SMS Mesra #2

Selain puisi, pantun pun cocok untuk isi SMS mesra. Sebagaimana puisi, idealnya pantun yang kita sampaikan itu ciptaan sendiri. Tapi ketika waktunya mendesak, mungkin “nyontek” pantun cinta tempo dulu (warisan nenek-moyang kita) nggak apa-apa.

Mau “nyontek”? Nih, saya kutipkan tujuh buah pantun Melayu lama. Saya mengambilnya dari buku Pantun Melayu (Balai Pustaka, 1920):

Ikan belanak hilir berenang,
burung dara membuat sarang.
Makan tak enak tidur tak senang,
hanya teringat dinda seorang.

Buluh perindu di atas gunung,
habis luruh batang padiku.
Rindunya abang tidak tertanggung,
hanyut luruh rasa hatiku.

Beli kelapa di Pinangsia,
ambillah rebab dari kota.
Jangan adinda lupakan saya,
sebab adinda yang saya cinta.

Tempat raja turun berkarang,
berkarang sampai ke tepi tubir.
Terkenang bunga kembang dikarang,
dalam hati sudah terukir.

Nona menulis memakai tinta,
jarum patah di dalam peti.
Itu tanda kita bercinta,
senang dan susah bersuka hati.

Ambil getah di Kampung Duri,
selaguri tumbuh di jirat.
Besar cinta di dalam diri,
dari dunia sampai akhirat.

Dang Serat bertanam serai,
pasir permata bercampur pudi.
Dunia akhirat tidak bercerai,
kasih mesra di dalam hati.

.

Iklan

3 thoughts on “SMS Mesra #2

  1. Pak,bagaimana dgn contoh sms yg seperti ini(Alhamdulillah saya tidak begini):
    “Sayang~ lagi ngapain?Muuaaaccchhh”
    atau
    “Yang~ dingin nih..Angetin,donk”
    ^.^ Maaf,saya jadi ingin tertawa.

    Tanggapan M Shodiq Mustika:
    🙂 Kau sudah tahu jawabnya.
    Cinta dan seks itu beda. Mesra dan mesum pun lain.

Komentar ditutup.