Taaruf dengan ikhwan, perlu tanya apa sajakah?

insyaAllah … dalam waktu dekat ini, ana mo ta’aruf sama ikhwan. Tapi, ana gak tau.. nanti ana nanya apa aza.. ya..

Maksud ukhti, taaruf dalam rangka menuju pernikahan, ‘kan?

Pertanyaan apa yang perlu ukhti tanyakan itu tergantung pada apa yang ukhti pandang penting dalam berumah-tangga dengannya. Di sini ana hanya memaparkan beberapa contoh jenis pertanyaan yang ana anggap penting. Inilah diantara pertanyaan yang perlu ukhti ajukan kepada si ikhwan:

1) Apa sajakah yang telah akhi kenali mengenai diri ana?

2) Mengapa akhi tertarik/bersedia lakukan taaruf dengan ana?

3) Dalam kehidupan sehari-hari akhi, siapakah orang yang nasihatnya paling akhi taati? Apabila beliau menasihati akhi untuk menghukum atau bahkan menceraikan istri akhi, apakah akhi akan mematuhinya?

4) Mungkinkah akhi kelak berpoligami? Mengapa?

5) Dalam pandangan akhi, apa fungsi istri? Apa sajakah yang akhi harapkan dari istri?

6) Siapakah yang akan mengerjakan urusan rumah tangga sehari-hari seperti memasak, mencuci, menyapu, dsb? (Pembantu? Istri saja?)

7) Apakah akhi membolehkan istri bekerja? Mengapa? Kalau membolehkan, apa saja syaratnya? Bagaimana bila penghasilan istri lebih besar?

8) Berapa persenkah dari total penghasilan akhi yang akan akhi serahkan pengelolaannya kepada istri?

9) Manakah yang akhi prioritaskan untuk pengeluaran rumah tangga? (Makanan? Pakaian? Tempat tinggal? Pendidikan anak? Modal pengembangan usaha? Atau apa?)

10) Akhi akan menempatkan istri di manakah sebagai tempat tinggal?

11) Kira-kira berapa kali akhi menghendaki hubungan seks dengan istri per bulan? Ketika istri sedang letih atau segan, apakah akhi akan tetap mendesak istri berhubungan seks?

12) Menurut akhi, bagaimana cara terbaik untuk mendidik anak?

13) Bila anak akhi tidak mematuhi akhi, apa yang akan akhi lakukan?

14) Bila istri akhi tidak mematuhi akhi, apa yang akan akhi lakukan?

15) Bila akhi marah kepada istri/anak, apa yang akan akhi lakukan?

16) Bila akhi dimarahi oleh (atau bertengkar dengan) istri/anak, apa yang akan akhi lakukan?

17) Relakah akhi bila istri akhi bergaul dengan siapa saja yang disukai oleh istri akhi?

Iklan

3 thoughts on “Taaruf dengan ikhwan, perlu tanya apa sajakah?

  1. Bagus, tapi mungkin itu adalah pertanyaan tambahan…..
    karena menurut saya pertanyaan yang utama/awal adalah…..menurut saya yah…..ehhmmmm….
    1. Apakah beliau mampu membawa saya ke dalam ridha Allah baik itu di dunia atau di surga….
    2. Apakah tujuan beliau mencintai saya karena kecantikan saya, kekayaan saya, kebaikan saya atau karena iklas karena Allah, karena ingin beribadah kepadaNya dalam menjalankan perintahNya…..
    3. Apakah beliau siap bertanggungjawab terhadap saya baik itu di dunia ataupun di akhirat…
    4. Dapatkah beliau menjadikan saya istri yang solehah dan diridhoi oleh Allah…
    mungkin itu saran yang dapat dijadikan pertimbangan mengenai pertanyaan dalam diri untuk menghadapi pernikahan nanti….
    terima kasih…. maaf bila ada kesalahan atau ke sok tauan……

  2. @ Raddin

    Terima kasih atas tambahannya. Empat hal yang Anda sebutkan itu memang perlu diketahui oleh orang yang lakukan taaruf. Hanya saja, ada perbedaan antara “apa saja yang perlu diketahui” dan “pertanyaan apa saja yang perlu diajukan”.

  3. Ping-balik: ta’aruf « Curhatnya Ummu

Komentar ditutup.