Pengalaman PraNikah Diriku & PraNikah Rasulullah SAW

sekedar ingin tahu….M. Shodiq Mustika dulu nikahnya dengan cara apa??
Apakah sesuai dengan cara yang akhi ungkapkan di sini?
Jujur, saya ragu-ragu tentang perkataan akhi di halaman-halaman ini.
Teman saya nikah dengan ta’aruf, ga pake neko-nekoan didahului soal konsep tanazur segala, sumpah deh, dan kini ia berhasil.
Dan apakah Rasulullah menikah dengan cara “pacaran Islami” sesuai konsep yang akhi gembor-gemborkan di sini?

Demikianlah sejumlah pertanyaan dari seorang tamu blog Tanazhur PraNikah. Berikut ini jawaban dari diriku, M Shodiq Mustika:

1) Untuk gambaran pengalaman pranikah diriku, lihat “Hubungan Tanpa Status, perlukah kejelasan?

2) Untuk model pacaran islami ala Rasulullah saw, lihat artikel “Nabi Muhammad pun pernah pacaran (tetapi secara islami)“. Model pacaran islami ala beliau sebagaimana aku ungkapkan di artikel tersebut sudah aku terapkan untuk pranikah diriku. Bagaimanapun, bukankah beliau itu teladan kita?

3) Aku memaklumi keragu-raguanmu. Memang, propaganda ta’aruf dan penentangan terhadap segala bentuk pacaran oleh sekelompok aktivis dakwah pada beberapa tahun terakhir ini sangat gencar, walaupun isinya mengandung kekeliruan. (Untuk contoh, lihat “Awas! Taaruf praNikah = bid’ah sesat!!!“.) Akibatnya, tidak sedikit diantara umat Islam yang salah-paham mengenai konsep Islam untuk pranikah.

4) Yang sukses dengan ta’auf saja tanpa tanazhur mungkin banyak, tetapi yang gagal juga banyak, bahkan bisa saja lebih banyak. Namun, bukan itu poin utamanya. Yang paling perlu kita perhatikan adalah bahwa untuk pranikah, Islam tidak mengajarkan ta’aruf, tetapi tanazhur. Lihat “Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren?

Wallaahu a’lam.

Iklan

2 thoughts on “Pengalaman PraNikah Diriku & PraNikah Rasulullah SAW

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    astaghfirullah…………..

    ustadz,,, saya tdk bermaksud mengatakan anda sesat,,, tetapi dalam Al-Quran sdh jelas2 pacaran itu tdk boleh.. “wa laa taqrobuz zinaa” pacaran adalah salah 1 perbuatan yg mndkati pd zina,,, bktny zaman skrg para remaja sudah bobrok akhlaq nya karena b’pacaran,,,

    tolong jgn slh menafsirkan…..
    saya tw saya org biasa,,, tapi insya Allah saya juga punya ilmu dan saya tidak setuju dengan pernyataan anda,,,, dan b’pacaran yg sah itu adalah setelah ada ikatan resmi yg b’arti sudah m’jd mahrom…. dan itu b’arti mereka sdh menikah…..

    dlm Qur;an srt Al-Ahzab ayat52(klau tdk slh aytny) d sana d jlskan bhw s’org wanita hrs menutup aurat ktka bertemu dgn yg bkn mahromnya sprt yg d lakukan oleh para shohabiyyah….. dan itu b’arti antara 2 insan yg bkn mahrom tdk blh b’dua2 an(b’pacaran)…..

    Semoga Allah memberi hidayah kpd Qta smua!!!

    Wallahu’alam bis showab

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    • @ muslimah sholihah
      Supaya ukhti tidak salah-paham, harap baca artikel-artikel di blog ini dengan secermat-cermatnya. Semua yang ukhti persoalkan itu sudah pernah kami bahas.
      wa’alaykumussalaan war. wab.

Komentar ditutup.