Tag Archive | bercinta

Model pacaran yang paling diminati: Islami, Kristiani, ala selebriti, ataukah yang hot?

Diantara lebih dari 3 juta halaman internet yang terdeteksi dengan katakunci “pacaran”, diam-diam terdapat persaingan model-model pacaran. Ada pacaran yang hot, ada pacaran ala selebritis, ada pacaran kristiani, ada pula pacaran islami. Manakah yang paling diminati oleh para netter (pengakses internet)?

Baca lebih lanjut

Ayat-Ayat Mesra (buku pertama panduan pacaran islami)

Alhamdulillah. Telah terbit buku pertama yang berisi panduan pacaran islami. Sebelum ini, belum pernah ada buku yang menguraikan dengan rinci bagaimana melakukan pacaran secara islami. Buku-buku terkait sebelumnya barulah sebatas mengungkapkan ada-tidaknya pacaran dalam Islam.

Baca lebih lanjut

Ramadhan tiba, pacaran yuk!

Tadinya, sesuai “antrian” pengunjung yang berkonsultasi di blog ini, hari ini aku akan memposting artikel mengenai cara supaya tidak kecanduan masturbasi. Tapi kemudian aku ingat, sudah dua kali berturut-turut kubahas persoalan seksual, yaitu Ciuman dalam Pacaran dan Masih perawankah bila jari tangan masuk ke vagina. Jika saat ini aku memposting tulisan tentang persoalan seksual lagi, maka mungkin itu sudah berlebihan. Sebab, seperti yang dikatakan oleh flanker (seorang pengunjung blog ini), unsur terpenting dalam pacaran yang sehat (atau islami) bukanlah hubungan lahiriah, melainkan batiniah. Oleh karena itu, postingan mengenai cara supaya tidak kecanduan masturbasi itu kutunda dulu saja. Kupikir, sekarang sebaiknya kita bicara mengenai hubungan antara pacaran dan bulan Ramadhan.

Baca lebih lanjut

Ciuman dalam Pacaran: antara fakta dan mitos

Sahabatku… pacaran adalah salah satu perbuatan yang mendekati zina yaitu zina mata, zina tangan, zina hati, zina kaki, zina mulut, dll. Kamu dapat berdalih bahwa bisa kok terbebas dari zina-zina itu ketika pacaran. Tetapi remaja jaman sekarang gitu loh!!. Kalau nggak pegangan tangan atau ciuman maka akan disebut ketinggalan jaman.

Masak, gitu sih? Ayolah Baca lebih lanjut

Konsultasi: Merasa bersalah dan ingin si dia kembali

saya mau tanya, dlu saya pernah pacaran selama lbh dari 13 bulan dan pihak keluarga dia pun jg sdh tau saya. saya pacaran bukan seperti pacaran islami, tetapi malah sudah mendekati zina.pada saat itu pacar saya mengikuti saya (klo saya ajak beribadah ya ikut beribadah, kalo saya ajak maksiat ya dia ikut saya) akan tetapi saat itu saya masih jauh dari agama saya. dan suatu hari kami putus (itu jg yg mutusin dia,cewek) karna saya yg bikin masalah.setelah itu kami msh tetap temenen, saling menjaga tali sillaturohim. setelah kurang lebih 2 thn kami hanya sebatas teman, aku ingin dia kembali tetapi dia sudah punya cowok sedangkan saya belum pernah ada cewek lain setelah dia.

sampai sekarang saya sudah menyatakan perasaan saya ke dia sudah 2 kali.tapi dia masih tetap kekeh dengan tidak mau sama saya lagi. dilain sisi skrg saya bersyukur karena saya telah tersadar apa yg kulakkan dulu dan melalui dia saya mendapatkan sesuatu yg saya sebut dengan hidayah.alhamdulillah skrg saya melaksanakan kewajiban saya sebagai orang muslim dan ingin selalu menjadi orang yg lebih baik dan beriman.akan tetapi skrg saya melihat mantan pacar saya sudah berubah,saya melihatnya dia jauh dari agamanya (islam).dan karena itu juga sekarang saya merasa bersalah karena saya sebagai mantannya yg dl pernah bersama tidak menanamkan suatu kebaikan sehingga skrg dia seperti ini.dan skrg saya ingin memperbaikinya karna sampai sekarangpun saya masih sayang sama dia.bahkan jika dia mau menikah,saya sanggup untuk menikahinya dan itu yg saya inginkan sekarang.tetapi dia sampai skrg masih menolak saya.

saya sudah berikhtiar, apa ikhtiar saya msh blm sempurna? Mohon sarannya saya harus bagaimana

Sebelum saya menyampaikan saran, Baca lebih lanjut

Konsultasi: Cara mudah mencari pacar

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Pak M Shodiq Mustika, nama saya Moh. Gagan, sy seorang ikhwan, usia sy skrang 21 th.
Pak M Shodiq jujur saya mulai suka kepada lawan jenis sejak SD saya sudah mulai menyukai kepada lawan jenis (akhwat), namun yang menjadikan beban hidup saya ini adalah jujur sampai sekarang saya belum pernah merasakan sekalipun apa itu pacaran, namun saya sebagai ikhwan saya normal karena saya tiap melihat akhwat yang cantik jujur perasaan degdegan mulai bangkit, perasaan suka mulai bangkit, mungkin ini curhat tapi saya pernah merasakan satu kali rasanya jatuh cinta yang sangat luar biasa yang pernah saya alami, ini benar-benar sesuatu hal yang tidak saya harapkan tapi perasaan itu timbul dari mata turun ke hati saya yang paling dalam kejadian itu memang terjadi pada bulan april 2008 kepada anak mahasiswi yang seangkatan sama saya.
saya sekarang Mahasiswa mau ke semester 5, ju2r saya sudah berani perhatian, ngerayu-ngerayu, sampai nembak ke ikhwan mulai semester 3 perguruan tinggi.

Demikian Dik Gagan memulai curhat dan sekaligus konsultasi. Selanjutnya, Baca lebih lanjut

Tanda-Tanda Suksesnya Pacaran

Tujuan pacaran yang sebenarnya adalah persiapan menikah. Masalahnya, bagaimana kita bisa tahu bahwa kita sudah sepenuhnya siap menikah dengan si dia? Dengan kata lain, apa sajakah indikator (tanda-tanda) suksesnya pacaran kita?

Terhadap pertanyaan seperti itu, saya temukan jawaban yang menarik dalam buku M Quraish Shihab, Pengantin Al-Qur’an: Kalung Permata buat Anak-Anakku (Jakarta: Lentera Hati, 2008), hlm. 130-131. Mau tahu? Silakan baca halaman terbaru di blog ini, yaitu Siap Menikah.

Pacaran di Masjid, Diciduk Satpam

MAKASSAR–JANGAN kira pacaran dan berbuat mesum di lingkungan masjid bisa luput dari pantauan warga. Bahkan, di tempat gelap sekali pun banyak pasang mata yang bisa mengintip.

Buktinya, sepasang kekasih sebut saja Kumbang, 20, dan Mawar, 19, yang akan menghabiskan malam minggunya dengan pacaran di samping masjid akhirnya tidak kesampaian. Malah pasangan kekasih yang masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar itu menghabiskan malam panjangnya di kantor polisi.

Demikian dua paragraf pertama pada sebuah berita dari Harian Fajar. Penasaran mau tahu cerita kelanjutannya? Baca lebih lanjut

Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)

Sejumlah orang masih belum mengerti mengenai pacaran dalam Islam. Mereka menyangka: “Islam hanya mengenal ta’aruf sebelum pernikahan.” Lantas untuk menolak islamisasi pacaran, mereka pun mengajukan pertanyaan: “Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasullah SAW pernah pacaran sebelum menikah? Bukankah pacaran itu merupakan produk Barat?”

Baca lebih lanjut

Pacaran bukanlah seperti membuka buku sampai lecek dan lusuh

Sebagian orang menyatakan, “Pernikahan yang diawali dengan pacaran ibarat membeli buku yang dijadikan contoh (sample) dari jenis buku yang mahal.” Pernyataan analogis (pembandingan) itu sudah lama disuarakan, tapi hingga kini masih sering didengang-dengungkan oleh kelompok tertentu. Akibatnya, analogi tersebut menjadi mitos yang dipercayai kebenarannya, padahal menyesatkan.

Menyesatkan? Ya! Pernyataan mereka itu mengandung sesat-pikir (fallacy) lantaran pembandingan yang “pincang” dan “tidak relevan”. Baca lebih lanjut