Pengaruh pilihan acak

Dalam artikel “Pilihan kita tak terbatas”, telah kita simak besarnya pengaruh pilihan ‘kecil’ tertentu (yang tidak acak) seperti bersolek. Bagaimana dengan pilihan acak (yang tidak tertentu)? Tidak besarkah pengaruhnya untuk mendapat jodoh terbaik?

Marilah kita periksa kisah Musa a.s. yang sedang melarikan diri dari Mesir dan sampai di negeri Madyan. Ayolah kita simak kisahnya di surah al-Qashash [28] ayat 23-28:

***

Dan ketika ia [Musa] sampai di sebuah mata air di Madyan, didapatinya ada sekelompok orang sedang mengambil air [untuk ternak] dan di belakang mereka ada dua orang perempuan sedang memagari [ternak itu]. Ia berkata: “Ada apa dengan kalian berdua?” Mereka menjawab: “Kami tak dapat memberi minum ternak kami sebelum gembala-gembala itu selesai, sedangkan ayah kami sudah tua sekali.”

Maka ia memberi minum untuk [ternak] mereka berdua, kemudian ia pun kembali ke tempat semula berteduh, dan berkata: “Tuhanku! Sungguh aku memerlukan anugerah yang dapat Kauturunkan kepadaku!”

Kemudian salah seorang dari kedua [gadis itu] datang [kembali] kepadanya, berjalan tersipu-spu sambil berkata: “Ayahku mengundang kau untuk dapat membalas jasamu karena telah memberi minum [ternak kami].” Maka setelah ia berkunjung kepadanya dan menceritakan kisah pengalamannya, ia berkata: “Janganlah takut; kau telah lepas dari kaum yang zalim.”

Salah seorang [dari gadis itu] berkata: “Ayah! Ambillah dia sebagai pekerja upahan; sebenarnya yang terbaik dalam mengupah orang ialah yang kuat dan jujur.”

Ia berkata: “Aku bermaksud menikahkan kau dengan salah seorang putriku ini, dengan ketentuan kau bekerja padaku selama delapan tahun; tapi kalau kau sempurnakan sampai sepuluh tahun, maka itu [suatu kebaikan] dari pihakmu. Aku tidak bermaksud menyusahkan kau; insya’Allah akan kaulihat bahwa aku termasuk orang yang saleh.”

Dia berkata: “Demikian [perjanjian] antara kita berdua; yang mana saja antara kedua waktu yang ditentukan itu akan kulaksanakan; aku tidak akan menyalahi janji; atas apa yang kita ucapkan Allah juga yang menjadi Saksi.”

***

Perhatikanlah acaknya pertemuan antara Musa dan si gadis. Secara acak, Musa sampai di Madyan, bukan di tempat lain, dalam pelariannya dari Mesir. Secara acak, Musa berteduh di dekat mata air. Secara acak pula, saat itu kebetulan si gadis hendak memberi minum ternaknya. Rupanya, pertemuan secara acak seperti itu dapat berpengaruh besar pada pemerolehan jodoh terbaik.

Akan tetapi, tentu saja pilihan acak tidak begitu saja menjamin Anda memperoleh jodoh terbaik. Untuk memperoleh jodoh terbaik, pilihan acak itu perlu (1) diperbanyak jumlahnya, dan (2) disertai dengan pilihan tak acak yang memperluas ruang lingkup pilihan.

Untuk jelasnya, dua syarat tersebut kita bahas di pekan depan. Insya’Allah kita membahasnya setelah artikel-artikel lain mengenai perlu-tidaknya menyembunyikan rasa cinta.