Mengapa pakai istilah “pacaran islami”

Image istilah pacaran sudah jauh dari ajaran islam, dan cenderung mendekati zina. Lalu mengapa kita harus menggunakan istilah pacaran islami? mengapa tidak diganti dengan bahasa yang lebih”islami”. Islam tidak mengenal pacaran. Pernikahan dalam islam di mulai dari proses ta’aruf, kitbah/meminang, dan walimah. Aturan dan adabnya sudah jelas. Jangan memaksakan sesuatu yang justru akan membawa ke hal yang bathil, lebih banyak mudhratnya. Selama ini banyak umat islam yang mencari-cari pembenaran bahwa ada pacaran secara islam? jangan hanya menginginkan situs ini hanya untuk tujuan populeritas, apalah arti semua itu diamata ALLAH SWT. Lihatlah dengan mata hatimu, dari berapa komentar yang masuk, ternyata banyak yang mengkritik. Sekiranya memang tidak mau dkritik sesama muslim, apakah kita harus menunggu kritikan ALLAH SWT? Belum terlambat.

Demikian kata seorang tamu blog Tanazhur PraNikah.

Tanggapan M Shodiq Mustika:

1) Alasan penggunaan istilah “pacaran islami” sudah disebutkan di halaman “Ayo siap nikah melalui pacaran islami“.

2a) Kami bersikap berdasarkan fakta, bukan prasangka. “Banyaknya” suara yang keras mengkritik pacaran islami tidaklah menunjukkan banyaknya penentangan terhadap pacaran islami. Pada kenyataannya, yang mendukung pacaran islami itu jauh lebih banyak daripada penentangnya. (Lihat Profil Pembaca.) Kami sudah melakukan penelitian kecil-kecilan. Hasilnya, ternyata bahwa istilah yang paling disukai oleh pengunjung blog ini untuk aktivitas pranikah adalah “Pacaran Islami”. (Lihat “Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah“.)

2b) Para ulama menghukumi sesuatu berdasarkan kenyataan, bukan image. Kalau dasarnya image, bahaya dong. Contoh: ketika merebak image bahwa pejabat dan “wakil rakyat” itu kotor, suka korupsi, apakah lantas dengan demikian, menjadi pejabat atau “wakil rakyat” itu haram?

3a) Menurut ushul fiqih, pernyataan “Islam tidak mengenal pacaran” itu keliru secara metodologis. Sebab, pacaran merupakan muamalah, sedangkan menurut kaidah dari ushul fiqih, semua muamalah itu halal kecuali bila ada dalil qath’i yang mengharamkannya.

Mestinya, kita bertanya, “Adakah dalil qath’i yang mengharamkan pacaran?” Jawabnya: Tidak ada larangannya. Yang ada adalah larangan mendekati zina, sedangkan pacaran tidaklah identik dengan mendekati zina. (Lihat “Ciuman dengan Pacar (PR untuk Penentang Pacaran Islami)“.)

3b) Untuk pranikah, Islam tidak mengajarkan taaruf, tetapi tanazhur. (Lihat “Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?“.)

4) Seandainya kami mengejar popularitas, tentulah kami lebih mengutamakan istilah yang tidak banyak mendapat penentangan dari masyarakat, seperti taaruf. Namun kami memilih berpegang pada kebenaran. “Katakanlah kebenaran itu, walaupun terasa pahit.”

5) Ulama-ulama berlainan pendapat mengenai pacaran dalam Islam. (Silakan telusuri di blog ini dan di blog Fiqih Asmara.) Apakah bila kita mengikuti ijtihad ulama tertentu (yang berarti tidak mengikuti ijtihad ulama lain), maka otomatis berarti bahwa kita tidak mau dikritik? Kalau memang begitu, bukankah Anda sendiri tergolong orang yang tidak mau dikritik karena tidak mau menghargai ijtihad ulama yang membolehkan pacaran?

32 thoughts on “Mengapa pakai istilah “pacaran islami”

  1. ass.bingung jg ya…krn saya pun pernah mengalami dengan menggunakan istilah “pacaran islami” sm mantan saya.pada akhirnya kami jg “mendekati zina”(alhamdulilah blm melakukan zina) jg,memang diawali dengan hal yg kecil dulu,hingga hal yg besar,sampe kami sdr yg kami lakukan salah n putus baik2,krn tkt zina n kami blm siap nikah pd waktu itu.akhirnya saya punya pandangan “janganlah pacaran bl blm siap menikah,n janganlah menikah bl blm siap beri nafkah”.tp… pandangan saya diatas bkn berarti melegalkan pacaran,saya ttp berkeyakinan pacaran itu haram,toh apabila ingin melihat calon lbh enaknya dgn taaruf (sbg teman) dibandingkan pacaran,krn biasanya byk ditu2pi klmhn kita n kita dituntut lbh terlihat sempurna bila sbg pacar sehingga trksn dibuat2 dibandingkan sbg teman. 1 lg,klo kita dimudahkan islam tuk menikah kenapa hrs pacaran,tinggalin ragu2 yg pasti2 sj,oc coy…wasalam

    • ok bro..kita sepakat dengan argumen lo..dan islam juga mengingatkan kita bahwa sesuatu yang berdasrkan keragu-raguan sebaiknya di tinggalkan saja

  2. bismillah
    unik ya
    q baru tw ada blog sperti ini
    kirain yg ad cuma yang men’haram’kn pacaran aja
    visi n misix jg jelas
    spt namanya,,,
    namun ad yg q pengen tw, manfaat bikin blok ini utk apa?
    utk dakwahkah?
    atau skadar sbg alat legalisasi berpacaran?
    terlepas dg memakai embel2 ‘islami’

    pacaran boleh ato ndak?
    q si ndak mw comment ttg itu
    terserah, mw dksi ayat ato hadist kayk gmn
    bukankah Allah memberi qt akal utk berpikir
    seterah yg bc, tolong jgn hanya menilik kebenaran sesuatu dari 1 sumber saja, tp jg mncari dr yg laen
    toh mnrQ, drpd sibuk mengspesialkan ‘rasa indah’ yg hadir di hati
    lebih baik tubuh dan pikiran ini digerakkan ke arah yg lbh bermanfaat dan berpahala
    istilahnya ‘beribadah n beramal sholih’
    toh cinta yg utama pastilah Allah dan RasulNya
    jika hati tlah dpersembahkan penuh utkNya, Qrasa dan Qyakin Ia tlah mpersiapkan jodoh qt
    jika tak d dunia, bs jd d akhirat yakni bidadara/bidadari surga
    pertanyaanQ sbl pusing2 dg pacaran:ikhwan-akhwat, telahkah kau hibahkan hatimu untukNya??

    pengalaman pribadi memang tidak memadai untuk menentukan hukum
    tapi bukankah pengalaman merupakan guru yg plg bijaksana
    pling mudah, mungkin bertanya pd hati nurani sbl melakukan
    apakah mrs benar?tidak enak?berdosa?
    rata2 org yg q kenal punya 2 perasaan terakhir…

    maaf…

    • @ nn
      1) Saya setuju bahwa hendaknya kita utamakan “ibadah dan amal baik”. Karena itu, marilah kita arahkan pacaran islami untuk menjadi bagian dari ibadah dan amal baik.
      2) Walau bukan yang paling bijaksana (sebab, yang paling bijaksana ialah Allah), pengalaman pribadi memang tergolong “guru” yang bijaksana. Karena itu, marilah kita hargai saudara2 kita yang mengalami pengalaman yang membijaksanakan, baik dari pacaran islami maupun taaruf saja. Kita perlu menyadari bahwa keadaan kita masing2 berlainan. “Kebijaksanaan” dari pengalaman pribadi kita tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk orang lain.

  3. wah… bener2 berbahaya nih…
    ati2 diq… kon iku ngajak nyemplung neroko ta?
    nyemplungo dewe…
    sunnatan sayyiatan…
    da’i penyeru jahannam ini…

    Tanggapan Admin:
    Wahai Ramadhan Mustofa, bertindak sopanlah selaku tamu blog ini sebelum para pengunjung lain meminta kami mengusir Anda.
    Ataukah kegemaran Anda terhadap mobil-mobil mewah membuat hati Anda membeku dan kehilangan rasa kasih-sayang terhadap saudara-saudara kita sesama muslim?

  4. Assalamu’alaikum..
    Apa yang pernah di alami Mas Firman Alamsyah, pernah saya alami juga. Saya pernah suka dengan seorang akhwat, hingga suatu ketika hubungan kami lebih dari sekedar sahabat, dan kami sudah memiliki komitmen untuk menikah di suatu waktu yang tepat. Karena saat kini kami belum siap menikah.
    Kami tidak pernah menyatakan kami pacaran, karena memang dia berulang kali bilang gak mau pacaran. Lalu saya mencoba mencari dalih-dalih tentang pacaran yang tidak melanggar norma agama. Akhirnya kami dipertemukan disuatu kota, disanalah hubungan kami menjadi semakin akrab, jalan bareng, makan bareng, berkahlawt/berdua-dua tanpa didampingi mahram. Sekarang kami sudah memutuskan untuk mengakhiri semua, karena cenderung mendekati zina, meskipun hanya sebatas zina mata dan hati.
    Setelah kami memutuskan pisah, barulah terungkap semua, bahwa setiap kami jalan bersama, ada rasa salah dalam hati kami, berdosa, apalagi saat dia melihat akhwat lain memandangi kami, seolah kami ini pendosa dan tertuduh.
    Tapi memang benar, kami menyadari bahwa kami salah, telah pacaran layaknya yang lain meskipun kami secara terang-terangan tidak pernah menyatakan pacaran pada diri kami atau orang lain. Banyak hal yang kami lakukan selama itu menjadi kurang ikhlas dan bermanfaat, saat kami sholat jamaah bareng, ada rasa riya dalam hati, saat kami saling membangunkan sholat tahajud atau sholat shubuh, ada kesan terpaksa dan lagi-lagi riya. Saat kami jalan bareng, saat kami saling perpandangan mata, ada nafsu syahwat yang justru membuat hati kita mendekati zina. Meskipun untuk berpegangan tangan kami tak pernah sekalipun lakukan. Tapi yang jelas apa yang kami lakukan adalah telah menimbulkan FITNAH bagi sesama muslim, bagi orang yang melihat kami jalan. Allhamdullilah, kami menyadirinya, saat saya ajak dia menikah, tapi karena dia (kami) belum siap dengan konsekuensi pernikahan, Akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri apa yang tak layak dilakukan oleh dua orang yang berlainan jenis lakukan sementara kami bukan makhram( meski hanya sebatas ketemu dan jalan bareng).
    Kami putuskan untuk melakukan hal yang lebih baik, belajar memperdalam agama, ilmu dunia, mengcari nafkah, memperbaiki akhlak, hubungan dengan orang tua dan orang lain dan persiapan lainnya. dan apabila kami dah siap menikah, kami akan menikah dengan siapa pun, karena Allah telah menpensiapkan semua yang terbaik untuk kita. Belajarlah mencintai Allah dan RassulNya, sebelum hati ini jatuh hati pada hati hambaNya.
    Mudah2an kita golongan orang yang tidak merugi. Amin.
    Wassalam.

  5. Aku pernah niat pacaran karena allah dan melakukan ta,aruf. tapi apa hasilnya kandas di tengah jalan. Dia pergi meninggalkan aku dan menjauh dariku samapai-sampai aku merasa begitu hina diriku ini. Aku harus bagaiman untuk bisa hidup dengan semua ini.

    • @ nurul
      Diantara hasil-hasil positifnya, kini kau lebih bijak dalam menyikapi pacaran dan ta’aruf, lebih matang dalam menimbang sebelum mengambil keputusan, dan sebagainya.

    • awal kesesatan anda karena menggunakan akal, seperti Syaikh Yusuf Qardhawi, saya telah konsultasikan blog anda, sebenarnya saya malas, tapi yah sekedar meyakinkan saja dengan kesesatan pemahaman yang konservatif bahwa adalah kesia-sian berdepat pemuja akal, setelah saya bertanya kepada siswa saya tentang pacaran islami, ternyata banyak yang tidak sepakat, ketika itu saya berpura-pura untuk pro terhadap pacaran islami(syaithani)namun siswa saya tetap ngotot untuk tidak pacaran, katanya kalau bisa pacaran itu kita perangi dengan menikah, menikah, dan menikah. ada yang berpendapat bahwa mereka takut mendapatkan wanita bekas pacaran islami orang lain, karena ntar kalau menikan dengannya (wanita bekas pacaran islami”syaithani:pen”)dihati wanita tersebut hanya bekas pacaran islaminya (syaithani:pen) saja. tapi itulah keluguan mereka. pokoknya kata mereka dia ingin mempunyai istri yang tidak pernah pacaran.

  6. AssLmKum………

    saya sudah bca bku ustadz yg jduL’nya “aYAT2 Mesra”.,

    trnyta bku itu remja bgd,,,

    tpi kesimpulanny bolehkah qt pcran??????????

    krn saya msih bingung????

    dlm bku itu kn tk mnjlskn scra langsng ustadz???????

    oia….

    ada pertnyaan yg pengend saya tanyakn ke ustadz,,,

    gmn kLo misaL’nya ada akhwat-ikhwan yg saling menyukai+ menyayangi,,

    mereka jg sudah saling menyatakn perasaan mrka msing2..

    tpi ada dinding tinggi yg menghalangi mereka untuk bersama,,,,

    krn mrka terlibat dlm organisasi islam yg sma,,,

    jdi mrka lbih memilih diam,,,

    mnurut ustadz,,

    apa langkah mrka sudah bnar???????????

    msih

  7. ooooo,,,

    jd menurut anda
    pacaran ntu halal yaaa???

    ummmm,,,
    bru x ne q dpt nasehat bhw pacaran tu gk di larang,,
    q jd bingung,,
    smw ustad/ustadzah yg prnh q tanya ttg pacaran,
    mrk psti blg klopun ada pacaran,
    mau yg pke embel2 islami,
    tetep ja namanya pacaran,
    dan pacaran tu = mendekati-zina = HARAM!!
    gitu katanyaaaa!!

    jd,
    gmn nya ni wak ustad??
    kenapa jd ada perbedaan pendapat,
    padahal kalian adalah org yg dianggap lebih tahu dalam menyampaikan agama,
    jd,
    tolong yaaaaa…
    jgn membodohi “saudara” sendiri!!!

  8. Kalau kita bicara Pacaran, konkretnya mana ada sih anak pacaran yang tak melakukan dosa mendekati zina. Kalau adapun persentasenya pasti sedikit banget, dan mereka yang dapat menahan pasti merasakan gejolak yang sangat mendalam pada hati untuk senantiasa mendekati zina. Semua ini pernah kurasakan. Tetapi “ALHAMDULILLAH ALLAH MEMBERIKAN HIDAYAH KEPADA AKU UNTUK BERHENTI PACARAN”. Dan sekarang hidupku lebih tenang ^_^

  9. Tetapi zaman sekaang ini beda. Misalkan kalau saya niat berhenti pacaran apa mungkin saya mendapatkan calon suami. Dan juga jika memulai dari Taruf aku dapat dari mana laki-laki itu,,,

  10. assalamu’alaykum wr.wb.

    dalam muamalah tak ada istilah atau sifat yang mnyatakan Pacaran…
    saya bisa bilang isi dari blog ini dibuat OLEH ORANG YANG TIDAK MEMILIKI PEMAHAMAN YANG BENAR DALAM FIQH.!!!
    TERLEBIH DALAM MASALAH PERNIKAHAN..!!!
    KEBANYAKAN PUN ADALAH MENGADA2 DALAM BERPENDAPAT.!!!

    DAN SATU HAL LAGI…TA’ARUF, DALAM PRANIKAH ADALAH HAL YANG TELAH DISUNNAH OLEH RASULULLAH S.A.W,, JADI ANDA SANGAT SALAH JIKA ISLAM TIDAK MENGAJARKAN TENTANG TA’ARUF… COBA BACA LAGI TENTANG FIQH NIKAH…DARI YUSUF QARDHAWI YANG LEBIH LENGKAP DARI DALIL DAN NASH-NYA..!!!!

    BANYAK BACA-BACA BUKU LAGI MAS…DENGAN PEMAHAMAN YANG BENAR…
    DAN BANYAK BACA TAFSIR JUGA…BIAR GA ASAL-ASALAN BERI STATEMENT SEPERTI YANG SUDAH-SUDAH DALAM ARTIKEL YANG MAS BUAT.!!!

    • @ fachrezakbar

      pak, tidak semua orang membaca keseluruhan blog ini…
      saya maklum terhadap orang-orang yang berkomentar “pedas” “cepat” dan “singkat”.

      Di satu sisi, aku pun memakluminya. Di sisi lain, aku sangat menyayangkan mengapa aktivis dakwah lebih menaruh perhatian pada “kulit” daripada isi. Kalau aktivis saja sudah begitu, bagaimana dengan obyek dakwahnya?

      saya harap bapak juga bisa lebih kalem, lapang dan jelas dalam memberikan tanggapan balik, karena orang yang sejak awal sudah berfikiran keras, akan lebih susah diberi masukan…

      Silakan fachrezakbar memberi contoh dengan menanggapi komentar ivan di atas dan beberapa komentar serupa, lalu mari kita lihat hasilnya.

      memang benar kalau ada yang mengatakan “rassulullah tidak pernah mengajarkan pacaran”, emang enggak…

      Benarkah begitu? Lihat “Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)“.

      apalagi konotasi pacaran sekarang buruk dimata islam,

      Islam yang mana? Buktinya mana? Kalau bagi sebagian besar pengunjung blog ini, pacaran itu berkonotasi positif, sedangkan pacaran islami sangat positif. Untuk buktinya, lihat “Istilah Favorit untuk Aktivitas Persiapan Menikah“.

      terkadang orang yang sudah terlanjur meng”judge” sesuatu dengan keras, diberi link penjelasannya pun bisa malas meng-”klik”…

      Link itu untuk efisiensi. Kalau aku selalu sampaikan penjelasan panjang-lebar, maka akan ada banyak pengunjung yang terganggu. Paling tidak, aksesnya akan lebih lambat. Dulu, ketika aku belum sesibuk sekarang, aku pun sering menyampaikan penjelasan yang panjang-lebar, tapi hasilnya kurang signifikan bila dibandingkan dengan efisiensi yang dikorbankan. Jadi, “terkadang orang yang sudah terlanjur meng’judge’ sesuatu dengan keras,” diberi penjelasan yang panjang-lebar pun mereka malas membacanya. Jangankan penjelasan di bagian komentar. Penjelasan di dalam artikel yang mereka komentari pun tidak mereka baca dengan secermat-cermatnya.

      untuk tulisan bapak diatas, saya maklum dengan saudara preemzz karena (maaf beribu maaf) penulisannya mirip dengan tips di majalah2 remaja dengan tema “bagaimana cara ngedapatin hati si “dia” “.
      jadi seakan-akan memang PDKT nya menjadi terlihat tidak islami…

      Khalayak utama yang aku bidik di sini bukanlah orang-orang seperti preemz, melainkan orang-orang “awam”. (Aktivis dakwah yang “awam” pun tercakup di sini. Lihat halaman Profil Pembaca.) Karena itulah aku menggunakan gaya penyampaian pesan yang menurutku lebih mudah mereka tangkap.
      Kalau di mata orang-orang seperti preemz, kiat-kiat seperti itu “terlihat tidak islami”, aku memang lebih menekankan hakikatnya daripada kelihatannya. Aku justru sangat menyayangkan pesan-pesan dari sejumlah aktivis dakwah yang kelihatannya islami, padahal pada hakikatnya tidak islami. (Untuk contoh, lihat “Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!“.)

      yah, hanya sebagai masukan saja pak… semoga diberi kesabaran dan jalan yang lebih baik… amin…

      Aamiin. Terima kasih atas masukannya, insya’Allah sangat berguna bagi kita semua.

      saya sedang bahagia jatuh cinta nih…🙂

      Alhamdulillaah… Aku turut berbahagia atas kebahagiaanmu.🙂

  11. Setelah beberapa minggu disaat aku tidak mempunyai seorang pacar aku merasa kesepian. Itu sebabnya kurang pasti juga. Disaat berniat untuk tidak terpengaruh yang namanya pacar disaat bersamaan pun timbul perasaan laen melihat teman laen bersama pacar nya masing-masing2 sekina

    • Pacar saya adalah istri saya, kenangan terindah dalam hidup adalah istri saya, cinta pertama saya adalah yang menciptakan saya, melahirkan saya dan melahirkan anak saya, saya telah terdidik oleh orang tua saya akan hal yang demikian, dan itulah yang saya terapkan pula sama anak saya

    • @ Mis alias Helmi Rahim alias Emil Khakha

      Welcome back. Apa kabarmu hari ini? Mengapa komentarmu kali ini aneh-aneh? Apakah sedang bermasalah dengan mantan pacarmu? Aku ingat, dulu pada 2007/10/10 pukul 16:47, kau menulis:

      Haramkah menyentuh wanita (lawan jenis)?
      Siapa yang mengatakan haram? bukankah dalam agama dihalalkan, ini adalah pertanyaan (tersebut) yang mudah sekali dijawab, saya sendiri pernah mencium wanita dan dicium wanita, palagi pertanyaannya? masih ada? butuh dalil, kalau buat pertanyaan yang suah-susah dong, supaya kita juga tertantang, iyakan? menyentuh wanita? halalan tayyiban!!!!!!!!!!!!!!!!

      Apakah kau masih merasa kesal karena pernah mengungkapkan pengalaman “pahit”-mu itu? Kalau ingin pernyataanmu itu kami hapus, katakan saja. Kami tak keberatan menutupi sesuatu yang kau anggap aib bagi dirimu.

  12. Aq setuju MBA

    A-an dan O-on sedang memperbincangkan masalah sensitif.
    Mereka berbincang di rumah O-on yang berlokasi di kawasan Benhil, pada hari Minggu pukul 17.00 WIB.

    “Kalo menurut gw sih, MBA tuh sah-sah aja. Daripada nikah sesuai ama prosedur resmi, tapi malah kosong melompong gak dapet anak.
    Mendingan nikahnya ntar aja klo uda pasti punya anak,” tutur A-an.

    “Iya tuh gw setuju, kenapa sih MBA pake dipermasalahin segala… Biasa aja kaleee… ,” sahut O-on, dengan semangat anak muda.

    “Lagian tujuan orang married kan pengen dapet anak, jadi yah… gak masalah donk mau nikah dulu atau hamil dulu…,” kata A-an menimpali.

    “Eh, tapi kalo qta uda nyoba-in satu cewek, trus gak tekdung gimana?” O-on langsung keluar o-on-nya.

    “Dasar o-on loe, kalo loe beli minuman kemasan yang ada hadiahnya, trus loe uda gosok stiker-nya tapi gak dapet hadiah, tulisannya apa-an?” tanya A-an sambil senyum usil.

    “Coba lagi,” jawab O-on dengan polos.

    “Nah…. itu dia maksud gw… coba lagi aja bro….,” sahut A-an.

    “Hahaha….,” A-an dan O-on tertawa duet.

    “Jadi, qta coba-in aja terus sampe ada yang tekdung, uda gitu baru deh qta nikah, gtu kan maksud loe?” tanya O-on sambil masih nyengir-nyengir.

    “Yup! Betul banget bro! Cerdas juga loe!” A-an menjawab dengan riang gembira dan penuh tawa.

    “Tapi, apa gak kasian ama ceweknya?” tanya o-on dengan wajah yang o-on.

    “Hmmm…. ngapain kasian bro, orang ceweknya juga banyak yang ikhlas dan ridho kok.
    MBA tuh uda ngetrend, uda jadi bagian dari gaya hidup modern.
    Kalo cewek loe gak mau loe ajakin ‘maen’ tinggal loe sebut aja dia kampungan.
    Suruh dia buat bukti-in cintanya ama loe.
    Kalo dia masih gak mau, tinggal loe putusin aja.
    Masih banyak kok cewek yang ikhlas dan ridho buat jadi ‘tempat penampungan’.
    Hahaha….” A-an memberikan kuliah 3 es-ka-es pada o-on.

    “Iya juga yah…. mudah-mudahan makin banyak cewek yang menyadari bahwa fungsi utama cewek di dunia ini hanya-lah sebagai ‘mesin pembuat anak’,” kata o-on sambil merenung.

    ***Peringatan!!!
    Artikel diatas dapat menyebabkan Gangguan emosi dan mental, Gangguan pada hati, Gangguan pada otak dan sistem syaraf, Gangguan janin pada cewek tekdung, dan Impotensi.

  13. Kronologi MBA:
    -have a sex
    -tekdung
    -cewek tekdung menangis dikaki ibu bapaknya
    -ibu-bapak cewek tekdung diam menahan amarah, tapi kadang juga marah-marah.

    -sebagian ibu-bapak cewek tekdung biasa aja, toh tetangga yang laen juga anak gadisnya MBA semua…

    -ibu-bapak cewek tekdung mendatangi kediaman cowok yang bikin tekdung

    -ibu-bapak cowok yang bikin tekdung mengalami hal yang sama seperti ibu-bapak cewek tekdung

    -pernikahan diselenggarakan sesegera mungkin

    -urusan mas kawin cewek tekdung gak bisa nawar, di nikahin aja uda untung

    -tetangga2 yang tau soal MBA ini terbagi dalam dua komentar:
    1. Orang tuanya emang gak bisa ngedidik anak
    2. Asyik, bukan anak gw doank yang MBA….

  14. Sore hari, menjelang magrib,
    i-in mulai membuka diary berjudul “kisah hidup qu yang pertama”.

    Bukan untuk menulis sesuatu, hanya ingin sedikit bernostalgia.
    Saat dibuka secara acak, matanya tertuju pada kisah lima tahun yang lalu.
    Saat itu i-in masih kelas 3 SMP, caturwulan 2.

    Waktu itu ada anak cowok baru pindah ke sekolah i-in,
    dan karena disaat yang sama,
    teman sebangku i-in pindah ke sekolah lain,
    maka anak baru yang bernama a-an pun menjadi teman sebangku i-in.

    Dalam waktu kurang dari sebulan, i-in dan a-an berteman akrab.
    Kemana-mana selalu bersama, mengerjakan pe-er, tugas kelompok, maen basket,
    sampe nonton ke bioskop & maen ke mall pun selalu bareng.
    Mereka berdua tidak pacaran, hanya berteman.

    Sampai suatu ketika, saat mereka berdua mengerjakan pe-er biologi di rumah a-an,
    mereka mempraktekkan bab anatomi tubuh,
    pada mulanya mereka berdua hanya ‘lucu-lucu-an’,
    tapi kemudian, gelora jiwa muda membawa mereka semakin jauh.
    untungnya mereka segera tersadar,
    sebelum mempraktekkan bab sistem reproduksi manusia.

    Sejak saat itu i-in menghindari a-an, bahkan i-in pindah tempat duduk.
    a-an sempat protes dengan sikap i-in, tapi i-in tak bergeming.
    i-in tetap menjauhi a-an.

    Sambil mengusap air matanya, i-in menutup buku diary tersebut.
    Masih teringat dengan jelas dibenaknya,
    bagaimana tanggapan a-an saat i-in mengatakan bahwa yang mereka lakukan adalah dosa.
    “yang kayak gini tuh uda biasa” inilah tanggapan a-an yang membuat i-in pergi jauh.

    Aq sangat mencintaimu, aq tak rela dirimu berlumur dosa.
    Aq sangat mencintaimu, aq tak kan sudi tubuhmu dijilat api neraka.
    Aq sangat mencintaimu, tapi cinta ini belum saatnya.
    Aq sangat mencintaimu, dan bila qau bukan jodoh qu, aq ikhlas menerimanya.

  15. a-an sedang jatuh cinta pada i-in(gadis manis berkerudung).

    Waktu ada acara buka puasa bersama,
    a-an memberanikan diri menembak i-in, di halaman mesjid.

    i-in meminta waktu tiga hari. dan YES! diterima.
    dengan pertimbangan bahwa a-an menembak di bulan suci, di tempat suci,
    maka i-in menarik kesimpulan bahwa cinta a-an adalah cinta suci.

    Seminggu pertama, mereka berdua cuma sholat bareng.
    Minggu berikutnya, mereka berdua kemana-mana bareng.
    Satu bulan kemudian, mereka berdua pegangan tangan.

    Berikutnya, a-an mulai membelai kerudung i-in.
    Lalu a-an pun mencium kerudung i-in.
    i-in bersandar di dada a-an.

    Setahun kemudian…..
    hehehe…
    Jadi bahan olok-olok+cemoohan seantero kampus…

    Dan mempermalukan nama keluarga…

    Tapi tenang aja cuy…
    Gak usah peduli ama perkataan orang lain, tokh mereka gak pernah biaya-in qta.

    Bagaimana dengan perkataan Tuhan Pencipta semesta alam?
    Dicuekin juga atau dicuekin aja?

    (uda gak pernah baca kitab suci, jadinya gak tahu Tuhan ngomong apa)

  16. hidup pacaran islami!!!
    moga2 banyak yang tekdung…. soalnya setan kan dimana-mana cuy….
    jadi bukan anak gw doank yang MBA…
    hehehehe….
    :))

Komentar ditutup.