Aktivitas Pengobat Rindu

Tidak selamanya Anda dan si dia yang Anda cinta berdekatan secara fisik. Seringkali terjadi, kalian berdua terpisah oleh jarak. Ketika menyadari betapa si dia itu “jauh di mata”, apa yang Anda rasakan? Tentu Anda merasa rindu.

Terus, sewaktu Anda merasa rindu, apa yang Anda lakukan? Membiarkan diri gelisah tak menentu? Mudah-mudahan tidak.

Bila Anda merindukan si dia, Ibnu Hazm mempersilakan Anda “mengekspresikan kerinduan” tersebut dengan sebaik-baiknya. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 201) Untuk itu, “berbesar jiwalah, dan kerjakanlah aktivitas yang dapat mengobati kerinduan-kerinduanmu pada kehadiran sang pujaan”. (hlm. 191)

Aktivitas apa saja? Ada beberapa alternatif yang bisa Anda tempuh. Sekurang-kurangnya, ada lima alternatif yang dikemukakan oleh Ibnu Hazm.

***

Pertama, kunjungilah dia. Ini merupakan “pengalaman indah, menyenangkan, dan tak terlupakan. Apalagi ketika satu sama lainnya saling tersipu malu-malu dan saling dapat mengungkapkan rahasia hatinya.” (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 191)

Dalam kesempatan ini, mungkin Anda sudah merasa cukup dengan cuma mencuri-curi pandang, berisyarat mata, dan berisyarat lisan ala kadarnya. Akan tetapi, “berbicara panjang-lebar tentu akan lebih membahagiakan”. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 192)

Takut bosan bersua dengan si dia? Jangan takut! Ibnu Hazm menandaskan bahwa “bagi para pencinta sejati, perjumpaan tak akan pernah membosankan”. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 187)

Hanya saja, awas! Ketika bersua dengan si dia dalam keadaan rindu yang menggebu-gebu, mungkin nafsu syahwat Anda (atau si dia) bergejolak. Waspadalah! Jangan mendekati zina!

***

Kedua, pandangilah benda yang mewakili si dia. Ini seperti Nabi Ya’qub a.s. yang mencium baju Yusuf a.s., sehingga penglihatannya pulih. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 193)

Benda yang mewakili si dia itu bisa saja berupa barang-barang pemberian dari nya. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 194) Bisa pula ujudnya berupa media surat, SMS, e-mail, dan sebagainya, yang berasal dari si dia. Selain itu, gambar atau foto si dia pun dapat Anda gunakan. Yang penting, jangan sampai terlanda “zina mata”! (“Zina mata” adalah pandangan mata yang disertai dengan nafsu birahi.)

***

Ketiga, pandanglah rumah sang pujaan, seraya membayangkan wajahnya. Ibnu Hazm mengabarkan, “ada lelaki baik-baik yang melakukan tindakan ini”. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 198)

Tentu saja, gunakan cara ini dengan ala kadarnya. Jangan sampai mencurigakan, supaya tidak disangka hendak mencuri atau merampok!

Kalau rumah si dia jauh, tak terjangkau, arahkanlah pandangan mata Anda ke arah rumahnya. (Bandingkanlah dengan shalat kita. Bukankah ketika kita tak bisa langsung menghadap Ka’bah, yakni karena jauh, maka kita menghadap arah kiblat ini sebagai gantinya?)

***

Keempat, bertemulah dengan orang yang dekat dengan sang pujaan, umpamanya yang sekampung dengannya. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 198)

Bagi Ibnu Hazm, alternatif ini pun sudah cukup menghibur dan mengobati kerinduan. Tentang hal ini, beliau berpuisi (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 198):

Telah datang dia yang rumahnya dekat denganmu.

Melihatnya aku sudah terhibur,

Seolah-olah kau datang bersamanya.

***

Kelima, khayalkanlah sang pujaan lantaran adanya sejuta kenangan indah. Apalagi kala sendirian, kala mata terpejam, dan segala aktivitas terhentikan. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 195)

Namun demikian, jangan berlebihan! Bila mengumbar khayalan dan lamunan, maka komposisi syaraf bisa rusak. Orang yang mula-mula tergila-gila karena cinta bisa benar-benar gila. Bila tak diobati, kegilaan pun kian menjadi-jadi. (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 208)

Supaya khayalan Anda tidak berlebihan, ungkapkanlah dalam bentuk nyata. Misalnya dengan menuliskannya di buku harian. Untuk itu, kata-kata puitis merupakan salah satu bentuk yang paling efektif.

Mau contoh? Berikut adalah puisi Ibnu Hazm yang menggambarkan cintanya kepada si gadis cantik yang beliau rindukan (Di Bawah Naungan Cinta, hlm. 269):

Gadis jelita seolah dicipta Tuhan dari cahaya;

Keelokannya tak bisa dilukiskan kata-kata;

Seandainya balasan amalku seelok dirinya,

Di hari saat dihisab dan dibangkitkan manusia,

Niscaya akulah hamba yang paling bahagia;

Kuraih dua surga, dekat dengan bidadari tercinta.

***

Cara-cara mengekspresikan kerinduan seperti itu insya’Allah dapat mengobati kerinduan hati kepada si dia.

5 thoughts on “Aktivitas Pengobat Rindu

  1. Ping-balik: Pengertian zina-hati dan mendekati-zina lainnya « Bukan Zina

  2. Terima kasih sangat bermanfaat untuk qu yang saat ini sedang memendam kerinduan kepadanya…

  3. Ping-balik: Kala Rindu Melanda | Just the Two of Us…

  4. Ping-balik: Rindu itu Datang… | Just the Two of Us…

Komentar ditutup.