Konsultasi: Batas kontak fisik yang dibolehkan

sy seorang muslimah, saat ini sy dekat dg seorang ikhwan.yg sy dengar dia adl seorng alim (guru agama). ilmu agama sy sngt minim sekali. kami berencana akan menikah di tahun depan. selama setengah tahun perkenalan kami , hanya 2(dua) kali pertemuan kami, yaitu pada saat tukar biodata.
yang saya tanyakan, pada saat sebelum menikah, sampai mana batasan kami berkomunikasi/kontak fisik dengan dia? pernah dia meminta sy untuk memegang tangan dia, alasan dia untuk membuktikan keseriusan sy. sy tdk mengerti apa yg dia maksud dg menyuruh saya seperti itu. apakah dia cuma tes sampai seberapa jauh pemahaman sy tentang islam,karena setahu saya, memgang lawan jenis sebelum menikah blm diperbolehkan.
apakah benar sikap sy kalau sy menolak permintaan dia, walau sekedar disuruh pegang tanganya?
terimaksih, sy sngt mengharap balasan dr Anda. Smg bulan ramadhan ini Anda selalu di berkahi Alloh.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Semoga Anda pun diberkahi Sang Maha Penyayang. Aamiin.

Dalam hubungan dengan sesama manusia, termasuk dalam hubungan pria-wanita nonmuhrim, prinsip dalam Islam adalah bahwa semuanya dibolehkan, kecuali ada dalil qath’i yang melarangnya. Para ulama sepakat bahwa dalam hubungan pria-wanita nonmuhrim, mendekati zina tergolong perbuatan terlarang. Namun, mereka tidak sepakat dalam menentukan manakah yang tergolong mendekati zina.

Sebagian ulama mengharamkan persentuhan kulit antarnonmuhrim. Sebagian lainnya menghalalkannya dengan syarat: tidak membangkitkan nafsu birahi. (Lihat artikel Bolehnya Jabat Tangan Pria-Wanita.)

Kalau Anda mengikuti pandangan ulama yang mengharamkan persentuhan itu, maka benarlah sikap Anda dalam menolak permintaannya untuk memegang tangannya. (Mengenai cara menolak permintaan yang tidak menyakitkan hati, lihat Konsultasi: Cara Menolak Permintaan Si Dia.) Di sisi lain, sang guru agama (ikhwan Anda) itu tidaklah salah pula dalam meminta Anda untuk memegang tangan ala kadarnya, sekadar pertanda keseriusan Anda, selama hal itu tidak membangkitkan nafsu birahi kalian. Jadi, kedua pihak sama-sama benar.

hand on handYang terpenting di sini bahwa hendaknya kalian saling menghargai perbedaan pandangan diantara kalian. Walau misalnya Anda menganggap bahwa persentuhan tangan dengan dia itu belum halal, janganlah Anda menganggap dia tercela atau menganggap kealimannya berkurang lantaran itu. Tetaplah menghargai dia. Di sisi lain, Anda pun berhak dihargai dengan cara meminta dia untuk menghormati pilihan Anda untuk tidak bersentuhan tangan (dan sebagainya).

Dengan saling menghargai itu, insya’ Allah rumahtangga kalian akan terbina dengan indah, sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin.

5 thoughts on “Konsultasi: Batas kontak fisik yang dibolehkan

  1. Om-om, bingung lagi nih…
    kira-kira apa ya yang bikin si ikhwan pengen megang tangan akhwatnya.
    Scara, gw bukan ikhwan. heho.

  2. salam kenal, moga menambah ukhuwah kita dalam memberantas kemaksiatan di sekitar kita

  3. buat saya pegangan tangan boleh aja. asal gak menimbulkan nafsu.

    @meilia alfayanti
    ok saya setuju
    iya boleh boleh saja asal tidak menimbulkan nafsu

  4. niatnya coba2,,,, e ternyata bermanfaat bgt, alhamdulillah msalah yang slama ini sya hdapi kni terjwab sdah. thanks p’ ustadz

Komentar ditutup.