Tag Archive | ciuman

Konsultasi: Pernah ciuman dalam pacaran

Aku pernah pacaran. Kami berniat pacaran selamanya sampai menikah, tapi 1 tahun kemudian, aku memutuskannya. Karena apa? Aku tak tau. Tapi intinya, karena aku merasa tersiksa pacaran, selalu kangen ma dia, bahkan kami pernah berciuman. Namun setelah itu aku sadar, aku telah keluar dari jalan Allah. Aku pengen balik ke jalan Allah. Aku merasa hina karena telah melakukan itu. Aku benar2 ingin bertobat. Tapi semakin aku pengen berubah, cintaku pada mantanku semakin besar. Aku rindu padanya, bahkan aku sempat mimpi dia menikah dengan orang lain, dan itu membuatku sedih. Aku pengen dia jadi suamiku karena sifatnya yang baik, tapi dia tidak begitu taat beragama dan bukan imam yang akan membawaku ke surga

Tanggapan M Shodiq Mustika: Baca lebih lanjut

Luar biasa!! Seorang lelaki muda mengakui kesalahannya dan minta maaf kepadaku.

Konon, anak muda “maunya menang sendiri”. Paling tidak, begitulah kata Rhoma Irama dalam salah satu lagu legendarisnya, “Darah Muda”. Konon pula, eh… bukan lagi “konon”. Berbagai penelitian mutakhir (antara lain oleh Deborah Tannen) menunjukkan bahwa para pria pada umumnya enggan meminta maaf atas kesalahannya. Jadi, kalau ada seorang lelaki muda yang ternyata mau mengakui kesalahannya dan kemudian minta maaf kepadaku, maka kesimpulan kita: dia itu luar biasa, lain dari yang lain!

Siapakah lelaki muda yang aku maksudkan ini? Bagaimanakah profilnya?

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Mencium & memeluk lewat telepon

jika: 1. memberikan foto diri dg rambut terlihat (menghindari menunjukan aurot dibalik krudung secara langsung pd sang pacar) 2. mencium dari telpon (menghindari ciuman langsung) 3. saat dia ereksi karna ngobrol dengan ku di tlpn, kemudian saling memeluk (masturbasi) dengan tetap saling menghargai & menghindari pelukan + hubungan saat tatap muka. Mohon dijelaskan hukum & atao solusinya

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Ciuman dalam Pacaran: antara fakta dan mitos

Sahabatku… pacaran adalah salah satu perbuatan yang mendekati zina yaitu zina mata, zina tangan, zina hati, zina kaki, zina mulut, dll. Kamu dapat berdalih bahwa bisa kok terbebas dari zina-zina itu ketika pacaran. Tetapi remaja jaman sekarang gitu loh!!. Kalau nggak pegangan tangan atau ciuman maka akan disebut ketinggalan jaman.

Masak, gitu sih? Ayolah Baca lebih lanjut

Konsultasi: Agar tak kecanduan ciuman pacar

ass……….. pak ustazd …..saya mau nanya gmn caranya setiap kencan sama doi kami g mlkukn hal-hal yang dlarang…… spt kami ktgihan ……..spt pegangn tangn n ciuman…… gmn caranya spy lepas dr itu smua……. mksch banyak sblumnya.

Saran dari M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Memutus Hubungan Cinta Tanpa Menyakiti

Assalamu’alaikum wr wb. Apa kabarnya Ustad ….? Boleh saya tanya lagi… Bagaimana caranya untuk memutuskan hubungan pacaran yang tidak sehat ini tanpa menyinggung perasaan nya, karena kami terlalu dekat, Karena saya sudah terlalu jauh dari peraturan yang normal ( menurut saya ) Exp…. pegangan tangan, Ciuman …. Terima kasih … Sebelumnya. Saya berharap jawaban secepatnya karena semakin saya jalani menunggu semakin sakit …. Saya Takut dosa pak’ Ustad saya ingin taubat … Tapi saya tidak mau taubat dengan menyakiti hati seseorang, saya juga ingin kami berdua taubat …. Makasih. Wassalamualaikum Wr Wb

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Pacaran di Masjid, Diciduk Satpam

MAKASSAR–JANGAN kira pacaran dan berbuat mesum di lingkungan masjid bisa luput dari pantauan warga. Bahkan, di tempat gelap sekali pun banyak pasang mata yang bisa mengintip.

Buktinya, sepasang kekasih sebut saja Kumbang, 20, dan Mawar, 19, yang akan menghabiskan malam minggunya dengan pacaran di samping masjid akhirnya tidak kesampaian. Malah pasangan kekasih yang masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar itu menghabiskan malam panjangnya di kantor polisi.

Demikian dua paragraf pertama pada sebuah berita dari Harian Fajar. Penasaran mau tahu cerita kelanjutannya? Baca lebih lanjut

Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)

Sejumlah orang masih belum mengerti mengenai pacaran dalam Islam. Mereka menyangka: “Islam hanya mengenal ta’aruf sebelum pernikahan.” Lantas untuk menolak islamisasi pacaran, mereka pun mengajukan pertanyaan: “Apakah pernah Siti Khadijah pernah pacaran dengan Nabi Muhammad SAW sebelum menikah? Apakah pernah salah satu sahabat Rasullah SAW pernah pacaran sebelum menikah? Bukankah pacaran itu merupakan produk Barat?”

Baca lebih lanjut

Masih perawankah bila sudah bercumbu?

Aluww dokter, saya nita cwe 20 th saya tinggal di Jogja, saya baru saja putus sama pasangan saya 6 bulan yang lalu, saya putus gara-gara dia berbuat yang tidak senonoh pada saya.

Kemarin waktu dia ajak saya liburan ke gunung dan sempet nyewa 1 kamar di villa (karena kamar tinggal 1 otomatis saya mau sekamar dengan dia) kami sempet berhubungan tapi saya tidak sadar pada waktu itu. Waktu saya sudah naik ke ranjang karena uda benar-benar cape naik gunung, tiba-tiba libido dia naik dan berusaha untuk menerkam saya, padahal saya berpakaian lengkap tidak telanjang. Yang ingin saya tanyakan apakah semua cwo kalo udah liat
cewe nafsunya akan seperti itu dok?

Pada waktu itu karna terlalu cape saya sempat tak sadarkan diri, tapi pasangan saya berusaha untuk membuka pakaian saya dan sempet mencium dan mengigit puting payudara saya, bahkan esok harinya puting saya merasa sakit dan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Apakah ini berdampak buruk bagi saya dok? Apakah saya masih virgin?

Setelah dia mencium puting saya, kemudian tangannya berusaha untuk memegang kelamin saya bahkan tangan dia sempat menjambak rambut di kelamin saya, untungnya dia ga sempet memasukkan jarinya ke dalam Miss V saya. Apakah saya bener-bener masih virgin ato ga dok? Tolong penjelasannya, terima kasih……

yn

Jawaban dr. Ferry Baca lebih lanjut

Dari Salafi sampai Hamil di Luar Nikah

Dalil yg dipake [utk islamisasi pacaran] mungkin aja shohih, tp tidak shorih (jelas) menyebut pacaran itu boleh

Menurut ushul fiqih, kebolehan muamalah (termasuk pacaran) TIDAK membutuhkan dalil. Yang membutuhkan dalil adalah pelarangannya. Kaidahnya, semua muamalah itu halal, kecuali ada dalil qath’i yang melarangnya. Jadi, pengertian Anda terbalik. Seharusnya, pihak pengharamlah yang menyebutkan dalil yang secara qath’i (shahih dan sharih) melarangnya, namun mereka tidak dapat mengemukakannya. Dalil mereka yang disampaikan kepada kami tidak ada yang sharih.

… itu hanya tafsiran para pemuja akal dan filsafat.

Mengapa Anda bersangka-buruk tanpa bukti sama sekali? Baca lebih lanjut