Konsultasi: Takut kalau calon suami punya kelainan seksual

asalamualaikum ustadzz. sebelumnya saya minta maaf kalo pertanyan saya terlalu fulgar. saya ingin menanyakan ttg sex pra nikah. sebenernya ini pertanyaan titipan dari teman saya, dan saya pun juga jadi ingin tau ttg ini

begini ustad, kita bisa lihat gaya pacaran anak muda zaman sekarang. . . memang cukup mengkhawatirkan, misal nya masalah ciuman!!!

Nah, kemarin saya sempat share sama teman saya masalah ini, dya mengatakan kalo dya ciuman dya mengambil suatu yang positive. dya jadi tao bagaimana pacar nya itu mencintainya dengan tulus dan tidak hanya mengharapkan itu saja

saya tersentak kaget saat teman saya mengatakan, ada sebagian cow yang dalam “berhubungan” [seks] itu juga kasar, tdk selayak nya org biasa, banyak kelainan yang kita tidak bisa deteksi

jadi menurut ustad, bagaimana kami menghadapi ketakutan ini yang saya nilai wajar kalo mempertanyakan nya. dan pastinya juga tidak akan mungkin kita membuktikan nya dgn melakukan perbuatan yang dilarang ini pastinya!!!

Jawaban M Shodiq Mustika:

Pertanyaan mengenai sex, pranikah sekalipun, tidaklah vulgar. Wanita yang menanyakannya pun tidak tercela. Bahkan, Aisyah r.a. memuji, “Sebaik-baik wanita ialah wanita Anshar. Mereka tidak terhalang oleh rasa malu [untuk bertanya tentang persoalan seksual] dalam mendalami masalah dîn.” (HR Muslim, kitab: Haid)

Oleh karena itu, saya merasa senang sekali mendapat pertanyaan tersebut di atas dari seorang wanita. Jawaban saya:

(1) Benar, kita tidak boleh mendekati zina. (QS al-Isra’ [17]: 32) Kalau pun pada zina itu ada manfaatnya, dampak buruknya jauh lebih besar.

(2) Keromantisan dalam ciuman bukanlah pertanda ketulusan cinta. Hampir semua seniman, orang-orang yang berkepribadian romantis, dan para “buaya darat” mampu berciuman dengan lembut walau tanpa disertai cinta yang sungguh-sungguh. Untuk mendeteksi kesungguhan cintanya, kita dapat menggunakan cara lain yang dapat dipertanggung-jawabkan, yaitu yang ilmiah dan tidak mendekati zina.

(3) Kelainan seksual (yang sadistis) jarang terlihat pada hubungan seks pranikah. Bahkan pada masa awal pernikahan, kejadiannya masih tak banyak. Kekasaran dalam hubungan seksual suami-istri biasanya terjadi setelah masa bulan madu berlalu. Jadi, lembutnya ciuman atau pun romantisnya bersetubuh dalam pranikah bukanlah pertanda tiadanya kelainan seksual.

(4) Kelainan seksual seseorang yang belum pernah ciuman atau pun bersetubuh itu sulit kita pastikan, tetapi secara ilmiah kita dapat dengan mudah mendeteksi kecenderungannya. Ada sejumlah variabel yang berpengaruh. Disamping tingkat keromantisan, tingkat kemampuan-menahan-emosi juga berpengaruh besar. Orang yang tingkat kemampuannya-dalam-menahan-emosi dan tingkat keromantisannya tinggi cenderung tidak memiliki kelainan seksual sadistis. Sebaliknya, orang yang tingkat kemampuannya-dalam-menahan-emosi dan tingkat keromantisannya sangat rendah cenderung memiliki kelainan seksual sadistis.

(5) Jika engkau takut kalau-kalau pacarmu atau calon suamimu memiliki kelainan seksual sadistis, maka engkau dapat menggunakan cara yang sangat ilmiah (dengan bantuan psikiater disamping dokter) untuk mendeteksi ada-tidaknya kecenderungan tersebut pada dirinya. Sekurang-kurangnya, pakailah cara lain yang sederhana tetapi masih ilmiah. Untuk mengenal tingkat keromantisan si dia, silakan manfaatkan Kuis Psikologi: Apakah si dia memang romantis? Untuk mengenal tingkat kemampuannya dalam menahan emosi, silakan manfaatkan Kuis Psikiatri: Apakah Anda cenderung mampu menahan emosi?

(6) Sertailah ikhtiar tersebut dengan istikharah cinta dan tawakkal. Untuk memperkuat tawakkal, berdzikirlah. Misalnya: Hasbunallâhu wa ni‘mal wakîl. (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Dialah sebaik-baik Pelindung.) (QS Ali ‘Imran [3]: 173)

Demikianlah jawaban saya kali ini. Semoga Allah Sang Maha Pelindung senantiasa bersama kita. Amin.

2 thoughts on “Konsultasi: Takut kalau calon suami punya kelainan seksual

Komentar ditutup.