Bahagia Melalui Hubungan Asmara (dan Non-Asmara)

Kamu mau bahagia melalui hubungan asmara dengan sang pacar? Ada beberapa langkah yang perlu kau tempuh.

Salah satu aturan terpentingnya: Agar bisa bahagia dalam pacaran, sebelumnya kamu harus mampu bahagia tanpa pacaran lebih dahulu.

Jika kamu melakukan pacaran dengan maksud mencari kebahagiaan, maka kebahagiaanmu tidak bisa kau kendalikan. Akibatnya, kamu takkan berbahagia dengan pacar yang mana pun. Kebahagiaanmu tergantung pada manis-pahitnya hubunganmu dengan pacarmu. Padahal, kamu tidak bisa memastikan bahwa hubunganmu akan berlangsung manis terus-menerus. (Bahkan, efek sampingnya yang negatif: ketergantungan ini akan menyebabkan kamu kurang selektif dalam memilih orang yang tepat untuk menjadi pacarmu.)

Mengapa mencari kebahagiaan melalui pacaran? Salah satu penyebabnya yang paling mendasar: takut akan kesepian atau kesendirian (jomblo). Jadi, agar bisa bahagia dalam pacaran, pulihkan rasa takut akan kesendirian lebih dahulu.

Bagaimana cara mengatasi rasa kesepian tanpa pacaran? Berikut beberapa kiatnya:

Pertama, dekatkanlah hubungan kamu dengan Sang Maha Pencinta. Jadikanlah Dia prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan kamu akan cinta. (Salah satu caranya adalah mendirikan salat secara SMART.)

Kedua, akrabkanlah hubungan kamu dengan saudara-saudara sesama muslim, terutama yang sejalan denganmu (misalnya: sama-sama mendukung islamisasi pacaran). Jadikanlah mereka sebagai prioritas untuk memenuhi kebutuhan kamu akan solidaritas.

Ketiga, peliharalah hubungan silaturrahim kamu dengan para kerabat dan famili. Jadikanlah mereka sebagai prioritas untuk memenuhi kebutuhan kamu akan rasa kekeluargaan.

Keempat, tumbuhkanlah hubungan kasih-sayang dengan orang-orang yang sangat membutuhkan kasih-sayang (misalnya: anak yatim-piatu, anak fakir-miskin, korban bencana alam). Jadikanlah mereka sebagai prioritas untuk memenuhi kebutuhan kamu akan eksistensi.

Itulah diantara langkah-langkah yang ampuh untuk mengatasi rasa kesepian dan membangkitkan kebahagiaan tanpa pacaran. Begitu pentingnya cara-cara tersebut, sehingga meskipun kamu sudah punya pacar, langkah-langkah tersebut tidak bisa kau abaikan kalau kamu memang mau bahagia.

2 thoughts on “Bahagia Melalui Hubungan Asmara (dan Non-Asmara)

  1. seseorang pernah berkata pada ana:
    “suko ndak usah baiyo-iyo bana” (Pacaran nggak usah serius2 amat, sekedarnya aja . karena jika terjatuh (putus) kan sangat menyakitkan).
    dari sinilah ana mulai berfikir:
    “Allah.. Allah yang paling utama dari semuanya!!”
    lalu ana jawab dengan santai:
    “Kalau aku jatuh, tangan Allah siap memegang dan menarikku kembali keatas dengan cinta-Nya”
    Jadi nggak usah takut bercinta (yang bertujuan mulia “Nikah”) kemudian ‘putus’. karena Allah kan selalu bersma kita. InsyaAllah.
    yang terpenting gimana cara kita menerapkan:

    “SALING MENCINTAI KARENA ALLAH”

Komentar ditutup.