Saat terbaik untuk PDKT

Kau ingin si dia menambatkan hatinya pada hatimu? Kau mau si dia semakin lekat hatinya pada hatimu? Saranku: seringlah bertemu dalam suasana positif.

Bertemu dan berkenalan secara pribadi merupakan prasyarat bagi tumbuhnya hubungan cinta yang romantis. Memang, bisa saja hubungan cintamu berkembang melalui media, dengan surat, telepon, e-mail, SMS, dll. Namun, sebagian besar orang perlu bertatap muka secara pribadi sebelum memungkinkan mekarnya bunga-bunga cinta.

Bertemu itu pun belumlah memadai apabila baru satu kali. Tatapmuka berulang merupakan syarat bagi munculnya percikan api romantis yang akan berkembang menjadi api cinta yang abadi.

Namun demikian, tidak semua tatapmuka itu menumbuhkan benih-benih cinta. Yang memekarkan bunga-bunga cinta hanyalah yang berlangsung dalam suasana positif. Dengan demikian, ketika kesan si dia mengenai dirimu cenderung positif, itulah saat-saat terbaik untuk melakukan PDKT kepadanya. Rasa simpatinya atau rasa sukanya kepada dirimu akan berkembang menjadi cinta! Asyik, ‘kan?

Sebaliknya, jika kesan si dia mengenai kamu ternyata negatif, maka kau perlu menahan diri untuk tidak bertemu dia dulu selama beberapa waktu sampai kesan tersebut lenyap (atau setidak-tidaknya berkurang drastis). Seringnya tatapmuka dalam suasana negatif ini tidak akan mengubah ketidaksukaan atau kebencian menjadi cinta, tetapi si dia justru semakin menolak keberadaanmu. Sayang, ‘kan?

Oh ya, ingatlah pula, suasana positif itu juga meliputi kebersihan jiwa. Hanya dengan kebersihan jiwalah, cinta sejati bisa ditumbuh-kembangkan di antara kalian. Bila kalian cemari tatap-muka itu dengan pengumbaran nafsu birahi, maka menjauhlah cinta sejati dari kalian. Oleh karena itu, setiap kali muncul godaan syahwat, sekecil apa pun, segeralah taklukkan dengan jurus-jurus penangkal zina.

16 thoughts on “Saat terbaik untuk PDKT

  1. Ooo… jadi, PDKT itu ada strateginya?
    Serius amat. Kayak mo perang ajah.
    Boleeeh… buat yang lagi PDKT, smoga sukses yach!

  2. Artikel menarik. Sering-sering aja, nampilin tulisan kayak gini. Gak ngebosenin.

  3. Ping-balik: Cara Praktis Mendeteksi Kesungguhan Cintanya « Pacaran Islami

  4. bgmn jk tatap-muka tidak mungkin utk dilakukan.
    pdkt lwt sms pun sulit, krn blm ad rsa pcya.
    apkh ktika ia tdk mbls sms qt,brarti ia tdk bsedia mrespon qt??
    tdk ad puls,sy pqr bkn alsnny.
    adkh yg bs mbntu sy???

  5. suasana/kesan positif itu spt apa?

    Contohnya, mengenai diri kamu, si dia berpendapat, “si teduh itu di mataku tergolong orang baik-baik, mungkin malah di atas rata-rata”

  6. Ping-balik: Tiga Syarat Utama Tumbuhnya Cinta Romantis « Pacaran Islami

  7. ass..

    cara diatas ude gw laku in..ampe2 nyokap, bokapnya ude deket bgt ama gw..(percayalahh ama gw)

    nahh..saya ude 2 bln ngejar target…blom ada hasil…skrg dy agak ilfil ama gw….tiba2 dy masi ngarep dgn seseorang…

    nah skrg gw kudu ngapain lagi nichh….tolong dipostingin solusinya dong…padahal gw pengen serius ama dy….

  8. Ping-balik: Cinta Islami « Al Haqqi Batubara

  9. Pak,tapi saya apabila dekat orang yg saya sukai malah salah tingkah&jadi aneh.Oleh sebab itu saya menghindar dari orang yg saya sukai itu.Kemudian saya meminta maaf&menjelaskan hal yg sebenarnya.Memang dimaafkan,pak tapi saya malah dijauhi oleh orang itu.Jadi,itu bagaimana&apa yg harus saya lakukan?

    Jawaban M Shodiq Mustika:

    Sekali menjauh itu belum tentu akan menjauhi selamanya. Sekarang salah tingkah pun belum tentu akan salah tingkah selamanya.

    Di satu sisi, salah tingkah itu terjadi karena belum biasa dekat dengannya. Nanti kalau sudah terbiasa, ini bukan masalah lagi. Di sisi lain, salah tingkah itu mungkin terjadi karena karena kau “banyak berharap” padanya. Diantaranya berharap supaya dia tidak berpandangan jelek mengenai dirimu, supaya kehadiranmu di dekatnya dia terima dengan sehangat-hangatnya, dan sebagainya.

    Saranku, sukailah dia setulus-tulusnya. Apa pun tanggapan dia terhadap sikapmu, berserah dirilah kepada Yang Mahakuasa. “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali ‘Imran [3]: 159)

  10. Assalamualaikum…

    Saya pernah kirim email buat bapak, dan terima kasih utk advise yg bpk berikan. Terima kasih pula utk do’a yg bpk berikan.

    Saya percaya takdir Allah. Mungkin takdir pula yang membuat saya skg lillahi ta’ala dgn apa yg saya alami. Orang baru dan kisah baru krn skg saya berkenalan dgn seseorg yg punya niat yg sama yaitu ta’aruf walau perkenalan kami msh sebatas saling curhat krn sama2 patah hati.

    Insya allah saya ingin menerapkan isi artikel bpk tsb. Meski saya masih ragu apa saya bisa krn sy khawatir pada diri saya sendiri. Khawatir apakah dia akan menerima saya apa adanya krn saya merasa begitu banyak perbedaan di antara kami.

    Wasalam

  11. Lam kenal deh..

    priasanepo.blogspot.com >>

    Consultant and Investigator of Love

Komentar ditutup.