Contoh Pacaran Islami ala Ibnu Qayyim Al-Juziyah (9)

Pernah dikatakan kepada salah seorang di antara mereka yang jatuh cinta kepada seorang gadis dalam waktu yang cukup lama: “Apakah yang akan engkau lakukan seandainya dapat berduaan dengannya dan tiada yang dapat melihat kamu berdua, selain hanya Allah?”

Ia menjawab: “Demi Allah, aku tidak akan membuatnya memandang remeh kepadaku. Aku tidak akan melakukan kepadanya saat berduaan, kecuali seperti apa yang biasa kulakukan saat dia berada bersama keluarganya. Meskipun aku harus menanggung kerinduan yang lama dan hanya bisa memandangnya dari jauh, tetapi aku hindarkan hal-hal yang membuat Tuhanku murka dan merusak cinta kami.”

Jika bagian yang disukai seseorang dari kekasihnya adalah hal yang diharamkan, maka aku lebih suka memilih bagian yang halal namun menyenangkan.

Sebatas obrolan bak hujan yang turun di celah-celah musimnya, diwarnai dengan rayu[an] dan sesekali disertai dengan teguran yang baik.

….

Cinta yang tulus itu tiada lain dengan menjaga kesucian diri; dan kerinduan hati hanya diungkapkan melalui rayuan.

Sesunggguhnya aku merasa malu kepada kekasihku bila melakukan hal yang mencurigakan; dan jika diajak untuk hal yang baik, aku pun berbuat yang baik.

===============

Kutipan dari Ibnu Qayyim Al-Juziyah, Taman Orang-orang Jatuh Cinta & Rekreasi Orang-orang Dimabuk Rindu (Bandung: Irsyad Baitus Salam, 2006), sub-bab “Cinta yang suci tetap menjadi kebanggaan”, hlm. 655-656.

3 thoughts on “Contoh Pacaran Islami ala Ibnu Qayyim Al-Juziyah (9)

  1. Ping-balik: Pacaran islam a… | rudiykom

Komentar ditutup.