Contoh Pacaran Islami ala Ibnu Qayyim Al-Juziyah (3)

‘Abdul Malik bin Marwan pernah bertanya kepada Laila Al-Ukhailiyah: “Demi Allah, apakah antara kamu dan [almarhum] kekasihmu pernah melakukan suatu dosa sehingga kamu mesti bertobat darinya?”

Laila menjawab: “Demi Tuhan yang telah mencabut nyawanya dan Dia pun berkuasa untuk mencabut nyawaku, di antara aku dan dia tidak pernah terjadi perbuatan yang berdosa sama sekali. Hanya saja pada suatu hari ketika dia baru tiba dari perjalanannya, dia menjabat tanganku dan meremas-remasnya. Itu pun sudah kuanggap sebagai perbuatan yang tabu. Hal inilah yang kumaksudkan dalam bait-bait syairku yang berikut ini:

Berapa banyak keinginan [syahwat]-nya kepadaku, kukatakan kepadanya: “Jangan kau lampiaskan keinginan [syahwat]-mu.

Kamu tidak punya jalan untuk melampiaskannya selama aku masih hidup.

Aku punya Pengawas yang tidak boleh kukhianati;

dan engkau pun punya Pengawas pula, namun engkau kekasihku.”

Laila berkata: “Demi Tuhan yang telah mencabut nyawanya, dia sama sekali tidak pernah mengucapkan kata-kata yang mesum hingga kematian memisahkan antara aku dan dia.”

— — — —

Ketika ‘Umar bin Abu Rabi’ah (penyair terkenal pada masa Bani Umayyah) menjelang kematiannya, al-Harits, saudaranya, menangisinya sehingga membuat ‘Umar berkata kepadanya: “Wahai saudaraku, jika engkau menyesaliku karena dalam bait syairku sering kukatakan bahwa aku merayu kekasihku dan dia balas merayuku, sebenarnya aku tidak pernah melakukan hal-hal yang diharamkan dengannya. …”

Setelah mendengar ucapan itu Al-Harits merasa lega dan berkata: “Segala puji bagi Allah SWT yang telah menyenangkan hatiku.”

===============

Kutipan dari Ibnu Qayyim Al-Juziyah, Taman Orang-orang Jatuh Cinta & Rekreasi Orang-orang Dimabuk Rindu (Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2006), sub-bab “Berbagai Hadits, atsar, dan riwayat yang menceritakan keutamaan memelihara kesucian diri”, hlm. 628 & 636-637.

3 thoughts on “Contoh Pacaran Islami ala Ibnu Qayyim Al-Juziyah (3)

  1. ya ampun mister awalnya orang pacaran tu memang datar2 saja.. tapi tu ntar lamkelamaan wah mulai yang aneh2, soalnya nyata kebanyakan setelah kejadian BARU MENYESAL, trus gimana? B’ati kan Islam 100% BENAR….

  2. @ Hamba Alloh

    Ya, kami bisa merasakan kegundahan Anda. Oleh karena itulah, supaya saudara2 kita yang melakukan pacaran TIDAK menyesal di kemudian hari, kita serukan islamisasi terhadap perilaku pacaran mereka. Oke….

  3. Ping-balik: Pacaran islam a… | rudiykom

Komentar ditutup.