Konsultasi: Restu orangtua dan keluarga

Beberapa hari belakangan ini, aku sering jumpai satu masalah yang serupa: masalah restu orang tua (dan keluarga) untuk menerima calon menantu (atau anggota keluarga baru). Lagi nge-trend ‘kali, ya? Heran deh gue… Meski di blog Pacaran Sehat ini, aku sudah beberapa kali membicarakan persoalan restu orangtua pacar, masih saja ada banyak yang bertanya-tanya.

Jangan-jangan, para pembaca sulit memahami kata-kata yang kutulis. Semoga tidak begitu. Mudah-mudahan mereka yang bertanya itu didorong oleh rasa penasaran dan hasrat untuk peroleh penjelasan yang lebih mendalam.

Paling tidak, ada tiga orang yang baru saja berkonsultasi denganku di blog ini. Mereka itu ialah Robin, Hana Lee, dan Nadya.

Robin mengatakan:

Pak, sebagian besar kriterianya [untuk siap menikah] sudah terpenuhi. Hanya saja, bagaimana dengan pihak laki – laki yang lebih muda dari perempuannya? Saya sedang menghadapi kendala dimana perbedaan umur menjadi masalah yang sering kali muncul dalam hubungan saya dengan calon pasangan yang mengakibatkan tuduhan yang macam – macam seperti zina atau buang – buang waktu saja. Dalam hal ini orang tua pasangan yang keberatan. Saya berumur 22 tahun, 5 tahun lebih muda dari calon pasangan. Saya bekerja sebagai guru les gambar.

Ooo… begitu, ya? Menurutku sih, jika sebagian besar kriteria untuk siap menikah itu sudah terpenuhi, maka usia laki-laki yang lebih muda daripada perempuan bukanlah persoalan besar. Barangkali persoalan besarnya: restu orangtua!

Mengenai restu orang tua, Hanna Lee menceritakan:

Pak Ustadz, saya mw curhat sedikit. Boleh ya Pak!
Begini, dulu saya pernah pacaran sama sodara tapi dari keluarga ibu. Dia adalah anak dari sepupu saya. Usia kami hanya bertaut 3 tahun. Saya 28 tahun dan pacar saya 25 tahun. Kami pacaran diam2 selama setahun. Kami pacaran jaraj jauh, saya di Jakarta dia di Balikpapan. Sampai akhirnya saya ketahuan pacaran sama dia. Akhirnya kita putus krn saya dilarang oleh ibu saya. Lalu 7 tahun kemudian kami bertemu lagi pada saat saya mudik Lebaran tahun lalu. Perasaan itu muncul lagi, akhirnya kami jadian lagi, kali ini dy berniat untuk menikahi saya. Alhamdulillah keluarga dia dan keluarga saya akhirnya menyetujui kecuali Ayah saya. Sampai saat ini ayah saya masih belum setuju. Awalnya alasan krna dilarang Agama, lalu beliau bertanya pada Ustadz dkt rumah ternyata Ustadz tersebut mengatakan boleh. Tapi beliau ttp tidak menyetujui dan kali ini krn alasan Sosial. Saya bingung menghadapi Ayah saya. Dan sekarang pacar saya spertinya jadi ragu. Apalagi dy prnh menerima SMS dari ayah saya yg isinya “Sampai mati tidak akan merestui” Saya sedih sekali Pak Ustadz mendengar beliau berkata seperti itu. Bahkan beliau pernah mengatakan “Jika ingin tetap menikah, Ayah tidak mau menjadi wali. Silakan pake wali hakim, lalu jangan tinggal di sini lagi” Ya Allah, saya sakit hati sekali mendengar ucapan beliau Pak.
Saya bingung harus bagaimana spy beliau mau merestui kami? Saat ini saya cuma bisa Sholat Tahajud memohon semoga hati Ayah saya akhirnya luluh dan menerima dia.
Mohon sarannya ya Pak Ustadz, Makasih!

Ooo… yang dipermasalahkan adalah perbedaan kelas sosial. Menurutku sih, jika sebagian besar kriteria untuk siap menikah itu sudah terpenuhi, maka kelas sosial laki-laki yang lebih rendah daripada perempuan bukanlah persoalan besar. Seperti pada kasus Robin di atas, barangkali persoalan besarnya: restu orangtua!

Untuk mendapatkan restu orang tua, lihat artikel “Konsultasi: Supaya calon suami diterima keluarga“. Silakan perhatikan pula artikel “Konsultasi: Agar diterima oleh keluarga si dia“, terutama jawabanku yang nomor 3: “Untuk meyakinkan mereka, ….

Tentu saja, perjuangan untuk memperoleh restu orangtua itu tidak selalu ringan. Disamping menghadapi sikap orangtua yang “sampai mati” takkan merestui, bisa saja kita merasa kelelahan dalam memperjuangkannya.

Dalam hal ini, Nadya mengungkapkan:

aq nadya udah pacaran hampir 2 tahun. tetapi dalam 2 tahun itu keluargaku sangat protek dengan kehidupan pribadiku.
dan yang menjadi masalah tahap pacaranku dgn pacarku sudah tinkat keseriusan. dan ingin segera menikah. karena kami sudah saling cocok dan saling memahami. sedangkan keluarga ku tidak setuju dengan hubunagaku dengan pacarku.
keluagaku bilang pacarku kurang bisa mendekati keluargaku. padahal selama ini pacarku sangat peduli sama kelurgaku.
sampai sekarang aq dgn keluarga hubunganya kurang baik. apalagi papa aq sangat menentang hubungan ku.
dan pacarku sudah cukup lelah terus mengikuti kemauan keluargaku.
yang aq ingin tanya bagaiman cara yang efektif unuk mrndekatkan papa aq dgn pcrku?????
tlng dijawab yah pak ustad trims

Mau tahu cara yang lebih mengefektifkan ikhtiar kita bila usaha pribadi agar diterima oleh keluarga si dia belum berhasil? Baiklah.

Di artikel terdahulu, telah kutambahkan bahwa apabila cara yang kusarankan di artikel sebelumnya itu masih belum efektif, hendaklah engkau meminta bantuan seseorang yang disegani oleh orangtuamu (dan keluargamu). Mintalah bantuan dia untuk meyakinkan mereka.

Usahakanlah pula untuk sebanyak-banyaknya memenuhi kriteria/indikator kesuksesan pacaran sebagaimana dipaparkan di halaman Siap Menikah.

Apabila dengan berbagai cara itu kamu dan/atau pacarmu kelelahan (atau yakin bahwa ikhtiar ini akan sia-sia belaka), maka pertimbangkanlah bahwa menikah tanpa restu orangtua dapat menimbulkan berbagai kesulitan. Apakah kalian sudah benar-benar siap menghadapi berbagai kesulitan itu?

Untuk contoh kesulitan hidup berumahtangga tanpa restu orangtua, simaklah kisah nyata “Ketika Derita Mengabadikan Cinta“.

Nah, selamat berjuang! Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan kalian. (Amin.)

6 thoughts on “Konsultasi: Restu orangtua dan keluarga

  1. assalamualaikum…..
    Saya dekat dengan seorang gadis, teman kuliah saya….saya dan dia berniat ingin menikah…tapi kami mendapatkan masalah dalam restu orang tua, orang tua dia mempermasalahkan jarak daerah asal kami yang terlalu jauh…saya berasal dari NAD dan dia berasal dari Jawa Timur. kedua orang tua kami sama2 menginginkah kami berada di daerah asal kami masing2. dia(pacar saya) tidak keberatan bila dia ikut tinggal dengan saya (setelah menikah) didaerah asal saya. yang menjadi permasalahan adalah orang tua nya yang tidak menginginkan hal tersebut. selama ini seluruh keluarganya menentang hubungan kami kecuali paman dari ibu nya. saya mohon nasehat dari bapak….! tolong jawabannya juga di forward ke email saya.terima kasih.

  2. @ rizaru
    Assalamu’alaykum
    Saranku yang utama, istikharahlah! Sudah baca Istikharah Cinta, ‘kan? Kemudian bila keluargamu dan keluarganya bersikeras menghendaki anak masing-masing untuk berdomisili di daerah masing-masing setelah menikah, cobalah cari jalan tengah. Misalnya, jalan tengah dalam hal lokasi: berdomili di ibukota atau daerah tempat kalian kuliah. Contoh lain, jalan tengah dari segi waktu: lima tahun pertama di daerah istri, lalu selanjutnya di daerah suami.
    Untuk membicarakan hal ini dengan keluarganya, mintalah bantuan pamannya yang tidak menentang keputusan kalian. Ingat, musyawarah itu merupakan satu rangkaian dengan istikharah.
    Demikian saranku. Semoga berhasil.

  3. saya mempunyai seorang tambatan hati yang telah melewati segala rintangan selama lebih kurang 2 thn.saya sudah dekat dengan keluarganya,apalagi dengan ortu nya,sudah saya anggap ortu sendiri.nah disini saya terkendala dengan restu ortu saya yang tidak setuju dengan hubungan yang kami jalani ini,saya tidak tau kenapa,sampai-sampai keluara saya juga mematahkan semgat saya.mungkin atas kebesaran cinta saya beserta keteguhan hati kami berdua kami tetap menjali hubungan kami ini.saya sudah coba mengeenalkannya kepada kedua orang tua saya,tetapi selalu ditolak,yang ingin saya tanyakan adalah bagai mana mendaptkan restu dari orang tua saya ini,tolong ya pak ustad.

  4. Assalamualaikum…
    Saya mempunyai seseorang yang sudah saya kenal sejak 3 tahun yang lalu,kita sangat dekat dan kadang2 sudah seperti suami istri. Sekarang saya bekerja diluar negeri dan mempunyai penghasilan yg lumayan besar (lbh dr cukup). Tetapi disini byk sekali godaan,terutama mslh sexual. Umur saya skr 25,dan saya berencana utk menikah dgn cewek saya,tetapi sy ada mslh dengan org tua&keluarga saya yg blm merestui.Mereka blg,cewek saya itu dr suatu daerah yg orang bilang byk mistisnya(semacam pelet),tkt nanti saya diperetin uangnya.Saya tidak percaya dgn semua itu,yang saya tau cewek saya sholat dan mau ikut bimbingan saya. Itu mslh pertama. Mslh yg kedua,saya masih mempunyai 2 kakak perempuan yg blm nikah. Org tua saya blg hrs tgg mrk dl.Apa yang saya hrs lakukan pa ustad?skr saya tinggal dluar negeri kesepian,dan disini byk godaan.Dan apakah ada hukum islam yg melarang nikah melangkahi kakaknya? saya tidak mau durhaka sama org tua saya,mereka sudah tua. tapi saya sangat membutuhkan nikah. Saya takut sekali dosa saya menumpuk krn zina,saya mau berubah. Skr saya bingung dan sedih dengan kondisi ini. Mdh2an pa ustaz bisa memberikan pencerahan.Thx
    Wass

  5. @ Hadi Ismanto
    Apabila sudah mampu nikah, sedangkan kemungkinan terjadinya zina itu besar apabila tidak menikah, maka hukum nikah dalam keadaaan begini bisa menjadi wajib. Sedangkan menikah mendahului kakak tidaklah terlarang. Sungguhpun demikian, berbuat baik kepada orangtua dan kakak pun merupakan kewajiban. Jadi, disamping saran-saran di atas, upayakanlah jalan tengah, seperti pada kasus “Ingin Nikah Tapi Dibutuhkan Keluarga

Komentar ditutup.