Ada kalanya rasa cinta perlu dirahasiakan

Tercelakah orang Islam yang merahasiakan cintanya? Kalau tidak selalu tercela, alasan apa sajakah yang bisa kita terima untuk merahasiakan rasa cinta?

Berikut kami kutipkan setengah bagian terakhir dari Bab 12, “Orang yang Merahasiakan Cintanya”, buku Ibnu Hazm El Andalusy, Di Bawah Naungan Cinta, terj. Anif Sirsaeba (Jakarta & Semarang: Republika & Pesantren Basmala Indonesia, 2007), hlm. 85-87:

Mungkin seseorang menyembunyikan cinta dengan tujuan untuk menjaga keutuhan cintanya kepada sang kekasih. Jika karena alasan ini, berarti ia merupakan seorang pencinta yang setia dan memiliki sifat yang terpuji. Beberapa bait puisiku berujar tentang hal ini:

Mereka tahu aku ini pemuda yang dilanda cinta
Tapi kusembunyikan segala rahasia cinta
Kecuali pada mereka yang tahu keadaanku sepenuhnya

Bagi mereka yang tak tahu diriku sebenarnya
Cukuplah mereka tahu aku sedang mencinta
Seumpama garis yang terlihat nyata
Namun mereka tak perlu tahu hakikat guratannya
Atau seumpama suara perkutut yang indah suaranya
Tapi tak bisa dipahami hakikat maknanya

Mereka berkata,
Demi Allah, cintamu bukanlah racun binasa
Ia adalah hajat mulia
Amboi, cinta itu bukan perangai orang gila
Melainkan mutiara yang bikin orang tergila-gila
Selamanya, mereka tergetar dalam syakwa
Syakwa yang terputus atau terputusnya syakwa

Mengenai cinta yang dirahasiakan, aku pun memiliki puisi yang lain:

Untuk rahasia cinta, telah kusiapkan tempatnya
Kala ada orang mengetahuinya, aduhai betapa sedihnya
Tersingkapnya rahasia cinta seumpama diserang kematian
Kala rahasianya utuh terjaga, kebahagiaan
Sungguh tak terlukiskan

Bisa jadi, alasan mengapa seseorang harus merahasiakan cintanya, ia kuatir jika ada orang yang menghinanya. Sebab, yang ia cinta ternyata orang yang terhormat kedudukannya. Mencintai orang yang lebih terhormat kedudukannya memang tidak kecil risikonya. Dalam hal ini ada cerita menarik yang ingin kusampaikan padamu:

Sesungguhnya, seorang penyair dari Cordoba menulis sebuah puisi yang memuja-muja Shabah, ibunda Hisyam Al-Muayyad. Kemudian ada seorang budak perempuan menyenandungkan puisi itu di hadapan Al-Mansour Muhammad bin Abu Amir, dengan harapan agar Al-Mansour berkenan membeli dirinya. Namun, untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak, Al-Mansour malah memerintahkan pengawal untuk memenggal kepala budak perempuan itu.

Serupa dengan cerita di atas, ialah cerita tentang terbunuhnya Ahmad bin Mughits, dan cerita tentang pengusiran besar-besaran terhadap keturunan Bani Mughits, berikut dikeluarkannya larangan untuk bergaul dengan mereka. Peristiwa ini mengakibatkan keturunan Bani Mughits hancur binasa. Sehingga keturunan Bani Mughits nyaris sirna, kecuali beberapa orang saja yang tersisa. Hal ini terjadi, lantaran Ahmad bin Mughits menggoda seorang putri raja. Sungguh, peristiwa demikian kerap terjadi waktu itu.

Diceritakan, sesungguhnya Al-Hasan bin Hani mencintai Muhammad bin Harun, yang masyhur dengan panggilan Ibnu Zubaidah. Muhammad bin Harun merasakan bahwa Al-Hasan menaruh cinta kepadanya. Namun, ia sendiri tidak mencintainya. Maka ia bentak Al-Hasan, kala Al-Hasan memandangnya lama-lama. Diceritakan pula, sesungguhnya Al-Hasan mengaku kian tergila-gila pada Muhammad kala ia memandanginya lama-lama.

Alasan lain mengapa seseorang merasa perlu menyembunyikan rasa cintanya, ialah karena permintaan dari sang kekasih agar cinta mereka dirahasiakan saja. Ada pula orang yang terpaksa harus merahasiakan cintanya, lantaran ia paham betul, jikalau cintanya itu ia ungkapkan, niscaya perasaan dan pikiran sang pujaan akan segera berubah. Ia akan berubah manja dan tinggi hati.

Atau ada juga orang yang terpaksa< harus merahasiakan cintanya, karena ia tahu, kalau cintanya diungkapkan, maka ia akan diperlakukan layaknya hamba sahaya oleh orang yang dicintainya. Padahal, selama ini hubungan di antara mereka adalah hubungan pertemanan yang sepadan. Karenanya, merahasiakan cinta merupakan strategi supaya pertemanan yang selama ini terjalin, tidak menjelma menjadi hubungan antara tuan dan hamba sahaya. Atau, bahkan, malah menjelma kebencian yang teramat dalam. Sungguh, ia yang merahasiakan cintanya tak ingin diperlakukan layaknya budak atau tawanan perang.

Alasan lainnya, mengapa orang merahasiakan cintanya, karena ia merasa sangat malu, kalau-kalau orang lain tahu bahwa dirinya sedang dirundung cinta. Dan sangat mungkin, bahwa orang merahasiakan cintanya lantaran cintanya tak kesampaian alias ditolak sang pujaan. Karenanya, ia berusaha mati-matian dalam menutupi perasaan cintanya, supaya orang lain–terutama orang yang menjadi saingan cintanya–tidak menertawakannya.

5 thoughts on “Ada kalanya rasa cinta perlu dirahasiakan

  1. Bismillah….
    Saya mungkin tipe yang ‘mengumbar2’… Ingin sekali saya mengumumkan kepada dunia ketka saya benar2 sedang di’mabuk cinta’.. Saya utarakan ini kepada orang yang saya maksud dengan cara yang (menurut saya) paling tepat dan juga di blog… Sengaja tidak saya umumkan siapa pria ini sebenarnya.
    Karena jujur saya harus berhati-hati karena ini bersangkutan dua orang dengan dua lingkungan dan latar belakang berbeda.. Saya tidak mau jika termyata finalnya kami tidak bersama, kelak akan ‘mempersulit’ kelancaran datangnya kesempatan untuknya kelak…
    Jadi jika saya ‘merahasiakan’nya.. Alasannya bukan karena saya takut malu, takut di-hina, takut cupu atau gengsi…. sama sekali bukan…
    Tapi karena ingin membahagiakan orang yang saya cintai.. Tapi yaaa, pemahaman orang tentang hakikat cinta berbeda-beda.. Yang pasti di kala cinta ‘utama’ saya pada Sang Kekasih tetap terjaga, maka cinta saya ‘yang lain’ tidak akan membuat saya ‘sakit’ walau luka itu ada…. Wallahu’alam.. ^_^

  2. >>>Yang pasti di kala cinta ‘utama’ saya pada Sang Kekasih tetap terjaga, maka cinta saya ‘yang lain’ tidak akan membuat saya ’sakit’ walau luka itu ada….>>>

    Jujur, saya suka kalimat ini…nice quote…moga2 berhasil dalam meraih cintaNya dan cintanya…aamiiin…

  3. saya sangat setuju dengan paham2 mengenai pacaran islami.tapi ngomong2 btw [1] pacaran itu kalau di rahasiakan sama ortu boleh gak,??? n [2] bagaimana cara menyadarkan teman / pacar kita yang melanggar ajaran islam???

    Jawaban M Shodiq Mustika:

    [1] Ada kalanya, rasa cinta itu perlu dirahasiakan. Akan tetapi, sebaiknya pacaran tidak dirahasiakan, terutama kepada ortu. Ingatlah bahwa pacaran islami membutuhkan pengawasan. Lihat https://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/

    [2] Perhatikanlah apa yang biasanya membuatnya berubah. Manfaatkanlah pola perubahannya itu!

  4. ass. jika saya dilanda cinta apa yang harus saya lakukan jika saya sangat malu untuk mengungkapkan cinta saya kepada seseorang, padahal orang yang kita cintai juga suka. namun apa yang harus saya lakukan jika kami saling malu untuk ungkapkan rasa cinta itu. tindakan apa yang harus kita perbuat? apa dalilnya ? terimakasih

  5. aSsLamu’aLaikum….🙂 bLh cUrhat Ya?!pLizz

    saLam tAaRuF tUk sMua…..????!!!!

    qU, cM mw mNt pEndPat dR sYpa jA y9 mW nAn9gPn!!qU l9 bNgun9!!!!!!!!

    lEt’s…
    qU l9 dKt sm oRn9 y9 uDh dknaL sLma 6 bUlan (dY ikHwan),,n aLhamduliL smPai sAt ni qTa sHabTan,dY sLalu da wKt qU bTuh sEoRn9.pKokNya isTilaH sHbatan y9 lEngkEt b9t dEh…bHkan sMp pRnah dbLan9 da gUla,da sEmut!!hEhEhe….

    tP dbLik tU, sBnaRnya dya pUnya sEoRn9 caLon iStRi y9 tDk mMboLehkan dY tuK kUt k9iaTan bHkan kE9.DakWah sKaliPun!!dkT d9n sOran9 pRmpUan,mW tU tEmaN oR sHbt,,,j9 g’boLeh!!
    n c ikHwaN ni, pRnaH bLan9 kLo dY LeBh mRasA nYamaN wKt qTa bRen9.aLasaNnYa LebH bS mNjaDi dRinYa sNdRi n bS tErtwa lEpaS…😀 pAdaHal qU kaN bKn pLawaK!!!!

    sEteLah tU,,, akHr2 ni qU jD b’9nTun9 sM dYa.kMn2 mWnYa diAnTrin sM dY,,,qU tw ni sLh!!!n pRnaH cOba tUk aKhRn sMuanYa!!ya,,mNghndar gTu!!tP dYa tw,n dYa mOhoN sM qU tUk g’niN9gaLin dYa oR mN9hndRi dYa…qTa kYany sM2 tW, kLo qTa sLin9 mMbUtuHkan 1 sM Lain.dR sKap y9 dY tUnjuKkin qU tw kLo dya pNy rS y9 sm!!!

    1. qU hRs gMn????????????????????????????????

Komentar ditutup.