Konsultasi: Kenal Lewat Internet, Ingin Tahu Lebih Dalam

assalamu’alaikum ustadz. saya sudah membaca buku ustadz yg berjudul istikharah cinta. sungguh sangat menarik sekali, terutama pada bagian mencari jodoh lewat internet.

saat ini saya sedang menjalankan hubungan jarak jauh dengan seorang pria yang saya kenal lewat jalur chatting. seperti yg ustadz katakan bhw hal itu diperbolehkan. saya dan kenalan saya itu sudah tukaran foto dan saling telpon/sms. dia menyatakan niatnya untuk menikahi saya. secara sepintas, dia pria yg menarik dan cukup baik. tetapi menikah butuh perkenalan/ta’aruf yang lebih dalam lagi. saya berharap bisa mengenalnya secara dekat supaya tau baik buruknya dia untuk dijadikan seorang suami.

bagaimana cara saya untuk tahu dia luar dlm, sedangkan kami terpisah propinsi. ustad, saya ingin serius dengannya, tapi saya takut dia tdk sebaik yg saya harapkan. untuk datang ke kotanya saya malu. masa perempuan datangi laki2, apalagi saya gak punya saudara sekota dengannya. dia pun sangat sulit ke kota saya krn terikat kerja dinas. ustad, bagaimana cara saya untuk tahu dia luar-dalam? mohon jawabannya segera. saya sangat menantikan jawaban ustad. terima kasih.

wa’alaykum salam

Benar kata-katamu, “menikah butuh perkenalan/ta’aruf yang lebih dalam lagi”.

Ada perbedaan yang mendasar antara komunikasi bermedia dan komunikasi tatap muka. Komunikasi bermedia itu efisien, tapi kurang efektif. Sebaliknya, komunikasi bertatap muka itu kurang efisien, tapi efektif.

Bila kita membutuhkan kecepatan (atau pun keluasan) penyampaian informasi, maka komunikasi bermedia merupakan pilihan yang lebih tepat. Namun bila kita memerlukan kedalaman (atau keakuratan) isi informasi, maka komunikasi tatapmukalah yang lebih tepat.

Mengapa tatapmuka lebih efektif? Sebab, pesan nonverbal (di balik kata-kata) lebih tampak jelas dalam komunikasi tatapmuka.

Hanya dengan pengamatan terhadap pesan nonverbal dalam komunikasi tatapmuka itulah kita bisa tahu si dia luar-dalam. Karenanya, supaya lebih tahu baik-buruknya si dia, komunikasi tatap-muka itu mutlak diperlukan.

Sulit? Begitulah. Memang, komunikasi tatapmuka itu kurang efisien. Seringkali dibutuhkan pengorbanan untuk melakukannya.

Akan tetapi, orang yang serius hendak menikah pastilah berusaha sekeras-kerasnya untuk mengunjungi si dia, betapapun sulitnya. Ibaratnya, “lautan kuseberangi, gunung pun kudaki”.

Kalau dia tidak mau bersusah-payah untuk mengunjungimu, maka dia kurang serius untuk menikah denganmu. Bila alasannya pekerjaan, maka dia lebih mementingkan pekerjaan daripada rumahtangga. Bahkan, mungkin saja hal itu mengisyaratkan bahwa dia lebih mementingkan dirinya sendiri daripada dirimu. (Pada kerja dinas sekalipun, selalu ada hari libur atau cuti yg bisa dimanfaatkan utk komunikasi tatap muka.)

Kemudian bila kau sudah yakin bahwa dia serius mau menikah denganmu, sebaiknya kau pun mengunjungi tempat tinggalnya walaupun disertai dengan rasa malu. Kalau kau tak punya saudara yang sekota dengannya, carilah kenalan lebih dulu, tiga atau empat orang yang sejenis denganmu (sesama perempuan), yang sekota dengannya. Bertemanlah dengan mereka. Setelah berteman dengan mereka secukupnya, mintalah seorang diantara mereka untuk menemanimu mengunjungi si dia.

Demikian saranku untuk kali ini. Semoga bermanfaat.

Iklan

7 thoughts on “Konsultasi: Kenal Lewat Internet, Ingin Tahu Lebih Dalam

  1. ya memang untuk hubungan yang akan di lanjutkan secara serius kalo memeng mantap dalam arti tidak kecewa pada akhirnya gak usah ketemuan gak apa apa.tapi kalo secara islami alankah baiknya ta`aruf dulu baru di lanjutkan gitu……

  2. ya akhi bantu ana
    ana sudah 7 bulan teringat mantan terus malah mantan suka mendatangi saya lewat mimpi.gini ceritanya ustad, dulu aku berniat mengkhitbah teman sd ku dan diapun mau v rencana ini belum aku bicarakan dengan orang tuaku. waktu itu sih dy mau v gak tw kenapa ibunya yang mw aku khitbah itu malah melarang anaknya berhubungan denganku malah dia mengancam kalau masih ada hubungan denganku biaya kuliah dy akan distop.
    masalahnya ustad aku sangat mencintai dia aku tidak mau jinah hati bila tiap baca Quran dan mau shalat teringat dy. apakah cinta ku bisa diperjuangkan? dan apakah aku masih bisa memperjuangkan cintaku pada dy jika dihadapkan hadits restu Allah adalah restu Orang tua murka Allah adalah murka orang tua?

    Jawaban M Shodiq Mustika:
    1) Merindukan si dia bukanlah zina hati. Zina hati adalah mengharap-harap kesempatan untuk berzina. Lihat lima paragraf terakhir di artikel “Punya Kekasih Tetap…
    2) Perjuangkanlah keduanya sekaligus. Lihat artikel “Kalau Sampai Ketahuan…

  3. salam semua,

    Tertarik!

    BAGAIMANA mendapatkan dali Qathi’ atau PASTI dalam bab dibolehkan nerduaan?

    terima kasih

  4. Alhamdulillah, Ilmu Allah yg dibawa Nabi saw, sangat luas…..

    Kebanyakan hadis2 tidak diperluaskan secar terbuka dan berhikmah.

    Semoga saya tidak menanggap seseorg dan menghukum tanpa mempelajari sesuatu perkara….

    Terima kasih pak m.shodiq..

  5. sayapun mengalami hal yang sama seperti cerita diatas, tetapi walau begitu kita mohon petunjuk kepada Allah semoga apa yang diberikan-Nya adalah yang terbaik bagi dunia dan akhirat kita.

  6. @murni

    ya semua nya kembali kepada-Nya
    kita hanya bisa merencanakan tapi Allah lah yang menentukan
    ingat lah bahwa Allah maha mengetahui apa yang terbaik untuk umat nya

Komentar ditutup.