Konsultasi: Kurang PD untuk menikah

Assalammualaikum, Ustadz saya mau tanya tentang diri saya… saya laki -laki umur 24 tahun, baru tamat kuliah dan saat ini sudah bekeja.. seumuran saya adalah hal yang sangat wajar apabila saya ingin menikah, jujur saya suka sama seorang akhwat.. namun yang jadi masalah saya sedikit ragu dengan kapabilitas saya.. dulu ketika saya masih kuliah semester awal saya memang sempat aktif dalam LDF dsb, namun ketika semester 5 saya memutuskan untuk kuliah sambil bekerja, saya mulai menjauh dari tarbiyah yang telah menaungi saya sebelumnya.. sekarang saya mau memulai lagi tarbiyah tersebut… yang ingin saya tanyakan adalah :
1. bagaimana cara mengatasi anggapan/sugesti bahwa saya tidak memiliki ilmu agama sebaik akhwat yang saya suka…
2.haruskah saya melamar dia? pantaskah saya?
3. Saya juga lagi bingung harus mengejar karir atau segera menikah? karena saat ini saya bekerja dengan ijazah SMA sedangkan saya berkeinginan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan ijazah S-1 yang saya miliki..
mohon jawabannya ustadz, agar hati saya lebih mantap

Jawaban M Shodiq Mustika:

Kuliah sambil kerja? Bagus itu! Aku salut.
Ingin segera menikah? Ini pun juga bagus.
Kurang percaya diri untuk menikah dengan si dia? Masalah ini bisa diatasi. Berikut ini saran-saranku.

1) Ilmu agama suami tidak harus lebih tinggi daripada ilmu agama istri. Kalau memang ilmu agama si dia lebih tinggi, ya akui sajalah. Tentu saja, ini bukan berarti menyerah. Tetap saja kau perlu banyak belajar supaya ketinggalannya tidak terlalu jauh.

Kemudian untuk mengimbangi “kelemahanmu” itu, kau perlu mengembangkan beberapa kelebihan pada dirimu. Temukanlah segi-segi apa saja yang engkau bisa lebih unggul daripada dia. Dengan begini, rasa percaya dirimu akan bangkit kembali.

Ikhtiar itu akan lebih baik lagi bila kau sertai dengan dzikir. Ada lho, dzikir yang relevan untuk memperkuat rasa percaya diri untuk menikah. Silakan cari di buku M Shodiq Mustika, Doa & Zikir Cinta.

2) Sepengetahuanku, akhwat tarbiyah biasanya tidak terlalu memperhitungkan karir calon suami. Yang lebih diperhitungkan adalah apakah kau dapat membawa dia ke arah yang lebih baik, terutama dalam segi agama.

Jadi, walau tidak harus, tidak ada salahnya kau melamar dia. Kau pantas melakukannya.

3) Kalau memang sudah siap menikah, segera menikah itu bagus. Kalau tiada kekhawatiran akan terjerumus dalam perzinaan, mengejar karir dulu pun juga bagus. Pertimbangkanlah masa depan yang bagaimanakah yang kau kehendaki. Mana yang lebih kau prioritaskan: karir cemerlang ataukah istri cemerlang.

Tentu saja, idealnya kedua-duanya berjalan seiring. Namun untuk itu, kau perlu dukungan dari calon istri. (Kalau tidak ada dukungan, maka mungkin kau harus memprioritaskan salah satunya.)

Supaya lebih mantap dalam tentukan pilihan, lakukan istikharah! Untuk pedomannya, bukunya pun sudah ada. Lihat Istikharah Cinta.

Demikian saran-saranku, semoga berguna.

Artikel Terkait:
1) Konsultasi: Perlukah Cepat-Cepat Menikah?
2) Supaya Siap Menikah
3) Halaman Siap Menikah

Wallaahu a’lam.