuk mengatakanya terus terang, karena ada perasahan ketidak tegaan yg sangat dahsyat. Terkadang saya pasrah saja dengan keadaan ini, dan berkata pd diri saya sendiri mungkin dia lah jodoh saya. Tapi di sisi lain ada perasaan sangat mengganggu yg tidak bisa saya jel;askan dengan kata2. Umur kami berdua sudah sangat dewasa dan memang sudah saatnya menikah. Sehingga saya tahu persis harapan dia ke saya. Harapan kedua orang tua akhwat tersebut juga sangat besar kepada saya, dan keluarga kami memang sudah sangat dekat. Kedua orang tua saya tahunya kami berdua saling mencintai dan dah sepakat menikah. Saya benar2 merasa ter”perangkap” dan tidak bissa keluar lagi. Saat ini mungkin apabila saya menuruti kemauan saya, saya akan berterus terang pada akhwat tersebut, tapi lagi2 saya merasa itu bukan diri saya, dan saya bener2 tidak tega untuk mengatakanya. Akhwat ini mungkin dimata orang lain mungkin sangat sempurna, baik fisik maupun agama. Tapi kembali lagi, hati saya tidak berkata demikian, saya tidak tahu mengapa. karena sepertinya saya merasa ada saja akhwat lain tersebut di hati saya.
Saya bener dalam persimpangan pak Shodik dan saya mohon bimbingan, apa yang harus saya lakukan sebagai muslim sejatti dalam keadaan seperti ini, saya selalu pasrah kepada Allah atas apa yang Ia berikan. Terima kasih sebelumnya atas jawabanya pak.

wasalam.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Wa’alaykum salam wr wb.
Rasa “tidak tega” itu merupakan bagian dari rasa cinta. Walau belum mendalam, kelak rasa cintamu padanya bisa meningkat. Karena itu, dalam pandangan kami, jalan persimpanganmu ini menuju ke sesuatu yang sama enaknya. Menikah dengannya tidak salah; menikah dengan akhwat lain yang lebih kau cintai pun tidak salah. Menurut kami, yang terpenting bukanlah persoalan siapa yang paling kau cintai, melainkan siapakah yang dengannya kau akan menjalani kehidupan yang terbaik. Untuk lebih meyakini mana yang lebih baik, silakan lakukan istikharah.
Wassalam.

Assalamu’alaikum.

Ana mau cerita sedikit Ustadz, dulu ana pernah menyukai seorang ikhwan,tapi dia sangat cuek, bahkan dia tidak pernah mengucapkan satu katapun kepada ana,ana pikir si Ikhwan tsb tdk menganggap ana sbgai apapun dan akhirnya ana memutuskan u/ melupakannya, namun disaat ana hampir benar- benar melupakannya, dia mulai menyukai dan mendekati ana, sekarang apa yang harus ana lakukan?

pak, saya mempunyai seorang pacar yang tidak berjilbab. saya selama ini selalu berusaha untuk tidak melihat auratnya yang terbuka seperti rambut dan kaki tiap kali bertemu dengannya. tapi lama2 saya sadar bahwa itu adalah mustahil. pasti sekali-dua kali saya secara tidak sengaja melihat ke arah rambutnya. atau, jika saya memandang wajahnya pun, otomatis terlihat, walaupun tidak secara langsung. saya sudah membujuknya untuk berjilbab, tapi dia belum mau kalau harus sekarang. bagaimana sebaiknya pak? saya sempat berpikir untuk putus dengannya.
oh ya, terima kasih sebelumnya.

@ Zahra

wa ’alaikum salaam…

Alhamdulillaah, ukhti pernah menyukai ikhwan.
Alhamdulillaah, kini si ikhwan mulai menyukai dan mendekati ukhti.
Kalau benih lama masih bisa tumbuh subur, silakan membudidayakan.
Semoga Allah SWT memberkahi kalian. Aamiin.

@ hamba allah

Terlihat atau melihat secara tidak sengaja itu nggak apa-apa. Kau mampu menahan gejolak birahi bila muncul, bukan?

Masa pacaran adalah masa yang bagus untuk saling memahami dan saling menerima kelemahan sang pacar. Jadi, tidak perlu putus hubungan hanya gara-gara dia belum bersedia berjilbab. Kelak bila hidayah Allah sudah sampai padanya, tentu dia akan berjilbab walau tidak kau minta.

saya menyukai seorang cewek.tapi saya tak berani menyatakan padanya.karena hal tersebut saya selalu memikirkanya dan sering melamun.apakah jika sering memikirkannya adalah sebuah dosa? dan apa yang harus saya lakukan agar tidak selalu memikirkan dia terus?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Ferry,
Dalam pandangan kami, dosa-tidaknya itu tergantung pada apa yang kau lamunkan/pikirkan. Jika kau memikirkan bagaimana berzina dengannya, maka itu berdosa karena tergolong “zina hati”.
Supaya kau tidak selalu memikirkan si dia, lakukanlah aktivitas yang menuntut konsentrasi tinggi. Misalnya: berdiskusi secara serius/ilmiah mengenai topik-topik yang kau sukai.

assalamualikum Ustadz

Langsung sajalah, begini ustadz saya suka sama gadis(ukhti) orangnya manis, ramah, berpengertian, santun dan bijak beliaupun tak pernah menyakiti akan hati saya ustadz .Yang menjadi masalah saya tak berani untuk mencintainya karena saya merasa orang yang serba kekurangan dari berbagia segi ustadz
1.Penampilan saya yang pas pasan
2.Saya orang yang kurang bisa bergaul Alias Katrok
3.Minimnya pengalaman dalam pacaran mungkin karena selama ini saya belum pernah pacaran dan baru kali ini saya bener bener digandrungi oleh seorang Ukthi
mungkin hanya itu Ustadz
bagaimana sikap saya Ustadz

Wasalam

Jawaban M Shodiq Mustika:

Wa’alaykum salam… Aku juga langsung njawab aja ya!

1. Penampilan bukanlah 100% bakat, tentu bisa kau perbaiki. Dikit2 lama2 jadi bukit.

2. Katrok itu juga bukan bawaan sejak lahir. Jadi, kau pasti bisa memperbaikinya pula. Nggak harus sempurna. Sekedar nggak malu2in aja mungkin udah memadai.

3. Yang penting, ambillah hikmah dari apa yang telah kau alami dan kau saksikan.

Yang terpenting, bersyukurlah bahwa Allah telah mengaruniai nikmat cinta ini. Syukurilah dengan lebih bertaqwa. Bila kau bersyukur, tentu nikmatmu kian bertambah.

Wassalam.

assalamu’alaikum pa ustad,,
saya seorang muslimah..saya ingin bercerita tentang masalah “cinta”.
saya mempunyai teman laki2. dia adalah kawan sy swaktu sy SMP. sejak smp, sy mrasakan sesuatu yg aneh dgn dia (sy mrasa dia suka dgn saya).Dan hal itu terbukti stelah sy SMA (kls 3 tpatnya).
kmudian hubungan kami smakin dekat, dy sering telpn2n, smsn, dan dia mnyatakan prasaannya saat sy SMA. hingga kini sy kuliah smester3, dia masih terus mndkati sy, dia berkata bahwa ingin menikahi saya dan tidak mw kehilangan saya. saya juga pernah m’ungkapkan prasaan saya ke dia. dan akhirnya kami jadian.
kami pernah pergi ber2, akan tetapi sy tetap menjaga batas antara qita. dia pun juga sama, meskipun dia pernah menyentuh tangan saya (bukan memegang).
sy tw dlm islam tdk blh pacaran, namun, apa yang harus sy lakukan?
ini sangat tidak mungkin bagi saya untuk menikah muda.
sy mrasa dia serius dengan saya.
mhon pendapatnya ustad,,
barang kali ada jalan yang dapat membuka fikiran ana.
syukron ustad

Tanggapan Admin:
Tunggu ‘bentar ya! Insya’Allah Pak Shodiq akan jawab tak lama lagi.
…………..
Nah, sekarang jawabannya bisa disimak di http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/08/kalau-memang-serius-menjalin-hubungan/

Assalamualaikum wr.wb
Maaf pak Ustad, saya mau tanya…
Bagaimana sih mengatasi bapak yang doyan kawin sementara aku sebagai anak sering sekali menjadi korban atas perlakuan bapak aku sendiri.
mohon jawaban, muda-mudahan dengan jawaban dari bapak.
aku tidak berdosa lagi kepada orang tua aku sendiri

aku sering melamunkan seorang cewek yang selama ini aku sukai.lamunan itu berupa betapa cantiknya dia,betapa pintarnya dia,betapa baik dan ramahnya dia.dan bila sudah begitu aku ingin sekali bertemu denganya.apakah pemikiran seperti itu adalah sebuah dosa? apakah baik jika aku sering melakukan itu?

ass..wr.wb

saya ingin bertanya tentang hubungan saya dengan dy…

sudah 2 bulan saya PDKT dengan seorang cewek yang umur nya dibawah saya ( 23 : 19 )
selama 1 bln pertama kita sering sms or tlp2 an..dan untuk belakangan ini komunikasi agak sulit…
mengingat saya kerja / kuliah…..dan dy juga sekolah…

selama itu pula saya berhasil membangun komunikasi yang baik dengan (orangtuanya,,kakak,,bahkan pembantunya).

menurut cerita dr org terdekatnya..dy masi mengharapkan seseorang…sehingga timbul ilfil kepada saya…yang menyebabkan susahnya berkomunikasi dengan dy ( baik sms or tlp bahkan bertemu dengannya ).

- apa yang harus saya lakukan untuk bz mendapatkan dy….?
(saya serius membangun hubungan dengan dy)

- bagaimana cara/langkah2 nya….agar saya tidak salah dalam melangkah..?

@ ferry

Apabila lamunanmu hanyalah sebatas itu, maka dalam pandangan kami, itu tidak berdosa. (Yang tergolong “zina hati” adalah “mengharap-harap kesempatan untuk berzina”.) Akan tetapi, terlalu sering melamun begitu itu mengandung risiko tinggi. Cintamu kepadanya bisa terlalu mendalam sebelum waktunya.

Supaya tidak terlalu tertekan lantaran mendalamnya rasa cinta, kau bisa menggunakan “rumus fisika” bahwa tekanan itu berbanding terbalik dengan luas bidang yang tertekan. Paku yang tumpul tidak akan terlalu menekan/menyakitkan bila dibandingkan dengan paku yang tajam. Artinya, kau perlu mengurangi fokus, baik dalam perasaan/pikiran maupun tindakan.

Caranya: Jangan terlalu menaruh perhatian pada seorang lawan-jenis tertentu, tetapi taruhlah perhatian pada –katakanlah– puluhan lawan-jenis. Bila membaca buku, jangan cuman novel cinta melulu, tapi variasikanlah dengan bacaan lain yang sedikit-banyak jauh dari cinta. Begitu pula mengenai mendengar musik, menonton televisi, mengobrol dengan teman, dsb. Kata kuncinya: variasikanlah!

@ arief

wa’alaykum salam wr. wb.

sudah 2 bulan saya PDKT dengan seorang cewek yang umur nya dibawah saya ( 23 : 19 )

Dalam segi umur, itu sudah bagus dan cukup ideal. Yang perlu kau perhatikan, PDKT itu barulah pemenuhan syarat pertama untuk tumbuhnya cinta. Untuk syarat lainnya, lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/11/19/tiga-syarat-utama-tumbuhnya-cinta-romantis/

selama 1 bln pertama kita sering sms or tlp2 an..dan untuk belakangan ini komunikasi agak sulit…
mengingat saya kerja / kuliah…..dan dy juga sekolah…

Memang, komunikasi itu perlu. Kalau sampai 2-3 bulan tiada komunikasi sama sekali, bisa-bisa dia mengira kau sudah tidak menaruh perhatian lagi kepada si dia.

Akan tetapi, kalian juga tidak harus berkomunikasi setiap hari. Seminggu dua kali mungkin sudah memadai. Sekali untuk sekedar “say hallo”, satunya lagi untuk pembicaraan yang lebih serius. Perkecualian mungkin bisa diberlakukan ketika dia menghadapi tes atau urusan penting lainnya. Kau bisa “berpamitan” kepadanya, misalnya: “Sampai kau selesai tes bulan depan, mungkin aku tidak menghubungimu. Aku takut mengganggumu. Tapi kalau kau butuh bantuanku, jangan sungkan2 menghubungiku, Insya’Allah aku selalu siap sedia.”

selama itu pula saya berhasil membangun komunikasi yang baik dengan (orangtuanya,,kakak,,bahkan pembantunya).

Bagus. Itu modal yang berharga. Teruslah pertahankan komunikasi sebaik itu.

menurut cerita dr org terdekatnya..dy masi mengharapkan seseorang…sehingga timbul ilfil kepada saya…yang menyebabkan susahnya berkomunikasi dengan dy ( baik sms or tlp bahkan bertemu dengannya ).

Cintailah dia setulus-tulusnya. Kalau memang tulus, kami yakin kau pasti akan mendapatkan yang terbaik –dengan izin Allah. Untuk memperlancar komunikasi, mintalah bantuan orang-orang dekatnya. Sesekali sekedar titip salam kepadanya pun sudah sangat bermakna.

Yang penting, tetaplah menunjukkan keseriusan, tetapi jangan terlalu agresif. Mungkin penyebab utama dia ilfil kepadamu itu adalah terlalu agresifnya dirimu, sehingga dia menjadi takut. Kalau pun dia masih mengharap orang lain, tetap saja dia masih akan membuka sedikit-banyak pintu untukmu, kecuali bila dia sudah benar-benar mendapatkan seseorang tersebut.

Selamat berjuang! Semoga Allah memberkahi perjuanganmu ini. (Aamiin.)

sebelumnya saya mau minta maaf kalau saya terlalu sering konsultasi di blog ini.saya memang sering banyak masalah dan hanya di blog ini saya bisa mencurahkan isi hatiku.masalah saya kali ini ,saya mengikuti kegiatan seni bela diri,pelatih yang melatih saya kini dikeluarkan krena telah banyak melakukan kebohongan.dengan bukti yang kuat dan alasan yang tepat beliau di keluarkan dan akhirnya mendirikan padepokan baru.sekarang saya bingung saya harus ikut mana.jika mengikuti fakta yg ada saya akan ikut perguruan yang lama.tapi sebenarnya hati kecil saya ingin mengikuti pelatih saya karana saya mulai dekat denganya.sekarang saya bingung. mohon diberi saran dan petunjuk

@ ferry

Hati kecil ingin ikuti pelatih, tapi hati besar kan nuntut ikut perguruan lama. Ya ikut aja perguruan lama.

Kalau memang pelatih sudah sering bohong, ya jangan terlalu dekat sama dia lagi. Dekati orang lain yang lebih jujur!

sory nih konsultasi lagi.saya dah nyatain perasaan cintaku padanya tapi dia menjawab”aku nggak nganggep kamu pacarku,tapi kalo kamu nganggep aku pacarmu nggak papa”aku bingung apa maksudnya?

dilamar saja bagemana, mas ferry?

@ ferry

Kemungkinan besar, dia sedang menguji ketulusan dan/atau keseriusanmu dalam mencintainya.

Bersabarlah lagi, ya!

ungkapkan cinta melalui perbuatan. :)

Assalamualaikum Wr.Wb
pak ustad yang diRahmati Allah, perkenalkan saya remaja 18 Tahun.ada beberapa hal yang perlu saya tanyakan ke pak ustad seputar pacaran yang dimana dizaman sekarang ini kayaknya sudah menjadi kewajiban buat anak muda.bahkan remaja islami kini pun sudah banyak yang melakukannya.
1.apakah boleh kita jalan ber2an dengan maksud sebagai langkah perkenalan untuk mengetahui pribadi masing- masing
2.apakah pacaran itu sama dengan zina
3.trus selain jalan istikhoro apakah ada jalan lain untuk mementapkan hati memilih seseorang
4.apakah perhitungan untuk jodoh itu termasuk musrik
5.apakah menolak perjodohan yang dilakukan oleh orang tua itu dosa
mohon dengan sangat pak ustad menjawab pertanyaan saya.semoga kita selalu dalam lindungan Allah. Amin…. jazakillah

Jawaban M Shodiq Mustika:

wa’alaykum salam wr. wb.

1. boleh jalan berduaan asalkan terawasi, sehingga tidak mungkin berzina.

2. pacaran itu tidak identik dengan “mendekati zina”, apalagi zina. Lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/03/ciuman-dengan-pacar/

3. istikharah sudah cukup; kalau masih belum mantap, lakukan istikharah lagi!

4. dalam pandangan saya, “perhitungan untuk jodoh” sangat dekat dengan syirik, bahkan sudah mengandung sedikit-banyak syirik.

5. menolak perjodohan oleh orangtua tidak berdosa. Yang berdosa adalah apabila disertai dengan meremehkan/melecehkan mereka. Jadi, kalau menolak, tolaklah secara baik-baik dengan tetap menaruh hormat kepada mereka.

Aamiin.

ass,,pak apa saya boleh konsul tasi tapi pribadi banget…
saya jujur…
tapi saya ingin ini hanya lewat email saja,,tanpa media lainnya.dan kalau memang bapak sanggup[ menjaga amanah saya, tolong jangan di beritahukan kepada manusia siapapun.
dan kalau bapak bersedia, tolong balas email saya,

saya tunggu.
syukran katsiran, jazakallah

Jawaban M Shodiq Mustika:

Ya, saya sanggup menjaga amanah. Saya takkan memberitahukan isi konsultasi kita kepada siapa pun apabila memang dikehendaki begitu. Silakan kirim email ke saya. Alamat email saya bisa dilihat di http://muhshodiq.wordpress.com/tentang/

emang masalah cinta nggak akan pernah pudar :)

salam kenal pak………………
saya sangat beruntung karena adanya konsultasi ini. Mungkin saya akan langsung saja ke permasalahan karena menurut saya masalahnya cukup berat. Apakah saya bermain2 dgn cinta atau ndak tapi itu yang saya rasakan. saya menyukai seorang cewek sejak smp yang juga adik kelas saya. Tapi saya menyembunyikan perasaan karena saya anggap hanya sekedar suka. Tapi setelah tamat saya selalu ingat sama dia. Puncaknya sewaktu sma dia satu sekolah dengan saya. Perasaan bercampur senang dan marah. Senang krn bisa lihat dia lagi dan marah karena teringat masa lalu. Sebenarnya sewaktu d sma itu saya mau mengatakan perasaan saya, tapi krn begitu byk cowok yang dekat sama dia saya jadi malu dan akhirnya tdk jadi. Saya coba utk mau dekat lagi eh taunya dia udah ada cowok. Terus terang sampai saya kuliah saat inipun hati saya masih terus mengharapkannya. Saya benar2 bingung krn kalau dikatan sudah terlambat dan kalau dibiarkan hati saya merana. Menurut bapak bagaimana cara mengatasinya? Apa pantas saya masih mengharap?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Salam kenal kembali.

Saya bisa memaklumi mengapa kau masih amat mengharapkan si dia. Terkadang, rasa penasaran memang justru semakin memperdalam rasa cinta.

Secara teoritis, tidak ada larangan untuk mengharap berjodoh dengan siapa pun yang bukan muhrim. Namun secara realistis, mengharapkan cinta si dia yang sudah menambatkan cinta ke orang lain mungkin lebih banyak ruginya. Ibaratnya seperti mengharap hadiah dari “undian berhadiah”. Kalau peluang “menang”-nya kecil sekali, ya berharapnya sebaiknya kecil juga. Kalau terlalu berharap, kau akan sering kecewa. Kalau begitu, kau sendiri yang rugi, ‘kan?

Mungkin kau akan butuh waktu lama untuk melupakan si dia. Tapi usahakanlah untuk membuka hati kepada kandidat-kandidat lain. Bagaimanapun, kalau memang berjodoh si dia tentu akan menjadi jodohmu walau kau sudah membuka hati kepada yang lain. Tapi kalau tidak berjodoh dengannya di dunia ini, silakan berharap berjodoh dengannya di akhirat.

Untuk cara “melupakan” si dia, lihat http://bersalatlah.wordpress.com/2007/01/28/14-salat-yang-pulihkan-luka-jiwa/ dan http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/17/cara-%e2%80%9cmelupakan%e2%80%9d-si-dia-2/

Demikian saran saya. Semoga Allah memberkahimu. (Amin.)

assalamualaikum wr wb

pak saya ingin minta saran sama bapak.begini pak cewe saya lagi bingung mengambil keputusan antara mantan dan saya karena si mantan minta rujuk kembali,cewe saya minta pendapat dari saya,kalau saya mau jawab takutnya saya slah ngomong,jujur aja kalau saya suruh nikah di dalam materi nya belum siap dan takutnya mengecawakannya.sayabingung mau jawab apa.kiranya bapak sudi mencarikan saran buat saya.terimakasih sebelum dan sesudah nya.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Assalamu’alaykum Dik Alie.

Persoalan yang kauungkapkan ini belum cukup jelas bagiku. Yang terutama, apa saja yang menjadi pertimbangan si dia dalam mengambil keputusan untuk memilih antara kau dan mantannya?

assalamualaikum wr.wb saya masih bingung dengan proses sebelum menikah, yang saya tahu prosesnya didahului dengan ta’aruf lalu khitbah lalu melamar dan akhirnya menikah. betul ga sih ? trus proses ta’aruf nya minimal berapa lama ? ana prnah suka ma seorang akhwat, tapi baru akan ta’aruf sekitar 2 tahun lagi. karena merasa belum mapan. tiba2 seorang ikhwan melamar akhwat yang saya suka, padahal orang tersebut jauh lebih tidak mapan daripada saya. dan karena ortu dari akhwat tersebut takut anaknya tidak dapat jodoh akhrnya lamarannya diterima dengan rencana menikah 5 TAHUN LAGI. Maaf ustadz apa yg harus saya lakukan ? mnurut sy ini tidak adil.

Jawaban M Shodiq Mustika:

Yang harus kau lakukan:

1) lupakan si akhwat; lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/06/17/cara-%e2%80%9cmelupakan%e2%80%9d-si-dia-2/

2) pahami apa yang sesungguhnya diinginkan cewek; lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/04/26/yang-sesungguhnya-diinginkan-cewekcowok/

3) ketika menyukai akhwat (atau cewek lain), lakukanlah pdkt; lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/05/08/konsultasi-cara-pdkt-ama-akhwat-aktivis/

hohoho….. pdkt akhwat ??????????
takut kebablasan pa ustadz,!! gimana dunk? seperti apakah akhwat yang baik ?? jawab ya pa please !!!!

Asalamualaikum,,…… aku punya pacar tapi sekarang dia sedang kena kasus sama polisi, kasusnya bahwa dia di pitnah teannya sendiri, kemarin aku nekat menjenguk dia di polres tapi setelah aku pulang dari sana aku malah diomelin ortu ku kata ortuku “ngapain kamu ngejar-ngejar laki-laki yang gak jelas” aku bingung aku mencintai dia aku juga menyayangi dia sebenarnya aku juga beci sama dia karena dia telah membohongi aku tapi aku tak bisa membohongi perasaan aku bahwa aku menyayangi dia sebutlah inisialnya D. ortuku bilang “dia gak ada harapan trus gak mungkin dia sampai dijebloskan kepenjara kalau dia gak melakukan kejahatan” aku dah coba jelaskan ma ortu ku tapi mereka gak mengerti, dan sekarang pertanyaanya apakah aku harus mempertahankan cintaku pada si D itu tapi tanpa restu ortu ataukah aku harus tinggalkan si D dan biarkan perasaan ini hancur? tolong bantu saya pak,

Jawaban M Shodiq Mustika:

Lakukanlah istikharah memohon petunjuk Allah. Saya yakin, perasaan Dik Luna takkan hancur seandainya memutus hubungan dengan si D. Mungkin ada rasa sakit, tapi lambat laun akan berkurang terus seiring dengan waktu.

bolehkah melamar orang yang sudah dilamar?

aku br ptus m cwo.tp dia mutusin aq tnp sebab & seminggu kemudian dia nanya m tman aq”lin c’ ka dag pny co lg lom”
nah eka mu nanya knp co itu nanyain ka soal itu??

Pak, seandainya aku menembak seorang laki-laki sejak tahun lalu tapi sampai sekarang aku tak pernah diberikan jawaban sama sekali padahal dulu aku sangat menghormati, mencintai dan sangat mengharapkan dia karena dia adalah seorang laki-laki yang sholeh yang pernah aku kenal tapi dia gak punya perasaan dan enggak nyadar kalau aku menunggu jawaban itu, pertanyaan saya apa salah jika saya yang menyatakan perasaan dan mengungkapkan isi hatiku terlebih dulu?

@ eka
Ada banyak kemungkinan. Mungkin dia merasa bersalah mutusin kamu. Mungkin juga masih ada perhatian dari dirinya kalau memang wataknya sering menaruh perhatian pada orang lain. Kalau kau mau tahu kenapa, coba tanya aja ke orang dekatnya.

@ Luna
Mengungkap isi hati lebih dahulu nggak salah, malah bagus. Kalau belum juga peroleh jawaban, tanyakan lagi aja! Kalau sampai tiga kali bertanya tak jua segera dapatkan jawaban, anggap saja jawabannya: ragu-ragu (enggan menerima, tapi juga enggan menolak). Kalau kau tak bisa menerima keragu-raguannya, ya cari aja yang lain, yang lebih tegas. Oke? Good luck.

mungkin bisa jadi gitu yaaa… soalnya saya juga pernah mencoba untuk mengkhitbah akhwat dari 1 organisasi sebut saja dari K_M_I tapi ditolak tanpa alasan, wah jadi sedih neh, masa’ pake cara Islami saja gak mempan, bahkan pernah teman saya berkomentar “kalo kamu dijaman nabi mungkin didukung, tapi kalo jaman kayak gini, kamu kelihatan konyol pren,…ibaratnya kamu itu pengin enaknya saja tanpa berusaha”, mungkin tips diatas perlu dicoba. KEEP FIGHTING! jangan kayak saya, yang jadi futur karena masalah sesepele itu.

pa, bagaimana cara untuk menghilangkan rasa resah dan gelisah yang berlebihan pada diri saya, karena saya lagi ada masalah tapi saya tak mampu untuk menyelesaikannya dan akhirnya saya selalu gelisah

Jawaban M Shodiq Mustika:

Sungguh, dengan mengingat Allah sajalah hati kita menjadi tenang. Kita gelisah mungkin karena kita terbebani oleh keharusan terpecahkannya masalah secepat-cepatnya. Ikhtiar menyelesaikan masalah memang bagus, malah harus. Namun, hasilnya kita serahkan saja kepada-Nya. Kita bertawakkal seusai berikhtiar. Dengan bertawakkal itulah hati kita menjadi tenang. Mungkin kita tidak seketika langsung menjadi tenang. Tapi percayalah, seiring dengan waktu, hati kita pasti menjadi tenang dan semakin tenang bila bertawakkal kepada-Nya.

apakah wajar jika kita menyukai wanita yang lebih tua?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Pasangan ideal adalah yang sekufu (seimbang) bila ditinjau dari berbagai segi. Dalam segi umur, yang sekufu adalah bila prianya lebih tua. Bila wanitanya lebih tua, sebaiknya ada segi lain yang “mengimbanginya” sehingga bila dirata-rata menjadi sekufu.

assalamualaikum,,,,, aku ingin menyambung pertanyaan aku tanggal 23. saya cudah coba shalat istikharah, malam hari dalam mimpiku aku melihat si D datang hanya sekedar ingin memetikan aku buah stowbery namun setelah itu dia pergi men jauh sudah coba ku panggil dan berteriak namun dia tetap melangkah dan menjauhi aku, apa arti dari mimpi saya itu pak?? kemarin abang saya memarahi saya dia bilang “kenapa kamu masih berhubngan bersama si D, aku gak suka kalau kamu masih berhubungan dengan si D” betapa merunduknya hati saya waktu itu padahal saya masih berhubungan dengan si D karena saya ingin membantu si D diwaktu ada kesulitan masa diwaktu senang kita adalah pasangan dia tapi waktu dia susah kita tak kenal, aku gak mau jadi wanita yang ingin senangnya saja tapi aku ingin membantu diwaktu dia susah, apa salah jika saya mengambil keputusan itu pak? saya ingin sekali menjelaskan permasalahan yang dihadapi si D tapi mereka tak mau mengerti saya ingin katakan bahwa si D itu hanya di pitnah temannya sendiri, tapi ada tanggapan dari teman saya dia mengatakan tidak akan ada asap bila tidak ada api, saya mengerti tentang itu, pak tolong berikan jawaban itu kepadaku biar aku bisa mengambil keputusan yang terbaik…..

@ss…
apakah, kita dapat menolak permintaan, misal ” pegangan tangan ” seorang ikhwan??? bagaimana caranya supaya tdk menyinggung perasaan ikhwan tersebut + tidak membuat dia berpikiran kita so’ alim…..?
Wass

@ss………
pak, maap sebelumnya saya mau minta saran, sdh hampir 1 tahun saya dekat dgn dia, kita sdh dekat & punya rencana untuk menikah. tetapi ada beberapa faktor penghambat untuk bs mewujudkan niat menikah ini ,( pekerjaan dia, usia saya ). apa yang hrs saya lakukan untuk mengisi waktu sblm niat ini terwujud. saya sdh berusaha mencoba u/ tdk terlalu dekat ( pegangan tangan, meluk ) dgn nya, klo seperti ini saya takut. kadang saya berpikir ” klo jodoh g akan ke mana “, saya pernah mnt putus tp dia tdk mau.ok, kita jalani lagi tapi sdh sering sekali kejadian ini terus2an berulang. hal yang sama saya mnt putus tapi dia tetap tdk mau. Pernah saya bilang klo mau tetap jalan saya tdk mau di sentuh. Iya ‘ katanya tapi tetap saja pegangan tangan…. ! Ustad, saya selalu resah, bingung, takut ….. apa yang harus saya lakukan, supaya kami betul2 bisa kembali ke jalan yang lurus. saya juga menyanyanginya, saya tdk mau dengan kita putus dia akan seperti dulu lagi ( jalan yg salah ) makasih sebelumnya…. pak ustad…Wass

@ Luna & ya-he
Perlu waktu untuk menjawab pertanyaan kalian. Tunggu ya!

assalamu’alaikum pak nyambung lagi ni pertannyaanku, tadi malam saya mimpi lagi saya bermimpi si D melepaskan kalung kesayangannya padahal dulu aku minta dia tuk melepaskan kalung tu dia malah marah sama saya, tapi kenapa saya mimpi seperti itu, apa artinya?saya selalu mencemaskan dia selalu teringat dia yang saya takutkan dia sakit cz aku dah lama gak pergi jengukin dia, saya minta doanya dari bapak dan kawan-kawan semua cz pada tanggal 26 ni mas D akan melangsungkan sidang yang pertama. maaf pak selama ini bapak saya jadikan tempat curhat soalnya teman-teman saya dah gak ada yang mengertiin keadaan saya malah mereka meminta saya tuk lepaskan si D.

Pak, mana jawabannya saya dah gak sabar menanti jawaban dari bapak cz masih banyak hal yang ingin saya tanyakan kepada bapak tapi saya menanti jawaban saya yang kemarin2, tolong yach pak ku tunggu jawabannya. terima kasih banyak

jawabannya insyaallah pekan depan

(anggap saja bahwa kesabaranmu dalam menunggu jawaban ini merupakan bagian dari “jawaban” atas persoalan ini)

asalamualaikum Wr.Wb
saya seorang gadis 24 tahun dan belum menikah,saya mau bertanya sesuatu yang sangat mengganggu hati saya.
apakah jodoh itu perlu di cari??
kalo “iya” bagaimana konsep mencari jodoh secara islami??
benarkah jodoh sudah ditetapkan oleh Allah tanpa bisa dirubah??
karena sekuat apapun saya berusaha untuk mencari jodoh selama ini,tapi selalu gagal,apakah saya tidak perlu berusaha lagi?? dan menunggu takdir dari Allah saja??
atas jawabannya saya sampaikan terima kasih banyak.

pertanyaan saya sama dengan mbak dewi

@ Luna
Jawabanku sudah kusampaikan di http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/23/konsultasi-ketika-si-dia-terpuruk-di-penjara/

@ ya_he
Jawabanku sudah kusampaikan di http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/23/konsultasi-cara-menolak-permintaan-si-dia/

@ Dewi & ferry

Seperti receki, jodoh itu perlu dicari. Penjelasannya insya’Allah kusampaikan pada pekan depan dalam bentuk artikel.

apakah hukumnya orang yang menikah tapi berbeda agama

Sebagian besar ulama mengharamkannya; sebagian kecil menghalalkannya. Lihat
http://alhijrah.cidensw.net/index.php?option=com_content&task=view&id=111&Itemid=1
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=224

ass pak
apa yang harus saya lakukan jika teman coQ minta suatu bukti cinta kmi dgn ciuman? saya tau it z**a tapi saya ga ingin liat dia menganiaya dirinya jika saya ga melakukan it.

Tanggapan M Shodiq Mustika:
Ciuman bukanlah bukti cinta. Siapa pun bisa berciuman tanpa cinta.
Untuk menolaknya, lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2008/02/23/konsultasi-cara-menolak-permintaan-si-dia/
Untuk bukti cinta, lihat http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/18/cara-praktis-mendeteksi-kesungguhan-cintanya/

Pk, aku bingung dengan hukum negara ini! oh iya kemarin sidangnya diundur dan sudah 2 kali diundur bahkan sekarang masih dalam penyelidikan. kemarin saya membesuk mas D dan dia kelihatan sehat semenjak dipindah ke M…….. dan kelihatan lebih tegar dari pada kemarin-2, aku juga bingung dengan sifat dia, ditengah2 masalah yang dia hadapai dia masih bisa bilang sayang, cinta dan tentang cinta bahkan dia melamar saya dihadapan Kknya dan dihadapan sipir penjaga aku jawab ya,,,, meskipun aku masih ragu, keraguanku bukan karena aku tak mencintai dia bahkan aku sangat mencintai dan menyayangi dia tapi yang aku takutkan adalah orangtuaku dan keluargaku aku bingung harus menjelaskan apa sama mereka, haruskan saya jelaskan sekarang ini tentang dia? ataukah menunggu masalah mas D selesai. karena selama ini saya membesuk dan menemui mas D itu secara diam-diam tanpa sepengetahuan keluarga, mas D meminta aku tuk sabar menunggu dia karena semua bukti2 mengarah pada dia jadi kemari aku dengar dia akan terkurung selama 3 tahun, dan pertanyaan pada diriku sendiri apa aku bisa menunggu dia begitu lama, satu hari saja aku tak bertemu dia rasanya aduh gak karuan deh… Pk, aku harus gimana? itu pertanyaanku sekarang

Dik Luna, aku ragu benarkah yang paling dia butuhkan saat ini adalah cinta asmara. Aku pun ragu apakah kau mampu menunggu selama tiga tahun dengan sebaik-baiknya.

Kusarankan, lakukanlah istikharah lagi dan lagi. Sementara itu, bacalah buku Istikharah Cinta. Lihat http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya sudah dilamar oleh ikhwan melalui mediator. Akan tetapi, saya belum untuk siap menikah, karena study kuliah saya. Sedangkan, banyak ikhwan lain yang datang untuk mengajak berta’aruf. Saya tolak dengan halus dengan alasan belum siap tadi. Lalu, saya sadar hati ini telah condong pada salah satunya. Pada awalnya kita komunikasi melalui mediator, lalu lama-kelamaan, komunikasi itu langsung terjadi dua arah. Tetapi, hanya sebatas lewat e-mail, Yahoo Messanger, dan SMS. Kami tidak pernah bertemu secara langsung meskipun sangat dimungkinkan. Jujur, hati ini tidak mampu untuk saya kuasai. Ingin rasanya menyegerakan menikah. Saya masih semester empat dan masih menunggu kira-kira dua tahun lagi. Sementara ihkwan tadi telah bekerja. Kendala yang saya hadapi ialah terkadang saya tidak konsisten dalam
memperlakukan ikhwan satu dengan yang lainnya. Harusnya saya bisa adil untuk tidak berkomitmen dulu, tapi perbincangan dengan ikhwan tadi sudah saling setia untuk menunggu waktu itu tiba. Lalu, perasaan ingin bertemu selalu hadir dalam perasaan ini. Apakah, sebaiknya saya menyegerakan menikah saja? Karena saya tekut untuk berzina hati terlalu lama. Afwan, semoga saya bisa mendapatkan balasan. Mohon dikirim ke e-mail saya. Syukron jazilan. Jazzakallah khair.

Ass…
P’ ustadz…. saya skrng sedang belajar untuk tdk terlalu sering ketemu, meskipun kami satu kantor. Saya usahakan pulang sama temen2 aja. tapi apakah tindakan saya ini adalah jalan terbaik untuk menghindari sesuatu yang tdk di inginkan? saya sblmnya sdh mnt ijin ma Dia, dia pun setuju karna klo dia menolak juga dia g akan bisa paksa saya untuk ketemu tiap hari ? apa yang bisa saya perbuat untuk meyakinkan dia klo ini adalah cara untuk kebaikan kami berdua. saya tdk mau dia melangkah k jalan yang salah hanya karna ada saya di sisi nya. sebelumnya makasih ya … p’ ustadz. Wass

Ass…

Ustad saya pengen konsultasi masalah pribadi..
Begini Ustad, saya sudah setahun lebih menjomblo. Karena terakhir saya pacaran, dia menghianati saya dan itu menimbulkan luka yang cukup dalam di hati saya. Memang tidak hanya sekali dua kali ada cowok yang memperlakukan saya demikian, tapi saya ingin ini menjadi yang terakhir. Saya sudah kecewa sedemikian rupa dengan makhluk yang bernama cowok itu. Selama setahun saya menjomblo beberapa kali ada cowok yang ‘menembak’ saya, tapi saya juga berkali-kali menolak cowok dengan alasan trauma. Sama juga ketika ada orang iseng yang SMS hanya ingin berkenalan dengan saya, rasanya saya malas sekali untuk membalas sms itu. Alasan lain mengapa saya memutuskan untuk tidak pacaran sementara yaitu karena kedua orang tua saya adalah penganut islam yang kuat mereka juga tidak mengijinkan saya jalan berdua sm cowok jika bukan hal yang sangat mendesak. Mereka hanya mengijinkan pacaran yang islami. Di sisi lain beberapa kali pula saya dituduh sebagai ‘penyebab perselingkuhan’ yaitu yang menyebabkan beberapa teman dekat saya putus dengan pacarnya. Padahal saya tidak ada niat sama sekali untuk merebut cowok mereka, hanya saja cowok mereka yang kegatelan. Seandainya saya memiliki pacar pada waktu mereka menuduh saya, tentu saya sudah punya alasan kuat untuk keluar dari tuduhan itu. Ingin sekali saya mengatakan “Buat apa saya merebut cowokmu kalo saya sudah pacar?” Tapi masalahnya ketika itu saya menjomblo. Saya bingung apa yang mesti saya lakukan Ustad, saya mulai pacaran atau meninggalkan kesenangan demi sekolah?Saya juga tidak ingin terus kehilangan teman akibat tuduhan sebagai ‘ penyebab perselingkuhan’..
Saya pun pengen sekali ada seseorang yang bisa menuntun saya dan ada di samping saya ketika saya sedih ataupun suka. Saya termasuk orang yang sulit untuk jatuh cinta, karena itu saya juga menyesal karena cowok yang dulu saya sia-siakan kini malah telah berpacaran dengan cewek lain. Saya pun sebenernya ingin sekali bisa membahagiakan kedua orang tua saya dengan meraih prestasi di sekolah. Apa yang harus saya lakukan Ustad agar semuanya bisa berjalan seimbang dan tidak ada pihak yang dirugikan? Terima kasih banyak sebelomnya…

wass…

Tanggapan Admin:

Jawaban M Shodiq Mustika insya’Allah disampaikan dalam bentuk artikel pada pekan depan.

aslm..ust,sedikit berbagi cerita…ane adlah seorang ADK di salh satu perguruan tinggi negeri di bandung..ane sedang mengalami yg namanya jatuh cinta dengan seorang akhwat,itu terjadi 4bulan yang lalu,ketika ane ungkapkan perasaan ane k dia,,tak disangka dia merspon balik perasaan ane,,setelah itu kami cm sebatas berkomitmen

hari2 yang dilalui,mulai menunjukkan perubhan dlm diri ane,,yang awalnya cm smsan biasa,lalu berlanjut melalui interaksi suara(telp2nan)..hal ini teruz berlanjut sampai akhirnya kami jlan berdua(berkhlwat)…saking seringnya kami jln,hingga akhirnya dia memegang tangan ane,dan setelah itu sudah menjadi rutinitas bg kami…hny saja kami cuma berani melakukannya pda saat pulang ke kota asal(kebetulan kami satu kota),,tapi ktk di daerah kampus,kami hny jln biasa saja,itupun dilkukan sminggu sekali..
hingga pada suatu hari,kami sampai berpelukan(astagfirullah)dan menjdi kebiasaan lagi

tapi setelah itu,tepatnya tiga hari yg lalu,,kami bedua bru bisa mendpt hidyah(insya 4w1)akhwat tersebut meminta ane mencoba merenungi smw perbuatan yg tlh dilkukan..setelah itu ane bnr2 menangis sekali….apa yg tlh ane perbuat tlh mencoreng nama baik seorang ADK..yaah setelah itu..ane mulai menceritakan kejadian ini kepada mas’ul ane,beliau berkata…apabila persaan cinta telah tumbuh,,cuma ada 2 perkara,,’apabila kita siap,nikahi dia,namun apabila belum siap,jauhi dia…

ini membwt ane merasa bingung,,disatu sisi ane blm bisa melupakan persaan ini,tp di sisi lain ane memang bnr2 ingin kembali ke jalanNya…
hingga akhirnya ane putuskan,berkata kpada akhwat tsb,,,bhwa lbih baik kita tidak usah ketemu dulu,tapi untuk berkomunikasi msh bsa dilakukan(sms/telp)..ane bnr2 bingung dgn keputusan ini,mnurut mas’ul ane,lbh baik bnr2 ditinggalkan,apapun yg berhubungan dgn dia,,pdhl bgi ane,ini merupakan hal yg paling berat bwt djlani…
hingga skr,ane msh ttp berhubungan(sms/telp)
akhirnya,kita berkomitmen saja utk saling mnjaga persaan ini,jgn sampai melebihi perasaan cinta kpada 4w1..
akhir cerita,,ane ingin bertanya,bnarkah jln yg tlh ane tempuh?bila salah,jln mana yg harus ane tempuh,,jujur saja,ane jg dia blm siap utk nikah,kami msh sama2 ada d tingkat2(smester4)…apakah ada cara lain, untuk mnyelsaikan perasaan hati ane ini,,terus terang dlm hati ane,ada keinginan untuk menikahi dia,dan dia pun hnya ingin mnikah dgn ane,,tapi
itu semua bkn kita yg mengatur,,segala sesuatunya tlh ditetapkan olh 4w1,,ane bnr2 bingung dengan ini semua….syukron
wass.wr.wb

Jawaban M Shodiq Mustika:

Solusi yang kau ambil sudah benar dan baik: komunikasi via media. Begitulah yang dianjurkan oleh Ibnu Hazm (seorang ulama besar di abad pertengahan, ulama besar pertama yang mendalami persoalan asmara pranikah). Kalau pun bertatap-muka, lakukanlah seperlunya saja; itu pun ketika ada orang lain yang mengawasi kalian, sehingga tidak memungkinkan kalian untuk saling bergandengan tangan, apalagi berpelukan. Sementara itu, teruslah berdoa memohon dilindungi dari segala perbuatan tercela. Aku pun turut mendoakan semoga pacaran kalian senantiasa islami dan diberkahi Allah Sang Maha Penyayang. Aamiin.

ass. pak ni saya lagi maaf masalahnya belum selesai jadi saya ingin bertanya tentang mimpi2 yang sala alami setelah saya shalat istikharah.
1. saya bermimpi dari gigi mengeluarkan intan, permata dan berlian tapi dari telinga mengeluarkan kotoran.
2. saya bermimpi saya berada di tengah lautan yang luas dengan ombak dan badai ketika itu ada seorang perempuan yang aku tak kenal mendekati mas D dan mas D mendorongnya hingga terjatuh, trus mas D malah mengikat aku dengan seutas tali tambang yang besar.
tolong di jawab ya pak, oh iya sampai sekarang mas D belum juga di sidang katanya masih dalam penyelidikan tapi kenapa sampai selama ini sudah hampir 4 bulan mas D mendekap di jeruji besi itu bahkan kemaren terakhir ketemu di mukanya terdapat luka bakar bekas rokok aku bertanya pada dia tapi malah menjawab hanya gatal dan iseng, tapi aku gak begitu percaya, aku takut pak di sana mungkin terjadi sesuatu hingga dia merahasiakan itu dari aku. mohon doanya besok hari kamis mas D berulang tahun yang ke 29 mudah2-an Allah memberikan hadiah yang terindah untuk mas D. makasih pak Wasalam.

pak ustadz,gara2 saya nyatain perasaanku sama seorang cewek yang dulunya adalah temanku,sekarang dia jadi marah sama aku.dia emang nolak aku tapi kan gak seharusnya jadi musuhan gini.aku dah minya maaf sama dia,tapi dia masih nganggap aku bukan temannya lagi.sampe sekarang dia masih marah ma aku.apa yang musti aku lakukan pak ustadz?

@ Luna
1) keputusanmu yang didasarkan pada pertimbangan matang akan menghasilkan manfaat yang luar biasa, sedangkan yang terburu-buru akan menghasilkan kerugian
2) perhatianmu mungkin terlalu terfokus pada si D; usahakan juga menaruh perhatian pada orang lain yang juga membutuhkan perhatianmu
NB: bila kau masih mau sering konsultasi denganku, via e-mail aja ya!

@ ferry
dinginkan suasana dengan diam dulu;
setelah beberapa waktu, mintalah bantuan orang lain yang dia segani, untuk menyambung kembali tali persahabatan kalian

pak ustadz,gimana caranya agar kita bisa memahami perasan seorang wanita/perempuan. soalnya selama ini saya merasa tidak bisa melakukan hal itu

aslm……………ustad, saya mau cerita saya punya pacar mulanya kami berencana mau menikah, tp rencana itu gagal karena keluarganya egak suka sama saya dan satu lagi tentang suku saya dan sekarang dia mau menikah dengan pilihan keluarganya. dia mau menikah dengan aku dengan satu sayarat meninggakan kedua keluarga kami. apa itu perbuatan salah ustad! dan kalau saya enggak mau! saya sangat mencintainya sehingga saya tidak bisa melupakanya.apa cinta saya udah menduaiin allah ustad?