Konsultasi: Naruh Perhatian Yang Nggak Bikin Risih

pak ustad, saya mau tanya

[1] kata salah seorang sahabat saya, saat kita menyukai seseorang kita tak boleh menunjukan rasa cinta kita dengan menaruh perhatian,

[2] trus aku juga pernah baca buku katanya saat kita mencintai seseorang yg terbaik kita lakukan adalah menggapainya dengan doa, bagaimana dengan tanazhur (menaruh perhatian)?

[3] oya terus bagaimana yg terbaik kita lakukan saat kita bertanazhur? lewat telp atau ketemu langsung tapi didampingi muhrim kita?

[4] pak ustad aku kdg bingung jika aku ingin ngasih perhatian ke teman, aku takut barangkali salah paham aku ada rasa sama dia, pdhal aku hanya kasihan sama dia, aku pengin menolong dia, soalnya aku lihat dia sering murung, dulu dia sering curhat sama aku, ya aku tanggapin; tapi yg bikin aku risih itu ditempat kerja aku takut fitnah, soalnya ditoko sering sepi, pak ustad sikap terbaik yg mana yg harus aku lakukan, soalnya skarg dia juga ga pernah curhat lagi ke aku tapi aku kasihan sama dia?

[5] pak ustad kenapa sampe saat ini hal yang paling risih yg saya rasakan itu naro perhatian ketemen pria walaupun sebenarnya temen ku itu dah kenal aku dan aku juga.

Jawaban:

Ukhti yang disayangi Allah SWT, saya mau jawab

[1] Tanyailah sahabatmu itu, apa dalilnya. Mungkin dia mengira bahwa “menunjukkan rasa cinta kita dengan menaruh perhatian” itu tergolong ‘zina hati’. Perkiraan tersebut agak berlebihan.  Simak 12 alasan mengapa bercinta sebelum menikah.

[2] Untuk menggapai orang yang kita cintai, langkah terbaik adalah berikhtiar dan berdoa. Sebagaimana rezeki, jodoh pun di tangan Tuhan, tetapi untuk menggapainya dibutuhkan ikhtiar dan doa. Doa tanpa ikhtiar akan sulit terkabul. Doa yang sungguh serius adalah yang disertai ikhtiar. Tanazhur merupakan bagian dari ikhtiar untuk mendapat jodoh terbaik.

[3] Untuk tanazhur, yang terbaik adalah kombinasi dari berbagai cara, baik dengan tatap-muka maupun melalui media. Diantara kedua jalan ini, tatap-muka lebih efektif. Sebab, saat ketemu langsung itu kita bisa menaruh perhatian pada pesan-pesan nonverbal (yang terkandung di balik kata-kata). Akan lebih efektif lagi bila muhrim (atau orang kepercayaan pengganti muhrim) itu tidak ikut terlibat dalam perbincangan ukthi dengan si dia, tetapi hanya mengawasi antum dengan jarak yang tidak terlalu dekat. Pengawasan dengan mata sudah memadai (untuk mencegah zina), tak perlu sampai menangkap isi pembicaraan ukhti dengan si dia.

[4] Terus teranglah kepadanya sejak dini bahwa perhatian yang ukhti berikan itu hanya sebatas selaku teman/sahabat. Supaya dia lebih percaya, sesekali tunjukkanlah kepadanya bahwa lawan-jenis yang ukhti beri perhatian bukan hanya dia seorang. Adapun untuk mengurangi kemungkinan fitnah, usahakan supaya kalian berbincang-bincang di tempat “terbuka” (dapat dilihat oleh orang yang lalu-lalang di depan toko). Sedangkan bila ukhti ingin menjadi tempat curhat lagi, katakan saja kepadanya kata-kata seperti: “Kok gak pernah curhat lagi? Udah gak ada masalah? Kalo mau curhat lagi kepadaku, boleh loh! Aku ‘kan udah sering jadi sasaran curhat teman-teman, baik putri maupun putra.”

[5] Mungkin ukhti merasa risih menaruh perhatian pada lawan-jenis karena ukhti khawatir jangan-jangan perhatian yang ukhti berikan itu disalahpahami atau menimbulkan fitnah. (Solusinya sudah saya sampaikan di atas.)

Saya harap jawaban-jawaban singkat tersebut sudah memadai. Namun, bila masih ingin bertanya lagi, silakan!

2 thoughts on “Konsultasi: Naruh Perhatian Yang Nggak Bikin Risih

  1. aku pingin banget diperhatikan sama seseorang karena sekarang kurang perhatian apalagi dengan cowok yang aku sayangi

  2. Assalama’alaikum
    Pak Ustadz saya mau tanya…
    saya masih berusia 20 tahun,dan sudah punya penghasilan bersih Rp.800.000/bulan…
    yang mau saya tanyakan,apakah saya sudah berkewajiban zakat mal???
    soal nya saya masih belum paham……
    Ditunggu penjelasannya…
    wassalam…..

Komentar ditutup.