Arsip

Fatwa Muhammadiyah tentang Pacaran Islami

Sudah cukup lama (2003) Majelis Tarjih Muhammadiyah mengeluarkan fatwa tentang pacaran dalam Islam. Bila istilah “pacaran” diartikan sebagai “berteman dan saling menjajaki kemungkinan untuk mencari jodoh berupa suami atau istri” (Purwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia (1976)), maka pacaran itu selaras dengan sunnah Rasul.

Baca lebih lanjut

Aktivis dakwah kecanduan VCD porno & onani haruskah segera nikah?

Saya sangat senang sekali dengan adanya situs ini. Semoga amal usaha ustadz mengelola site ini dibalas kebaikan berlipat oleh Allah SWT.

Saya adalah seorang ikhwan, aktivis dakwah kampus. Mungkin banyak orang menlai saya seorang pria yang baik. Padahal saya punya kebiasaan buruk yaitu nonton VCD porno. Selain itu saya sangat sering melakukan onani. Kebiasaan ini sudah saya lakukan sejak SMA tahun 2001 lalu. Saya tau ini salah, tapi saya tak sanggup untuk menghentikannya.

Belakangan ini hasrat seksual itu itu sering meluap-luap. Saya ingin menyegerakan menikah tapi saya belum wisuda dan belum memiliki penghasilan cukup. Saya pernah coba wacana kepada orangtua. Mereka tidak setuju, karena saya masih muda, 23 thn dan belum wisuda.

Terkadang muncul pikiran kotor untuk memacari seorang gadis untuk merayunya dan melampiaskan nafsu seksual saya. Tapi saya takut karena itu dosa. Selain itu juga saya malu jika seandainya aib ini terbongkar.

Kemudian juga sering terlintas untuk mencari pelacur. Hasrat tersalurkan dan privasi terjaga. Tapi lagi-lagi saya takut sehingga saya belum terjerumus ke lembah ini. Pertanyaannya :

  1. Bagaimana menghentikan kebiasaan nonton VCD porno?
  2. Bagaimana menghentikan kebiasaan onani?
  3. Apakah saya harus menyegerakan menikah?
  4. Apa solusi untuk masalah saya diatas?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Setelah Keperawanan Lenyap Disantap Dukun Cabul

Mungkin akulah wanita terbodoh sedunia. Menyerahkan keperawanan kepada seorang dukun cabul tanpa alasan. Pelacur saja lebih baik daripada aku. Mereka menjual diri demi sesuap nasi. Sepasang kekasih yang berzina mungkin juga lebih baik daripada aku. Mereka melakukannya atas dasar suka sama suka. Tapi aku…

Beberapa tahun lalu, aku kenal seorang pria. Tampan, ramah, dan saleh. Nyaris sempurna. Setidaknya, begitulah yang dilihat orang dari penampilannya. Dia suka menolong orang yang terkena ‘santet’.

Pada suatu ketika, santet orang yang ditolongnya berbalik mengenai dirinya. Begitulah yang dia katakan. Orang-orang di komunitasnya juga bilang begitu.

Pada suatu malam, dia menelpon aku. Dia ceritakan kronologi penyakitnya. Dia bilang terkena santet tertentu yang katanya hanya bisa disembuhkan dengan cara bersetubuh. Namun kalau denganku, katanya, dia cukup menyentuh kulitku, tidak sampai bersetubuh. Dia pun minta tolong padaku untuk mengizinkan dia menyentuh kulitku demi kesembuhannya. Aku pun menyetujuinya. Toh hanya menyentuh, pikirku.

Akan tetapi, aku terkecoh. Ternyata dia tidak berhenti pada menyentuh kulitku saja. Dia bohong. Dia renggut keperawananku.

Saat itu terjadi, aku dalam keadaan sadar. Sentuhan-sentuhannya melambungkan gejolak biologisku. Hati dan pikiranku hendak menolaknya, tapi gejolak itu teramat kuat. Aku terhanyut. Kendati aku bershalawat, percuma saja. Duuuh… bodohnya diriku.

Sesaat setelah kejadian itu, dia menghubungiku lagi. Dia bilang ingin melakukannya sekali lagi untuk mempercepat kesembuhannya. Tapi aku menolaknya. Malah aku berusaha menghindarinya. Aku tak mau berhubungan dengan dia lagi dalam bentuk apa pun. Sekarang pun aku tak tahu lagi dia entah di mana.

Kini, sebagai manusia normal, aku juga ingin menikah. Kuingin membangun rumah-tangga yg sakinah dengan orang yang kucintai dan mencintaiku. Aku ingin mengikuti sunnah Rasul ini. Tapi… aku tak berani.

Setiap kali ada seorang lelaki saleh mendekatiku, aku selalu merasa tidak pantas untuk dia. Akhirnya, kupilih menarik diri.

Apa yang harus aku lakukan, Pak? Apakah aku masih pantas berharap untuk dapat membina sebuah rumah tangga yang sakinah?

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Ternyata dia sudah beristri

assalamu alaikum pa ustad…. begini pa ustadz, saya punya tmn cwo yang kami berdua saling berjauhan , kenalan kami dulu swktu saya dan dia chating di intrnt. biasanya klu chating jarang2 ada yg nyambung tp klu kali ini saya chating nyambung bngt ma dia pa ustadz, jd mulai saat itu kami slng tukar menukar no hp dan saling bahkan tukar menukar fhoto pa ustadz. mulai saat itu kami berdua srng sms an bahkan tlp2an. dan dari sekian lama kami berkenalan kami berdua sama sama saling menyukai sekalipun kami belum prnh ketemu pa ustadz. tapi ada satu kekecewaan pada saat itu yang aku rasakan pa ustadz yaitu pada saat aku dan dia sama – sama saling menyayangi ., dia baru mengatakan kalau dia sudah berumah tangga dan mempunyai satu orang anak. pada saat dia mengatakan itu hatiku sakit, kecewa, menyesal ….
semua campur aduk pa ustadz. aku marah ma dia dan aq tanya ma dia kenapa baru sekarang dia katakan kalau dia sudah berumah tangga ? knp sebelum aku dan dia saling menyayangi baru dia katakan ? tp apa jawaban dia pa ustadz ” dia mengatakan kalau dia mengatakan dari semula mungkin aq ga mau menerima dia sebagai temannya ” emang benar juga yang dia katakan pa ustadz kalau aku mengetahui dari semula kalau dia sudah berumah tangga mungkin aku g mau melanjutkan perkenalan ini. tapi itu dia pa ustadz aq dan dia sudah sama – sama menyayangi dan kami sudah berusaha untuk melakukan hal supaya kami bisa pisah tapi tetap aj g bisa pa ustadz. emng sich beberapa bulan bisa pa ustadz walaupun itu suatu hal yang menyakitkan bagi perasaan kami , tapi demi kebaikan bersama kami tetap aj g bisa pa ustadz…
jadi aku sangat mohon dan mohon pada pa ustadz, atas pertolongannya pa austadz bagaimana cara mengatasi permasalahan kami ini. sebenarnya masih banyak lagi pa’ ceritanya tapi g mungkin aku bahas semuanya pa . aku sangat berharap kepada pa ustadz atas bantuannya agar permaslahan saya ini bisa dipecahan pa ustadz. tolong ya pa ustad bantu saya agar bisa melupakan dia pa ustadz.
atas pertolongannya saya ucapkan banyak terima kasih ya pa ustadz.
wasslamu alikum wr. wb……………

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Curhat: Telah berzina tapi putus hubungan cinta

assalamualaikum ustadz. aku pengen curhat nii. aku punya seseorang iank sangad aku cintai. dan hubungan kamii sudaa terlalu jauh dan kami sudah terjerumus ke dalam zina. dia mempunyai banyag janji dan sumpah dengan nama ALLAH. tapi sekarang saiia sudaa puttus. dia mutusin saiia cuma karena kesalahan yang amad sepele. hal ini membuad saya sangat menyesal. saya mungkin bodoh hingga saya nekad bunuh diri sampai bersujud memohon kepadanya agar dia kembali pada saya. saya sudah coba terima dan ikhlas tapi saya tidak bisa. saya sudah sering berdoa di dalam sholat saya agar perasaan saya di musnahkan sja tapi semakin hari saya semakin mencintai dia. bagaimana menurut ustadz? apa yang harus saya lakukan?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Konsultasi: Mencium & memeluk lewat telepon

jika: 1. memberikan foto diri dg rambut terlihat (menghindari menunjukan aurot dibalik krudung secara langsung pd sang pacar) 2. mencium dari telpon (menghindari ciuman langsung) 3. saat dia ereksi karna ngobrol dengan ku di tlpn, kemudian saling memeluk (masturbasi) dengan tetap saling menghargai & menghindari pelukan + hubungan saat tatap muka. Mohon dijelaskan hukum & atao solusinya

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut

Bersuara sexy berdosakah?

Assalamualaikum … Gmn Kabarnya P’ Ustad ? Saya sdh baca mengenai konsultasi ka’Ardi masalah masturbasi, dan ini ada titipan dari teman saya, masalah yang mungkin hampir sama. Jika teman saya (Pr) tlp ke pacarnya ( lk2 )…. meskipun nada bicara teman saya ini ( Pr ) tdk mendesah tetapi pacarnya jadi ‘ maap ‘( ereksi ) gmn ya Pak,…? apakah teman saya ini berdosa ? Bagaimana caranya spy hubungan pacarannya ini baik tanpa ada hal seperti ini. terima kasih sebelumnya. Wassalam

Jawaban M Shodiq Mustika:

Baca lebih lanjut