Curhat: Mau Nikah… Pernah Diperkosa

Ustadz, saya pernah diperkosa oleh paman saya ketika saya masih kecil. Dan itu terjadi hingga 3x. Waktu itu umur saya sekitar 6 tahun .waktu itu juga saya belum tau itu yang namanya diperkosa. Saya baru mengetahuinya ketika sudah dewasa. Sampai sekarang saya tidak tau orang itu di mana. Saya selalu mendoakannya semoga dia mati dalam keadaan paling hina. Itulah doa saya pada nya. Dan rahasia ini saya pendam sampai sekarang. Karena saya malu mengatakannya. Alhamdulillah sekarang saya mulai menghijab diri dengan jilbab seperti yangg di syariatkan islam, dan beberapa bulan yang lalu sya dilamar oleh seorang hafidz quran tetangga saya. Saat ini ia masih kuliah di salah satu negara islam, insyaallah akan pulang dalam beberapa bulan lagi. Dan ia terus mengatakan bahwa ia ingin menjadikan saya umi bagi anak2nya. Sampai saat ini saya hanya diam. Rasanya saya tidak pantas. Tidak adil bagi nya mendapatkan saya. Saya kira lelaki manapun tidak ingin mendapatkan wanita yang pernah diperkosa.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

1) Ya, pengalaman pahit itu seringkali terasa menyakitkan dalam waktu yang lama. Kamu boleh memendam rahasia itu selama mudharatnya lebih banyak daripada manfaatnya. Dasar kita adalah fatwa Umar bin Khatthab r.a., sebagaimana yang disebutkan oleh ath-Thabari ketika menafsirkan surah al-Mâ‘idah ayat 5:

Seorang laki-laki datang kepada Umar, lalu berkata, “Seorang putri saya di zaman jahiliyah dikubur hidup-hidup. Lalu aku mengeluarkannya sebelum dia meninggal dunia. Dia masih mendapatkan masa Islam. Ketika dia masuk Islam, dia terkena salah satu hukuman had [karena berzina], lalu dia mencoba bunuh diri dengan melukai nadinya. Kemudian aku menjumpainya, sementara dia sudah memotong sebagian nadi lehernya, lalu aku mengobatinya sampai sembuh. Kemudian dia pun bertaubat dengan baik. Setelah itu, dia minta dicarikan jodoh. Wahai Amirul Mukminin! Apakah aku harus memberitahu calonnya tentang keadaan putriku pada masa lalu?”

Umar menjawab, “Apakah kamu ingin menyingkapkan apa yang ditutupi Allah? Demi Allah, jika kamu memberitahukan tentang keadaannya kepada seseorang, kami akan menjadikan kamu contoh hukuman [lantaran membuka aib] bagi penduduk negeri. [Lebih baik] nikahkanlah dia dengan pernikahan yang suci!”

Bila yang pernah berzina dan hendak bunuh diri saja dipersilakan menyembunyikan aibnya, apalagi yang pernah diperkosa. Ini jikalau keadaan pernah diperkosa semasa kanak-kanak itu kau pandang aib. Merahasiakannya tidaklah sulit. Sebab, para pria takkan mampu mengetahui perbedaan antara wanita yang tidak pernah dan yang pernah diperkosa itu.

Secara medis pun tidak dapat dibuktikan apakah seorang wanita pernah diperkosa semasa kanak-kanaknya ataukah tidak. Bisa dikatakan, tanda-tanda bekas pemerkosaan itu sudah tidak ada.

2) Yang adil ialah wanita shalihah untuk pria shalihah (dan sebaliknya). Yang juga adil adalah lelaki pezina dengan perempuan pezina.

“Laki-laki pezina tidaklah menikahi selain perempuan pezina atau wanita musyrik, dan perempuan pezina tidaklah dinikahi selain oleh lelaki pezina atau pria musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas kaum mukminin.” (QS an-Nur [24]: 3)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk pria-pria yang keji, sedangkan lelaki-lelaki yang keji adalah untuk perempuan-perempuan yang keji [pula]. Wanita-wanita yang baik adalah untuk pria-pria yang baik, sedangkan lelaki-lelaki yang baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik [pula]. Mereka yang dituduh [berbuat keji] itu bersih dari tuduhan [para penuduh]. Bagi mereka [yang bersih] itu ampunan dan rezeki yang mulia.” (QS an-Nur [24]: 26)

Wanita shalihah yang diperkosa bukanlah pezina. Ia tidak keji, tidak pula nista. (Yang berzina, keji, dan nista ialah pemerkosanya.) Jadi, sudah seadilnya si perempuan yang bersih ini berjodoh dengan lelaki yang shalih pula, termasuk apabila pria tersebut belum pernah diperkosa.

Yang tidak adil adalah apabila wanita yang bersih ini dijodohkan dengan pria yang keji dan kotor.

3) Tidak semua lelaki itu enggan berjodoh dengan wanita yang pernah diperkosa. Yang enggan itu patut dipertanyakan kebaikannya. Semua pria yang berbudi luhur pastilah tidak enggan menikah dengan wanita shalihah yang pernah diperkosa.

Aku sendiri pun takkan ambil pusing seandainya istriku adalah mantan pezina yang bertaubat atau pun wanita shalihah yang pernah diperkosa. Selama ini aku tak pernah bertanya-tanya dalam hati atau apalagi mencari tahu apakah wanita yang hendak kunikahi pernah diperkosa atau pun pernah berzina.

Fokus perhatianku cukuplah din (way of life)-nya saja.

4) Terimalah lamaran pria yang kau ridhai. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila datang melamar kepadamu seseorang yang kamu ridhai din-nya dan akhlaknya, maka kawinkanlah dia [dengan yang dilamarnya]. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka akan terjadi kerusakan di muka bumi dan kehancuran yang luas.” (HR Tirmidzi)

Wallaahu a’lam.

6 thoughts on “Curhat: Mau Nikah… Pernah Diperkosa

  1. Asslm.
    Af1 klo kurang berkenan…
    Saya cuplik dari kata2 ukhti “..Dan ia terus mengatakan bahwa ia ingin menjadikan saya umi bagi anak2nya. Sampai saat ini saya hanya diam. Rasanya saya tidak pantas. Tidak adil bagi nya mendapatkan saya. Saya kira lelaki manapun tidak ingin mendapatkan wanita yang pernah diperkosa….”
    Subhanallah,dengan pengalaman hidup yang ukhti ceritakan semoga mampu menjadikan kekuatan bagi qt semua, terlebih untuk ukhti sendiri.
    Janganlah membuat diri ukhti akan menyesali keputusan yang akan anda ambil saat ini. Apa yang ustadz sampaikan sudah cukupkiranya untuk membuktikan bahwa qt hnx hamba yg lemah dan hny Allah yang Maha Segala-galanya.
    Cukuplah Allah menjadi pelindung dan Cukuplah Allah menjadi penolong bagimu (An Nisa’ 45).
    Saya yakin, seorang laki-laki yang takut pada Allah,yang sangat mencintai Allah SWT akan menjadikan rumahtangga yang akan dibinanya kelak sebagai ladang ibadah baginya dan bagi semua anggota keluarganya.
    Semoga cinta Allah SWT selalu bersama qt semua. Amin.
    Wasslm.

  2. subhanallah…
    ukhti, saya pun pernah mengalami hal yang sama namun tidak sampai diperkosa. ak mnjadi obyek pelampiasan sex oleh karyawan ortu q sendiri saat ak usia sekitar 5-11 tahun lamanya dan itu meninggalkan bekas luka batin dan psikologis yang amat dalam. dan siapapun pasti tidak inginkan ini semua terjadi di hidupnya terutama sy. hingga sekarang ak gk berani pulang dan lebih memilih tinggal di pesantren sambil memperbaiki diri dan memperdalam ilmu agama karena takut bertemu lelaki itu. sampai sekarang aku tidak katakan ini pada keluargaku… karena q takut dia dihukum ortu q apalagi sampai diusir karena sampai sekarang, di usia q yang 20 th ni, dia masih tinggal d salah satu rumah ortu q tepatnya di depan rumah q. kalau dia diusir, bgmn nasibnya dan istri serta anak2nya…
    ak kasihan sm dia
    mohon doanya sj, semoga usaha q memperbaiki diri dn mndkt pada Allah dapat berbuah manfaat bg ISLAM dan bagi banyak hal. AMIN

    teT3uP sEm4NgaTt raiH ridHo ALLAH!!!
    ^_’

Komentar ditutup.