Konsultasi: Memutus Hubungan Cinta Tanpa Menyakiti

Assalamu’alaikum wr wb. Apa kabarnya Ustad ….? Boleh saya tanya lagi… Bagaimana caranya untuk memutuskan hubungan pacaran yang tidak sehat ini tanpa menyinggung perasaan nya, karena kami terlalu dekat, Karena saya sudah terlalu jauh dari peraturan yang normal ( menurut saya ) Exp…. pegangan tangan, Ciuman …. Terima kasih … Sebelumnya. Saya berharap jawaban secepatnya karena semakin saya jalani menunggu semakin sakit …. Saya Takut dosa pak’ Ustad saya ingin taubat … Tapi saya tidak mau taubat dengan menyakiti hati seseorang, saya juga ingin kami berdua taubat …. Makasih. Wassalamualaikum Wr Wb

Jawaban M Shodiq Mustika:

wa ‘alaykumus salam wa rahmatullah wa barakatuh

Kabar saya baik, biasa… sibuk menulis. Tapi kalau ada persoalan mendesak seperti yang kau tanyakan ini ya saya sempat-sempatkan menjawabnya.

Menurut saya, bila cara lembut tidak berhasil, maka cara yang tegas memang perlu ditempuh. Saya memakluminya. Saya dukung langkah taubatmu ini.

Saya dukung pula usaha taubatmu tanpa menyakiti hatinya. Mungkin karena hubungan kalian sudah terlalu dekat, bisa saja ada sedikit-banyak rasa sakit di hatinya bila percintaan kalian terhenti. Namun, rasa sakitnya dapat dikurangi sebanyak-banyaknya dengan langkah-langkah antisipatif. Untuk itu, berikut ini beberapa saran dari saya supaya hatinya tidak terlalu sakit bila putus hubungan cinta denganmu.

1) Libatkanlah seseorang yang dekat dengannya dan dia segani. Misalnya: ibunya. Ungkapkanlah kepada beliau permasalahanmu ini. Yang penting, jangan menyalah-nyalahkan si dia. Tetaplah tunjukkan penghargaanmu kepadanya. Daripada menyalahkan, lebih baik kau nyatakan bahwa kau sendirilah yang merasa kewalahan untuk menjaga diri dari dosa dalam hubungan ini, lalu ingin bertaubat. (Kau tidak perlu mengungkapkan bahwa kau juga ingin dia bertaubat pula.) Kemudian mohonlah bantuan kepada beliau untuk mengungkapkan keputusanmu itu di depan kalian berdua.

2) Putus hubungan cinta bukan berarti putus hubungan silaturrahmi. Tetaplah menjalin hubungan sebagai teman biasa. Utamakanlah komunikasi dengan media. Bila terpaksa bertatap muka, lakukanlah hanya jika ada orang lain yang bersama kalian, sehingga kalian tak mungkin pegang-pegangan, cium-ciuman, dan sebagainya.

3) Hubungan sebagai teman biasa tentu saja tak seakrab hubungan pacaran. Namun ketika beralih dari hubungan pacaran ke persahabatan, renggangkanlah hubungan kalian secara bertahap, sedikit demi sedikit (tapi dengan pasti). Begitu putus hubungan dengannya, janganlah kemudian kau langsung tidak menaruh perhatian sama sekali padanya.

4) Apabila dia menarik diri, menyepi, sesaat setelah putus hubungan cinta denganmu, berilah dia kesempatan untuk menenangkan diri. Caranya adalah bersikap biasa-biasa saja, seolah-olah tiada masalah. (Cowok biasanya “bersembunyi dalam guanya” bila menghadapi masalah.)

5) Sertailah ikhtiar itu dengan doa. Mohonlah kepada Allah SWT supaya Dia menjaga kalian dalam menempuh perubahan hubungan kalian ini. Doa yang relevan dengan persoalan ini diantaranya: Rabbi adkhilnî mudkhala shidqiw waj‘al lî mil ladunka sulthânan nashîrâ. (Tuhanku, masukkanlah aku ke jalan masuk dengan benar [dan terhormat], dan keluarkanlah aku dari jalan keluar dengan benar [dan terhormat], dan berilah aku dari pihak-Mu kekuasaan yang dapat menolong[ku].) (QS al-Israa’ [17]: 80)

Demikianlah saran-saran saya kali ini. Semoga dengan izin Allah, persoalan kalian ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Aamiin.

5 thoughts on “Konsultasi: Memutus Hubungan Cinta Tanpa Menyakiti

  1. Menurut pengamatan saya, pernyataan fulana ini sendiri agak membingungkan, terkait pada relevansinya antara putus hubungan dengan bertobat. Sebenarnya yang diinginkan fulana ini putus apa tobat? Bertobat tidak harus putus, dan apabila putus pun belum tentu masuk kondisi pertobatan. Walahualam, mungkin ada beberapa hal yang ingin disembunyikan fulana, seperti kenapa untuk tobat dia sampai harus putus? Atau dengan kata lain, benarkah pacaran yang kurang/tidak sehat menjadi motif utama untuk tobat atau putus? Atau malah saya sendiri yang bingung nih?

    Tanggapan M Shodiq Mustika:
    Kasus ini merupakan lanjutan dari kasus terdahulu. Lihat Konsultasi: Cara Menolak Permintaan Si Dia.

  2. saya juga mengalami hal yg sama dgn penanya,
    skrg saya dh puTus dgn pacar,dy yg memutuskanya,krna sudah trlalu byk peringatan+ptnjk yg aLLah brkn kpd kami,
    hub.kami msh baik” z,wlwpn awalx sempet sebal k dy.,
    Allah selalu memberi prtlgn kpd hamba-Nya,

  3. Pernyataan AM Putra berkata, begitu membingungkan…..kenapa anda mempermasalahkan orang mau bertobat….??? apapun caranya yang penting menuju arah untuk bertobat….anda ini kok aneh….pernyataan anda seperti anak kemaren sore…gak pernah sekolah ya anda ini…

    AM Putra ingatlah wahai sodara…. jangan bersu udzon ria begitu…hargailah niat baek orang.

  4. Ping-balik: Konsultasi cinta | Tennisgang

Komentar ditutup.