<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kriteria Siap-Nikah</title>
	<atom:link href="http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislami.wordpress.com</link>
	<description>Persiapan Menikah Melalui Tanazhur Pra-Nikah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 07:53:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: thegirlfromearth</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-4235</link>
		<dc:creator>thegirlfromearth</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 14:55:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-4235</guid>
		<description>aslmkm,
dulu saya pernah gagal tazanur. saya kira sebabnya cuma no.1 dan no.2, ternyata masalah keluarga yang sedang saya alami (no.9-no.12 tidak terpenuhi pada diri saya) juga merupakan faktor penting :)

sebetulnya saya ingin bertanya juga, ustad. beberapa bulan ini saya baru menyadari bahwa kehidupan keluarga saya tidak seperti keluarga lain yang bahagia dan lurus. orang tua saya dulu melakukan kesalahan yang menyebabkan status pernikahan mereka jadi tidak jelas. masalah ini diperburuk dengan sikap kedua pihak yang tidak setia pada komitmen pernikahan (saya berusaha mencari bahasa sehalus mungkin untuk menjelaskan situasi tanpa menjelek2kan mereka). 

berkali2 masalah datang silih berganti dan saya dipaksa terlibat dalam masalah mereka. tentu saja hal ini melukai saya. mungkin saya bisa mengatasi trauma saya yang menjadikan saya kurang percaya akan lembaga pernikahan, tetapi di sisi lain saya menjadi bingung, masih adakah lelaki baik2 yang mau menikah dengan saya?

setahu saya, ada empat alasan mengapa wanita dinikahi, salah satunya adalah karena keturunannya. akan tetapi bagi saya yang berasal dari keluarga broken home ini, masihkah saya memperoleh kesempatan yang setara dengan orang lain?

sekedar info tambahan, selama ini juga &quot;kehidupan cinta&quot; saya masih jauh dari memuaskan.

saya akan sangat senang jika ustad bersedia meluangkan waktu untuk menjawab persoalan saya. semoga Allah melimpahkan banyak pahala kepada ustad yang telah menginspirasi banyak pembaca :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aslmkm,<br />
dulu saya pernah gagal tazanur. saya kira sebabnya cuma no.1 dan no.2, ternyata masalah keluarga yang sedang saya alami (no.9-no.12 tidak terpenuhi pada diri saya) juga merupakan faktor penting <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sebetulnya saya ingin bertanya juga, ustad. beberapa bulan ini saya baru menyadari bahwa kehidupan keluarga saya tidak seperti keluarga lain yang bahagia dan lurus. orang tua saya dulu melakukan kesalahan yang menyebabkan status pernikahan mereka jadi tidak jelas. masalah ini diperburuk dengan sikap kedua pihak yang tidak setia pada komitmen pernikahan (saya berusaha mencari bahasa sehalus mungkin untuk menjelaskan situasi tanpa menjelek2kan mereka). </p>
<p>berkali2 masalah datang silih berganti dan saya dipaksa terlibat dalam masalah mereka. tentu saja hal ini melukai saya. mungkin saya bisa mengatasi trauma saya yang menjadikan saya kurang percaya akan lembaga pernikahan, tetapi di sisi lain saya menjadi bingung, masih adakah lelaki baik2 yang mau menikah dengan saya?</p>
<p>setahu saya, ada empat alasan mengapa wanita dinikahi, salah satunya adalah karena keturunannya. akan tetapi bagi saya yang berasal dari keluarga broken home ini, masihkah saya memperoleh kesempatan yang setara dengan orang lain?</p>
<p>sekedar info tambahan, selama ini juga &#8220;kehidupan cinta&#8221; saya masih jauh dari memuaskan.</p>
<p>saya akan sangat senang jika ustad bersedia meluangkan waktu untuk menjawab persoalan saya. semoga Allah melimpahkan banyak pahala kepada ustad yang telah menginspirasi banyak pembaca <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Belum ingin nikah, perlukah taaruf? &#171; Gaul Islami</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-4180</link>
		<dc:creator>Belum ingin nikah, perlukah taaruf? &#171; Gaul Islami</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 16:38:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-4180</guid>
		<description>[...] Mengenai &#8220;usia Normal untuk menikah&#8221;, aku sudah mengungkapkannya di halaman Kriteria Siap-Nikah. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Mengenai &#8220;usia Normal untuk menikah&#8221;, aku sudah mengungkapkannya di halaman Kriteria Siap-Nikah. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Persiapan menjelang pernikahan &#171; this is my nice world</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-4169</link>
		<dc:creator>Persiapan menjelang pernikahan &#171; this is my nice world</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 05:34:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-4169</guid>
		<description>[...] kalo cuma masalah persiapan sih teman-teman bisa baca disini, disini, disini, dan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] kalo cuma masalah persiapan sih teman-teman bisa baca disini, disini, disini, dan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-4061</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 06:11:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-4061</guid>
		<description>@ nhia
wa&#039;alaykumussalaam
Silakan simak artikel &lt;a href=&quot;http://shodiq.com/2008/12/13/ingin-nikah-tapi-dibutuhkan-keluarga/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Ingin Nikah Tapi Dibutuhkan Keluarga&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ nhia<br />
wa&#8217;alaykumussalaam<br />
Silakan simak artikel <a href="http://shodiq.com/2008/12/13/ingin-nikah-tapi-dibutuhkan-keluarga/" rel="nofollow">Ingin Nikah Tapi Dibutuhkan Keluarga</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nhia</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-4039</link>
		<dc:creator>nhia</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 00:55:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-4039</guid>
		<description>assalamualaikum.... alhamdulliah aq sekarang ini uda menjalani hub kurang lebih hampir3 bl,. kenalnya uda sekitar 1 tahun, usiaku uda mau menginjak 20 thn, sejak dulu aku ingin kalau seandainya aq mendapat pacar aku tak ingin lama-lama pacaran, aku ingin segera menikah,,, apakah sikapku salah? aku juga binggung aku masih dibutuhkan di keluargaku, ortuku masih membutuhkanku dalam segi materi, yabh walau tak banyak yg bisa ku berikan kepada mereka.. Si dia pun uda tahu masalahnya itu, dan ingin membantu keluargaku, aku sangat sayang dia, tapi aku juga tak mau dia di repotkan dengan masalah keluargaku.... kita uda niat untuk menikah InSyaAllah tahun ini... apakah keputusanku iniudah benar atau? ku mohon sarannya... SuQron........Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum&#8230;. alhamdulliah aq sekarang ini uda menjalani hub kurang lebih hampir3 bl,. kenalnya uda sekitar 1 tahun, usiaku uda mau menginjak 20 thn, sejak dulu aku ingin kalau seandainya aq mendapat pacar aku tak ingin lama-lama pacaran, aku ingin segera menikah,,, apakah sikapku salah? aku juga binggung aku masih dibutuhkan di keluargaku, ortuku masih membutuhkanku dalam segi materi, yabh walau tak banyak yg bisa ku berikan kepada mereka.. Si dia pun uda tahu masalahnya itu, dan ingin membantu keluargaku, aku sangat sayang dia, tapi aku juga tak mau dia di repotkan dengan masalah keluargaku&#8230;. kita uda niat untuk menikah InSyaAllah tahun ini&#8230; apakah keputusanku iniudah benar atau? ku mohon sarannya&#8230; SuQron&#8230;&#8230;..Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-3895</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 12:13:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-3895</guid>
		<description>@ mawar biru
Sucikanlah niatmu. Kita menikah bukan demi memuaskan hawa nafsu, melainkan demi mengharap ridha-Nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ mawar biru<br />
Sucikanlah niatmu. Kita menikah bukan demi memuaskan hawa nafsu, melainkan demi mengharap ridha-Nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mawar biru</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-3785</link>
		<dc:creator>mawar biru</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 05:10:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-3785</guid>
		<description>mas sodiq....,sebenarnya saya udah punya kriteria di atas,cuma yang no 9yang jadi masalah buat saya.Awalnya hubungan saya dengan ayah saya baik-baik saja.tapi kurang lebih 7tahun ini hubungan kami memburuk,karena ayah saya berselingkuh dengan tetangga dekat.jujurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr ini membuat saya sangat terpukul.apalagi saya seorang muslimah yang sangat ketat dalam berhijab,walau akhirnya saya mencoba memahami hal itu sebagai ujian untuk saya,tetapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisemangat untuk menikah saya menjadi kendorrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.bahkan saya sekarang lebih suka menyendiri dan asyik mendalami agama.sepertinya MENIKAH menjadi kebutuhan yang tidak penting,dan lebih parah lagi saya seperti tidak terlalu membutuhkan LELAKI.mungkin ini dendam saya kepada ortu yang gak bisa dijadilkan TELADAN.mohon nasehatnya mas.saya sangat selektif untuk urusan JODOH,yang penting agamanya baik dan bisa dijadilan teladan serta berwibawa di mata saya,disamping punya rasa penyayang dan tegas juga ngemong.mohon solusinya.saya takut kalau malah pingin seperti para biarawati.syukron mas sodiq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas sodiq&#8230;.,sebenarnya saya udah punya kriteria di atas,cuma yang no 9yang jadi masalah buat saya.Awalnya hubungan saya dengan ayah saya baik-baik saja.tapi kurang lebih 7tahun ini hubungan kami memburuk,karena ayah saya berselingkuh dengan tetangga dekat.jujurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr ini membuat saya sangat terpukul.apalagi saya seorang muslimah yang sangat ketat dalam berhijab,walau akhirnya saya mencoba memahami hal itu sebagai ujian untuk saya,tetapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisemangat untuk menikah saya menjadi kendorrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.bahkan saya sekarang lebih suka menyendiri dan asyik mendalami agama.sepertinya MENIKAH menjadi kebutuhan yang tidak penting,dan lebih parah lagi saya seperti tidak terlalu membutuhkan LELAKI.mungkin ini dendam saya kepada ortu yang gak bisa dijadilkan TELADAN.mohon nasehatnya mas.saya sangat selektif untuk urusan JODOH,yang penting agamanya baik dan bisa dijadilan teladan serta berwibawa di mata saya,disamping punya rasa penyayang dan tegas juga ngemong.mohon solusinya.saya takut kalau malah pingin seperti para biarawati.syukron mas sodiq</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Belum ingin nikah, perlukah taaruf? &#171; Tanazhur PraNikah</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-3539</link>
		<dc:creator>Belum ingin nikah, perlukah taaruf? &#171; Tanazhur PraNikah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 09:01:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-3539</guid>
		<description>[...] Kriteria&#160;Siap-Nikah [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Kriteria&nbsp;Siap-Nikah [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-3508</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 20:41:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-3508</guid>
		<description>@ Taufik

wa&#039;alaykumussalaam

0) Kamu menyampaikan tanggapan dan pertanyaan secara sopan. Itu sudah bagus. Tidak ada kata-katamu yang kurang berkenan bagiku.

1) Pertanyaan kita seharusnya: &lt;strong&gt;apa yang diajarkan&lt;/strong&gt; oleh Rasulullah untuk pranikah? Apakah yang beliau ajarkan itu adalah ta&#039;aruf sebagaimana yang kau sangka selama ini? TIDAK. Untuk pranikah, yang beliau ajarkan bukanlah ta&#039;aruf, melainkan tanazhur. (Lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Ta&#039;aruf: Sebuah istilah yang asal keren?&lt;/a&gt;&quot;)

2) Pertanyaan berikutnya seharusnya: Apakah Rasulullah &lt;strong&gt;menetapkan batasan-batasan&lt;/strong&gt; untuk tanazhur itu? Jawab: Tidak, kecuali yang sudah ditetapkan oleh Alqur&#039;an, yaitu larangan mendekati zina. (Lihat &lt;a href=&quot;http://wppi.wordpress.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Pacaran Islami ala Quraish Shihab&lt;/a&gt;.)

3) Mengapa pertanyaannya seharusnya begitu dan bukan seperti yang kau ajukan? Sebab, sesuai kaidah dari ushul fiqih, segala mu&#039;malah itu boleh, kecuali yang dilarang secara qath&#039;i.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Taufik</p>
<p>wa&#8217;alaykumussalaam</p>
<p>0) Kamu menyampaikan tanggapan dan pertanyaan secara sopan. Itu sudah bagus. Tidak ada kata-katamu yang kurang berkenan bagiku.</p>
<p>1) Pertanyaan kita seharusnya: <strong>apa yang diajarkan</strong> oleh Rasulullah untuk pranikah? Apakah yang beliau ajarkan itu adalah ta&#8217;aruf sebagaimana yang kau sangka selama ini? TIDAK. Untuk pranikah, yang beliau ajarkan bukanlah ta&#8217;aruf, melainkan tanazhur. (Lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/21/taaruf-sebuah-istilah-yang-asal-keren/" rel="nofollow">Ta&#8217;aruf: Sebuah istilah yang asal keren?</a>&#8220;)</p>
<p>2) Pertanyaan berikutnya seharusnya: Apakah Rasulullah <strong>menetapkan batasan-batasan</strong> untuk tanazhur itu? Jawab: Tidak, kecuali yang sudah ditetapkan oleh Alqur&#8217;an, yaitu larangan mendekati zina. (Lihat <a href="http://wppi.wordpress.com/2008/12/18/pacaran-islami-ala-quraish-shihab/" rel="nofollow">Pacaran Islami ala Quraish Shihab</a>.)</p>
<p>3) Mengapa pertanyaannya seharusnya begitu dan bukan seperti yang kau ajukan? Sebab, sesuai kaidah dari ushul fiqih, segala mu&#8217;malah itu boleh, kecuali yang dilarang secara qath&#8217;i.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Taufik</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-3506</link>
		<dc:creator>Taufik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 20:13:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-3506</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum, pak ustadz, maaf, saya mau tanya apakah Rasulullah SAW dan para shahabat juga melakukan apa yang pak ustadz sebutkan tentang tahapan2 pacaran atau menuju pernikahan? dan apakah pernikahan sebelum pernikahan terlalu berspekulasi tentang resiko terjerumusnya ke jurang perzinahan minimal persentuhan antara lawan jenis yang memang dilarang dalam islam....(maaf kalo ada kata2 yang kurang berkenan).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum, pak ustadz, maaf, saya mau tanya apakah Rasulullah SAW dan para shahabat juga melakukan apa yang pak ustadz sebutkan tentang tahapan2 pacaran atau menuju pernikahan? dan apakah pernikahan sebelum pernikahan terlalu berspekulasi tentang resiko terjerumusnya ke jurang perzinahan minimal persentuhan antara lawan jenis yang memang dilarang dalam islam&#8230;.(maaf kalo ada kata2 yang kurang berkenan).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Konsultasi: Ingin nikah tapi belum mapan &#171; Pacaran Sehat</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-3155</link>
		<dc:creator>Konsultasi: Ingin nikah tapi belum mapan &#171; Pacaran Sehat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 17:06:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-3155</guid>
		<description>[...] Siap&#160;Menikah [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Siap&nbsp;Menikah [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tony</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-2989</link>
		<dc:creator>tony</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 06:54:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-2989</guid>
		<description>apakah nikah? musti harus dengan kesuksesan! Knp saya ingin menikah dengan cara islami tetapi agak sulit?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah nikah? musti harus dengan kesuksesan! Knp saya ingin menikah dengan cara islami tetapi agak sulit?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-2925</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 05:49:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-2925</guid>
		<description>@ Dewi
Lihat &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/18/cara-praktis-mendeteksi-kesungguhan-cintanya/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Cara Praktis Mendeteksi Kesungguhan Cintanya&lt;/a&gt;&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Dewi<br />
Lihat &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/18/cara-praktis-mendeteksi-kesungguhan-cintanya/" rel="nofollow">Cara Praktis Mendeteksi Kesungguhan Cintanya</a>&#8220;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dewi</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-2908</link>
		<dc:creator>Dewi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 07:16:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-2908</guid>
		<description>Assalamu, alaikum..

Pak, saya ingin bertanya...menurut bapak gimana sih caranya untuk tau pacar kita itu benar2 tulus menyayangi kita, ato sekedar hanya untuk &quot;menyayangi sampai tujuan tercapai&quot;. saya putus dengan &quot;pacar lama&quot; saya karena dia memang mengajak saya menikah, tapi dia suka melakukan &quot;hal2 yang tidak sehat yang sangat tidak saya suka&quot; seperti pegang tangan, memeluk, dan mencium. lalu saya bersama &quot;pacar baru&quot; yang awalnya tidak seperti &quot;pacar lama&quot; namun akhirnya....sama saja.menurut bapak saya harus apa? karena saya sangat mendambakan pacaran sehat yang bertujuan untuk menikah, dengan tidak didahului dengan hal2 yang dosa. trimakasih banyak sebelumnya.

Wassalamualaikum...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu, alaikum..</p>
<p>Pak, saya ingin bertanya&#8230;menurut bapak gimana sih caranya untuk tau pacar kita itu benar2 tulus menyayangi kita, ato sekedar hanya untuk &#8220;menyayangi sampai tujuan tercapai&#8221;. saya putus dengan &#8220;pacar lama&#8221; saya karena dia memang mengajak saya menikah, tapi dia suka melakukan &#8220;hal2 yang tidak sehat yang sangat tidak saya suka&#8221; seperti pegang tangan, memeluk, dan mencium. lalu saya bersama &#8220;pacar baru&#8221; yang awalnya tidak seperti &#8220;pacar lama&#8221; namun akhirnya&#8230;.sama saja.menurut bapak saya harus apa? karena saya sangat mendambakan pacaran sehat yang bertujuan untuk menikah, dengan tidak didahului dengan hal2 yang dosa. trimakasih banyak sebelumnya.</p>
<p>Wassalamualaikum&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-2904</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 01:51:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-2904</guid>
		<description>@ Robin &amp; Hanna Lee
Jawabanku telah kusampaikan dalam bentuk artikel &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/22/konsultasi-restu-orangtua-dan-keluarga/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Konsultasi: Restu orangtua dan keluarga&lt;/a&gt;&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Robin &amp; Hanna Lee<br />
Jawabanku telah kusampaikan dalam bentuk artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/22/konsultasi-restu-orangtua-dan-keluarga/" rel="nofollow">Konsultasi: Restu orangtua dan keluarga</a>&#8220;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Konsultasi: Restu orangtua dan keluarga &#171; Pacaran Sehat</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-2903</link>
		<dc:creator>Konsultasi: Restu orangtua dan keluarga &#171; Pacaran Sehat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 01:38:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-2903</guid>
		<description>[...] mengatakan: Pak, sebagian besar kriterianya [untuk siap menikah] sudah terpenuhi. Hanya saja, bagaimana dengan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] mengatakan: Pak, sebagian besar kriterianya [untuk siap menikah] sudah terpenuhi. Hanya saja, bagaimana dengan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hana Lee</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-2879</link>
		<dc:creator>Hana Lee</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 19:03:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-2879</guid>
		<description>Assalamualaikum

Pak Ustadz, saya mw curhat sedikit. Boleh ya Pak!
Begini, dulu saya pernah pacaran sama sodara tapi dari keluarga ibu. Dia adalah anak dari sepupu saya. Usia kami hanya bertaut 3 tahun. Saya 28 tahun dan pacar saya 25 tahun. Kami pacaran diam2 selama setahun. Kami pacaran jaraj jauh, saya di Jakarta dia di Balikpapan. Sampai akhirnya saya ketahuan pacaran sama dia. Akhirnya kita putus krn saya dilarang oleh ibu saya. Lalu 7 tahun kemudian kami bertemu lagi pada saat saya mudik Lebaran tahun lalu. Perasaan itu muncul lagi, akhirnya kami jadian lagi, kali ini dy berniat untuk menikahi saya. Alhamdulillah keluarga dia dan keluarga saya akhirnya menyetujui kecuali Ayah saya. Sampai saat ini ayah saya masih belum setuju. Awalnya alasan krna dilarang Agama, lalu beliau bertanya pada Ustadz dkt rumah ternyata Ustadz tersebut mengatakan boleh. Tapi beliau ttp tidak menyetujui dan kali ini krn alasan Sosial.  Saya bingung menghadapi Ayah saya. Dan sekarang pacar saya spertinya jadi ragu.  Apalagi dy prnh menerima SMS dari ayah saya yg isinya &quot;Sampai mati tidak akan merestui&quot; Saya sedih sekali Pak Ustadz mendengar beliau berkata seperti itu. Bahkan beliau pernah mengatakan &quot;Jika ingin tetap menikah, Ayah tidak mau menjadi wali. Silakan pake wali hakim, lalu jangan tinggal di sini lagi&quot; Ya Allah, saya sakit hati sekali mendengar ucapan beliau Pak. 
Saya bingung harus bagaimana spy beliau mau merestui kami? Saat ini saya cuma bisa Sholat Tahajud memohon semoga hati Ayah saya akhirnya luluh dan menerima dia. 
Mohon sarannya ya Pak Ustadz, Makasih!

Wassalamualaikum!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum</p>
<p>Pak Ustadz, saya mw curhat sedikit. Boleh ya Pak!<br />
Begini, dulu saya pernah pacaran sama sodara tapi dari keluarga ibu. Dia adalah anak dari sepupu saya. Usia kami hanya bertaut 3 tahun. Saya 28 tahun dan pacar saya 25 tahun. Kami pacaran diam2 selama setahun. Kami pacaran jaraj jauh, saya di Jakarta dia di Balikpapan. Sampai akhirnya saya ketahuan pacaran sama dia. Akhirnya kita putus krn saya dilarang oleh ibu saya. Lalu 7 tahun kemudian kami bertemu lagi pada saat saya mudik Lebaran tahun lalu. Perasaan itu muncul lagi, akhirnya kami jadian lagi, kali ini dy berniat untuk menikahi saya. Alhamdulillah keluarga dia dan keluarga saya akhirnya menyetujui kecuali Ayah saya. Sampai saat ini ayah saya masih belum setuju. Awalnya alasan krna dilarang Agama, lalu beliau bertanya pada Ustadz dkt rumah ternyata Ustadz tersebut mengatakan boleh. Tapi beliau ttp tidak menyetujui dan kali ini krn alasan Sosial.  Saya bingung menghadapi Ayah saya. Dan sekarang pacar saya spertinya jadi ragu.  Apalagi dy prnh menerima SMS dari ayah saya yg isinya &#8220;Sampai mati tidak akan merestui&#8221; Saya sedih sekali Pak Ustadz mendengar beliau berkata seperti itu. Bahkan beliau pernah mengatakan &#8220;Jika ingin tetap menikah, Ayah tidak mau menjadi wali. Silakan pake wali hakim, lalu jangan tinggal di sini lagi&#8221; Ya Allah, saya sakit hati sekali mendengar ucapan beliau Pak.<br />
Saya bingung harus bagaimana spy beliau mau merestui kami? Saat ini saya cuma bisa Sholat Tahajud memohon semoga hati Ayah saya akhirnya luluh dan menerima dia.<br />
Mohon sarannya ya Pak Ustadz, Makasih!</p>
<p>Wassalamualaikum!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Robin</title>
		<link>http://pacaranislami.wordpress.com/sukses-pacaran/comment-page-1/#comment-2875</link>
		<dc:creator>Robin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 20:54:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislami.wordpress.com/?page_id=365#comment-2875</guid>
		<description>Assalamualaikum,

Pak, sebagian besar kriterianya sudah terpenuhi. Hanya saja, bagaimana dengan pihak laki - laki yang lebih muda dari perempuannya? Saya sedang menghadapi kendala dimana perbedaan umur menjadi masalah yang sering kali muncul dalam hubungan saya dengan calon pasangan yang mengakibatkan tuduhan yang macam - macam seperti zina atau buang - buang waktu saja. Dalam hal ini orang tua pasangan yang keberatan. Saya berumur 22 tahun, 5 tahun lebih muda dari calon pasangan. Saya bekerja sebagai guru les gambar.



&lt;blockquote&gt;Tanggapan Admin:
Jawaban M Shodiq Mustika disampaikan dalam bentuk artikel &quot;&lt;a href=&quot;http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/22/konsultasi-restu-orangtua-dan-keluarga/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Konsultasi: Restu orangtua dan keluarga&lt;/a&gt;&quot;.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum,</p>
<p>Pak, sebagian besar kriterianya sudah terpenuhi. Hanya saja, bagaimana dengan pihak laki &#8211; laki yang lebih muda dari perempuannya? Saya sedang menghadapi kendala dimana perbedaan umur menjadi masalah yang sering kali muncul dalam hubungan saya dengan calon pasangan yang mengakibatkan tuduhan yang macam &#8211; macam seperti zina atau buang &#8211; buang waktu saja. Dalam hal ini orang tua pasangan yang keberatan. Saya berumur 22 tahun, 5 tahun lebih muda dari calon pasangan. Saya bekerja sebagai guru les gambar.</p>
<blockquote><p>Tanggapan Admin:<br />
Jawaban M Shodiq Mustika disampaikan dalam bentuk artikel &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/08/22/konsultasi-restu-orangtua-dan-keluarga/" rel="nofollow">Konsultasi: Restu orangtua dan keluarga</a>&#8220;.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
